DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Analisis Pelaporan Eksternal Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS-Revisi VI) di Rumah Sakit External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital Antik Pujihastuti1* Trismianto Asmo Sutrisno2 Diah Rochani3 1Prodi D3 RMIK STIKes Mitra Husada Karanganyar 2Prodi D4 MIK STIKes Mitra Husada Karanganyar 3RS PKU Muhammadiyah Karanganyar E-mail : trizmiant0@gmail. Abstract Hospital Information System (HIS) is an external report that must be fulfilled by every hospital to the Health Efforts Development of the Ministry of Health periodically according to the reporting deadline. The data source used comes from the Hospital Management Information System which is an application that is integrated into all health services so that it can be used as a source of hospital reporting. One of its uses is as external hospital reporting data. This hospital reporting is one of the indicators for measuring the achievement of health services for the The method used is descriptive analysis to measure the achievement and obstacles faced in processing external reporting data. This measurement is to obtain an overview of the implementation of external hospital reporting through SIMRS which is used to compile the SIRS Revision VI report in meeting the needs of the Ministry of Health periodically. The results of the identification of types and periods where reporting is carried out through reporting applications including the Hospital Emergency Incident System. Online Hospital Information System and Hospital Information System Revision VI. Keywords: reporting. external reporting. hospital information system. HIS. HIS-Revision VI Abstrak Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan pelaporan eksternal yang wajib dipenuhi oleh setiap rumah sakit kepada Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan secara periodik sesuai batas waktu pelaporan. Sumber data yang digunakan berasal dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dimana merupakan suatu aplikasi yang diintegrasikan keseluruh layanan kesehatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pelaporan rumah sakit. Salah satu pemanfaatannya sebagai data pelaporan eksternal rumah sakit. Pelaporan rumah sakit ini merupakan salah satu indikator pengukuran ketercapaian pelaksanaan layanan kesehatan bagi Metode yang digunakan analisis deskriptif dimana untuk mengukur ketercapaian dan kendala yang dihadapi dalam pengolahan data pelaporan eksternal. Pengukuran ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pelaporan eksternal rumah sakit melalui SIMRS yang digunakan untuk menyusun laporan SIRS Revisi VI dalam pemenuhan kebutuhan Kementerian Kesehatan secara periodik. Hasil Penelitian bahwa Identifikasi SOP dan sumber data untuk menyusun pelaporan eksternal RS dalam memenuhi kebutuhan dinas Kesehatan dan kementerian dikirimkan secara online melalui alamat Web yang disediakan oleh pihak Identifikasi jenis dan periode pelaporan dilakukan melalui aplikasi pelaporan yang meliputi Sistem Kejadian Darurat Rumah Sakit (SKDRS). Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlin. dan Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi VI (SIRS Revisi VI). Kendala pelaporan Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. eksternal masih memerlukan pengkajian secara terperinci dan bila ada perubahan data harus meminta bantuan pihak IT RS. Simpulan analisis ketercapaian dan kendala pelaporan SIRS Revisi VI apabila terdapat perubahan tempat tidur yang terjadi selama satu tahun dua kali berdampak pada pencatatan bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan melakukan up date perubahan pada SIMRS di waktu yang sama, maka berdampak pada pencatatan bangsal sehingga memerlukan pengkajian dan kolaborasi antara IT RS, bagian bangsal serta tim terkait dalam pelaporan eksternal. Kata kunci: pelaporan. pelaporan eksternal. sistem informasi rumah sakit. SIRS. SIRS-Revisi VI Pendahuluan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) kebutuhan organisasi sebagai budaya kerja, transparansi, koordinasi antar unit . eam wor. , pemahaman sistem. SIMRS tersebut dapat dimanfaatkan secara operasional. Beberapa segi manajerial kecepatan dan akurasi, terintegrasi dan terkendali efektif dan Segi organisasi berguna meningkatkan kinerja dan pelayanan, memudahkan koordinasi antar