JPFT - volume 12, nomor 2, pp. Agustus 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN KARTU BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 SIGI THE INFLUENCE OF THE COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE TALKING STICK ASSISTED BY PICTURE CARDS ON THE LEARNING OUTCOMES OF CLASS X STUDENTS IN SMA NEGERI 6 SIGI Annisa Istiqoma. Muslimin. Miftah . Nurgan Tadeko Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia annisaistiqoma14@gmail. Kata Kunci Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 6 Sigi. Jenis penelitian ini merupakan quasi experiment desain The Non-Equivalent Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh dengan sampel penelitian kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XD sebagai kelas kontrol. Instrumen hasil belajar siswa berupa tes pilihan ganda. Hasil analisis uji Independent Sample T-Test pada nilai sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, maka H1 = diterima. Pada perhitungan N-Gain Score, kelas eksperimen sebesar 61,09% dengan kategori cukup efektif sedangkan kelas kontrol sebesar 39,15% dengan kategori tidak efektif. Penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar siswa antara model direct instruction dan talking stick berbantuan kartu bergambar. Keywords Abstract Model Pembelajaran. Talking Stick. Kartu Bergambar. Learning Model. Talking Stick. Picture Card A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 This study aims to determine the influence of the talking stick type cooperative learning model assisted by picture cards on the learning outcomes of students in SMA Negeri 6 Sigi. This type of research is a quasi-experiment with The Non-Equivalent Pretest-Posttest design. The sampling technique used in this study is saturated sampling with class XA research samples as the experimental class and class XD as the control class. The student learning outcome instrument is in the form of a multiple-choice test. The results of the analysis of the Independent Sample T-Test test on the sig. -taile. 000<0. 05, then H1 accepted. In the calculation of the N-Gain Score, the experimental class was 61. 09% with the category of moderately effective while the control class was 39. 15% with the category of ineffective. The results of the study showed that difference in students' learning outcomes between the direct instruction model and the talking stick model. Received 02/03/2024. Revised 20/03/2024. Accepted 10/04/2024. Available Online 31/08/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN Kualitas pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan. Model digunakan, termasuk di dalamnya tujuantujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Oleh karena itu Model pembelajaran sangat mempengaruhi hasil dari proses pembelajaran . Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, antara lain model pembelajaran yang diterapkan oleh guru di dalam kelas, lingkungan belajar siswa dan media pembelajaran yang digunakan dalam Pendidikan pembentukan karakter, ilmu serta mental Pada pembentukan karakter, guru keberhasilan misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah, tanggung jawab yang besar oleh seorang guru dalam rincian tugas mengatur, kondusif dengan menerapkan berbagai model meningkatkan nilai suatu proses pembelajaran . Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online proses pembelajaran, yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan dilakukan oleh peneliti dengan guru mata pelajaran fisika di sekolah, ditemukan bahwa permasalahan yang biasa muncul pada akhir pembelajaran, yaitu rendahnya hasil belajar fisika siswa. Diketahui dalam proses kegiatan pembelajaran guru menggunakan metode ceramah yang diselingi dengan tanya jawab serta pemberian tugas. Namun, pada saat kegiatan tanya jawab maupun diskusi siswa mengemukakan pendapat maupun ketika mereka tidak mengerti mengenai materi yang disampaikan oleh guru. Kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa . Berdasarkan hal tersebut perlu adanya solusi yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar Solusi yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan model dan metode pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif serta lebih terpusat pada siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sizi et pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatan keaktifan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa, dan menurut Sucipto et al. model pembelajaran kooperatif tipe talking mengungkapkan pendapat tentang topik yang telah didiskusikan bersama teman sekelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick merupakan model pembelajaran yang pertanyaan atau mengemukakan pendapat pemberhentian tongkat yang digilir pada setiap Melalui bantuan stick . yang bergulir, siswa dituntut untuk merefleksikan atau mengulang kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru. Siapa yang memegang tongkat, dialah yang wajib menjawab pertanyaan . Oleh karena itu melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dalam menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapatnya, sehingga siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran . Penerapan model pembelajaran kooperatif Vol. No. 2, pp. Agustus diintegrasikan dengan media pembelajaran. Menurut Teni Nurrita . Media pembelajaran dapat membantu meningkatkan hasil belajar pembelajaran proses belajar mengajar menjadi mudah dan menarik sehingga siswa dapat mengerti dan memahami pelajaran dengan Media pembelajaran yang relevan untuk diterapkan pada model ini yaitu media kartu bergambar. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Talking Stick Berbantuan Kartu bergambar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 6 SigiAy. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan adalah . uasi experimen. yang merupakan penelitian . Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah The Non-Equivalent Pretest-Posttest Design atau rancangan pretest-posttest yang ekuivalen, yaitu melibatkan dua kelas dengan karakteristik yang sama atau mendekati sama. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Sigi yang merupakan Sekolah Negeri di Desa Ampera. Kecamatan Palolo. Kabupaten Sigi, pada Tahun Ajaran 2023/2024. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan berupa skor kemampuan siswa dalam hasil belajar yang diperoleh dengan memberikan tes dalam bentuk pilihan ganda baik sebelum maupun sesudah pada kelas eksperimen dan kelas kontrol serta data berupa lembar observasi keaktifan siswa. Analisis Instrumen Penelitian . Uji Validitas Kepada Tim Ahli Pada soal-soal tersebut diuji validitasnya kepada para ahli . udgment exper. Validitas soal yang dinilai oleh validator adalah kesesuaian antara indikator dan butir soal, kejelasan bahasa atau gambar dalam soal, kesesuaian soal dengan kebenaran materi atau konsep. Uji Validitas Butir Soal Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Daya beda butir soal merupakan suatu pernyataan tentang seberapa besar daya sebuah butir soal dapat membedakan kemampuan antara siswa. Cara menghitung daya pembeda dalam penelitian ini menggunakan SPSS 26 for Kategori daya pembeda butir soal dapat dilihat pada tabel 4. Uji validitas merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui seberapa berfungsi butir soal tersebut dalam membedakan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah . Pada penelitian ini, peneliti melakukan uji validitas dengan menggunakan bantuan SPSS 26 for windows dengan menggunakan teknik korelasi Point Biserial. Kategori Validitas butir soal dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 4 Kategori Daya Pembeda Daya Pembeda 0,40 O ya < 1,00 0,30 O ya < 0,39 020 O ya < 0,29 0,00O ya < 0,19 Negatif Tabel 1 Kategori Validitas Butir Soal Besarnya Nilai 0,80O rxy O1,00 0,49O rxy O0,80 0,25O rxy O0,49 0,00O rxy O0,25 Negatif Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Tidak valid Tabel 2 Kriteria Reliabilitas Instrumen Kategori 0,00-0,20 Sangat Rendah 0,20-0,40 0,41-0,70 Rendah Cukup 0,71-0,90 Tinggi 0,91-1,00 Sangat Tinggi . Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal Tingkat kesukaran merupakan suatu pernyataan tentang seberapa sulit atau pertanyaan bagi siswa. Uji tingkat kesukaran butir soal dalam penelitian ini SPSS Interpretasi tingkat kesukaran butir soal dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Klasifikasi Tingkat Kesukaran Indeks Kesukaran PO0,30 0,30O ycE < 0,70 P Ou 0,70 Kategori Sangat baik Baik Cukup Jelek No Discrimination . Analisis Data . Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah data sudah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada normalitas Kolmogorov-Smirno. Data pada uji KolmogorovSmirnov dapat dilihat pada tabel Tests of Normality. Dasar keputusan dalam uji ini, yaitu: Jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 maka data berdistribusi normal, tetapi jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal . Dalam hal ini pengujiannya menggunakan bantuan program SPSS 26 for windows. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui kesamaan varian dari kedua Dari pengujian data tersebut ditemukan data yang homogen atau tidak homogen. Uji homogenitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Levene statistik. Pengujian homogenitas menggunakan program SPSS 26 for windows. Dasar pengambilan keputusan, yaitu jika nilai signifikansi (Si. > 0,05 maka data homogen, tetapi jika nilai signifikansi (Si. < 0,05 maka data tidak homogen . Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji independent sample ttest. Uji ini digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan nilai rata-rata hasil belajar siswa, antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar dengan kelas kontrol . Reliabilitas Butir Soal Reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab. Berikut ini kriteria penafsiran indeks korelasi yang dapat pengujian reliabilitas instrumen yang tertera pada Tabel 2. Koefisien Korelasi . Vol. No. 2, pp. Agustus Interpretasi Tes Sukar Tes Sedang Tes Mudah . Uji Daya Pembeda Butir Soal Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online yang menerapkan model pembelajaran konvensional direct instruction. Uji yang digunakan, yaitu uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 pada aplikasi SPSS 26 for windows. Adapun hipotesis yang dirumuskan adalah sebagai berikut : ya0 : yuN0 = yuN1: Tidak ada perbedaan ratarata kooperatif tipe talking stick berbantuan konvensional direct instruction. ya1 : yuN0 O yuN1 : Ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe bergambar dengan model konvensional direct instruction. Dasar dalam uji independent sample t-test, yaitu jika nilai signifikansi . -taile. < 0,05 maka ya0 ditolak dan ya1 diterima. Begitupun signifikansi . -taile. > 0,05 ya0 diterima dan ya1 ditolak. Uji N-Gain Score Uji N-Gain Score bertujuan untuk suatu metode atau perlakuan dalam Uji N-Gain Score merupakan selisih antara nilai pretest dan posttest. Kategori perolehan nilai N-Gain Score berdasarkan analisis terhadap skor gain dapat dilihat pada tabel 5. kesukaran butir soal, dan daya pembeda butir soal. Analisis Validitas Berdasarkan validitas menunjukkan bahwa jumlah butir soal yang valid yaitu sebanyak 23 butir soal pilihan ganda, sedangkan untuk butir soal yang tidak valid, yaitu sebanyak 11 butir soal pilihan ganda. Berdasarkan 23 butir soal yang valid peneliti mengambil 20 butir soal untuk diujikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagai tes soal pretest dan posttest. Pemilihan 20 butir soal ini dirancang peneliti dalam ranah kognitif C2. C3 dan C4 . Analisis Reliabilitas Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas menggunakan SPSS 26 for Windows, maka didapatkan hasil uji reliabilitas seperti pada Tabel 6. Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha ,801 Tidak Efektif 40 Oe 55 Kurang Efektif 56 Oe 75 Cukup Efektif > 76 Efektif N of Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh nilai untuk CronbachAos Alpha 0,80. Nilai cronbanch ini jelas berada diatas batas 0,60 disimpulkan bahwa butir soal tersebut reliabel dengan kategori Tinggi. Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Berdasarkan perhitungan uji tingkat menggunakan SPSS 26 for Windows, didapatkan jumlah butir soal pada kategori sukar sebanyak 5 butir soal, kategori sedang sebanyak 28 butir soal, dan kategori mudah sebanyak 1 soal. Analisis Daya Beda Butir Soal Berdasarkan perhitungan uji daya beda butir soal dengan SPSS 26 for windows, jumlah soal pada kategori jelek sebanyak 9 soal, kategori cukup sebanyak 2 soal, kategori baik 18 soal dan kategori sangat baik sebanyak 5 Tabel 5 Kategori Efektifitas N-Gain Presentase (%) < 40 Vol. No. 2, pp. Agustus Tafsiran HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian . Hasil Analisis Instrumen Berdasarkan hasil validitas ahli, jumlah soal yang valid sebanyak 34 butir soal. Soal tersebut diujicobakan pada siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 6 Sigi. Berdasarkan hasil uji coba tes tersebut, selanjutnya dilakukan analisis menggunaan SPSS 26 for windows yang meliputi. validitas butir soal, reliabilitas, tingkat . Analisis Data Pretest dan Posttest Hasil dari pemberian tes yang mengacu pada soal hasil belajar yang diberikan pada kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihat pada tabel 7. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 2, pp. Agustus Keempat data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan data berdistribusi normal. Tabel 7 Deskripsi Hasil Belajar Siswa PreTest Ekperimen PostTest Eksperimen PreTest Kontrol PostTest Kontrol Valid N . Uji Homogenitas Untuk hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel Test of Homogeneity of Variances dengan uji Levene Statistic mengacu pada nilai signifikansi (Si. Dasar pengambilan keputusan, yaitu jika nilai signifikansi (Si. > 0,05, maka data homogen, tetapi jika nilai signifikansi (Si. < 0,05 maka data tidak homogen. Hasil pengolahan data uji homogenitas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 9. Std. Deviation Min Max Mean 45 26,62 8,323 85 71,91 7,387 45 28,82 8,709 70 57,35 7,710 Tabel 9 Data Uji Homogenitas Pretest . Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kolmogorov-Smirnov karena data yang digunakan oleh peneliti lebih dari 30 Untuk menguji normalitas data pada uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada tabel Test of Normality. Dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, yaitu : jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 maka data berdistribusi normal, tetapi jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Hasil pengolahan data untuk uji normalitas dapat dilihat pada Levene Statistic df1 Hasil Based Belajar on Mean Siswa Based Median Based Median and with Based Tabel 8 Uji Normalitas Kelas Eksperimen Dan Kontrol Hasil Belajar Siswa Kelas PreTest Eksperimen PostTest Eksperimen PreTest Kontrol PostTest Kontrol ,091 ,133 ,137 ,143 ,075 ,134 ,125 Sig. ,077 ,782 ,125 ,724 ,125 1 65,980 ,724 ,097 ,756 Berdasarkan Tabel 9, mengacu pada nilai signifikansi pada based on mean didapatkan bahwa uji homogenitas pretest untuk kelas eksperimen dan kontrol nilai Sig. 0,782 > 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa data homogen. Kolmogorov-Smirnov Statistic Sig. ,140 Uji Hipotesis Dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t-test, yaitu jika nilai signifikansi . -taile. < 0,05 maka ya0 ya1 Begitupun sebaliknya, jika nilai signifikansi . -taile. > 0,05 ya0 diterima dan ya1 ditolak. Hasil uji hipotesis data posttest dapat dilihat pada Tabel 10. Berdasarkan Tabel 8 nilai Sig. dari data pretest eksperimen yaitu sebesar 0,091 > 0,05, maka data pretest eksperimen berdistribusi normal, pada data posttest eksperimen nilai Sig. 0,137 > 0,05, maka data berdistribusi normal. Pada data pretest kontrol nilai Sig. 0,075 > 0,05, maka data berdistribusi normal, dan pada data posttest kontrol nilai Sig. 0,125 > 0,05, maka data berdistribusi normal. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 2, pp. Agustus Setelah melihat nilai N-Gain Score, kemudian nilai tersebut dianalisis untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai N-Gain Score. Hasil uji perbedaan N-Gain Score dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 10 Data Uji Hipotesis Pretest Sig. t-test for Equality of Means Sig. ,115 ,736 ,000 Levene's Test Hasil Equal Belajar variances Siswa assumed Equal Tabel 12 Independent Samples T Test Levene's Test for Equality of Variances NGain_ Equal Persen variances 1,475 ,229 Equal ,000 Berdasarkan Tabel 10 nilai posttest di dapatkan nilai Sig. -taile. , yaitu sebesar 0,000 < 0,05 maka dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan rata-rata hasil belajar kooperatif tipe talking stick berbantuan konvensional direct instruction. NGain Persen Eksperime Kontrol Mean 61,0899 Median Std. Deviatio Minimum Maximu Range 62,5000 Mean 39,1547 Median Std. Deviatio Minimum Maximu Range 39,2308 Sig. ,000 ,000 Berdasarkan hasil pretest yang dilakukan, maka diperoleh hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dan masih relatif Skor rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 26,62 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 28,82. Selanjutnya dilakukan uji data normalitas dan homogenitas didapatkan bahwa data pretest kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji independent sample t-test, hal ini dilakukan dengan maksud ingin melihat kondisi awal hasil belajar siswa dari kedua kelas tersebut, maka didapatkan nilai Sig. -taile. sebesar 0,290 > 0,05 yang berarti H0 diterima. Tidak ada perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat dikatakan kemampuan awal kedua kelas sama. Pada kemampuan akhir siswa dengan pemberian posttest setelah diberikan perlakuan sebanyak 3 kali didapatkan skor rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar dan kelas kontrol 91 dan untuk kelas kontrol sebesar 57,35. Hasil perbedaan skor antara kedua kelas, dimana skor rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Ketika telah mengetahui bahwa ada perbedaan hasil belajar pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar dengan model pembelajaran konvensional direct instruction, maka dilanjutkan uji N-Gain Score agar melihat Tabel 11 Uji N-Gain Score Statistic Pembahasan . Uji N-Gain Score Pengolahan data uji N-Gain Score dilakukan menggunakan SPSS 26 for Hasil pengolahan data dapat dilihat pada tabel 11. Kelas Sig. t-test for Equality of Means Std. Error 2,0365 11,8749 36,36 81,25 44,89 2,2826 13,3100 18,18 62,50 44,32 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online efektivitas dari kedua model pembelajaran tersebut, didapatkan nilai N-Gain Score kelas eksperimen sebesar 61,09% sedangkan kelas kontrol sebesar 39,15%. Dari data ini dapat kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu Pada penelitian ini, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar pada kelas konvensional direct instruction pada kelas kontrol, model pembelajaran direct instruction digunakan pada kelas kontrol karena model pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Menurut Kurniasih & Sani . Model pembelajaran talking stick adalah model menggunakan tongkat sebagai alat giliran untuk berpendapat atau menjawab pertanyaan dari guru. Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai materi pelajaran yang belum dipahami dan bekerja sama dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Kartu bergambar membantu guru untuk menyampaikan pesan atau pertanyaan. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi Selain itu, media kartu bergambar juga memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau memperjelas fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan . Menurut Nikmatul RofiAoah, et al. , . model pembelajaran talking stick berbantuan kartu bergambar dapat memudahkan siswa dalam menjelaskan dan menjawab pertanyaan. Talking bergambar dapat mengilustrasikan pertanyaan, sehingga memudahkan siswa dalam memahami dan mendeskripsikan pertanyaan tersebut. Berdasarkan dilakukan menunjukkan ada perbedaan hasil belajar siswa antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar dengan model Model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar lebih konvensional dalam meningkatkan hasil belajar Hal ini dapat dilihat pada nilai mean. Dimana nilai mean hasil belajar siswa, kelas eksperimen sebesar 61,09% sedangkan mean Vol. No. 2, pp. Agustus hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 39,15%. Berdasarkan hasil observasi keaktifan belajar siswa, nilai rerata kelas eksperimen, yaitu sebesar 75% berada pada kategori aktif, sedangkan nilai rerata kelas kontrol, yaitu sebesar 56,25% berada dalam kategori kurang Keaktifan siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil olah data melalui uji independent sample t-test diketahui bahwa sebelum diberikan perlakuan tidak ada perbedaan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Kemudian setelah berdasarkan hasil uji independent sample ttest diperoleh bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick konvansional direct instruction. Sementara itu, dari hasil uji N-Gain Score diperoleh bahwa mean hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 61,09% disbanding kelas kontrol, yaitu sebesar 39,15%. Ada menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar dengan model pembelajaran konvensional direct instruction. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah pembelajaran, maka penulis menyarankan kepada guru mata pelajaran fisika agar dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi sekolah, model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar dapat menjadi alternatif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan kartu bergambar membutuhkan perencanaan yang baik, mulai dari pembuatan kartu bergambar yang harus sesuai dengan pembuatan talking stick. Oleh karena itu sebaiknya peneliti berikutnya mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA