Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS. Vol. No. July x, pp. A 143 PERBEDAAN PENGGUNAAN CAMSHAFT RACING TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR 4 TAK Nuzul Hidayat*1. Ahmad Arif2. Yasep Setiawan3 . Masykur4 1,2,3, Jurusan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar e-mail: *1nuzulhidayat@ft. id , 2ahmadarif@ft. id, 3 yasepsetiawan@ft. id, 4 masykur@utu. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi karena banyaknya persepsi masyarakat bahwa dengan mengganti camshaft dapat meningkatkan torsi dan daya kendaraan. Hal ini juga didukung oleh pendapat beberapa mekanik sepedamotor bahwa performa mesin dapat ditingkatkan dengan memodivikasi komponen pada mesin tersebut salah satunya camshaft akan tetapi kondisi tersebut belum dibuktikan dengan menggunakan alat uji standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan camshaft racing terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gasbuang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dimana akan dilakukan variasi penggunaan camshaft yaitu camshaft rasing dan standar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variasi camshaft terhadap konsumsi bahan bakar spesifik pada kendaaran uji dimana konsumsi bahan bakar camshaft standar lebih besar dibanding camshaft racing pada putraan rendah sementara pada putraan tinggi kunsumsi bahan bakar camshaft racing lebih besar dibading camshaft standar. Camshaft standard menghasilkan emisi gas buang lebih rendah dibanding camshaft racing dimana emisi gas buang camshaft standar untu CO 0,03% dan HC 27 ppm sementara pada camshaft racing menghasilkan emisi gas buang CO 0,13% dan HC 236 ppm. Kata kunciAiCam shaft. Specific fuel consumption. Emisi Abstract This research is motivated by many people's perceptions that changing the camshaft will increase the torque and power of the vehicle. Some motorcycle mechanics believed that engine performance can be improved by modifying the camshaft, but this condition has not been proven by using standard test equipment. This study aims to see how using a racing camshaft affects fuel consumption and exhaust emissions. The method used in this study is an experimental method where variations in the use of the camshaft will be carried out, namely camshaft rasing and standard. The study results indicate an effect of camshaft variations on the specific fuel consumption of the test vehicle where the fuel consumption of the standard camshaft is greater than that of the racing camshaft at low speed. In comparison, at high speed, the fuel consumption of the racing camshaft is greater than the standard camshaft. Standard camshafts produce lower exhaust emissions than racing camshafts, where standard camshaft exhaust emissions are 0. 03% CO and 27 ppm HC, while racing camshafts produce 0. 13% CO exhaust emissions and 236 ppm HC. KeywordsAi Cam shaft. Specific fuel consumption. Emision Received June 1st,2012. Revised June 25th, 2012. Accepted July 10th, 2012 Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan perkembangan teknologi otomotif yang sangat Semua perusahaan otomotif berlomba-lomba untuk menghadirkan inovasi dan teknologi terbaru untuk penyempurnaan produk mereka sehingga dapat menarik minat konsumen. Dari sekian banyak teknologi yang di tawarkan hampir sebahagian besar menawarkan teknologi yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar tetapi sedikit mengurangi performa kendaraan. Hal ini menyebabkan banyaknya konsumen melakukan berbagai modifikasi untuk meningkatkan performa kendaraannya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi performa dan emisi gas buang antara lain ruang bakar, pembakaran, dan kualitas bahan bakar. Terutama yang mempengaruhi besar masuknya udara ke ruang bakar, yang diatur oleh camshaft melewati pembukaan sampai katup masuk dan katup buang tertutup. Camshaft sendiri adalah komponen motor berfungsi sebagai menekan rocker arm yang mengatur gerakan katup masuk dan katup buang. Selanjutnya mengatur sirkulasi campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar serta mengatur hasil gas pembakaran dari ruang bakar. Penelitian yang dilakukan Stevansa . nememukan bahwa dengan menggunkan camshaft racing akan meningkatkan ujuk kerja mesin dibandingkan penggunaan camshaft standar, dimana daya dan torsi lebih besar sementara konsumsi bahan bakar cenderung lebih rendah . ebih irit bahan baka. Daya maksimal yang dihasilkan engine yang menggunakan camshaft racing sebesar 14,77 kW, maksimal torsi adalah sebesar 19,05 Nm pada putaran 7500 rpm dan konsumsi bahan bakar spesifik adalah sebesar 0,0830534 kg/kWh. Sementara daya maksimal yang dihasilkan oleh engine yang menggunakan camshaft standar hanya 14,11 kW pada putaran 8000 rpm, torsi maksimal adalah sebesar 18,72 Nm pada rpm 6500 dan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,090752 kg/kWh. Hasil penelitian yang dilakukan . dengan memvariasikan pengurangan lift camshaft, dengan camshaft standard (CAM STD), camshaft condition 1 dengan reduksi lift camshaft 0,5 mm (CAM . , camshaft kondisi 2 dengan pengurangan lift camshaft 0,10 mm (CAM . dan camshaft kondisi 3 dengan pengurangan camshaft pengangkat 0,15 mm (CAM . dan kecepatan engine . 0 rpm, 3000 rpm dan 4000 rp. Sebagai Hasilnya, daya pengereman efektif maksimum ada pada CAM STD, pada putaran mesin 3. 000 rpm 535. 072 Watt. SFC minimum (Konsumsi Bahan Bakar Khusu. ada pada CAM 2, pada putaran mesin 3. 000 rpm itu adalah 1,54 x 10-7 kg / J dan termal dari efisiensi pengereman maksimum ada pada CAM 2, pada putaran mesin 3000 rpm sama dengan 14. Darmawangsa . melakukan eksperimen pada mesin SINJAI 650 cc SOHC dengan memvariasikan durasi camshaft. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin jenis SINJAI 650 cc SOHC mempunyai unjuk kerja lebih baik dibandingkan dengan hasil eksperimen pada durasi camshaft standard, dengan selisih torsi 17%, daya 17%, bmep 17%, efisiansi thermal 12,3%. Volumetric Efficiency 33%, dan bsfc 17,91% pada putaran tinggi rentang 30005000 rpm. Ghaly and Y. Winoko . melakukan penelitian dengan memodifikasi diameter base circle camshaft dengan tujuan menentukan diameter base circle yang optimal. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan alat uji emisi standar dengan nilai oktan bahan bakar 90. Ukuran diameter base circle camshaft yang digunakan 20,6 mm, 20,4 mm, 20,1 mm dan 20 pengujian dilakukan pada putran mesin 1000 hingga 5000 rpm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan camshaft dengan ukuran diameter base circle 20 mm paling efisien dibandingkan 3 ukuran diameter modifikasi lainnya untuk pengoperasian pada O1000 rpm, dengan penurunan kadah HC sebesar 23. 89%, penurunan kadar CO sebesar 14,02%. IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 A145 penurunan kadar CO2 sebesar 13,30% dan kenaikan kadar O2 sebesar 3,97%. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan memvariasikan camshaft yang di gunakan pada engine dimana penelitian ini ingin melihat untuk untuk mengetahui konsumsi bahan bakar spesifik dan emisi gas buang yang dihasilkan sehingga efektifitas dalam penggunaan harian. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimen . rue experimental researc. untuk mendapatkan data yang diinginkan. Eksperimen dilakukan dengan 2 variasi camshaft yang digunakan yaitu standar dan racing. Penelitian ini akan menggunakan sepeda motor vario 110 cc sebgai objek penelitian yang nantikan akan dilakukan modifikasi pada camshaft yang Berikut spesifikasi dari objek penelitian yang digunakan : Tabel. Spesifikasi Honda Vario 110 Fi eSP Tabel. Timing Valve Gambar. 1 Diagram Pembukaan dan Penutupan katup Camshaft Standard Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 Gambar. 2 Diagram Pembukaan dan Penutupan katup Camshaft Racing Pada penelitian ini akan digunakan bahan bakar oktan 90 dan pengujian konsumsi bahan bakar dengan menggunakan gelas ukur yang sudah dimodifikasi. Sementara pengukuran daya dan torsi kendaraan dilakukan dengan menggunakan dynamo meter. Prosedur pengambilan data dikelompokkan menjadi 4 tahapan agar memudahkan dalam melaksanakan pengambilan data . , yaitu : Tahap persiapan: tahapan ini dimulai dengan mempersiapkan semua peralatan ukur dan juga objek penelitian. Berikut langkah-langkah tahapan persiapan : Siapkan semua alat ukur lengkap dengan pendukungnya : tachometer, thermometer, buret, stopwatch, dan dynamometer. Sebelum pengujian sepeda motor direkondisikan sesuai standard pabrikan tanpa ada perubahan apapun. Kemudian menghidupkan motor sesuai idle-nya selama 5 menit agar motor mencapai temperatur kerjanya, yaitu A80AC. Posisikan motor diatas alat dynamometer sesuai dengan SOP. Dalam percobaan ini gunakan bahan bakar pertalite. Sistem bahan bakar pada sepeda motor yang dapat dikontrol dan pastikan tidak ada Lakukan setting pada tachomete. Pastikan sirkulasi udara dalam keadaan baik. Pastikan alat ukur sudah divalidasi. Tahap kedua adalah tahapan percobaan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Nyalakan blower pembuangan gas knalpot. Nyalakan motor. Nyalakan dynotest untuk memunculkan Gauges Windows / Dyno Run. Setting putaran mesin putaran stationer , dan lakukan pemanasan. Sesuaikan putran mesin menjadi rpm yang telah ditentukan, putaran mesin dapat dilihat pada tachometer yang terdapat pada monitor. Tekan pedal atau tuas akselarasi untuk menaikan putaran mesin sampai putran mesin maksimal, selanjutnya lakukan pengambilan data : daya (HP), torsi (N. , kecepatan . m/ja. , suhu udara ruangan . C). Turunkan putaran mesin secara perlahan dan gigi diturunkan hingga posisi normal untuk mengakhiri percobaan, selanjutnya matikan mesin lakukan persiapan pengambilan data konsumsi bahan bakar. Lakukan pengisian bahan bakar. Hidupkan mesin dengan putaran konstan pada 1750 rpm. Pada posisi nol . digelas ukur maka mulailah mengukur konsumsi bahan bakar IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 A147 dengan menggunakan stopwach. Lakukan pencatatan data sesuai dengan tabulasi data yang sudah disiapkan. Turunkan putaran mesin saat mengakhiri percobaan. Lakukan pengantian camshaft dan lanjutkan langkah percobaan dari awal, dari a sampai l. Mencatat hasil pengujian kosumsi bahan bakar. Melakukan analisis data untuk mengungkapkan tingkat kosumsi bahan bakar spesifik, pada putaran mesin yang berbeda dengan camshaft yang berdeda. Tahap pengambilan data emisi pada sepeda motor dengan langkah-langkah sebagai berikut: Siapkan semua alat ukur lengkap: tachometer, thermometer, dan automotive emmision Sebelum pengujian sepeda motor direkondisikan sesuai standard pabrikan tanpa ada perubahan apapun. Kemudian menghidupkan motor sesuai idle-nya selama 5 menit agar motor mencapai temperatur kerjanya, yaitu A80AC. Siapkan alat uji emisi yang sudah dikalibrasi Setelah siap untuk digunakan maka masukan probe ke knalpot sepeda motor. Sepeda motor posisikan pada putaran stasioner. Pada setiap melakukan pengujian emisi sepeda motor. Sebanyak 3 kali pengulangan pada setiap aspek pengujian dengan bertujuan untuk mendapat data yang akurat mengenai variabel yang diuji. Tekan meas / enter untuk memulai pengukuran. Pilih hold untuk pembacaan. Setelah didapat hasil pembacaan, tekan esc. Keluarkan probe dari knalpot sepeda motor selanjutnya tekan purging. Lanjutkan penelitian dengan memvariasi camshaft dan ulangi langkah percobaan dari awal, yaitu dari a sampai j. Melakukan analisis data untuk melihat perubahan emisi gas buang, pada putaran mesin yang sama dengan camshaft yang berbeda. Tahap analisa data Melakukan analisa data untuk mengungkapkan pengaruh penggunaan Camshaft Standard dan Camshaft Racing pada sepeda motor. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan pengambilan data secara langsung pada sepeda motor yang diuji menggunakan alat uji dynamometer, tachometer, thermometer, stopwatch, dan buret untuk mendapatkan data daya beserta konsumsi bahan bakar spesifik yang dihasilkan beserta automotive emmision analyzer untuk mendapatkan data emisi yang dihasilkan pada sepeda motor. Untuk mengetahui semua data yang diproses serta mendapatkan hasil pengukuran konsumsi bahan bakar Spesifik dan emisi menggunakan Camshaft Standard dan Camshaft Racing maka dapat dilakukan analisa sebagai berikut : Menganalisis data dengan rumus statistik mean Menganalisis data di dalam penelitian ini dengan cara melakukan perhitungan statistik Terdapat rumus yang digunakan merupakan serpeti di bawah ini . EuX Keterangan: = Mean Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS Eux ISSN: 1978-1520 = keseluruhan data sample pengujian =Jumlah pengujian per-sample Setelah didapat rata-ratanya, kemudian membandingkan rumus mean dari setiap statistik dengan melakukan teknik statistik deskriptif. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus nAN x 100 % Keterangan: P = Nilai persentase yang ingin didapatkan. n = Rata-rata setelah menggunakan camshaft racing. N = Rata-rata sebelum menggunakan camshaft standard. Persentase bertujuan untuk mendapatkan gambaran seberapa besar pengaruh penggunaan variasi camshaft atau mendapatkan sesuatu sebagaimana adanya tentang obyek yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Berikut data yang didapatkan dari hasil pengujian yang di tampilkan dalam bentuk table berikut ini : Tabel. Hasil Data Pengujian Daya Camshaft Standard Tabel. Hasil Data Pengujian Emisi Gas Buang Camshaft Standard Tabel. Hasil Data Pengujian Konsumsi Bahan Bakar Camshaft Standard IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 A149 Tabel. Hasil Data Pengujian Daya Camshaft Racing Tabel. Hasil Data Pengujian Emisi Gas Buang Camshaft Racing Tabel. Hasil Data Pengujian Konsumsi Bahan Bakar Camshaft Racing Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 2 Pembahasan Tabel. Hasil Data Pengujian Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Camshaft Standard dan Camshaft Racing Gambar. 2 Grafik Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Pada gambar 2 korelasi antara konsumsi bahan bakar spesifik, menggunkan bahan bakar Dengan putaran mesin (Gambar. grafik menunjukan bahwa penggunaan camshaft standard pada putaran mesin 1750 rpm konsumsi bahan bakar spesifik tertinggi, dibandingkan camshaft standard yaitu sebesar 0,165 kg/kWh. Dimana daya rata-rata yang dihasilkan 0,090 kW, dan konsumsi bahan bakar rata-rata 0,149 kg/h. Sedangkan camshaft racing pada putaran mesin 1750 rpm, mendapatkan hasil konsumsi bahan bakar spesifik terendah yaitu 0,092 kg/kWh. Dimana daya rata-rata camsahft racing jauh lebih besar dibandingkan camshaft standard yaitu 1,870 kW, dan konsumsi bahan bakar yang lebih besar dibandingkan camshaft standard yaitu 0,172 kg/h. Perbedaan persentase Konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 44,12%, dapat disimpulkan pada putaran mesin 1750 rpm, camshaft racing lebih rendah konsumsi bahan bakar spesifik dibandingkan dengan camshaft standard tersebut. Pada putaran mesin 2500 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard turun drastis, dimana konsumsi bahan bakar rata-rata 0,183 kg/h, dan dibagi dengan daya rata-rata yang diperoleh 2,948 kW, didapat konsumsi bahan bakar spesifik menjadi 0,062 kg/kWh. Sedangkan grafik camshaft racing diatas camshaft standard menjadi 0,070 kg/kWh, dimana konsumsi bahan bakar rata-rata pada putaran 2500 rpm menjadi 0,231 kW, lebih besar dibandingkan dengan camshaft standard dan daya rata-rata yang dihasilkan pada putaran mesin 2500 rpm sebesar 3,265 kW, dapat disimpulkan pada putaran mesin 2500 rpm, camshaft racing meningkat konsumsi bahan bakar spesifik sekitar 12,14%, dengan camshaft standard. Pada putaran 4500 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard menurun menjadi 0,061 kg/kWh, sedangkan camshaft racing mingkat menjadi sebesar 0,091 kg/kWh. Dimana daya rata-rata yang diperoleh dari camsahft standard 3,804 kW, dan konsumsi bahan IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 A151 bakar rata-rata, yaitu 0,233 kg/h. Sedangkan camshaft racing daya rata-rata yang diperoleh sebesar 4,010 kW, dan konsumsi bahan bakar rata-rata diperoleh hasil 0,367 kg/h. Maka didapat persentase konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin 4500 rpm, sebesar 33,12 %. Dari hasil persentase tersebut bahwa camsahft racing lebih besar konsumsi bahan bakar spesifik, dibandingkan dengan camshaft standard. Terakhir pada putaran mesin 6500 rpm konsumsi bahan bakar spesifik kedua camshaft sama-sama meningkat, yaitu menjadi 0,135 kg/kwh untuk camshaft standard dan 0,186 kg/kWh, untuk camshaft racing. Dimana camshaft standard memperoleh konsumsi bahan bakar rata-rata 0,459 kg/h, dan daya rata-rata yang dieroleh 3,392 kW. Sedangkan camshaft racing memperoleh hasil konsumsi bahan bakar rata-rata pada putaran 6500 rpm, sebesar 0,660 kg/h, dan daya rata-rata yang diperoleh sebesar 3,535 kW. Maka dapat disimpulkan dari putaran mesin 6500 rpm persentase yang didapatkan sebesar 27,46%, ini menandakan bahwa camsahft standard lebih kecil konsumsi bakhan bakar spesifik, dibandingkan dengan camshaft racing Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa konsep diagram camshaft langkah hisap pada camshaft racing berdurasi 246o lebih lama, dibandingkan dengan camshaft standard yaitu berdurasi 232o. Dimana camshaft racing 14o lebih lama, dalam pembukaan katup hisap. Dapat dijelaskan bahwa durasi yang lebih lama, dalam pembukaan katup hisap akan mempengaruhi jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar. Sehingga rata-rata konsumsi bahan bakar dan daya yang dihasilkan camshaft racing jauh lebih besar, dibandingkan camshaft standard dari konsep diagram katup hisap. Hasil Pengujian Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Tabel. Hasil Data Pengujian Emisi Gas Buang CO dan HC pada Camshaft Standard dan Camshaft Racing Tabel diatas menunjukkan hasil pengujian emisi gas buang, perbandingan hasil emisi gas buang pada sepeda motor CO dan HC. Dari penggunaan camshaft racing, dan camshaft standard dengan bahan bakar pertalite. Untuk hasil CO camshaft standard rata-rata 0,03%, dan camshaft racing 0,13%. Menunjukkan peningkatan dengan menggunakan camshaft racing sebesar 77%, maka dapat disimpulkan dari hasil CO camshaft racing jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan camshaft standard. Selanjutnya hasil dari emisi gas buang dari HC untuk camshaft standard 27 ppm, sedangkan HC camsahft racing sebesar 236 ppm. Sedangkan persentase peruubahan HC juga menunjukkan peningkatan, sebesar 89% dari 27 ppm menjadi 236 ppm. Maka dapat disimpulkan dari hasil HC camshaft racing masih jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan camshaft standard. Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa konsep diagram camsahft racing mempengaruhi hasil emisi gas buang. Berdasarkan perbandingan pada overlap pada tabel timing valve sangat berbeda. Overlap camshaft racing lebih lama dibandingkan camshaft standard yaitu berdurasi 34o, dan camshaft standard 26o. Dimaksud dengan overlap adalah waktu dimana Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 posisi katup hisap dan katup buang terbuka bersamaan. Maka signifikan dengan terjadinya peningkatan pada CO dan HC. KESIMPULAN Dari hasil analisa data penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penggunaan camshaft racing pada sepeda motor membuat konsumsi bahan bakar spesifik jauh lebih besar dibandingkan camshaft standard kecuali pada putaran mesin 1750 rpm. Putaran 1750 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard lebih besar yaitu sebesar 0,165 kg/kWh, dibandingkan camshaft racing 0,092 kg/kWh. Pada putaran 2500 rpm konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standard menurun drastis menjadi 0,062 kg/kWh, dan camshaft racing menjadi 0,070 kg/kWh, ini menandakan bahwa konsumsi bahan bakar spesifik camshaft racing mulai meningkat di putaran mesin 2500 rpm, dibandingkan dengan camshaft standard. Pada putaran 4500 rpm terjadi peningkatan pada camshaft racing yaitu sebesar 0,091 kg/kWh, dan camshaft standard terjadi penurunan konsumsi bahan bakar spesifik menjadi 0,061 kg/kWh. Terakhir pada putaran mesin 6500 rpm camshaft racing memiliki konsumsi bahan bakar spesifik yang lebih besar 0,186 kg/kWh, dan camshaft standard menjadi 0,135 kg /kWh. Pada penggunaan camsahft racing dapat dilihat memiliki hasil emisi gas buang yang lebih tinggi dibandingkan dengan camshaft standard. Hasil penelitian menunjukkan pada camshaft standard emisi gas buang CO 0,03% dan HC 27 ppm. Pada camshaft racing emisi gas buang CO 0,13% dan HC 236 ppm. SARAN Beberapa hal yang perlu rekomendasikan untuk penelitian yang lebih sempurna dan memuaskan hal ini adalah : Penelitian ini masih terbatas pada putaran mesin, sehingga pada penelitian lanjutan agar bisa dilakukan pada putaran yang lebih tinggi. Penilitian ini juga masih terbatas dalam emisi gas buang sepeda motor dimana yang ditiliti hanya CO dan HC, sehingga pada penelitian lanjutan agar bisa meneliti seluruh emisi gas DAFTAR PUSTAKA