Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 MAULID NABI. ANTARA ISLAM DAN TRADISI Nahdiyah & Saiffuddin STIQ Walisongo Situbondo putritunggalnadia@gmail. com & saifuddinmuhammad11@gmail. ABSTRAK Islam merupakan penyempurna dari agama samawi lainnya. Syariatnya berpedoman pada al quran dan hadits sebagai tolak ukur utama dalam menentukan baik buruknya suatu pekerjaan baik bersifat individual maupun sosial. kebenaran ajarannya bersifat absolut tak pernah terlekang oleh zaman dan Dalam hal tradisi, islam sangat menjunjung tradisi baik yang berkembang dengan dimasyarakat. Tidak sedikit tradisi ataupun adat istiadat yang mayoritas dianut oleh umat muslim sesuai dengan ajaran sebagai contoh dalam jurnal ini adalah tradisi maulid nabi Muhammad saw. Artikel ini mengangkat tentang tradisi praktek maulid nabi Muhammad saw berdasarkan kajian sosiologi makna maulid di sini adalah lebih kepada peringatan kelahiran nabi Muhammad Saw yang telah menjadi tradisi dalam suatu masyarakat, daerah dan negara tertentu. Dengan demikian perayaan maulid nabi Muhammad saw yang dilakukan oleh masyarakat muslim sangat terkait dengan dimensi keagamaan sehingga Nampak tidak bisa dipisahkan dengan pranata-pranata social yang meliputi nilai dan norma agama. Keyword : Maulid Nabi. Islam. Tradisi PENDAHULUAN Hadits adalah segala sesuatu yg bersumber dari rasululullah baik berupa ucapan, perbuatan maupun ketetapan. Peran rasulullah sebagai rahmatan lil alamin membuat eksistensi hadits dalam ajaran syariat islam sangat tinggi dan besar pengaruhnya bagi umat muslim khususnya, tak heran jika hadits menjadi referensi ke dua setelah al quran dalam ajaran syariat islam. Kedudukan hadits sebagai sumber syariat kedua setelah al quran sangatlah kuat. Bersama al quran, hadits membentuk Simbiosis mutualisme yakni hubungan saling keterikatan sehingga berindikasi adanya saling menguatkan satu sama Sepanjang sejarah peradaban umat islam dunia, al quran dan hadits telah menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah doktrin agama pemersatu yang berpengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup umat manusia sehingga dapat terus terimplementasikan dalam kehidupan keseharian baik individual maupun sosial dalam keberagaman umat seperti saat ini. Karena itu. Tak heran jika hadits dapat dipahami sebagai inspirasi, pedoman serta referensi dalam setiap perbuatan. Di indonesia sendiri, eksistensi ajaran hadits sudah mulai berkembang sejak zaman dahulu. Keberagaman bangsa baik suku, budaya dan adat istiadat serta kebiasaan Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 masyarakat indonesia bukanlah suatu problem untuk mengembangkan serta mengaplikasikan ajaran ajaran hadits dalam berkehidupan. Karena esensi sebenarnya merupakan ajaran bagi seluruh manusia yang dapat diaplikasikan sesuai tuntutan zaman dan waktu. Mengingat rasulullah sebagai sumber dari hadits itu sendiri adalah rahmat bagi seluruh alam. Sehingga tradisi masyarakat muslim di indonesia tetap sarat dengan tuntunan agama yang pastinya berlandasan serta berpedoman pada al quran dan hadits. Keberagaman tradisi, adat, serta kebiasaan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya menjadikan cara mereka didalam mengaplikasikan ajaran hadits didalam kehidupannya pastinya berbeda beda. Dalam masalah ini bisa dicontohkan seperti tradisi pernikahan, selamatan kehamilan dan sebagainya yang diadakan diberbagai daerah di Indonesia dikemas dengan cara yang berbeda beda sesuai kultur budaya dan tradisi yang berlaku namun tetap sarat dengan tuntunan agama. Dalam acara tradisi maulid nabi misalnya, bisa tergambar dengan adanya beberapa tradisi memperingati kelahiran Rasulullah di tiap bulan maulid yang sudah populer disetiap daerah baik di negara Indonesia maupun lainnya, seperti tradisi Ancak Agung. Endhog endhogan, grebek maulud dan sebagainya. yang kesemuanya merupakan budaya atau tradisi lokal yang telah diwariskan sejak turun temurun dan tetap terus terjaga kelestariannya hingga saat ini. Untuk itu, tulisan ini akan membahas tentang keanekaragaman tradisi Peringatan Maulid Nabi disebagian daerah yang sudah banyak dikenal menurut baik menurut persepsi hadits maupun keterangan para ulamaA. MAKNA TRADISI Tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang yg masih dilestarikan dan dijalankan oleh masyarakat, penilaian ataupun anggapan bahwa cara cara yg telah ada merupakan yg paling baik dan benar. jika didalami lebih detail maka makna tradisi sendiri mungkin dapat diartikan sebagai suatu ciptaan atau sebuah karya yang dibuat oleh manusia baik berupa kepercayaan, atau kejadian yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Tradisi ini meliputi adat istiadat, kesenian dan kegiatan kegiatan lainnya. Negara Indonesia sendiri merupakan negara dengan berbagai macam tradisi. Hal tersebut dikarenakan kemajemukan masyarakatnya, baik dalam agama, ras, suku dan Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 juga kebudayaan. Keberagaman inilah yg menyebabkan adanya perbedaan tradisi sesuai daerah, suku serta kepercayaan masing masing. Misalnya tradisi masyarakat Bali yang mayoritas beragama hindu seperti tradisi kremasi jenazah di bali yang dikenal dengan sebutan upacara Ngaben, tradisi mesuryak ditabanan. Ogoh Ogoh, ngusaba buka kak dan sebagainya. masyarakat Tionghoa juga memiliki tradisi tersendiri seperti tradisi barongsai yang biasa dilakukan untuk menyambut Imlek. Masyarakat buddha dengan tradisi festival visakha bucha di thailand dalam menyambut hari raya waisak, pemercikan air di malaysia oleh para biksu dan sebagainya. sebuah tradisi biasanya memerlukan properti atau sarana dan prasarana khusus, karena hal itu merupakan suatu kepercayaan yang telah terdoktrin secara turun temurun kepada seluruh masyarakat pemeluknya Demi terealisasinya sebuah tradisi. sehingga tradisi itu dianggap sah dan dapat diterima menurut adat dan kepercayaan masing masing daerah. Dalam agama Islam sendiri yg merupakan agama mayoitas bangsa indonesia, sudah mulai berkembang tradisi tradisi yang telah diwariskan oleh para ulama dan pada Hal ini tak bisa terlepas dari peran para penyebar islam di indonesia seperti walisongo yang telah berusaha mengkolaborasikan kebudayaan indonesia dengan agama islam sehingga setiap tradisi yg berkembang pada saat itu tetap bernilai religius sesuai dengan tuntunan agama islam. karena telah menjadi kepercayaan, tak heran jika tradisi tradisi seperti tahlilan, slametan kandungan, mengirim doa untuk orang meninggal . , dan sebagainya telah menjadi suatu kepercayaan masyarakat sehingga memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan spiritual baik individual maupun Sebagian dari tradisi islami yg telah berkembang pesat diindonesia adalah Tradisi dibulan rabiul awal. bagi sebagian umat muslim sudah tak asing lagi dengan yg namanya tradisi MAULUD atau MOLOTAN atau juga GREBEK MAULUD. Sebenar nya tidak hanya di indonesia saja. Tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad saw ini memang sudah dikenal di berbagai negara, misalnya di Libanon dan Mesir. walaupun masih menimbulkan pro dan kontra dalam perayaannya. Namun sebagian masyarakat muslim tetap melestarikan tradisi ini. Hanya saja setiap negara ataupun daerah memiliki cara cara tersendiri didalam merayakan hari kelahiran rasulullah sesuai dengan ajaran,kepercayaan serta adat istiadat daerah masing masing. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 TRADISI DALAM ISLAM Islam adalah agama yang bersifat universal dan ajarannya dapat diterima secara normatif dan teoritis. Islam bukanlah kebudayaan maupun tradisi, namun ajaran islam tidak anti terhadap budaya dan tradisi. Bahkan bisa jadi ketika suatu budaya dan tradisi masyarakat yang telah berjalan akan menjadi bagian dari syariah Islam dengan karena, ajaran Islam tak akan merubah budaya ataupun tradisi yang telah melekat dan mendarah daging pada suatu masyarakat kecuali apabila telah jelas tradisi tersebut melenceng dan tak sesuai dengan tuntunan syariat islam. Hal ini telah dijelaskan dalam al quran. :AEAOOIEAO I ENEOI)EAA AuJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maAruf . radisi yang bai. , serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Ay. (QS. al-AAraf : . Dalam ayat di atas allah telah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallalaahu Aalaihi wasallam agar menyuruh umatnya mengerjakan yang maAruf. Maksud dari Aurf dalam ayat di atas adalah tradisi yang baik. Sebagaimana Syaikh Wahbah al-Zuhaili menginterpretasikan ayat tersebut dengan pernyataannya AOEOC I EI EA AO EON NOEIIO EEOO ONOEIEII EIOAA Syaikh Wahbah Al Zuhaili berkata AuYang realistis, maksud dari Auruf dalam ayat di atas adalah arti secara bahasa, yaitu tradisi baik yang telah dikenal oleh masyarakat. Ay Penafsiran Aurf dengan tradisi yang baik dan telah dikenal masyarakat dalam ayat di atas, sejalan dengan pernyataan para ulama ahli tafsir. Al-Imam al-Nasafi berkata dalam tafsirnya Au(Suruhlah orang mengerjakan yang Aurf ) yaitu setiap perbuatan yang disukai oleh akal dan diterima oleh syaraA. Ay (Tafsir al-Nasafi, juz 2 hlm Selain itu. Al-Imam Burhanuddin Ibrahim bin Umar al-BiqaAi juga berkomentar tentang makna ayat tersebut AuSuruhlah orang mengerjakan yang Aurf, yaitu setiap Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 perbuatan yang telah dikenal baik oleh syaraA dan dibolehkannya. Karena hal tersebut termasuk sifat pemaaf yang ringan dan mulia. Ay Jika Dilihat dari beberapa dalil tentang urf atau tradisi maka dapat disimpulkan bahwa islam tetap mengajarkan untuk menjaga serta melestarikan tradisi tradisi yang baik sesuai pandangan islam. Bukan malah sebaliknya. Oleh karena yang dimaksud dengan Aurf dalam ayat di atas adalah tradisi yang baik, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Imam al-SyaArani dalam menyikapi ayat tersebut. AuDi antara budi pekerti kaum salaf yang shaleh, . emoga Allah meridhai merek. adalah penundaan mereka terhadap setiap perbuatan atau ucapan, sebelum mengetahui pertimbangannya menurut Al-QurAan dan hadits atau tradisi. Karena tradisi termasuk bagian dari syariAah. Allah SWT berfirman: AuAuJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang Aurf . radisi yang bai. , serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Ay. (QS. al-AAraf : . Ay Jika ditelusuri lebih spesifik lagi, maka dapat diketahui bahwa Argumen argumen para ulama tentang makna urf dalam al qurAan itu ternyata dikuatkan oleh sabda Rasulullah : AI O NOO EEN IN CE CE OE EEN AE EEN EON OEI II EII IEI EECA AN IOI OEEI OAN EO IEI OEONCO OEOEIOA. Dari Abu Hurairah radhiyallahu Aanhu berkata: AuRasulullah shallallahu Aalaihi wasallam bersabda: AuSesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia. Ay (HR. Ahmad . Ibnu Sad . , al-Baihaqi . , al-Dailami . , dan dishahihkan oleh al-Hakim sesuai dengan syarat Muslim . /670 . Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya ataupun tradisi yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 dalam waktu yang bersamaan. Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing tradisi ataupun kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dalam banyak tradisi, seringkali terkandung nilai-nilai budi pekerti yang luhur, dan Islam pun datang untuk menyempurnakannya. Oleh karena itu, kita dapati beberapa hukum syariAah dalam Islam diadopsi dari tradisi jahiliah seperti hukum qasamah, diyat Aaqilah, persyaratan kafah . eserasian sosia. dalam pernikahan, akad qiradh . agi hasi. , dan tradisi-tradisi baik lainnya dalam Jahiliyah. Sebagaimana puasa Asyura, juga berasal dari tradisi Jahiliyah dan Yahudi, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih alBukhari dan Muslim. Maka ajaran Islam pun datang tidak untuk menghapus tradisi, tetapi dalam rangka memperbaiki dan menyempurnakan tradisi. Selain itu, islam sangat menjunjung tinggi toleransi, tak terkecuali terhadap Dalam hadits lain diterangkan: AI O IOO EO O NEE IO CE EI EEIO AEO NEE EOO OEI II AO AOA A ON IEIA. A IN CE OOEIAoEOA Dari Abu Musa al-AsyAari radhiyallahu Aanhu berkata: AuApabila Nabi shallallahu Aalaihi wasallam mengutus seseorang dari sahabatnya tentang suatu urusan, beliau akan berpesan: AuSampaikanlah kabar gembira, dan jangan membuat mereka benci . epada Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Ay (HR. Muslim . Hadits di atas memberikan pesan bahwa Islam itu agama yang memberikan kabar gembira, dan tidak menjadikan orang lain membencinya, memudahkan dan tidak mempersulit, antara lain dengan menerima system dari luar Islam yang mengajak pada Sebagaimana dimaklumi, suatu masyarakat sangat berat untuk meninggalkan tradisi yang telah berjalan lama. Menolak tradisi mereka, berarti mempersulit keislaman Perhatian Islam terhadap tradisi juga ditegaskan oleh para sahabat, antara lain Abdullah bin MasAud yang berkata AuTradisi yang dianggap baik oleh umat Islam, adalah Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 baik pula menurut ALLAH. Tradisi yang dianggap jelek oleh umat Islam, maka jelek pula menurut ALLAH. Ay (HR. Ahmad. Abu YaAla dan al-Haki. Ay karena itu, maka dapat dipahami dalam Pemaparan di atas memberikan suatu kesimpulan, bahwa tradisi dan budaya termasuk bagian dari syariAah . turan agam. , yang harus dijadikan pertimbangan dalam setiap tindakan dan ucapan, berdasarkan ayat Al-QurAan dan hadits. SEJARAH TRADISI MAULID Sebenarnya. Pelaksanaan Maulid Nabi sudah dilaksanakan sejak ribuan tahun lalu oleh Umat Islam di dunia. Menurut AM. Waskito, setidaknya ada tiga versi tentang asal mula peringatan maulid: Perayaan Maulid pertama kali diadakan oleh Dinasti Ubaid (Fathim. di mesir yang berhaluan Syiah Ismailiyah (Rafidha. Dinasti ini berkuasa di Mesir pada tahun 362 sampai dengan 567 Hijriyah. Maulid mula-mula diselenggarakan di era kepemimpinan Abu Tamim yang memiliki gelar Al-Muiz Dinillah. Tidak hanya Maulid Nabi Muhammad SAW saja yang mereka peringati, ada juga hari lainnya, yaitu peringatan Asyura. Maulid Ali bin Abi Thalib. Maulid Hasan dan Husain, dan Maulid Fathimah binti Rasulullah. Peringatan Maulid dari kalangan Sunni pertama kali diselenggarakan oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri, gubernur Irbil di Irak. Sultan Abu Said hidup pada tahun 549-630 H. Pada saat peringatan Maulid beliau mengundang para ulama, ahli tasawuf, ilmuwan, dan seluruh rakyatnya. Beliau menjamu tamu dengan hidangan makanan, berbagi hadiah, dan bersedekah kepada fakir miskin. Peringatan Maulid pertama kali diselenggarakan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi . -622 H), penguasa dinasti Ayyub . i bawah kekuasaan Daulah Abbassiya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat jihad umat Islam pada saat Perang Salib dan merebut Yerusalem dari kerajaan Salibis. Terlepas dari beberapa pendapat tersebut. Al Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa orang yang pertama kali merintis peringatan Maulid ini adalah Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 penguasa Irbil, yang bernama Malik Al-Muzhaffar Abu SaAid Kukabri bin Zainuddin bin Baktatin, salah seorang raja yang mulia, agung dan dermawan. Beliau memiliki peninggalan dan jasa-jasa yang baik, dan dialah yang membangun masjid Al-JamiA AlMuzhaffari di lereng gunung Qasiyun. Ay Apabila dilihat dari jalannya sejarah, ketiga versi di atas bisa dihubungkan. Kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi di Mesir dimulai ketika Dinasti Ubaid sudah Menurut catatan sejarah, tradisi-tradisi yang dilahirkan oleh Dinasti Ubaid tetap melekat dalam kehidupan masyarakat Mesir, bahkan sampai hari ini. Sebagai penguasa baru pada waktu itu. Shalahuddin Al-Ayyubi tidak sepenuhnya membuat aturan yang benar-benar baru, untuk menjaga popularitasnya beliau mengadaptasikan tradisi-tradisi yang sudah berkembang di masyarakat ke dalam aturan pemerintahannya. Sebenarnya. Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri dan Shalahuddin Al-Ayyubi hidup di masa yang sama, dan ternyata mereka berdua memiliki hubungan kekerabatan, mereka adalah saudara ipar. Shalahuddin Al-Ayyubi memiliki saudara perempuan yang bernama Rabiah Khatun binti Ayyub, yang dinikahkan dengan saudara laki-laki dari Malik Al-Muzhaffar Abu SaAid. Melihat efektifitas peringatan Maulid bagi semangat jihad masyarakat Mesir, besar kemungkinannya Malik Al-Muzhaffar Abu SaAid ingin mengadaptasikan kegiatan tersebut di daerahnya. Namun, jika melihat fakta sejarah lainnya. Ali bin Abu Thalib, khalifah keempat Sunni dan sekaligus Imam pertama bagi Syiah, beserta keluarga dan pengikutnya pindah ke Kufah pada tahun 36 Hijriyah, dan kemudian menjadikan kota tersebut sebagai pusat pemerintahannya yang sebelumnya berada di Madinah. Dalam banyak kisah, keberadaan Imam Ali. di Kufah sangat membekas bagi penduduknya, di mana mereka melihat langsung keluhuran ilmu dan akhlak dari sang Imam beserta keturunannya, yakni Hasan dan Husain, yang kelak akan menjadi Imam selanjutnya bagi Syiah. Menurut Syed Husain M. Jafri. Kufah adalah tempat pertama di mana Syiah menancapkan fondasi keyakinan dan pergerakannya ke dalam level baru yang lebih massif dan sistematis, yakni setelah kedatangan Khalifah ke-empat. Imam Ali bin Abi Thalib. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Kufah, yang kini menjadi bagian dari negara Irak yang mayoritas penduduknya adalah Syiah, besar kemungkinannya memiliki banyak kesamaan tradisi dengan Dinasti Syiah di Mesir pada masa Ubaid. Mengingat pengaruh Syiah yang menyebar luas di Irak, bisa jadi, sebelum Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri naik ke tampuk kekuasaan, tradisi Maulid Nabi memang sudah pernah berlangsung di sana. WallahuaAlam. Terlepas dari berbagai fakta sejarah di atas, pada hari ini, baik Sunni maupun Syiah di seluruh dunia sama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tanpa terlalu mempedulikan dari mana asal-usulnya, yang mereka tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok agung penyelamat seluruh bangsa yang layak dicintai dan dicontoh oleh seluruh umat Islam. Hanya beberapa minoritas kelompok Sunni saja yang secara tegas melarang praktik ini karena dianggap bidAah. Peringatan Maulid Nabi ini, dengan berbagai versi tanggalnya, kini dipraktikan secara meriah di berbagai belahan dunia dengan berbagai motivasi, di antaranya mengungkapkan rasa suka cita atas kelahiran Rasulullah SAW, ekspresi rasa cinta terhadap Rasulullah SAW, ungkapan rasa syukur, menambah keimanan dan keislaman, sarana dakwah, sarana shadaqah, berdzikir, perenungan batin, melestarikan ajaran Islam, inspirasi kehidupan, dan berbagai macam motivasi lainnya. KEANEKA RAGAMAN TRADISI MAULID NABI Pada umumnya, acara perayaan maulid nabi Muhammad SAW selalu identik dengan pembacaan Sholawat atau sanjungan dan pujian dengan tujuan sebagai bentuk dari penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Memang, esensi maulid nabi itu sendiri adalah sebagai penghormatan serta mensyukuri nikmat Allah yang agung yang berupa dilahirkannya Rasulullah SAW untuk seluruh umat manusia. Bersyukur atas nikmat kelahiran Rasulullah telah dicontohkan oleh beliau sendiri dengan cara berpuasa dihari kelahirannya, sebagaimana sabda beliau: Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 AI O C O EEN IN I OE EEN AEO EENEON OEI E I AOI OOI EIOI ACE EE OOIA AOE AON O OOI O IE EO AON ON IEIA Dari abi qatadah sesungguhnya Rasulullah SAW ditanyakan tentang puasa hari senin, maka beliau menjawab. itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku akan dibangkitkan, atau diturunkannya al Quran kepadaku. (H. R Musli. Karena itulah, sepantasnya bagi umat muslim ikut andil dalam merayakan kelahiran nabi Muhammad saw, karena dalam perayaan maulid sendiri tujuannya adalah bersyukur serta menghormat akan kelahiran sang pembawa risalah. Begitu besarnya kemuliaan orang yang merayakan sekaligus mengagungkan maulid nabi sehingga sayyidina Umar RA pun pernah berkata AuBarangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam. Ay ucapan sayyidina Umar R. berindikasi akan sangat pentingnya Perayaan Maulid Nabi. Karena hal tersebut termasuk dalam syiar agama islam. Sayyina Ali R. A juga berkata tentang keutamaan perayaan Maulid Nabi AuBarangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Ay karena hal itulah. Tak heran jika sebagian umat muslim berlomba lomba didalam memeriahkan peringatan hari kelahiran Rasulullah saw. Sebenarnya. Dalam hal perayaan maulid Nabi. Allah sendiri telah memberikan contoh sebagaimana yang telah disebutkan oleh al Imam Abdurrahman dalam syairnya "Arasy bergoncang karena riang gembira, kursi bertambah wibawa dan tenang, langit penuh dengan cahaya, para malaikat bergemuruh seraya membaca tahlil, tamjid dan istighfar. Dalam bait bait syair tersebut sangatlah jelas bahwa Seluruh alam merasa bergembira dan ikut merayakan atas hari kelahiran Rasulullah. dari sanalah umat muslim di seluruh dunia selayaknya merasa bergembira atas kejadian tersebut. terkecuali dinegara indonesia sendiri, sebagian masyarakat muslim di indonesia sangat antusias dalam mengadakan acara Maulid. dengan kemajemukan masyarakatnya dalam Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 segi ras, suku, budaya dan kepercayaan tak heran jika Berbagai daerah di indonesia memiliki cara tersendiri dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW sesuai dengan tradisi yang berlaku didaerah tersebut. PROSES ACARA MAULID NABI Acara maulid nabi sering kali dikemas dengan bentuk pengajian umum. umumnya dalam acara maulid nabi diisi dengan pembacaan Ayat suci Al Quran kemudian beberapa kitab maulid seperti kitab Maulid Ad diba'i karangan al imam al jalil Abdurrahman addiba'i yang berisi tentang sholawat, sanjungan serta kisah hidup Rasulullah. terkadang juga kitab al barzanji karya Syaikh JaAfar Al Barzanji Kitab simtidduror karya Al Habib Ali bon Muhammad Al Habsyi dan kitab Maulid Asyroful anam karya As Syaikh Syihabuddin Ahmad Alhariri serta kitab kitab lainnya Yang kesemuanya berisi tentang sholawat sanjungan, pujian dan kisah Rasulullah SAW. Puncak acara peringatan maulid nabi Muhammad saw adalah Qiyam kemudian ditutup dan diakhiri dengan DoAa. namun Tak cukup itu saja, biasanya setiap daerah memiliki cara cara atau tradisi unik yang terus terjaga dan eksis hingga saat ini dalam merayakan hari kelahiran Rasulullah saw tersebut. Tradisi atau cara cara tersebut merupakan bentuk dari ungkapan rasa syukur dan rasa hormat serta kegembiraan mereka dalam meytambut kelahiran sang nabi. Berikut adalah contoh dari beberapa tradisi lokal perayaan maulid nabi yang cukup terkenal dan tetap terlestarikan dibeberapa daerah di Indonesia hingga saat ini. ENDHOG ENDHOGAN Banyuwangi adalah kabupaten yang terletak paling timur di pulau jawa. Kabupaten ini termasuk dari salah satu kabupaten yang terkenal dengan berbagai macam tradisinya. Setiap daerah di Indonesia memeriahkan perayaan Maulid Nabi dengan tradisi yang khas. Tak ketinggalan pula kabupaten Banyuwangi. Tradisi Memperingati Maulid nabi Muhammad disana dikenal dengan Tradisi Endog-endogan, dengan mengarak ribuan telur itik yang ditancapkan dalam pelepah pohon pisang. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Tradisi ini sudah dikenal sejak dulu dan tetap terus terjaga kelestariannya hingga sejarah lahirnya tradisi endhog-endhogan Banyuwangi ini dimulai sejak sekitar 1926 lalu, atau beberapa bulan setelah deklarasi jamAiyah NU. Saat itu. Syaikhona Kholil. Bangkalan memanggil para alumnus Ponpes Kademangan Bangkalan yang Mereka antara lain adalah KH. Hasyim Ashari, pendiri Ponpes Tebu Ireng Jombang. Kyai Abdul Karim. Lirboyo Kediri. Kyai Abdul Wahab Hasbulloh. Tambak Beras Jombang, dan RM. Mudasir atau dikenal KH. Abdullah Fakih pendiri Ponpes Cemoro. Balak Songgon Banyuwangi. Selain itu ada juga. KH. Asmuni. Teratai Sumenep Madura. Kyai Ach. Abas Buntet Cirebon, serta Kyai Nawawi Gersik dan lain-lain. Saat Itu Kh syaikhona kholil bangkalan berkata "saiki kembange Islam wis lahir ning Nusantara arupa endhog. Yoiku, kulite NU isine amaliyah ke-NU-an. Kulit tanpa isi kopong, isi tanpa ono kulite ya keleleran. " sepulang dari tempat itu, para Kyai tersebut kembali ke daerah masingmasing. Mereka mentafsirkan apa yang disampaikan sang maha guru Syaikhona Kolil Salah satunya adalah Kyai Abdullah Fakih yang mengumpulkan telur dan mengeluarkan jodang dari gedebog pisang kemudian telor yang ditusuk dengan bilah bambu, dihias bunga-bunga ditancapkan pada gedebog. Kemudian diangkat berkeliling kampung sembari melantunkan salawat dan bacaan dzikir lainnya. Sebenarnya. Ada makna filosofi yang tinggi didalam tradisi endhog-endhogan pada perayaan maulid nabi Muhammad SAW tersebut. Endhog yang berarti telur memiliki tiga lapisan. Yaitu,Kulit telur, putih telur dan kuning telur. Kulit telur dianalogikan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT. Lalu kuning telur dianalogikan sebagai keihsanan, dimana seorang Islam yang beriman akan memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Allah SWT. Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bahwa, tiga komponen dalam agama yakni. Islam. Iman dan Ihsan adalah harmonisasi risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang jika ditancapkan pada diri manusia akan menghasilkan manusia Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 yang mencerminkan akhlak Rasulullah. Inilah makna Festival endhog-endhogan agar kita selalu ingat dan menjalankan tuntunan nabi. Hasnan Singodimayan Banyuwangi menyebutkam bahwa perayaan endhog-endhogan selalu menggunakan telur itik. Hal ini juga mengandung filosofis yang mendalam. Menurutnya,Kalau telur ayam, ayam . bertelur dua saja sudah koar-koar kemana-mana, tapi kalau bebek atau itik ini walaupun sudah bertelur banyak tetap saja diam. Tak hanya itu, perbedaan menggunakan telur dalam tradisi ini juga memiliki maksud berbeda. Itik dilambangkan dengan sesuatu yang selalu dekat dengan air. Itik juga mudah diarahkan, apalagi dia sering dekat dengan air alias sering Jelas kalau umat islam yang dekat dengan air wudlu maka akan lebih dengan tuhan-Nya. Hingga waktu berlalu, tradisi ini terus berkembang dan dilestarikan di tanah Blambangan. Meski awalnya hanya dilakukan oleh kalangan warga suku osing, yang notabene mayoritas santri Mbah Abdullah Faqih. Namun, bergulirnya waktu tradisi ini telah membudaya dan merambah seluruh sendi lapisan warga lintas suku di Banyuwangi. 1 Tradisi Endhog endogha. Tradisi ANCAK AGUNG Didaerah Kabupaten Situbondo. Jawa Timur yang terkenal dengan sebutan BUMI SHOLAWAT NARIYAH juga memiliki Tradisi yang cukup Unik dalam Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dikenal dengan "ANCAK AGUNG" yaitu Kirab budaya dengan menggiring Ancak yang berisi berbagai buah buahan, sayuran, camilan dan sebagainya. Dalam sejarahnya, sebutan Ancak merupakan nama dari tempat atau talam yang terbuat dari bambu, lidi, atau daun yang Biasanya ancak digunakan sebagai tempat untuk sesajen masyarakat kuno. Namun. Tahun demi tahun, acara budaya Ancak agung ini terus berkembang dan Bentuk ancaknya pun mulai beragam. Isinya pun bermacam macam, mulai dari makanan seperti nasi kebuli, telur, berbagai kue juga buah buahan seperti apel. Manggis, jeruk dan sebagainya. Juga pakaian dan pernak pernik lainnya seperti sandal baju, peralatan dapur hingga uang dan sebagainya. Semuanya diletakkan menghiasi ancak dengan cara ditempelkan dan dikaitkan sehingga berbentuk sedemikian rupa. Sebagian juga ada yang digantung dengan tali rafia atau ditancapkan di pohon pisang dengan batang lidi. Yang kemudian akan diperebutkan oleh masyarakat setelah acara Menurut Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto S. Pemerintah daerah telah menfasilitasi tradisi "Ancak Agung" drngan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan umat Muslim terhadap tradisi yang selama ini dilaksanakan setiap tahun. Mengingat kekuatan utama umat Muslim adalah rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengemukakan bahwa tradisi "Ancak Agung" merupakan tradisi turuntemurun dan tujuannya tidak lain sebagai bentuk syukur atas karunia yang diberikan oleh Allah. Oleh karena itu, katanya. Pemkab Situbondo merasa perlu untuk ikut ambil bagian dalam memperkuat tradisi tersebut dilakukan karena menyadari pentingnya membangun dan memperkokoh nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan kebersamaan untuk menguatkan tradisi "Ancak Agung" di Kota Santri Situbondo bukanlah hal yang sulit, karena tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW, selama ini sudah berkembang dengan baik di tengah masyarakat dan pemerintah daerah tinggal memfasilitasinya. Antusias masyarakat dalam Tradisi Ancak Agung sangat terlihat pada hari perayaan Maulid nabi Muhammad di situbondo. ribuan warga dari hampir semua desa membawa ancak yang berisi berbagai macam hasil bumi, seperti pisang, wortel, kelapa. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 dan singkong serta buah-buahan lainnya yang sudah dibentuk sedemikian rupa berukuran kecil maupun besar. Ancak berbagai ukuran dan berisi hasil bumi itu diarak dari Jalan PB Sudirman menuju Alun-alun kota, dan selanjutnya ribuan umat Muslim membaca shalawat bersama. Iring-iringan Kirab Budaya "Ancak Agung" berisi berbagai hasil bumi tersebut juga menjadi tontonan warga. ketika iring-iringan tiba di alun-alun kota, ancak yang berisi hasil bumi itu menjadi rebutan warga karena mereka meyakini makanan yang diperoleh dari "Ancak Agung" akan membawa berkah. 2 Tradisi Ancak Agun. Tradisi BUNGO LADO Tradisi ini merupakan tradisi khas masyarakat Padang Pariaman. Bungo Lado adalah tradisi warga Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera Barat dalam merayakan Maulid Nabi. Bungo Lado sendiri memiliki arti pohon uang. Dalam tradisi tersebut, warga akan membuat sejumlah pohon buatan yang dihiasi dengan uang kertas asli. Uang kertas yang ditempelkan pada pohon tersebut beragam, mulai dari pecahan terkecil hingga terbesar. Selain membuat Bungo Lado, warga secara sukarela membawa makanan dan minuman untuk disantap bersama. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 . 3 Tradisi Bungo lad. Tradisi MAUDU LAMPOA Tradisi Maulid Nabi di Sulawesi Selatan adalah Maudu Lampoa. Perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW oleh masyarakat Takalar. Sulawesi Selatan dilakukan di atas perahu. sejumlah warga biasa merayakan Maudu Lompoa (Maulid Besa. dengan menghiasi perahu menggunakan selendang warna-warni dan telur hias. Perahu dihiasi dengan ribuan telur serta bahan makanan tradisional dan menjadi pemandangan unik di sepanjang sungai. Makanan yang telah disusun seperti gunungan tersebut akan diperebutkan oleh ribuan warga. Gunungan yang diperebutkan berisi telur hias, ayam, beras dimasak setengah matang, beras ketan, mukena, kain khas Sulawesi, serta aksesoris lainnya. Sebelum diperebutkan, warga akan membacakan kitab Barzanji di sekitar gunungan tersebut. 4 Tradisi Msudu lampo. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Tradisi KERESAN Tradisi Keresan merupakan tradiai yang diselenggarakan di kabupaten Mojokerto untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejumlah hasil bumi digantung di pohon kersen. Tradisi Keresan ini masih terus dilestarikan oleh warga di Dusun Mangelo. Desa Sooko. Kecamatan Sooko. Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur. Dalam tradisi Keresan ini, warga akan menggantung sejumlah hasil bumi seperti nanas, kelapa muda, terong, jagung, dan nangka di pohon kersen atau talok/Malici. Hasil bumi disusun secara rapi di bawah kedua pohon kersen tersebut. Selain hasil bumi, warga juga menggantung kebutuhan pokok lainnya seperti pakaian, topi, sandal, sepatu, hingga jas hujan. Setelah dimulai dengan doa bersama, warga dipersilakan untuk mengambil barang-barang yang telah digantung di pohon kersen. 5 Tradisi Keresa. Tradisi GREBEG MAULUD Garebeg atau lebih sering disebut grebeg adalah acara budaya yang rutin diadakan oleh Keraton Kasultanan Yogyakarta di setiap Bulan Rabiul Awal penanggalan Hijriyah. Sesuai namanya maulid yang berarti hari lahir, acara ini diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam rangkaian acara ini diarak tujuh gunungan besar yang terdiri dari buah-buahan serta hasil panen lainya. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas kelimpahan hasil bumi yang telah diberikan, serta bentuk sedekah raja kepada Tujuh gunungan tersebut terdiri dari tiga gunungan kakung . aki-lak. , satu gunungan putri . , satu gunungan gepak . , satu gunungan pawuhan . embuangan sampa. , dan satu gunungan dharat . Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Perayaan Grebeg diawali dengan upacara pemberangkatan dari pergelaran Keraton Yogyakarta. Acara biasanya dimulai sekitar pukul 10. 00 WIB. Setelah acara pembukaan dan doa selesai, maka iring-iringan pun mulai berjalan keluar Keraton. Mula-mula diawali oleh barisan prajurit lombok abang, kemudian abdi dalem, dan disusul gunungan- gunungan besar yang dibawa oleh beberapa orang. Ketujuh gunungan tersebut dikawal oleh 12 bregodo . egu prajurit Kerato. Gunungangunungan tersebut akan dibagi menuju tiga lokasi yaitu Masjid Gede Kauman. Puro Pakualaman, serta Kantor Kepatihan. Dalam perjalanan keluar dari Keraton, panitia harus bersusah payah menerobos lautan manusia untuk membuka jalan dikarenakan acara grebeg ini selalu menarik ribuan pengunjung untuk datang menyaksikan secara langsung, terutama di kawasan Keraton dan alun-alun utara. Walaupun panas sangat terik, masyarakat rela berdesak-desakan untuk bisa menyaksikanya. Setelah gunungan tiba, baik di Masjid Gede Kauman. Puro Pakualaman, maupun Kepatihan, maka akan dilakukan ritual doa. Hal ini untuk menunjukkan rasa syukur dan kerendahan manusia dihadapan Yang Maha Agung. Segera setelah doa selesai maka gunungan tersebut akan langsung diserbu warga untuk mengambil hasil bumi yang terdapat pada gunungan. Dalam hitungan menit pun gunungan tersebut akan habis dan tinggal menyisakan rangka bambu. Sebagian warga masih percaya bahwa jika mendapat sesuatu dari gunungan tersebut, maka akan membawa keberkahan bagi kehidupan dan Saking percayanya, bahkan sebagian dari mereka ada yang mencari sisa-sisa gunungan yang berserakan ditanah. Gunungan grebek maulu. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Tradisi NASI KEBULI. DKI Jakarta memiliki tradisi NASI KEBULI yaitu hidangan dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya, yidak hanya dijakarta saja. Nasi kebuli juga sangat populer pada saat perayaan maulid nabi Muhammad SAW di daerah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Situbondo. Menurut KHR. Muhammad kholil asAad, salah seorang ulama jawa timur menuturkan bahwa asal muasal nama kebuli sendiri diambil dari bahasa Arab yakni QABUL artinya diterima. Menunjukkan bahwa hidangan maulid nabi pasti diterima. Di jakarta, masyarakat betawi menyajikan nasi kebuli dalam perayaan maulid nabi di Masjid masjid. Nasi kebuli dihidangkan dalam nampan besar kemudian disantap dengan beramai ramai. Hidangan ini sangat populer dikalangan masyarakat betawi jakarta dan masyarakat arab di indonesia. 6 Nasi Kebul. Melihat dari berbagai tradisi khas masyarakat di tiap daerah dalam memperingati perayaan maulid nabi Muhammad SAW, kebutuhan pokok seperti makanan merupakan hal yang sangat dominan sebagai media atau properti dalam acara acara tersebut, walaupun ada juga yang menggunakan uang. Yang pada akhirnya semua hidangan tersebut akan diberikan pada masyarakat dengan cara dibagi bagi maupun diperebutkan. Semua itu, tak lepas dari doktrin doktrin agama yang telah dipercaya oleh sebagian masyarakat bahwa semua hidangan yang dihidangkan dalam acara Maulid nabi Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 tersebut akan memberikan keberkahan, baik bagi yang memberi hidangan maupun bagi yang memakannya. Sebagaimana Imam Fakhruddin ar-Razi berkata AuTidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya . dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya. Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu. Dan barangsiapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi saw. NILAI NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI MAULID NABI Dalam berbagai macam contoh tradisi memperingati maulid Nabi Muhammad saw yang telah disebutkan memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya: Nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw dengan adanya acara maulid. Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi Muhammad selakj pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana surah Yunus. Karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam . urah alAnbiyaA. Kegembiraan Abu Jahal dengan kelahiran Nabi saw saja dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi saw. Allah swt dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau saw . urah al-Ahzab. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Nilai moral Hal ini dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad saw. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi saw. Dalam peringatan maulid Nabi saw, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama. Nilai sosial. Memuliakan dan mem-berikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi. Selain itu, acara tersebut bisa dijadikan sebagai wadah untuk bersedekah diantara sesama dengan cara menyumbangkan sebagian harta secara swadaya untuk dihidangkan dalam acara maulid yang pada akhirnya akan dinikmati oleh semua orang. Nilai persatuan Dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun Hal ini secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa solidaritas sosial yang tinggi sehingga bisa mempererat dan mengkokohkan ukhuwah baik islamiyah, basyariyah maupun wathoniyah. KESIMPULAN Ajaran ajaran islam yang penuh dengan kemaslahatan bagi manusia telah tercangkup dalam segala aspek kehidupan. Sebagai agama penyempurna islam datang dengan memudahkan namun tanpa membuat enteng bagi pemeluknya. Tidak ada satupun bentuk perbuatan yang dilakukan manusia kecuali allah telah meletakkan aturan islam sangat menjunjung tradisi atau budaya yang baik. Yakni budata budaya yang tidak mengandung unsur kesyirikan dan melenceng dari syariat islamdan tentunya akan membawa kebaikan, amal ibadah, dan dapat menjadi sarana untuk Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist / Volume 4. No. Juni 2021 / p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 mendekatkan diri pada allah. Tradisi memiliki nilai nilai budi pekerti yang luhur dan agama islam datang untuk meluruskan tentang mana yang benar dan mana yang salah sehingga kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya menjaga tradisi yang baikyang tidak bertentangan dengan agama islam seperti Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad sallallahualaihi wasallam. Daftar Pustaka