Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI PADA SISWA KELAS i SDN ASEMROWO I SURABAYA Salwa Nuraini Utami Harahap1. Ida Chairanna Mahirawatie2. Sri Hidayati3 1,2,3 Jurusan Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Surabaya e-mail co Author: salwanuh23@gmail. ABSTRAK Masalah pada penelitian ini adalah tingginya karies dengan presentase sebesar 86,7% pada siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya. Kondisi ini dipengaruhi oleh pengetahuan Tujuan pada penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tahun 2022. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya berjumlah 32 Siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pengisian angket kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang pengertian karies termasuk dalam kriteria kurang. Ay Pengetahuan siswa tentang proses terjadinya karies termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan siswa tentang faktor yang mempengaruhi terjadinya karies termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan siswa tentang cara pencegahan karies termausk dalam kategori cukup. Jadi, ditemukan hasil bahwa pengetahuan karies gigi pada siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya termasuk dalam kategori kurang Kata Kunci : Pengetahuan Siswa. Karies Gigi PENDAHULUAN Kesehatan mulut adalah keadaan terbebas dari sakit mulut dan wajah kronis, kanker mulut dan tenggorokan, infeksi dan luka mulut, penyakit periodontal . , kerusakan gigi, kehilangan gigi, serta penyakit dan gangguan lain yang membatasi kapasitas individu dalam menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara, dan kesejahteraan psikososial. Karies dan penyakit periodontal merupakan penyakit gigi dan mulut yang umum ditemui pada masyarakat Indonesia (Purwanti & Almujadi. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak. Akan tetapi, anak lebih rentan terkena masalah tersebut terutama anak Sekolah Dasar (SD). Karies merupakan masalah yang penting untuk anak Sekolah Dasar, karena selain menyebabkan keluhan rasa sakit, juga menyebarkan infeksi kepada anak-anak Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 pada bagian tubuh lainnya sehingga menurunnya produktivitas (Yuniarly et al. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2. , sebanyak 93% anakanak mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Populasi anak sekolah umur 612 tahun mencapai 40-50% dari komunitas umum. Prevalensi karies pada usia sekolah di Indonesia masih tinggi, pada kelompok umur 5-9 tahun sebesar 92,6% dan kelompok umur 10-14 tahun 73,4%. Masalah gusi dan atau abses meningkat 11% untuk usia 5-9 tahun, dan 11. 3% untuk masalah gusi dan atau abses pada usia 10-14 Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan. (Fatimatuzzahro et al. , 2. Karies membawa dampak buruk dan dapat mempengaruhi kualitas hidup bagi Dampak yang ditimbulkan akibat karies gigi yang terjadi pada anak-anak akan menghambat proses perkembangan pada anak salah satunya adalah tingkat kecerdasan anak semakin menurun yang apabila terjadi terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang akan memengaruhi kualitas hidup anak (Setiari & Sulistyowati, 2. Siswa sekolah dasar adalah satu kelompok yang rentan terhadap karies gigi karena umumnya anak-anak tersebut masih mempunyai perilaku atau kebiasaan diri yang kurang menunjang terhadap kesehatan gigi (Khoiriyah, 2. Peran orang tua diharapkan dapat mengurangi risiko karies pada anak. Faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya karies yaitu kebiasaan buruk, lingkungan, dan asupan makanan. Risiko terjadinya karies dapat meningkat apabila pengetahuan dan kesadaran diri tentang kebersihan gigi dan mulut orang tua kurang (Maulani & Jeddy, 2. Selain Orang Tua, peran guru juga penting untuk pembinaan kesehatan gigi dan mulut di sekolah. Pengetahuan guru mengenai kesehatan rongga mulut akan membantu guru dalam mengajarkan kepada murid mengenai kesehatan gigi dan Guru tidak dapat mengajarkan pengetahuan yang luas mengenai kesehatan gigi dan mulut apabila guru tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk dirinya sendiri (Ikenasya et al. , 2. Pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi perilaku kesehatan dalam meningkatkan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut dapat menyebabkan timbulnya sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut (Rahtyanti et , 2. Berdasarkan hasil pemeriksaan gigi yang dilakukan pada tanggal 20 Januari 2022 pemeriksaan peneliti melakukan pemeriksaan rongga mulut langsung kepada 15 orang siswa kelas i SDN Asemrowo I. Dari 15 orang siswa kelas i yang dilakukan pemeriksaan, ditemukan hasil yaitu 13 . ,7%) diantaranya memiliki karies dan hanya 2 . ,3%) Orang siswa yang terbebas dari karies. Diperoleh juga indeks DMF-T pada siswa mencapai 4,5 dan Menurut WHO dalam Gayatri . , indeks DMF-T Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 tinggi adalah pada rentang 4,5-6,5. Berdasarkan latar belakang diatas masalah pada penelitian ini adalah tingginya presentase kejadian karies pada siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya. METODE Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan menggambarkan tingkat pengetahuan Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tentang karies. Sasaran dalam penelitian ini adalah Siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya dengan jumlah 32 Siswa. Penelitian ini dilakukan di SDN Asemrowo I Surabaya pada bulan Desember 2021 hingga April 2022. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pengisian angket menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Jawaban Pengetahuan Siswa Tentang Pengertian Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Tahun 2022 Jawaban Responden No. Pernyataan Kriteria Benar Salah Pengertian karies gigi. Baik: 76-100% Bagian gigi yang awal terkena karies. Tanda-tanda terjadinya karies gigi. Bagian dari gigi yang pertama kali terserang Bagaimana lubang gigi saat awal terserang karies. Jumlah Rata-rata Cukup: 56-75% Kurang: < 56% 54,4% 45,6% (Nursalam, 2. Kurang Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden yang menjawab benar 54,4%. Presentasi ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang pengertian karies gigi dalam kategori kurang. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel 2. Distribusi Jawaban Pengetahuan Siswa Tentang Proses Terjadinya Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Tahun 2022 Jawaban Responden No. Pernyataan Kriteria Benar Salah Mikroorganisme yang Baik: 76-100% terjadinya lubang gigi. Cukup: 56-75% Suasana pada rongga Kurang: < 56% (Nursalam, 2. Penyebab suasana asam pada rongga mulut. Berapa lama proses terjadinya karies. Proses terjadinya karies dalm bentuk singkat. Jumlah Kurang Rata-rata Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang proses terjadinya karies gigi termasuk dalam kategori kurang dengan rata-rata presentase jawaban benar sebanyak 55%. Tabel 3. Distribusi Jawaban Pengetahuan Siswa Tentang Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Tahun 2022 Jawaban Responden No. Pernyataan Kriteria Benar Salah Penyebab karies gigi. Baik: 76-100% Jenis makanan yang Zat yang berfungsi untuk menguatkan gigi. Pengertian plak. Plak menjadi faktor terjadinya karies gigi. Jumlah Rata-rata Cukup: 56-75% Kurang: < 56% 53,6% 46,4% (Nursalam, 2. Kurang Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang Faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi termasuk dalam kategori kurang dengan rata-rata presentase jawaban benar sebanyak 53,6%. Tabel 4. Distribusi Jawaban Pengetahuan Siswa Tentang Cara Pencegahan Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Tahun 2022 Jawaban Responden No. Pernyataan Kriteria Benar Salah Waktu menyikat gigi Baik: 76-100% yang benar. Cukup: 56-75% Menyikat gigi penting untuk mencegah karies Kurang: < 56% Makanan menyehatkan gigi dan 41% (Nursalam, 2. mencegah karies gigi. Cara menjaga kesehatan gigi selain menyikat Waktu kesehatan gigi. Jumlah Cukup Rata-rata Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang Pengetahuan tentang cara pencegahan karies gigi termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata presentase jawaban benar sebanyak 58%. Tabel 5. Rekapitulasi Data Kuesioner Pengetahuan Tentang Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Tahun 2022 Responden yang No. Pernyataan Kriteria menyatakan benar (%) Pengetahuan tentang Baik: 7654,4% karies gigi. Cukup: 562. Pengetahuan terjadinya karies gigi. Kurang: Pengetahuan tentang faktor yang 53,6% mempengaruhi terjadinya karies gigi. (Nursalam. Pengetahuan tentang pencegahan karies gigi. Rata-rata 55,15% Kurang Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Berdasarkan tabel 5. menunjukkan data yang diperoleh dari pengumpulan lembar kuesioner siswa responden dapat diketahui bahwa pengetahuan siswa tentang karies gigi termasuk dalam kriteria penilaian kurang . ,15%). PEMBAHASAN Pengetahuan Tentang Pengertian Karies Gigi Berdasarkan hasil analisis data tabel 1 diketahui tingkat pengetahuan siswa tentang pengertian gigi berlubang tahun 2022 termasuk dalam kriteria kurang. Siswa kurang menghiraukan kesehatan gigi dan mulut dan menganggap bahwa gigi berlubang bukanlah sebuah masalah yang serius sehingga mereka tidak pernah memeriksakan giginya dan tidak mengetahui akan tanda-tanda awal terjadinya gigi Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khoiriyah . menyatakan, tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi rendahnya pengetahuan terhadap kurangnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dapat mengakibatkan terjadinya lubang gigi. Hal ini tejadi karena kurangnya informasi yang lebih lengkap dalam penyuluhan yang diberikan oleh petugas kesehatan maupun informasi yang diberikan oleh orang tua siswa ataupun guru. Pengetahuan Tentang Proses Terjadinya Karies Gigi Berdasarkan hasil analisis tabel 2 dapat diketahui bahwa pengetahuan siswa tentang proses terjadinya karies termasuk dalam kriteria kurang. Sebagian besar responden belum mengetahui proses terjadinya karies dan apa penyebab suasana asam dalam rongga mulut. Hal tersebut menyebabkan pengetahuan responden tentang proses terjadinya karies gigi kurang. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wati, . yang menunjukkan bahwa pengetahuan siswa proses terjadinya karies termasuk dalam kategori cukup. Hal ini disebabkan karena jenjang pendidikan sekoah dasar bisa diasumsikan termasuk pendidikan rendah. Responden berada pada kelompok pendidikan sekolah dasar, sehingga kemampuan untuk melakukan analisa proses terjadinya karies gigi masih sangat kurang Kurangnya pengetahuan siswa tentang proses terjadinya karies gigi akan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan gigi dan mulut siswa terutama dalam hal menjaga keberihan gigi mereka. Perlu keterlibatan guru dan petugas kesehatan untuk menjelaskan dan memberikan informasi kepada siswa tentang bagaimana proses terjadinya karies gigi. Pengetahuan Tentang Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Karies Gigi Berdasarkan hasil analisis tabel 3 dapat diketahui bahwa pengetahuan masuk dalam kriteria kurang. Sebagian responden tidak tahu apa itu plak dan mengapa plak menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya karies. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika et al. , . yang menyatakan bahwa kurangnya pengetahuan siswa mengenai faktor yang mempengaruhi gigi berlubang disebabkan karena pengetahuan siswa tentang penyebab gigi berlubang hanya sebatas tahu saja. Siswa tidak memahami bahwa karies gigi banyak terjadi karena anakAeanak cenderung lebih menyukai makanan manis yang bisa menyebabkan terjadinya karies gigi. Siswa tidak memahami pula bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi terjadinya karies gigi yaitu kontrol plak. Kontrol plak yang paling sederhana yaitu dengan cara menggosok gigi. Plak memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak terdiri dari bakteri gram positif yang menumpuk sehingga tampak seperti lapisan Makanan dan minuman yang mengandung gula akan menurunkan pH plak dengan cepat sampai pada level yang menyebabkan demineralisasi enamel (Margareta, 2. Pengetahuan Tentang Cara Pencegahan Karies Berdasarkan analisi data tabel 4 dapat diketahui bahwa pengetahuan siswa tentang pencegahan karies masuk dalam kriteria cukup. Hal ini dikarenakan sebagian siswa mengetahui bahwa menyikat gigi itu penting untuk mencegah terjadinya karies. Pengetahuan anak terhadap bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung kebersihan gigi dan mulut pada anak, sehingga kesehatan gigi dan mulut pada anak dapat baik. Pengetahuan anak tentang kesehatan gigi akan menentukan status kesehatan giginya kelak (Hamidah et al. , 2. Penelitian dari Santi & Khamimah . menyebutkan bahwa cara menggosok gigi berpengaruh terhadap karies pada anak dan frekuensi anak- anak untuk menggosok gigi kurang tepat maka hal itu dapat memicu timbulnya karies. Oleh karena itu, frekuensi dan waktu menyikat gigi sangat penting diterapkan agar dapat mengurangi resiko terjadinya karies. Kualitas menggosok gigi yang baik akan meningkatkan efikasi prosedur menggosok gigi tersebut. Frekuensi menggosok gigi juga menentukan status kebersihan gigi tersebut. Pengetahuan Tentang Karies Gigi Pada Siswa Kelas i SDN Asemrowo I Surabaya Berdasarkan hasil analisis data tabel 5, didapatkan bahwa pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya termasuk dalam kriteria Hal ini terjadi karena sebagian siswa tidak memahami tentang faktor apa saja yang menyebabkan karies. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hidayati et al. , . menyatakan bahwa dapat diketahui siswa hanya memiliki kemampuan sebatas tahu dan belum kedalam tahap memahami maupun aplikasi dikarenakan hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai karies masuk dalam kriteria kurang, terutama pada pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Pengetahuan siswa yang kurang mengenai karies gigi ini menyebabkan perilaku mereka mengenai kesehatan gigi dan mulut kurang baik. Hal ini menyebabakan buruknya status kesehatan gigi siswa. Uraian tersebut sejalan dengan pernyataan Napitupulu . dalam penelitiannya bahwa perilaku menyikat gigi yang buruk berhubungan dengan tingginya indeks DMF-T. Perilaku tersebut dapat mempengaruhi proses terjadinya karies gigi. Pengetahuan siswa tentang karies gigi yang kurang menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada siswa. Perilaku kesehatan gigi yang buruk inilah yang akhirnya berpengaruh juga kepada status kesehatan siswa yaitu angka karies mereka yang tinggi. KESIMPULAN Pengetahuan siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tentang pengertian karies termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tentang proses terjadinya karies termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tentang faktor yang mempengaruhi terjadinya karies termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan siswa kelas i SDN Asemrowo I Surabaya tentang cara pencegahan karies termasuk dalam kategori cukup. DAFTAR PUSTAKA