ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik Anita Carlyna1. Syarwani Ahmad2. Nila Kesumawati2 SMA IT Ishlahul Ummah Prabumulih, 2Universitas PGRI Palembang e-mail: carlynazulaikha@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik di SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data berasal dari kepala sekolah, ketua program, guru dan komite sekolah sebagai pengawas. Teknik analisis data mulai dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepala sekolah melakukan berbagai strategi untuk penguatan pendidikan karakter mulai dari perencanaan strategi yang dimuat dalam rencana kerja jangka menengah, pengorganisasian dengan membentuk tim struktur pembinaan, pelaksanaan strategi dengan menerapkan pembiasaan seperti budaya sekolah, ektrakurikuler, program pembinaan guru serta adanya pengawasan dari komite sekolah dalam pelaksanaannya. Salah satu faktor penunjang adanya penghargaan untuk guru berprestasi, sedangkan faktor penghambat penguatan pendidikan karakter bahwa lokasi sekolah yang masih bergabung dengan satuan pendidikan lainnya. Kata Kunci: Pembinaan. Pendidikan Karakter. Strategi Kepala Sekolah. Abstract The purpose of this research is to determine the principal's strategy for strengthening character education in students at SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih. The method employed is descriptive phenomenology, through observation, documentation, and interviews. As supervisors, school principals, head of program, teachers, and school committees provide Data analysis techniques begin with data reduction and progress to data presentation and conclusions. According to the study's findings, school principals implemented a variety of strategies for strengthening character education, beginning with strategic planning in the medium-term work plan, organizing by forming a coaching structure team, implementing habits such as school culture, extracurricular, teacher development programs, and supervision from the school committee in its implementation. The award for outstanding teachers is one of the supporting factors, while the school's location is still joining other educational units is an impediment of strengthening character education. Keywords: Coaching. Education of Character. Principal Strategy PENDAHULUAN Menuju era society 5. 0, yang saat ini Indonesia baru di masa Revolusi Industri 4. 0 yang telah membumi di kalangan para pemuda, bahkan yang tua pun tak mau ketinggalan terkait informasi dan teknologi yang semakin canggih dan mudah didapat. Terutama para pemudapemudi tanggung yang baru saja memasuki masa-masa pubertas. Sudah menjadi rahasia umum, anak dibawah umur sudah di fasilitasi oleh orang tua untuk menggunakan handphone/gadget. Bahkan sengaja memberikan hadiah alat komunikasi canggih tersebut kepada anak, agar anak bisa berdiam di rumah dan tidak menggagu aktivitas orang tua di Saat ini Indonesia memiliki kurang lebih 50% warga negara yang disebut generasi Generasi ini masuk dalam kategori masa kejayaan, yang diprediksi mulai tahun 2020 Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 sampai dengan tahun 2030 jumlah generasi ini akan mencapai kurang lebih 70%. Peristiwa ini akan moment munculnya generasi emas berlimpah di negara Indonesia untuk menghadang era global yang mulai masuk ke segala lini kehidupan di tengah masyarakat (Sutiyono dan Prasetyo, 2. Generasi milineal yang begitu kental dengan kecanggihan teknologi serta kebebasan dalam mengakses isi dan konten sehingga mengakibatkan adanya pergeseran budaya . Berdasarkan hasil liputan yang dipost di salah satu media online . Kamis 07 November 2. telah terjadi pembully-an antar siswa di dalam kelas yang menyebabkan luka di hidung sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Ada juga dua peserta didik SMP di Pekanbaru Riau terpaksa diberhentikan dari sekolah karena tidak hormat pada sang bendera pusaka negara Indonesia dan tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan, sudah dilakukan upaya pembinaan selama dua tahun. Namun tidak memberikan perubahan, karena ini adalah salah satu bentuk karakter siswa yang bersifat nasionalisme dan cinta tanah air serta tidak ada hubungannya dengan soal kepercayaan agama . com, 26 November 2. Usia pada masa sekolah menengah pertama adalah masa pencarian jati diri, serta rasa keingintahuan besar terkait hal-hal yang baru ditemui. Sikap dan akhlak pada masa ini adalah saat-saat yang menentukan pola pikir, perilaku, adab dan gaya hidup bagi mereka di masa Tentunya itu semua tidak terlepas dari kerja keras orang tua serta guru sebagai pendidik di sekolah. Terdapat pula kasus baru-baru ini terkait akhlak siswa terhadap guru yang terjadi di Gresik Jawa Timur, siswa SMP ditegur guru karena merokok di dalam kelas pada saat jam belajar berlangsung. Siswa tersebut kemudian menantang gurunya untuk berkelahi (Sindonews. com 10 Februari 2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memperingati hari pendidikan nasional pada tahun 2018 silam menuliskan bahwa ada sebesar 84% siswa di Indonesia telah mendapatkan kekerasan di sekolah. Bahkan menurut komisioner bidang pendidikan KPAI Retno Listyarti mengatakan bahwa tindakan kekerasan di sekolah cukup tinggi, baik yang dilakukan pendidik pada siswa, siswa terhadap pendidik, maupun siswa terhadap siswa Berdasarkan data KPAI, 40% siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami tindakan kekerasan fisik oleh teman sebaya. Sedangkan 75% siswa mengaku pernah melakukan tindakan kekerasan di sekolah. Selain itu, 50% siswa melaporkan mengalami perundungan . di satuan pendidikan . co, 2. Sejarah perkembangan pendidikan Indonesia juga menunjukkan upaya pemangunan karakter melalui pendidikan budi pekerti. Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P. Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Pendidikan Kewarganegaraan, dan sebagainya. Artinya, pendidikan karakter bukan lagi hal baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Namun pelaksanaannya tidak semudah kelihatannya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berjalannya program PPK di SMP IT Ishlahul Ummah, menurut Bapak Defri selaku wakil kurikulum di sekolah tersebut menyatakan bahwa memang guru sedikit kebingungan untuk mengkomparasikan dengan pembelajaran. Namun sudah diberikan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan dalam mendidik karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu seperti yang diungkap oleh Murniyetti, et al, . dituliskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia secara garis besar masih bertujuan kepada hasil akhir . xam oriente. Kini sudah ditemui tujuh bentuk dekadensi perilaku generasi muda bangsa. Dekadensi tersebut acapkali menunjukkan begitu rapuhnya generasi muda Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Gambar 1. Deskripsi Dekadensi Moral Generasi (Murniyetti et al, 2. Pertama, penggunaan obat-obatan terlarang. Sebanyak 3,8 hingga 4,2 juta orang pemakai obat terlarang di Indonesia berasal dari kalangan remaja hingga mahasiswa. Dari pemakai obat terlarang ini 48% di antaranya adalah pecandu dan 52% sekadar ingin Kedua, pornografi, 64% pelajar dan mahasiswa belajar seks dengan menonton video porno dan DVD yang dijual bajakan di pasaran. Akibatnya 39% responden dari usia 1519 tahun dan 25% usia 20-25 tahun sudah pernah berhubungan seksual. Ketiga, seks bebas, 800 jenis video porno asli produksi dalam negeri. 90% dari video tersebut diperankan oleh kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa. Selain itu, survey yang dilakukan oleh KPAI pada bulan Januari-Juni 2010 di kota-kota besar di Indonesia yang melibatkan 4500 siswa sekolah pertama dan menengah yang menunjukkan hasil bahwa 62,7 % siswa perempuan sudah tidak gadis lagi (Asa, 2. Keempat, kasus aborsi, hampir 2,4 juta terjadi setiap tahunnya atau . -800 rib. dan pelakunya adalah kalangan remaja. Kelima, prostitusi, 150. 000 anak di bawah umur 18 tahun menjadi pelaku seks, sedangkan 50. 000 di antaranya belum mencapai umur 16 tahun. Keenam, tawuran pelajar dan mahasiswa, pada tahun 2012 sudah terjadi 139 peristiwa tawuran, bahkan 12 kasus tersebut menghilangkan nyawa, dan pada 2011 dari 339 kasus tawuran menyebabkan 82 anak meregang nyawa. Ketujuh, geng motor, judi taruhan geng motor berkisar 5 sampai 25 juta rupiah per sekali balapan liar, akibatnya sekitar 60 orang tutup usia setiap tahunnya. Menurut Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak (Susanti, et al, 2. berdasarkan pengaduan dan pengawasan KPAI terdapat 1. 717 kasus sejak awal tahun hingga 30 April 2020 serta 27 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi (Kompas. com, 2. Begitu memprihatinkannya persoalan para remaja saat ini, begitu pentingnya pendidikan karakter untuk terus diupayakan di sekolah maupun di rumah. Penguatan pendidikan karakter harus didasari atas kesadaran para orang tua serta para pendidik untuk mengutamakan pendidikan karakter daripada mengejar angka nilai akademik. Untuk itu, dibutuhkan suatu gerakan internal yang mendukung pendidikan karakter hingga dapat membina dan mendidik generasi bangsa berubah menjadi lebih baik. Adapun gerakan PPK merupakan bagian Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh Pak Presiden serta wakilnya yaitu Jusuf Kalla. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter menjadi kekuatan hukum bagi amanat ini. Salah satu tujuan PPK adalah untuk Aumembangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Ay (Cerdas Bekarakter, https://cerdasberkarakter. id/tentang-ppk/). Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Penjelasan diatas di perkuat dengan Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal. Serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan aturan tersebut, bahwasanya lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat guru yang menjadi tonggak dalam penerapan pendidikan karakter siswa. Lalu, pemimpin sekolah dalam hal ini kepala sekolah yang sebagai manajer sekolah begitu berperan penting terkait kebijakan yang diterapkan di sekolah dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter di SMP IT Ishlahul Ummah. Program sekolah terpadu di seluruh Indonesia berupa pelaksanaan sholat dhuha dan membaca doAoa almaAosurat di pagi dan petang hari merupakan treatment dari pendidikan karakter anak yang merupakan wujud dari karakter ruhiyah, kepribadian islami, serta kedisiplinan. Namun, hal tersebut hanya mencakup satu dari empat dimensi pendidikan karakter yaitu berupa dimensi etik atau olah hati yang merupakan karakter religius dan tingkat kerohanian yang tinggi, beriman dan Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih. Adapun alasan peneliti menjadikan sekolah ini sebagai objek penelitian karena status sekolah yang merupakan salah satu sekolah menengah pertama Islam Terpadu swasta pertama dan favorit di kalangan masyarakat Prabumulih yang ekonomi wali muridnya menengah ke atas. Adapun status sekolah yang masih terakreditasi B. Namun jika dilihat secara fisik sekolah, sekolah ini memiliki 9 ruang kelas, 1 untuk ruang guru, 1 ruang kantor, dan kepala sekolah, serta 1 lokal perpustakan, 1 laboratorium komputer, 1 laboratorium IPA, 1 Masjid dan 1 Aula bintun . untuk beribadah, 1 koperasi, dan kamar mandi laki-laki serta perempuan yang terpisah, 1 lapangan futsal sekaligus lapangan upacara. Secara menyeluruh ruang dan bangunan tersebut masih dalam kondisi sangat baik, sejak berdiri pada tahun 2013 lalu. Namun, ada 8 kompetensi mutu pendidikan yang menjadikan dasar pemberian akreditasi sekolah sehingga apa sajakah yang menjadikan sekolah ini masih berakreditasikan B, tentu perlu penelitian lebih mendalam. Sekolah ini merupakan sekolah menengah pertama swasta di bawah payung Kemendikbud dan JSIT yang menerapkan pendidikan karakter. Berdasarkan pengamatan awal peneliti, para pendidik yang bekerja di sekolah ini, pun peneliti nilai memiliki karakter yang baik sehingga diharapkan siswa yang dididik pun mempunyai karakter yang baik pula. Adapun prestasi yang diperoleh siswa SMP IT pada tahun 2019 lalu pada tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh SIT RU Ogan Ilir yaitu Juara 1 Genius IPA. Juara II Genius Agama Islam. Juara 1 Genius Bahasa Indonesia, dan Juara i Atletik. Kemudian Lomba O2SN tingkat kota tahun 2019 meraih Juara II cabang lomba IPA dan Juara 4 cabang lomba Lalu, tahun 2018 pada agenda PERATA di Bumi Perkemahan pangkul mendapatkan Juara Pertama lomba ayat pendek. Juara Kedua LTBB Putra. Juara Ketiga Upacara penggalang putri, dan Juara Tiga lomba masakan sederhana non beras putri. SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih layak untuk dijadikan tempat penelitian. Oleh karena itu, dari hasil observasi berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengetahui lebih dalam mengenai strategi apa saja yang dilakukan kepala sekolah untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik. Didasari oleh masalah di atas dalam rangka membina peserta didik untuk menjadi lebih baik, khususnya di SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang strategi kepala sekolah untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Ishlahul Ummah Kecamatan Prabumulih Timur. Dipilihnya sekolah ini sebagai tempat penelitian karena SMP IT Ishlahul Ummah dikenal dengan penerapan aktivitas ibadah yang rutin yang merupakan salah satu dimensi pendidikan karakter yaitu dimensi olah rasa. Objek dalam penelitian ini adalah SMP IT Ishlahul Ummah Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 dan yang menjadi informan penelitian yaitu Kepala SMP IT. Wakil Kurikulum. Ketua Tim TTQ. Ketua Tim BPI. Ketua Komite Sekolah. Ketua Pembina Pramuka. Ketua Pembina OSIS dan Guru PAI. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif Peneliti berupaya mendeskripsikan atau menggambarkan strategi kepala sekolah untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik. Menurut Moleong . , penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa orang dan benda yang dikumpulkan menjadi satu kesatuan untuk mendukung validitas dari penelitian ini. Orang merupakan informan penting yang menjadi objek penelitian untuk mengungkapkan data-data yang diperlukan oleh peneliti, sedangkan benda berupa catatan, dokumentasi, artikel maupun berita yang memuat hal-hal yang mendukung penelitian ini. Adapun data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu data primer dan data Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan dari hasil penelitian diatas bahwa strategi kepala sekolah untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik di SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih memuat empat tahap dimana terhubung dan terintegrasi satu sama lain sehingga menjadi pola dan membentuk suatu program/sistem yang utuh yaitu. adanya perencanaan. pelaksanaan strategi dan . adanya pengawasan. Berikut penjabaran dari hasil temuan dari strategi kepala sekolah mengenai PPK di SMP IT Ishlahul Ummah. Perencanaan Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik di SMPIT Ishlahul Ummah Prabumulih Perencanaan strategis yang dilakukan kepala SMP IT Ishlahul Ummah sudah dituangkan melalui RKJM (Rencana Kerja Jangka Menenga. Berdasarkan Permendiknas No 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan yang menyatakan bahwa RKJM menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung mutu Selain RKJM. Kepala Sekolah sudah menyiapkan pedoman aturan kepegawaian serta buku tata tertib siswa yang didalamnya memuat berupa aturan-aturan yang berlaku mulai dari cara berpakaian hingga perilaku di sekolah serta di rumah. Jika ada aturan maka ada sanksi dan penghargaan yang menyertai, dan itu sudah dimuat dalam buku tata tertib. Buku tersebut dibagikan sejak mereka melakukan tahap MPLS. Perencanaan atau susunan formulasi yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan tertentu sebagaimana menurut Amin . bahwa langkah-langkah dalam merencanakan suatu strategi atau kebijakan merupakan pengembangan rencana jangka panjang untuk mengelola kesempatan dan ancaman yang berasal dari luar yang dihadapi oleh suatu lembaga dalam hal ini sekolah dengan batasan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh Rencana jangka panjang diatas ialah visi dan misi yang dibangun oleh sekolah. Kemudian visi misi tersebut diintegrasikan dengan strategi kepala sekolah berbentuk program-program penguatan pendidikan karakter. Penemuan ini serupa dengan hasil penelitian terdahulu mengenai proses perencanaan PPK dapat dilakukan dengan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Interna. dimana adanya himbauan dari Kepala Dinas yang bersangkutan kemudian Kepala Sekolah menindaklanjuti himbauan tersebut dengan membuat SKL (Standar Kompetensi Lulusa. berbentuk program Lalu SKL tersebut diteruskan kepada para pendidik serta komite sekolah untuk dapat diketahui dan disetujui. Kemudian apabila program tersebut telah disetujui, maka selanjutnya Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 akan dimuat ke dalam panduan kurikulum pembelajaran yang secara otomatis akan masuk ke RPP guru. Program ini akan menjadi suatu budaya sekolah di kelas, namun sesudah keseluruhan dari program siap untuk diterapkan, lalu pemimpin di sekolah dalam hal ini kepala sekolah akan memberitahukan program tersebut ke orang tua siswa terutama orang tua dari siswa baru . ndiarini, arifin, & nurabadi, 2. Perencanaan strategi PPK oleh Kepala SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih ini juga berujung pada beberapa program yang masuk dalam kurikulum pembelajaran, serta kegiatan pembiasaan mulai dari pagi hingga sore hari di sekolah. Strategi Kepala Sekolah sudah memasuki tahap yang dapat diterima oleh semua civitas sekolah sehingga baik siswa maupun guru harus mematuhi kebijakan yang ada sesuai dengan regulasi pembelajaran di sekolah. Tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah ini senada dengan pendidikan karakter menurut Perdana . bahwa dalam proses PPK harus dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang positif dan berdaya guna, strategi pembelajaran serta metode belajar yang serasi. Sinkron dengan sifat-sifat nilai pendidikan karakter yang bermakna gabungan usaha secara kolektif dari semua pihak mulai dari semua pendidik, semua materi pengkajian sehingga menjadi satu kesatuan membentuk suatu kebiasaan karakter yang positif. Pengorganisasian Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik di SMPIT Ishlahul Ummah Prabumulih Hal kedua setelah adanya perencan yang baik nan matang dalam suatu strategi kelembagaan adalah adanya tim yang solid dengan kata lain pengorganisasian yang terstruktur dalam suatu lembaga harus berjalan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Adapun di SMP IT Ishlahul Ummah berdasarkan wawancara 25 November 2020 lalu bersama Kepala Sekolah bahwa sekolah ini membentuk tim-tim yang akan menjalankan program yang sudah dicanangkan, serta guru-guru mempunyai jadwal piket masing-masing yang menjadi mentor dalam kegiatan pembiasaan budaya sekolah mulai dari penyambutan anak di pagi hari sampai yang memimpin pembacaan dzikir di sore hari. Seperti hasil penelitian dari Wulogening dan Timan . yang mengatakan bahwa implementasi suatu rencana kerja akan berdaya efektif jika lembaga memiliki pedoman yang jelas dan struktur organisasi berfungsi dengan baik dalam mengatur tugas dan kewajiban para anggota dalam Begitu pentingnya dalam suatu lembaga mempunyai tim yang bergerak dengan