PENELITIAN ASLI UPAYA PENGENALAN BAHAYA RABIES MELALUI EDUKASI INTERAKTIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR Edriyani Yonlafado Simanjuntak1. Novita Aryani1. Marthalena Simamora1 Rahmad Siswanto2. Semangat Zalukhu3. Elvin Zendrato3. Cintya Magdalena Ritonga3 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia SD Swasta Kartika I. 1 Medan Program Studi Keperawatan. Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 16 Juni 2025 Direvisi: 22 Juni 2025 Diterima: 02 Juli 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Edukasi. Rabies. Sekolah Dasar Penulis Korespondensi: Edriyani Yonlafado Simanjuntak Email: edriyani260481@gmail. Abstrak Latar belakang: Rabies merupakan salah satu virus yang menyebabkan kematian bagi manusia maupun hewan. Penularan virus rabies dapat melalui gigitan binatang peliharaan kepada manusia seperti kucing, anjing, kera dan binatang peliharaan lainnya. Tujuan: Memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies dikalangan siswa sekolah dasar. Metode: Metode yang digunakan dengan pemberian edukasi interaktif sebagai upaya pengenalan bahaya rabies pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Swasta Kartika I. 1 yang dihadiri Siswa kelas 1-5 dan guru-guru dan serta didampingi kepala sekolah. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil: Hasil yang diperoleh pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, siswa aktif bertanya dan berespon ketika ditanya, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman baru terkait bahaya rabies sehingga kelak mampu menghidari kemungkinan terpapar dengan virus rabies Jurnal ABDIMAS Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. 02 ,Juli, 2025 (P368-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Rabies merupakan salah satu virus yang menyebabkan kematian bagi manusia maupun hewan. Penularan virus rabies dapat melalui gigitan binatang peliharaan kepada manusia seperti kucing, anjing, kera dan binatang peliharaan lainnya (Kemenkes, 2. Rabies terjadi dikarenakan Virus yang bernama Lyssa virus menularkan ke manusia melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Hal itu menyebabkan penyakit ini termasuk penyakit zoonosis (Agustin. Oktorra & Sopiah, 2. Berdasarkan Syahfitri . di Indonesia rabies pertama kali ditemukan pada tahun 1884 pada hewan, kemudian tahun 1894 ditemukan terjadi pada manusia. Prevalensi provinsi Sumatera Utara tercatat 7. 415 kasus gigitan di tahun 2018, lebih sedikit dari tahun 2017 yang mencapai 74. 245 kasus gigitan. Hal tersebut dikarenakan diberi Vaksin Anti Rabies di tahun 2018. Penanganan yang diberikan dengan memberikan vaksin anti rabies (VAR) tahun 2017 sebesar 51. kasus dan tahun 2018 hanya sebesar 5. 407 kasus (Sumut, 2. Secara keseluruhan kasus rabies termasuk di Indonesia, rabies menjadi kasus zoonosis paling Keterpaparan terhadap virus ini memberikan tanda gejala seperti demam, badan lemas, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, penurunan nafsu makan, insomnia, kesemutan atau mengalami rasa panas di lokasi gigitan dan sebelum meninggal, timbul beberapa phobia seperti phobia pada air (Hydrophobi. , aerofobia, dan Gejala ini memberikan kondisi kesakitan yang luar biasa bagi penderita sehingga berdampak besar pada kematian (Kemenkes, 2. Masyarakat dengan keluarga yang memiliki anak senang memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing maupun binatang peliharaan lainnya. Hewan tersebut sebagian besar disayangi dijadikan teman bermain. Resiko yang dimiliki anak apabila hewan tersebut tidak dipelihara dengan baik dan tidak dilakukan vaksinasi anti rabies, sehingga hewan tersebut memberi peluang terjangkit virus rabies melalui gigitan atau luka yang terpapar dari hewan lainnya. Hewan yang dipeliharanya yang sudah terjangkit virus rabies menggigit anak tersebut sehingga dapat menyebabkan anak tersebut mengalami penyakit rabies (Kemenkes, 2. Keterpaparan anak-anak akan hewan liar yang ditemukan juga memberi peluang terjangkit seperti melakukan perilaku mengelus ketika jumpa hewan tersebut bahkan mengendongnya sehingga bila hewan tersebut merasa ada ancaman akan memberikan Demikian juga hewan tersebut ditakuti oleh anak anak sehingga ketakutan yang ditunjukkan oleh anak anak menyebabkan reaksi ekstrim dari hewan tersebut sehingga memberi gigitan. Untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi maka penting dilakukan edukasi kepada anak-anak agar dapat memahami bahaya rabies sehingga menghindari hewan atau binatang memberi resiko keterpaparan akan virus rabies ini (Hidayati. Sudarnika & Latif, 2. Upaya peningkatan pemahaman tersebut melalui edukasi interaktif tentang bahaya rabies melalui layanan pendidikan di sekolah dasar dimana terdapat anak-anak pada kelompok usia sekolah yang memerlukan pengetahuan umum untuk kehidupan sehari hari dalam berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat (Subrata, et al, 2. Upaya ini memberikan pemahaman pada anak-anak sekolah agar mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hewan peliharaan dan juga menghindari hewan liar yang dijumpai disekitar lingkungan rumah dan sekitarnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies dikalangan siswa sekolah dasar. Metode Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan pemberian edukasi interaktif sebagai upaya pengenalan bahaya rabies pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Swasta Kartika I. 1 jalan Brigjen H. A Manaf Lubis. Medan yang dihadiri Siswa kelas 1-5 dan guru-guru dan serta didampingi kepala sekolah. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahapan awal dengan pengurusan surat izin pelaksanaan pengabdian masyarakat, mempersiapkan alat-alat peraga dan peralatan untuk memberikan edukasi interaktif. Pada kegiatan tahap pelaksanaan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat di halaman SD Swasta Kartika 1. 1 Medan yang diawali dengan apersepsi kepada siswa kemudian memberikan edukasi interaktif tentang upaya pencegahan terjadinya rabies, mengidentifikasi pemahaman dengan memberi kesempatan kepada siswa bertanya dan mengevaluasi pemahaman siswa dari edukasi yang diberikan serta menutup acara dengan kata penutupan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini ada proses, hasil dan laporan yang disusun. Berdasarkan proses pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dikatakan berhasil karena berjalan lancar, siswa aktif bertanya dan berespon bila ditanya, mampu menjelaskan kembali apa yang telah diterangkan, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan. Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat bahwa siswa mendapatkan pemahaman baru tentang bahaya rabies dibuktikan dengan kemampuan siswa memberi jawaban ketika ditanyakan tentang materi edukasi interaktif tersebut. Gambar 1. Foto bersama dengan siswa dan guru-guru SD Swasta Kartika I. 1 Medan Sumber: Dokumentasi Penulis Pembahasan Penyakit yang dikenal sebagai rabies, atau penyakit anjing gila, disebabkan oleh virus yang membunuh manusia dan hewan berdarah panas. Air liurnya mengandung banyak virus rabies. Melalui gigitan hewan pembawa rabies seperti anjing dan hewan karnivora lainnya yang sering menggigit, virus ini akan menyebar ke manusia atau hewan lain. Gangguan saraf disebabkan oleh rabies, yang menyebabkan hewan yang terinfeksi menjadi lebih agresif, kehilangan kesadaran, dan menyerang apapun (Tanzil, 2. Virus rabies ini merupakan virus neurotropik milik keluarga Rhabdoviridae dan milik genus Lyssavirus, inilah yang menyebabkan rabies. Partikel virus tersebut berbentuk seperti peluru, berdiameter 75 m, dan panjangnya berkisar antara 100 hingga 300 m. Varietas ukuran ini dapat dikenali sebagai strain infeksi rabies. Penularan penyakit rabies dapat terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies . aling umu. , adanya luka terbuka yang terpapar air liur hewan terinfeksi dan cakaran hewan . Gejala yang muncul akibat dari terpapar virus rabies menyebabkan demam, sakit kepala, malaise, nyeri, kehilangan nafsu makan, mual, sakit tenggorokan, batuk, dan kelelahan ekstrim yang berlangsung selama 1-4 hari. Metode yang digunakan untuk mencegah tidak mengalami penyakit rabies berdasarkan Kementerian Kesehatan RI . bahwa memelihara hewan peliharaan jangan membiarkan hewan tersebut berkeliaran bebas atau meninggalkan pekarangan tanpa kontrol ikatan, membawa hewan peliharaan ke dokter hewan atau Pusat Kesehatan Hewan secara rutin untuk mendapatkan vaksinasi rabies. Jika digigit hewan yang diduga mengidap rabies, segeralah ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sesuai petunjuk dan Jika melihat hewan dengan gejala rabies, hubungi Dinas Peternakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswa. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini penting masyarakat yang diantaranya siswa sekolah dasar memahami bahaya virus rabies agar dapat menghindari virus Analisis dari Syafitri . menyatakan beberapa penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rabies dengan kategori kurang, dengan hal itu penting dilakukan edukasi kepada masyarakat khususnya siswa sekolah dasar agar dapat menghindari keterpaparan terhadap virus yang menyebabkan rabies. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan terkait bahaya rabies melalui edukasi interaktif pada siswa sekolah dasar diperoleh kegiatan berjalan dengan lancar sesuai rencana kegiatan, penggunaan waktu efektif dan sasaran yang diedukasi juga memenuhi target yang diharapkan. Siswa juga antusias dalam kegiatan tersebut dengan aktif bertanya dan berespon dengan baik ketika ditanya. Yang direkomendasikan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dilakukan penguatan selalu kepada siswa agar memahami cara menghindari resiko terkena virus rabies yang mungkin saja hewan peliharaan banyak disekitar lingkungannya atau hewan peliharaannya sendiri. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Sari Mutiara Indonesia atas dukungan yang diberikan serta kepada Kepala sekolah SD Swasta Kartika I. 1 yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat ini kepada siswanya. Referensi