Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. No. DOI: https://doi. org/10. 47731/jipm. Program Bimbingan QiroAoah dan Kitabah bagi Santri Tingkat Dasar di Pesantren Salafiyah Sitti Maryam 1. Ludfi2. Mahbubi3 STAI Al Mujtama. Pamekasan. Indonesia 123 Email correspondence: maryam. sayyidah91@stai-almujtama. Kata kunci: Qiro'ah, kitabah, santri tingkat dasar, pesantren salafiyah, pembelajaran Al-Qur'an Diterima: 2025-11-13 Revisi: 2025-11-25 Terbit: 2025-12-20 Abstrak: Program bimbingan qiro'ah dan kitabah merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi dasar santri dalam membaca dan menulis Al-Qur'an dengan baik dan benar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan intensif kepada santri tingkat dasar di Pesantren Salafiyah dalam menguasai keterampilan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid serta menulis huruf Arab dengan benar. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran klasikal, bimbingan kelompok kecil, dan pendampingan individual yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Program dilaksanakan selama empat bulan dengan melibatkan 45 santri tingkat dasar yang terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan qiro'ah dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 35 persen dan kemampuan kitabah meningkat 42 persen dari tes awal. Santri yang awalnya mengalami kesulitan dalam mengenal huruf hijaiyah dan menerapkan hukum tajwid menunjukkan perkembangan positif setelah mengikuti program bimbingan secara konsisten. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar santri dan kepercayaan diri mereka dalam mengaji. Keberhasilan program ini mengindikasikan pentingnya pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan pendampingan yang berkelanjutan dalam pembentukan kemampuan dasar literasi Al-Qur'an bagi santri usia dini. PENDAHULUAN Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an merupakan keterampilan fundamental yang harus dikuasai oleh setiap muslim sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan ajaran Islam. Dalam konteks pendidikan pesantren, khususnya pesantren salafiyah, penguasaan qiro'ah dan kitabah menjadi fondasi utama bagi santri untuk dapat mengakses khazanah keilmuan Islam yang sebagian besar tertulis dalam bahasa Arab. Menurut Dhofier . , pesantren salafiyah mempertahankan tradisi pembelajaran klasik dengan fokus utama pada penguasaan kitab-kitab kuning yang menuntut kemampuan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Copyright A 2025 Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sitti Maryam et al. membaca Arab yang baik. Oleh karena itu, pembinaan kemampuan dasar qiro'ah dan kitabah sejak dini menjadi sangat penting dalam membentuk kompetensi santri. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak santri tingkat dasar yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid, serta belum menguasai teknik penulisan huruf Arab yang baik dan benar. Penelitian yang dilakukan oleh Mujahidin . mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen santri baru di pesantren masih memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang tergolong rendah, terutama dalam hal penerapan hukum tajwid dan kelancaran bacaan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya waktu pembelajaran yang dialokasikan khusus untuk pembinaan qiro'ah dan kitabah di tengah padatnya kurikulum pesantren. Permasalahan lain yang dihadapi adalah heterogenitas kemampuan santri yang masuk ke pesantren. Qomar . menjelaskan bahwa santri berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dengan tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an yang bervariasi, mulai dari yang sama sekali belum mengenal huruf hijaiyah hingga yang sudah cukup lancar membaca. Perbedaan tingkat kemampuan ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif agar semua santri dapat berkembang sesuai dengan potensinya masingmasing. Metode pembelajaran qiro'ah dan kitabah yang efektif harus mempertimbangkan karakteristik pembelajaran Al-Qur'an yang membutuhkan pengulangan, praktik langsung, dan bimbingan individual. Studi oleh Arief . menunjukkan bahwa kombinasi antara pembelajaran klasikal dan bimbingan individual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dibandingkan dengan metode klasikal saja. Pendekatan ini memungkinkan ustadz untuk memberikan perhatian khusus kepada santri yang memerlukan bimbingan lebih intensif sambil tetap menjaga efisiensi pembelajaran kelompok. Dalam konteks kitabah atau menulis huruf Arab. Hidayat . menekankan pentingnya penguasaan keterampilan motorik halus dan pemahaman tentang bentuk dasar huruf hijaiyah beserta variasinya dalam berbagai posisi. Keterampilan kitabah tidak hanya bermanfaat untuk menulis Al-Qur'an tetapi juga menjadi bekal penting dalam mempelajari kitab-kitab klasik yang memerlukan kemampuan membaca tulisan tangan