solid, struktur organisasi yang ideal dapat menjalankan program-program PPK yang sudah direncanakan dengan maksimal. Struktur organisasi akan diperbaharui setiap setahun sekali sesuai dengan janji kontrak kerja, karena sekolah ini berstatus swasta sehingga besar kemungkinan yang menjabat pada tim program pembiasaan budaya sekolah akan berubah setiap tahunnya. Namun struktur ini harus menggabungkan beberapa elemen yang harus sinergis dalam menjalankan budaya sekolah seperti dari komponen pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, wali murid, serta masyarakat sekitar sekolah. Melibatkan mereka dalam menggerakkan PPK di lembaga pendidikan merupakan satu dari sekian banyak langkah strategis yang diterapkan oleh kepala Harapan kepala sekolah, bahwa semua elemen penggerak PPK dapat menjadi tauladan bagi siswa apapun bentuk profesinya mulai dari satpam, ibu dapur bahkan cleaning service sehingga mereka semua diikutsertakan dalam program pembinaan guru dan Kemudian siswa dapat meneladani karakter yang baik dari mereka meski dari pekerjaan yang kasar sekalipun. Komponen guru dalam pengorganisasian suatu strategi menjadi komponen yang amat penting, dikarenakan pendidik adalah mereka yang bersentuhan langsung dengan objek yang akan dikuatkan pendidikan karakternya yaitu siswa. Ada banyak peran yang dimainkan oleh pendidik dalam PPK bahwa fasilitator merupakan salah satunya. Fasilitator yaitu orang yang membantu individu atau kelompok untuk mendapatkan hal yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa (Agung, 2. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pelaksanaan Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik di SMPIT Ishlahul Ummah Prabumulih Pelaksanaan PPK di SMP IT Ishlahul Ummah untuk siswa melalui kegiatan pembiasaan yang menjadi budaya sekolah serta program-program berbasis kelas yang masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Sedangkan untuk PPK untuk guru melalui program pembinaan khusus yang disebut halaqoh. Budaya Sekolah Adapun strategi Kepala Sekolah yang pertama membudayakan pembiasaanpembiasaan yang baik agar PPK dalam membina peserta didik dapat menjadi suatu kebiasaan berupa karakter permanen dan melekat dalam kurun waktu yang panjang dan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Berikut budaya sekolah yang dilakukan di SMP IT IU yaitu . Guru menyambut kedatangan siswa di pagi hari untuk membudayakan 5S antar guru dan siswa, sesama siswa serta sesama guru. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih olah rasa bagian dari dimensi pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara. Olah rasa atau estetik merupakan karakter individu yang memiliki kredibilitas moral, berjiwa seni dan Sisi lain dari sentimental dari karakter acapkali dilewatkan atau dialihkan dalam pembahasaan-pembahasaan mengenai pembelajaran karakter, padahal sisi sentimental amat penting. Seringkali mengetahui yang baik tidak menjadikan seseorang untuk berperilaku baik pula. Tidak sedikit orang yang amat mahir ketika berucap kata mengenai apa yang baik dan apa yang buruk, namun justru perbuatan yang mereka pilih adalah yang buruk (Sudrajat. Gambar 2. Penyambutan Siswa Pada Pagi Hari . Pembacaan dzikir pagi dan sore rutinitas yang dilakukan setiap awal waktu pukul 00 dan setiap akhir waktu pukul 15. 00 wib kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuha. Siswa laki-laki kumpul bersama di masjid sedangkan siswa perempuan di aula lantai atas. Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan nilai karakter utama PPK yaitu religius serta dimensi PPK pada olah hati atau disebut etik bahwa seseorang tersebut memiliki jiwa kerohanian yang mendalam, percaya, dan taAoat. Jiwa moral yang benar berangkat dari jiwa yang benar yang mana adalah hasil dari gabungan niai-nilai PAI dan moral pada diri individu yang ditandai oleh sikap dan perilaku yang aktif (Farida, 2. Berawal dari jiwa yang sehat, maka pembiasaan ini dilakukan setiap hari dan waktu yang digunakan kurang lebih satu jam untuk siswa/siswi selesai dari aktifitas tersebut. Sehingga dapat berdampak pada tutur kata yang baik, pemikiran yang sehat, serta akhlak yang santun. Budaya antri yang diterapkan melalui pengambilan makan siang secara prasmanan. Siswa punya jadwal piket setiap harinya, bagian yang menyiapkan perlengkapan makan seperti piring, sendok serta lauk pauk yang ada di dapur. Kemudian mengembalikan kembali peralatan tersebut ke bagian dapur, untuk bagian cuci ada karyawan tersendiri namun jika Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 ada yang telat mengembalikan maka sanksinya mencuci sendiri piring yang sudah dipakai. Kegiatan ini mencerminkan nilai karakter utama PPK yaitu integritas dan mandiri. Integritas dimana siswa menjadikan dirinya dapat dipercaya dalam diberi amanah atau tugas, serta mampu bersikap tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaannya. Senam setiap jumat pagi selama kurang lebih 45 menit. SMPIT menerapkan senam JSIT dimana durasi waktu senam cukup lebih lama dibanding senam biasa. Kegiatan ini mewujudkan salah satu dimensi PPK yaitu Olahraga atau kinestetik dimana individu berjiwa bugar dan dapat ikut berkontribusi sungguh-sungguh sebagai warga negara. PPK tidak hanya harus sehat jiwa namun sehat jasmani juga sangat penting. Tidak hanya senam, kegiatan olahraga juga masuk dalam mata pelajaran Penjaskes dimana anak bertemu tatap muka dua kali dalam seminggu dengan durasi waktu lima jam. Senam dan pendidikan jasmani atau olahraga memiliki peran yang besar dalam upaya menguatkan dan mengembangkan pendidikan karakter, karena kegiatan ini melibatkan. kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam berolahraga masing-masing mempunyai peran di lapangan seperti menjadi pemain, penonton, wasit, pelatih dsb. Karena kejelasan dari peran inilah yang menumbuhkan karakter bangsa yang mematuhi peraturan yang berlaku, kesadaran dalam mematuhi aturan menumbuhkan pula sikap disiplin, sprotif dan bertanggung jawab (Rohmansyah, 2. Setelah kegiatan senam di pagi hari jumat tersebut, sekolah melakukan kegiatan literasi dimana siswa/siswi diminta membawa buku non pelajaran dan dibaca serentak di lapangan dengan durasi waktu 30 menit. Kemudian siswa/siswi dipilih secara acak untuk maju ke podium menyampaikan isi bacaan dari buku yang dibaca. Kegiatan ini memenuhi dimensi PPK yaitu olah pikir atau disebut literasi dimana individu harus mempunyai kualitas akademis yang menonjol sebagai hasil dan upaya pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat. Upacara setiap senin dan acara peringatan hari kenegaraan lainnya dilakukan secara rutin dan bergantian antar kelas untuk menjadi petugas upacara. Kegiatan ini mewujudkan nilai karakter utama PPK yaitu nilai patriotisme. Ukuran dari perilaku ini merupakan penalaran, bertingkah laku dan bertindak yang mewujudkan sikap setia, peduli, dan dedikasi yang tinggi terhadap negara melalui kebahasaan, komunitas, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa. Bisa mendudukkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi serta komunitasnya. Gambar 3. Petugas Upacara Ekstrakurikuler Sekolah Program ekstrakurikuler SMP IT Ishlahul Ummah memuat beberapa rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan satu sama lain. Pramuka, kegiatan pramuka diadakan setiap kamis pagi dengan durasi waktu 60-90 menit. Diawali dengan apel, kemudian materimateri pramuka sesuai dengan buku saku. Kegiatan kemah pramuka diadakan sekali dalam satu semester dengan durasi waktu dua hari satu malam. Di dalam kegiatan kemah terdapat semua nilai karakter utama PPK yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri serta gotong royong. Religius, siswa harus melaksanakan ibadah seperti biasa di sekolah tanpa harus mengambil waktu pramuka. Nasionalis, siswa melakukan apel adalah bentuk wujud dari mencintai tanah air. Integritas. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 siswa mampu saling menghargai antar sesama dan menunjukkan keteladanan satu sama Mandiri, mampu dan percaya akan kemampuan diri sendiri dengan tidak terlalu berharap dan bersandar pada manusia lainnya dengan mengupayakan semua kemampuan, ide dan cita untuk mewujudkannya salah satu bentuk kemandirian adalah mendirikan tenda dengan kelompok pramuka. Gotong royong, antusias dalam kerja tim tolong menolong menguraikan permasalahan dalam tim serta memberikan bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan. Hal ini serupa tentang pramuka yang mempunyai metode tersendiri untuk memberikan pembelajaran kepada siswa dengan aktifitas yang unik, menggembirakan dan menantang yang disesuaikan keadaan, kondisi dan aktifitas siswa seperti kegiatan kemah dalam pramuka (Rahayu, 2. BPI atau mentoring, kegiatan ini awalnya adalah ekstrakurikuler dan semenjak tahun ajaran 2020/2021 program ini masuk menjadi mata pelajaran yang dilaksanakan sekali dalam seminggu dengan durasi waktu 60 menit. Kegiatan ini lebih masuk ke dimensi olah rasa dengan nilai karakter religius. Namun, targetan dari BPI supaya peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan nyata berupa persaudaraan yang erat . khuwah islamiya. , akhlak dan adab, rasa toleransi yang tinggi terhadap manusia. Sekolah bukan hanya mengejar nilai angka-angka namun lebih kepada aplikatifnya dalam bertindak dan berperilaku sehari-hari. PHBI/PHBN dan Market Day merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya namun bukan termasuk ekstrakurikuler sekolah. Kegiatan ini, untuk memperingati hari-hari besar keagamaan dan negara, serta mengajarkan anak untuk mandiri dalam finansial sejak dini. Kegiatan ini memenuhi semua nilai karakter PPK yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Pembinaan Guru PPK diajarkan, disalurkan dan dibagi oleh seorang guru yang mempunyai karakter juga, guru yang berakarakter tidak serta merta menjadi serba bisa tentunya ada pembekalan dari dalam diri maupun dari luar. Pembekalan/pembinaan dari sekolah untuk para guru berupa kegiatan halaqoh dan workshop. Halaqoh, kegiatan ini sama seperti BPI siswa bedanya lebih komplit dengan pembelajaran dan perbaikan tahsin tahfidz untuk para guru. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali, dan dipimpin oleh seorang mentor alias gurunya para guru. Halaqoh menumbuhkan semangat kebersamaan untuk bersama-sama meningkatkan kembali keilmuan dan kepercayaan diri seorang guru. Disini para guru bisa saling berbagi permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi disaat pertemuan dengan siswa. Terutama permasalahan karakter didik anak, sehingga para guru dapat saling tukar informasi terkait kepribadian peserta didik. Tidak hanya siswa yang dituntut untuk memiliki kepribadian yang berkarakter namun para guru harus lebih siap di garda terdepan untuk menjadi teladan bagi Program halaqoh ini berlaku juga untuk seluruh komponen sekolah seperti satpam, penjaga sekolah, marbot masjid, ibu dapur dll. Mereka memiliki kelompok halaqoh tersendiri yang isi pembelajarannya sama dengan kelompok guru. Sehingga PPK dapat dirasakan oleh semua pihak civitas akademika sekolah. Workshop guru, kalau halaqoh lebih ke penguatan dari dalam diri maka workshop ini penguatan karakter eksternal bagi seorang guru. Upaya meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan dunia kerja pendidikan, seperti kecakapan dalam membuat bahan ajar, mengajar efektif, teknologi pendidikan serta administrasi Workshop dilakukan sebelum tahun ajaran dimulai dan ujung tahun. Sebagai bahan evaluasi setiap sebelum dan sesudah KBM. Workshop yang pernah diadakan oleh SMPIT yaitu workshop KKG, pembelajaran terpadu, pengisian e-raport, dan yang baru-baru ini adalah workshop parenting dimana para peserta ini bukan hanya berasal dari kalangan guru namun wal murid diikutsertakan dengan tema besar membangun keluarga tangguh. Sebagai bentuk upaya PPK dengan merangkul wali murid untuk ikut serta membantu upaya sekolah dalam menanam nilai-nilai karakter pada anak dari rumah. Namun karena masa pandemi maka workshop ini dilakukan melalui zoom virtual. Zaman semakin berkembang dan maju, kemampuan kognitif saja belum cukup untuk mendidik siswa millenal. Sehingga sangat diperlukan kepandaian dalam berbicara, berpikir tajam, berkreasi dan inovasi dan harus dilatih secara terstruktur. Oleh karena itu, pendidik sebagai tumpuan utama dalam pendidikan harus mendapatkan bimbingan dan selalu Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 mencoba untuk memajukan kompetensi pedagodik dan profesional serta harus adaptif terhadap perkembangan zaman millenial (Harjono. Makhrus. Savalas, & Rasmi, 2. Gambar 4. Pelatihan Parenting Bersama Wali Murid Via Zoom Pengawasan dalam Pelaksanaan Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik di SMPIT Ishlahul Ummah Prabumulih Pengawasan dalam suatu organisasi harus ada untuk mengetahui sebatas mana hasil dan perkembangan dari upaya yang dilakukan. Pengawasan PPK dilakukan langsung oleh kepala sekolah beserta wakilnya, dan dibantu secara tidak langsung oleh struktur manajemen yayasan untuk mengawasi kinerja para guru di seluruh tingkat satuan yayasan Ishlahul Ummah. Proses pengawasan dilakukan dengan tiga langkah utama yaitu . Membangun standar yang menyatakan hasil ideal dari suatu pekerjaan, . mengevaluasi kinerja dengan mencari informasi yang menunjukkan penyimpangan antara hasil yang ideal dan hasil apa yang dicapai, . Tindakan perbaikan terhadap hasil evaluasi yang ditemukan (Rifa'i & Fadhli. Faktor Penunjang dan Penghambat dalam Pelaksanaan Strategi Kepala Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Membina Peserta Didik di SMPIT Ishlahul Ummah Prabumulih Dalam melakukan suatu upaya perbaikan ibarat menanam padi pasti ilalang ikut tumbuh, namun jika menanam ilalang mustahil tumbuh padi. Maka dalam suatu penanaman kebaikan dalam rangka PPK siswa/siswi tentu akan menemui hambatan rintangan serta halhal yang mendukung kemajuan pelaksanaan dari PPK tersebut. Menurut hasil wawancara November 2020 bersama kepala sekolah bahwa faktor penunjang dalam pelaksanaan PPK yaitu . Kualitas sebanding dengan kuantitas guru yang mengajar, rata-rata hampir seluruh guru lancar membaca Al-Quran dan mempunyai hafalan minimal satu juz. Serta karyawan pun diharuskan untuk mempunyai hafalan. Sehingga siswa/siswi dapat meneladani karakter religius pada semua pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai komitmen dan kesungguhan dalam belajar yang tinggi dengan aktif hadir dalam program halaqoh tiap pekan, jiwa pembelajar ini patut di apresiasi dikarenakan sulit untuk belajar di usia yang terus bertambah. Sarana