Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus ------------------------------- Volume 3 Nomor 1. Bulan 2025 e-ISSN 3024-8493 Penggunaan Video Edukasi dalam Peningkatan Pengetahuan Kebersihan Gigi pada Anak Usia Sekolah Ni Putu Eka Dina Lestari Putri. Komang Yogi Triana . Ni Komang Purwaningsih. I Wayan Darsana. S1 Keperawatan. STIKES Bina Usada Bali. Indonesia 1,2,3,4 Abstrak Kesehatan gigi dan mulut penting, terutama untuk anak-anak, karena masalah gigi bisa menyebabkan sakit dan kesulitan mengunyah. Kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk tumbuh kembang anak. Prevalensi karies gigi mengalami peningkatan dikarenakan kurangnya minat dan pemahaman anak tentang cara menyikat gigi yang benar, diperlukan metode edukasi menarik, seperti video animasi, untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kebersihan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi sikat gigi (VIDUS) terhadap tingkat pengetahuan kebersihan gigi siswa di SD Negeri 26 Pemecutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel diambil dengan teknik total sampling yang berjumlah 85 sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan kebersihan gigi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat Paired T-Test. Berdasarkan hasil penelitian uji bivariat nilai pre-test diperoleh rata-rata sebesar 9,98, sedangkan untuk nilai post-test sebesar 13,61, dengan nilai P velue sebesar 0,001, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh video edukasi sikat gigi (VIDUS) terhadap tingkat pengetahuan kebersihan gigi siswa di SD Negeri 26 Pemecutan. Diharapkan siswa di SD Negeri 26 Pemecutan dapat mengingat informasi yang telah diberikan tentang menggosok gigi sehingga dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : anak, kebersihan gigi dan mulut, video edukasi sikat gigi Abstract Oral health is important, especially for children, because dental problems can cause pain and difficulty chewing. Dental and oral health can significantly impact general health, especially childrenAos growth and development. The prevalence of dental caries has increased due to childrenAos lack of interest in and comprehension of correct toothbrushing techniques. Interesting educational methods, such as animated videos, are needed to increase childrenAos dental hygiene knowledge. This study aimed to determine the effect of providing toothbrush educational video on the knowledge level of studentsAo dental hygiene at SD Negeri 26 Pemecutan. This study was a quantitative study that employed a pre-experimental procedure with a one-group pretest-posttest design. Samples were taken using a total sampling technique yielded 85 samples. The research instrument was a questionnaire about dental hygiene knowledge. The data were analyzed using univariate and bivariate Paired T-Tests. Based on the results of the bivariate test research, the average pre-test value was 9. 98, while the post-test value was 13. 61, with a P value of 0. 001, implying that the toothbrush educational video had an impact on the knowledge level of studentsAo dental hygiene at SD Negeri 26 Pemecutan. It is expected that students at SD Negeri 26 Pemecutan will retain the knowledge provided on brushing their teeth and implement it in everyday life. Keywords: students, dental and oral hygiene, toothbrush educational video *email korespondensi: ekadina443@gmail. PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting bagi setiap individu khususnya anak-anak. Hal ini dikarenakan kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan rasa sakit dan gangguan saat Serupa dengan yang dijelaskan oleh Jelita et al. bahwa kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk tumbuh kembang anak. Pada periode usia 5-9 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan gigi dan mulut, hal ini dikarenakan pada rentang usia 5-9 tahun terjadi pergantian struktur gigi susu ke gigi permanen sehingga berisiko tinggi mengalami karies Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus------ http://jurnal-pernus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus ------------------------------- Volume 3 Nomor 1. Bulan 2025 e-ISSN 3024-8493 gigi permanen. Selain itu, kurangnya pengetahuan anak terkait kebersihan gigi dan mulut