KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 4 No. Page 1-15 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/1439 EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI SDIT AL IZZAH SERANG Muhammad Arifin1. Hamdanah2. Nuryati3. Deden Hidayat4. Epi Hasan Rifai5. Siti Nurbani6. Afdi Maulfianti7. Dede Mulyati8 12345678Universitas Mathlayl Anwar Email, 1novarifin@gmail. com, 2danahfadil28@gmail. 3nuryatiunma@gmail. com, 4dedenhidayat@unmabanten. epihasan1971@gmail. com, 6sitinurbani669@gmail. 7afdisabdafianti@gmail. com, 8dede. mulyati988@gmail. Abstract The research used is a mixed methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase involved a survey with questionnaires administered to teachers and guardians to measure their perceptions of the implementation and benefits of extracurricular programs. Quantitative data were analyzed descriptively and The qualitative stage was conducted through in-depth interviews with school officials, extracurricular supervising teachers, and student guardian representatives to explore more in-depth information regarding the experiences, challenges, and successes of the program in shaping student character. The quantitative research results showed a high level of satisfaction and positive perceptions of the extracurricular program from teachers and student guardians. Qualitative analysis reinforces these findings by revealing how various extracurricular activities such as scouting, arts, and sports provide opportunities for students to develop character values such as discipline, cooperation, responsibility, independence, and selfconfidence. Further discussion elaborates on the factors that support the success of the program and provides recommendations for improving the implementation of extracurricular programs at SDIT Al Izzah Serang so that their contribution to students' character development becomes more optimal. Keywords: Program Evaluation. Extracurricular. Character. Abstrak Penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran . ixed method. dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan survei dengan kuesioner yang diberikan kepada guru dan wali siswa untuk mengukur persepsi mereka terhadap pelaksanaan dan manfaat program Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 1 ekstrakurikuler. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak sekolah, guru pembimbing ekstrakurikuler, dan perwakilan wali siswa untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai pengalaman, tantangan, dan keberhasilan program dalam membentuk karakter siswa. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan tingkat kepuasan dan persepsi positif yang tinggi dari guru dan wali siswa terhadap program ekstrakurikuler. Analisis kualitatif memperkuat temuan ini dengan mengungkapkan bagaimana berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, seni, dan olahraga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, kerjasama, tanggung jawab, kemandirian, dan rasa percaya diri. Pembahasan lebih lanjut mengelaborasi faktorfaktor yang mendukung keberhasilan program dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan implementasi program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang agar kontribusinya terhadap pengembangan karakter siswa menjadi lebih optimal. Kata Kunci: Evaluasi Program. Ekstrakurikuler. Karakter. PENDAHULUAN Program ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan di SDIT Al Izzah Serang yang berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam aspek pengembangan Melalui program ini, siswa diberikan ruang untuk menyalurkan potensi, minat, dan bakat mereka di luar kegiatan akademik formal. Lebih dari itu, kegiatan ekstrakurikuler menjadi media strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif secara praktis dan kontekstual. Pentingnya evaluasi terhadap program ekstrakurikuler didasari oleh kebutuhan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan tujuan awal, yaitu sebagai wahana penguatan pendidikan Evaluasi dilakukan secara berkala dengan pendekatan formatif dan sumatif untuk mengukur efektivitas, partisipasi siswa, serta dampaknya terhadap perilaku dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari (Fitriani, 2. Di SDIT Al Izzah Serang, kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia meliputi pramuka, tahfidz Qur'an, seni islami, bela diri, panahan, dan olahraga. Program ini tidak hanya dirancang untuk melatih keterampilan tertentu, tetapi juga dibangun atas dasar nilai-nilai Islam yang menjadi ruh pendidikan karakter di sekolah Setiap kegiatan selalu diawali dan diakhiri dengan nilai-nilai keislaman seperti doa, muhasabah, dan penguatan akhlak. Evaluasi dilakukan oleh tim guru pembina dan koordinator kesiswaan melalui instrumen yang mencakup observasi, penilaian sikap, serta jurnal refleksi siswa. Penilaian ini memungkinkan guru Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 2 melihat perubahan karakter siswa secara bertahap, seperti peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa percaya diri. Evaluasi ini juga memberikan dasar dalam penyusunan rencana pengembangan program ke depan. Hasil evaluasi selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Misalnya, siswa yang aktif mengikuti pramuka menunjukkan sikap kepemimpinan dan kemandirian yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak aktif. Sementara itu, kegiatan tahfidz berperan dalam menumbuhkan karakter religius dan disiplin dalam menjaga waktu. Pendidikan karakter yang dikaitkan dengan aktivitas nonakademik lebih mudah diserap siswa karena dilakukan secara langsung dan Hal ini sejalan dengan pendekatan yang diterapkan SDIT Al Izzah Serang, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. dalam kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat nilai-nilai moral dan sosial (Musfah. Kegiatan seni islami dan olahraga seperti marawis dan futsal juga terbukti efektif dalam mengembangkan sikap sportivitas, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa. Guru pembina mencatat bahwa siswa yang mengikuti kegiatan seni cenderung memiliki ekspresi emosi yang lebih stabil dan mampu berkomunikasi dengan baik. Ini memperkuat argumen bahwa karakter bukan hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga dalam aktivitas sosial yang melibatkan interaksi intensif. Dukungan dari orang tua juga menjadi komponen penting dalam keberhasilan program ekstrakurikuler. Orang tua di SDIT Al Izzah Serang aktif memberikan masukan dan ikut dalam evaluasi tahunan melalui forum silaturahmi wali murid. Sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak terbukti memperkuat nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan di sekolah. Salah satu indikator keberhasilan evaluasi program adalah peningkatan sikap religius, kejujuran, dan tanggung jawab siswa di lingkungan sekolah dan Guru kelas mencatat adanya penurunan kasus pelanggaran tata tertib dan peningkatan inisiatif siswa dalam kegiatan sosial keagamaan seperti infak mingguan dan kegiatan Jumat bersih. Evaluasi juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yakni melalui wawancara dan diskusi Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 3 kelompok terarah (FGD) antara guru dan siswa. Hasil diskusi ini menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan termotivasi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, karena mereka merasa dihargai dan diberi kesempatan berkembang sesuai dengan minat masing-masing (Saputra, 2. Keberhasilan program ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa tidak terlepas dari profesionalisme guru pembina yang secara konsisten melakukan pembimbingan berbasis nilai-nilai keislaman. Pembina kegiatan diberi pelatihan rutin agar mampu menjalankan perannya bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pembina moral dan spiritual siswa. Kegiatan evaluasi juga dijadikan momen refleksi oleh guru untuk menyesuaikan materi kegiatan dengan kebutuhan Misalnya, pengenalan konsep kepemimpinan digital dalam kegiatan pramuka atau pendekatan tematik dalam kegiatan seni, menjadi bukti bahwa SDIT Al Izzah mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan peserta didik masa kini. Melalui evaluasi yang sistematis. SDIT Al Izzah Serang berhasil menjadikan program ekstrakurikuler sebagai pilar penting dalam penguatan pendidikan Dengan pendekatan holistik dan integratif, sekolah ini menjadi contoh implementasi nyata dari sinergi antara kurikulum, kegiatan non-akademik, dan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, evaluasi program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang membuktikan bahwa kegiatan di luar kelas memiliki peran vital dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual. Program ini dapat dijadikan rujukan oleh sekolah lain yang ingin mengembangkan pendidikan karakter secara berkelanjutan dan berbasis nilai. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang dievaluasi serta kontribusinya terhadap pengembangan karakter siswa. Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai untuk mengkaji fenomena sosial yang kompleks dan bermakna, seperti pembentukan karakter melalui kegiatan non-akademik. Deskriptif digunakan untuk memaparkan data secara faktual dan sistematis mengenai proses, pelaksanaan, serta hasil Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 4 evaluasi program ekstrakurikuler tanpa memanipulasi variabel yang ada (Moleong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler serta interaksi yang terjadi antara siswa, pembina, dan lingkungan sekolah. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, serta beberapa siswa dan orang tua untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas. Selain itu, dokumentasi berupa laporan evaluasi program, jurnal siswa, dan rekaman kegiatan digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dari observasi dan wawancara (Sugiyono, 2. Teknik triangulasi digunakan untuk meningkatkan validitas data dengan membandingkan hasil dari berbagai sumber. HASIL DAN PEMBAHAHASAN Implementasi Program Ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang Program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang telah berjalan secara terstruktur dan terencana sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan Berdasarkan observasi yang dilakukan selama tiga bulan, terlihat bahwa setiap kegiatan ekstrakurikuler dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan karakter, seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kejujuran. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pramuka, tahfidz QurAoan, seni marawis, panahan, futsal, dan robotic. Wawancara dengan Kepala Sekolah SDIT Al Izzah Serang, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas. AuKami ingin anak-anak tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, dan ekstrakurikuler adalah wadah untuk menanamkan nilai-nilai itu secara nyata. (Lailatl Qodri, 2. Hasil wawancara dengan guru pembina pramuka menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sangat efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kerja sama. Siswa dilatih untuk menyelesaikan tugas secara berkelompok, mengikuti aturan, dan saling menghormati satu sama lain. Hal Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 5 ini sesuai dengan teori pembelajaran sosial Albert Bandura, yang menekankan bahwa anak belajar melalui observasi, imitasi, dan interaksi sosial (Kemendikbud. 2022 ). Peneliti mengamati bahwa siswa sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan seperti baris-berbaris, dan simulasi tanggap bencana. Pembina selalu mengaitkan setiap aktivitas dengan nilai karakter, misalnya dengan menekankan pentingnya amanah dan disiplin waktu. Hal ini memperkuat pemahaman siswa terhadap karakter sebagai bagian dari perilaku sehari-hari. Di bidang tahfidz QurAoan, siswa menunjukkan perkembangan dalam kedisiplinan dan keistiqamahan. Wawancara dengan ustadz pembina tahfidz, menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin mengikuti program ini cenderung lebih tenang, sabar, dan fokus. Selain itu, menghafal QurAoan tidak hanya melatih memori, tetapi juga membentuk ruhiyah dan Hal ini didukung oleh teori kecerdasan spiritual yang menyatakan bahwa aspek spiritual berpengaruh besar dalam pembentukan karakter. Observasi pada kegiatan seni islami seperti marawis dan nasyid menunjukkan bahwa siswa mampu mengekspresikan emosi mereka secara positif. Kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan nilai estetika, kebersamaan, dan menghargai perbedaan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam pertunjukan membuat mereka lebih percaya diri dan terbiasa berbicara di depan umum. Dalam wawancara kelompok dengan siswa kelas V dan VI, mereka menyatakan bahwa mereka merasa lebih senang belajar karena ada kegiatan yang membuat mereka bebas berekspresi. Salah satu siswa menyebutkan. AuSaya suka ikut futsal karena selain main, saya belajar kerjasama dan sportif. Ay Pernyataan ini menguatkan temuan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter secara kontekstual (Kurniawan, 2. Kegiatan panahan dan futsal juga terpantau efektif dalam menumbuhkan karakter sportif, ketekunan, dan kerja sama. Observasi menunjukkan bahwa siswa saling menyemangati saat berlatih dan tidak mudah menyerah saat kalah. Ini sejalan dengan konsep pendidikan karakter menurut Lickona (Amelia, 2. yang menyatakan bahwa karakter terbentuk melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dalam konteks sosial yang positif. Evaluasi internal yang dilakukan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 6 oleh guru setiap semester menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif siswa, seperti kepedulian sosial, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, dan sikap Penilaian dilakukan melalui instrumen jurnal harian guru, observasi sikap, serta refleksi siswa setelah kegiatan. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan dan pengembangan program pada semester berikutnya. Orang tua siswa juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini. Dalam wawancara dengan beberapa wali murid, mereka menyebutkan bahwa anak-anak mereka menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan di rumah. Seperti menjadi lebih ringan tangan membantu, lebih tertib, dan menjaga adab berbicara. Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian dari penguatan karakter di luar lingkungan sekolah. Pembina ekstrakurikuler menerima pelatihan rutin tentang manajemen kegiatan dan pendidikan karakter, yang difasilitasi oleh sekolah dan yayasan. Hal ini memastikan bahwa setiap guru tidak hanya menjalankan kegiatan secara teknis, tetapi juga memahami peran mereka sebagai fasilitator nilai-nilai karakter. Keberhasilan pendidikan karakter ditentukan oleh kualitas pendidik. Kegiatan ekstrakurikuler juga disesuaikan dengan perkembangan zaman. Misalnya, kegiatan robotic yang diperkenalkan sejak tahun ajaran 2022 telah membangun karakter kreatif, berpikir kritis, dan tekun dalam menyelesaikan masalah. Siswa diajak memecahkan masalah teknologi dengan pendekatan kolaboratif dan eksploratif. Ini memperkuat integrasi antara pendidikan karakter dan pengembangan abad 21( Lestari, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki tingkat kedisiplinan dan partisipasi yang lebih tinggi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mereka lebih berani bertanya, lebih aktif dalam diskusi, dan lebih percaya diri saat presentasi. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan di luar kelas mendukung keberhasilan di dalam kelas. Secara keseluruhan, implementasi program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang telah menunjukkan dampak positif terhadap penguatan karakter siswa. Penggabungan antara aktivitas, nilai Islam, dan pendekatan pembinaan yang konsisten menjadikan program ini bukan hanya pelengkap kurikulum, tetapi sebagai inti pembentukan watak dan kepribadian siswa. Dengan hasil yang diperoleh dari observasi dan wawancara Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 7 tersebut, serta penguatan dari teori pendidikan karakter dan pembelajaran sosial, dapat disimpulkan bahwa program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang telah berhasil diimplementasikan secara efektif dan dapat menjadi model bagi sekolah lain yang mengusung pendidikan karakter berbasis nilai keislaman dan partisipatif . Evaluasi Program Ekstrakurikuler dalam Pengembangan Karakter Siswa Evaluasi program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kebermanfaatan kegiatan dalam membentuk karakter siswa. Berdasarkan observasi dan data lapangan, program ini berjalan dengan cukup efektif dalam mendukung nilai-nilai pendidikan karakter yang menjadi bagian integral dari visi sekolah. Evaluasi dilakukan melalui instrumen formal seperti rubrik penilaian karakter, serta umpan balik dari guru, siswa, dan orang tua. Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, tahfidz, futsal, dan seni Islam menjadi media pembentukan karakter siswa yang konkret. Setiap kegiatan dirancang tidak sekadar sebagai aktivitas tambahan, tetapi sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan Hal ini sejalan dengan pendapat Lickona ( Wulandari, 2. bahwa pendidikan karakter membutuhkan pendekatan yang holistik dan kontekstual. Wawancara dengan kepala sekolah mengungkapkan bahwa penilaian keberhasilan ekstrakurikuler tidak hanya diukur dari keterampilan siswa, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku. AuKami melihat dampaknya dalam kedisiplinan anak, sopan santun mereka kepada guru, serta semangat mereka dalam kegiatan ibadah,Ay ujarnya (Lailatul Qodri, 2. Pernyataan ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan karakter Islam. Melalui observasi di lapangan, terlihat bahwa kegiatan pramuka memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter tanggung jawab dan kepemimpinan. Siswa dilibatkan dalam perencanaan kegiatan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tugas kelompok. Hal ini konsisten dengan teori pembelajaran sosial Bandura . , yang menyebut bahwa pembentukan perilaku terjadi melalui proses observasi dan peran aktif dalam lingkungan sosial. Salah satu kegiatan unggulan lainnya adalah tahfidz QurAoan. Program ini tidak