Arab. Sayangnya, pembelajaran kitabah seringkali kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan pembelajaran qiro'ah, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang erat dalam proses penguasaan literasi Al-Qur'an. Pentingnya program bimbingan qiro'ah dan kitabah juga didukung oleh penelitian Syamsuddin . yang menemukan bahwa santri yang mendapatkan bimbingan terstruktur dalam membaca dan menulis Al-Qur'an menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik dalam mata pelajaran keagamaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 2 Sitti Maryam et al. kemampuan qiro'ah dan kitabah bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga merupakan kompetensi dasar yang mendukung pembelajaran agama secara keseluruhan. Berdasarkan latar belakang tersebut, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan solusi konkret terhadap permasalahan kemampuan qiro'ah dan kitabah santri tingkat dasar di Pesantren Salafiyah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid yang benar, meningkatkan keterampilan menulis huruf Arab dengan baik, serta menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri santri dalam belajar Al-Qur'an. Melalui pendekatan pembelajaran yang sistematis dan pendampingan yang intensif, diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di pesantren. METODE Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pesantren Salafiyah Al-Hikmah yang berlokasi di Kabupaten Bangkalan. Jawa Timur. Pemilihan lokasi didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk peningkatan kualitas pembelajaran qiro'ah dan kitabah di pesantren tersebut. Program dilaksanakan selama empat bulan, dimulai dari bulan Februari hingga Mei 2024, dengan jadwal pertemuan tiga kali Setiap sesi pembelajaran berlangsung selama 90 menit yang terbagi menjadi 60 menit pembelajaran klasikal dan 30 menit bimbingan kelompok kecil atau individual. Subjek dan Partisipan Partisipan program ini adalah 45 santri tingkat dasar yang berusia antara 7 hingga 12 Santri dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan hasil tes kemampuan awal, yaitu kelompok dasar yang terdiri dari 18 santri yang masih dalam tahap pengenalan huruf hijaiyah, kelompok menengah dengan 16 santri yang sudah dapat membaca tetapi masih banyak kesalahan dalam tajwid, dan kelompok lanjut dengan 11 santri yang sudah cukup lancar membaca namun perlu peningkatan dalam kefasihan dan penerapan tajwid yang lebih Pembagian kelompok ini mengacu pada pendekatan pembelajaran diferensiasi yang dikemukakan oleh Tomlinson . untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik. Desain dan Prosedur Program Program dirancang dengan menggunakan pendekatan pembelajaran campuran yang menggabungkan metode klasikal, kelompok kecil, dan bimbingan individual. Setiap sesi dimulai dengan pembelajaran klasikal selama 30 menit yang membahas materi tajwid atau teknik penulisan huruf Arab secara umum. Materi disajikan secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, sifatul huruf, hingga hukum-hukum tajwid dasar seperti ikhfa, idgham, iqlab, dan izhar. Metode pembelajaran mengadopsi pendekatan Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 3 Sitti Maryam et al. Ummi Foundation . yang telah terbukti efektif dalam pembelajaran Al-Qur'an untuk anak-anak. Setelah pembelajaran klasikal, dilanjutkan dengan sesi praktik bersama selama 30 menit di mana santri mempraktikkan bacaan atau menulis huruf Arab secara bergantian di bawah pengawasan ustadz. Pada sesi ini, ustadz memberikan koreksi langsung terhadap kesalahan yang dilakukan santri dan memberikan contoh bacaan atau tulisan yang benar. Sesi terakhir adalah bimbingan kelompok kecil atau individual selama 30 menit yang difokuskan pada penanganan kesulitan khusus yang dialami masing-masing santri. Santri yang mengalami kesulitan serupa dikelompokkan bersama untuk mendapatkan bimbingan Untuk pembelajaran kitabah, digunakan metode imla' atau dikte yang dikombinasikan dengan latihan menyalin ayat-ayat pendek dari Al-Qur'an. Santri diajarkan teknik memegang pena dengan benar, posisi duduk yang baik, serta urutan guratan dalam menulis setiap huruf hijaiyah. Setiap santri diberikan buku khusus untuk latihan menulis dengan panduan garis yang membantu mereka menulis dengan proporsi yang benar. Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi Zaenuddin . tentang pentingnya latihan menulis terstruktur dalam pembelajaran bahasa Arab. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen, yaitu tes kemampuan qiro'ah yang mengukur kelancaran bacaan, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan hukum tajwid. Tes dilakukan dengan meminta santri membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang telah dipilih dan penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang telah divalidasi. Untuk kemampuan kitabah, digunakan tes menulis yang menilai ketepatan bentuk huruf, kerapian tulisan, dan kemampuan menulis dengan dikte. Selain tes, dilakukan juga observasi partisipatif selama proses pembelajaran untuk mengamati perkembangan santri secara kualitatif. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara dengan ustadz pembimbing dan beberapa santri untuk mendapatkan gambaran tentang pengalaman dan kendala yang dihadapi selama program. Dokumentasi berupa foto dan video pembelajaran juga dikumpulkan sebagai data pendukung. Semua data dianalisis secara kuantitatif untuk data tes menggunakan statistik deskriptif dan uji beda, serta secara kualitatif untuk data observasi dan wawancara menggunakan analisis tematik. Teknik Analisis Data Analisis data kuantitatif dilakukan dengan membandingkan skor tes awal dan tes akhir menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan yang signifikan. Data juga dianalisis berdasarkan kelompok untuk melihat perbedaan peningkatan antar kelompok. Untuk data kualitatif, dilakukan pengkodean terhadap hasil observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul terkait dengan Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 4 Sitti Maryam et al. proses pembelajaran, kendala yang dihadapi, dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan data dari berbagai sumber untuk memastikan validitas temuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Kemampuan Qiro'ah Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan qiro'ah santri setelah mengikuti program bimbingan. Rata-rata skor tes awal adalah 52 dari skala 100, sedangkan rata-rata skor tes akhir meningkat menjadi 70. Peningkatan ini menunjukkan persentase kenaikan sebesar 35 persen yang secara statistik signifikan dengan nilai p kurang dari 0,001. Kelompok dasar mengalami peningkatan paling tinggi dengan rata-rata kenaikan 45 persen, diikuti kelompok menengah dengan 32 persen, dan kelompok lanjut dengan 22 persen. Temuan ini konsisten dengan penelitian Rahman . yang menemukan bahwa program bimbingan terstruktur dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Peningkatan kemampuan qiro'ah terlihat dalam beberapa aspek, yaitu kelancaran bacaan, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan hukum tajwid. Dalam aspek kelancaran, sebagian besar santri menunjukkan peningkatan kecepatan membaca tanpa mengurangi Santri yang awalnya membaca dengan terputus-putus dan banyak kesalahan, setelah program dapat membaca dengan lebih lancar meskipun masih perlu peningkatan lebih lanjut. Untuk aspek makharijul huruf, observasi menunjukkan bahwa santri mulai dapat membedakan huruf-huruf yang memiliki kesamaan bunyi seperti dzal dan dal, kha dan ha, serta shad dan sad dengan lebih baik. Penerapan hukum tajwid menunjukkan peningkatan yang cukup baik terutama untuk hukum-hukum dasar seperti idgham, ikhfa, iqlab, dan izhar. Santri kelompok lanjut bahkan sudah mulai dapat menerapkan hukum-hukum tajwid yang lebih kompleks seperti mad dan qalqalah dengan tepat. Hasil ini sejalan dengan temuan Nasution . yang menyatakan bahwa pembelajaran tajwid yang sistematis dan disertai praktik langsung dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan hukum tajwid secara efektif. Namun demikian, masih ditemukan beberapa santri yang kesulitan dalam menerapkan hukum tajwid secara konsisten terutama ketika membaca ayat-ayat yang panjang. Peningkatan Kemampuan Kitabah Kemampuan kitabah santri juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata skor awal 45 meningkat menjadi 64, atau mengalami peningkatan sebesar 42 persen. Peningkatan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kemampuan qiro'ah, yang mengindikasikan bahwa santri merespons dengan baik terhadap metode pembelajaran kitabah yang diterapkan. Kelompok dasar kembali menunjukkan peningkatan tertinggi Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 5 Sitti Maryam et al. dengan 50 persen, sedangkan kelompok menengah dan lanjut masing-masing meningkat 40 persen dan 35 persen. Hasil ini mendukung argumen Fatimah . bahwa pembelajaran kitabah yang terstruktur dengan latihan rutin dapat memberikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang relatif singkat. Peningkatan kemampuan kitabah terlihat dari beberapa indikator, yaitu ketepatan bentuk huruf, kerapian tulisan, dan kemampuan menulis dengan metode imla' atau dikte. Dalam hal ketepatan bentuk huruf, sebagian besar santri sudah dapat menulis huruf hijaiyah dengan bentuk yang benar meskipun beberapa masih perlu perbaikan dalam hal proporsi. Kerapian tulisan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana tulisan santri menjadi lebih teratur dan mudah dibaca. Santri yang awalnya menulis dengan tekanan yang terlalu kuat atau terlalu lemah mulai dapat mengontrol tekanan penulisan dengan lebih baik setelah mendapatkan bimbingan individual. Dokumentasi kegiatan PkM Kemampuan menulis dengan metode imla' menunjukkan perkembangan yang baik dimana santri dapat menulis kata atau kalimat pendek yang didiktekan dengan tingkat kesalahan yang semakin berkurang. Metode ini terbukti efektif dalam melatih konsentrasi dan daya ingat santri terhadap bentuk huruf Arab. Temuan ini sesuai dengan penelitian Mahmud . yang menunjukkan bahwa metode imla' dapat meningkatkan kemampuan menulis Arab dan memperkuat memori visual terhadap bentuk huruf. Beberapa santri bahkan menunjukkan kreativitas dengan mulai menulis ayat-ayat pendek yang mereka hafal tanpa melihat mushaf. Faktor Pendukung Keberhasilan Program Keberhasilan program ini didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama adalah komitmen dan konsistensi dari para ustadz pembimbing yang memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan setiap santri. Ustadz tidak hanya mengajar secara klasikal tetapi juga memberikan bimbingan individual kepada santri yang memerlukan perhatian khusus. Kedua adalah dukungan dari pihak pesantren yang menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai seperti ruang kelas yang nyaman, alat peraga pembelajaran, dan buku-buku panduan yang berkualitas. Ketiga adalah antusiasme dan motivasi santri yang tinggi untuk Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 6 Sitti Maryam et al. belajar, yang ditunjukkan dengan tingkat kehadiran yang konsisten di atas 90 persen selama program berlangsung. Metode pembelajaran yang bervariasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi santri. Kombinasi antara pembelajaran klasikal, kelompok kecil, dan individual memungkinkan santri untuk belajar dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan Penggunaan media pembelajaran seperti kartu huruf hijaiyah, papan tulis khusus untuk latihan menulis, dan rekaman bacaan Al-Qur'an yang benar juga membantu memperkaya pengalaman belajar santri. Hal ini sejalan dengan pendapat Munir . yang menekankan pentingnya variasi metode dan media pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an. Sistem evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan juga berkontribusi terhadap keberhasilan program. Evaluasi tidak hanya dilakukan di awal dan akhir program, tetapi juga secara berkala setiap dua minggu untuk memantau perkembangan santri. Hasil evaluasi berkala ini digunakan sebagai dasar untuk penyesuaian strategi pembelajaran dan pemberian bimbingan tambahan bagi santri yang tertinggal. Umpan balik yang konstruktif dari ustadz membantu santri untuk terus memperbaiki kemampuan mereka tanpa merasa terbebani atau putus asa ketika menghadapi kesulitan. Tantangan dan Hambatan Meskipun program menunjukkan hasil yang positif, terdapat beberapa tantangan dan hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan. Tantangan utama adalah perbedaan tingkat kemampuan dasar santri yang cukup signifikan, yang memerlukan pendekatan dan waktu bimbingan yang berbeda untuk setiap kelompok. Beberapa santri memerlukan waktu lebih lama untuk menguasai materi dasar seperti pengenalan huruf hijaiyah, sehingga terkadang menghambat progres pembelajaran kelompok. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penambahan sesi bimbingan khusus di luar jadwal regular bagi santri yang memerlukan perhatian ekstra. Hambatan lain adalah keterbatasan waktu pembelajaran mengingat santri juga memiliki aktivitas lain di pesantren seperti mengikuti pembelajaran kitab kuning dan kegiatan ekstrakurikuler. Beberapa santri mengeluhkan kelelahan terutama pada sesi sore hari yang mempengaruhi konsentrasi mereka dalam belajar. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penyesuaian jadwal dengan memindahkan beberapa sesi ke waktu pagi ketika santri masih segar dan berkonsentrasi lebih baik. Hasil dari penyesuaian ini menunjukkan peningkatan partisipasi dan konsentrasi santri dalam pembelajaran. Tantangan dalam pembelajaran kitabah adalah kurangnya kebiasaan santri untuk menulis dengan tangan mengingat banyak dari mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi Beberapa santri mengalami kesulitan dalam memegang pena dengan benar dan menulis dengan proporsi yang tepat. Diperlukan latihan ekstra dan bimbingan individual Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 7 Sitti Maryam et al. yang intensif untuk membantu santri mengatasi kesulitan motorik halus ini. Penggunaan buku latihan dengan panduan garis yang jelas dan contoh tulisan yang baik membantu mempercepat proses pembelajaran meskipun tetap memerlukan waktu dan kesabaran yang Dampak Program terhadap Motivasi dan Kepercayaan Diri Selain peningkatan kemampuan qiro'ah dan kitabah, program ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar dan kepercayaan diri santri. Berdasarkan hasil wawancara dengan santri, sebagian besar mereka menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur'an setelah mengikuti program. Santri yang awalnya malu atau takut untuk membaca di depan teman-temannya karena sering melakukan kesalahan, setelah program menjadi lebih berani dan antusias untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kepercayaan diri ini juga berdampak pada partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan lain di pesantren. Motivasi belajar santri juga meningkat yang ditunjukkan dengan kesediaan mereka untuk berlatih di luar jam pembelajaran formal. Beberapa santri bahkan membentuk kelompok belajar sendiri untuk saling membantu dan mengoreksi bacaan masing-masing. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan ini merupakan indikator penting dari keberhasilan program dalam menumbuhkan budaya belajar yang positif. Menurut Hamalik . , motivasi intrinsik yang kuat merupakan kunci keberhasilan dalam pembelajaran jangka panjang karena mendorong peserta didik untuk terus belajar meskipun tanpa pengawasan langsung dari guru. Dampak positif juga terlihat dalam hubungan antara santri dengan ustadz Proses bimbingan yang intensif dan personal menciptakan kedekatan emosional yang membuat santri merasa lebih nyaman untuk bertanya dan mengutarakan kesulitan yang mereka hadapi. Komunikasi yang terbuka ini sangat penting dalam proses pembelajaran karena memungkinkan ustadz untuk memberikan bantuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing santri. Iklim pembelajaran yang supportif dan penuh perhatian ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan santri baik secara akademik maupun personal. KESIMPULAN Program bimbingan qiro'ah dan kitabah bagi santri tingkat dasar di Pesantren Salafiyah telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan menulis Al-Qur'an. Peningkatan signifikan terlihat dalam kemampuan qiro'ah dengan rata-rata kenaikan 35 persen dan kemampuan kitabah dengan kenaikan 42 persen dari hasil tes awal. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 8 Sitti Maryam et al. terstruktur, sistematis, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri dapat memberikan hasil yang optimal dalam waktu yang relatif singkat. Kombinasi metode pembelajaran klasikal, kelompok kecil, dan bimbingan individual terbukti efektif dalam mengakomodasi keberagaman kemampuan santri. Setiap santri mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga tidak ada santri yang tertinggal atau merasa diabaikan dalam proses pembelajaran. Penggunaan berbagai media pembelajaran dan metode yang bervariasi juga berhasil menjaga motivasi dan antusiasme santri sepanjang program berlangsung. Program ini juga memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar peningkatan kemampuan teknis membaca dan menulis. Peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan terbentuknya budaya belajar yang positif di kalangan santri merupakan hasil yang sangat Santri tidak hanya menjadi lebih terampil dalam qiro'ah dan kitabah tetapi juga menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa program pendampingan yang berkualitas tidak hanya berdampak pada aspek kognitif tetapi juga pada aspek afektif dan sosial peserta Untuk keberlanjutan program, disarankan agar pesantren dapat melanjutkan dan mengembangkan program bimbingan qiro'ah dan kitabah secara berkelanjutan dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum regular pesantren. Pelatihan bagi ustadz dalam metode pembelajaran yang efektif dan penggunaan media pembelajaran yang inovatif juga perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas pembelajaran. Selain itu, perlu dikembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang lebih komprehensif untuk memastikan bahwa setiap santri mendapatkan bimbingan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya. Keterbatasan penelitian ini adalah durasi program yang relatif singkat yaitu empat bulan, sehingga belum dapat mengukur dampak jangka panjang dari program terhadap kemampuan qiro'ah dan kitabah santri. Penelitian lanjutan dengan durasi yang lebih panjang sangat diperlukan untuk melihat konsistensi peningkatan kemampuan santri dan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang paling efektif untuk setiap tingkat kemampuan. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran qiro'ah dan kitabah seperti latar belakang keluarga, motivasi belajar, dan gaya belajar santri. Akhirnya, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa investasi dalam pembinaan kemampuan dasar literasi Al-Qur'an sangat penting dan memberikan hasil yang nyata. Program semacam ini perlu dikembangkan dan direplikasi di pesantren-pesantren lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an secara nasional. Dengan penguasaan qiro'ah dan kitabah yang baik sejak dini, santri akan memiliki fondasi yang kuat untuk Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. No. | 9 Sitti Maryam et al. mengembangkan keilmuan agama mereka di masa depan dan menjadi generasi yang mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA