Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. E-ISSN 2685 Ae 323X Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu Evaluation of the Effectiveness of TiOCC and HCCOCC Photocatalysis in the Treatment of Wastewater from the Tofu Industry Ahjul Meta Kholjana1. Rully Masriatini1. Husnah1* Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas PGRI Palembang Jl. Jend. Yani 9/10 Ulu. Kota Palembang, 30251 *Corresponding Author: husnahpgri@gmail. Received: 6th August 2025. Revised: 29th December 2025. Accepted: 30th December 2025 ABSTRAK Industri tahu di Indonesia berperan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, namun turut menyumbang pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang dihasilkannya. Limbah tersebut mengandung senyawa organik dan anorganik, termasuk BOD. COD. TSS, serta nilai pH yang tidak memenuhi baku mutu air limbah, sehingga berpotensi mencemari ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fotokatalisis TiOCC-HCCOCC yang diaktivasi sinar UV-C dan sinar matahari, dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah cair hasil produksi tahu. Proses dilakukan dengan konsentrasi tetap TiOCC sebesar 50 mg/L dan HCCOCC sebanyak 140 mL per 1000 mL limbah, serta waktu kontak yang divariasikan antara 30 hingga 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi TiOCC dan HCCOCC mampu menurunkan kadar COD hingga 84,78%. BOD sebesar 76,75%, dan TSS sebesar 78,37%, serta meningkatkan nilai pH mendekati ambang batas standar kualitas air. Perlakuan dengan sinar matahari selama 60 menit menghasilkan efisiensi degradasi tertinggi. Dengan demikian, fotokatalisis TiOCCAeHCCOCC berpotensi menjadi metode alternatif yang efektif, ramah lingkungan, dan ekonomis dalam pengolahan limbah cair industri tahu. Kata Kunci: Fotokatalisis. TiOCC. HCCOCC. Limbah cair tahu. Sinar matahari ABSTRACT The tofu industry in Indonesia significantly contributes to the national economy but also poses environmental challenges due to the liquid waste it generates. This wastewater contains organic and inorganic pollutants such as BOD. COD. TSS, and pH levels that do not meet effluent quality standards, potentially harming aquatic ecosystems. This study aims to evaluate the effectiveness of a photocatalytic process using titanium dioxide (TiOCC) and hydrogen peroxide (HCCOCC), activated by artificial UV-C light and sunlight, in reducing pollutants in tofu industrial wastewater. The treatment was conducted with a fixed concentration of 50 mg/L TiOCC and 140 mL HCCOCC per 1000 mL of wastewater, with contact times ranging from 30 to 60 minutes. Results showed that the TiOCC-HCCOCC combination reduced COD by up to 84. BOD by 76. 75%, and TSS by 78. 37%, while increasing the pH toward acceptable limits. The optimal degradation occurred under sunlight exposure for 60 minutes. This method offers a promising, eco-friendly, and costeffective wastewater treatment solution. Keywords: Photocatalysis. TiOCC. HCCOCC. Tofu wastewater. Sunlight Copyright A 2026 by Authors. Published by JITK. This is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. How to cite: Meta Kholjana. Masriatini. , & Husnah. Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 10. Permalink/DOI: 10. 32493/jitk. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. PENDAHULUAN Tahu adalah produk olahan kedelai asal Tiongkok dan telah menjadi konsumsi utama masyarakat Indonesia karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan harga yang relatif terjangkau (Verawati. Aida and Aufa, 2. Peningkatan konsumsi tahu mendorong peningkatan produksi secara signifikan, yang secara langsung berdampak pada meningkatnya volume limbah, khususnya limbah cair (Sitasari and Khoironi, 2. Limbah cair produksi tahu berasal dari proses perebusan dan pencucian, mengandung pencemar organik dan anorganik seperti COD. BOD. TSS, serta pH yang melebihi baku mutu limbah industri (Analisa. Pembuangan menurunkan kualitas badan air, menyebabkan eutrofikasi, mengganggu kehidupan organisme akuatik, bahkan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Di beberapa lokasi, praktik pembuangan langsung ke sungai tanpa proses filtrasi atau pengolahan masih sering ditemukan, yang memperburuk pencemaran lingkungan (Shaskia and Yunita, 2. Fotokatalisis merupakan salah satu metode pengolahan limbah yang bersifat ramah lingkungan dan memiliki potensi aplikatif tinggi, yang termasuk dalam kategori Advanced Oxidation Process (AOP). Metode ini memanfaatkan energi dari sinar ultraviolet (UV) atau sinar matahari untuk mengaktivasi material semikonduktor seperti titanium dioksida (TiOCC) guna menghasilkan radikal hidroksil (AOH) yang sangat reaktif dalam proses degradasi polutan organik. Aktivasi ini menghasilkan pasangan elektron-lubang . A/hA) yang akan membentuk (AOH), senyawa yang sangat reaktif dalam mengoksidasi polutan organik (Haryo Putro, 2. Namun demikian, pada konsentrasi polutan tinggi, efisiensi degradasi oleh TiOCC saja seringkali belum Penambahan hidrogen peroksida (HCCOCC) meningkatkan pembentukan radikal AOH melalui proses fotolisis, sehingga mempercepat reaksi degradasi dan meningkatkan efisiensi sistem fotokatalitik. Selain menghasilkan hasil Jurnal Ilmiah Teknik Kimia E-ISSN 2685 Ae 323X akhir berupa air, kombinasi TiOCC dan HCCOCC juga Pemilihan sumber cahaya menjadi faktor penting dalam proses ini. Sinar UV-C buatan yang memiliki panjang gelombang pendek . terbukti efektif dalam mengaktivasi fotokatalis (Hamidatu, 2. , sementara sinar matahari menawarkan alternatif energi terbarukan yang lebih murah dan mudah diakses untuk aplikasi skala besar. Penelitian mengevaluasi efektivitas kombinasi fotokatalis TiOCC dan HCCOCC dalam menurunkan parameter pencemar utama . COD. BOD. TSS) dari membandingkan dua sumber aktivasi cahaya, yaitu sinar UV-C buatan dan sinar matahari. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pengaruh waktu reaksi terhadap efisiensi proses, guna memperoleh kondisi operasi optimum untuk penerapan berkelanjutan dalam pengolahan limbah industri. BAHAN DAN METODE Penelitian ini memanfaatkan berbagai peralatan, antara lain reaktor fotokatalitik berukuran 40 y 40 y 45 cm, beaker glass, gelas ukur, timbangan analitik, magnetic stirrer, hot plate, spatula, stopwatch, kaca arloji, serta dua buah lampu UV-C yang masing-masing memiliki daya sebesar 9 watt. Adapun bahan utama yang digunakan terdiri atas limbah cair dari industri tahu yang berlokasi di Plaju. Palembang, serbuk titanium dioksida (TiOCC), dan larutan hidrogen peroksida (HCCOCC) dengan konsentrasi 30%. Dalam penelitian ini digunakan tiga kategori variabel, yaitu variabel kontrol, variabel independen, dan variabel dependen. Variabel kontrol terdiri atas volume limbah cair sebesar 1000 mL, konsentrasi TiOCC sebesar 50 mg/L, volume HCCOCC sebanyak 140 mL, serta daya lampu UV-C sebesar 9 watt. Variabel independen berupa jenis sumber cahaya . inar UV-C buatan dan sinar matahar. dan durasi penyinaran . menit dan 60 meni. Adapun variabel dependen adalah perubahan kualitas limbah yang diukur berdasarkan parameter pH. COD. BOD, dan TSS. Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. Prosedur eksperimen diawali dengan menyiapkan 1000 mL sampel limbah cair ke dalam gelas beaker, lalu ditambahkan titanium dioksida (TiOCC) dengan konsentrasi 50 mg/L dan 140 mL larutan hidrogen peroksida (HCCOCC) Campuran tersebut diaduk secara merata menggunakan pengaduk magnetik dengan kecepatan 1000 rpm pada suhu 200 AC. Lampu UV ditempatkan pada jarak A10 cm dari intensitas radiasi yang efektif dalam TiOCC meningkatkan suhu larutan, kemudian larutan yang telah homogen dikenai proses penyinaran selama 30 dan 60 menit menggunakan reaktor fotokatalitik yang dilengkapi dengan sumber cahaya UV-C. Perlakuan serupa dilakukan untuk penyinaran menggunakan sinar matahari dilaksanakan pada pukul 12. 00Ae13. 00 WIB saat intensitas radiasi matahari berada pada kondisi maksimum, sehingga fraksi radiasi UV yang efektif untuk aktivasi TiOCC dapat terpenuhi serta menjaga konsistensi dan keterulangan hasil Setelah proses fotokatalisis selesai, efektivitas degradasi melalui pengukuran parameter pH. BOD. COD, dan TSS yang dilakukan mengacu pada Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (APHA), di mana BOD menunjukkan kebutuhan oksigen biologis untuk degradasi senyawa organik. COD merepresentasikan kebutuhan oksigen total untuk oksidasi kimia, dan TSS menggambarkan konsentrasi padatan tersuspensi dalam limbah cair (APHA, 2017. Alfatihah et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil karakterisasi awal menunjukkan bahwa limbah cair dari industri tahu mengandung polutan dalam jumlah tinggi, tercermin dari nilai pH 3,94. BOD sebesar 551,7 mg/L. COD yang melebihi 1650 mg/L, dan TSS mencapai 860 mg/L. Seluruh nilai tersebut melampaui standar baku mutu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 (Analisa, 2. Hal ini menunjukkan bahwa limbah cair tersebut memiliki potensi besar Jurnal Ilmiah Teknik Kimia E-ISSN 2685 Ae 323X untuk mencemari lingkungan secara signifikan apabila tidak dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, penerapan teknologi pengolahan limbah menggunakan metode fotokatalisis sebelum pembuangan menjadi langkah strategis dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Sehingga penelitian ini menggunakan metode fotokatalisis dengan menambahkan 50 mg/L TiOCC dan 140 mL HCCOCC ke dalam 1000 mL limbah cair. Perlakuan dilakukan dengan eksposur sinar UV-C buatan dan sinar matahari pada durasi waktu 30 dan 60 menit. Pada tekanan atmosfer, air mendidih pada sekitar 100 AC sehingga proses fotokatalisis tidak dilakukan pada suhu 200 AC dalam reaktor Nilai 200 AC merepresentasikan pengaturan daya hot plate pada tahap pencampuran, bukan suhu aktual larutan, karena proses fotokatalisis berlangsung pada kondisi sub-didih dan dikendalikan oleh aktivasi cahaya (Riyani et al. , 2020. Xu et al. Pemilihan metode fotokatalisis didasarkan pada kemampuannya menghasilkan radikal hidroksil (AOH) melalui proses aktivasi fotokatalis, yang sangat efektif dalam mendegradasi senyawa organik berbahaya dalam limbah. Hasil pengukuran parameter pencemar setelah perlakuan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Fotokatalisis TiO2 dan H2O2 Waktu BOD COD TSS Sumber Cahaya g/L) . g/L) . g/L) Sebelum 3,94 551,7 >1650 Tanpa Sinar 3,01 375,9 UV-C 4,45 317,2 UV-C 4,98 195,4 Matahari 5,71 261,4 Matahari 6,86 128,2 Baku mutu (PP LH No. 5 Tahun Perlakuan tanpa sinar merupakan perlakuan kontrol yang dilakukan dengan penambahan TiOCC dan HCCOCC tanpa adanya penyinaran UV maupun sinar matahari. Perlakuan ini digunakan untuk mengevaluasi Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. pengaruh oksidasi non-fotokatalitik serta menegaskan peran aktivasi cahaya dalam meningkatkan pembentukan radikal hidroksil (AOH) selama proses fotokatalisis (Riyani et al. Xu et al. , 2. Berdasarkan data pada Tabel 1, seluruh perlakuan menunjukkan efektivitas dalam menurunkan kadar BOD. COD, dan TSS secara signifikan, disertai peningkatan pH menuju kondisi netral. Peningkatan pH Limbah Cair Tahu dengan Fotokatalisis pH awal limbah cair hasil produksi tahu tercatat sebesar 3,94, menunjukkan kondisi yang bersifat asam dan berada di luar kisaran standar pH 6Ae9 yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2014. Keasaman ini disebabkan oleh akumulasi asam organik, seperti asam asetat dan format, hasil proses biodegradasi oleh mikroorganisme (Widodo and Ali, 2. E-ISSN 2685 Ae 323X (Riyani and Setyaningtyas, 2. , (Yudhistira et al. , 2. Dengan demikian, fotokatalisis efektif meningkatkan pH limbah cair tahu, terutama pada perlakuan sinar matahari. Penurunan Kadar BOD Limbah Cair Tahu dengan Fotokatalisis Nilai awal BOD limbah cair tahu sebesar 551,7 mg/L menunjukkan tingkat pencemaran organik yang tinggi dan melebihi baku mutu 150 mg/L sesuai PP No. 5 Tahun 2014 (Santoso, 2. BOD Tanpa sinar Sinar UV - C Sinar Matahari Variasi Penyinaran 30 menit 60 menit Gambar 2. Grafik Penurunan Kadar BOD Tanpa sinar Sinar UV - C Sinar Matahari Variasi Penyinaran 30 menit 60 menit Gambar 1. Grafik Kenaikan Nilai pH Setelah proses fotokatalisis, nilai pH limbah cair tahu meningkat menuju kondisi netral, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar perubahan pH bervariasi tergantung jenis Tanpa penyinaran UV, pH menurun menjadi 3,01 akibat kurangnya aktivasi fotokatalis. Penyinaran dengan UV-C meningkatkan pH secara bertahap hingga 4,98, sedangkan sinar matahari menunjukkan peningkatan tertinggi, mencapai pH 6,86 dalam 60 menit. Peningkatan ini dihasilkan oleh reaksi radikal hidroksil (AOH) yang mengoksidasi senyawa organik menjadi COCC dan HCCO, sehingga menurunkan keasaman larutan Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Pengolahan TiOCC/HCCOCC penurunan nilai BOD pada seluruh perlakuan, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2, yang memperlihatkan tren penurunan BOD seiring dengan peningkatan durasi dan jenis Tanpa penyinaran, kadar BOD turun menjadi 375,9 mg/L. Dengan penyinaran UV-C selama 60 menit. BOD turun hingga mg/L, menggunakan sinar matahari memberikan hasil paling efektif dengan penurunan BOD mencapai 128,2 mg/L setelah 60 menit. Penurunan tersebut terjadi akibat terbentuknya radikal hidroksil (AOH) yang dihasilkan melalui aktivasi TiOCC oleh energi cahaya, yang selanjutnya mampu menguraikan senyawa organik kompleks menjadi senyawa sederhana seperti karbon dioksida dan air (Yanto Rahman and Sulistyowati, 2. Penambahan HCCOCC mempercepat fotokatalisis dengan menghambat rekombinasi eA/hA pada TiOCC dan menghasilkan radikal AOH tambahan yang sangat reaktif, sehingga oksidasi senyawa Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. organik berlangsung lebih cepat dan penurunan BOD meningkat (Artono et al. , 2023. Xu et al. Penurunan Kadar COD Limbah Cair Tahu dengan Fotokatalisis Kadar COD awal limbah cair tahu tercatat >1650 mg/L, jauh melebihi baku mutu 300 mg/L (PP No. 5 Tahun 2. (Alfatihah et al. COD Tanpa sinar Sinar UV - C Sinar Matahari Variasi Penyinaran 30 menit E-ISSN 2685 Ae 323X fotokatalisis dan degradasi senyawa organik meningkat (Xu et al. , 2021. Artono et al. , 2. Durasi dan jenis penyinaran sangat berpengaruh terhadap efektivitas fotokatalisis. Semakin lama waktu penyinaran, semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh fotokatalis TiOCC, sehingga pembentukan pasangan elektronAehole berlangsung terusmenerus. Hal ini meningkatkan reaksi oksidasi air dan HCCOCC pada permukaan TiOCC yang menghasilkan radikal hidroksil (AOH), sehingga jumlah AOH yang terbentuk semakin besar seiring bertambahnya waktu penyinaran (Rizki and Agung, 2. Penurunan Kadar TSS Limbah Cair Tahu dengan Fotokatalisis Kadar awal TSS limbah cair tahu sebesar 860 mg/L, melebihi baku mutu 200 mg/L (PP No. 5 Tahun 2. 60 menit TSS Gambar 3. Grafik Penurunan Kadar COD Setelah TiOCC/HCCOCC, terjadi penurunan COD di seluruh perlakuan pada Gambar 3. Pada perlakuan tanpa cahaya, kadar COD berkurang menjadi 965,8 mg/L. Sementara itu, penyinaran UV-C selama 60 menit menghasilkan penurunan COD hingga 508 mg/L, dan penurunan paling signifikan terjadi pada penyinaran sinar matahari hingga 256 mg/L selama 60 meni. BOD mengukur senyawa organik biodegradable, sedangkan COD mengukur total senyawa organik. keduanya menurun karena radikal hidroksil (AOH) yang terbentuk TiOCC/HCCOCC mengoksidasi senyawa organik kompleks secara bertahap menjadi senyawa lebih sederhana hingga termineralisasi menjadi COCC dan HCCO, sehingga mekanisme penurunannya sama meskipun parameternya berbeda (Riyani et al. , 2020. Xu et al. , 2021. Artono et al. , 2. Pencegahan rekombinasi pasangan elektronAe hole . A/hA) pada permukaan TiOCC, yang didukung oleh intensitas dan spektrum cahaya yang memadai serta keberadaan HCCOCC sebagai akseptor elektron, membuat eA/hA bertahan lebih lama dan mempercepat pembentukan radikal hidroksil (AOH), sehingga efisiensi Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Tanpa sinar Sinar UV - C Sinar Matahari Variasi Penyinaran 30 menit 60 menit Gambar 4. Grafik Analisis TSS Pengolahan TiOCC/HCCOCC penurunan TSS secara signifikan pada seluruh Tanpa penyinaran. TSS menurun menjadi 450 mg/L. penyinaran UV-C selama 60 menit menghasilkan 320 mg/L. penyinaran sinar matahari memberikan hasil terbaik sebesar 186 mg/L setelah 60 menit, memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Penurunan pembentukan radikal hidroksil (AOH) dari aktivasi TiOCC oleh cahaya, yang mengoksidasi partikel tersuspensi dan senyawa organik secara bertahap, dimulai dari pemutusan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana hingga dapat termineralisasi menjadi COCC dan HCCO jika reaksi berlangsung optimal Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. (Xu et al. , 2021. Artono et al. , 2. HCCOCC mendukung pembentukan radikal AOH dan mencegah rekombinasi eA/hA, meningkatkan efisiensi proses. Kalimat tersebut berarti bahwa cahaya matahari menyediakan intensitas energi yang tinggi dan spektrum panjang gelombang yang luas (UVAetampa. , sehingga lebih banyak foton yang dapat mengaktivasi fotokatalis (TiOCC). Akibatnya, pembentukan pasangan elektronAehole dan radikal hidroksil (AOH) meningkat, sehingga proses fotokatalisis dan oksidasi senyawa organik berlangsung lebih efektif dan menghasilkan kinerja yang lebih Gambar 5. Perubahan Visual Limbah Cair Tahu Sebelum Dan Sesudah Proses Fotokatalisis Perubahan visual pada sampel limbah setelah fotokatalisis menunjukkan penurunan kekeruhan dan perubahan warna menjadi lebih jernih, yang dapat dilihat pada Gambar 5. Hal ini mengindikasikan degradasi senyawa kromofor, sejalan dengan data kuantitatif Persentase Parameter Pencemar Dengan Fotokatalisis Tabel 2. Hasil Efektivitas (%) BOD Variasi Perlakuan pH (%) Tanpa Penyinaran Sinar UV-C - 30 Menit Sinar UV-C - 60 Menit Sinar Matahari - 30 Menit Sinar Matahari - 60 Menit COD (%) TSS (%) 3,01 31,86 41,46 47,67 4,51 58,02 63,51 58,13 4,98 64,58 69,21 62,79 5,63 72,75 80,96 70,23 6,86 76,76 85,00 78,00 Metode fotokatalisis berbasis TiOCC/HCCOCC terbukti efektif dalam menurunkan kadar BOD. COD, dan TSS, serta meningkatkan pH limbah Jurnal Ilmiah Teknik Kimia E-ISSN 2685 Ae 323X cair industri tahu. Penambahan HCCOCC sebesar 14% . mL per 1000 mL limba. tergolong cukup tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap pembentukan radikal hidroksil (AOH), namun optimasi dosis serta pengujian pengaruh HCCOCC secara terpisah tetap diperlukan untuk memastikan efisiensi proses dan peran spesifik fotokatalis TiOCC (Riyani et al. , 2020. Xu et al. Efektivitas proses meningkat seiring bertambahnya durasi dan intensitas penyinaran. Pada perlakuan tanpa cahaya, aktivitas fotokatalis rendah karena tidak adanya energi untuk membentuk radikal hidroksil (AOH). Penyinaran dengan UV-C meningkatkan kinerja degradasi, sedangkan sinar matahari selama 60 menit memberikan hasil terbaik karena spektrum dan intensitasnya yang lebih Lampu UV memiliki intensitas cahaya yang stabil dan terfokus pada panjang gelombang tertentu sehingga aktivasi TiOCC berlangsung secara konsisten, sedangkan cahaya matahari bersifat fluktuatif dengan spektrum lebih luas sehingga fraksi energi UV efektif lebih rendah. Oleh karena itu, penggunaan lampu UV menghasilkan proses fotokatalisis yang lebih terkendali dan dapat direproduksi (Riyani et al. , 2020. Kholidah et , 2021. Xu et al. , 2. Selain mempercepat pembentukan radikal AOH, penyinaran ini juga meningkatkan pH menuju kondisi netral, sesuai baku mutu air limbah (Yanto Rahman and Sulistyowati, 2. , (Hamidatu, 2. , (Kholidah et al. , 2. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi fotokatalitik dengan pemanfaatan energi matahari memiliki potensi besar sebagai solusi pengolahan limbah cair yang efisien dan berkelanjutan. Pada penelitian ini menggunakan kombinasi TiOCC/HCCOCC tanpa pengujian terpisah masingmasing material, sehingga kontribusi individual oksidator belum dapat ditentukan. Mengingat penggunaan HCCOCC yang relatif tinggi, degradasi limbah berpotensi terjadi melalui oksidasi langsung, sehingga penelitian lanjutan perlu menambahkan perlakuan TiOCC saja dan HCCOCC saja untuk memastikan peran dominan masingmasing material (Riyani et al. , 2020. Xu et al. Yanto Rahman and Sulistyowati, 2. Januari 2026, 10 . Jurnal Ilmiah Teknik Kimia. Vol. 10 No. 1 (Januari 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, fotokatalis TiOCC dan HCCOCC yang diaktivasi oleh sinar UV-C buatan maupun sinar matahari terbukti efektif dalam menurunkan parameter pencemar limbah cair industri tahu. Perlakuan optimal diperoleh dari penyinaran sinar matahari selama 60 menit, dengan efisiensi penurunan COD sebesar 84,78%. BOD sebesar 76,75%. TSS sebesar 78,37%, serta peningkatan pH dari 3,94 menjadi 6,86. Efektivitas proses ini dipengaruhi oleh pembentukan radikal hidroksil (AOH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik. Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan Perubahan warna limbah yang menjadi lebih jernih juga mendukung keberhasilan proses. Dengan demikian, teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai metode pengolahan limbah cair tahu yang ramah lingkungan dan layak untuk skala DAFTAR PUSTAKA