Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Perancangan Dashboard Business Intelligence Menggunakan Google Looker pada bisnis apotik dengan Metode Waterfall Ndaru Ruseno1. Imam Santoso2. Rahmat NurSiaga3 Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta 123 Jl. Minangkabau No 60 Jakarta Selatan Email: ndaru. ruseno@utmj. id, imam. santoso@utmj. id, rahmat@utmj. ABSTRAK ABSTRAK Pada era digital, pengambilan keputusan berbasis data menjadi sangat penting bagi bisnis, termasuk di sektor apotek. Perancangan dashboard Business Intelligence (BI) menggunakan Google Looker dapat membantu dalam mengelola dan menganalisis data secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dashboard BI pada bisnis apotek dengan menggunakan metode Waterfall, yang melibatkan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah dashboard BI yang mampu menyajikan informasi yang relevan dan real-time, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Waterfall efektif dalam merancang sistem BI yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan bisnis apotek. dashboard BI yang mampu menyajikan informasi relevan dan real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dashboard ini meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola operasional apotek. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa metode Waterfall efektif dalam menghasilkan sistem BI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mampu beradaptasi dengan perubahan Kata kunci: Business Intelligence. Google Looker. Apotek. Metode Waterfall. Dashboard ABSTRACT In the digital era, data-driven decision-making is crucial for businesses, including pharmacies. Designing a Business Intelligence (BI) dashboard using Google Looker can effectively help manage and analyze This study aims to design a BI dashboard for a pharmacy business using the Waterfall method, involving requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The result of this study is a BI dashboard that provides relevant and real-time information, thus supporting better decision-making. The conclusion of this study shows that the Waterfall method is effective in designing a well-structured BI system that meets the needs of the pharmacy business. Additionally, the research highlights the importance of real-time data visualization in enhancing operational efficiency and strategic planning within pharmacy businesses. By integrating various data sources, the BI dashboard offers comprehensive insights into inventory management, sales performance, customer behavior, and market This allows pharmacy managers to make informed decisions promptly, optimize resources, and 48 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 respond quickly to changes in the market environment. Furthermore, the study demonstrates that a structured approach, like the Waterfall method, facilitates a clear and systematic development process, ensuring that all business requirements are thoroughly addressed and the final BI solution is robust, scalable, and adaptable to future needs. Keywords: Business Intelligence. Google Looker. Pharmacy. Waterfall Method. Dashboard Pendahuluan Di era digital yang semakin berkembang. Namun, merancang dashboard BI yang efektif informasi menjadi salah satu aset paling berharga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. bagi perusahaan. Informasi yang akurat, relevan. Proses perancangan harus melalui tahapan yang dan tepat waktu dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan strategis yang lebih baik Metode Waterfall, . , terutama dalam industri yang sangat merupakan salah satu metode pengembangan kompetitif seperti apotek. Apotek, sebagai salah sistem, menawarkan pendekatan yang sistematis satu sektor bisnis yang bergerak di bidang dan terstruktur dalam perancangan sistem BI. kesehatan, memiliki kebutuhan yang sangat Metode ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tinggi terhadap pengelolaan data yang efisien. analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi. Data yang dihasilkan dari transaksi penjualan, pengujian, dan pemeliharaan . Setiap tahapan dilakukan secara berurutan dan mendalam untuk kinerja operasional harus dikelola dengan baik memastikan bahwa sistem yang dikembangkan untuk memastikan layanan yang optimal kepada dapat memenuhi tujuan bisnis. Penelitian Dalam Business dashboard BI menggunakan Google Looker pada Intelligence (BI) menjadi sangat penting. adalah proses mengumpulkan, mengintegrasikan. Waterfall. Tujuan utama dari penelitian ini menganalisis, dan menyajikan informasi bisnis adalah untuk menghasilkan dashboard yang untuk mendukung pengambilan keputusan yang dapat membantu manajemen apotek dalam lebih efektif . Salah satu platform BI yang memantau kinerja operasional, mengelola stok obat, dan meningkatkan efisiensi layanan. , . Google Looker, memungkinkan integrasi data dari berbagai Dengan BI, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara Google lebih cepat dan berdasarkan data yang valid. Looker memanfaatkan cloud computing untuk sehingga mampu meningkatkan daya saing memberikan akses yang fleksibel dan scalable bisnis apotek . terhadap data, sehingga dapat digunakan oleh berbagai ukuran bisnis, termasuk apotek . 