JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 PENGETAHUAN CUCI TANGAN SANTRI HABIBUL BADRI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19 Hadi Barru Hakam Fajar Siddiq*. Anies Rohman Dwi Wijayanti, dan Dyan Maulani Program Studi Diploma i Farmasi. Akademi Farmasi Jember Jalan Pangandaran No. 42 Antirogo Jember Jawa Timur *Email: hakamfajar@gmail. ABSTRAK Pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh WHO merupakan dorongan terkuat program pengabdian masyarakat ini dilakukan. Sebelum terapi pengobatan ditemukan untuk melawan COVID-19, masyarakat hanya bisa melakukan pencegahan pemutusan rantai penyebaran virus dengan memahami dan melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Sesuai dengan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk pelatihan cara mencuci tangan yang benar pada santri Madrasah Habibul Badri Desa Calok Arjasa-Jember dalam menyikapi Pandemi COVID-19. Metode dalam pengabdian ini dengan cara praktek cuci tangan. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi kegiatan melalui kuisioner. Pelatihan ini menghasilkan dampak positif bagi santri Madrasah Habibul Badri. Mereka juga memiliki pengetahuan yang baik tentang mencuci tangan dengan persentase 81% namun, perilaku mencuci tangan masih harus ditingkat agar santri terbiasa hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: pandemi. COVID-19, pencegahan, cuci tangan, dan siswa ABSTRACT The COVID-19 pandemic set by WHO is the strongest impetus for this community service program to be carried out. Before medical therapy was found to fight COVID-19, the public could only prevent the spread of the virus from breaking by understanding and implementing the health protocols recommended by the government. In accordance with these problems, community service activities were carried out in the form of training on how to properly wash hands for students of Madrasah Habibul Badri. Calok Arjasa Village. Jember in responding to the Covid-19 Pandemic. The method in this service is by practicing hand washing. This activity ends with an evaluation of activities through a questionnaire. This training had a positive impact on the students of Madrasah Habibul Badri. They also have good knowledge about hand washing with a percentage of 81% however, hand washing behavior still has to be improved so that students get used to living clean and healthy. Keywords: pandemic. COVID-19, prevention, hand wash, and student. 10 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE PENDAHULUAN COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang merupakan bagian dari tipe virus Corona. Virus ini bisa menular jika kita kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan cairan yang dikeluarkannya oleh saat batuk dan bersin. Virus dapat berpindah ke tubuh kita, bila tanpa sengaja kita menyentuh benda-benda tersebut lalu menyentuh wajah . ata, mulut, dan hidun. dengan tangan yang telah terkontaminasi (WHO, 2. Mencuci tangan sesering mungkin dan dengan cara yang tepat . etidaknya selama 40 deti. adalah salah satu langkah paling penting untuk mencegah infeksi COVID-19. Mencuci tangan menggunakan sabun jauh lebih efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air saja. Sabun menghancurkan membran lipid COVID19, membuat virus COVID-19 tidak aktif. Di lain pihak. Madrasah Habibul Badri merupakan salah satu madrasah atau lembaga pendidikan non formal berbasis keagaman yang terletak di Dusun Calok Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Jember. Madrasah Habibul Badri didirikan oleh seorang ustad bernama Lutfi. Beliau mendirikan madrasah Habibul Badri karena keinginan anak-anak mengenal agama Islam dengan baik sebagai bekal mereka hingga mati. Madrasah Habibul Badri didirikan dengan dana pribadi dan swadaya masyarakat serta dibantu oleh pemerintah desa (Siddiq dan Asa, 2. Pada tahun 2019, pengabdian masyarakat di Madrasah Habibul Badri pernah dilakukan oleh pelakasana dalam bentuk kegiatan pembelajaran berbasis karakter santri dan pelatihan pembuatan liniment VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 ektrak jahe pada wali santri Habibul Badri (Siddiq dan Asa, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pelatihan mencuci tangan yang benar pada santri Habibul Badri sangat penting untuk dilakukan. Hal ini berkaitan dengan edukasi pola hidup bersih dan sehat sejak dini, sehingga santri dapat menerapkan hidup bersih dan sehat agar dapat mencegah penyebaran penyakit termasuk virus COVID-19. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan masyarakat dilakukan di Madrasah Habibul Badri terletak di Dusun Calok Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Jember. Pelatihan mencuci tangan yang benar dilakukan dengan tiga tahap yaitu: . Penjelasan hidup bersih dan sehat, . Penjelasan langkah-langkah mencuci tangan yang benar disertai demonstrasi, . Praktek mencuci tangan pada air mengalir. Evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan membagikan kuisioner tentang pengetahuan dan perilaku mencuci tangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kegiatan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Madrasah Habibul Badri dilaksanakan dalam 1 hari pada hari Sabtu, 25 Desember 2021. Madrasah Habibul Badri bertempat di dusunCalok Desa Arjasa. Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Pada tahun 2021, jumlah santri yang belajar di Madrasah berjumlah 30 orang yang terbagi dalam dua kelas. Santri yang belajar di Madrasah Habibul Badri memiliki rentang usia 6-12 tahun dengan jumlah santri laki-laki sebanyak 12 orang 11 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE dan santri perempuan sebanyak 18 orang seperti terlihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 tangan berputar, . Gosok ujung tangan dan kuku dengan telapak tangan lainnya. Tabel 1. Karakteristik Usia Santri Madrasah Habibul Badri Tahun 2021 Usia Kelas di Jumlah (Tahu. Sekolah Umum (SD) Total Tabel 2. Karakteristik Jenis Kelamin Santri Madrasah Habibul Badri Tahun 2021 Jenis kelamin Jumlah Perempuan Laki-Laki Total Pelatihan Cuci Tangan yang benar Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan pelatihan dan praktek cuci tangan yang benar pada santri Habibul Badri. Kegiatan dilakukan dengan metode pemberian penjelasan disertai peragaan cuci dan praktek uci tangan dengan enam langkah pada air mengalir. Enam langkah cuci tangan sesuai pedoman yang dikeluarkan Kemenkes RI yaitu: . Gosok antar telapak tangan, . Gosok gunggung tangan dengan telapak tangan lainnya, . Gosok antar telapan tangan dan sela-sela jari, . Jarijemari sisi dalam tangan saling mengunci, . Ibu jari digenggam telapak tangan lainnya, kemudian digosok dengan gerakan Gambar 1. Praktek cuci tangan yang benar Kegiatan menarik dan para santri sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan juga diberikan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan tubuh dalam upaya pencegahan masuknya berbagai virus dan bakteri termasuk Covid-19. Selama kegiatan santri dan para pemateri juga menggunakan masker sebagai bagian penerapan protocol Dalam mengamati pengetahuan dan perilaku cuci tangan santri Madrasah Habibul Badri, maka diberikan kuisioner kepada 22 orang santri. Pernyataan kuisioner diambil dari penelitian Rahma Yunita Amar . Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pada 22 orang santri tentang pengetahuan mencuci tangan, santri Habibul Badri memiliki pengetahuan mencuci tangan yang baik yaitu sebesar 81%. Menurut Notoatmodjo dikategorikan baik jika kemampuan 12 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE menjawab pertanyaan . memiliki nilai persetase 76-100%. Hasil kuisioner VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 pengetahuan mencuci tangan ditunjukkan pada tabel 3. Tabel 3. Hasil persentase pengetahuan mencuci tangan Pernyataan Skor 1 Mencuci tangan adalah membersihkan tangan dan jari-jari menggunakan air mengalir dan sabun 2 Mencuci tangan dengan bersih dapat mencegah penyakit dan memutus penyebaran 3 Sebelum dan sesudah makan diperlukan mencuci tangan pakai sabun 4 Mencuci tangan pakai sabun diperlukan setelah kita bermain dan berolahraga 5 Waktu yang tepat untuk cuci tangan pakai sabun adalah setelah buang sampah 6 Mencuci menyentuh hewan/unggas termasuk hewan 7 Apabila tidak mencuci tangan pakai sabun dapat menyebabkan diare/mencret 8 Apabila tidak mencuci tangan pakai sabun dapat menyebabkan cacingan 9 Setelah mencuci tangan kita perlu mengeringkan tangan dengan kain lap kering/tisu Rata-Rata Tabel 4. Hasil persentase perilaku cuci tangan Pernyataan Skor Maksimal Persentase (%) Persentase (%) Selalu KadangTidak Kadang Pernah Saya mencuci tangan memakai sebelum makan Saya mencuci tangan memakai sabun setelah77 Saya mencuci tangan memakai sabun setelah59 buang air besar 13 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 Saya mencuci tangan memakai sabun setelah68 bermain dan berolahraga Saya mencuci tangan memakai sabun setelah63 memegang hewan peliharaan Saya mengeringkan tangan menggunakan95 kain lap kering/tisu setelah mencuci tangan Saya mencuci tangan menggunakan air saja 13 Saya mencuci tangan menggunakan air dan72 Rata-rata Berdasarkan Tabel 3 diatas, persentase tertinggi pada pernyataan pertama yaitu mencuci tangan adalah membersihkan tangan dan jari-jari menggunakan air mengalir dan sabun Dengan demikian, santri sudah mengetahui tentang definisi mencuci tangan. Akan tetapi, persentase terendah yaitu pada pernyataan mencuci tangan diperlukan setelah menyentuh hewan/unggas termasuk hewan peliharaan dengan persentase 59%. Hal ini menunjukkan pengetahuan santri dalam kategori cukup. Santri banyak yang belum mengetahui bahwa hewan/unggas juga dapat dihinggapi atau ditumbuhi bakteri atau virus, sehingga wajib melakukan cuci tangan setelah menyentuhnya. Selanjutnya, hasil kuisioner tentang perilaku cuci tangan santri ditunjukkan pada tabel 4. Berdasarkan Tabel 4 diatas, perilaku santri dalam melakukan cuci tangan masih dalam kategori cukup. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pernyataan yang dijawab oleh santri yang persentase rata-rata tidak terlalu tinggi pada jawaban selalu 66%. Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan masyarakat dikategorikan cukup jika kemampuan menjawab pertanyaan . memiliki nilai persetase 56-75%. Perilaku mencuci tangan dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya adalah keluarga dan Dengan demikian, dibutuhkan monitoring dan edukasi kepada santri dan wali santri agar santri terus meningkatkan perilaku hidup bersih salah satunya mencuci tangan yang benar agar dapat mencegah penyebaran penyakit salah satunya virus Covid 19. KESIMPULAN Pengetahuan mencuci tangan yang benar dalam kategori yang baik. Namun, perilaku mencuci ditingkatkan agar santri memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, serta dapat mencegah penyebaran penyakit salah satunya virus COVID-19. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Akademi Farmasi Jember atas pendanaan yang telah diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Madrasah Habibul Badri sebagai mitra tempat 14 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE DAFTAR PUSTAKA