dan prasarana yang lengkap untuk menjalankan kegiatan pembiasaan di sekolah berupa tempat seperti masjid, aula, lapangan, ruang kelas, serta buku-buku penunjang literasi siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua perpustakan SMPIT bahwa tercatat kurang lebih ada 300 buah buku non pelajaran koleksi perpustakan. Adanya penghargaan yang diberikan oleh pihak manajemen yayasan bagi guru yang berprestasi dan berdedikasi atas kerja kerasnya dalam membentuk karakter Poin satu sampai tiga merupakan faktor penunjang internal yang berasal dari diri dan lembaga itu sendiri sedangkan poin empat merupakan faktor penunjang eksternal meski itu masih lingkup yayasan namun sudah diluar dari satuan pendidikan secara resmi. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Adapun faktor penghambat dari pelaksanaan PPK di SMPIT yaitu . Kontrak kerja hanya berlaku satu tahun dan harus diperbaharui setiap tahunnya sehingga para guru yang mendapatkan peluang kerja di luar bisa keluar dalam jangka waktu satu tahun sehingga tidak ada yang benar-benar pekerja tetap di yayasan ini, sehingga faktor ini menjadikan program guru yang sudah dilatih dan dikondisikan untuk memegang suatu amanah bisa saja pergi, kemudian diganti dengan guru baru yang belum pernah mengikuti pelatihan. Oleh sebab itu, peningkatan kemampuan guru tidak merata di kalangan guru karena status masa kerja yang berbeda-beda dengan tingkat pelatihan yang berbeda pula. Lokasi satuan pendidikan ini masih bergabung dengan yang lainnya. Yayasan Ishlahul Ummah Prabumulih dibawahnya menaungi satuan pendidikan mulai dari TK. SDIT 1. SDIT 2. SMP dan SMA. Untuk wilayah SMPIT berada di kampus 2 dimana lokasinya bergabung dengan SDIT2, dan SMAIT. Meski luas keseluruhan tanah di kampus 2 000mA namun untuk pergerakan serta kegiatan kurang leluasa. Apalagi perlakuan guru antara siswa SMP dengan SD harus berbeda, sehingga sering terjadi miss communication ketika penggunaan ruang serta peralatan dalam mengadakan suatu kegiatan. Wali murid yang sibuk, sehingga niat menyekolahkan anak hanya sebagai tempat Pagi hingga sore, anak bertemu orang tua pada malam hari dimana orang tua sudah kelelahan setelah bekerja. Sehingga momen penyaluran pendidikan antara wali dan siswa terlewatkan. Wali siswa hanya tahu anaknya harus baik di sekolah, namun tidak memperhitungkan bahwa teladan orang tua di rumah sangat besar mempengaruhi kepribadian sianak. Media Komunikasi/Handphone, alat komunikasi yang satu ini merupakan satu dari banyak hal yang tak bisa dilepaskan dari siswa ditambah lagi di masa pandemi yang mengharuskan anak belajar online di rumah bersama orang tua. Menambahkan alasan bagi anak untuk tidak lepas yang dari namanya gadget. Hp bisa menjadi alat penunjang anak dalam berprestasi, namun lebih banyak pengaruh negatifnya dibanding positifnya jika pengawasan orang tua tidak berjalan optimal (Basyar, 2. SIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa SMP IT Ishlahul Ummah Prabumulih memiliki strategi untuk penguatan pendidikan karakter dalam membina peserta didik yaitu. Budaya sekolah, melakukan kegiatan pembiasaan sehingga menjadikan suatu budaya yang dilakukan rutin setiap hari baik siswa maupun guru dengan cara. budaya 5S (Sapa. Salam. Senyum. Sopan. Santu. pembacaan dzikir pagi sore dan sholat berjamaah. budaya antri yang diterapkan melalui makan siang. senam pagi dan literasi. setiap senin pagi dan ketika memperingati hari-hari besar nasional. Ekstrakurikuler sekolah. Pramuka. BPI/Mentoring. PHBI/PHBN dan Market Day. pembinaan guru. Adapun faktor penunjang dalam pelaksanaan strategi PPK di SMP IT Ishlahul Ummah . Seimbangnya antara jumlah guru dan kualitas guru yang mempunyai hafalan Alquran dan lancar dalam membacanya serta tingkat pemahaman yang tinggi tentang ilmu . komitmen yang tinggi dari para guru untuk terus semangat dalam meningkatkan keilmuan dengan keaktifan hadir pada kegiatan halaqoh setiap minggu. adanya sarana dan prasarana yang cukup untuk memenuhi program pembiasaan. adanya pemberian reward atau penghargaan kepada guru yang berdedikasi tinggi dan totalitas dalam bekerja. Sedangkan faktor penghambatnya adalah. kontrak kerja guru yang berlaku hanya satu tahun dan akan terus diperbaharui setiap tahunnya sehingga guru bebas pindah setelah menghabiskan waktu kerja selama satu tahun. lokalisasi sekolah yang masih tergabung dengan unit satuan pendidikan lainnya sehingga membatasi ruang gerak dan aktivitas satu sama lain. wali murid yang seorang pekerja baik orang tua laki-laki maupun perempuan, sehingga waktu bersama orang tua lebih sedikit sedangkan ilmu dan pembelajaran tidak hanya diterapkan di sekolah namun harus juga dibimbing dan diterapkan di rumah bersama orang tua. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14046-14057 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 DAFTAR PUSTAKA