49 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 perancangan skema integrasi dat dari berbagai METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Waterfall dalam perancangan dashboard Business Intelligence (BI) menggunakan Google Looker pada bisnis apotek. Metode Waterfall dipilih karena pendekatannya yang sistematis dan terstruktur, yang memungkinkan setiap tahap pengembangan dilaksanakan secara berurutan dan mendalam. Adapun tahapan-tahapan dalam Waterfall penelitian ini adalah sebagai berikut: Tahap pertama dalam metode Waterfall adalah identifikasi dan dokumentasi terhadap kebutuhan bisnis apotek. Proses ini melibatkan wawancara dengan pihak manajemen apotek, pengamatan langsung terhadap operasional sehari-hari, dan penjualan dan stok obat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memahami kebutuhan spesifik BI, (Key Indicators/KPI) Performance Hasil dari tahap ini adalah dokumen spesifikasi kebutuhan yang menjadi dasar untuk tahap desain sistem. Tahap kedua adalah desain sistem, di mana elemen-elemen Pada dilakukan pemetaan antara kebutuhan bisnis dengan fitur-fitur yang disediakan oleh Google Looker. Desain ini mencakup penentuan struktur data, desain tampilan antarmuka pengguna . ser sistem inventarisasi, dan database pelanggan. Desain menggunakan pendekatan desain yang usercentric, penggunaan dan aksesibilitas bagi pengguna 3 Implementasi Tahap implementasi melibatkan pengembangan dashboard BI berdasarkan desain yang telah Google Looker platform utama untuk membangun dashboard ini. Proses koneksi ke sumber data, pembuatan model data di Looker, dan pengembangan visualisasi data sesuai dengan desain UI yang telah dirancang. Pada tahap ini, dilakukan juga pengujian awal untuk memastikan bahwa dashboard dapat mengakses dan menampilkan data 4 Pengujian Setelah tahap implementasi selesai, dilakukan pengujian sistem untuk memastikan bahwa dashboard BI berfungsi sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang telah ditetapkan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan data historis dari apotek untuk memverifikasi keakuratan dan 2 Desain Sistem interface/UI), sumber yang relevan, seperti sistem penjualan, 1 Analisis Kebutuhan P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 keandalan visualisasi data. Selain itu, dilakukan juga pengujian terhadap kinerja sistem, termasuk kecepatan akses dan respon terhadap berbagai permintaan data. Pengujian dilakukan secara iteratif, di mana setiap masalah yang ditemukan akan diperbaiki hingga sistem berfungsi dengan 5 Pemeliharaan . Selain itu, dilakukan juga 50 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 Tahap tren pembelian, dan laporan kinerja bulanan. mencakup pemantauan berkala terhadap kinerja Selain itu, indikator kinerja utama (KPI) yang dashboard BI dan melakukan pembaruan sesuai perlu dipantau secara terus-menerus meliputi dengan perubahan kebutuhan bisnis. Pada tahap jumlah penjualan, tingkat ketersediaan obat, dan ini, dilakukan juga pelatihan bagi pengguna akhir kepuasan pelanggan. Data-data ini diharapkan dapat disajikan dalam bentuk visualisasi yang intuitif dan mudah dipahami oleh manajemen. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Pemeliharaan keamanan data, terutama mengingat bahwa data 2 Desain dan Implementasi Sistem yang digunakan bersifat sensitif dan terkait Berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi, dengan informasi kesehatan pelanggan. dilakukan perancangan sistem yang mencakup desain arsitektur data, user interface (UI), dan penelitian ini memberikan kerangka kerja yang integrasi data dari berbagai sumber. Arsitektur jelas dan terstruktur, yang memastikan bahwa memastikan bahwa data dari sistem penjualan, sistematis dan konsisten. inventarisasi, dan database pelanggan dapat Metode Waterfall dilakukan secara Dengan diakses dan diintegrasikan dengan lancar dalam diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bisnis Google Looker. Desain apotek dan mendukung pengambilan keputusan kemudahan penggunaan, dengan tata letak yang yang lebih baik. disederhanakan sehingga pengguna dapat dengan cepat menemukan informasi yang dibutuhkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melalui tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian, dashboard Business Intelligence (BI) yang dirancang menggunakan Google Looker berhasil dikembangkan dan diimplementasikan pada Pada manfaat serta dampak dari penerapan dashboard Pada tahap implementasi,. dashboard dibangun menggunakan Google Looker, yang dipilih menyediakan visualisasi data yang fleksibel dan Integrasi data dari berbagai sumber dilakukan melalui koneksi yang aman dan stabil, memastikan bahwa data yang disajikan selalu up-to-date. Model data di Looker dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik dari apotek, dengan fitur drill-down yang memungkinkan BI tersebut akan diuraikan. analisis mendalam terhadap data penjualan dan 1 Analisis Kebutuhan stok obat. Dari hasil analisis kebutuhan yang dilakukan, 3 Pengujian Sistem teridentifikasi bahwa bisnis apotek memerlukan penjualan harian, manajemen stok obat, analisis Pengujian dilakukan dengan menggunakan data 51 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 keakuratan visualisasi yang dihasilkan. Hasil Secara keseluruhan, implementasi dashboard BI pengujian menunjukkan bahwa dashboard dapat dengan menggunakan Google Looker telah menampilkan data penjualan harian dengan membawa perubahan signifikan dalam cara akurat, serta memberikan peringatan dini apabila manajemen apotek mengelola bisnisnya. Sistem stok obat mulai menipis. Selain itu, fitur analisis operasional, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung pengambilan keputusan. 5 Pembahasan Dari segi kinerja, dashboard yang dibangun terbukti mampu memberikan respon cepat terhadap permintaan data, bahkan ketika volume data yang diproses cukup besar. Hal ini menunjukkan bahwa Google Looker memiliki kebutuhan analisis data secara real-time, yang sangat penting dalam industri yang dinamis seperti apotek. Keberhasilan implementasi dashboard BI ini menunjukkan bahwa metode Waterfall dapat sistem BI, kebutuhan bisnis sudah terdefinisi dengan baik sejak awal. Pendekatan Waterfall yang sistematis dan terstruktur memungkinkan pengembangan yang terencana dan minim risiko, meskipun tidak sefleksibel metode Agile dalam menanggapi 4 Manfaat Penerapan Dashboard BI Penerapan . berbagai manfaat bagi bisnis apotek. Pertama. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi manajemen kini memiliki akses langsung ke data selama proses pengembangan, terutama terkait yang relevan dan real-time, yang memungkinkan dengan integrasi data dari berbagai sumber yang pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbeda format dan struktur. Hal ini memerlukan Kedua, dashboard ini membantu dalam upaya ekstra dalam menyusun skema data yang pengelolaan stok obat dengan lebih efektif, kompatibel dan dapat diakses secara efisien oleh mengurangi risiko kekurangan stok yang dapat Google Looker. Meskipun demikian, tantangan mempengaruhi pelayanan kepada pelanggan. ini berhasil diatasi melalui kolaborasi yang baik Ketiga, analisis tren pembelian memberikan antara tim pengembang dan manajemen apotek. wawasan yang lebih dalam mengenai perilaku meningkatkan strategi penjualan dan kepuasan Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan platform BI berbasis cloud Google Looker fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan 52 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a on-premise. Dengan Jurnal informasi dan Komputer Vol: 12 No:1 2024 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 kemampuannya untuk diakses dari berbagai Google Gambar 1. Dashboard Stock Looker memantau kinerja bisnis kapan saja dan di mana saja, yang sangat penting dalam dunia bisnis yang semakin terhubung dan global. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Penelitian Business Intelligence (BI) menggunakan Google Looker pada bisnis apotek dengan metode Waterfall. Melalui tahapan analisis kebutuhan, desain pemeliharaan, dashboard yang dikembangkan mampu menyediakan data yang akurat, real-time, dan relevan untuk mendukung pengambilan Gambar 1. Dashboard Sales Apotik Dashboard ini memberikan manfaat manajemen stok obat, dan analisis kinerja operasional, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi bisnis apotek secara keseluruhan. Keberhasilan penerapan metode Waterfall dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kebutuhan bisnis, terutama dalam konteks sistem BI yang kompleks. Google Looker terbukti mengintegrasikan dan menyajikan data dari berbagai sumber, memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi manajemen dalam memantau dan menganalisis data bisnis. 2 Saran