Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Penentuan Harga Pokok Produk Tanaman Holtikultura Dalam Menentukan Harga Jual Produk Treesje A. C Langi 1. Loula L. L Walangitan 2. Anita L. V Wauran3 ,Anneke M. Kaunang 4 Akuntansi Perpajakan. Akuntansi. Politeknik Negeri Manado. Manado1,2,3,4 Treesjelangi005@gmail. com, loulallwalangitan@yahoo. com, anitaludia@gmail. com, anneke. evania@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produk tanaman holtikultura dalam rangka penentuan harga jual produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga unsur biaya produksi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik sebagai unsur pembentuk biaya Pengelompokan biaya produksi tersebut didapat dari tiga tahapan yang dibagi pertama, tahap awal atau tahap persiapan lahan, tahap produksi atau tahan mulai menanam sampai tanaman siap panen/berbuah sampai tahap akhir yang merupkan proses menghasilkan buah sampai berhenti menghasilkan buah. Dengan proses sampai pembuahan hanya butuh 3 bulan dan akan berbuah terus selama 3 bulan kedepan, dengan panen atau mendapatkan hasil setiap 2 minggu selama 3 bulan, sampai pada akhirnya tidak akan diambil lagi karna akan masuk dalam proses awal lagi. Pada bisa mengetahui berapa harga pokok produksi untuk menentukan harga jual yang wajar. Dengan mengumpulkan semua unsur biaya yang ada, dengan penentu harga pokok produk menggunakan metode full costing. Kata kunci: harga, holtikultura, produk, produksi,panen Abstract The research aims to determine the cost of horticultural plant products in order to determine the selling price of the product. The results showed that there were three elements of production costs, raw material costs, labor costs and factory overhead costs as the forming elements of production costs. The grouping of production costs is obtained from three stages which are divided first, the initial stage or the land preparation stage, the production stage or resistance from planting until the plants are ready to harvest / bear fruit to the final stage which is the process of producing fruit until it stops producing fruit. With the process until conception it only takes 3 months and will bear fruit continuously for the next 3 months, by harvesting or getting results every 2 weeks for 3 months, until in the end it will not be taken anymore because it will enter the initial process again. You can find out how much the basic price is. production to determine a fair selling price. By collecting all existing cost elements, determining the cost of the product uses the full costing method. Keyworlds:product,production,price,harvest,horticultural Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 PENDAHULUAN Proses penanaman tanaman dalam hal ini tanaman lombok dimulai dengan mempersiapkan lahan yang akan ditanami tersebut, dengan mulai membersihan lahan tersebut, memberikan pupuk pada lahan tersebut sebelum diberikan bibit tanaman tersebut. Selanjutnya setalah beberapa saat barulah bibit lombok siap ditanam, dengan waktu pertumbuhan antara 4 sd 6 bulan untuk siap di panen. Setelah panen pertama kalo tanaman tersebut akan terus menghasilkan setiap 2 sampai dengan 3 minggu sampai umur tanaman kira 7 bulan. Dan pada masa tersebut tanaman harus terus dipelihara dengan membersihkan bagian disekitar tanaman tersebut, agar tetap mengeluarkan buah atau hasil. Untuk menanam kembali lahan yang sudah menghasilkantersebut, dibutuhkan waktu tunggu sekitar 1 sampai 2 bulan untuk persiapan menanam kembali. Sehingga dari sikulus tanam tersebut atau siklus produksi bisa dibagi kedalam tiga tahapan. Pertama tahap persiapan, yaitu tahapan atau waktu dimana memperisiapkan lahan untuk ditanamin, melalui pembersihan lahan sampai dengan proses pemupukan lahan/ tanah untuk mencegah virus atau bakteri yang ada pada lahan tersebut, kedua tahapan penanaman, dimulai saat penanaman bibit sampai menghasilkan produk yang siap