Vol. 2 No. 1, 2023, page: 41-48 ISSN 2961-8134 . ISSN 2962-4150 . Deskripsi Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI ditinjau dari Gaya Kognitif Winda Pratiwi1* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Pejuang Republik Indonesia. Indonesia. * Korespondensi Penulis. E-mail: windapratiwi57@gmail. A 2023 PRISMA (Jurnal Penalaran dan Riset Matematik. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari gaya kognitif siswa. Subjek penelitian yaitu dua siswa dari SMAN 4 Bantaeng Kelas XI. Subjek tersebut terdiri dari masing-masing satu siswa dari tipe field independent dan field Instrumen penelitian yaitu tes GEFT (Group Embeded Figure Tes. , tes pemahaman konsep secara tertulis, dan pedoman wawancara berbasis tugas. Teknik analisis data yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Siswa field independent mampu mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk mempresentasikan konsep tersebut. Siswa juga mampu mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lain, lalu kemudian mengenal berbagai makna dari interpretasi konsep tersebut. Mengidentifikasi sifat-sifat konsep tersebut dan mengenal syarat yang menentukannya juga mampu dilakukan dengan baik oleh subjek tersebut. Indikator pemahaman konsep selanjutnya yaitu mengestimasi, dimana subjek juga dapat menghitung hingga akhir dan menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Siswa juga mampu membedakan konsep tersebut dengan konsep lainnya, serta memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep tersebut. Siswa field dependent memenuhi tujuh indikator dari delapan indikator yang ditentukan. Siswa field dependent kesulitan mengenali berbagai makna dari interpretasi konsep. Kata kunci: Deskripsi. Gaya Kognitif. Pemahaman Konsep. Abstract: This is qualitative research. The purpose of the research was to describe studentsAo conceptual understanding according to their own cognitive styles. The mathematical concept tested on the student was a system of linear equations of two variables. The subject of this research was two students from Grade XI of SMAN 4 Bantaeng. One of the subjects is field independent and the other student is field dependent. The instruments of this research were Group Embedded Figure Test (GEFT), a conceptual understanding written test, and a taskbased interview. The analysis technic of this research was a qualitative descriptive analysis. Based on the research data, it was found that students of the field independently satisfy all indicators of conceptual understanding, namely define a concept in verbal and writing. use models, diagrams, or symbols to present a concept. representative form to another form. recognize various meaning of a concept. identify properties of a concept and recognize conditions that define it. compare various concepts. and provide examples and non-examples of a concept. Students of field dependentweres only satisfy seven indicators of conceptual understanding. The only one that was not satisfied by a student of dependent was recognizing various meanings of a concept. Keywords: Conceptual Understanding. Cognitive Styles. Descriptive. Pendahuluan Adalah hal yang sangat penting bagi peserta didik untuk memiliki pengetahuan matematika yang memadai. Pemahaman diperlukan oleh peserta didik dalam mengkonstruk pengetahuan matematika. Matematika sebagai ilmu memiliki karakteristik atau ciri-ciri khusus, salah satunya, adalah objek dasar yang dipelajari dalam matematika bersifat abstrak (Soedjadi, 2. Salah satu objek dasar tersebut yaitu konsep. Menurut Santrock (Santrock, 2. menyatakan bahwa pemahaman konsep merupakan faktor penting dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran matematika itu sendiri dipenuhi dengan pembelajaran konsep-konsep yang sifatnya berantai, sehingga perlu pemahaman terhadap konsep-konsep tersebut. Menurut (Sagala, 2. konsep adalah hasil pemikiran seseorang atau kelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip, hukum, dan teori. Winda Pratiwi Pendapat (Maifi 2. menyatakan bahwa salah satu aspek kognitif dalam pembelajaran matematika yaitu pemahaman konsep matematika. Pemahaman yang baik terhadap konsep matematika akan memudahkan siswa dalam mengingat, menggunakan, dan menyusun konsep matematika (Jehadus et al. , 2. Pemahaman konsep ini kemudian menjadi perlu dimiliki oleh peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan matematika dalam kelas maupun luar kelas. Salah satu aspek yang mempengaruhi pemahaman konsep matematika adalah gaya kognitif (Wijaya, 2. Gaya kognitif mengarah pada bagaimana kita menanggapi, berpikir, menyelesaikan masalah, dan belajar (Witkin, 1. Gaya kognitif juga mengarah pada cara seseorang mengolah informasi yang diterimanya (Sternberg & Zhang, 2. Seseorang, ketika mengolah informasi yang diterimanya, memiliki caranya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kognitif tiap orang berbeda-beda. Gaya kognitif menunjukkan cara seseorang menentukan strategi dalam menyelesaikan masalah (Yuliana M. & Hartini, 2. Witkin . membedakan gaya kognitif menjadi dua dimensi yaitu gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Dimensi Field Independent umumnya dominan condong kepada independent, kompetitif, dan percaya diri. Sedangkan individu dengan Field Dependent lebih condong bersosialisasi, menyatukan diri dengan orang-orang di sekitar mereka, dan biasanya lebih berempati dan memahami perasaan dan pemikiran orang lain. Pemaparan-pemaparan di atas menunjukkan bahwa terbentuknya pemahaman konsep seseorang tidak terlepas dari pengaruh gaya kognitif seseorang. Hal inilah kemudian menjadi latar belakang pentingnya untuk mengetahui deskripsi pemahaman konsep siswa ditinjau dari gaya kognitif. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Bantaeng. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 4 Bantaeng sebanyak 2 orang. Prosedur pemilihan subjek penelitian yaitu: . memberikan tes GEFT (Group Embeded Figure Tes. kepada siswa, . menganalisis hasil pengerjaan siswa, . mengkategorikan siswa menjadi dua kelompok yaitu tipe field independent dan tipe field dependent, . memilih masing-masing 1 siswa pada setiap tipe gaya kognitif. memberikan tes tertulis pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel. melakukan wawancara kepada subjek penelitian yang telah ditentukan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes tertulis untuk menentukan gaya kognitif siswa yang disebut GEFT (Group Embeded Figure Tes. , tes tertulis pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel, dan pedoman wawancara berbasis tugas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu observasi dan Wawancara dilakukan untuk memverifikasi hasil pengerjaan siswa pada tes tertulis pemahaman konsep, dan untuk menggali data pada setiap subjek dengan fokus pemahaman konsep. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif Terdapat delapan indikator pemahaman konsep yang akan diamati pada penelitian ini yaitu: . mendefinisikan konsep secara verbal dan tulis. menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk mempresentasikan suatu konsep. mengubah suatu bentuk representasi kebentuk lainnya. mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep. mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat yang menentukan suatu . membandingkan dan membedakan konsep-konsep. memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep. Winda Pratiwi Hasil dan Pembahasan Paparan data untuk tiap indikator pemahaman konsep dijelaskan sebagai berikut. Mendefinisikan konsep secara verbal dan tulis Subjek field independent (SFI) menggambarkan pengertiannya tentang persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang memiliki dua variabel berpangkat satu. SFI menjelaskan pengertian persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-cirinya yaitu persamaan yang memiliki dua variabel dan berpangkat satu. SFI menjelaskan bahwa persamaan merupakan pernyataan yang memiliki tanda sama dengan sedangkan variabel yaitu tanda yang memuat sebarang anggota. Sedangkan pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang digambarkan oleh SFI adalah dua atau lebih persamaan linear dua variabel yang saling terkait. SFI menjelaskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan menyebutkan adanya dua persamaan linear dua variabel atau lebih yang saling terkait. SFI menjelaskan persamaan linear dua variabel atau lebih yang saling terkait maksudnya saling terhubung apabila nilai . telah didapatkan maka dapat memenuhi kedua persamaan linear tersebut. SFI mendefinisikan konsep sistem persamaan linear dua variabel sebagai dua atau lebih persamaan linear dua variabel yang memiliki satu solusi yang memenuhi kedua atau lebih persamaan linear dua variabel tersebut. Pemahaman SFI ini tentu tidak berlaku apabila sistem persamaan linear dua variabel terdiri dari dua persamaan linear dua variabel yang saling berkelipatan . ua garis yang sejaja. Subjek field dependent (SFD) menggambarkan pengertiannya tentang persamaan linear dua variabel yaiu memiliki dua variabel dan tanda sama dengan. Dijelaskan oleh SFD bahwa persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berbeda dan tanda sama dengan. SFD lebih lanjut menjelaskan bahwa dua variabel yang berbeda tersebut berpangkat satu. SFD mendefinisikan konsep persamaan linear berdasarkan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berbeda dan berpangkat satu serta memiliki tanda sama dengan. SFD menggambarkan pengertiannya sistem persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua persamaan linear dua variabel atau lebih. SFD mendefinisikan konsep sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. Menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk mempresentasikan suatu Subjek field independent (SFI) menyebutkan bahwa 3ycu 2yc = 13. 000 merupakan persamaan linear dua variabel begitu pula dengan persamaan 2ycu 2yc = 10. Sedangkan SFI menyebutkan bahwa kedua persamaan tersebut merupakan sistem persamaan linear dua SFI menggunakan 3ycu 2yc = 13. 000 dan 2ycu 2yc = 10. 000 kedua-duanya sebagai representasi konsep persamaan linear dua variabel sedangkan yang digunakan SFI sebagai representasi sistem persamaan linear dua variabel yaitu kedua persamaan tersebut digabungkan menjadi satu sistem. Subjek field dependent (SFD) menyebutkan bahwa 3ycu 2yc = 13. 000 merupakan persamaan linear dua variabel begitu pula dengan persamaan 2ycu 2yc = 10. 000 sedangkan SFD menyebutkan bahwa kedua persamaan tersebut merupakan sistem persamaan linear dua variabel. (SFD-007 Ae SFD-. SFD menggunakan 3ycu 2yc = 13. 000 dan 2ycu 2yc = 000 kedua-duanya sebagai representasi konsep persamaan linear dua variabel sedangkan yang digunakan SFD sebagai representasi sistem persamaan linear dua variabel yaitu kedua persamaan tersebut digabungkan menjadi satu. Mengubah suatu bentuk representasi kebentuk lainnya Subjek field independent (SFI) menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan pada permasalahan sistem persaamaan linear dua variabel lalu memisalkan ycu dan yc. SFI menjelaskan bahwa ycu diumpamakan harga satu pensil dan yc diumpamakan harga satu buku. SFI memisalkan ycu sebagai harga satu pensil dan yc sebagai harga satu buku karena permasalahan soal nomor dua yaitu harga satu pensil dan harga satu buku. SFI menjelaskan model matematika dari harga tiga buku dan dua pensil sama dengan 13. 000 yaitu 3ycu 2yc = 000 sedangkan model matematika dari harga dua buku dan dua pensil sama dengan 000 yaitu 2ycu 2yc = 10. SFI mengubah bentuk permasalahan sehari-hari ke dalam Winda Pratiwi model matematika diawali dengan memisalkan ycu sebagai harga satu buku dan yc sebagai harga satu pensil berdasarkan permasalahan yang telah diberikan. Setelah itu SFI mengubah kalimat sehari-hari menjadi model matematika. Kalimat harga 3 buku dan 2 pensil sama 000 diubah menjadi 3ycu 2yc = 13. 000 sedangkan harga 2 buku dan harga 2 pensil sama dengan 10. 000 diubah menjadi 2ycu 2yc = 10. Subjek field dependent (SFD) menjelaskan bahwa harga satu buku dimisalkan ycu dan harga satu pensil dimisalkan yc. SFD memisalkan ycu sebagai harga satu pensil dan yc sebagai harga satu buku karena permasalahan tersebut yang ingin diketahui. SFD menjelaskan model matematika dari harga dua buku dan dua pensil sama dengan 10. 000 yaitu 2ycu 2yc = 10. sedangkan model matematika dari harga tiga buku dan dua pensil sama dengan 13. 000 yaitu 3ycu 2yc = 13. SFD mengubah bentuk permasalahan sehari-hari ke dalam model matematika diawali dengan memisalkan ycu sebagai harga satu buku dan yc sebagai harga satu pensil berdasarkan permasalahan yang telah diberikan. Setelah itu SFD mengubah kalimat sehari-hari menjadi model matematika. Kalimat harga 2 buku dan harga 2 pensil sama dengan 000 diubah menjadi 2ycu 2yc = 10. 000 sedangkan kalimat harga 3 buku dan 2 pensil sama 000 diubah menjadi 3ycu 2yc = 13. Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep Subjek field independent (SFI) menuliskan 3ycu Oe yc = 1 merupakan persamaan linear dua SFI menjelaskan 3ycu Oe yc = 1 merupakan persamaan linear dua variabel karena persamaan tersebut memiliki dua variabel yaitu ycu dan yc yang berpangkat satu serta memiliki tanda sama dengan. SFI mengenali berbagai makna dan interpretasi konsep persamaan linear dua variabel dengan mengenali persamaan 3ycu Oe yc = 1 sebagai persamaan linear dua variabel dengan menyebutkan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berpangkat satu dan memiliki tanda sama dengan. SFI menuliskan ycu = 3 dan yc = Oe2 merupakan sistem persamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan ycu = 3 dan yc = Oe2 itu terkait. SFI menjelaskan ycu ditambah nol yc sama dengan tiga sehingga ycu = 3 sedangkan nol ycu ditambah yc sama dengan Oe2 sehingga yc = Oe2. SFI menyatakan ycu = 3 dan yc = Oe2 sebagai sistem persamaan linear dua variabel karena ycu = 3 dapat dibentuk ycu 0yc = 3 sedangkan 0ycu yc = Oe2 yang kedua persamaan tersebut merupakan persamaan linear dua SFI mengenal ycu = 3 dan yc = Oe2 sebagai sistem persamaan linear dua variabel dengan mengetahui bahwa ycu = 3 dapat dibentuk menjadi ycu 0yc = 3 sedangkan yc = Oe2 dapat dibentuk menjadi 0ycu yc = Oe2 sehingga ycu = 3 dan yc = Oe2 merupakan persamaan linear dua variabel. Sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua persamaan linear dua variabel maka ycu = 3 dan yc = Oe2 merupakan sistem persamaan linear dua variabel. Subjek field dependent (SFD) menjelaskan 3ycu Oe yc = 1 merupakan persamaan linear dua variabel karena persamaan tersebut memiliki dua variabel yaitu ycu dan yc. SFD menjelaskan lebih lanjut bahwa dua variabel tersebut berpangkat satu serta memiliki tanda sama dengan. SFD mengenali berbagai makna dan interpretasi konsep persamaan linear dua variabel dengan mengenali persamaan 3ycu Oe yc = 1 sebagai persamaan linear dua variabel dengan menyebutkan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berpangkat satu dan memiliki tanda sama dengan. SFD menjelaskan ycu = 3 maupun yc = Oe2 kedua-duanya bukan merupakan persamaan linear dua variabel sedangkan dijelaskan oleh SFD bahwa sistem persaamaan linear dua variabel itu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. (SFD-. Pemahaman SFD ini tidak berlaku karena ycu = 3 dapat dibentuk menjadi ycu 0yc = 3 dan yc = Oe2 dapat dibentuk menjadi 0ycu yc = Oe2 dimana ycu 0yc = 3 dan 0ycu yc = Oe2 kedua-duanya merupakan persamaan linear dua variabel. Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat yang menentukan suatu Subjek field independent (SFI) menuliskan ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 sebagai sistem persamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut terdiri dari dua persamaan linear dua Sedangkan ycu 2yc > 8 dan 3ycu yc > 8 dijelaskan oleh SFI bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena ycu 2yc > 8 maupun 3ycu yc > 8 bukan persamaan linear dua variabel tetapi pertidaksamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan 2ycu Oe 4yc = 12 Winda Pratiwi dan 3ycu 4yc = 18 bukan sistem persamaan linear dua variabel karena pada sistem tersebut memiliki tiga variabel yaitu ycu, yc, dan yc. SFI mengidentifikasi bahwa ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 merupakan sistem persamaan linear dua variabel sedangkan ycu 2yc > 6 dan 3ycu yc > 8, dan 2ycu Oe 4yc = 12 dan 3ycu 4yc = 18 bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel. SFI mengidentifikasi bahwa ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 sebagai sistem persamaan linear dua variabel dengan menyebutkan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu sistem tersebut memiliki dua persamaan linear dua variabel. SFI mengidentifikasi ycu 2yc > 6 dan 3ycu yc > 8 bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel dikarenakan sistem tersebut terdiri dari pertidaksamaan linear sedangkan 2ycu Oe 4yc = 12 dan 3ycu 4yc = 18 juga bukan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut memiliki tiga variabel. Subjek field dependent (SFD) menuliskan bagian a yaitu ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 sebagai sistem persamaan linear dua variabel. SFD menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut terdiri dari dua persamaan linear dua variabel. Sedangkan ycu 2yc > 8 dan 3ycu yc > 8 dijelaskan oleh SFD bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena ycu 2yc > 8 maupun 3ycu yc > 8 tidak memiliki tanda sama dengan. SFD menjelaskan 2ycu Oe 4yc = 12 dan 3ycu 4yc = 18 bukan sistem persamaan linear dua variabel karena pada sistem tersebut memiliki variabel yang berbeda-beda. SFD mengidentifikasi bahwa ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 merupakan sistem persamaan linear dua variabel sedangkan ycu 2yc > 6 dan 3ycu yc > 8, dan 2ycu Oe 4yc = 12 dan 3ycu 4yc = 18 bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel. SFD mengidentifikasi bahwa ycu 2yc = 6 dan 3ycu yc = 8 sebagai sistem persamaan linear dua variabel dengan menyebutkan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu sistem tersebut memiliki dua persamaan linear dua variabel. SFD mengidentifikasi ycu 2yc > 6 dan 3ycu yc > 8 bukan merupakan sistem persamaan linear dua variabel dikarenakan sistem tersebut terdiri dari pertidaksamaan linear dua variabel sedangkan 2ycu Oe 4yc = 12 dan 3ycu 4yc = 18 juga bukan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut memiliki variabel yang berbedabeda atau variabel persamaan pertama dan kedua tidak konsisten . Membandingkan dan membedakan konsep-konsep Subjek field independent (SFI) menuliskan bagian a yaitu 2ycu 3yc = 6 dan ycu 2yc = 2, dan bagian e yaitu 5ycu 2yc = 10 dan Oe2ycu Oe 6yc = 12 merupakan sistem persamaan linear dua variabel sedangkan bagian b yaitu 4ycu 2yc = 8, bagian c yaitu yc 3ycu = 3, dan bagian d yaitu 3ycu 2yc = 6 merupakan persamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan bagian a merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut memiliki dua persamaan linear dua variabel sedangkan SFI menjelaskan bagian b,c, dan d merupakan persamaan linear dua variabel karena memiliki dua variabel yang masing-masing berpangkat satu. SFI membandingkan dan membedakan konsep sistem persamaan linear dua variabel dan konsep persamaan linear dua variabel dengan mengenali ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel, dan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berpangkat satu. Subjek field dependent (SFD) menuliskan bagian a yaitu 2ycu 3yc = 6 dan ycu 2yc = 2, dan bagian e yaitu 5ycu 2yc = 10 dan Oe2ycu Oe 6yc = 12 merupakan sistem persamaan linear dua variabel sedangkan bagian b yaitu 4ycu 2yc = 8, bagian c yaitu yc 3ycu = 3, dan bagian d yaitu 3ycu 2yc = 6 merupakan persamaan linear dua variabel. SFD menjelaskan bagian a dan bagian e merupakan sistem persamaan linear dua variabel karena sistem tersebut memiliki dua persamaan linear dua variabel sedangkan bagian b,c, dan d dijelaskan oleh SFD merupakan persamaan linear dua variabel karena memiliki dua variabel yang masing-masing berpangkat satu dan memiliki tanda sama dengan. SFD membandingkan dan membedakan konsep sistem persamaan linear dua variabel dan konsep persamaan linear dua variabel dengan mengenali ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel, dan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berpangkat satu dan memiliki tanda sama dengan. Winda Pratiwi Mengestimasi Subjek field independent (SFI) memisalkan ycu = usia Emma sekarang dan yc = usia James sekarang. SFI menjelaskan pemisalan tersebut karena usia Emma dan usia James yang ingin diketahui. SFI menuliskan ycu = 3yc dan dijelaskan oleh SFI bahwa ycu = 3yc merupakan usia Emma sekarang tiga kali usia James sekarang. SFI menuliskan ycu Oe yc = 10 dan dijelaskan oleh SFI bahwa ycu Oe yc = 10 merupakan usia Emma dan usia James berselang 10 tahun dan usia Emma lebih tua dari usia James. SFI menuliskan usia Emma sekarang adalah 15 tahun dan usia James sekarang adalah 5 tahun. SFI menjelaskan cara memperoleh usia Emma sekarang dan usia James sekarang yaitu mensubtitusi ycu = 3yc ke ycu Oe yc = 10 sehingga diperoleh yc = 5 kemudian dilanjutkan dengan mensubtitusi yc = 5 ke ycu = 3yc sehingga diperoleh ycu = 15. SFI mengestimasi sistem persamaan linear dua variabel diawali dengan memisalkan ycu = usia Emma sekarang dan yc = usia James sekarang dilanjutkan dengan memodelkan persmasalahan sehari-hari ke dalam model matematika. Usia Emma tiga kali usia James diubah menjadi ycu = 3yc sedangkan usia Emma dan usia James berselang 10 tahun diubah menjadi ycu Oe yc = 10. SFI kemudian mensubtitusi ycu = 3yc ke persamaan ycu Oe yc = 10 sehingga diperoleh yc = 5 dilanjutkan dengan mensubtitusi yc = 5 ke ycu = 3yc sehingga diperoleh ycu = 15. SFI menyimpulkan bahwa usia Emma sekarang adalah 15 tahun sedangkan usia James sekarang adalah 5 tahun. Subjek field dependent (SFD) memisalkan ycu = usia Emma sekarang dan yc = usia James sekarang. SFD menjelaskan pemisalan tersebut karena usia Emma dan usia James yang ingin dicari. SFD menuliskan ycu Oe yc = 10 dan ycu = 3yc. Dijelaskan oleh SFD bahwa ycu Oe yc = 10 merupakan usia Emma dan usia James berselang 10 tahun dan usia Emma lebih tua dari usia James sedangkan ycu = 3yc dijelaskan oleh SFD bahwa ycu = 3yc merupakan usia Emma tiga kali usia James. SFD menuliskan usia Emma yaitu 15 tahun dan usia James yaitu 5 tahun. SFD menjelaskan cara memperoleh usia Emma sekarang dan usia James sekarang yaitu mensubtitusi ycu = 3yc ke ycu Oe yc = 10 sehingga diperoleh yc = 5 kemudian dilanjutkan dengan mensubtitusi yc = 5 ke ycu = 3yc sehingga diperoleh ycu = 15. SFD mengestimasi sistem persamaan linear dua variabel diawali dengan memisalkan ycu = usia Emma sekarang dan yc = usia James sekarang dilanjutkan dengan memodelkan permasalahan sehari-hari ke dalam model matematika. Usia Emma tiga kali usia James diubah menjadi ycu = 3yc sedangkan usia Emma dan usia James berselang 10 tahun diubah menjadi ycu Oe yc = 10. SFD kemudian mensubtitusi ycu = 3yc ke persamaan ycu Oe yc = 10 sehingga diperoleh yc = 5 dilanjutkan dengan mensubtitusi yc = 5 ke ycu = 3yc sehingga diperoleh ycu = 15. SFD menyimpulkan bahwa usia Emma sekarang adalah 15 tahun sedangkan usia James sekarang adalah 5 tahun. Memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep Subjek field independent (SFI) menuliskan 