Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Analisis Tingkat Pendapatan Petani Bandeng Pasca Mendapatkan Bantuan pada Kelompok Tani *Lilis Marlina1. Yeye Suhaety2. Muhtar3 1,2,3Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Dompu Email: lilismarlinastieyapis@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-05-06 Accepted: 2024-06-13 Published: 2024-06-15 Keywords: Income Level. Milkfish Farmers. Help. Farmers. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-05-06 Diterima: 2024-06-13 Dipublikasi: 2024-06-15 Kata kunci: Tingkat Pendapatan. Petani Bandeng. Bantuan. Kelompok Tani. Abstract Dompu Regency in West Nusa Tenggara has great potential in pond cultivation with large areas of land. This research aims to determine the level of production and income of pond farmers before and after receiving assistance from the Dompu Regency Maritime and Fisheries Service. The research method used was a quantitative survey with structured interviews involving 15 pond farmers. The research results show that after receiving assistance, farmers' income also increased significantly. In 2023, the average income will reach IDR 34,033,333 per hectare, compared to the average income in 2021 of IDR 10,480,000 per production cycle. This shows an increase in income every year from 2021 to 2023. This finding shows that government intervention can improve the welfare of pond farmers in Dompu Regency. Abstrak Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar dalam perikanan budidaya tambak dengan lahan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat produksi dan pendapatan petani tambak sebelum dan setelah menerima bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan wawancara terstruktur yang melibatkan 15 petani tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerima bantuan, pendapatan petani tambak meningkat secara signifikan. Pada tahun 2023, rata-rata pendapatan mencapai Rp 333 per hektar, dibandingkan dengan rata-rata pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 000 per siklus produksi. Ini menunjukkan peningkatan pendapatan setiap tahunnya dari 2021 hingga 2023. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan petani tambak di Kabupaten Dompu. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Sektor perikanan Indonesia mempunyai prospek untuk dikembangkan menjadi suatu kegiatan ekonomi yang tangguh, strategis (Dewi et al. , 2. Salah satu jenis ikan air payau yang potensial dikembangkan adalah ikan bandeng (Chanos chanos Forska. Selain karena mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan . uhu, ph, kekeruhan ai. dan tahan terhadap serangan penyakit, ikan bandeng juga memiliki nilai ekonomis yang relatif murah dan nilai gizinya yang tinggi (Balubi et al. , 2. dan (Dewi et , 2. Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan laut yang sangat populer diusahakan dan sebagai komoditas hasil tambak tidak hanya dikonsumsi dalam negeri, tetapi juga diekspor untuk memenuhi permintaan negara lain (Aisyah et al. Kabupaten Dompu menjadi salah satu kabupaten yang memproduksi ikan bandeng karena Dompu dikelilingi oleh Teluk Saleh dan Teluk Sanggar yang berpotensi untuk kegiatan budidaya tambak pada wilayah pesisir yang tidak mengandalkan pasang surut air laut, serta Teluk Cempi yang menjadi lokasi kegiatan budidaya yang didominasi tambak air payau yang mengandalkan pasang surut air laut. Sehingga pemerintah guna memperlacar proses produksi (Koran Lensa,2. http://journal. org/index. php/lms Pemerintah Kabupaten Dompu Khususnya Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Dompu memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok pembudidaya tambak ikan bandeng yang ada di Kabupaten Dompu. Ada beberapa kelompok yang menerima bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan salah satunya Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Berdasarkan survey, bahwa kelompok tani bandeng sebelumnya tidak menerima bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu baik bantuan yang berupa sarana maupun prasana produksi perikanan. Namun di tahun 2023 kelompok tani bandeng berhasil mendapatkan bantuan. Adanya bentuan tersebut diharapkkan dapat meningkatkan taraf hidup kelompok tani bandeng melalui budidaya ikan bandeng. Hasil penelitian oleh (Sany, 2. bahwa Masyarakat yang menjadi klien program pemberdayaan dituntut agar mampu meningkatkan taraf hidup dan nasib mereka. Peningkatan taraf hidup berarti memenuhi kebutuhan konsumsi nyata, baik secara kuantitatif maupun Untuk mempertahankan hidup seorang maka dia harus memiliki sejumlah pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya . asic need. (Lestari et al. , 2. dan (Amali, 2. faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan, yaitu biaya, jumlah tenaga kerja, pengalaman, dan jarak tempuh. Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Berdasarkan survey awal. Kondisi lapangan yang terjadi adalah, sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Dompu terdapat perbedaan pendapatan yang dialami oleh petani tambak, yang mana sebelum mendapatkan bantuan, produksi petani sedangkan setelah mendapatkan bantuan, produksi maupun pendapatan petani tambak mengalami Berdasarkan latar belakang yang disampaikan maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis pada Tingkat Pendapatan Petani Bandeng Pasca Mendapatkan Bantuan Pada Kelompok TaniAy. Ruang lingkup penelitian ini adalah analisa tingkat pendapatan usaha petani bandeng pada Kelompok Diwu Nggoa di Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, dilihat dari aspek penggunaan input, struktur biaya, pendapatan, serta efisiensi usaha budidaya tambak. Pada penelitian ini, penulis memberikan batasan penelitian yang akan di paparkan dengan tujuan agar tidak terjadinya perluasan materi yang akan di bahas mengingat keterbatasan penulis dalam ilmu pengetahuan, waktu dan tenaga. Maka peneliti membatasi permasalah yang akan di kaji dalam penelitian ini adalah hasil yang didapatkan oleh petani bandeng pasca mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, sehingga dapat memberikan dampak Sosial dan Ekonomi bagi anggota Kelompok Diwu Nggoa. Analisis tingkat berdasarkan analisis R/C rasio perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya (R/C Rasio = total pendapatan di bagi biay. Analisis usaha tani yang digunakan merupakan analisis finansial, data yang digunakan ialah data riil dari lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada dua kali musim panen yaitu sebelum dan sesudah panen, dengan menggunakan beberapa asumsi agar memudahkan dalam proses analisis. dan diharapkan dengan adanya batasan ini tidak mengurangi esensi yang akan disampaikan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Bagaimana hasil Produksi petani bandeng sebelum mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Dompu? . Bagaimana analisis tingkat pendapatan petani tambak setelah mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Dompu?. II. METODE PENELITIAN Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan alat untuk olah data meggunakan statistik, oleh karena itu data yang diperoleh dan hasil yang didapatkan berupa angka (Ismayani, 2. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Kehadiran peneliti di lapangan dalam penelitian kuantitatif peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Diperkuat oleh pendapat Moleong (Muleong, 2. Menurut (Sugiyono, 2. Peneliti merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis dan pada akhirnya pembuat kesimpulan atas temuannya. http://journal. org/index. php/lms Lokasi penelitian di Desa Mumbu kecamatan Woja Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian, karena sesuai dengan latar belakang yang dijelaskan, bahwa di desa tersebut, peneliti ingin mengetahui perubahan tingkat pendapatan sebelum dan setelah kelompok tani tambak mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu. Menurut (Amrudin. Roni, 2. sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang pemerolehan datanya langsung dari hasil penelitian langsung peneliti pada tempat dan waktu penelitian yakni di Kelompok Tani Tambak Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja kabupaten Dompu. Adapun total sampling dalam penelitian ini adalah 15 responden kelompok tani tambak. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid (Nasution. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Beberapa pernyataan yang akan diajukan kepada responden kelompok tani tambak untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kuantitatif meliputi uji validitas, uji reliabiltas, uji normalitas, dan uji regresi sederhana (Sugiyono, 2. Analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model alur (Interactive Mode. (Hafni. Syafrida:2. mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data yaitu data reduksi . ata reductio. merupakan data yang diperoleh di lokasi penelitian jumlahnya cukup , penyajian data . ata displa. penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, phie, chart, pictogram, dan sejenisnya. , penarikan simpulan . onclusion drawing/verificatio. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Gambaran Umum Kabupaten Dompu merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan. Ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai produksi perikanan secara keseluruhan dari tahun ke tahun, baik perikanan laut, budidaya, maupun perairan umum. Salah satu usaha budidaya yang ada di Kabupaten Dompu adalah budidaya tambak bandeng. Keadaan Iklim dan Topografi Secara umum keadaan iklim di Desa Mumbu Kabupaten Dompu tidak jauh berbeda dengan keadaan iklim pada beberapa wilayah lain yang ada di wilayah Indonesia. Ciri iklim tropis dengan dua jenis musim dalam setahun merupakan sifat kondisi iklim secara umum yang terjadi di Indonesia khususnya di Desa Mumbu. Dua jenis musim yang dimaksud adalah musim penghujan dan musim Pada musim hujan biasanya terjadi pada bulan Januari sampai bulan April sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai bulan September dan terkadang musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Desember. Kedua musim ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di Desa Mumbu. Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur kemampuan fisik bekerja dan cara berpikir. Petani kemampuan fisik untuk bekerja dari pada petani tambak tua, petani tambak muda juga umumnya lebih cepat menerima hal baru dari pada petani tambak yang berusia lanjut. Tabel 1. Distribusi Petani tambak Responden Berdasarkan Golongan Umur pada Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023. Kategori Responden Golongan Umur (Tahu. 36 Ae 45 46 Ae 55 56 - 65 66 Ae 75 77 Ae 85 Jumlah Petani Tambak Frekuensi Persentase . Frekuensi responden menurut umur pada tabel 1 di atas ada sebanyak 5 responden atau 33% yang berada pada usia produktif dengan umur 36-45 tahun terbanyak kedua setelah 6 orang responden atau 40 % yang paling banyak dan sedangkan terdapat 3 responden atau 20% dengan umur 56 Ae 65 Tahun dan terdapat 1 responden atau 7% dengan usia 77Ae85 tahun untuk usia non produktif. Pada usia petani yang non produktif berpengaruh terhadap kemampuan dan produktivitas petani dalam melakukan budidaya tambaknya. Tingkat Pendidikan Pendidikan umumnya mempengaruhi cara berpikir petani tambak. Pendidikan yang tinggi dengan umur yang relatif masih muda akan menyebabkan petani tambak lebih dinamis. Pendidikan dapat diperoleh dari sumber informal, misalnya dari kursus-kursus atau penyuluhan, selain pendidikan formal. Tabel 2. Tingkat Pendidikan Petani tambak Responden pada Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja. Tahun 2023. Kategori Responden Tingkat Pendidikan Petani Tambak Frekuensi Persentase . Tamat SD/Sederajat Tamat SMP/Sederajat Tamat SMA/Sederajat Tidak Sekolah 6,67 13,33 Dengan hasil presentase petani tambak responden yang pernah mengikuti pendidikan http://journal. org/index. php/lms formal sebanyak 9 responden . %) yang sekolah dasar/tamat SD/Sederajat menengah tingkat SMP/Sederajat sebanyak 3 responden dengan persentase . %), tingkat SMA/sederajat sebanyak 1 responden . ,4%) dan tingkat tidak Sekolah sebanyak 2 responden . ,3%). Jumlah Tanggungan Keluarga Anggota keluarga merupakan jaminan dalam penyediaan tenaga kerja yang turut membantu dalam mengelola usahataninya. Anggota keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kegiatan usahatani yang dilakukan seseorang, sebab selain merupakan sumber tenaga kerja juga sering pula melibatkan anggota keluarga dalam melakukan