Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Siska Oliviya1*. Sartono2. Risal3 Universitas Panca Bhakti (Oliviyasiskasiska@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh good corporate governance (GCG) yang diproksikan oleh dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial. Kinerja keuangan diukur dengan Return on Assets (ROA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data skunder dari laporan keuangan 38 perusahaan industri produk makanan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dewan komisaris dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, namun komite audit dan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara itu dewan direksi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kata kunci: Good Corporate Governance (GCG). Kinerja Keuangan. Industri Produk Makanan Pertanian Abstract This study aims to analyze the effect of good corporate governance (GCG) as proxied by the board of commissioners, board of directors, audit committee, institutional ownership, and managerial ownership. Financial performance is measured by Return on Assets (ROA). The study uses a quantitative approach with secondary data from the financial statements of 38 agricultural food industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2023 period. The analysis was carried out using multiple linear regression with SPSS tools. The results of the study indicate that the board of commissioners and institutional ownership do not have a significant effect on financial performance, but the audit committee and managerial ownership have a negative and significant effect on financial performance, while the board of directors has a positive and significant effect on financial performance. Keywords: Good Corporate Governance (GCG). Financial Performance. Agricultural Food Industry PENDAHULUAN Kondisi tersebut dapat menimbulkan persaingan dalam dunia bisnis, sehingga diperlukan adanya good corporate governance untuk dapat bersaing. Good Corporate Governance (GCG) adalah suatu tata kelola perusahaan dengan prinsip-prinsip seperti keterbukaan, pertanggungjawaban, akuntabilitas, indenpendensi, dan kewajaran (Arum et al. , 2. Penerapan GCG juga semakin bertambah sejak terungkapnya skandal akuntansi seperti kasus Enron dan Worldcom yang terjadi di Texas. Amerika Serikat, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi investor dan perekonomian di berbagai negara. Kasus tersebut melibatkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andresen yang melakukan praktik bad coporate governance, saat mengaudit Enron Corp ternyata memberikan opini wajar, padahal faktanya laporan keuangan dengan sengaja dibuat untuk menutupi kecurangan akuntan yang dilakukan oleh Enron (Sidabariba, 2. Kinerja keuangan merupakan salah satu hal terpenting dalam perusahaan, baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Kinerja keuangan yang baik akan membantu manajemen mencapai tujuan perusahaan yaitu meningkatkan kemakmuran perusahaan dan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor, sehingga semakin tinggi kinerja perusahaan maka akan semakin baik nilai perusahaannya dimata investor (Nunung, 2. Dewan komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas untuk menjalankan suatu perusahaan supaya terlaksananya prinsip akuntabilitas serta sebagai penghubung antara kepentingan pricipal dan agen sehingga kinerja keuangan berjalan dengan baik Kamayuli et al . Demikian pula Dewan direksi merupakan pengurus suatu perusahaan yang mencerminkan prinsip keadilan, akuntabilitas, 247 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 responsibilitas dan transparansi. Apabila dewan direksi mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif, maka kinerja keuangan perusahaan akan meningkat, sehingga pemegang saham akan merasa sangat puas dengan kinerja keuangan perusahaan (Arum et al, 2. Di sisi lain. Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris untuk mendukung kinerja keuangan perusahaan dan berperan sebagai penghubung antara manajemen dan dewan komisaris. Komite audit berfungsi sebagai pemantau laporan keuangan, mengawasi sistem pengendalian internal, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi (Teguh, 2. Selain itu kepemilikan institusional merupakan bagian dari pemilik saham. Tugas kepemilikan institusional adalah mengawasi manajemen, memastikan kepatuhan terhadap pemegang saham, serta berperan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan (Febrina & Sri, 2. Selain kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial juga berperan dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG). Kepemilikan manajerial merujuk pada rasio antara jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen dengan total saham yang beredar di pasar. Semakin tinggi proporsi kepemilikan manajerial, maka semakin besar dorongan bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya (Dewi et al. , 2. Penelitian ini berdasarkan adanya fenomena tentang kurangnya pelaksanaan good corporate governance yang berdampak pada kinerja keuangan perusahaan industri produk makanan pertanian. Buruknya penerapan GCG dapat menyebabkan kecurangan dalam laporan keuangan (Alfina, 2. , salah satu kasus yang terjadi pada PT Duta Palma Group yang terlibat tindak pidana korupsi dan alih fungsi ilegal yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah (Safitri & Ihsanuddin, 2. Selain itu. PT Astra Agro Lestari Tbk, salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia yang juga terlibat dalam berbagai tuduhan pelanggaran hukum, mulai dari pengelolaan lahan tanpa izin hingga konflik agraria dengan masyarakat lokal (Ridwan, 2. Praktik korupsi semacam ini merugikan negara dan masyarakat, serta memperburuk reputasi perusahaan di mata publik. Industri ini memerlukan penerapan prinsip good corporate governance (GCG) yang lebih baik untuk menghindari konflik kepentingan dan memperkuat pengawasan terhadap kegiatan usaha perkebunan. Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan menghadapi berbagai masalah yang perlu diperhatikan, terutama pada industri produk makanan pertanian. Pertama, banyaknya kasus kecurangan yang mengindikasikan rendahnya praktik GCG, yang dapat mengurangi kepercayaan investor dan pemangku kepentingan seperti yang terjadi pada kasus di atas (Saptono & Purwanto, 2. Kedua, pengawasan oleh dewan komisaris dan komite sering kali tidak efektif, sehingga keputusan yang diambil tidak selalu sesuai dengan prinsip GCG (Azizah et al. , 2. persepsi negatif publik terhadap perusahaan akibat rendahnya penerapan GCG dapat merugikan reputasi perusahaan dan menurunkan kepercayaan konsumen (Alinda et al. , 2. Research gap dalam penelitian ini, yang pertama, penelitian ini berfokus pada industri produk pertanian, industri ini memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan dengan industri lain, karena industri produk makanan pertanian lebih terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan menghadapi tantangan yang berbeda (Ronni, 2. Kedua, data yang digunakan tahun terbaru yaitu dari tahun 2021-2023, sehingga penelitian ini lebih mencerminkan kondisi terkini dan hasilnya memungkinkan lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi perusahaan pada saat ini. Terakhir, penelitian ini berfokus pada pengisian kesenjangan penelitian mengenai pengaruh Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Komite Audit. Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial terhadap kinerja keuangan perusahaan, khususnya di industri produk makanan pertanian. 248 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris terhadap kinerja keuangan perusahaan, . untuk mengetahui pengaruh dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan, . untuk mengetahui pengaruh komite audit terhadap kinerja keuangan perusahaan, . untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan perusahaan, . untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan fenomena yang terjadi pada uraian diatas, maka judul dalam penelitian ini adalah AuAnalisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Industri Produk Makanan Pertanian yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaAy. KAJIAN PUSTAKA Agency Theory Agency theory merupakan salah satu teori yang berhubungan dengan good corporate governance adalah teori keagenan. Jensen & Mecking . mengemukakan bahwa teori agensi adalah pemisahan antara pemilik . dan pengelola . suatu perusahaan dapat menimbulkan masalah keagenan . gency proble. Teori agensi merupakan konsep yang menjelaskan hubungan kontekstual antara prinsipal dan agen, terutama antara dua orang atau lebih, suatu kelompok atau suatu organisasi. Prinsipal adalah pihak yang mempunyai kekuasaan mengambil keputusan untuk masa depan bisnis dan tanggung jawab kepada pihak lain . Permasalahan keagenan yang terjadi di dalam perusahaan dapat diatasi dengan diterapkannya good corporate governance (GCG). GCG dalam hal ini berperan penting dimana pengelolaan perusahaan dilakukan dengan kepatuhan atas berbagai peraturan dan ketentuan yang berlaku (Sianturi & Ratnaningsih, 2. Good Corporate Governance (GCG) Menurut Surosos . , good corporate governance merupakan serangkaian proses terstruktur yang digunakan sebagai pengelolaan, serta mengarahkan upaya perusahaan dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan dan kelangsungan usaha. Pada dasarnya, penerapan GCG dapat mendorong terciptanya model manajemen yang profesional, transparan, dan bebas dari praktikpraktik yang tidak sehat. Implementasi GCG dalam dunia bisnis akan menarik minat investor baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan jurnal dari Darwis . , mekanisme Good Corporate Governance terdiri jumlah dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, kepemilikan institusional serta kepemilikan manajerial. Good Corporate Governance juga berfungsi untuk memperkuat hubungan antara investor dan manajer dengan menekankan nilai-nilai yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam manajemen. Good corporate governance menjadi sarana untuk mencerminkan perbedaan antara berbagai pemangku kepentingan di perusahaan saat menentukan arah operasionalnya (Setiawan et al. , 2. Dewan Komisaris Dewan komisaris sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Pasal 120 Ayat . PT berada di luar perseroan, tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota direksi, dan/atau anggota dewan pengawas Tugas dewan komisaris adalah memastikan bahwa prinsip dan praktik GCG dihormati dan diterapkan dengan benar, antara lain memastikan transparansi dan keterbukaan dalam pelaporan keuangan perusahaan, memperlakukan pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya dengan adil, dan mengungkapkan transaksi yang mengandung konflik kepentingan, dengan cara yang wajar dan adil, perusahaan mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku dan menjamin akuntabilitas badan korporasi. 249 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Dewan Direksi Menurut Ilham . , dewan direksi perusahaan merupakan badan pengatur, pemegang kekuasaan dan akuntabilitas untuk mengawasi dan mengelola operasi perusahaan secara efektif sesuai dengan tujuan dan sasarannya. Termasuk mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. Peran utama dewan direksi adalah memastikan bimbingan dan arahan dalam mengelola perusahaan, memastikan pelestarian dan pertumbuhan asetnya. Selain itu, dewan direksi menetapkan kerangka kerja untuk alokasi tanggung jawab di antara para anggotanya. Komite Audit Salah satu langkah utama dalam good coporate governance perusahaan yang diandalkan untuk mengawasi perilaku manajer di berbagai perusahaan adalah pembentukan komite audit. Komite audit berperan penting dalam suatu perusahaan, untuk memastikan penerapan sistem GCG berjalan dengan lebih efektif (Putri et al. , 2. Menurut Bursa Efek Indonesia, komite audit harus terdiri dari sekurang-kurangnya tiga anggota. Menurut teori keagenan, pembentukan komite audit merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan masalah keagenan (Arum et al. , 2. Kepemilikan Institusional Menurut Dwi et al . , kepemilikan saham dalam institusi mencakup berbagai entitas seperti pemerintahan, lembaga keuangan, badan hukum, lembaga asing, dan perwakilan, dan lembaga entitas ini memiliki kekuasaan untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja manajemen. Sebuah organisasi dianggap memiliki kepemilikan institusional jika memiliki setidaknya 5% dari total modal yang beredar. Kepemilikan institusional berperan sebagai mekanisme pengawasan terhadap manajemen untuk mengurangi risiko kegagalan. Keberadaan lembaga ini menjadi krusial dalam pemantauan kinerja bisnis karena dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efektivitas pengawasan (Arum et al. , 2. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial mengacu pada kepemilikan saham oleh pihak manajemen seperti manajer, dewan komisaris, dan dewan direksi dalam sebuah perusahaan (Sari et al. , 2. Kepemilikan manajerial adalah kondisi di mana manajemen perusahaan memiliki saham dalam perusahaan yang mereka kelola. Menurut teori keagenan yang dijelaskan oleh Jensen dan Meckling . , keberadaan kepemilikan manajerial, di mana manajer atau direksi memiliki saham sekaligus terlibat aktif dalam operasional sehari-hari perusahaan, dapat mengurangi konflik kepentingan dan masalah keagenan. Hal ini disebabkan oleh dorongan bagi manajemen untuk bertindak selaras dengan tujuan para pemegang saham (Margaret et al. , 2. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan memiliki pengertian yang luas dalam dunia bisnis. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, kinerja keuangan menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan selama periode tertentu, terkait dengan aspek pendapatan dan perputaran modal. Untuk mengukur kinerja keuangan, digunakan indikator seperti kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas. Kinerja keuangan merupakan salah satu aspek terpenting dalam bisnis, di mana hasil yang dicapai diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam mengukur kinerja keuangan, berbagai faktor terkait industri keuangan perlu diperhatikan saat mengevaluasi laporan keuangan perusahaan (Sari, 2. 250 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, alat uji yang digunakan dalam penelitian ada SPSS. Populasi dalam penelitian ini terdapat 57 perusahaan industri produk pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling/pengambilan sampel berdasarkan karakteristik, sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu 38 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data data sekunder yang bersumber dari dokumen perusahaan dengan teknik dokumentasi, tinjauan literatur, dan riset internet. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan persamaan Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 A Dimana Y merupakan kinerja keuangan, bilangan konstanta. X1 dewan komisaris. X2 dewan direksi. X3 komite audit. X4 kepemilikan institusional. X5 kepemilikan manajerial. A faktor pengganggu. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Pengukuran statistik deskriptif variabel ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran data secara umum seperti nilai rata-rata . , median, modus, dan divisi standar dari masing-masing variabel, uji statistik deskriptif penelitian dapat dilihat pada tabel 4. 2 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Min Maks Mean Kinerja Keuangan (Y) Dewan Komisaris (X. Dewan Direksi (X. Komite Audit (X. Kepemilikan Institusional (X. Kepemilikan Manajerial (X. Sumber: Data diolah, 2025 Std. Deviation Uji Asumsi Klasik Berdasarkan uji normalitas data dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirov (K-S) diperoleh nilai Exact Sig. -taile. 129 > 0. 05 menunjukkan bahwa nilai lebih tinggi dari nilai alpha () artinya data berdistribusi normal. Hasil uji multikolineritas menunjukkan bahwa hasil perhitungan memiliki nilai tolerance lebih dari 0. Hasil perhitungan nilai valance inflation (VIF) juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF kurang dari 10. Sehingga dinyatakan bahwa tidak terdapat korelasi antar variabel independen. Hasil uji heterodkedastisitas dengan metode Glejser menunjukkan bahwa nilai signikansi dewan komisaris 0. 392 > 0. 05, dewan direksi 0. 453 > 0. 05, komite audit 0. 915 > 0. kepemilikan institusional 0. 689 > 0. 05, dan kepemilikan manajerial 0. 630 > 0. Pada masingmasing variabel memiliki nilai Sig. > alpha . Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi Hasil uji autokorekasi dapat dilihat hasil uji autokorelasi diperoleh nilai DW sebesar 1. Pada tabel Durbin-Watson dengan tingkat signifikansi 0. 05 dengan jumlah data (N) adalah 113, dan jumlah variabel independen . adalah 5 didapatkan nilai dU sebesar 1. Dengan kriteria pengujian adalah dU 0. 05 dan t-hitung < t-tabel yaitu 1. 759 < 1. 982 yang artinya H1 Artinya, jumlah dewan komisaris dalam perusahaan, baik banyak maupun sedikit, tidak berdampak secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Efektivitas pengawasan 252 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 bukan ditentukan oleh jumlah anggota dewan komisaris, melainkan dipengaruhi oleh variabel lain (Aprila et al. , 2. Fungsi utama dewan komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasehat kepada direksi, bukan membuat keputusan yang secara langsung berdampak pada kinerja keuangan. Selain itu, dalam praktiknya, efektivitas dewan komisaris sering kali terbatas akibat lemahnya kualitas dan aktivitas mereka, seperti jarangnya pertemuan atau sekedar menjalankan fungsi formalitasnya sehingga kurangnya pemahaman industri. Pengaruh dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi variabel dewan direksi sebesar 024 < 0. 05 dan t-hitung > t-tabel yaitu 2. 292 > 1. 982 yang artinya H2 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Hasil penelitian ini sejalan dengan teori keagenan yang berpendapat bahwa jumlah anggota dewan direksi yang lebih dalam suatu perusahaan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan lingkungan eksternalnya. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputri et al . dan Fitrianingsih et al . , yang sama-sama menunjukkan bahwa dewan komisaris tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh Permata dan Putra . yang menyatakan bahwa good corporate governance yang diproksikan dengan dewan direksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh komite audit terhadap kinerja keuangan perusahaan hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi variabel komite audit sebesar 0. 049 < 0. 05 dan t-hitung > t-tabel 987 > 1. 982 yang artinya H3 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan komite berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah komite audit yang lebih banyak cenderung diikuti oleh peningkatan aktivitas pengawasan dan pengendalian. Namun, hal ini kemungkinan terjadi karena pembentukan komite audit dilakukan semata-mata untuk memenuhi persyaratan regulasi, bukan karena kebutuhan fungsional. Selain itu, hampir semua perusahaan yang menjadi sampel penelitian memiliki jumlah anggota komite audit yang hampir sama, yang semakin menunjukkan bahwa keberadaan komite ini lebih bersifat administratif (Lestari & Triyani, 2. Pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan perusahaan hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi > 0. 05 maka H1 ditolak. Hasil pengujian diatas menunjukkan nilai signifikansi variabel kepemilikan institusional sebesar 0. 060 > 0. 05 dan t-hitung < t-tabel yaitu 1. 900 < 1. 982 yang artinya H4 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Ketidakefektifan pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan ini mungkin disebabkan oleh lemahnya proses pengawasan terhadap manajemen akibat fluktuasi tingkat kepemilikan tersebut. Hal ini juga bisa dikarenakan institusi lebih berperan sebagai investor sementara yang fokus pada keuntungan jangka pendek, bukan pada kinerja jangka panjang perusahaan. Selain itu, institusi dinilai belum mampu menjalankan peran pengawasannya secara maksimal dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan (Dewi, 2. Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan perusahaan hasil pengujian diatas menunjukkan nilai signifikansi variabel kepemilikan manajerial sebesar 0. 005 < 0. 05 dan t-hitung > t-tabel yaitu -2. 857 > 1. 982 yang artinya H5 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja 253 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Peningkatan jumlah kepemilikan saham oleh manajemen tidak selalu berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kepemilikan manajerial yang terlalu tinggi justru dapat mendorong manajemen untuk bertindak secara oportunistik, yang pada akhirnya memberikan pengaruh negatif terhadap perusahaan. Handayani dan Widyawati . menyatakan bahwa kepemilikan saham oleh manajemen dapat menciptakan peluang bagi manajer untuk mengejar kepentingan pribadi atau tujuan tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan perusahaan. Indonesia, tingkat kepemilikan saham oleh manajerial pada umumnya masih tergolong rendah. Kepemilikan saham yang rendah ini juga dapat menimbulkan potensi munculnya perilaku oportunistik dari manajer, yang berakibat pada menurunnya kinerja keuangan perusahaan. Tabel 1 Kriteria Pemilihan Sampel No. Kriteria Data/Sampel Jumlah Perusahaan industri produk makanan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023 Dikurangi perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan . keuangan tahunan lengkap selama periode 2021-2023 Perusahaan yang melampirkan laporan keuangan lengkap di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023 Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel Tahun Pengamatan Pengamatan data selama 3 tahun . Sumber: Data diolah, 2024 Kriteria sampel yang tertera di atas, total perusahaan industri produk makanan pertanian yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu 38 perusahaan. Good Corporate Governance Dewan Komisaris (X. H1 ( ) Dewan Direksi (X. H2 ( ) Komite Audit (X. ( ) Kepemilikan Institusional (X. ( ) Kepemilikan manajerial (X. ( ) Kinerja Keuangan (Y) Gambar 1. Skema Kegiatan Penelitian SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bawa dewan komisaris dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, namun komite audit dan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara itu dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. karena itu perusahaan disarankan untuk lebih mengutamakan kualitas 254 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 daripada kuantitas dalam penunjukan anggota dewan komisaris dan dewan direksi. Struktur dewan direksi yang proporsional perlu dijaga, mengingat pengaruh positifnya terhadap kinerja Sebaliknya, perusahaan perlu mengevaluasi peran komite audit yang dalam penelitian ini justru menunjukkan pengaruh negatif. Selain itu, kepemilikan manajerial juga perlu dikendalikan agar tidak terlalu tinggi, karena berpotensi menurunkan kinerja akibat konflik Meskipun kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan, hubungan baik dengan pemegang saham institusional tetap penting untuk menjaga stabilitas perusahaan. DAFTAR PUSTAKA