Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 DETERMINAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA CRYPTOCURRENCY Irvin Ng Universitasi Internasional Batam irvin@uib. Johny Budiman Universitasi Internasional Batam budimana@uib. Junita Universitas Internasional Batam junita@uib. Viviani Universitas Internasional Batam viviani@uib. Lindawati Universitas Internasional Batam lindawati@uib. Joey Universitas Internasional Batam joey@uib. ABSTRACT Cryptocurrency is becoming more and more popular as an investment asset. With a high risk high return characteristic of cryptocurrency, doesnAot stop people from investing into cryptocurrency. This research will study empirically regarding determinants behind cryptocurrency investment decisions with The Theory of Planned Behavior applied and added perceived risk as extra variable as well as the mediating role of attitude in behavioral intention to invest in cryptocurrencies. It is found that attitude, perceived behavioral control and subjective norm are key drivers behind cryptocurrency investment decision with perceived risk not affecting the behavioral intention. Attitude also mediates relationship between perceived behavioral control and subjective norm towards behavioral intention while attitude Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 fails to mediate perceived risk towards behavioral intention to invest in Keywords: Cryptocurrency. Investment. The Theory Of Planned Behavior ABSTRAK Investasi pada mata uang kripto menjadi semakin populer. Dengan karakteristik risiko tinggi disertai dengan pengembalian tinggi, tidak menghentikan individu untuk tetap melakukan investasi pada mata uang kripto. Penelitian ini akan menyelidiki secara empiris determinan yang mendorong keputusan investasi pada mata uang kripto dengan mengimplementasikan The Theory of Planned Behavior dan perceived risk sebagai variabel tambahan serta peran mediasi dari variabel attitude pada behavioral intention untuk investasi pada mata uang kripto. Ditemukan bahwa attitude, perceived behavioral control dan subjective norm menjadi pendorong utama keputusan investasi pada mata uang kripto tanpa adanya pengaruh dari perceived risk. Attitude juga memediasi hubungan antara perceived behavioral control dan subjective norm terhadap behavioral intention tetapi gagal dalam memediasi hubungan antara perceived risk dengan behavioral intention untuk melakukan investasi pada mata uang kripto. Kata kunci: Mata Uang Kripto. Investasi. Teori Perencanaan Perilaku PENDAHULUAN Sektor keuangan telah memainkan peran penting dalam perekonomian negara sebagai pemodal utama yang terus mengalami perubahan hingga menjadi seperti sekarang (Afrizal & Marliyah, 2. Hampir semua negara mendorong pengembangan sektor dalam hal keuangan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi (Afrizal & Marliyah, 2. Adapun perkembangan secara intensif pada sektor keuangan global telah menjadi karakteristik periode abad ke-20 dan ke-21 dengan sistem keuangan yang secara aktif bertransformasi, berkembang dan beradaptasi terhadap keperluan ekonomi dan teknologi dalam menciptakan suatu lingkungan yang fungsional dan efektif bagi hubungan keuangan (Anser et al. Dengan seiring berjalannya waktu, kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat dan orang-orang sudah mulai memikirkan apa yang akan mereka butuhkan di masa yang akan datang. Untuk memenuhi kebutuhan itu, salah satu Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 cara adalah dengan melakukan investasi (Suconingrum, 2. Bentuk investasi yang ditawarkan kini semakin beragam. Mulai dari emas, real estate, saham, obligasi, reksadana, dan tren terbaru saat ini adalah cryptocurrency. Berinvestasi dalam cryptocurrency adalah bentuk investasi dalam koin digital yang menggunakan sistem teknologi blockchain sebagai buku besar untuk jaringan peer-to-peer (Perayunda & Mahyuni, 2. Cryptocurrency . ata uang kript. merupakan mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi virtual, yang penggunaannya bersifat desentralisasi, atau dapat digunakan tanpa otorisasi bank sentral di setiap negara (Suconingrum, 2. Meskipun cryptocurrency tidak dilandasi dengan aset berwujud . angible asse. , mata uang kripto mendapatkan kepercayaan publik karena adanya transparansi dimana setiap pembuatan token dan sejarah transaksi para pengguna dalam jaringan blockchain dapat diakses oleh publik (Afrizal & Marliyah, 2. Adapun kepercayaan investor dalam berinvestasi terhambat oleh fakta bahwa nilai cryptocurrency dapat berubah dengan cepat (Miraz & Ali, 2. Terlepas dari hambatan dalam berinvestasi, adapun manfaat teknologi blockchain ini mudah terlihat jelas, karena hampir dipastikan data yang dikirim dan diterima tidak dapat diubah, sehingga meningkatkan keamanan dan transparansi bagi semua pihak (Miraz & Ali, 2. Crptocurrency dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai alat investasi, karena korelasi antara cryptocurrency dan asset lain yang rendah sehingga rata-rata return harian kripto lebih tinggi daripada investasi pada aset lain (Lee et al. , 2. Hal ini menyebabkan berinvestasi pada cryptocurrency menjadi sangat populer di Indonesia akhir-akhir ini, yang dimana dilansir dari data Bappebti, jumlah investor aset cryptocurrency mencapai 4,2 juta per Januari - Maret 2021. Menurut BEI, hal ini mengindikasikan penurunan tajam aktivitas investasi pasar modal pada periode 19-23 April 2021. Nilai kesepakatan rata-rata untuk ekuitas turun 11,3%, diikuti oleh penurunan volume 5,95%. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 12,44% (Perayunda & Mahyuni, 2022. Ramadani. Penurunan aktivitas pasar modal disebabkan oleh potensi peralihan dari investor ritel ke investasi cryptocurrency (Zhao & Zhang, 2. Cryptocurrency Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 memiliki karakteristik high risk dan high return yaitu tingkat investasi risiko tinggi yang setara dengan tingkat keuntungan yang tinggi (Ekamevia & Sebayang. Selain itu, investasi pada cryptocurrency tidak memiliki jaminan, sehingga jika cryptocurrency menghilang dari peredaran dan tidak lagi digunakan oleh publik, nilainya pun akan menghilang (Hasani, 2. Menurut penelitian Nizzoli et . dan Xu dan Livshits . yang telah mempelajari skema pump-and- dump sebagai skema manipulasi pasar untuk cryptocurrency, menemukan bahwa media sosial, terutama Twitter. Telegram dan Discord adalah kunci utama manipulasi pasar. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan yang berkaitan dalam investasi kripto, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki intensi mahasiswa Indonesia terhadap cryptocurrency sebagai alat investasi serta faktor yang melatarbelakangi intensi tersebut. TELAAH LITERATUR Cryptocurrency adalah sebuah asset digital yang menggunakan serangkaian kode kriptografi untuk menyimpan, men-transfer atau digunakan sebagai alat pembayaran melalui teknologi blockchain (Norisnita & Indriati, 2. Menurut. Anser et al. , cryptocurrency memiliki sifat yang unik melalui internet sehingga cryptocurrency tidak berbentuk fisik dan berpotensi dalam menimbulkan revolusi sistem keuangan dunia. Cryptocurrency berdasar pada teknologi Maka, pemerintah tidak memiliki hak atau wewenang dalam mencampur tangan segala kegiatan dalam Cryptocurrency. Pemerintah hanya dapat berperan sebagai penentu mengenai ada atau tidaknya Cryptocurrency digunakan sebagai alat pembayaran di negara masing-masing (Norisnita & Indriati. Namun, cara menggunakan cryptocurrency berbeda-beda di berbagai Di beberapa negara, cryptocurrency dapat digunakan sebagai sebuah alat pembayaran dan investasi, sedangkan di negara yang lain, cryptocurrency hanya dapat digunakan untuk berinvestasi (Norisnita & Indriati, 2. Investasi adalah cara penggunaan sumber daya dalam meningkatkan keuntungan dengan membeli Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 produk keuangan atau aset dengan harapan akan memperoleh pengembalian atau keuntungan di masa depan (Norisnita & Indriati, 2. Menurut (Bischoff & Wyhler, 2. , investasi juga bisa didefinisikan sebagai setiap jenis asset yang dimiliki atau dikuasi oleh investors, baik secara langsung maupun tidak langsung yang mencakup jangka waktu tertentu dan memiliki karakteristik investasi seperti komitmen modal, ekspektasi keuntungan serta asumsi risiko yang akan timbul. Norisnita dan Indriati . The Theory of Planned Behavior merupakan sebuah teori tentang berperilaku yang dimana teori tersebut digunakan individu dalam mengambil sebuah keputusan secara rasional. Theory of Planned Behavior dapat digunakan sebagai sebuah pendekatan dalam memprediksi niat seseorang untuk berinvestasi dalam cryptocurrency (Norisnita & Indriati, 2. The Theory of Planned Behavior menyatakan bahwa perilaku individu dapat dipengaruhi oleh niat atau keinginan, dimana niat itu merupakan faktor yang memotivasi individu dalam berperilaku melalui usaha dalam mencoba sesuatu dan seberapa besar usaha perencanaan yang telah dilakukan. Berdasarkan theory of Planned Behavior, niat berperilaku ditentukan oleh 3 faktor utama, yang meliputi attitude, subjective norm dan perceived behavioral control (Ajzen, 2. Attitude mengacu pada cara pandangan seseorang dalam menentukan perilaku bersifat positif atau negatif. Jika seseorang memiliki keyakinan yang tinggi bahwa bertransaksi di cryptocurrency tidak memiliki resiko yang tinggi, maka behavioral intention untuk berinvestasi di cryptocurrency juga akan menjadi tinggi. Sebaliknya, jika individu percaya bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki resiko yang tinggi, maka niat untuk berinvestasi di cryptocurrency cenderung akan lebih rendah (Schaupp & Festa, 2. Menurut (Norisnita & Indriati, 2. Subjective norm merupakan asumsi seseorang mengenai sesuatu yang dianggap umum oleh kelompok sosialnya yang menyebabkan terpengaruhnya perilaku individu oleh kelompok sosialnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa, semakin besar subjective norm yang dirasakan oleh seseorang, maka akan semakin besar niat mereka untuk berperilaku (Lee et al. , 2. Perceived behavioral control akan meningkat ketika seorang individu merasa bahwa ia Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 memiliki sumber daya yang cukup serta kepercayaan diri untuk melakukannya. Faktor risiko, telah menjadi konsiderasi pada literatur-literatur bidang lainya (Sun et al. , 2. Perceived risk didefinisikan sebagai persepsi konsumen/pengguna atas derajat dari ketidakpastian dan kemungkinan dari adanya konsekuensi yang tidak diinginkan dari sebuah keputusan (Arias-Oliva et al. , 2. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penelitian Soomro et al. , attitude memiliki hubungan positif dalam behavioral control untuk investasi cryptocurrency. Hal ini menunjukkan cryptocurrency, maka behavioral intention untuk menginvestasi cryptocurrency cenderung lebih tinggi. Hal tersebut juga didukung oleh penelitian Walton dan Johnston . yang menyatakan bahwa attitude memiliki hubungan secara signifikan dengan behaviuoral intention dalam berinvestasi cryptocurrency. Seseorang yang memiliki attitude yang baik mengenai cryptocurrency akan menunjukkan keinginan yang lebih tinggi dalam berinvestasi (Schaupp & Festa. Selain untuk memprediksi behavioral intention untuk melakukan investasi pada cryptocurrency, attitude juga diteliti sebagai variabel mediasi pada beberapa (Osakwe et al. , 2. menemukan bahwa attitude memediasi hubungan antara perceived behavioral control dan subjective norm dengan behavioral intention untuk melakukan investasi pada cryptocurrency. Hasan et al. meneliti peran mediasi dari attitude pada hubungan antara perceived risk dengan behavioral intention tetapi tidak dapat membuktikan adanya efek mediasi dari Namun Almajali et al. menemukan adanya peran attitude dalam memediasi hubungan antara perceived risk dengan behavioral intention. H1: Attitude memiliki hubungan yang signifikan positif dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. H1a: Attitude memediasi hubungan antara perceived behavioral control dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 H1b: Attitude memediasi hubungan antara subjective norm dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. H1c: Attitude memediasi hubungan antara perceived risk dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. Berdasarkan penelitian Soomro et al. Perceived behavioral control memiliki pengaruh signifikan positif dalam behavioral intention untuk investasi Hal tersebut dikarenakan bahwa responden memiliki kekurangan kemampuan dan percaya diri tentang berinvestasi cryptocurrency, sehingga responden untuk cryptocurrency jadi menurun. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Pham et al. Ramachandran dan Stella . dan Schaupp dan Festa . Perceived behavioral control memiliki hubungan secara signifikan dengan keinginan dalam investasi cryptocurrency. H2: Perceived behavioral Control memiliki pengaruh yang signifikan positif dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency Berdasarkan penelitian Soomro et al. Subjective Norm memiliki hubungan negatif tidak signifikan dengan behavioranl intention untuk melakukan investasi pada cryptocurrency. Ayedh et al. juga menemukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara subjective norm dengan behavioral intention untuk berinvestasi pada cryptocurrency pada investor Malaysia. Namun, penelitian Pham et al. dan Schaupp dan Festa . menyatakan adanya hubungan yang positif secara signifikan antara subjective norm dengan behavioral intention dalam investasi cryptocurrency. H3: Subjective Norm memiliki pengaruh yang signifikan positif dengan behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. Sun et al. menemukan bahwa perceived risk mempengaruhi behavioral intention untuk melakukan investasi pada cryptocurrency secara positif signifikan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 pada investor di Korea Selatan dan China. Berbeda dengan penelitian Arias-Oliva et al. , perceived risk tidak mempengaruhi behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency di Spanyol. Sukumaran et al. juga menemukan hal yang serupa, dimana perceived risk tidak mempengaruhi behavioral intention untuk melakukan investasi pada cryptocurrency di Malaysia. Namun penelitian ini berhipotesis bahwa perceived risk berpengaruh secara signifikan negatif pada behavioral intention untuk berinvestasi pada cryptocurrency dengan anggapan bahwa semakin rendah persepsi risiko yang dimiliki, maka semakin rendah juga persepsi kemungkinan adanya hasil dari keputusan investasi tidak sesuai yang diharapkan sehingga meningkatkan behavioral intention untuk berinvestasi pada H4: Perceived risk memiliki pengaruh yang signifikan negatif pada behavioral intention untuk investasi cryptocurrency. Perceived Behavioral Control Subjective Norm Attitude Behavioral Intention Perceived Risk Gambar 1: Model Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini, akan menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian merupakan kalangan masyarakat berumur kurang dari 30 tahun di Batam, dengan metode pengambilan sampel simple random sampling yang diambil dari Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 penyebaran sampel secara acak melalui media sosial Line dan Instagram. Pertanyaan kuesioner diambil berdasarkan penelitian Pham et al. Tabel 1 Pertanyaan Kuesioner Tabel 2 Demografi Responden Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2 Model SmartPLS Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 Tabel 3 Hasil Uji Outer Loadings Nilai Outer Loadings dari setiap pengukuran variabel menunjukan nilai diatas 0,6 sehingga semua pertanyaan kuesioner dapat dianggap valid sebagai pengukur variabel penelitian. Tabel 4: Hasil Uji Average Variance Extracted Nilai uji Average Variance Extracted pada setiap variabel menunjukan nilai yang berada diatas 0,5 sehingga setiap variabel dapat dinyatakan valid. Tabel 5: Hasil Uji Discriminant Validity Nilai konstruk setiap variabel pada uji discriminant validity memiliki nilai Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 korelasi yang lebih tinggi dibandingkan nilai korelasi dengan konstruk laten Hal ini menunjukan bahwa variabel-variabel yang digunakan dapat dinyatakan valid untuk digunakan pada penelitian. Tabel 6 Hasil Uji CronbachAos Alpha, rho_A, dan Composite Reliability CronbachAos Alpha, rho_A dan composite reliability digunakan sebagai tolak ukur yang menyatakan variabel penelitian reliable . apat diandalka. atau tidak. Dengan nilai cronbachAos alpha, rho_A dan composite reliability pada masingmasing variabel menunjukan angka di atas 0,7, maka setiap variabel dapat dinyatakan sebagai reliable. Tabel 7 Hasil Uji Bootstrapping Dengan kriteria nilai T statistic berada di atas 1,96 atau p value berada dibawah 0,05, maka pengaruh antar variabel dapat dinyatakan signifikan. Positif maupun negatifnya pengaruh tersebut, terlihat dari sample mean masing-masing pengaruh antar variabel. Tabel 8: Hasil Uji Specific Indirect Effect Tidak jauh berbeda dengan interpretasi pada direct effect, indirect effect Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 independen pada variabel dependen melalui signifikansi yang terlihat dari nilai T statistic dan p value. Variabel attitude memiliki signifikansi tertinggi diantara variabel-variabel lain terhadap behavioral intention dengan nilai T statistics pada angka 5,386 dan p value sebesar 0,000. Sample mean dari pengaruh attitude pada behavioral intention berada pada tingkat positif sehingga H1 dari penelitian dapat Hasil ini sejalan dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya (Pham et al. , 2021. Ramachandran & Stella, 2022. Soomro et al. , 2022. Walton & Johnston, 2. Pham et al. berargumen bahwa attitude berpengaruh signifikan positif pada behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency karena adanya harapan atas keuntungan yang akan didapatkan, seperti kesempatan untuk mencapai tujuan tertentu hingga meningkatkan standar kehidupan dalam waktu yang relatif singkat. Perceived behavioral control juga tampak memiliki pengaruh yang signifikan positif dimana nilai T statistic berada di atas 1,96, p-value kurang dari 0,05, serta sample mean yang berada di tingkat positif sehingga H2 dari penelitian dapat diterima. Hasil penelitian yang sama dapat ditemukan pada literatur-literatur sebelumnya dengan sample pada negara yang berbeda-beda (Pham et al. , 2021. Ramachandran & Stella, 2022. Schaupp & Festa. Soomro et al. , 2. Dengan persepsi adanya kendali atas sumber daya yang terkait, pengetahuan yang cukup, dan teknologi yang mumpuni memfasilitasi adanya keinginan untuk berinvestasi pada cryptocurrency (Pham et al. , 2. Subjective norm turut memiliki pengaruh signifikan positif terhadap behavioral intention dengan nilai t statistic sebesar 3,242 atau p value pada 0,001 serta sample mean yang menunjukan hasil positif sehingga H3 penelitian dapat Hasil penelitian terkait pengaruh subjective norm terhadap behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency berbeda-beda dengan context masing-masing, dimana Soomro et al. dan Ayedh et al. tidak menemukan adanya signifikansi pengaruh subjective norm pada behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency di Malaysia dan Pakistan. Sedangkan, hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Pham et al. dan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 Schaupp dan Festa . yang menemukan adanya pengaruh signifikan positif subjective norm pada behavioral intention untuk investasi cryptocurrency di Amerika Serikat dan Italia. Tidak sesuai dengan hipotesis penelitian, dimana perceived risk ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap behavioral intention untuk berinvestasi pada cryptocurrency dimana nilai t statistic berada pada 0,177 dan p value pada 0,860 sehingga H4 penelitian ditolak. Hasil ini berkontradiksi dengan penelitian Sun et al. Namun, sejalan dengan penelitian Arias-Oliva et al. dan Sukumaran et al. yang menemukan tidak ada signifikansi pengaruh antara perceived risk pada behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency di Spanyol dan Malaysia. Variabel attitude tampak memediasi hubungan antara perceived behavioral control dan subjective norm terhadap behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency berdasarkan nilai T statistic yang berada di atas 1,96 atau nilai p value yang kurang dari 0,05 sehingga H1a dan H1b dapat diterima. Osakwe et al. menemukan hasil yang sama dimana attitude memediasi hubungan perceived behavioral control dan subjective norm pada behavioral intention. Namun, attitude tidak memediasi hubungan perceived risk dengan behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency dengan nilai T statistic sebesar 1,124 atau p value sebesar 0,281 sehingga H1c ditolak. Sejalan dengan penelitian Hasan et al. yang tidak menemukan adanya sifat mediasi oleh variabel attitude pada hubungan antara perceived risk dengan behavioral intention. Tetapi Almajali et al. menemukan hasil yang berbeda dimana attitude memediasi hubungan variabel perceived risk pada behavioral intention investasi pada cryptocurrency di Jordan. SIMPULAN Dalam studi yang meneliti determinan keputusan investasi pada cryptocurrency yang mengimplementasikan The Theory of Planned Behavior dan dimodifikasi Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 106-123 dengan menambahkan variabel perceived risk serta variabel attitude sebagai mediator, ditemukan bahwa attitude menjadi pendorong utama pada individu untuk melakukan investasi pada cryptocurrency yang diikuti dengan perceived behavioral control, dan subjective norm yang turut menjadi determinan pada individu dalam melakukan keputusan investasi pada cryptocurrency. Perceived risk tidak menjadi faktor yang dikonsiderasikan sebelum mengambil keputusan investasi pada cryptocurrency. Attitude turut memediasi hubungan perceived behavioral control dan subjective norm pada behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency tetapi gagal untuk memediasi pengaruh perceived risk pada behavioral intention untuk investasi pada cryptocurrency. Seperti penelitian yang telah dilakukan secara umum, studi ini tidak lepas dari keterbatasan, yakni sampel yang diambil secara acak dengan kriteria individu berusia di bawah 30 tahun di Batam. Variabel yang diambil berdasarkan The Theory of Planned Behavior ditambah dengan perceived risk sehingga determinan dari keputusan tidak mengkonsiderasikan faktor lainya. Disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk mengambil data penelitian berdasarkan sampel kalangan masyarakat dan jangkauan yang lebih luas mencapai daerah yang berbeda-beda hinggapun negara yang berbeda-beda sekaligus. Teori-teori selain The Theory of Planned Behavior, seperti Technology Acceptance Model, herding, heuristik, dan model lainya dapat diaplikasikan pada penelitian yang serupa sebagai faktor tambahan dalam prediksi keputusan investasi pada cryptocurrency. DAFTAR PUSTAKA