unit, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pasien rawat inap, gawat darurat, rawat jalan yang berkunjung tiap bulannya di rumah sakit apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Berdasarkan seperti itu, mendorong para praktisi mengembangkan kiat-kiat strategis, agar rumah sakit mampu melakukan pelaporan secara cepat dan tepat sesuai permintaan dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Revisi VI dari Kementerian Kesehatan dengan peranan atau fungsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Pengguna dalam sistem ini meliputi end user yaitu operator komputer dari seluruh unit rumah sakit, dan orang-orang output dari sistem ini . eliputi pihak manajemen dan pihak Direks. , serta pelanggan eksternal yaitu pihak luar dimana Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan. Maka perlu adanya kajian terkait pelaksanaan pelaporan eksternal rumah sakit dimana untuk mengetahui hal-hal teknis yang dapat menjadi kendala dalam proses penyiapan laporan eksternal tersebut sehingga tepat Berdasarkan hasil penelitian Ngatmi S . dengan hasil proses pelaporan eksternal di RSUD Pandan Arang Boyolali yaitu proses pelaporan dilakukan manual dan komputerisasi memaksimalkan biling system disetiap unit agar petugas analising reporting tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari data yang dibutuhkan untuk pelaporan. Namun terdapat perbedaan dengan hasil penelitian Antik P . dimana bila pada SIMRS terjadi penambahan data atau perubahan tarif dapat dilakukan sendiri oleh petugas administrator keuangan Bersama tim IT rumah sakit dan pelaksana entri data. Maka dengan adanya perbedaan ini peneliti mengidentifikasi lebih lanjut terkait kendala pelaporan SIRS di rumah sakit lainnya. Metode Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif kualittatif dimana evaluatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian yang memberikan gambaran tentang sistem informasi rumah sakit revisi VI yang PKU Muhammadiyah Karanganyar, dilakukan selama periode bulan September 2024. Objek yang diteliti Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. adalah sistem informasi rumah sakit yang sedang berjalan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Subjek yang diamati adalah semua orang informasi terdiri dari kepala rekam medis dan satu orang pelaksana pelaporan unit rekam medis. penunjang, yaitu kebijakan yang berkaitan dengan SIMRS, berkaitan data pada SIRS Revisi VI, prosedur tetap . mengenai SIMRS dan SIRS Revisi VI termasuk integrasi data berbasis komputer. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: . Wawancara terstruktur. Observasi Tabel 1. Definisi Operasional terhadap SIRS Revisi VI Konsep Definisi Cara 1 SOP dan - Suatu acuan pelaksanaan kegiatandilakukan dengan . Wawancara sumber data yang telah ditetapkan oleh suatu yaitu pengumpulan data dilakukan instansi sebagai dasar pelayanan dan pengolahan data - Suatu kumpulan data yang dapat Kepala Rekam Medis digunakan dalam pengolahan data selanjutnya sesuai kebutuhan sampai pelaksana Sistem informasi rumah sakit (SIRS), . Pedoman 2 Jenis dan Formulir berupa rekap laporan yangWawancara ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan sebagai pelaporan SIRS-Rev eksternal rumah sakit untuk diisi rekam medis dan EDP, . Pengamatan sesuai periode pelaporan yang yaitu melalui pengamatan terhadap selanjutnya dikirim melalui Bina sistem informasi rumah sakit yang Upaya Kesehatan Kementerian dilakukan oleh analising reporting Kesehatan secara periodik dibagian rekam medis untuk melihat 3 Ketercapaia Suatu hasil dari pelaksanaan SIRS n dan kegiatan pelaporan yang dicapai bagaimana oleh instansi dalam hal ini Revisi VI yang sedang berjalan. pelaporan eksternal rumah sakit Pengamatan juga dilakukan terhadap SIRS-Rev pada Kementerian Kesehatan prosedur tetap . mengenai dan kendala yang dihadapi dalam proses pelaporan eksternal rumah SIRS penggunaan perangkat lunak dari SIRS, integrasi data SIMRS dengan Data primer didapat dari hasil SIRS revisi VI. wawancara secara langsung pada Pengolahan Data dalam kegiatan pengelola laporan eksternal rumah ini meliputi : . Pengumpulan data sakit guna memperoleh hal Ae hal yang (Collectin. yaitu pengumpulan data dari hasil observasi dan kuesioner pelaporan SIRS Revisi VI ditujukan terhadap penerapan SIRS dalam Kepala Rekam Medis, proses penyusunan sampai dengan Penanggungjawab pelaporan RS. pelaporan akhir guna pemenuhan Data sekunder digunakan untuk menunjang data primer, khususnya Kesehatan, . Koreksi (Editin. yang dilakukan pada saat pengumpulan tentang pelaksanaan SIRS Revisi VI di Editing ini bertujuan untuk PKU Muhammadiyah memeriksa apakah ada data yang Karanganyar. Data ini diperoleh dari analising dan pelaporan Bagian Rekam Medis PKU penelitian, . Penyajian Data yaitu Muhammadiyah Karanganyar. Data menarasikan yang nantinya akan menggambarkan hasil penelitian. Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif untuk data data kualitatif, yaitu metode analisis dengan menilai kinerja sistem informasi rumah sakit revisi VI yang kemudian dilakukan analisis deskriptif dalam bentuk Setelah diketahui ketercapaian dan kendala yang dihadapi, maka dapat dipakai sebagai masukan untuk perbaikan SIMRS yang mendukung pelaporan SIRS Revisi VI. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Identifikasi SOP dan sumber data yang digunakan dalam menyusun pelaporan eksternal rumah sakit. Pelaporan Rumah Sakit dilakukan secara periodik baik bulanan, triwulan, tahunan, dalam melaksanakan pelaporan internal dan eksternal yang mengacu SPO. Pelaporan untuk pengambilan keputusan pihak rumah sakit itu sendiri dan pelaporan eksternal ke Dinas Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam pengambilan Khususnya Pelaporan eksternal disusun oleh petugas kebutuhan Internal dan eksternal wajib dibuat oleh Instalasi Rekam Medis secara periodik sesuai Keputusan Direktur No. 183/PER/i. AU/RS PKU/H/2022 tentang standar pelayanan Rekam Medis RS. PKU Muhammadiyah Karanganyar. Pelaporan dibuat untuk memenuhi kebutuhan internal dan eksternal. Semua pelaporan dibuat oleh petugas rekam medis bagian pelaporan berdasarkan report data yang ditarik dari SIMRS untuk pemenuhan data statistik Rumah Sumber dikumpulkan dan dilakukan report oleh petugas pelaporan sesuai data Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. yang diminta, yaitu kunjungan rawat jalan. Rawat Inap. Unit Penunjang (Radiologi. Laboratorium Fisioterapi, farmas. Unit Pelayanan (OK. Kebidanan. Perinatologi. ICU. IGD), sepuluh besar penyakit rawat jalan, sepuluh besar penyakit rawat inap. Petugas Pelaporan melakukan rekap sensus harian rawat inap yang dilaporkan oleh Unit rawat inap untuk memperoleh data BOR. LOS. TOI. BTO. GDR dan NDR sebagai data untuk pemenuhan data indikator rumah sakit. Untuk analisis Indikator menggunakan standar Barber Jhonson. Pelaporan wajib dilaporkan maksimal tanggal 5 Laporan dikirimkan ke Direksi. Manager Unit memerlukan Via Whatsapp dan tidak dicetak untuk efisiensi kertas. Pelaporan dibuat oleh petugas rekam medis berdasarkan report data yang ditarik dari SIMRS sesuai dengan kebutuhan pihak terkait (Dinkes Kab. Dinkes Propinsi dan Kemenke. Petugas Pelaporan Report sesuai template yang sudah disediakan oleh pihak Eksternal. Pembuatan Laporan disesuaikan dengan jadwal pelaporan yang sudah ada. Lap SKDR Surveilens yaitu system survailens penyakit potensial KLB/ Wabah dilaporkan ke Dinkes pada tiap minggu dengan batas waktu yang harus dipenuhi hari senin dan selasa dengan pemenuhan data yang harus dilaporkan sesuai temuan kasus diagnosis pasien seperti template pada Web SKDR Laporan SIRS Online versi 6 dilaporkan sesuai template dan dilaporkan paling lambat tgl 10 bulan berikutnya . ntuk laporan bulana. dan laporan tahunan paling lambat tanggal 10 Januari Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Sedangkan Laporan SIRS Online Revisi 6 meliputi RL 1 . RL 3 . RL 4 . dan RL 5. Pelaporan khususnya eksternal rumah sakit sebagai data untuk pengambilan keputusan pihak luar seperti Dinas Kesehatan dan Kemenkes yang wajib dilaporkan secara periodik bulanan. Triwulan dan Tahunan (Bulana. Laporan RS Online dilaporkan sesuai dengan template yang sudah Laporan dikirimkan secara Online melalui alamat Web yang sudah disediakan oleh pihak Identifikasi jenis dan periode Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Revisi VI). Berikut jenis-jenis pelaporan yang dibuat guna memenuhi kebutuhan pihak internal dan Khususnya bagi pihak eksternal dalam hal ini Dinas Kesehatan Kementerian Kesehatan. Jenis pelaporan yang pelaporan dalam hal ini meliputi Sistem Kejadian Darurat Rumah Sakit (SKDRS). Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlin. Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI (SIRS rev VI). Pelaporan melalui aplikasi SKDRS ketepatan pelaporan dilaksanakan setiap hari Petugas pelaporan dipantau oleh Dinas Kesehatan melalui Whatsapp Group dengan contoh tempo waktu pemenuhan kasus penyakit yang diminta Denguage Haemorargic Fever (DHF) sesuai kejadian yang diambil dari indek penyakit rawat inap per minggu ke berapa di tahun berjalan. Menu aplikasi SKDR sistem survailen penyakit potensial KLB/Wabah, berikut ini fitur SKDR : Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Gambar 1. Menu Aplikasi SKDR Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlin. dimana pengelolaan dilakukan oleh bagian Tata Usaha diluar Unit Rekam Medis. SIRS Online digunakan untuk pelaporan ke pihak Dinas Kesehatan yang ditujukan pada pengelola akun apabila ada permintaan data untuk dilaporkan ataupun diperbaiki bila terdapat email untuk melengkapi kembali. Pada aplikasi SIRS Online dapat ditampilkan menu. Gambar 2. Aplikasi SIRS Online Sedangkan Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI (SIRS rev VI) dikirim ke pihak Bina Upaya Kesehatan dibawah Kementrian Kesehatan dimana pelaporan ini terdapat beberapa jenis pelaporan diantaranya RL. 1 berisikan Data Dasar Rumah Sakit dilaporkan setiap waktu apabila terdapat perubahan data dasar dari rumah sakit sehingga data ini dapat dikatakan data yang bersifat terbarukan setiap saat . RL. 2 berisikan Data Ketenagaan yang dilaporkan periodik setiap RL. Data Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit yang dilaporkan periodik setiap RL. Data Morbiditas/Mortalitas Pasien yang dilaporkan periodik setiap tahun. RL. 5 yang merupakan Data Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Bulanan yang dilaporkan secara periodik setiap bulan, berisikan data kunjungan dan data 10 . besar penyakit. Berikut tampilan fitur data pelaporan SIRS. dalam penyusunan data pelaporan terdapat kendala pada sumber data awal yang digunakan dalam pembuatan laporan dimana output SIMRS dapat ditarik namun dikarenakan adanya Tempat Tidur yang sering berubah berdampak pada SIMRS yang tidak secara otomatis berubah apabila tidak diupdate sehingga data muncul update terlambat. Dasar perubahan Tempat Tidur adanya Tempat Tidur covid banyak namun sekarang tidak terpakai dengan contoh pada surat keputusan junlah Tempat Tidur 220 buah sedangkan pasien tidak menempati ruang covid tersebut dan belum dilakukan setting ulang yang berdampak pada ketidaksesuaian regulasi BPJS ruang ICU harus memenuhi ketentuan sekian persen. Dan dari perjanjian kontrak rumah BPJS antrian dimana berkaitan dengan data tempat tidur yang terupload berubah sewaktu waktu yang berdampak pada sensus harian, indikator rawat inap yang dibuat oleh bagian pelaporan data. Ketercapaian SIRS-Revisi dimana sistem ini dilakukan secara tersistem dan bila terdapat ketidaklengkapan data pelaporan secara langsung dikomunikasikan melalui Whatsapp group yang telah di buat oleh rumah sakit. SIRS-Revisi VI yang dijalankan saat ini secara elektronik dan juga secara manual dimana terdapat kendala elektronik yang disajikan oleh SIMRS tidak dapat langsung terintegrasi dengan kebutuhan pelaporan SIRS-Revisi VI yang pengolahan data secara manual sehingga menjadi tidak efektif Gambar 3. Fitur Pelaporan SIRS Analisis ketercapaian dan kendala Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi VI. Ketercapaian pelaporan yang dapat dikategorikan tepat waktu sesuai periode pelaporan yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan diantaranya SKDRS dan SIRS Online Dinas Kesehatan dimana pelaporan yang telah dikirimkan kembali, dikarenakan selama ini terkadang hanya bisa diakses sebagian data yang dilaporkan pelaporan harus selalu melakukan pengecekan untuk mengetahui bila ada peringatan dari Kementerian Kesehatan ke alamat email atau SIMRS/Manajemen/PMIK dimana baru terima satu kali email Rumah Sakit namun terkendala password dan login sehingga tidak bisa Peringatan muncul apabila belum dikirm dan ada yang belum terisi. Contoh pernah isi fitur apa saja yang banyak belum terisi selama ini atau belum pernah ada suatu kesepakatan dalam pengisian perubahan tempat tidur sehingga berdampak pada ketidaktahuan jadwal RS online dilaporkan. Sedangkan untuk ketercapaian Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. waktu, tidak realtime dan kertas. Hal ini terdapat pada data lama dirawat, hari perawatan dari SIMRS belum spesifik perlu dikaji bila ada perubahan data harus meminta bantuan pihak IT rumah Selain itu adanya perubahan tempat tidur selama satu tahun terdapat perubahan dua kali yang bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan untuk melakukan update data perubahan tempat tidur pada SIMRS tersebut pada waktu yang sama, hal ini pelaksana IT rumah sakit terbatas dengan contoh perubahan tempat tidur situasional dalam satu bulan ada perubahan namun update sistem perubahan tempat tidur tidak dilakukan secara bersamaan keputusan perubahan tempat tidur Saat ini dalam melakukan pengumpulan data sampai dengan penyajian data masih menerapkan mengandalkan sensus harian yang diisi dan di update oleh bangsal masing-masing secara manual yang selanjutya diambil oleh petugas pelaporan data, yang membutuhkan koordinasi setiap hari dalam ketersediaan data manual tersebut yang harusnya sewaktu-waktu perubahan tempat tidur dapat dilakukan dengan segera oleh pelaporan data. Pembahasan Identifikasi SOP dan sumber data yang digunakan dalam menyusun pelaporan eksternal rumah sakit. Data yang tersimpan dari suatu pencatatan hasil pelayanan pasien dari awal masuk sampai dengan dinyatakan pulang yang elektronik/SIMRS dapat disebut sebagai data base. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang fungsi internalnya terbatas pada pemrosesan informasi dengan melakukan 6 tipe operasi, antara . , . , menyimpan . , mengambil . , . , dan menampilkan . Hal ini selaras dengan penelitian Ruth Molly dan Meyrolen Itaar . menyatakan bahwa Rumah sakit yang menggunakan sistem berbasis elektronik (SIMRS) itu dirancang untuk mengintegrasi fungsi utama rumah sakit ke dalam satu sistem terpadu yang disimpan dalam Data Pelaporan data Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar dilengkapi standar operasional (SOP) internal dan eksternal rumah sakit. Hal ini selaras dengan penelitian Nunik Maya Hastuti, dkk . bahwa Jenis pelaporan yang dilaksanakan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo internal dan eksternal rumah sakit. Pelaksanaan pelaporan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar dalam pelaksanaanya dilaksanakan manual dan elektornik melalui sistem Aplikasi RS. Pelaksanaan tanggungjawab petugas rekam medis berdasarkan report data yang diperoleh dari SIMRS dalam upaya pemenuhan data statistik Ketersediaan pelaporan rumah sakit dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber data yang tersedia pada SIMRS yang terinstal pada unit rawat jalan, rawat inap, gawat Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. darurat serta unit pelayanan lainnya diantaranya radiologi, fisioterapi, farmasi. OK, kebidanan, perinatalogi, ruang intensif dst. Sumber data dari unit unit dapat digunakan dalam penyusunan pelaporan untuk pihak internal dan eksternal rumah sakit. Sebagai contoh dari sensus harian rawat inap sebagai dasar penyusunan pelaporan BOR. LOS. TOI. BTO. GDR. NDR untuk pemenuhan data indikator rumah sakit. Hal ini perlu didukung adanya komputerisasi yang terintegrasi dari setiap unit kondisi objektif rumah sakit baik secara keseluruhan maupun per laporan-laporan manajerial yang dapat disusun setiap saat secara cepat dan akurat, sehingga pengelola dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat dan melakukan kontrol kualitas terhadap layanan maupun produk medis lainnya. Sementara itu, para informasi secara rinci tentang ditanggung tanpa harus berulang kali ke unit- unit yang memberikan Pelaporan internal dan eksternal dibuat secara periodik baik bulanan, triwulan, tahunan oleh Petugas Pelaporan. Petugas bangsal akan melakukan rekap sensus harian rawat inap setiap harinya yang dilaporkan oleh Unit rawat inap untuk memperoleh data BOR. LOS. TOI. BTO. GDR dan NDR yang disajikan sebagai indikator rumah sakit. Pelaporan internal digunakan untuk pengambilan keputusan pihak rumah sakit itu sendiri dan pelaporan eksternal ke Dinas Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam pengambilan disusun oleh petugas pelaporan secara periodik sesuai Keputusan Direktur No. 183/PER/ AU/RS PKU/H/2022 tentang standar pelayanan Rekam Medis. PKU Muhammadiyah Karanganyar. Semua pelaporan ini dibuat oleh petugas rekam medis bagian pelaporan berdasarkan report data yang ditarik dari SIMRS untuk pemenuhan data statistik Rumah sakit. Hal ini selaras penelitian Fitri Anindya Sarathi, dkk . menyatakan bahwa SIRS Online memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pelayanan medis, perbaikan dalam pelatihan, integrasi sistem, dan infrastruktur sangat diperlukan untuk memaksimalkan manfaatnya. Simplifikasi mengatasi kendala yang ada. Petugas Pelaporan melakukan Report sesuai data yang diminta, yaitu kunjungan rawat jalan. Rawat Inap. Unit Penunjang (Radiologi. Laboratorium Fisioterapi, farmas. Unit Pelayanan (OK. Kebidanan. Perinatologi. ICU. IGD), sepuluh besar penyakit rawat jalan, sepuluh besar penyakit rawat inap. Petugas Pelaporan melakukan rekap sensus harian rawat inap yang dilaporkan oleh Unit rawat inap untuk memperoleh data BOR. LOS. TOI. BTO. GDR dan NDR sebagai data untuk pemenuhan data indikator rumah sakit. Untuk analisis Indikator menggunakan standar Barber Jhonson. Pelaporan wajib dilaporkan maksimal tanggal 5 Laporan dikirimkan ke Direksi. Manager Unit memerlukan Via Whatsapp dan tidak dicetak untuk efisiensi kertas. Pelaporan dibuat oleh petugas rekam medis berdasarkan report Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. data yang ditarik dari SIMRS tersebut sesuai dengan kebutuhan pihak terkait (Dinkes Kab. DInkes Propinsi dan Kemenke. Petugas Pelaporan Report sesuai template yang sudah disediakan oleh pihak Eksternal. Hal ini selaras dengan penelitian Bella Chalista Alsadiana dkk . menyatakan rekapitulasi dilakukan dengan mencocokan data manual dengan input dalam excel untuk memastikan konsistensi laporan statistik rumah sakit yang disusun seperti Bed Occupancy Rate (BOR). Length of Stay (LOS). Turn Over Interval (TOI). Bed Turn Over (BTO). Gross Death Rate (GDR), dan Net Death Rate (NDR). Pembuatan Laporan disesuaikan dengan jadwal pelaporan yang Laporan SKDR Surveilens yaitu system survailens penyakit potensial KLB/Wabah dilaporkan ke Dinkes pada tiap minggu dengan batas waktu yang harus dipenuhi hari senin dan selasa dengan pemenuhan data yang harus dilaporkan sesuai temuan kasus diagnosis pasien seperti template pada Web SKDR Laporan SIRS Online versi 6 dilaporan sesuai template dan dilaporkan paling lambat tgl 10 bulan berikutnya . ntuk laporan bulana. dan laporan tahunan paling lambat tanggal 10 Januari tahun berikutnya. Laporan SIRS Online Revisi 6 meliputi RL 1 . RL 3 . RL 4 . dan RL 5. Pelaporan khususnya eksternal rumah sakit sebagai data untuk pengambilan keputusan pihak luar seperti Dinas Kesehatan dan Kemenkes yang wajib dilaporkan secara periodic bulanan. Triwulan dan Tahunan (Bulana. Laporan RS Online dilaporkan sesuai dengan template yang sudah disediakan. Laporan dikirimkan secara Online melalui alamat Web yang sudah disediakan oleh pihak eksternal. Identifikasi jenis dan periode Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Revisi VI). Pelaporan SIRS Revisi VI dapat jenis-jenis pelaporan yang wajib dibuat oleh setiap rumah sakit guna memenuhi Khususnya bagi pihak eksternal dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Jenis pelaporan yang dilaporkan melalui aplikasi pelaporan meliputi Sistem Kejadian Darurat Rumah Sakit (SKDRS). Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlin. Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI (SIRS Revisi VI). Pelaporan melalui aplikasi SKDRS dilaporkan sesuai jadwal ketepatan pelaporan yang dilaksanakan setiap hari senin dan Petugas pelaporan dipantau oleh Dinas Kesehatan melalui Whatsapp group dengan contoh tempo waktu pemenuhan kasus penyakit yang diminta dinas Denguage Haemorargic Fever (DHF) sesuai kejadian yang diambil dari indek penyakit rawat inap per minggu ke berapa di tahun berjalan. Penerpan Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlin. yang berlaku di rumah sakit, dimana pengelolaan dilakukan oleh bagian Tata Usaha diluar Unit Rekam Medis. SIRS digunakan untuk pelaporan ke pihak Dinas Kesehatan melalui pengelola SIRS online, apabila ada permintaan data untuk dilaporkan ataupun diperbaiki melalui email untuk dilengkapi kembali. Kewajiban setiap rumah sakit wajib melaksanakan pelaporan Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI (SIRS rev VI) yang dikirim ke pihak Bina Upaya Kesehatan dibawah Kementrian Kesehatan. Dimana pelaporan ini terdapat diantaranya RL 1 berisikan Data Dasar Rumah Sakit dilaporkan setiap waktu apabila terdapat perubahan data dasar dari rumah sakit sehingga data ini dapat dikatakan data yang bersifat terbarukan setiap saat . RL 2 berisikan Data Ketenagaan yang dilaporkan periodik setiap RL 3 berisikan Data Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit yang dilaporkan periodik setiap RL 4 berisikan Data Morbiditas/Mortalitas Pasien yang dilaporkan periodik setiap tahun. RL 5 yang merupakan Data Bulanan yang dilaporkan secara periodik setiap bulan, berisikan data kunjungan dan data 10 . besar penyakit. Hal ini selaras dengan penelitian Robin Bastian Waruwu1. Ita Monita Munthe . bahwa Informasi rekam medis dimanfaatkan untuk laporan internal rumah sakit, sebagai bahan untuk menetapkan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien, bahan untuk pengambilan keputusan, pertimbangan pimpinan rumah sakit dan dimanfaatkan juga untuk penelitian dan pendidikan. Analisis ketercapaian dan kendala Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi VI. Ketercapaian pelaporan yang dikerjakan oleh petugas pelaporan dapat dikategorikan tepat waktu sesuai periode pelaporan yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan. Jenis pelaporan khususnya SKDRS dan SIRS Online Dinas Kesehatan sepenuhnya tercapai dikarenakan selama ini hanya dapat diakses sebagian, setelah ada peringatan secara tertulis dari Kementerian Kesehatan yang dapat dilihat dari notifikasi dari email atau telegram SIMRS/Manajemen/PMIK. Pelaporan SKDRS dan SIRS online dimana baru terima satu kali email ke rumah sakit namun terkendala password dan login sehingga tidak bisa diakses. Notifikasi tersebut berupa peringatan yang muncul apabila belum dikirm dan ada yang belum terisi. Contohnya isi fitur masih terdapat data yang banyak belum terisi selama ini atau belum pernah ada sesuai kesepakatan dalam pengisian data dan masih terbatas pada perubahan tempat tidur sehingga berdampak pada ketidaktahuan jadwal RS online Sedangkan penyusunan data pelaporan belum kendala pada sumber data awal yang digunakan dalam pembuatan laporan dimana output dari SIMRS dapat ditarik namun dikarenakan adanya Tempat Tidur yang sering berubah berdampak pada SIMRS yang tidak secara otomatis berubah apabila tidak dilakukan update oleh bagian IT saat itu sehingga data tempat tidur update menjadi Dasar Tempat Tidur adanya Tempat Tidur covid yang tersedia banyak namun sekarang sudah tidak Dengan contoh pada surat keputusan jumlah Tempat Tidur 220 buah sedangkan pasien tidak menempati ruang covid tersebut dan belum dilakukan setting ulang yang berdampak pada ketidaksesuaian regulasi BPJS ICU Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Dan dari perjanjian kontrak rumah sakit dengan BPJS terkait ketersediaan layanan sistem antrian dimana berkaitan dengan data tempat tidur yang terupload berubah sewaktu waktu yang berdampak pada sensus harian, indikator rawat inap yang dibuat oleh bagian pelaporan data. Hal ini selaras dengan penelitian Nanda Bulan Puji Rahayu. Forman Novrindo Sidjabat menunjukkan bahwa pengelolaan tempat tidur di RS Tipe C pada tahun 2018 sudah efisien dan pada tahun 2019 belum efisien. Jenis penyakit infeksi adalah thypoid fever, dengue haemorrhage fever, gastroenteritis dan pneumonia. penyakit noninfeksi adalah chronic kidney disease, diabetes mellitus (DM), cerebral infarction. beberapa kasus kehamilan, maka perlu realokasi tempat tidur yang Ketercapaian SIRS-Revisi VI dimana sistem ini dilakukan pemantauan dengan evaluasi secara tersistem dan bila terdapat ketidaklengkapan data pelaporan secara langsung dapat Whatsapp group yang telah di buat oleh rumah sakit. SIRS-Revisi VI yang dijalankan saat ini secara elektronik dan juga secara manual elektronik yang disajikan dari SIMRS tidak dapat langsung terintegrasi dengan kebutuhan pelaporan SIRS-Revisi VI yang pengolahan data secara manual sehingga menjadi tidak efektif waktu, tidak realtime dan tidak Data tersebut diantaranya pada data lama dirawat, hari perawatan dari SIMRS belum spesifik yang masih memerlukan pengkajian secara terperinci dan bila ada perubahan data harus meminta bantuan pihak IT rumah Selain itu adanya perubahan tempat tidur bila terjadi selama satu tahun terdapat perubahan dua pencatatan bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan untuk melakukan update data perubahan tempat tidur pada SIMRS tersebut pada waktu yang sama, hal ini terjadi dipengaruhi adanya jumlah tim pelaksana IT rumah sakit terbatas. Hal ini sejalan dengan penelitian Sardi. & Wahyudi. menyatakan jumlah petugas masih terbatas dan fasilitas yang tersedia tidak dapat SIRS pelaporan pasien, dengan contoh perubahan tempat tidur situasional dalam satu bulan ada perubahan namun update sistem perubahan tempat tidur tidak dilakukan pemberlakuan surat keputusan perubahan tempat tidur tersebut. Hal ini selaras dengan penelitian Hafifah Ismayati, dkk . bahwa dari hasil temuan ini dapat mempermudah petugas dalam menginput data pasien serta temuan ini dapat menjadi dasar perbaikan kinerja rumah sakit dan Dalam konteks ini, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi indikator-indikator pengambilan keputusan yang tepat dalam pengelolaan rumah sakit. Saat pengumpulan data sampai dengan penyajian data masih menerapkan mengandalkan sensus harian yang diisi dan di update oleh bangsal Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. masing-masing secara manual yang selanjutya diambil oleh Kebutuhan membutuhkan koordinasi setiap hari dalam ketersediaan data manual tersebut yang harusnya sewaktu-waktu perubahan tempat tidur dapat dilakukan dengan segera oleh pelaporan data. Pengelolaan yang tidak update masih secara manual tersebut atau Unintegrated Data, pengelolaan data yang tidak terintegrasi menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit/Instalasi. Hal ini selaras dengan penelitian Angga Ferdianto dkk . menunjukkan bahwa Ketidaktepatan laporan internal rekam medis mencapai 40% pada unit kamar operasi, 50% pada unit kamar bersalin, dan 30% pada sensus harian sehingga harus ketidaktepatan laporan internal Faktor ketidaktepatan yaitu masih ada petugas yang tidak konsisten . , belum adanya SOP . , dan sudah terpenuhi . , hal proses laporan internal rekam Hal ini sejalan Aditya Sardi. Wahyudi . Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS) di Rumah Sakit Sanggau Medika Center cukup baik, tetapi masih belum optimal, karena jumlah petugas terbatas dan fasilitas yang tersedia tidak dapat pemanfaatan Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS) dalam pelaporan pasien. Hal ini diperkuat penelitian Setya,Wijayanta . interoperabilitas/integrasi SIMRS unit/bagian layanan dan aplikasi lainnya. Hal ini didukung pula penelitian Antik Pujihastuti . Penambahan data SIMRS dan atau perubahan tarif dapat dilakukan keuangan bersama tim IT rumah sakit dan pelaksana entri data. Sinkronisasi SMIRS secara otomatis dengan data yang dibutuhkan SISMADAK Versi 5. 3 sebagai pelaporan, akreditasi nasional oleh tim peningkatan mutu keselamatan pasien (PMKP). Data SIMRS agar terisi lengkap, akurat, konsisten perlu identitfikasi telusur otomatis hasil entri data sesuai shift kerja tanpa print out. Simpulan dan Saran Simpulan Identifikasi SOP dan sumber data yang digunakan dalam menyusun pelaporan eksternal kebutuhan Dinas Kesehatan Online melalui alamat Web yang sudah disediakan oleh pihak Identifikasi jenis dan periode pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Revisi VI) sesuai kewajiban setiap rumah pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI (SIRS rev VI) yang dikirim ke pihak Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan sedangkan SIRS pelaporan ke pihak Dinas Kesehatan melalui akun yang ditujukan pada pengelola SIRS Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. online, apabila ada permintaan ataupun diperbaiki melalui Analisis ketercapaian dan kendala pelaporan eksternal Sistem Informasi Rumah Sakit revisi VI dimana SIMRS belum spesifik masih memerlukan pengkajian secara terperinci dan bila ada perubahan data harus meminta bantuan pihak IT rumah sakit. Selain itu adanya perubahan tempat tidur bila terjadi selama satu tahun terdapat perubahan dua kali yang berdampak pada pencatatan bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan untuk melakukan update data perubahan tempat tidur pada SIMRS tersebut pada waktu yang sama. Saran Rekomendasi pengembangan sistem untuk membantu olah data sehingga tidak manual dengan aplikasi pendamping dalam mengelola SHRI tiap bangsal yang dapat diintegrasikan dengan SIMRS sebagai output laporan. Saat perubahan tempat tidur terjadi sebaiknya tim IT respon segera terkait update tempat tidur pada SIMRS sesuai SK yang berlaku saat itu. Ketercapaian . menyampaikan dan membuka SIRS karena yang mengelola berkoordinasi dengan PMIK terkait data jumlah kunjungan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 2 (Oktober 2. Daftar Pustaka