pengambilan keputusan sehingga keputusannya merupakan keputusan keluarga. Semakin besar jumlah tanggungan keluarga berarti semakin besar pula usaha yang dilakukan oleh seorang petani tambak dalam membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup Tabel 3. Distribusi Penduduk Berdasarkan Tanggungan Keluarga Petani tambak Responden dalam Berusahatani Ikan Bandeng pada Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja. Tahun 2023. Jumlah Tanggungan Keluarga 2Ae 4 . >4 . Jumlah Kategori Responden Petani Tambak Jumlah Persentase Tabel 3. Menunjukkan bahwa rata-rata anggota keluarga responden petani tambak yang memiliki anggota keluarga 2-4 orang sebanyak 12 orang . %) dan yang mempunyai anggota keluarga >4 orang sebanyak 3 orang . %). Hal ini berarti sebagian besar petani tambak dan responden mempunyai jumlah anggota keluarga yang sedikit. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jumlah tanggungan keluarga masyarakat/kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu termaksud dalam kategori keluarga kecil, sehingga pengeluaran petani tambak dari hasil yang didapatkan dari usaha tambak ikan bandeng juga lebih kecil. Pengalaman Berusaha tani Pengalaman berusaha dapat mempengaruhi pola berpikir petani tambak dalam kegiatan yang mereka tekuni. Tinggi rendahnya pengalaman mereka tergantung dari berapa lama seseorang dalam melakukan kegiatan berusaha tani ikan Pengalaman berusahatani merupakan suatu proses pendidikan yang diperoleh diluar sekolah dan mempunyai arti penting bagi petani tambak tambak ikan bandeng dalam menekuni minat yang mereka lakukan serta dapat membawa perubahan bagi petani tambak Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Tabel 4. Jumlah Penggunaan Rata-rata Benih Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2021, 2022 dan 2023 Tahun Penggunaan Bibit Bandeng Rata-rata Penggunaan Bibit Bandeng/Ha (Eko. Karakteristik Usaha tani Tambak Ikan Bandeng Luas Tambak Luas tambak budidaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah luas wilayah dibagian permukaan air tawar yang digunakan sebagai tambak pembudidayaan ikan bandeng. Tabel 5. Luas Tambak Petani Tambak Ikan Bandeng, di Desa Mumbu. Tahun 2023. ABL 2 Ha 6,67 % 2 Ha 6,67 % Jumlah 2 Ha 6,67 % Luas Tambak 2 Ha 2 Ha 2 Ha 2 Ha Jumlah Benih Padat penebaran benih pada petani tambak ikan bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja berkisar antara 4. 000 ekor per hektarnya, hal ini disesuaikan dengan adanya bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang Tabel 6. Jumlah Penggunaan Benih Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023. Penggunaan Benih/nener (Ekor/H. 000 Ae 4. 501 Ae 5. Jumlah 53,33 46,67 Tabel 7. Penggunaan Tenaga Kerja Keluarga Petani Tambak Untuk Persiapan Lahan pada Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023. Uraian 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % 6,67 % Persiapan Lahan Pemupukan Penebaran Benih/Nener Pemeliharaan (Pemberian Paka. Pengontrolan http://journal. org/index. php/lms Persentase (%) Jumlah Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam pengelolaan usaha tambak ikan bandeng Persenta (%) 6,67 % 6,67 % 6,67 % 2 Ha 2 Ha 2 Ha 2 Ha 2 Ha 2 Ha 2 Ha Jumlah Responden (Oran. Tabel penggunaan benih oleh petani tambak ikan bandeng untuk padat penebaran 4. 000 Ae 4. berjumlah 8 responden . ,33%) dan kisaran 4. 501 Ae 000 ekor/ha diperoleh 7 responden . ,67%), dengan rata-rata padat tebar yaitu 4. 733 ekor/ha. Jumlah Responden (Oran. 2 Ha Tabel 5, menunjukkan bahwa petani tambak 15 responden mengelola tambak di atas 2 hektar > 2 ha . ambak lua. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tambak yang dikelola oleh petani tambak responden dikategorikan kedalam luas tambak yang tergolong . ambak lua. Tinggi rendahnya penggunan bibit tergantung oleh luas tambak dan intensitas modal yang dimiliki petani tambak. Bagi petani tambak yang memiliki luas tambak dan modal memadai untuk pengadaan bibit maka jumlah benih yang digunakan lebih banyak dibandingkan petani tambak yang memiliki modal dan tambak yang Dari data yang tertuang didalam tabel 4 di atas, dapat dibandingkan data penggunaan bibit 2 tahun sebelum tahun 2023. Inisial Respo Proses Budidaya Ikan Bandeng di Desa Mumbu Tehnik budidaya yang dilakukan petani tambak di Desa Mumbu masih cenderung mengikuti pola turun-temurun dan berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman petani tambak lain yang dianggap cukup berhasil dalam mengelola Sebelum melakukan proses budidaya petani tambak melakukan pengeringan kemudian penggalian lumpur dari caren tambak pematang dengan menggunakan cangkul, proses ini merupakan kegiatan yang membutukan tenaga kerja yang paling banyak di banding kegiatan lain dalam usahatani tambak ikan bandeng. Rata-Rata Penggunaan Tenaga Kerja (HKP/H. Tenaga Tenaga Kerja Kerja Keluarga Sewa 8,06 7,26 Total Rata-Rata (Hkp/H. 15,32 2,30 1,50 2,30 1,50 3,73 3,73 13,40 13,40 Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Air dan Penyakit Panen Jumlah 5,00 52,52 7,26 5,00 41,25 Tabel 7, menunjukkan tenaga kerja yang digunakan oleh petani tambak responden dalam usaha tambak ikan bandeng terdiri atas tenaga Sewa, penggunaan tenaga kerja keluarga digunakan dalam kegiatan persiapan tambak pemupukan, penebaran benih, pemeliharan pemberian paka. , pengontrolan air dan penyakit dan pemanenan. rata-rata penggunaan tenaga kerja Keluarga pada usaha tambak bandeng satu kali produksi di Desa Mumbu. Produksi Jumlah produksi pada petani tambak ikan bandeng kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja berkisar antara 1. 000 sampai 500 kg/ha. Adapun jumlah produksi serta presentase dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Jumlah Produksi yang diperoleh Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023 Produksi (Kg/H. 000 Ae Jumlah Jumlah Responden . Persentase (%) 86,67 13,33 Ket Rendah Sedang Tinggi Tabel 8, menunjukkan bahwa dari 15 responden yang diteliti terdapat 13 responden . ,67%) dengan jumlah produksi yang diperoleh petani tambak ikan bandeng sebesar 1. 000 sampai 2. kg/ha, 2 responden atau . ,33%) antara 2001 000 kg/ha. Sedangkan jumlah produksi rata-rata petani tambak responden sebesar 1. kg/ha. Tabel 9. Jumlah Produksi Rata-rata yang diperoleh Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2021, 2022 dan 2023. Tahun Produksi Produksi (Kg/H. /Siklus Rata-rata Tabel 9 produksi 2 tahun sebelumnya menunjukkan bahwa rata-rata produksi yang diperoleh petani tambak tahun 2021 yaitu 680 kg/Ha dan rata-rata produksi tahun 2022 yaitu sebesar 696 kg/Ha sedangkan jika dibandingkan dengan rata-rata produksi petani tambak tahun 2023 yaitu sebesar 1. 800 kg/Ha, mengalami http://journal. org/index. php/lms peningatan hasil produksi yang cukup baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan tiap tahun, mulai dari tahun Harga Jual Harga jual yang di peroleh petani tambak ikan bandeng di Desa Mumbu Kecamatan Woja berkisar antara Rp. 000 sampai Rp. 000 perkilo Adapun harga jual serta presentase dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Harga Jual Ikan Bandeng pada Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kabupaten Dompu. Tahun 2023. RataHarga Jumlah Persentase Responden (%) Harga (Rp/K. Jual/kg Ae 66,67 33,33 Ae Jumlah Tabel 10, menunjukkan bahwa dari 15 responden yang diteliti terdapat 10 responden . ,67 %) dengan harga jual Rp. 000 sampai Rp 000 per kilogram, untuk harga jual Rp. sampai Rp. 000 sebanyak 5 responden atau . ,33 %) dan harga jual Rp. 000 sampai Rp. 000 Sebanyak 0 responden atau . %). Dengan harga jual rata-rata ikan bandeng yaitu sebesar Rp. 000 perkilo gram. Harga jual rata-rata ikan bandeng pada tahun 2021 yaitu 14. 800/kg sedangkan harga rata-rata pada tahun 2022 yaitu 666/kg, terdapat 13 responden dengan harga jual Rp. 000 Ae Rp. 000 per kg atau 86,67 % sedangkan 2 responden dengan harga jual Rp. 000AeRp. 000/kg. sedangkan harga jual ratarata pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp. 000/kg. kenaikan dengan perbedaan harga sekitar Rp. 000/kg. Biaya Produksi Jumlah produksi pada petani tambak ikan bandeng kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja berkisar antara 1. 000 sampai 500 kg/ha. Tabel 11. Jumlah Produksi yang diperoleh Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023. Produksi (Kg/H. 000 Ae Jumlah Responden Persentase (%) Ket 86,67 Rendah Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Jumlah 13,33 Sedang Tinggi Tabel 11, menunjukkan bahwa dari 15 responden yang diteliti terdapat 13 responden . ,67 %) dengan jumlah produksi yang diperoleh petani tambak ikan bandeng sebesar 1. 000 sampai 000 kg/ha, 2 responden atau . ,33 %) antara 2001 sampai 4. 000 kg/ha. Sedangkan jumlah produksi rata-rata petani tambak responden 800 kg/ha. Jika dibandingkan dengan data hasil produksi selama 2 tahun sebelumnya terdapat perbedaan hasil produksi yang sangat signifikan yaitu produksi pada 2 tahun sebelumnya mengalami hasil yang sangat sedikit. Adapun jumlah produksi serta presentase dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 12. Jumlah Produksi Rata-rata yang diperoleh Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2021, 2022 dan Tahun Produksi Produksi Rata-rata (Kg/H. /Siklus Tabel 12 produksi 2 tahun sebelumnya menunjukkan bahwa rata-rata produksi yang diperoleh petani tambak tahun 2021 yaitu 680 kg/Ha dan rata-rata produksi tahun 2022 yaitu sebesar 696 kg/Ha sedangkan jika dibandingkan dengan rata-rata produksi petani tambak tahun 2023 yaitu sebesar 1. 800 kg/Ha, mengalami peningatan hasil produksi yang cukup baik. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor produksi. Besarnya jumlah produksi dari masing-masing petani tambak yang berfariasi, disebabkan karena rata-rata jumlah faktor produksi yang digunakan pada usahatani berfariasi pula. Berfariasinya jumlah produksi yang diperoleh petani tambak responden disebabkan oleh perbedaan jumlah penggunaan modal, luas tambak, konstruksi tambak, cuaca maupun jumlah bibit yang dibudidayakan. Petani tambak responden yang mampu mengolah tambak lebih luas maka produksi yang diperoleh lebih banyak, luas tambak budidaya senantiasa ditunjang dengan pemilikan modal yang lebih besar, semakin luas tambak yang dibudidayakan maka pengorbanan untuk membeli input berupa bibit, pupuk, pakan, pestisida dan biaya tenaga kerja lebih besar pula. Jumlah produksi itu sendiri terjadi akibat penggunaan input yang tidak efisien . enih ikan yang ditebar tidak sesuai dengan kapasitas tambakny. atau over kapasitas, hal ini pengetahuan, rasa ingin cepat mendapatkan hasil http://journal. org/index. php/lms yang banyak tanpa memikirkan resiko usaha dan keterbatasan modal yang dimiliki pembudidaya untuk membeli benih, dan biaya lainnya, serta perbedaan perlakuan setiap pembudidaya dalam membudidayakan ikannya. Dari data tersebut Terdapat perbedaan ratarata produksi 2 tahun sebelumnya dengan tahun 2023 yaitu sebesar 1. 134 kg/ha per siklus atau mengalami kenaikan produksi yang cukup baik. Hal mendapatkan hasil produksi yang lebih baik setelah mendapatkan bantuan dari dinas kelautan dan perikanan. Biaya produksi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu keseluruhan nilai yang dikeluarkan petani tambak selama satu kali produksi dalam proses produksi tambak ikan Tabel 13. Rata-rata Biaya Produksi Petani Tambak Ikan Bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu. Tahun 2023. Rata-rata No Uraian (Rp/H. Biaya Tetap (TFC) Biaya Variabel (TVC) Biaya Total (TC) Tabel 13, menunjukkan bahwa besarnya biaya produksi yang dikeluarkan responden petani tambak ikan bandeng kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu rata-rata biaya produksi sebesar Rp. 500 per satu kali produksi. Pembahasan Berdasarkan tabel 11 dapat dilihat bahwa total penerimaan yang diterima oleh petani tambak Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu Kecamatan Woja tahun 2023 sebesar Rp. sedangkan rata-rata penerimaan yang diperoleh petani tambak sebesar Rp. 333/ha, dan porsentase yang di dapatkan merupakan hasil pembagian antara jumlah penerimaan masingmasing responden di kalikan seratus. Sedangkan penerimaan tahun 2021 dan tahun 2022 oleh petani tambak dengan rata-rata penerimaan kelompok Rp. 000 per siklus produksi, sedangkan untuk penerimaan rata-rata anggota yaitu sebesar Rp. 000 per siklus produksi. Hasil data tersebut di atas dapat setelah dianalisis menunjukkan hasil bahwa, pendapatan petani tambak 3 tahun terakhir, terhitung dari tahun 2021-2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal tersebut disebabkan oleh adanya bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, sehingga dapat dibandingkan penerimaan yang diperoleh oleh petani tambah sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan. Sebagaimana penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa. Penerimaan juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain: . Penerimaan total . otal revenu. adalah keseluruhan penerimaan yang dihitung dari hasil perkalian antara harga dan kuantitas output yang Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . terjual, . Penerimaan rata-rata . verage revenu. adalah penerimaan per unit output. Penerimaan rata-rata sama dengan harga jual per unit output, . Penerimaan marjinal . arginal revenu. adalah tambahan penerimaan yang diperoleh dari penjualan satu unit output Teori Muksidar mengemukakan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu modal, tenaga kerja, peralatan kerja dan skill. Dalam arti sederhana pendapatan dapat pula diartikan sebagai total penerimaan setelah dikurangi dengan semua biaya . Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang dihitung dalam jangka waktu tertentu, bentuk dan jumlah pendapatan mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberi kepuasan, disamping itu pendapatan berfungsi pula untuk mencukupi kegiatan lain dan kewajiban-kewajiban. Pendapatan tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti hasil penjualan jasa, hasil penjualan barang dagangan, hasil penjualan produksi pertanian dan sumber-sumber lainnya. Berdasarkan tabel 12 dapat di lihat bahwa besarnya biaya produksi yang dikeluarkan responden petani tambak ikan bandeng Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu rata-rata biaya produksi sebesar Rp. 500 per satu kali produksi. Sedangkan besarnya biaya produksi kelompok pada tahun 2021 dan tahun 2022 sebesar Rp. Adapun biaya yang dikeluarkan oleh petani tambak responden dalam usaha tambak ikan bandeng meliputi biaya tetap yaitu biaya pembuatan pintu air, pajak lahan, dan penyusutan alat sedangkan biaya variabel yaitu biaya untuk benih, pupuk, pakan, pestisida, upah tenaga kerja, dan biaya sewa eksa. Biaya yang dikeluarkan petani tambak responden dipengaruhi oleh luas tambak yang dikelola, semakin luas tambak yang dimiliki oleh petani tambak maka biaya yang dikeluarkan semakin besar. Dari hasil di atas memperoleh hasil analisis, bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani tambak 3 tahun terakhir, terhitung dari tahun 2021-2023 mengalami peningkatan biaya produksi, hal itu disebabkan adanya bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu melalui bantuan sarana dan prasarana produksi. Secara langsung akibat dari peningkatan biaya produksi pun akan memberikan dampak pada peningkatan jumlah produksi, sehingga ikut Sebagaimana teori produksi (Aryanti & Ikhwan, 2. Dalam suatu proses produksi dibutuhkan input yang berupa faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana agar kegiatan berjalan dengan lancar. Sehingga, jika faktor produksi tidak ada, maka proses produksi juga tidak akan berlangsung. Faktor-faktor produksi antara lain adalah Capital atau modal. Labour atau tenaga kerja. Skill atau keahlian atau kemampuan, dan Land atau tanah, karena produksi merupakan kombinasi dari berbagai input yang menghasilkan output agar tercipta nilai tambah dari barang atau jasa http://journal. org/index. php/lms Hasil penelitian oleh (Jiuhardi, 2. dengan mengasumsikan bahwa peningkatan produksi selalu sama dengan pendapatan. Setiap peningkatan produksi akan selalu diikuti oleh peningkatan pendapatan. (Aulia Inderianti et al. Untuk meningkatkan pendapatan, maka memaksimalkan modal operasional agar lebih efektif dan efisien, sehingga modal operasional yang dikeluarkan dapat menghasilkan output yang maksimal sehingga akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan. Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa pendapatan yang diperoleh responden petani tambak ikan bandeng sebesar Rp. Sedangkan rata-rata Pendapatan petani tambak Rp. Berdasarkan Tabel 14, menunjukan bahwa pendapatan kelompok 2 tahun sebelumnya dengan rata-rata pendapatan kelompok yaitu sebesar Rp. 000 dan pendapatan rata-rata anggota kelompok yaitu sebesar Rp. 000 per siklus produksi, mengalami kenaikan pendapatan 144% dari 2 tahun sebelumnya. Hal tersebut di atas disebabkan besarnya biaya mengakibatkan peningkatan pendapatan petani tambak, karena besar kecilnya Pendapatan yang di terima petani tambak ikan bandeng setiap panen dapat dipengaruhi oleh luas tambak, jumlah produksi dan harga jual. Pendapatan yang diterima petani tambak tentunya telah dikurangi dengan semua biaya yang digunakan pada saat proses produksi. Biaya-biaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah biaya variabel, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan bibit, pupuk, pakan, pestisida, tenaga kerja sedangkan biaya tetap yaitu biaya pembuatan pintu air tambak, pengadaan peralatan dalam usaha budidaya ikan bandeng dan pembayaran pajak tambak. Keadaan Covid-19 pada tahun 2021 dan tahun 2022 masih sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas terutama dampak penurunan harga pada semua bidang usaha tidak terkecuali harga usaha di bidang perikanan budidaya. Belajar dari kondisi tersebut, tahun 2023 harga jual ikan kembali mulai normal dan hasil produksi mulai stabil kembali dan semangat pembudidaya tambak mulai normal. Hal ini disebabkan oleh selain adanya dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memberikan suntikan bantuan kepada petani tambak pun karena sudah tidak diberlakukan social distancing sehingga usaha mulai dijalankan dengan serius, konstruksi tambak mulai diperbaiki, pengelolaan lahan perlahan semuanya diperbaiki hal ini didukung juga dengan intensnya pendampingan penyuluh perikanan dalam mendampingi pelaku usaha. Sehingga produksi ikan bandeng cukup baik bertepatan dengan harga ikan sudah kembali normal sehingga pendapatan petani tambak meningkat sesuai yang diharapkan, karena sejatinya menurut teori pendapatan pada prinsipnya mempunyai sifat menambah atau menaikkan nilai kekayaan pemilik perusahaan atau kelompok, baik dalam Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . bentuk penerimaan maupun tagihan atau pendapatan adalah semua barang, jasa dan uang yang diperoleh atau diterima oleh seseorang atau masyarakat dalam suatu periode tertentu dan biasanya diukur dalam satu tahun yang diwujudkan dalam skop nasional . asional incom. dan ada kalanya dalam skop individual yang disebut pendapatan perkapita . ersonal incom. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Rata-rata penerimaan petani tambak ikan bandeng di Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu per produksi empat hingga enam bulan adalah Rp. 333, dengan produksi rata-rata 1. kg/ha dan biaya total Rp. Produksi tahun 2023 meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 dan 2022, yang masing-masing sebesar 680 kg/ha dan 696 kg/ha, berkat bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu. Bantuan ini memungkinkan petani meningkatkan alat-alat, pendapatan rata-rata per hektar meningkat menjadi Rp. 833 per produksi pada tahun 2023 dari Rp. 000 pada dua tahun Data tersebut menunjukkan bantuan ini berdampak positif pada keberlanjutan produksi dan pendapatan petani tambak. Saran Petani tambak ikan bandeng di Kelompok Diwu Nggoa Desa Mumbu disarankan untuk meningkatkan produksi dengan menambah kapur, saponin, nener bandeng, dan pupuk, serta mengurangi penggunaan pakan dan tenaga Pemerintah setempat diharapkan rutin memberikan penyuluhan tentang pengelolaan tambak untuk memaksimalkan produksi dan mengatasi perubahan cuaca atau bencana Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan usaha tambak di Desa Mumbu dengan tambak yang lebih maju di daerah lain guna mengidentifikasi masalah yang ada. DAFTAR RUJUKAN Aisyah. Nugroho. , & Syah. Analisis Usahatani Bandeng dan Udang Vaname pada Masa Pandemi Covid 19 di Desa Duduk Sampeyan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7. , 767Ae777. Amali. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Kabupaten Tanjung Timur. J-MAS (Jurnal Manajemen Dan Sain. , 6. , https://doi. org/10. 33087/jmas. Amrudin. Roni. Metodologi Penelitian Kuantitatif (F. Sukmawati (Ed. Pertam. Pranida Pustaka.