Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. PERBANDINGAN EFEK ANTIBAKTERI KULIT BATANG GAMAL (Gliricidia sepiu. PADA BAKTERI GRAM POSITIF Bacillus sp. DAN GRAM NEGATIF Pseudomonas aeruginosa Reyna Maharani1. I Nyoman Bagus Aji Kresnapati2. Baiq Yulia Hasni Pratiwi3 Program Studi S1 Farmasi Universitas Bumigora 1reynamaharani12@gmail. com, 2ajikresnapati@gmail. 3yulia_hasni@universitasbumigora. ABSTRAK Infeksi nosokomial masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, mendorong pencarian senyawa antibakteri alami. Gamal merupakan tanaman yang Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang gamal terhadap Bacillus sp. ram positi. dan Pseudomonas aeruginosa . ram Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% selama 3y24 jam, kemudian diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid dan saponin. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA) menggunakan konsentrasi ekstrak 50%, 60%, 70%, dan 100%. Disk uji antibakteri direndam dalam ekstrak dan diletakkan pada media yang telah diinokulasi bakteri. Ciprofloxacin digunakan sebagai kontrol positif dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37AC, zona hambat diukur. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat Bacillus sp. di semua konsentrasi, dengan zona hambat tertinggi 11,7 mm pada konsentrasi 100%. Namun, tidak ada penghambatan terhadap P. Analisis statistik (Kruskal-Walli. menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok . = 0,017 untuk Bacillus sp. p = 0,005 untuk P. , mengindikasikan bahwa ekstrak etanol kulit batang gamal lebih efektif terhadap bakteri Gram positif. Kata Kunci : Antibakteri. Bacillus sp. Gliricidia sepium. Infeksi nosokomial. Pseudomonas aeruginosa. bahkan berisiko kematian. Studi meta- PENDAHULUAN Infeksi nosokomial atau Health Care Associated Infections (HCAI) adalah infeksi yang terjadi pada pasien kesehatan, yang tidak ada atau belum dalam masa inkubasi saat pasien masuk ke rumah sakit (Sardi, 2. Infeksi Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu analisis global mencatat prevalensinya sebesar 0,14% dengan tren kenaikan 0,06% per tahun (Raoofi et al. , 2. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 15,74%, dengan kejadian di rumah sakit pendidikan berkisar 6Ae16% dan rata-rata 9,8%. Infeksi meliputi infeksi daerah operasi (IDO), infeksi saluran kemih (ISK), infeksi saluran napas bawah, dan infeksi Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Delima Andriani, 2. Pengobatan infeksi umumnya Penelitian antibakteri pada konsentrasi 5-40% WHO . (Herman et al. , 2. Kandungan melaporkan lebih dari 2 juta kasus senyawa bioaktif seperti alkaloid, resistensi dan 23. 000 kematian per glikosida, saponin, flavonoid, dan triterpenoid (Punyashree et al. , 2. Indonesia menjadi 60,4% pada 2019 (Marsudi. Salah Staphylococcus mendukung potensinya sebagai agen Penelitian ini bertujuan menguji pemanfaatan tumbuhan obat yang memiliki efek samping rendah dan konsentrasi lebih tinggi . %, 60%, 70%, dan 100%) terhadap Bacillus sp. tradisional (Kumontoy et al. , 2. Tanaman Pseudomonas (Gliricidia menggunakan metode difusi cakram, leguminosa yang berpotensi sebagai dengan daya hambat pertumbuhan agen antibakteri alami. Tanaman ini bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin, karbohidrat. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dan protein pada bagian daun, bunga, kulit batang, biji, buah, dan akar (Dubal et al. , 2020. Grazzia & Sopandi, 2. Meskipun demikian, di Lombok. NTB, pemanfaatan gamal masih terbatas untuk pagar hidup, pakan ternak, kayu bakar, pupuk hijau, dan tanaman tumpangsari (Sukri et al. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Penelitian ini dilakukan di UIN Mataram untuk uji determinasi, di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Bumigora Mataram untuk persiapan sampel dan ekstraksi, serta di Laboratorium Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat Februari hingga Juli 2025. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Alat dan Bahan Penelitian Pengumpulan dan Pembuatan Alat yang digunakan meliputi Simplisia corong kaca, erlenmeyer, gelas ukur. Batang (Gliricidia tabung reaksi, rak tabung reaksi, aluminium foil, cawan penguap, kaca Gerung. Lombok Barat. Batang gamal arloji, pipet, blender, ayakan mesh 60, spatula, kertas saring. DLAB rotary kemudian dilanjutkan dengan sortasi evaporator. GEA autoklaf. Mammert basah untuk memisahkan bagian yang inkubator. ESCO Laminar Air Flow tidak sesuai (LAF), lampu bunsen, cawan petri. Subositi, 2. dan dicuci dengan air mikropipet, pinset, jangka sorong, bersih guna menghilangkan kotoran jarum ose, kertas label, kapas, dan alat (Aji et al. , 2. Kulit batang dirajang tipis menggunakan pisau (Widodo Bahan yang digunakan adalah stainless steel untuk mempercepat media Mueller Hinton Agar (MHA), pengeringan (Widodo & Subositi. Pengeringan dilakukan selama bubuk magnesium. HCl 2N, asam 7 hari di tempat teduh dan berangin dengan penutup kain hitam (Delta et , 2. untuk menjaga kandungan Dragendorff. Mayer, batang gamal (Gliricidia sepiu. , kertas cakram, biakan murni Bacillus kemudian dihaluskan menjadi serbuk dan Pseudomonas aeruginosa, disk antibiotik ciprofloxacin, serta NaCl Pembuatan Sampel Ekstrak Kulit Batang Gamal Sebanyak 200 g serbuk kulit Prosedur Penelitian batang gamal dimaserasi dalam 2. Determinasi Tanaman Determinasi (Gliricidia dengan pengadukan setiap 6 jam. Universitas Durasi 3 hari menghasilkan rendemen Islam Negeri (UIN) Mataram untuk tertinggi (Afifah et al. , 2023. Hasan et , 2. Maserasi dipilih karena Laboratorium mL etanol 96% . selama 3 hari Terpadu digunakan dalam penelitian. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Asworo Uji Aktivitas Antibakteri ) Sterilisasi Alat dan Bahan Widwiastuti. Seluruh alat dan bahan dicuci Khasanah & Muslihin, 2. Etanol hingga bersih, dikeringkan, kemudian selektif, memiliki daya serap baik, dan aluminium foil sebelum disterilisasi mampu melarutkan senyawa polar menggunakan autoklaf hingga non-polar (Wendersteyt et al. 121AC dengan tekanan 1 atm selama Filtrat hasil maserasi disaring 15 menit. Alat logam seperti pinset lalu diuapkan menggunakan rotary dan jarum ose disterilkan melalui evaporator vakum pada suhu 35 AC pemijaran pada nyala bunsen (Tjahjani dan putaran 128 rpm hingga diperoleh & Lestari, 2. ekstrak kental (Lay et al. , 2. ) Pembuatan Media MHA Proses pembuatan media MHA Skrining Fitokimia Skrining pada suhu dilakukan dengan melarutkan 19 g serbuk MHA dalam 500 mL aquades, alkaloid, dan saponin. Uji flavonoid memanaskannya hingga homogen, lalu mensterilisasi pada 121AC selama 15 serbuk Mg dan HCl pekat, hasil positif Media kemudian dituangkan ditandai perubahan warna menjadi A25 merah, oranye, atau hijau (Astika et dibiarkan memadat pada suhu ruang, , 2. Uji alkaloid menggunakan dan disimpan pada 4AC (Nurhayati et pereaksi Mayer yang menghasilkan , 2020. Utomo et al. , 2. ) Peremajaan Bakteri Dragendorff Peremajaan Bacillus sp. endapan jingga (Saepudin et al. , 2024. Pseudomonas aeruginosa dilakukan Yasser et al. , 2. Uji saponin dilakukan dengan mengocok ekstrak menginokulasikan satu ose kultur ke dalam aquades dan HCl 2 N, dengan media miring, kemudian dilakukan hasil positif berupa buih stabil setinggi inkubasi pada suhu 37AC selama 24 1Ae10 cm yang bertahan Ou10 menit (Aji jam untuk mempertahankan kualitas et al. , 2. optimal (Herman et al. , 2. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. ) Pembuatan Larutan Uji Larutan Mann-Whitney kelompok yang memiliki perbedaan konsentrasi 50%, 60%, 70%, dan Seluruh proses analisis dilakukan dengan bantuan program etanol kulit batang Gliricidia sepium SPSS versi 25 (Nasution et al. , 2. dalam aquades steril. Ciprofloxacin HASIL DAN PEMBAHASAN Rendemen Ekstrak karena berspektrum luas, sedangkan kontrol negatif karena tidak memiliki (Henaulu Kaihena, 2. Ekstraksi 200 gram simplisia menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen 16%, memenuhi standar minimal 10% (Rahmani et al. , 2. (Tabel . Rendemen ini menunjukkan ) Pengujian Aktivitas Antibakteri dengan Metode Cakram efisiensi ekstraksi sesuai batas yang Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada Bacillus Tabel 1. Hasil %Rendemen Ekstrak dan Pseudomonas aeruginosa. Berat Serbuk Simplisia Cakram berisi ekstrak kulit batang 200 gram gamal . %, 60%, 70%, 100%), kontrol positif . , dan . quades diinkubasi pada MHA 37AC selama 24 Zona hambat diukur untuk (Rahmah et al. , 2. Analisis Kruskal-Wallis karena uji normalitas menunjukkan Uji Pengujian flavonoid dilakukan dilanjutkan dengan analisis post hoc Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Shinoda penambahan magnesium (M. dan (HC. bertujuan membentuk garam flavilium merah-jingga. Namun, perubahan warna coklat pada ekstrak kulit batang gamal menunjukkan hasil negatif untuk flavonoid (Saepudin et , 2. Skrining Fitokimia Analisis Data Hasil Berat Ekstrak Kental 32 gram Skrining dengan amonia pekat, kloroform, dan (HCCSOCE melepaskan alkaloid dari garamnya Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. serta membentuk endapan dengan reagen Mayer . dan Dragendorff indikasi keberadaan saponin akibat . , keduanya memberikan hasil kemampuannya menurunkan tegangan positif (Dewi et al. , 2021. Saepudin et permukaan air (Saepudin et al. , 2. , 2. Hasil skrining fitokimia disajikan pada Pengujian Tabel II. dengan aquades dan HCl 2N, yang Tabel II. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Kulit Batang Gamal (Gliricidia sepiu. Golongan Senyawa Flavonoid Alkaloid Hasil Merah. Orange Perubahan Warna Coklat Amonia pekat (NH. Klorofom H2SO4 2 N Pereaksi Mayer Endapan Putih Endapan Putih Pereaksi Dragendorff Endapan Orange Endapan Orange Aquades HCl 2 N Busa Terbentuk Busa Saponin Reagen Warna Standar Mg HCl Pekat sedang hingga kuat (Noverita & Uji Aktivitas Antibakteri Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol Sinaga, 2. Sebaliknya, menunjukkan zona hambat terhadap membentuk zona hambat terhadap Pseudomonas aeruginosa pada semua Bacillus sp. pada seluruh konsentrasi konsentrasi (Gambar . , menunjukkan yang diuji . %, 60%, 70%, dan tidak adanya aktivitas antibakteri. 100%), rata-rata Ciprofloxacin sebagai kontrol positif masing-masing sebesar 8,3 mm, 8,7 efektif dengan zona hambat 30,5 mm mm, 10 mm, dan 11,7 mm (Gambar pada Bacillus sp. dan 40,8 mm pada P. Peningkatan ukuran zona hambat aeruginosa, didukung nilai MIC yang seiring kenaikan konsentrasi tersebut lebih rendah pada Gram negatif. mencerminkan korelasi positif antara Kontrol negatif . quades steri. tidak efektivitas antibakteri ekstrak, yang Data lengkap disajikan pada Tabel 3. tergolong dalam kategori aktivitas Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Gambar 1. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri pada Bacillus sp. Gambar 2. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri pada Pseudomonas aeruginosa Tabel i. Hasil Pengukuran Diameter Zona Hambat Hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Bacillus sp. Hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Pseudomonas aeruginosa Konsentasi Kontrol Ae (Aquade. Kontrol (Ciprofloxaci. Kontrol Ae (Aquade. Kontrol (Ciprofloxaci. Zona hambat terhadap Bacillus pada uji ekstrak etanol kulit batang gamal diduga berasal dari metabolit Rata-rata 0 mm 30,5 mm 8,3 mm 8,7 mm 10 mm 11,7 mm 0 mm 40,8 mm 0 mm 0 mm 0 mm 0 mm kematian sel (Nor et al. , 2018. Nurhasanah & Gultom, 2. Hasil sekunder seperti alkaloid dan saponin. menunjukkan bahwa zona hambat Alkaloid terhadap Bacillus sp. lebih kecil dibandingkan hasil penelitian Herman et al . terhadap Staphylococcus Perbedaan tersebut diduga pengujian dan jenis bakteri yang Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Herman et al . Hal ini berkaitan dengan adanya menggunakan metode difusi sumuran lapisan lipopolisakarida (LPS) pada dengan satu jenis bakteri Gram positif membran luar yang berfungsi sebagai dan memperoleh zona hambat lebih antibakteri, serta kemampuan bakteri ekstrak yang lebih rendah. Metode melindungi sel dari paparan zat aktif. ekstrak yang lebih besar berdifusi ke Selain itu, sistem efflux pump yang segala arah dalam media, sehingga sangat efisien pada P. konsentrasi senyawa aktif di sekitar mampu mengeluarkan senyawa asing area uji lebih tinggi. Sebaliknya, dari dalam sel, sehingga efektivitas penelitian ini menggunakan metode antibakteri semakin menurun (Sekhi, difusi cakram, di mana penyebaran Gram negatif umumnya lebih senyawa aktif hanya terjadi secara resisten dibanding Gram positif karena horizontal, sehingga daya hambat yang keberadaan LPS sebagai penghalang terbentuk relatif lebih kecil (Nurhayati alami (Sunny et al. , 2. et al. , 2. Ekstrak Selain kemampuan Bacillus sp. sekunder, antara lain alkaloid dan endospora juga berkontribusi terhadap saponin, yang secara umum memiliki Endospora Namun, jenis alkaloid yang terdapat sebagai bentuk perlindungan terhadap kondisi lingkungan ekstrem, termasuk paparan bahan kimia. Faktor lain yang kompleks Pseudomonas aeruginosa. antibakteri adalah variasi kandungan Sejumlah alkaloid yang telah terbukti metabolit sekunder dalam tanaman akibat perbedaan lingkungan tumbuh (Halisa et al. , 2023. Soni et al. , 2. caffeine, dan 7-fluoroindole, bekerja Sementara melalui mekanisme spesifik, termasuk penghambatan pembentukan biofilm terbentuk zona hambat sama sekali. dan quorum sensing (Guzzo et al. Pseudomonas Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Pech-Puch et al. , 2020. Zhao et Rendahnya Analisis Data Data ekstrak kulit batang gamal terhadap Kruskal-Wallis normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal . < 0,. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan daya hambat bakteri antar ketersediaan hayati senyawa aktif. kelompok perlakuan, dengan p = 0,017 Penelitian lanjutan diperlukan untuk untuk Bacillus sp. dan p = 0,005 untuk Pseudomonas aeruginosa . < 0,. , alkaloid spesifik pada kulit batang yang mengindikasikan setidaknya satu gamal, serta mengevaluasi aktivitas kelompok berbeda secara signifikan. antibakterinya, baik dalam bentuk (Tabel IV). Pseudomonas senyawa tunggal, kombinasi, maupun hasil modifikasi struktur kimia. Tabel IV. Data hasil analisis Kruskal-Wallis Bakteri Nilai p-value Bacillus sp. 0,017 Keterangan Terdapat perbedaan yang signifikan . <0,. Pseudomonas aeruginosa 0,005 Terdapat perbedaan yang signifikan . <0,. Uji Mann-Whitney menunjukkan ekstrak kulit batang gamal memiliki aktivitas signifikan terhadap Bacillus sp. = 0,034Ae 0,. Pada Pseudomonas aeruginosa, perbedaan signifikan hanya terlihat antara kontrol positif dan kelompok lain . = 0,. , dengan kontrol negatif . = 1,. Hal ini mengindikasikan efektivitas ekstrak lebih tinggi pada Gram positif dibanding Gram negatif. KESIMPULAN Ekstrak (Gliricidia menghambat Bacillus sp. tetapi tidak berpengaruh terhadap Pseudomonas Konsentrasi memberi hambatan tertinggi pada Bacillus sp. , namun perbedaan antar Disarankan penelitian lanjutan untuk identifikasi senyawa aktif, uji pada Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Gram optimasi metode ekstraksi. DAFTAR PUSTAKA