Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 32 - 41 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/zf9btc66 SUSTAINABLE REPORTING DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTIES DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI ISSI PERIODE 2021-2. Hikmaturromadhoniyah a*. Kholidiahb a Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi, hikmatur. r14@gmail. Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya. Jawa Timur b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi, kholidiah@uwks. Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya,Jawa Timur Korespondensi ABSTRACT The purpose of this study is to determine how sustainability reporting affects the net profit of companies in the real estate and property industry listed on the ISSI from 2021 to 2023. A quantitative approach was used in this study. Using the SRDI, which is based on the GRI 2021 requirements, sustainability reporting is evaluated in three main domains: social, environmental, and economic performance. Furthermore. Return on Assets (ROA) serves as an indicator of financial success. A correlation-based quantitative methodology was used in this study. The sample was selected using a purposive selection strategy. three years of observation, 18 companies were found to meet the requirements. Secondary data for this study came from the website w. Classical assumption tests and multiple linear regression were used to analyze the data. The results of this study indicate that a company's financial performance is influenced by its economic, environmental, and social performance simultaneously. A corporation's financial success is somewhat influenced by its environmental and social performance, but not by its economic performance. Keywords: Sustainability Reporting. Financial Performance. ROA. GRI 2021. SRDI. Property and Real Estate Companies. ISSI Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaporan keberlanjutan memengaruhi laba bersih perusahaan di industri real estat dan properti yang tergabung dalam ISSI dari tahun 2021 hingga Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan SRDI, yang didasarkan pada persyaratan GRI 2021, sustainability reporting dievaluasi dalam tiga domain utama: kinerja sosial, lingkungan, dan ekonomi. Selain itu. ROA berfungsi sebagai indikator kesuksesan finansial. Metodologi kuantitatif berbasis korelasi digunakan dalam penelitian ini. Sampel dipilih menggunakan strategi seleksi purposive. setelah tiga tahun pengamatan, 18 perusahaan ditemukan memenuhi persyaratan. Data sekunder penelitian ini berasal dari situs web w. Uji asumsi klasik dan regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosialnya secara bersamaan. Keberhasilan finansial korporasi agak dipengaruhi oleh kinerja lingkungan dan sosialnya, tetapi tidak oleh kinerja Kata Kunci: Sustainable Reporting. Kinerja Keuangan. ROA. GRI 2021. SRDI. Perusahaan Properti dan Real Estate. ISSI. Received June 23, 2025. Revised July 21 , 2025. Accepted August 19, 2025. Online Available August 22. Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, penerapan prinsip keberlanjutan semakin menjadi perhatian di pasar modal Indonesia. Kesadaran akan keberlanjutan . dalam praktik bisnis semakin menguat di Indonesia, seiring dorongan BEI dan OJK melalui kebijakan dan fasilitas pelaporan ESG (Environmental. Social, and Governanc. (Antara News, 2. Pada akhir 2024, sebanyak 94% perusahaan tercatat telah menerbitkan laporan keberlanjutan, namun implementasi ini masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya data kuantitatif, dan tingginya biaya pelaporan (Antara News, 2. Hal ini menunjukan adanya kesenjangan . antar kepatuhan antara kepatuhan administratif . ublikasi lapora. dengan efektivitas pelaksanaan strategi keberlanjutan yang berdampak nyata terhadap kinerja perusahaan. Lebih lanjut, masih menjadi pertanyaan besar di kalangan akademisi dan praktisi apakah pelaporan keberlanjutan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan, atau justru hanya bersifat simbolis . indow dressin. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian empiris untuk mengkaji pengaruh pelaporan keberlanjutan terhadap kinerja keuangan, terutama dengan menggunakan standar pelaporan Global Reporting Initiative Standart . elanjutnya ditulis GRI) atau Sustainable Reporting Disclosure Index. Kinerja keuangan perusahaan mencerminkan capaian yang diraih dalam suatu periode tertentu yang menunjukkan tingkat kesehatan perusahaan. Laporan mengenai kinerja keuangan disusun untuk memberikan gambaran kondisi keuangan di masa lalu serta menjadi dasar dalam memproyeksikan kondisi keuangan di masa mendatang. Kinerja keuangan sendiri merupakan indikator penting dalam menilai kelangsungan dan stabilitas usaha (Rizki et al. , 2017. Putri et al. , 2. Salah satu ukuran yang sering digunakan adalah Return on Assets (ROA), yakni rasio yang menilai tingkat profitabilitas perusahaan dibandingkan dengan total aset yang dimilikinya (Wartabone dkk. , 2. Sustainability reporting, yang meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, berfungsi sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas perusahaan kepada para pemangku kepentingan (Elkington, 1997. Sabrina & Lukman, 2. Melalui laporan ini, stakeholder dapat memahami secara lebih jelas upaya perusahaan dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, penerapan Sustainability Reporting didukung oleh regulasi seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan, aturan Bursa Efek Indonesia mengenai prosedur dan persyaratan pencatatan, serta PSAK No. 57 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terkait akuntansi pertanggungjawaban sosial (Irma dkk. Selain itu. Otoritas Jasa Keuangan melalui Peraturan Nomor 51/POJK. 03/2017 mewajibkan penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, maupun perusahaan publik, sehingga Sustainability Report juga dapat digunakan sebagai strategi perusahaan dalam menunjukkan kontribusi mereka terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil beragam terkait hubungan sustainability reporting dengan kinerja Beberapa studi menemukan hubungan positif (Hutasoit et al, 2. May et al. , 2. sedangkan yang lain menunjukkan pengaruh tidak signifikan atau negatif (Wijayanti, 2016. (Wartabone et al, 2. Inkonsistensi ini menandakan perlunya kajian lanjutan, terutama dengan mengacu pada standar GRI terbaru. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji Aupengaruh dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial dari sustainability reporting terhadap ROA pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di ISSI periode 2021Ae2023Ay. TINJAUAN PUSTAKA Teori Legitimasi Menurut Teori Legitimasi Kemampuan suatu perusahaan untuk bertahan dalam bisnis berhubungan langsung dengan seberapa baik perusahaan tersebut mengikuti aturan dan regulasi yang ditetapkan (Dowling & Preffer, 1975 dalam May et al. , 2. Perusahaan menjaga legitimasi melalui Aukontrak sosialAy dengan masyarakat untuk memastikan aktivitasnya diterima secara sah oleh lingkungan eksternal (Nofianto et al. , 2. May et al. , 2. Teori Stakeholder Menurut teori Stakeholder, perusahaan bergantung pada dukungan para pemangku kepentingan yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi atau dipengaruhi oleh tindakan mereka. (Sabrina & Lukman, 2. Pengungkapan laporan keberlanjutan menjadi sarana untuk memenuhi ekspektasi stakeholder, membangun hubungan harmonis, dan mendukung keberlanjutan perusahaan (Putri dkk. , 2023. Rizki et al. , 2. Sustainable Reporting Dan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Properties Dan Real Estate Yang Terdaftar di ISSI Periode 2021-2. (Hikmaturromadhoniya. Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 Pengungkapan kinerja ekonomi dalam laporan keberlanjutan mencerminkan dampak operasional perusahaan terhadap perekonomian mikro maupun makro, yang dapat menjadi sinyal penting bagi investor (Rizki et al. , 2. Kontribusi signifikan terhadap perekonomian meningkatkan daya tarik perusahaan, mendorong minat investor dan pelanggan, yang pada akhirnya memperkuat modal kerja serta berpotensi meningkatkan kinerja keuangan (Nofianto et al. , 2. H1 : kinerja ekonomi berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan Kinerja lingkungan mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalkan dampak negatif dari operasionalnya (Wijayanti, 2016. Karlinadewi et al. , 2. Upaya pelestarian ini meningkatkan citra positif dan menurunkan risiko lingkungan, sehingga menarik minat investor dan pemangku kepentingan lain (Rizki et al. , 2. Kepercayaan tersebut berdampak pada dukungan modal, loyalitas konsumen, dan kinerja keuangan yang lebih baik. H2 : kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan Perusahaan Kinerja sosial suatu perusahaan merupakan indikator seberapa baik perusahaan tersebut memenuhi inisiatif tanggung jawab sosial dan pemangku kepentingannya, yang dapat meningkatkan harga saham, kesejahteraan, serta loyalitas karyawan, sekaligus menekan perputaran tenaga kerja (Rizki et al. , 2. Karlinadewi et al. , 2. Peningkatan ini berkontribusi pada produktivitas dan keberlanjutan perusahaan. H3 : kinerja sosial berpengaruh terhadap kinerja keuangan Perusahaan METODOLOGI PENELITIAN Studi ini sesuai dengan profil penelitian korelasional karena tujuan utamanya adalah untuk memastikan, selama tahun 2021Ae2023, bagaimana Sustainability Report memengaruhi laba perusahaan yang tergabung dalam ISSI. Laporan keberlanjutan keuangan dan bisnis yang dapat diakses publik merupakan sumber data utama yang digunakan dalam studi ini. Semua informasi ini berasal dari situs web resmi BEI, yang dapat ditemukan di https://w. Selama periode 2021Ae2023, penelitian ini akan mengkaji kinerja keuangan 63 perusahaan properti dan real estat yang tergabung dalam ISSI. Selama tiga tahun, 18 perusahaan berbeda dipilih sebagai sampel berdasarkan kriteria ketat dan metode seleksi purposive. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut : Perusahaan harus terus terdaftar di ISSI sebagai perusahaan properti dan real estat dari tahun 2021 Dari tahun 2021 hingga 2023, perusahaan harus menerbitkan laporan tahunan secara berurutan. Laporan Keberlanjutan, baik yang diterbitkan secara independen maupun yang disertakan dalam Laporan Tahunan, harus diterbitkan secara berurutan dari tahun 2021 hingga 2023. Semua variabel dalam studi harus memiliki set data yang lengkap. Pemilihan sektor properties and real estate sebagai objek penelitian dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh peran strategis sektor ini dalam perekonomian nasional, terutama dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan penyediaan hunian. Di sisi lain, keberadaan perusahaan properties dan real estate dalam ISSI mencerminkan kepatuhan mereka terhadap prinsip-prinsip syariah, baik dari sisi aktivitas usaha maupun struktur keuangan karena sudah terseleksi secara ketat berdasarkan kriteria keuangan dan operasional yang sesuai dengan prinsip syariah. Tabel 1. Perhitungan Sustainabality Report Disclosure Index Nama Aspek Aspek Kinerja Ekonomi Aspek Kinerja Lingkungan Environm-ent Index Aspek Sosial Social Index Kinerja Rumus Hasil Economic Index JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 32 - 41 Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 Berdasarkan jenis penelitian dikaitkan dengan tujuan penelitian, maka dalam penelitian ini variabelvariabelnya terdiri dari : Indeks Pengungkapan Laporan Keberlanjutan, yang mencakup komponen X1 untuk Kinerja Ekonomi. X2 untuk Kinerja Lingkungan, dan X3 untuk Kinerja Sosial, berfungsi sebagai variabel independen dalam kasus ini. Variabel Terikat, yaitu Kinerja Keuangan Perusahaan diberi notasi Y Kinerja Keuangan Perusahaan Salah satu cara untuk mengevaluasi suatu bisnis adalah dengan melihat kinerja keuangannya, yang menunjukkan seberapa efisien dan akuratnya perusahaan tersebut dalam memenuhi komitmennya. Kinerja keuangan suatu perusahaan adalah penjumlahan pencapaiannya selama jangka waktu tertentu yang mencerminkan kesehatan keuangannya (Fajarina et al, 2. Berikut rumus rasio profitabilitas. ROA, yang merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi kesehatan keuangan suatu bisnis: ROA Analisis Regresi Berganda yang difasilitasi oleh SPSS versi 30 digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif terhadap 54 sampel data, yang telah diperoleh dari output SPSS yang ditunjukan dari table berikut : Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Sumber : Olahan SPSS, 2025 Berdasarkan Tabel Hasil Analisis Deskriptif dapat dijelaskan : Sustainable Reporting Dan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Properties Dan Real Estate Yang Terdaftar di ISSI Periode 2021-2. (Hikmaturromadhoniya. Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 Salah satu variabel dependen yang merepresentasikan kesuksesan finansial perusahaan adalah (ROA, yang dapat berkisar antara -0,066 hingga 0,107. Perusahaan biasanya menghasilkan laba bersih sebesar 2,20% dari total asetnya, dengan nilai rata-rata ROA sebesar 0,02197. Variasi nilai ROA antar perusahaan tidak terlalu tinggi, ditunjukkan oleh deviasi standar sebesar 0,030952. Hal ini menunjukkan bahwa varians data cukup baik, karena tidak lebih dari rata-rata . Rentang nilai kinerja ekonomi, variabel independen pertama, adalah dari 0,000 hingga 1,000. Perusahaan dalam sampel biasanya mengungkapkan sekitar 33,41% dari total indikator kinerja ekonomi yang dapat diakses, dengan nilai rata-rata sebesar 0,33410. Karena nilai tersebut lebih kecil dari mean, deviasi standar sebesar 0,226023 dianggap sebagai deviasi data yang memuaskan. Variabel independen kinerja lingkungan, dapat memiliki nilai antara 0,000 dan 1,000. Hasil 0,42593, atau 42,59%, merupakan rata-rata kinerja lingkungan. Perusahaan tampaknya lebih cenderung berbagi informasi terkait isu lingkungan daripada isu ekonomi. Karena nilainya lebih kecil dari rata-rata, simpangan baku datanya adalah 0,302816, yang cukup memuaskan. Variabel independen kinerja sosial, dapat memiliki nilai antara 0,000 dan 0,800. Transparansi sosial perusahaan masih rendah, hanya sekitar 26,28% dari keseluruhan indikasi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai rata-rata 0,26279 untuk kinerja sosial. Karena simpangan baku lebih kecil dari rata-rata, nilai 0,197510 dianggap sebagai simpangan baku data yang memuaskan. Uji Multikolinieritas : Tujuan uji multikolinearitas adalah untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi memiliki hubungan linear yang kuat. AuNilai toleransi dan faktor inflasi varians (VIF) diperiksa untuk melakukan uji ini. Multikolinearitas dapat disimpulkan tidak terjadi jika VIF kurang dari 10 dan nilai toleransi lebih dari 0,10. Di sisi lain, multikolinearitas terindikasi terjadi ketika VIF lebih dari 10 dan nilai toleransi kurang dari 0,10Ay. Hasil uji dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut : Tabel 2. Hasil Analisi Uji Multikolinearitas Sumber : Olahan SPSS, 2025 Berdasarkan hasil analisis Tabel 2, diperoleh nilai sebagai berikut : AuVariabel Ekonomi memiliki nilai tolerance sebesar 0,543 dan VIF sebesar 1,841 Variabel Lingkungan memiliki nilai Tolerance sebesar 0,550 dan VIF sebesar 1,819 Variabel Sosial memiliki nilai Tolerance sebesar 0,639 dan VIF sebesar 1,566 Seluruh nilai Tolerance > 0,10 dan VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara variabel bebas tidak terdapat korelasi yang signifikan, atau dapat dikatakan tidak terjadi kasus multikolinieritas, maka analisis regresi dapat diterapkan pada data yang diperolehAy. Uji Asumsi Klasik Sisanya diperiksa untuk heteroskedastisitas, independensi, dan distribusi normal menggunakan uji asumsi Klasik. Plot Uji Normalitas dapat dilihat pada Gambar 2 berikut : JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 32 - 41 Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 Gambar 2. P-Plot Uji Normalitas Berdasarkan Gambar 2, data menyebar di sekitar garis diagonal, maka asumsi data berdistribusi normal Agar lebih teliti, maka dilakukan pengujian normalitas data dengan metode KolmogorovSmirnov, dan hasilnya K = 0. 200 lebih dari 0. 05, jadi asumsi data berdistribusi normal dipenuhi. Jika varians residual konstan di semua observasi, maka uji heteroskedastisitas berhasil. Penelitian ini menggunakan Uji Park untuk memeriksa heteroskedastisitas, dan hasilnya adalah Tabel 3. Hasil Analisis Uji Park Sumber : Olahan SPSS, 2025 Tidak terdapat heteroskedastisitas karena nilai signifikansi semua variabel lebih dari 0,05. Untuk mengetahui apakah residual dari analisis regresi saling terkait, uji autokorelasi dijalankan. Berikut adalah hasil Uji Breusch-Godfrey (Uji LM), yang merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi Tabel 4. Hasil Analisis Breusch-Godfrey ( LM Test ) Sumber : Olahan SPSS, 2025 Berdasarkan Table 4 nilai Signifikasi dari Variabel LAG adalah 0,05 . epat di batas signifikansi 0,. maka disimpulkan tidak terjadi gejala autokorelasi secara signifikan, meskipun berada pada ambang batas. Oleh karena itu, model masih dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam analisis regresi. Sustainable Reporting Dan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Properties Dan Real Estate Yang Terdaftar di ISSI Periode 2021-2. (Hikmaturromadhoniya. Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 Pengujian Multikolinieritas dan uji asumsi klasik telah dilakukan, dan semuanya sudah memenuhi syarat, maka analisis regresi dapat dilakukan. Estimasi Parameter Regresi. Estimasi parameter regresi diperoleh dari hasil perhitungan berikut : Tabel 5. Estimasi Parameter Regresi Sumber : Olahan SPSS, 2025 Estimasi parameter regresi digunakan untuk mengetahui koefisien regresi taksiran, sehingga bisa diperoleh model regresinya. Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel A diperoleh persamaan regresi sebagai ROA = 0,024 - 0,028 (EKONOMI) 0,049 (LINGKUNGAN) Ae 0,053 (SOSIAL) Interpretasi : e1 = -1. dengan nilai signifikan = 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai ROA mengalami penurunan sebesar 1. 028 nilai ekonomi setiap kenaikan satu unit nilai ekonomi. Akan tetapi, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik karena nilai p lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, elemen ekonomi sangat sedikit memengaruhi ROA. e2 = 0. dengan nilai signifikan = 0. Akibatnya, nilai ROA akan naik sebesar 0,049 satuan lingkungan untuk setiap kenaikan nilai lingkungan. dan pengaruh ini signifikan secara statistic dengan nilai signifikan kurang dari 0. Jadi faktor lingkungan berpengaruh signifikan terhadap perubahan ROA. e3 = -0. dengan nilai signifikan = 0. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa nilai ROA menurun sebesar 0,049 nilai sosial untuk setiap kenaikan satu unit Dampak ini signifikan secara statistik. Variabel sosial mengurangi ROA. R2 = 0. 164 Variabel ekonomi, lingkungan, dan sosial menyumbang 16,4% fluktuasi atau perubahan nilai ROA, sedangkan faktor lain menyumbang 83,6% sisanya. Tabel 6 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,028, yang lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perubahan ROA dipengaruhi oleh elemen ekonomi, lingkungan, dan sosial secara Tabel 6. Hasil Analisis Uji F Sumber : Olahan SPSS, 2025 Output Tabel 6, menunjukkan F-hitung sebesar 3,277, dengan nilai p hanya 0,028. AuF-tabel menunjukkan bahwa nilai ini adalah 2,79 jika dibandingkan dengan ambang batas signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan . f1 = 3. df2 = . Dapat disimpulkan bahwa variabel ekonomi, lingkungan, dan kinerja semuanya JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 32 - 41 Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 memengaruhi kinerja keuangan secara independen, atau dengan kata lain. H1 diterima, karena nilai Fhitung 3,227 > F-tabel 2,79 dan nilai signifikansi 0,028 < 0,05Ay. Pembahasan Pengaruh Kinerja Ekonomi terhadap Kinerja Keuangan Menurut pengujian statistik, keberhasilan ekonomi tidak memengaruhi ROA secara signifikan. Temuan ini menandakan bahwa pengungkapan informasi ekonomi, seperti nilai tambah yang dihasilkan, distribusi nilai, dan kontribusi terhadap perekonomian lokal, belum mampu mendorong peningkatan efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba. Dalam perspektif Teori Legitimasi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi belum menjadi indikator utama dalam membangun legitimasi publik pada sektor properti, di mana perhatian lebih banyak tertuju pada aspek lingkungan dan sosial. Sementara menurut Teori Stakeholder, investor dan masyarakat belum memandang dimensi ekonomi dalam laporan keberlanjutan sebagai sinyal strategis dalam pengambilan keputusan investasi. Perubahan atau fluktuasi dalam aspek kinerja ekonomi perusahaan, ketika dianalisis secara terpisah dari variabel lain, tidak memberikan dampak statistik yang cukup kuat atau berarti pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari aset yang Hasil ini dapat menyiratkan bahwa, dalam konteks sampel penelitian ini, faktor ekonomi mungkin bukan pendorong utama atau satu-satunya penentu kinerja keuangan perusahaan yang tercermin melalui ROA, atau pengaruhnya diimbangi oleh kompleksitas faktor lain yang belum terungkap. Hasil ini konsisten dengan penelitian Wijayanti . Nofianto et al . Sabrina & Lukman . , dan Wartabone et al . yang menyimpulkan Autidak adanya pengaruh signifikan kinerja ekonomi terhadap kinerja keuanganAy. Namun, temuan ini bertolak belakang dengan studi Hutasoit et al . Rizki et al . Irma et al . Putri et al . May et al . Karlinadewi et al . Lesmana & Tarigan . Natalia & Tarigan, . , serta (Sumaryati & Satoto . yang menemukan hubungan positif antara keduanya. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan ROA secara signifikan dipengaruhi oleh kinerja lingkungan, bukan kinerja ekonomi. Selain itu, terdapat pengungkapan mengenai pengurangan emisi gas rumah kaca dan efisiensi energi (GRI 302 & GRI . , serta pengelolaan limbah (GRI . terbukti berkorelasi positif dengan kinerja keuangan. Dalam konteks Teori Legitimasi, praktik lingkungan yang baik dapat memperkuat penerimaan sosial . ocial license to operat. dan meningkatkan reputasi perusahaan. Sementara dari perspektif Teori Stakeholder, komitmen terhadap lingkungan menarik dukungan investor, konsumen, dan komunitas lokal, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap laba. Dalam sektor properti, kepedulian terhadap lingkungan seperti pembangunan berkelanjutan . reen buildin. dapat menjadi nilai tambah yang menarik bagi konsumen dan Hasil ini konsisten dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menemukan pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini selaras dengan penelitian Wijayanti . Rizki dkk . Putri dkk . Karlinadewi dkk . Wartabone dkk . Sumaryati & Satoto . Natalia & Tarigan . , serta Lesmana & Tarigan . yang menyimpulkan bahwa pengelolaan lingkungan yang efektif dapat meningkatkan kinerja keuangan Pengaruh Kinerja Sosial terhadap Kinerja Keuangan Kinerja sosial juga secara signifikan memengaruhi ROA, menurut temuan pengujian. Aspek seperti kesejahteraan karyawan (GRI . , hubungan industrial (GRI . , dan keterlibatan dalam pengembangan masyarakat (GRI . memberikan dampak positif terhadap hubungan perusahaan dengan stakeholder. Hal ini mendukung Teori Stakeholder, di mana pemenuhan ekspektasi sosial mendorong loyalitas karyawan dan kepercayaan publik. Menariknya, meskipun secara statistik berpengaruh positif, pengeluaran untuk inisiatif sosial sering memerlukan biaya besar yang belum tentu langsung memberikan imbal hasil finansial pada periode Oleh karena itu, perusahaan perlu menempatkan investasi sosial sebagai strategi jangka panjang untuk penguatan merek dan pengurangan risiko, bukan semata-mata pengeluaran biaya. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hutasoit dkk . Rizki dkk . Putri dkk . Karlinadewi dkk . Lesmana & Tarigan . Natalia & Tarigan . , dan (Sumaryati & Satoto . yang menunjukkan adanya pengaruh kinerja sosial terhadap kinerja keuangan. Sustainable Reporting Dan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Properties Dan Real Estate Yang Terdaftar di ISSI Periode 2021-2. (Hikmaturromadhoniya. Hikmaturromadhoniyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 32 Ae 41 KESIMPULAN DAN SARAN Menurut temuan studi. ROA dipengaruhi secara positif oleh kinerja lingkungan dan dipengaruhi secara negatif oleh kinerja sosial, sedangkan kinerja ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik dalam meningkatkan profitabilitas, sementara investasi sosial memerlukan perencanaan strategis agar manfaat ekonominya dapat terealisasi tanpa menurunkan kinerja keuangan jangka pendek. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus mengoptimalkan praktik lingkungan, meninjau efektivitas program sosial, serta menjaga efisiensi operasional dan pengelolaan aset. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menambahkan variabel relevan lain seperti tata kelola perusahaan, ukuran perusahaan, atau leverage, serta memperluas periode dan cakupan sampel agar memperoleh hasil yang lebih representatif dan komprehensif. Ucapan Terima Kasih Penelitian ini tidak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan dan bantuan dari Universitas Wijaya Kusuma di Surabaya. Indonesia. Dosen pembimbing. Ibu Kholidiah. SE. Sc. , juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dan kerja sama semua pihak. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sejawat atas dorongan dan dukungan mereka yang tak henti-hentinya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah bermurah hati membantu. DAFTAR PUSTAKA