Jurnal Penelitian Politeknik Penerbangan Surabaya Edisi xi. Vol 6. No 3. Bulan September Tahun 2021 p-ISSN: 2615-8671 e-ISSN: 2615-868X ANALISIS PELAKSANAAN PENGAWASAN PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP KINERJA OPERATOR GROUND SERVICE DI AIRSIDE BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI SOEMARMO SURAKARTA Kusno. Aulia Rizkyana Safitri Politeknik Penerbangan Surabaya Email: kusnohub@gmail. Abstrak Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta memiliki pengawasan pada sisi udara . yang dilakukan oleh unit AMC. Dalampengawasannya masih ditemukan beberapa pelanggaran yang terjadi di apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta seperti penempatan kendaraan atau peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) belum sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah Hal ini terjadi disebabkan belum optimalnya pengawasan dan masih kurangnya koordinasi terhadap kegiatan operasional di apron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengawasan ersonel AMC berjalan secara optimal, dan untuk mengetahui kinerja operator ground service yang sesuai dengan prosedur agar dapat meminimalisir pelanggaran di wilayah airside. Landasan Teori dalam penelitian ini berdasarkan Manual Of Standard CASR Ae 139 Volume I Aerodrome serta PDJPU Nomor: KP 326 TAHUN 2019 Tentang Standar Teknis Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di wilayah airside khususnya di apron dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan secara simultan atau berkala yang dilakukan oleh unit AMC, seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, penambahan CCTV di dalam kantor dan di setiap parking stand di apron agar dapat membantu mengoptimalkan pengawasan personel AMC, selain itu penambahan jumlah personel yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di apron khususnya terhadap peralatan dan kendaraan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) yang dilakukan oleh operator ground service di apron agar keamanan dan keselamatan pergerakan pesawat di apron terwujud. Kata Kunci : Personel Apron Movement Control. Operator Ground Service. Ground Support Equipment Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control Abstract Adi Soemarmo International Airport Surakarta has airside supervision carried out by the AMC unit. In his supervision, it was still found that several violations that occurred on the apron of Adi Soemarmo International Airport. Surakarta, such as the placement of vehicles or aircraft ground support equipment (GSE) were not in accordance with the established Standard Operating Procedure (SOP). This is due to the lack of optimal supervision and lack of coordination of operational activities on the apron. The purpose of this study was to determine whether the supervision of AMC personnel was running optimally, and to determine the performance of ground service operators in accordance with procedures in order to minimize violations in the airside area. Theoretical based on the Manual of Standard CASR - 139 Volume I Aerodrome and PDJPU Number: KP 326 of 2019 concerning Airport Regulatory Technical Standards and Regulations. In this research using qualitative descriptive research methods and data collection techniques using of observation, interviews, documentary studies and literature study method. The results show that minimizing the level of order violations in the airsidearea especially in the apron can be done with the need for simultaneous orperiodic inspections conducted by the AMC unit, holding a ramp safety campaign on a regular and scheduled basis, and additional CCTV in the office and every parking stands in apron order to help optimize the supervision of AMC personnel, in addition to increasing the number of adequate personnel and increasing the supervision of the AMC unit to oversee movement and order in the apron, especially for equipment and vehicles to support Ground Support Equipment (GSE) carried out by operators ground service on the apron so that the safety and security of aircraft movements on the apron are realized Keywords: ersonnel Apron Movement Control. Operators Ground Service. Ground Support Equipment PENDAHULUAN PT Angkasa Pura I (Perser. merupakan sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam operasionalnya khusus mengelola Bandar Udara yang berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan bagian timur yang usahanya bergerak sebagai penyedia jasa lalu lintas udara dan kebandarudaraan yang mengutamakan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu manajemen PT Angkasa pura I . harus mampu menciptakan interaksi dan prospek yang baik terhadap mutu pelayanan Operasi Bandar udara, maka untuk merealisasikan yang tepat pada sasaran dengan cara menyiapkan pengelolaan dan melaksanakan pengaturan serta pengawasan kegiatan pelayanan operasi di sisi darat maupun di sisi udara (PT. Angkasa Pura I,2. Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control Untuk menunjang pelayanan pesawat udara di darat, dibutuhkan peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground support equipment/ GSE). Untuk melayani kegiatan tersebut dibutuhkannya pelayanan Ground Service yang di tunjang oleh petugas yang ahli di bidangnya dan sudah berlisensi. Ground Service berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang serta bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat atau di bandar udara, baik keberangkatan maupun kedatangan. Pelayanan Ground Service Pesawat Udara di darat merupakan kegiatan penanganan pesawat udara untuk dioperasikan dan setelah beroperasi yang meliputi penempatan pesawat udara berhenti . , bongkar muat angkutan pesawat udara . enumpang dan karg. , perawatan pesawat udara Untuk itu setiap bandar udara harus memiliki suatu unit kerja yang bertugasmengawasi ketertiban, dan seluruh kegiatan di area sisi udara . , yakni unitApron Movement Control (AMC) tentu saja untuk tercapainya kelancaran pelayanan operasional di airside tersebut karena tugas unit AMC . pron movement contro. yaitu sebagai pengawasan pelayanan operator Ground Service dan penanggung jawab kegiatan pelayanan operasi penerbangan, penumpang dan barang serta kebersihan di daerah sisi udara serta pencatatan dunia penerbangan sehingga keamanan dan keselamatan penerbangan dapat tercapai. Maka dari itu lah untuk mengatur lalu lintas pesawat udara dan aktivitas di sisi udara . , maka dibentuklah Dinas Pengawasan Sisi Udara/Airside (Apron Movement Control/AMC). Melihat kondisi saat ini dimana Unit AMC mempunyai tugas diantaranya adalah Pemahaman akan pentingnyakeselamatan dan keamanan di sisi udara terutama di daerah apron sebaiknyadimiliki oleh setiap petugas yang pekerjaannya berhubungan langsung dengan keselamatan penerbangan. Hal ini di tujukan agar dapat mencegah dan meminimalisir insiden maupun kecelakaan di sisi udara Bandar udaraInternasional Adi Soemarmo. Salah satu contoh adalah penempatan peralatanpenunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) oleh operator Ground Service diarea apron, make up area, break down area, cargo area. Gambar 1. Denah Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control METODE Rancangan penelitian Kegiatan penelitian yang baik bermula dari inti atau rumusan masalah dan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Langkah-langkah yang diambil penulis,termasuk dalam menentukan rancangan penelitian harus didasarkan ataspermasalahan dan tujuan penelitian. Penulis menggunakan penelitian kualitatif yang akan lebih tepat jika peneliti melakukan penjajakan atau observasi lapangan terlebih dahulu. Desain penelitian kualitatif bersifat lentur dapat berkembang sesuai dengan keadaan lapangan, bersifat umum, berfungsi memberi petunjuk bagaimana penulis melangkah dan menggambarkan apa yang dilakukan penulis di lapangan. Rancangan penilitan dalam penulisan tugas akhir ini menggunakan pendekatan Penelitian melalui pendekatan evaluasi merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian,kegiatan, produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan yang berfungsi untuk menjelaskan sebuah fenomena Riduwan . 0: . Dari penjelasan tersebut maka peneliti ingin menyajikan Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control (AMC) Terhadap Kinerja Operator Ground Service Di Airside Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta. Ada beberapa tahapan atau langkahAelangkah yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian dengan pendekatan evaluasi, berikut ini tahapan tersebut. Bagan 1. Tahapan Penelitian Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control b. Subyek dan objek penelitian . Subjek penelitian Subyek penelitian atau seseorang yang memberikan informasi terkait judul penelitian adalah yaitu Bapak Priyabada Andi selaku Team Leader Personel AMC Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta. Seseorang yang memberikan informasi tersebut disebut pula informan. Informan adalah orang yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi pada latar belakang. Sugiyono . mengatakan tidak menggunakan istilah populasi pada penelitian kualitatif, melainkan Social Situation atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen, yaitu, tempat . , pelaku . , dan aktivitas . maka dengan ini penulis melakukan pendekatan dengan cara observasi, dan wawancara untuk mendapatkan informasi tentang situasi pada latar belakang. Subyek tertentu yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Obyek penelitian Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, objek adalah hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. Dengan kata lain objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi fokus dari sebuah penelitian. Menurut Lofland . alam Moleong, 2. sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sejalan dengan pendapat Lofland dan Lofland. Moleong juga mengatakan jika kata-kata dan tindakan orang - orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama, yang berupa catatan atau rekaman, video dan foto atau film (Moleong,2. Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah pengawasan personel AMC di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta terhadap pelayanan operator ground service di Airside PEMBAHASAN Tugas unit Apron Movement Control adalah mengawasi secara keseluruhan operasional dan fasilitas pelayanan di airside. Diantara lain seperti menyiapkan ploting parking stand harian, pemeriksaan fasilitas keamanan kebersihan, ketertiban di apron, melakukan pengecekan keseluruh bagian airside, setelah melakukan pengecekan lalu mengisi check list harian yang Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control telah disiapkanlalu melaporkan segala masalah kepada pihak/teknisi yang berkaitan. (Bimas. A Kegiatan Pelayanan AMC di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Menyiapakan aircraft parking stand allocation terlebih dahulu, untuk memudahkan pemarkiran dan handlingpesawat udara bersangkutan. Mengadakan pengaturan terhadap engine run up, aircrafttowing,memonitor start clearence yang diberikan control toweruntuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di apron. Menyediakan marshaller dan followme service. Yang berkaitan dengan adanya suatu kegiatan yang sedang berlangsung yang berpengaruh terhadap kegiatanoperasi lalu lintas di apron. Menyediakan dukungan dan bantuan bagi pesawat udara yang sedang dalamkeadaan Membuat/ mengadakan suatu pengaturan security seperti identifikasibagasi di parking stand, dll. Mengadakan control terhadap disiplin di apron dengan mengeluarkan ketentuan/ aturan yang berkaitan dengan pengemudi dan kendaraan yang beroperasi di apron. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan di bab sebelumnya di bab ini kita akan membahas lebih mendalam lagi. Pengawasan Personel AMC Terhadap Kinerja Pelayanan Operator Ground Service Dalam penelitian penulis unit AMC sangatpenting melakukan pengawasan terhadap hal hal yang berkaitan dengan keselamatandan kenyamanan pergerakan pesawat udara di wilayah airside. Salah satunya pengawasan terhadap kinerja operator ground service pada airside khususnya di area apron dalam menempatkan peralatan maupun kendaran penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipmen. yang dimiliki masingOemasingoperator, hal ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun insiden yang tidak di inginkan. Selain itu mematuhi prosedur yang ditetapkan juga berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan terhadap pergerakan pesawat udara di area apron. Saat ini unit AMC Bandar udara Internisonal Adi Soemarmosecara keseluruhan memiliki jumlah personel yang bertugas sebanyak 9 orang, yang terdiri dari : Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control Tabel 1 Personil AMC Berikut data jumlah peralatan maupun kendaran penunjang pelayanan darat pesawatudara (Ground Support Equipment/GSE) yang terdapat di Bandar udara Internisonal Adi Soemarmo : Tabel 2 Jumlah Unit GSE Penempatan Kendaraan Atau Ground Support Equipment (GSE) Pesawat Udara Di Wilayah Airside Penempatan peralatan dan kendaraan GSE(Ground Support Equipmen. di wilayah airside menurut data dari hasil wawancaradan observasi penulis masih tidak dapat dikatakan sesuai prosedur. Dari beberapa data analisis sebelumnya, juga dapat dikatakan bahwa penempatan peralatan dan kendaraan GSE tidak sesuai dengan prosedur. Faktanya beberapa kali terjadi permasalahan dan insiden di wilayah airside khususnya di apron yang merupakan area penting dari berbagai kegiatan pesawat udara. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP/100/XI/1985 tentang Peraturan dan Tata Tertib Bandar udara, dalam Pasal 33 dinyatakan bahwa AuSemua kendaraan dan peralatan lain yang digunakan untuk pelayanan pesawat udara,harus segera dipindahkan atau disingkirkan atau disimpan di tempat atau ruang yang telah disediakan sesudah pesawat udara yang dilayani berangkatAy dan Pasal 52 ayat 3 dinyatakan bahwa AuPeralatan yang sedang tidak digunakan agar diatur secara tertib di tempat yang telah disediakanAy. Namun berdasarkanpengamatan penulis di lapangan terdapat beberapa kasus pelanggaran penempatan peralatan dan kendaraan GSE (Ground Support Equipmen. yang belum sesuai pada tempatnya yang dilakukan oleh operator Ground Service di wilayah airside Bandar Udara Internasional AdiSoemarmo : Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control a. Terdapat Pushback Car yang ditempatkanatau stand by dekat Garbarata/AvioBridge tidak segera dipindahkan atau disingkirkan di tempat atau ruang yang telah disediakan. Hal tersebut berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan yang dapat menimbulkan resiko yang akan terjadi yaitu dapat mempengaruhi pelayanan pesawat udara dan memperlambat Ground Time yang telah disediakan sehingga terjadi keterlambatan pelayanan pesawat udara. Hal ini dengan jelas operator Ground Service tidak memahami Standard Operating Procedure (SOP) dan peraturan yang telahditetapkan. Gambar 2. Penempatan Pushback Car YangTidak Sesuai Di Apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Terdapat juga penempatan baggage chart yang digunakan untuk mengangkut barang kargo dan sudah kosong tidak ada isinya diletakkan begitu saja di area apron. Hal tersebut dapat mengganggu keselamatanpenerbangan yang dapat menimbulkan resiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan saat adanya pergerakan pesawat atau pergerakan peralatan dan kendaran GSE lain serta dapat mempengaruhi pelayanan pesawat udara dan memperlambat Ground Time yang telah ditentukan sehingga terjadi keterlambatan pada pesawat udara. Hal inimerupakan keteledoran dari operator Ground Service yang kurang menerapkan safety first pada pekerjaan mereka. Gambar 3. Penempatan Baggage Chart Yang Sudah Kosong Di Apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Ditemukannya peralatan atau kendaraan pelayanan pesawat udara (GSE) yang di tempatkan sembarangan di service road. Hal tersebut sangat berbahaya karena mengganggu kendaraan yang akanmenggunakan service road, dan dapat menghalangi kendaraan yang sedang melayani pesawat udara, selain itu juga berpotensi tabrakan Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control antar kendaraan GSE lain, keadaan ini juga dapat mengganggu kenyamanan penumpang karena peralatanatau kendaraan tersebut parkir di marka penyebrangan penumpang maupun petugas yang akan melayani pesawat udarapada saat ground time. Gambar 4. Penempatan Kendaraan GSE diservice road Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Pelanggaran Operator GroundService Di Wilayah Airside Dari hasil observasi dan wawancara penulis, didapat identifikasi permasalahan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Operator Ground Service di wilayahAirside bandar udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta yaitu penempatan kendaraan atau peralatan penunjangpelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipmen. yang belum sesuai dengan prosedur, kedua yaitu minimnya kesadaran akan kedisiplinan mengenai Alat Pelindung Diri (APD) sehingga masih ditemukan petugas yang tidak menggunakan Safety Vest . ompi pengama. dan Earmuff . enutup teling. saat beroperasi di wilayah airside dan apron. Pelanggaran berikutnya ialah beberapa peralatan dan kendaraan GSE (Ground Support Equipmen. yang beroperasi di airside maupun apron belum sticker / logo perusahaan PT. Angkasa Pura I, terdapat juga kendaraan GSE yg melintas padasaat cuaca visibility kurang bagus . namun rotary lamp tidak menyala. Selain itu, terdapat petugas ground service yangmengoperasikan mobil BTT atau Baggage Towing Tractor tanpa mempunyai Tanda Izin Mengemudi(TIM). Beberapa pelanggaran diatas merupakan jenis pelanggaran yang ditemukan personel AMC dan ketika menjadi operator Ground Service tanggung jawabpun semakin banyak dan diwajibkan menggunakan kelengkapanalat kerja seperti Alat Pelindung Diri (APD) untuk menerapkan keselamatan penerbangan, menghindari kecelakaan atau insiden yang tidak diinginkan. Dari masalah tersebut dapat diambil kesimpulan kurangnya tingkat kedisiplinan dan tidak mentaati sebuahaturan oleh beberapa petugas atauoperator ground service yang bertugas di wilayah airside maupun apron. Sehinggadengan adanya pelanggaran yang Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control ada tentunya mengakibatkan banyak terjadikesalahan dan human error dalam bekerja. Maka dari itu pelanggaran tersebut mengharuskan perusahaan untuk melakukan tindakan dan upaya untuk menghadapi dan mengurangi pelanggarantersebut melalui pengawasan personel AMC. PENUTUP Pengawasan AMC terhadap kinerja operator ground service di wilayah airside khususnya di area apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo kurang optimal mengakibatkan terjadinya penempatan peralatan atau kendaraan pelayanan pesawat udara belum sesuai prosedur, karena beberapa peraturan masih belum diterapkan secara langsung di Belum terlaksana SOP AMC terkait pengawasan dan penertiban yangdilakukan secara simultan di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, karena kurangnya personel AMC BandarUdara Internasional Adi Soemarmo Surakarta. Operator Ground Service di BandarUdara Internasional Adi Soemarmo Surakarta belum memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehingga masih ditemukannya beberapa pelanggaran di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta. DAFTAR PUSTAKA