3ycu 2yc = 6 sebagai contoh persamaan linear dua variabel. Alasan menuliskan contoh tersebut dijelaskan oleh SFI yaitu karena persamaan tersebut memiliki dua variabel yang berpangkat satu serta memiliki tanda sama SFI menuliskan 3ycu 2yc Ou 6 sebagai bukan contoh persamaan linear dua variabel. Alasan menuliskan contoh tersebut dijelaskan oleh SFI yaitu karena 3ycu 2yc Ou 6 tidak menggunakan tanda sama dengan. (SFI-013 Ae SFI-. SFI membuat contoh dan bukan contoh persamaan linear dua variabel dengan memperhatikan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berangkat satu serta memiliki tanda sama dengan. SFI menuliskan 8ycu 3yc = 14 dan 6ycu 3yc = 12 sebagai contoh sistem persamaan linear dua SFI menjelaskan alasan menuliskan sistem persamaan linear dua variabel tersebut yaitu karena sistem tersebut terdiri dari dua persamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan lebih lanjut bahwa suatu sistem masih dikatakan sistem persamaan linear dua variabel walaupun terdiri dari tiga persamaan linear dua variabel tetapi bukan sistem persamaan linear dua variabel apabila hanya terdiri dari satu persamaan linear dua variabel. SFI menuliskan 5ycu 10yc = 12 dan 4ycu 2yc > 8 sebagai bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel. SFI menjelaskan alasan menuliskan bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel tersebut yaitu karena 4ycu 2yc > 8 bukan persamaan linear dua variabel sedangkan sistem persamaan linear dua variabel itu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. SFI membuat contoh dan bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dengan Winda Pratiwi memperhatikan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. Subjek field dependent (SFD) menuliskan 3ycu 4yc = 12 sebagai contoh persamaan linear dua variabel. Alasan menuliskan contoh tersebut dijelaskan oleh SFD yaitu karena persamaan tersebut memiliki dua variabel yang berpangkat satu. SFD menuliskan 2ycu 6yc > 12 sebagai bukan contoh persamaan linear dua variabel. Alasan menuliskan bukan contoh tersebut dijelaskan oleh SFD yaitu karena 2ycu 6yc > 12 tidak menggunakan tanda sama (SFD-020 Ae SFD-. SFD membuat contoh dan bukan contoh persamaan linear dua variabel dengan memperhatikan ciri-ciri persamaan linear dua variabel yaitu memiliki dua variabel yang berangkat satu serta memiliki tanda sama dengan. SFD menuliskan 3ycu 2yc = 12 dan ycu yc = 13 sebagai contoh sistem persamaan linear dua variabel. SFD menjelaskan alasan menuliskan contoh sistem persamaan linear dua variabel tersebut yaitu karena sistem tersebut terdiri dari dua persamaan linear dua variabel. SFD menjelaskan lebih lanjut bahwa suatu sistem masih dikatakan sistem persamaan linear dua variabel walaupun terdiri dari tiga persamaan linear dua variabel tetapi bukan sistem persamaan linear dua variabel apabila hanya terdiri dari satu persamaan linear dua variabel. SFD menuliskan 3ycu 5yc > 10 dan 5ycu 3yc > 12 sebagai bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel. SFD menjelaskan alasan menuliskan bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel tersebut yaitu karena 3ycu 5yc > 10 dan 5ycu 3yc > 12 tidak memiliki tanda sama dengan sehingga bukan persamaan linear dua variabel sedangkan sistem persamaan linear dua variabel itu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. SFD membuat contoh dan bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dengan memperhatikan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel yaitu terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. Subjek field independent mampu mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk mempresentasikan konsep tersebut. Tidak sampai hanya dibagian tersebut, subjek juga mampu mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lain, lalu kemudian mengenal berbagai makna dari interpretasi konsep tersebut. Mengidentifikasi sifat-sifat konsep tersebut dan mengenal syarat yang menentukannya juga mampu dilakukan dengan baik oleh subjek Indikator pemahaman konsep selanjutnya yaitu mengestimasi, dimana subjek juga dapat menghitung hingga akhir dan menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Subjek juga mampu membedakan konsep tersebut dengan konsep lainnya, serta memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa subjek feld independent memiliki kemampuan yang baik dalam memahami konsep. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Rochmawati & Hariastuti, 2. yang menyatakan bahwa subjek field independent memiliki pemahaman konsep yang baik. Subjek field dependent cenderung mampu mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lainnya. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Asmaun . yang menyatakan bahwa subjek field dependent kesulitan mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk Simpulan Terdapat perbedaan karakteristik pemahaman siswa dalam memahami suatu konsep ditinjau dari gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Siswa dengan gaya kognitif field independent mampu memenuhi delapan indikator pemahaman konsep yang ditentukan. Siswa dengan gaya kognitf field dependent memenuhi tujuh indikator dari delapan indikator yang ditentukan. Siswa field dependent kesulitan mengenali berbagai makna dari interpretasi konsep. Penelitian ini kemudian melahirkan beberapa saran yaitu sebagai berikut. Bagi pendidik agar sekiranya memperhatikan dengan seksama siswa dengan gaya kognitif field dependent karena masih memiliki kesulitan dalam memahami suatu Sebaiknya pendidika menggunakan variasi dalam strategi pembelajarannya, seperti menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga konsep dapat lebih mudah dipahami oleh siswa. Kajian dalam penelitian ini masih terbatas pada pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field Winda Pratiwi Penelitian selanjutnya dapat memperhatikan gaya belajar siswa atau adversity quotient siswa, dan memperluas cakupan materinya. Daftar Rujukan Asmaun. Description Of Mathematical Comprehension based on CognitiveCategory Style on Four-Sided Shape Topic of 8th Grade Students in Mtsn 1 Kota Makassar. Global Science Education Journal, 1. , 1Ae14. https://doi. org/10. 35458/gse. Jehadus. Tamur. Jelatu. Pantaleon. Nendi. , & Defrino. THE Influence of Conceptual Understanding Procedures (Cup. Learning Models Concept of Understanding of Concept Student Math. Journal Of Educational Experts (JEE), 3. , https://doi. org/10. 30740/jee. Maifi et al. ) StudentsAo understanding of mathematical concepts and their selfconfidence through a discovery learning model. Journal of Physics: Conference Series. Rochmawati. , & Hariastuti. Analisis Pemahaman Siswa pada Pokok Bahasan Garis dan Sudut berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent. Jurnal Pendidikan Matematika, 1. , 1Ae15. Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Santrock. Educational Psychology . th ed. New York City: McGraw-Hill. Soedjadi. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sternberg. , & Zhang. (Eds. Perspectives on thinking, learning, and cognitive Erlbaum Associates. New Jersey: L. Erlbaum Associates. Wijaya. Gaya Kognitif Field Dependent dan Tingkat Pemahaman Konsep Matematis antara Pembelajaran Langsung dan STAD. Jurnal Derivat: Jurnal Matematika Pendidikan Matematika, 3. , 1Ae16. https://doi. org/10. 31316/j. Witkin. Moore. Goodenough. , & Cox. Field-Dependent and FieldIndependent Cognitive Styles and Their Educational Implications. Review of Educational Research, 47. , 1Ae64. https://doi. org/10. 3102/00346543047001001 Yuliana M. & Hartini. StudentsAo Thinking Process in Solving Mathematics Problems Reviewing from Cognitive Style: Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Gaya Kognitif. MaPan, 10. , 395Ae412. https://doi. org/10. 24252/mapan.