menjadi penyebab tingginya gangguan kesehatan gigi dan mulut. Tingginya gangguan kesehatan gigi dan mulut pada usia anak-anak dapat dinilai dengan melihat besaran prevalensi karies gigi. Menurut World Health Organization (WHO) tahun . kejadian karies gigi pada anak berkisar antara 60-90% di dunia. Prevalensi karies gigi menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 bahwa prevalensi karies gigi di Kota Denpasar mencapai 16,95 persen. Menurut kelompok umur usia 5-9 tahun yaitu usia sekolah mencapai 43,0 persen dengan menjadi peringkat pertama masalah karies gigi tertinggi (RISKESDAS, 2. Dengan melihat tingginya angka prevalensi maka penting bagi anak-anak untuk mendapatkan edukasi yang tepat mengenai cara menjaga kesehatan gigi yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya upaya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dari cara yang paling sederhana seperti menyikat gigi. Menyikat gigi setiap hari merupakan kegiatan membersihkan gigi yang dilakukan secara rutin setiap hari kecuali dalam keadaan darurat, namun masih banyak individu terutama anak-anak yang belum paham mengenai tata cara dan tahapan menyikat gigi yang benar. Penelitian Fauziah et al. melaporkan bahwa sebagian besar dari 67 responden . 7%) anak usia sekolah memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang, hal ini juga di perkuat dengan penelitian Nurhalisah et al. juga melaporkan bahwa pengetahuan peserta didik terkait cara menyikat gigi dengan benar dan baik masuk klasifikasi kurang . %), pengetahuan peserta didik terkait makanan yang baik dan tidak baik atas kebersihan gigi termasuk klasifikasi kurang . %), sehingga kurangnya pemahaman akan tata cara menyikat gigi yang benar menjadi masalah utama yang harus diatasi. Kurangnya pemahaman akan tata cara menyikat gigi yang benar bisa disebabkan karena kurangnya minat anak untuk menerima edukasi. Oleh karena itulah diperlukan suatu teknik edukasi yang dikemas secara kreatif dan menarik sehingga dapat diminati anak-anak, salah satunya adalah dengan media video animasi. Video animasi merupakan media yang menggabungkan media audio dan visual untuk menarik perhatian dan menyajikan objek secara detail dan dapat membantu memahami suatu materi (Imamah et al, 2. Menurut hasil penelitian Economics et al . penggunaan media video animasi lebih efektif sebagai media edukasi, sejalan dengan penelitian Firman & Bancong . yang menyatakan bahwa penggunaan media video dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga membantu siswa dalam memahami materi yang berdampak pada peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Penggunaan media video animasi sebagai sarana edukasi kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi alternatif yang efektif. Video animasi dapat menyajikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sehingga peneliti memilih media video animasi untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah sebagai bentuk video edukasi. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan yang sudah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 17 November 2023 kepada 103 siswa/siswi didapatkan hasil 85 siswa/siswi memiliki karies gigi dengan frekuensi menyikat gigi dua kali sehari pada saat mandi pagi dan sore, namun tidak menyikat gigi pada malam hari sebelum tidur. Di SD N 26 Pemecutan belum pernah dilakukan penyuluhan pemberian video edukasi sikat gigi sehingga peneliti ingin meningkatkan pengetahuan siswa/siswi di SD N 26 Pemecutan tentang waktu menyikat gigi yang benar dengan cara memberikan penyuluhan berupa video edukasi sikat gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh video edukasi sikat gigi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada anak usia sekolah. METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian pre-eksperimen dengan design penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan kebersihan gigi Design penelitian ini menggunakan satu kelompok subjek dan dilaksanakan tanpa berkelompok pembanding Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 26 Pemecutan pada bulan September 2024. Uji etik telah dilakukan di STIKES Bina Usada Bali dengan nomor: 305/EA/KEPK-BUB-2024. Pengumpulan data pre-test dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner kemdian diberikan waktu menjawab selama 25 menit selanjutnya diberikan intervensi pemberian VIDUS (Video Edukasi Sikat Gig. selama 4 Menit ,selanjutnya mengumpulkan data posttest dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner kemudian diberikan waktu menjawab selama 25 menit. Analisis data melibatkan uji normalitas . olmogorov-smirno. dan Uji sampel . aried t -tes. , dengan bantuan program SPSS. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus------ http://jurnal-pernus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus ------------------------------- Volume 3 Nomor 1. Bulan 2025 e-ISSN 3024-8493 HASIL Tabel 1 menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin perempuan dominan dibandingkan laki- laki, dan jika dilihat dari segi umur responden didominasi pada umur 9 tahun. Tabel 1. Distribusi karakteristik responden Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur Total Tabel 2. Distribusi karakteristik responden berdasarkan pengetahuan sebelum diberikan Video Edukasi Sikat Gigi (VIDUS) Pengetahuan Pretest Min Median Max Mean Std. Deviation Tabel 2 menunjukkan pengetahuan sebelum diberikan perlakuan edukasi kesehatan dengan video diperoleh nilai median pengetahuan sebelum adalah 10, memiliki nilai minimum sebelum sebesar 4 dan nilai Tabel 3. Distribusi karakteristik responden berdasarkan pengetahuan sesudah diberikan Video Edukasi Sikat Gigi (VIDUS) Pengetahuan Posttest Min Median Max Mean Std. Deviation Tabel 3 menunjukkan pengetahuan sesudah diberikan perlakuan edukasi kesehatan dengan video diperoleh nilai median pengetahuan sebelum adalah 14 . Memiliki nilai minimum sebelum sebesar 7 dan nilai Tabel 4. Hasil Analisis Paired T-Test Mean Std. Deviation Std. Error Mean Sig. -taile. 0,001 Tabel 4 menunjukkan ringkasan hasil statistik dari kedua variabel yaitu pre-test dan post-test. Untuk nilai pre-test diperoleh rata-rata atau mean sebesar 9,98, sedangkan untuk nilai post-test sebesar 13,61 dengan nilai . -taile. adalah sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi sikat gigi (VIDUS) terhadap tingkat pengetahuan kebersihan gigi pada anak di SD negeri 26 Pemecutan Tahun 2024. PEMBAHASAN Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronik yang paling sering mempengaruhi individu pada segala usia, karies gigi adalah masalah oral yang utama pada anak-anak. Upaya menurunkan insiden dan gangguan sangat penting pada masa kanak-kanak karena karies gigi, jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan pada gigi yang sakit. Menurut Ambari . faktor yang mempengaruhi perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan gigi antara lain : faktor-faktor predisposisi . engetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nila. , faktor pemungkin . ingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya puskesmas, obat-obata. , faktor pendorong . ikap dan perilaku petugas kesehata. Analisis pertama pada Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yang mencapai 46 orang atau sebesar 54,1% dibandingkan laki- laki, dan jika dilihat dari segi usia responden didominasi pada usia 9 tahun yaitu sebanyak 59 atau sebesar 69,4%. Seperti hasil dari prevalensi (RISKESDAS, 2. di mana jenis kelamin perempuan yang mengalami karies gigi mendominasi yang Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus------ http://jurnal-pernus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus ------------------------------- Volume 3 Nomor 1. Bulan 2025 e-ISSN 3024-8493 mencapai angka 40,9% dan pada kelompok umur 5-9 tahun merupakan kelompok umur dengan karies gigi tertinggi yaitu mencapai 51,7 %. Analisis kedua berdasarkan tabel 2 tersebut menunjukkan Pengetahuan sebelum diberikan perlakuan edukasi kesehatan dengan video diperoleh nilai mean 9. 98 dengan nilai median 10, memiliki nilai minimum sebelum sebesar 4 dan nilai maksimum 18. Pengetahuan kebersihan gigi merupakan salah satu usaha untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi melalui pendekatan pendidikan kebersihan Pendidikan kesehatan gigi yang disampaikan diharapkan mampu mengubah tingkat pengetahuan tentang kebersihan gigi (Ramadhan et al 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari & Linggardini . yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak sebelum diberikan video edukasi, sebagian besar responden . nak usia sekola. menunjukkan karakteristik pre-test nilai rata-rata sebelum dilakukan edukasi adalah 5,30. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari & Linggardini . yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak sebelum diberikan video edukasi, sebagian besar responden . nak usia sekola. menunjukkan karakteristik pre-test nilai rata-rata sebelum dilakukan edukasi adalah 5,30. Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah menjadi kebutuhan mendasar untuk memenuhi pelayanan kesehatan gigi pada anak sekolah di samping edukatif untuk mempertahankan gigi yang sehat. (Astiti & Fitriana, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Fione et al. juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dari responden masih rendah. Responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang baik ada 33 . ,7%) memiliki pengetahuan yang kurang baik dengan responden siswa kelas II dan i yang berjumlah 51 responden . Sejalan dengan penelitian Nurjanah et al . didapatkan data hasil pre-test siswa tunagrahita yaitu nilai terbanyak yang diperoleh sebanyak 16 siswa . ,1%), hasil analisis yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest 2,55. Penggunaan media video animasi dapat menjadi rekomendasi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan diri pada anak tunagrahita. Analisis ketiga berdasarkan tabel 3 tersebut menunjukkan Pengetahuan sesudah diberikan perlakuan edukasi kesehatan dengan video diperoleh nilai mean 13,61 dengan nilai median 14 . Memiliki nilai minimum sebelum sebesar 7 dan nilai maksimum 19. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Imamah et al . yang menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi pemberian video edukasi diperoleh nilai mean 13,41. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni et al . hasil penelitian siswa kelas i SDN Bunulrejo 03 didapatkan bahwa sesudah diberikan pendidikan kesehatan responden memiliki peningkatan pengetahuan didapatkan yaitu nilai pengetahuan kategori baik sebesar . ,1%), sedangkan responden yang awalnya memiliki nilai kategori kurang menjadi nilai kategori cukup sebesar . ,9%) dan didapatkan nilai rata-rata 94,13 hal tersebut dinyatakan baik dikarenakan memiliki nilai rata-rata lebih dari 76. Hasil penelitian Raisah & Siti . menyatakan setelah diberikan penyuluhan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan video interaktif, hasil post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa, di mana semua siswa yang berjumlah 38 . %) memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Analisis keempat berdasarkan tabel 4 tersebut menunjukkan Berdasarkan hasil Paired T-Test nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan melalui video menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden tentang menggosok gigi dengan nilai sig. -taile. adalah sebesar 0,001 < 0,05, kemudian dapat dilihat juga dari jumlah rata-rata atau mean yaitu pada sebelum sebesar 9,98, dan sesudah diberikan perlakuan sebesar 13,61, maka dari itu dapat dilihat bahwa adanya perbedaan dan peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurlila et al. (Kantohe et al. , 2. , tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Pada Siswa Di Sd Kartika Xx-10 Kota Kendari Tahun 2015. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai uji statistik dimana thit . >ttab . dengan nilai p value = 0,000 < c 0,05 yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi pada siswa kelas 4 SD. Menurut penelitian Kantohe et al. anak-anak lebih menyukai gambar atau video yang berbentuk kartun animasi dibanding dengan media flip chart karena rangkaian gambar, kata-kata dan suara apabila digabungkan dalam suatu media edukasi akan meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar serta akan meningkatkan daya imajinasi dan daya ingat anak terhadap materi yang disampaikan. KESIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian VIDUS (Video Edukasi Sikat Gig. terhadap tingkat pengetahuan kebersihan gigi pada anak di SD Negeri 26 Pemecutan. Berdasarkan uji perbandingan pada hasil pretest tingkat pengetahuan terdapat perbedaan signifikan dibanding hasil posttest tingkat DAFTAR PUSTAKA