dijual, tahap ketiga yaitu tahap setalah produk menghasilkan sampai pada masa umur produktif tanamanan tersebut habis atau tidak menghasilkan lagi. Saat Panen tiba, produk dalam hal ini tanaman/ buah lombok yang sudah siap untuk dijual harga jual yang ditentukan oleh para petani maupun pemilik lahan dalam menentukan harga jual, hanya berdasarkan harga pasar pada saat Dimana mereka tidak mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang didapat atau malahan menggalami kerugian akan penjulan tersebut. Dikarenakan ketidaktahuan akan perhitungan dan penyusunan harga pokok produksi dalam rangka menentukan harga jual menjadi kendala utama para petani penggarap dan pemilik lahan tersebut. Karna salah satu tujuan dan manfaat dari menentukan harga pokok penjualan adalah untuk menentukan harga jual dari produk tersebut, agar tidak mengalami kerugian, dimana harga pokok lebih besar dari harga jual produk. Proses penanaman sampai dengan tanaman menghasilkan merupakan suatu proses produksi, dari mulai persipan lahan sampai drngan produk dihasilkan dalam hal ini produk berbuah dan siap dipanen. Sehingga permasalahan disini adalah bagaimana menentukan harga pokok produk tanaman holtikultura ini sabagai dasar dalam menentukan harga jual untuk bisa dijual dipasaran menginggat akan biaya biaya yang terdapat didalamnya dalam membentuk ataupun menghasilkan produk holtikultura tersebut agak berbeda dengan dengan biaya tanaman bukan Penentuan harga pokok Produk untuk tanaman holtikultura ini agak berbeda dengan penentuan Harga Pokok Produk untuk tanaman lainnya, karena karekteristik umur tanaman yang bebeda dan siklus hidup atau umur ekonomis yang berbeda, sehingga diperlukan suatu perhitungan penentuan harga pokok yang berbeda dibanding denga tanaman lainnya. Adapun tahapan dari produk holtikultura ini adalah dimulai dari proses awal dimulai dengan penyemaian bibit, pembersihan lahan sampai dengan pembuatan bedeng,pembeuatan mulsa, proses pembibitan sampai penanaman bibit, proses pertumbuhan dan pemeliharaan dan pada akhirnya sampai pada proses panen atau dalam istilah produksi adalah proses menghasilkan Ini semua yang harus diperhatikan dalam menentukan harga pokok produk yang dihasilkan tersebut. Mulai dari biaya tenaga kerja selama pembukaan lahan pemeliharaan lahan sampai dengan produksi/panen. Biaya pembibitan, biaya pemeliharaan dan biaya pembelian Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 bibit serta pembebasan hama dan biaya lainnya sebagai biaya yang terjadi selama penanaman sampai panen. Karna sistem pengumpulan data biaya yang berbeda dengan Tanaman lain dikarenakan waktu produksi yang tidak terlau lama , dalam hal tanaman non holtikultura maka diperlukan suatu penentuan harga pokok produk melalui pengumpulan biaya biaya yang terjadi selama proses produksi dalam hal ini proses mulai dari pembukaan lahan sampai produk dihasilkan dan siap dijual. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai proses produksi mulai dari awal persiapan lahan sampai menghasilkan sehingga bisa diketahui biaya biaya apa saja yang timbul sebagai pembentuk harga pokok produk tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Produksi/Tahapan Menanam Tanaman holtikultura yang dimaksud disini adalah tanaman lombok yang mempunyai umur ekonomis tidak lebih dari 6 bulan. Umur ekonomis disini maksudnya adalah masa dimana produk dimulai sampai menghasilkan. Untuk tanaman lombok itu sendiri, dalam menghasilkan produk bisa berulang kali sejak produk tersebut menghasilkan, dengan maksimal proses produksi selama 3 bulan, dimana tanaman tersebut akan menghasilkan produk( berbua. setiap 2 minggu atau 6 kali berbuah. selama 3 bulan, dari awal menghasilkan ( berbua. Tanaman holtikultura ini dari mulai proses awal sampai menghasilkan ( berbua. atau memberikan hasil produksi selama 75 sd 90 hari hari atau paling lama 3 bulan dan akan mulai menghasilkan berbuah/ berpoduksi selama 2 s/d 3 bulan. Jadi proses produksinya dari awal sampai akhir selama 5 s/d6 bulan atau selama hampir 180 hari. Adapun proses menghasilkan( berbua. yang kita sebut dengan proses produksi, akan melalui 3 tahapan. Pertama persiapan awal/persiapan lahan, dimulai dengan penyemaian bibit( semai bibi. selama 1 bulan sebelum bibit tersebut dipindahkan ke lahan ,kemudian persiapan lahan yang akan ditanam dimulai dengan proses pajeko yaitu pembersihan lahan, pembuatan bedeng serta pemasangan mulsa/plastik yang membutuhkan waktu selama 4 hari. , selanjutkan bibiit siap ditanam untuk selanjutnya menjadi pohon dan siap untuk menghasilkan buah/ Kedua proses pengolahan lahan/mulai bibit ditanam sampai berbuah/ menghasilkan. Dalam proses/tahapan ini dimulai dengan pemindahan bibit yang telah disemai ke lahan yang telah terlebih telah diberikan pupuk untuk pertumbuhan tanaman/pohon tersebut, selanjutnya pada masa tanam persebut pohon /tanaman tersebut akan disemprot juga dengan racun agar tidak kena hama yang nantinya akan memakan tanaman/pohon tersebut selama masa Setiapa tanaman/ pohon akan dibuatkan bedeng dengan menggunakan bambu dimana setiap tanaman/pohon membutuhkan 1 bambu. Tahapan/proses ini membutuhkan 2,5 sd 3 bulan sampai menghasilkan/berbuat atau berproduksi. Tahapan ketiga adalah tanaman/pohon berbuah atau siap menghasilkan, dimulai dengan tanaman/pohon mulai menghasilkan buah sampai berhenti menghasilkan. Pada saat tanaman/pohon sudah berbuah akan terus berbuah setiap 2 minggu selama 3 bulan atau panen sebanyak 6 kali dalam 3 bulan. Selanjutnya produk/buah yang dihasilkan akan semakin berkurang. Dan biasanya pada saat itu petani penggarap akan berhenti mengambil buah, dan segera membersihkan tanaman/pohon tersebut akan biaya yang dikeluarkan akan lebih besar dibandinkan hasil yang diterima. Dalam penelitan ini lahan yang digunakan untuk menanam adalah seluas 5000m, dengan pohon/bibit yang ditaman adalah sebanyak 3000 pohon/tanaman. Biaya biaya yang terjadi selama proses produksi/menanam produk Proses Persiapan lahan/Awal Dalam proses atau tahapan ini biaya yang dikeluarkan adalah : Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tabel 1 Biaya Proses Persiapan Lahan ( Tahap . Nama Biaya Keteranagn Biaya Bibit Bibit yang akan dipakai untuk penyemaian sebelum dipindahlan ke lahan untuk memulia proses tanam /proses produksi Biaya Gaji Pembayan upah/gaji kepada pekerja yang melakukan pekerjaan penyemaian bibit, pembersihan lahan sebelum ditanamin , pemberian pupuk untuk lahan, membajak lahan yang akan ditanamin, membuat bedeng serta memasang pulasa/plastik untuk lahan yang akan ditanamin. Biya Pupuk Pupuk digunakan untuk lahan agar subur/bagus sebelum ditanamin bibit Biaya Bedeng Bedeng yang dipakai berasal dari bambu yang mana setiap bibit/pohon membutuhkan 1 bambu untuk bedeng Biaya Mulsa?Plastik Mulsa/plastik digunakan untuk mencegah masuknya hama ke lahan yang akan ditanamin Biaya Hama biaya obat untuk membunuh hama yang ada ditanah yang akan di tanam bibit lombok Sumber: data olahan,2021 Dalam tahapan persiapan awal ini, atau persiapan lahan ini ada 6 jenis biaya yang dikeluarkan dalam proses tersebut diatas. Biaya bibit, biaya gaji,biaya pupuk biaya bedeng,biaya mulsa dan biaya hama. Ini adalah biaya biaya yang dikleuarkan dalam proses awal produksi yang kita sebut dengan persiapan awal produksi. Proses pengolahan lahan/mulai bibit ditanam sampai berbuah/ menghasilkan Dalam proses atau tahapan ini biaya yang dikeluarkan adalah : Tabel 2 Biaya Proses Pengolahan Lahan ( Tahap 1I) Nama Biaya Keterangan Biaya Gaji Pembayan upah/gaji kepada pekerja yang melakukan pekerjaan penaman bibit setelah disemai untuk dipindahkan ke lahan untuk ditanam,pembersihan lahan selama proses penaman dan pertumbuhan bibit menjadi pohon dan bebuah , pemberian pupuk salama proses pertumbuhan bibit menjadi pohon, dan pemberian hama ke lahan untuk mencegah hama tanaman dari lahan Biaya Pupuk Pupuk digunakan untuk menjaga bibit agar terus bertumbuh menjadi pohon yang hasilnya/ berbuah baik Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Biaya Hama biaya obat untuk membunuh hama yang ada ditanah supaya tidak menghalangi pertumbuhan bibit menjadi pohon yang akan akan menghasilkan buah/produk Sumber : data olahan, 2021 Dalam tahapan ini merupakan proses dimulainya produksi, dari menam bibit sampi bibit tersebut bertumbuh menjadi pohon sampai berbuah dan siap untuk dipanen, atau siap Setelah lahan siap untuk ditanamin maka biaya yang terjadi adalah, biaya bibit merupakan biaya pembelian bibit untuk ditaman menjadi produk, biaya gaji adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji/upah kepada orang yang menama bibit tersebut. Selanjutnya selama proses produksi itu berlangsung, yaitu proses dimana bibit mulai ditanam sampai bibit tersebut menghasilkan produk. adapun yang biaya yang terjadi adalah, biaya gaji/ upah untuk menjaga lahan selama bibit ditanam sampai menghasilkna produk dengan kegiatan membersihan rumput disekitar tanaman, memberikan pupuk serta menjaga agar sampai produk tersebut terkena hama. Biaya hama untuk mencegah jangan sampai ada hama yang bisa memakan tanaman tesebut, biaya obat/ pupuk untuk meningkatkan hasil produk lebih baik. Sehingga dalam proses/tahapan ini ada 3 jenis biaya yang terjadi, biaya gaji, biaya pupuk dan biaya hama. Proses akhir Tahapan ketiga adalah tanaman/pohon berbuah atau sudah menghasilkan Dalam proses atau tahapan ini biaya yang dikeluarkan adalah : Tabel 3 Biaya Proses Akhir /Panen ( Tahap . Nama Biaya Keterangan Biaya Gaji/upah Pembayan upah/gaji kepada pekerja yang melakukan pekerjaan memetik buah atau hasil dari pohon yang ditanam dan pembersihan lahan selama proses berbuah/produksi. Biaya Pemeliharaan Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pemeliharaan lahan selaianbiaya gaji untuk menjaga lahan agar siap terus menghasilkan, seperti biaya angkut sampah rumput yang menghalangi pertumbuhan buah/produk. Sumber : data olahan 2021 Dalam tahapan ini dimana merupakan tahapan akhir dari proses produksi atau tahap panen, dimana produk dalam hal ini buahnya sudah bisa diambil , dan biaya yang dikeluarkan hanya biaya gaji dan biaya pemeliharaan saja. Hal ini dikarenkan dalam tahapan ini tanaman akan berbuah/berpoduksi tidak hanya sekali tapi bekali kali sampai batas waktu 3 bulan maksmimalnya, dan menghasilkan buah/produk setiap 2minggu, sehingga ada biaya gaji untuk membayar pekerja yang memanen selama proses tersebut dan juga menjaga kesuburan lahan selama proses panen tersebut agar terpelihara baik. Jadi selama proses produksi tanaman tersebut sampai menghasilkan membutuhkan waktu 12 sampai 15 minggu. Penggolongan Biaya Produksi Berdasarkan tahapan produksi diatas maka selanjutnya adalah mengolongkan biaya berdasarkan karakteristik biaya yang timbul/terjadi pada tahapan produksi diatas Biaya Bahan baku, adalah bibit yang ditaman pada saat awal siklus produksi dimulai. Biaya Tenaga Kerja,Biaya tenaga kerja yang dimaksud disini adalah semua usaha fisik yang dikleuarkan oleh karyawan untuk memproduksi dalam hal ini menanam samai dengan memetik hasil , dalam hal ini biaya tenaga kerja dalam mengeloh tanah pada awal persiapan Lahan, biaya tenaga kerja pada saat proses penanaman berlangsung dalam menjaga/ memelihara tanamana. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 dan biaya tenaga kerja pada saat tanaman menghasilkan baik tenaga kerja dalam untuk memetik hasil tanaman, maupun tenaga kerja dalam mengangkut hasil tanaman. Biaya Overhead Pabrik adalah biaya hama, biaya bedeng, biaya mulsa dan biaya pupuk tanaman. Harga Pokok Produk dan Harga Jual tanaman Holtikultura/Lombok Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode full costing dalam menentukan harga pokok produk tanaman holtikultura tanaman lombok dengan memperhitungkan semua unsur biaya kedalam harga pokok produksinya, maka harga pokok tanaman lombok dengan menggunakan metode full costing adalah biaya baha baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang meliputi biaya pupuk, biaya bedeng, biaya mulsa, biaya hama dan biaya pemeliharaan. Maka diketahui harga Pokok Tanaman Holtulutura Taman Lombok Tersebut adalah sebagai berikut, dengan Luas lahan yang ditanamin bibit seluas 5000m, dengan 3000 bibit pohon diketahui biaya yang dikeluarkan sbb : Biaya Bibit Rp 1. 000,Biaya Pupuk Rp 5. 000,Biaya mulsa Rp 2. 000,Biaya Hama Rp 3. 000,Biaya Bedeng Rp 1. Biaya Pemeliharaan Rp 1. 000,Biaya Gaji Rp 10. Total Rp 26. Diketahui bahwa 1 pohon bisa menghasilkan 0,8 Kg/ sd 0,9 kg, dalam periode tersebut lahan tersebut menghasilkan 3000 pohon dengan total Produk yaitu 2700 kg atau 27 ton. pemetikan adalah Rp 3000/kg. Jadi Biaya gaji/upah untuk pemetikan adalah . 0kg x Rp 000,- =Rp 8. ditambah biaya gaji/upha selama proses awal sampai akhir Rp 000, jadi total biaya upah/gaji Rp 10. Sehingga dari biaya tersebut diatas diperoleh Biaya Poduksi sebagai berikut: Harga Pokok Produksi Tanaman Holtikultuta/Lombok Biaya Bahan Baku Rp 1. 000,Biaya tenaga kerja langsung Rp 10. 000,Biaya Overhead Pabrik Rp Rp 13. 000,Total Biaya Produksi Rp 26. Sehingga didapat Biaya Produksi Per kilo adalah Rp 99. 000,- dibagi 2700kg sebesar Rp 667,-. Diketahui harga Jual/ harga Pasar lombok adalah sebesr Rp 24. 000,- perkilo dalam kondisi normal. Sehingga dengan perhitunga tersebut diatas dengan harga pasar tersebut maka pekerja/ penggarap tidak menggalami kerugian. Perhitungan selisih harga Pokok dan Harga Jual Harga Jual/kg Rp 24. 000,- x 2. 700 kg = Rp 64. 000,Harga Pokok/Kg Rp 9. 667,- x 2. 700 kg = Rp 26. 900,Selisih Rp 14,333/Kg Rp 38. Perhitungan Harga Pokok Penjualan Penjualan ( 2700 kg x Rp 24. Rp 64. Persedian awal Harga Pokok Produk 26. Persediaan Akhir Harga Pokok Penjualan Rp 26. 000,Laba Kotor Rp 38. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 KESIMPULAN Berdasarkan peneltian ini didapatlah unsur biaya produksi penentu Harga Pokok Produk Tanaman Holtukultura dalam hal ini tanaman Lombok, adapun unsur biaya produksi adalah Biaya Bahan Baku. Biaya tenaga kerja dan Biaya Overhead. Dimana Biaya bahan Baku didalamnya adalah biaya bibit, biaya Tenaga kerja didalamnya biaya gaji/upah, dan Biaya Overhead Pabrik didalamnya ada biaya hama, biaya pupuk, biaya bedeng, biaya mulsa dan biaya pemeliharaan. Dari perhitungan Harga Pokok Produk didapatlah Harga Per kilo Tanaman Lombok adalah sebesar Rp 9. 667,-/kg untuk 2700 Pohon/produk. Dengan Harga Jual sebesar Rp 24. 000/kg. Sehingga ada selisih lebih antara harga pokok dan harga jual. Sehingga penentuan harga jual bisa didapat dengan menggunakan metode harga pokok produk dengan metode full costing, dan manfaat dari penentuan harga pokok dapat dirasakan untuk pengambilan keputusan penentuan harga jual produk tersebut. Dari hasil penelitian dengan Luas lahan sebensar 5000m dengan pohon/produk sebanyak 3000 pohon dengan hasil sebanyaj 2700kg mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 64. 0000,- dengan biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 26. 000,- memperolehh keuntungan sebesar Rp 38. 000,berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode penentuan harga pokok produk dengan metode full costing. Each UCAPAN TERIMA KASIH Pada Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih kepada : . Direktur Politeknik Negeri Manado,2 Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Politeknik negeri Manado,. Ketua jurusan Akuntansi,. Koordinator Program Studi Akuntansi Perpajakan, yang sudah memberikan bantuan berupa dana dan suport dalam penulisan artikel ini sebgai lembaga yang memberikan pendanaan, dan akhirnya kepada objek penelitian yaitu penggelola lahan yang sudah memberikan data dan informasi guna penulisan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA