http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. PENERAPAN SIX SIGMA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI GITAR PADA UMKM (STUDI KASUS: INDUSTRI GITAR REZA CUSTOM) Della Puspitasari. Brillian Nur Diansari2. Niken Trisnawati3 1,2,3 Program Studi Teknik Industri - Universitas Duta Bangsa Surakarta Email: dellapuss057@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tingkat kecacatan produk pada UMKM industri gitar handmade yang berdampak pada penurunan kualitas dan kepercayaan pelanggan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penyebab cacat dan memberikan solusi perbaikan untuk meningkatkan kualitas produksi gitar di Industri Gitar Reza Custom. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Six Sigma-DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen pada periode JanuariAeMei 2025, dengan analisis menggunakan CTQ, diagram Pareto, fishbone diagram, dan perhitungan nilai Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis cacat utama, yaitu cacat noda . %), pemasangan stem tidak sesuai . %), dan cacat retak . %), dengan rata-rata nilai sigma 1,91 yang mengindikasikan kapabilitas proses rendah. Perbaikan yang diusulkan meliputi penyusunan SOP, pelatihan operator, perbaikan lingkungan kerja, serta kalibrasi peralatan. Implementasi ini diharapkan mampu menurunkan tingkat cacat, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperkuat daya saing UMKM di pasar alat musik lokal. Kata Kunci : Six Sigma. DMAIC, kualitas produksi, gitar handmade. UMKM PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Ekonomi Nasional memiliki peran yang krusial dalam perekonomian nasional. Dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan Sebagai sektor usaha yang menyerap sebagian besar tenaga kerja. UMKM membantu mengurangi angka pengangguran. Selain itu juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi. UMKM juga memainkan peran penting dalam mendistribusikan pendapatan dan menciptakan kesempatan ekonomi di berbagai Hal ini termasuk menciptakan perekonomian di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh industri besar . Six Sigma adalah metode pengendalian kualitas yang dirancang untuk memperbaiki mutu dengan mengukur nilai sigma dari suatu proses produksi seperti DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Setiap proses produksi pasti ditemukan produk cacat yang tidak sesuai standar perusahaan. Kecacatan produk biasanya disebabkan oleh lima unsur, yaitu: man, methods, machine, material, dan environment . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . Tujuan utama dari pengendalian kualitas adalah memastikan setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga dapat mencegah terjadinya kesalahan pada setiap tahap produksi dan meminimalisir jumlah produk yang gagal . Berikut data produksi gitar pada bulan Januari-Mei : Tabel 1 Jumlah produksi cacat mengalami peningkatan dari bulan Januari-Mei Bulan Total Produksi Januari Februari Maret April Mei Cacat . Produk cacat Cacat Pemasangan stem tidak sesuai . Total Presentase Cacat Jumlah Produk Cacat Persentase 3,57% 2,43% 6,82% 10,24% 11,02% 33,71% Gambar 1. Diagram Untuk mengatasi tantangan tersebut. Gitar Reza Custom perlu menerapkan metode pengendalian kualitas yang tepat dan terstruktur. Dengan mengimplementasikan Six Sigma, diharapkan Industri Gitar Reza Custom tidak hanya mampu menekan tingkat kecacatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses produksi serta mempertahankan kepercayaan pelanggan. Selain itu, penerapan metode ini akan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang dan menjadikan Reza Custom Gitar sebagai pelaku industri kreatif yang mampu bersaing tidak hanya secara estetika, tetapi juga dalam hal kualitas dan profesionalisme produksi. Hingga saat ini, belum http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. banyak penelitian yang menerapkan metode Six Sigma secara spesifik pada proses produksi gitar di sektor UMKM. TINJAUAN PUSTAKA Six Sigma Six Sigma adalah metode manajemen kualitas yang bertujuan untuk meminimalkan variasi proses dan mengurangi jumlah cacat hingga tingkat yang sangat rendah, yakni tidak lebih dari 3,4 cacat per sejuta kesempatan (DPMO). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Motorola pada tahun 1986 dan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan global (Syarifah Nazia, 2. Langkah-langkah untuk menentukan DPMO adalah sebagai berikut: Hitung DPU (Defect per Uni. DPU= a. Hitung DPMO a DPMO= . Metode DMAIC DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. adalah kerangka kerja Six Sigma yang digunakan untuk peningkatan proses yang sudah ada. Tahapan ini membantu dalam mengidentifikasi masalah, mengukur kinerja, menganalisis akar penyebab, mengimplementasikan perbaikan, dan memastikan perbaikan tersebut dipertahankan . Kualitas Produksi Menurut Rika Widianita . kualitas merupakan kesesuaian/keselarasan yang konsisten dengan harapan pelanggan. Kata Aukesesuaian/keselarasanAy menyiratkan adanya kebutuhan untuk memenuhi spesifikasi yang jelas. Memastikan produk sesuai dengan standart dan spesifikasi adalah tugas utama dari sebuah operasi. Kualitas produksi mengacu pada kemampuan suatu proses menghasilkan produk sesuai standar yang telah ditetapkan, baik dari segi spesifikasi teknis maupun kepuasan pelanggan. Faktor yang mempengaruhi kualitas meliputi manusia . , mesin, material, metode, dan lingkungan . Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas sangat penting untuk perusahaan dan perlu direalisasikan agar supaya perusahaan dapat mengetahui terjadinya penyimpangan dalam prosesproses produksi sehingga perusahaan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan sekecil http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. mungkin,akibat dari penyimpangan produksi akan menimbulkan kerugian besar baik dari segi kualitas dan kuantitas . Pengendalian mutu dilakukan untuk menciptakan produk berupa barang atau jasa yang sesuai dengan standar yang diinginkan dan direncanakan, serta untuk meningkatkan mutu produk yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, tingkat setinggi mungkin . Konsep Diagram Fishbone Ishikawa diagram atau diagram sebab-akibat adalah suatu diagram berbentuk seperti tulang ikan yang biasa disebut dengan fishbone diagram. Diagram tersebut merupakan tools yang digunakan untuk menggambarkan dan menguraikan berbagai faktor penyebab yang dapat mempengaruhi kualitas produk. Terdapat enam faktor yang dapat mempengaruhi kualitas, yaitu manusia . , metode . , bahan baku . , mesin . , pengukuran . , dan lingkungan . METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Six SigmaAeDMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. yang diterapkan pada proses produksi gitar di Industri Gitar Reza Custom dengan fokus pada tiga jenis cacat dominan, yaitu cacat noda, pemasangan stem tidak sesuai, dan cacat retak. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lini produksi serta wawancara dengan pemilik dan karyawan, sedangkan data sekunder diambil dari catatan produksi periode JanuariAeMei 2025 dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi Critical to Quality (CTQ), menggunakan diagram Pareto untuk menentukan prioritas masalah, fishbone diagram untuk menganalisis akar penyebab, serta perhitungan Defects per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma untuk mengukur kapabilitas proses. HASIL DAN PEMBAHASAN Define Tahap Define merupakan langkah awal yang dilakukan pada proses peningkatan kualitas six sigma. Pada tahap define yang digunakan adalah diagram SIPOC . upplier, input, process, output dan deliver. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Gambar 2. Alur SIPOC Penjelasan Alur SIPOC Supplier Terdiri dari pemasok bahan mentah . ayu, cat, dempul, tiner, stem gitar dan komponen gita. Sumber ini sangat berpengaruh pada kualitas produk akhir karena bahan baku yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan kecacatan. Input Bahan dan alat yang masuk ke lini produksi meliputi Bahan mentah . Dempul http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Cat dan tiner Stem gitar Komponen gitar . ret, senar, bridge, saddl. Alat produksi . ergaji, amplas, spray gun Proses Proses produksi terdiri dari 9 tahap, yaitu: Pengecatan dasar Finishing ( cat akhir dan coatin. Pemasangan stem dan komponen lainnya Dempul Tiner Packing Quality Control Output Produk yang dihasilkan adalah gitar jadi. Pada tahap output ini dilakukan uji fungsi seperti pengecekan nada dan estetika produk. Customer Pelanggan dari Reza Custom adalah konsumen akhir . Kepuasan pelanggan sangat tergantung pada kualitas nada, estetika, dan ketahanan gitar. Measure Perhitungan data atribut menggunakan CTQ (Critical To Qualit. dan diagram Terdapat 3 tahapan perhitungan yang harus dilakukan untuk data Menentukan CTQ (Critical To Qualit. Pentingnya karakteristik dari kualitas dalam mengetahui faktor yang mempengaruhi kriteria produk. Berikut data perhitungan dan tabel critical to quality . Perhitungan = y100% Perhitungan cacat noda = y100% = 57% Perhitungan cacat retak = y 100% = 19% Perhitungan pemasangan stem tidak sesuai = . y 100% = 24% Perhitungan DPMO . efect per million objec. dan nilai sigma Pengolahan data jenis cacat noda merupakan jenis cacat terbanyak yang dialami oleh Industri Gitar Reza Custom sehingga diperlukan perhitungan DPMO dan tingkat sigma. Berikut ini merupakan perhitungan DPMO dan tingkat sigma yang dijelaskan dalam tabel berikut: Perhitungan nilai DPMO http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. 000 = 11916,58391 Perhitungan nilai sigma Sigma = NORMSINV ( ) 1. Tabel 2. Perhitungan CTQ . DPMO dan Nilai Sigma Bulan Januari Februari Maret April Mei Jumlah Rata-Rata Jumlah Produksi Jumlah Cacat CTQ DPMO Nilai Sigma 11916,58391 8110,300081 22756,00506 34148,82773 36764,70588 113696,4227 37898,80755 2,26 2,40 2,00 1,82 1,79 10,28 1,91 Nilai sigma rata-rata adalah 1,91, mengindikasikan kapabilitas proses rendah dan ketidakstabilan produksi. Menghitung rata-rata ketidaksesuaian . P = 0,3575 Menentukan nilai mean (CL) CL = p = . CL = p = CL = 0,06373293 Menentukan batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) UCL = p 3 UCL = 0,3575 3 UCL = 0,0868 ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . LCL = p - 3 LCL = 0,3575 Ae 3 LCL = 0,0406 Tabel 3. Perhitungan nilai P,CL. UCL,LCL Periode UCL LCL Januari 0,03575 0,06373293 0,0868 0,0406 Februari 0,024331 0,06373293 0,0893 0,0382 Maret 0,068268 0,06373293 0,0898 0,0377 April 0,102446 0,06373293 0,0924 0,0351 Mei 0,110294 0,06373293 0,0918 0,0356 Berikut diagram p-chart menampilkan proporsi cacat setiap periode dengan garis UCL. LCL, dan rata-rata (CL). Jika titik berada di luar batas kendali, berarti proses tidak stabil dan perlu dilakukan perbaikan. Gambar 3. Diagram P-Chart Berdasarkan diagram P-Chart, bahwa proporsi cacat pada bulan Maret. April, dan Mei melebihi batas kendali atas (UCL), yang menunjukkan bahwa pada periode tersebut proses produksi berada dalam kondisi tidak terkendali secara statistik. Sementara itu, bulan Januari dan Februari masih berada di bawah UCL. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Analys Pada tahap analisa peneliti menggunakan diagram sebab akibat atau fishbone dari setiap jenis cacat yang terdapat pada CTQ. Terdapat 5 hal yang dapat mempengaruhi kecacatan pada produk yaitu mesin, lingkungan, manusia, material, dan metode. Sebelum membuat fishbone diagram dilakukan five whys analysis untuk membantu mengetahui akar penyebab masalah secara cepat dan menentukan hubungan antara akar penyebab masalah. Berikut ini merupakan diagram fishbone five whys analysis berdasarkan 5 hal yang dapat mempengaruhi kecacatan pada produk. Berikut diagram fishbone : Gambar 4. Diagram Fishbone Berdasarkan diagram fishbone pada proses finishing, ditemukan bahwa penyebab cacat produk dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan kualitas finishing menurun sehingga diperlukan perbaikan menyeluruh pada seluruh aspek proses produksi. Usulan Perbaikan (Improv. Perbaikan yang diusulkan meliputi: Penyusunan SOP. Pelatihan teknis untuk operator pengecatan dan perakitan stem. Pemasangan filter debu dan penataan gudang dengan rak penyimpanan gitar. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Kalibrasi rutin pada alat semprot cat. Penggunaan mal pemasangan stem untuk presisi yang lebih tinggi. Control Tahap Control merupakan langkah terakhir dalam siklus DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Tujuan dari tahap ini adalah memastikan bahwa perbaikan yang telah dilakukan dapat dipertahankan secara konsisten dan berkelanjutan pada proses produksi gitar di Industri Gitar Reza Custom. Tahap ini berfokus pada pembentukan prosedur kerja baku, penerapan sistem pemantauan kualitas, serta evaluasi rutin untuk mencegah terulangnya cacat produksi. Berikut tabel checklist : Tabel 4. Checklist Item yang Dicek Kriteria Standar Kondisi fisik kayu Tidak retak, tidak berjamur Stem & aksesoris Tidak bengkok, berfungsi baik Cat & dempul Tidak menggumpal, sesuai spesifikasi warna Permukaan kayu Halus, rata, bebas serat terangkat Warna cat Merata, sesuai pesanan Permukaan hasil cat Rata, tidak belang, bebas noda Kondisi lingkungan Bebas debu, kelembapan dan suhu 25Ae30AC Posisi & presisi stem Simetris, sesuai mal Kekuatan pemasangan Kuat, tuning stabil Nada gitar Sesuai standar tuning Kondisi fisik gitar Tidak retak, tidak gores, cat rapi Kemasan Rapi, label & aksesoris sesuai pesanan Hasil (Oo/X) http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penerapan metode Six Sigma-DMAIC pada Industri Gitar Reza Custom mampu mengidentifikasi penyebab utama cacat produksi, yaitu cacat noda . %), pemasangan stem tidak sesuai . %), dan cacat retak . %). Nilai sigma rata-rata sebesar 1,91 menunjukkan kapabilitas proses yang rendah sehingga memerlukan perbaikan signifikan, khususnya pada tahap finishing dan perakitan. Usulan perbaikan seperti penyusunan SOP, pelatihan operator, perbaikan lingkungan kerja, dan kalibrasi peralatan memiliki potensi besar untuk menurunkan tingkat cacat dan meningkatkan daya saing UMKM di pasar alat musik. Saran Implementasi Perbaikan secara Konsisten SOP yang sudah disusun perlu diterapkan secara ketat di semua lini produksi, terutama tahap finishing dan perakitan. Lakukan audit internal kualitas setiap bulan untuk memastikan kepatuhan SOP. Peningkatan Kompetensi SDM Adakan pelatihan rutin untuk meningkatkan keterampilan operator, khususnya dalam teknik pengecatan dan pemasangan stem. Buat sistem mentoring bagi karyawan baru agar adaptasi lebih cepat. Perawatan dan Kalibrasi Peralatan Jadwalkan kalibrasi alat semprot, mesin amplas, dan peralatan lainnya secara Siapkan catatan perawatan mesin sebagai dokumentasi. Pengendalian Lingkungan Kerja Pasang filter debu dan atur suhu serta kelembaban ruang finishing agar kualitas pengecatan lebih stabil. Gunakan ruang penyimpanan dengan rak khusus untuk mencegah kerusakan pasca-finishing. Pengembangan Penelitian Selanjutnya Perluas periode pengamatan lebih dari lima bulan untuk mendapatkan data tren yang lebih akurat. Sertakan analisis biaya kualitas . ost of qualit. untuk mengetahui dampak finansial dari penerapan Six Sigma. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 91-102 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA