e-ISSN : x-x PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA KADER KESEHATAN DI BANJAR DINAS PEMENANG KEDIRI DAN BANJAR DINAS DAJAN TENTEN KEDIRI TAHUN 2024 Ni Made Indah Dwi Cahyani1. Ni Luh Seri Astuti2. Desak Made Firsia Sastra Putri 3. Cucuk Suwandi4 1,2,3,4 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. STIKES Advaita Medika Tabanan Korespondensi penulis: indahdwicahyani03@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Keberhasilan perilaku pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti bergantung pada cara pemberian edukasi, edukasi yang baik dan benar dapat berdampak pada perilaku (Yuliasi et , 2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri tahun 2024. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan one grup pre-test post-test design, dengan jumlah sampel 30 orang menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan media video animasi, lembar informed consent, kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan p<0,05. Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon Rank Test menghasilkan perbedaan perilaku secara statistik antara pre-test dengan post-test dengan nilai p value . < 0,05, sehingga Ha diterima yang berarti ada Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video Animasi Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Kader Kesehatan Di Banjar Dinas Pemenang Kediri Dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri. Simpulan : Terdapat Pengaruh setelah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan. Kata kunci : DBD. Kader. Video Animasi. Perilaku PENDAHULUAN Kader masyarakat dan bekerja dengan sukarela Mereka diberi keterampilan kesehatan melalui pelatihan yang diberikan oleh Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan setempat (Kemenkes RI, 2. Kader kesehatan juga berperan dalam masyarakat seperti Pneumonia. Hepatitis. Cacar Air. DBD (Kemenkes RI, 2. Demam Berdarah Dengue (DBD) Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang ditandai dengan terjadinya demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet . umple lea. positif, bintik-bintik merah di kulit . , mimisan, gusi berdarah dan lain sebagainya (Kemenkes RI, 2. Menurut World Health Organization. DBD e-ISSN : x-x diperkirakan terjadi pada 128 negara mencapai 3,9 milyar orang yang beresiko terinfeksi virus dengue. World Health Organization (WHO) menggambarkan terdapat 50-100 juta kasus DBD terjadi di seluruh dunia pada setiap tahunnya (Agustinus dan Sutri, 2. Penyakit DBD sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di tahun 2023, jumlah kasus DBD mencapai 435 kasus, jumlah kematiannya mencapai 894 kasus (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kasus DBD selama tahun 2023 masih tinggi, dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, total kasus DBD ada sebanyak 6. 428 kasus di Bali (Dinkes Bali, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan pada tahun 2023, kasus DBD di Kabupaten Tabanan cukup tinggi yaitu mencapai 644 kasus, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di kabupaten Tabanan adalah kecamatan Kediri dengan jumlah kasus 195 kasus dalam satu tahun (Dinkes Tabanan. Berdasarkan data dari Puskesmas Kediri I, desa dengan kasus DBD tertinggi yaitu desa Banjar Anyar. Desa Banjar Anyar mencakup 13 banjar dimana pada Banjar Dinas Pemenang dan Banjar Dinas Dajan Tenten terdapat kasus DBD tertinggi diantara 13 banjar lainnya (Puskesmas Kediri I, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Stefanus Timah, 2. didapatkan hasil bahwa kejadian DBD dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan dan perilaku pencegahan DBD. Perilaku kader kesehatan memegang peranan penting dalam tingginya kasus Demam Berdarah Dengue, jika berperilaku buruk terhadap lingkungan, nyamuk Aedes Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 Aegypti mengembangbiakkan dirinya, otomatis meningkatkan risiko individu terserang penyakit DBD (Yuliasi et al. ,2. Jika memiliki kesadaran untuk berperilaku baik mengimplementasikan 3M Plus akan sangat berdampak pada menurunnya sebaran kasus DBD (Yuliasi et al. , 2. Perilaku pencegahan merupakan cara yang sangat tepat untuk menanggulangi suatu DBD (Wismaridha, 2. Keberhasilan perilaku pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti bergantung pada cara pemberian edukasi, edukasi yang baik dan benar dapat berdampak pada perilaku (Yuliasi et al. , 2. Kader kesehatan perlu diberikan pendidikan pencegahan penyakit DBD dengan baik pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat merubah perilakunya ke arah yang lebih baik dan dapat mengurangi keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti. Pemberian pendidikan kesehatan tidak terlepas dari adanya media yang digunakan, karena jika memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media akan meningkatkan minat pada sasaran, menggunakan media video animasi, pada media video animasi ini lebih mudah dipahami dan dapat diulang-ulang (Ramli et al. , 2. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Banjar Dinas Pemenang Kediri terhadap 5 orang kader kesehatan, didapatkan bahwa 3 orang kader kesehatan kurang memahami terkait penularan penyakit DBD, kurang memahami terkait cara pencegahan penyakit DBD dan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terkait penyakit DBD. Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas mengingat masih tingginya angka kejadian kasus DBD dan e-ISSN : x-x pengetahuan yang kurang menyebabkan kader kesehatan kurang memahami cara penularan penyakit DBD dan pentingnya pencegahan penyakit DBD, maka kader kesehatan perlu diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui serta melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video Animasi Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Kader Kesehatan Di Banjar Dinas Pemenang Kediri Dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri Tahun 2024Ay. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan pre eksperimental dengan one grup pre-test post-test design yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran sebelum dan sesudah intervensi/perlakuan yang sudah diberikan dalam satu grup. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader kesehatan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah besaran sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Alat pengumpulan data menggunakan media video animasi, lembar informed consent, kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum lokasi penelitian Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri berada di wilayah Desa Banjar Anyar dengan kondisi jalan yang ramai. Banjar Dinas Pemenang Kediri memiliki luas 45,3 hektar dan berada pada 127 meter di atas permukaan laut, dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri memiliki luas 42, 5 hektar dan berada pada 120 meter di atas permukaan laut. Total penduduk di Banjar Dinas Pemenang Kediri 1. 008 jiwa. Sedangkan total penduduk di Banjar Dinas Dajan Tenten 1. 700 jiwa. Karakteristik responden Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari 30 responden frekuensi responden paling banyak berusia 31 -40 oang. 3%). Berdasarkan tabel 1. 2 menunjukkan bahwa dari 30 responden frekuensi responden paling banyak pendidikan terakhirnya SMA sebanyak 17 orang . 7%). Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa dari 30 responden frekuensi responden paling banyak pekerjaannya lain - lain . bu rumah tangg. sebanyak 18 orang . 0%). Berdasarkan tabel 1. 4 menunjukkan bahwa dari 30 responden paling banyak memiliki perilaku pencegahan yang cukup sebanyak 18 orang . 0%). Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa dari 30 responden terjadi peningkatan perilaku pencegahan baik menjadi 19 orang . Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Usia pada Kader Kesehatan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri Usia Frekuensi . Persentase (%) 17 - 30 th 31 - 40 th 41 - 50 th 51 - 60 th > 60 th Total Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 e-ISSN : x-x Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan Terakhir pada Kader Kesehatan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri Pendidikan Terakhir Frekuensi . Persentase (%) SMP SMA Perguruan Tinggi Total Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pekerjaan pada Kader Kesehatan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri Pekerjaan Frekuensi . Persentase (%) Petani Swasta Wiraswasta Lain-lain Total Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Kader Kesehatan Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video animasi Perilaku Pencegahan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Kader Kesehatan Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video animasi Frekuensi . Persentase (%) Perilaku Pencegahan Baik Cukup Total Tabel 6 Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video Animasi Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Kader Kesehatan Parameter Std. Deviation Mean Pre-Test Post-Test Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa untuk mengetahui pengaruh menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan dilakukan uji statistik dengan program SPSS Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 Different P Value Dari hasil analisa uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Rank Test menunjukkan terdapat 19 responden memiliki peningkatan perilaku setelah menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue dan 11 responden memiliki perilaku yang sama sebelum dan e-ISSN : x-x setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji statistik Wilcoxon Rank Test . value = 0. menunjukan terdapat perbedaan tingkat perilaku antara sebelum kesehatan menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue karena nilai p < 0,05. Pembahasan Perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan sebelum diberikan pendidikan kesehatan didapatkan hasil perilaku pencegahan kategori cukup 18 orang . 0%). Menurut asumsi peneliti mengenai perilaku responden paling banyak responden berperilaku cukup dikarenakan kurangnya kesadaran dan motivasi responden untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jihan et ,. yang menyatakan bahwa Pretest sebelum dilakukan penyuluhan pencegahan DBD yaitu sebanyak 84 responden . 4%) memiliki perilaku pencegahan cukup terhadap penyakit DBD. Menurut yang dilakukan oleh peneliti selama pemahaman kader kesehatan terhadap penyakit DBD disebabkan oleh kurangnya terpapar informasi mengenai penyakit DBD. Pendidikan kesehatan sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan kesehatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mei Lestari I. W dan Hasiratul Khudsiyah . dari hasil uji statistik SPSS menggunakan uji Wilcoxon Rank Test didapatkan P value = 0. 000 dengan = < 0,05 yang menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan masyarakat terhadap pengetahuan tentang penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) di RT. 02 RW. Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 Sampang Kabupaten Sampang. Perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan setelah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan hasil perilaku pencegahan kategori baik 19 orang . 3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat dilakukan Pre-test banyak responden yang menjawab pertanyaan dengan kategori Autidak melakukanAy. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang sebelumnya menjawab pertanyaan dengan kategori Autidak melakukanAy menjadi menjawab pertanyaan dengan kategori AumelakukanAy, perilaku responden dapat dikategorikan baik dan masih ada 11 orang responden memiliki perilaku yang sama sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dan motivasi responden dalam melakukan pencegahan penyakit DBD. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ahyar et , 2. terdapat pengaruh yang signifikan edukasi menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan kekerasan seksual pada siswa penyandang disabilitas di SLB YPAC Makassar dengan nilai p-value = 0,000. Demikian juga pada hasil dari penelitian ini, apabila saat diberikan pendidikan kesehatan dengan metode yang tidak sesuai maka kemungkinan besar perilaku responden tidak mengalami perubahan karena stimulus yang didapatkan tidak sesuai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mengalami perubahan menjadi perilaku dalam kategori baik, maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis video animasi . yang diberikan kepada responden telah sesuai. e-ISSN : x-x SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader kesehatan di Banjar Dinas Pemenang Kediri dan Banjar Dinas Dajan Tenten Kediri, maka dapat ditarik kesimpulanTerdapat pengaruh setelah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue pada kader Kesehatan. REFERENSI