hanya menekankan pada Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 8 pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga pada adab, ketekunan, dan keikhlasan dalam Wawancara dengan pembina tahfidz. Ustadz Kurniawan . , menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam kegiatan ini menunjukkan perilaku lebih santun dan tertib. Evaluasi program juga melibatkan siswa melalui refleksi diri yang dilakukan setiap akhir semester. Siswa diminta menuliskan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, termasuk nilai-nilai apa yang mereka pelajari dan rasakan. Hal ini membantu membangun kesadaran diri siswa terhadap proses pembentukan karakter yang mereka alami. Program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang merupakan bagian integral dari strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa sesuai nilai-nilai Islam. Evaluasi terhadap pelaksanaan program ini pengalaman belajar siswa, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan religiusitas. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah disebutkan bahwa tujuan utama dari ekstrakurikuler adalah pembinaan karakter siswa secara praktis. Ia menyatakan. AuKami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara mental dan berakhlak mulia . ailatul Qodri. Ay Pernyataan ini mempertegas posisi ekstrakurikuler sebagai sarana pendidikan karakter yang konkret. Observasi langsung pada kegiatan pramuka menunjukkan bahwa siswa belajar menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kegiatan seperti mendirikan tenda, menyusun rencana kegiatan, dan menyelesaikan tugas kelompok secara langsung melatih siswa menghadapi tantangan dan bekerja Pada kegiatan tahfidz Al-QurAoan, evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang terlibat secara rutin menunjukkan peningkatan dalam kedisiplinan, kesabaran, dan Pembina tahfidz. Ustadz Ridwan, menyampaikan bahwa siswa yang konsisten menghafal Al-QurAoan biasanya memiliki pola hidup yang lebih teratur dan sikap yang lebih santun terhadap guru dan teman. Kegiatan seni Islam seperti marawis dan nasyid juga memiliki dampak positif. Siswa belajar menghargai perbedaan suara, kerja sama tim, serta mengekspresikan emosi secara positif. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 9 Evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan seni memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dan kemampuan komunikasi yang meningkat, sesuai dengan teori Howard Gardner tentang kecerdasan interpersonal dan musikal (Hidayat, 2. Program futsal juga memberikan dampak karakter yang kuat, khususnya dalam hal kerja sama, sportifitas, dan pengendalian emosi. Guru pembina futsal menyatakan bahwa siswa yang awalnya mudah marah saat kalah mulai belajar menerima kekalahan dan belajar dari pengalaman tersebut. Evaluasi menunjukkan bahwa siswa ini menjadi lebih tenang dalam situasi konflik, baik di lapangan maupun di kelas. Penilaian karakter siswa dilakukan melalui observasi langsung oleh pembina, refleksi siswa setelah kegiatan, serta jurnal sikap harian yang diisi guru kelas. Evaluasi ini bersifat kualitatif dan digunakan sebagai dasar untuk merancang kegiatan lanjutan yang lebih sesuai dengan kebutuhan karakter siswa. Orang tua menyebutkan anak mereka menjadi lebih sopan, peduli, dan berinisiatif membantu pekerjaan rumah setelah aktif dalam ekstrakurikuler. Ini menunjukkan kesinambungan antara pembentukan karakter di sekolah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru-guru pembina ekstrakurikuler juga diberikan pelatihan khusus dalam pendekatan pendidikan karakter, agar mampu merancang kegiatan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermakna secara moral dan spiritual (Rahayu, 2. Beberapa tantangan yang ditemukan dalam evaluasi adalah kurangnya dokumentasi sistematis terkait perkembangan karakter siswa secara individu. Sekolah sedang mengembangkan sistem digital yang dapat merekam proses pembelajaran karakter melalui aktivitas ekstrakurikuler, untuk memudahkan analisis dan tindak lanjut. Evaluasi juga menunjukkan bahwa program yang paling berhasil adalah yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara eksplisit dalam setiap aktivitas. Misalnya, kegiatan dimulai dengan doa bersama, tausiyah singkat, dan refleksi akhir kegiatan, yang semuanya bertujuan menginternalisasi nilai-nilai karakter Islami. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan yayasan dalam merancang dan mengevaluasi program ekstrakurikuler menjadi salah satu faktor Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 10 penentu keberhasilan. Komunikasi yang terbuka memungkinkan masukan dari berbagai pihak dalam menyempurnakan kegiatan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan penilaian dokumen, dapat disimpulkan bahwa program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang telah berkontribusi besar dalam pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan keimanan tidak hanya diajarkan, tetapi ditanamkan melalui pengalaman langsung dan pembiasaan yang konsisten. Evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa ekstrakurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi merupakan bagian penting dalam mendidik siswa secara utuh. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, program ini telah membentuk generasi siswa yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan nilai-nilai Islam yang kokoh . Persepsi Guru, dan Orang Tua Terhadap Program Ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang memegang peranan yang signifikan dalam membentuk perkembangan holistik siswa, melengkapi pendidikan formal di kelas dengan beragam kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru dan wali siswa memandang dan mendukungnya. Persepsi yang positif dari kedua belah pihak akan menciptakan sinergi yang kuat, mendorong partisipasi aktif siswa dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dari sudut pandang guru, program mengembangkan potensi siswa di luar kemampuan akademis. Mereka mengamati bagaimana siswa menunjukkan bakat dan minat yang terpendam melalui kegiatan seperti seni, olahraga, atau keterampilan khusus lainnya. Guru juga menyadari bahwa ekstrakurikuler dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan kedisiplinan, yang semuanya berdampak positif pada prestasi belajar mereka secara keseluruhan (Hidayat, 2. Selain itu, guru berperan aktif dalam membimbing dan mendampingi siswa selama kegiatan ekstrakurikuler berlangsung. Mereka menjadi fasilitator yang memotivasi, memberikan arahan, dan menanamkan nilai-nilai positif melalui Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 11 interaksi langsung dengan siswa. Pengalaman ini memperkaya hubungan antara guru dan siswa di luar konteks kelas formal, menciptakan ikatan yang lebih personal dan mendukung perkembangan karakter siswa. Namun, guru juga menghadapi tantangan dalam pelaksanaan program ekstrakurikuler. Keterbatasan waktu dan sumber daya, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan tugas mengajar dengan tanggung jawab membimbing ekstrakurikuler, menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, dukungan dan apresiasi dari pihak sekolah dan wali siswa sangat dibutuhkan untuk memastikan program ini dapat berjalan secara optimal. Beralih ke perspektif wali siswa, program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang umumnya disambut dengan antusias. Mereka melihatnya sebagai kesempatan berharga bagi anak-anak mereka untuk mengembangkan minat dan bakat, mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, dan menjauhkan diri dari pengaruh negatif lingkungan. Wali siswa juga mengamati bagaimana partisipasi dalam ekstrakurikuler dapat meningkatkan motivasi belajar dan kebahagiaan anak-anak Banyak wali siswa yang percaya bahwa program ekstrakurikuler membantu anak-anak mereka belajar keterampilan hidup yang penting, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan pemecahan masalah. Melalui interaksi dengan teman sebaya dan pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa belajar untuk beradaptasi, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang sehat. Keterlibatan wali siswa dalam mendukung program ekstrakurikuler juga sangat penting. Mereka dapat memberikan dukungan moral dan materiil, menghadiri pertunjukan atau kompetisi yang diikuti oleh anak-anak mereka, dan berkomunikasi secara aktif dengan pihak sekolah dan guru pembimbing untuk memantau perkembangan anak-anak mereka dalam kegiatan tersebut. Meskipun demikian, beberapa wali siswa mungkin memiliki kekhawatiran terkait dengan biaya tambahan atau alokasi waktu anak-anak mereka untuk kegiatan Komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dan wali siswa mengenai tujuan, manfaat, dan jadwal kegiatan ekstrakurikuler menjadi krusial untuk mengatasi kekhawatiran ini dan membangun pemahaman yang sama. Persepsi guru dan wali siswa terhadap program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang seringkali dipengaruhi oleh kualitas dan variasi kegiatan yang ditawarkan. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 12 Program ekstrakurikuler yang menarik, relevan dengan minat siswa, dan didukung oleh pembimbing yang kompeten akan mendapatkan apresiasi yang lebih tinggi dari kedua belah pihak (Susilo, 2. Evaluasi berkala terhadap program ekstrakurikuler juga penting untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan. Masukan dari guru dan wali siswa dapat menjadi sumber informasi yang berharga dalam proses evaluasi ini, memastikan bahwa program tetap relevan dan memberikan manfaat maksimal bagi Sinergi antara guru dan wali siswa dalam mendukung program ekstrakurikuler menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan holistik siswa. Ketika guru merasa didukung dalam membimbing kegiatan ekstrakurikuler dan wali siswa melihat manfaat nyata dari partisipasi anak-anak mereka, program ini akan semakin efektif dalam mencapai tujuannya. Komunikasi yang terbuka dan transparan antara sekolah, guru, dan wali siswa mengenai program ekstrakurikuler sangat penting untuk membangun kepercayaan dan pemahaman yang sama. Informasi yang jelas mengenai tujuan, jadwal, biaya . ika ad. , dan perkembangan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler akan membantu mengatasi potensi kesalahpahaman dan memperkuat dukungan. Program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Dengan persepsi yang positif dan dukungan yang kuat dari guru dan wali siswa, program ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di sekolah tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan variasi program ekstrakurikuler, melibatkan guru dan wali siswa dalam perencanaan dan evaluasi, serta memastikan adanya komunikasi yang efektif dan berkelanjutan antara semua pihak terkait. Kesimpulannya, persepsi positif dari guru dan wali siswa merupakan fondasi yang kuat bagi keberhasilan program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang. Dengan sinergi, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama untuk mendukung perkembangan siswa, program ekstrakurikuler akan terus menjadi bagian integral dari pendidikan yang berkualitas di sekolah ini. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 13 SIMPULAN Evaluasi program ekstrakurikuler di SDIT Al Izzah Serang menunjukkan bahwa program ini memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter Persepsi positif dari guru dan wali siswa mengindikasikan adanya kesadaran akan manfaat ekstrakurikuler dalam mengembangkan potensi non-akademis, meningkatkan keterampilan sosial, kemandirian, dan rasa percaya diri siswa. Program ekstrakurikuler menjadi wadah penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, kerjasama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Meskipun demikian, evaluasi juga menyoroti pentingnya peningkatan berkelanjutan dalam hal variasi kegiatan, kualitas pembimbingan, dan komunikasi antara sekolah, guru, serta wali siswa. Sinergi yang kuat antara semua pihak terkait, didukung oleh evaluasi berkala dan responsif terhadap masukan, akan semakin mengoptimalkan kontribusi program ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berprestasi di SDIT Al Izzah Serang. Dengan demikian, program ekstrakurikuler bukan hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi merupakan bagian integral dari upaya holistik sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. DAFATAR PUSTAKA Amelia. , & Fauzi. Kontribusi Ekstrakurikuler Rohani Islam Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7. , 115-128. Fitriani. , & Zuhriyah. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 8. , 1-15. Hidayat. , & Susanti. Analisis Persepsi Siswa Terhadap Manfaat Program Ekstrakurikuler dalam Pembentukan Karakter Positif. Jurnal Pendidikan Karakter, 11. , 45-58. Kemendikbud. Panduan Pengembangan Ekstrakurikuler untuk Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 14 Kementerian Agama RI. Modul Pendidikan Karakter Terpadu pada Sekolah Islam. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, 2023. Lestari. Mulyani. , & Anwar. Kontribusi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Pengembangan Karakter Kepemimpinan Kerjasama Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 39. , 250-265. Musfah. Jejen. Pendidikan Karakter Berbasis Aktivitas Non-akademik. Jakarta: Rajawali Pers, 2023. Pratama. , & Agustina. Studi Komparatif Efektivitas Berbagai Jenis Ekstrakurikuler Terhadap Pengembangan Karakter Siswa. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10. , 145-160. Rahayu. , & Firmansyah. Peran Ekstrakurikuler Seni dalam Mengembangkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Seni, 9. , 60-73. Setiawan. , & Dewi. Implementasi dan Evaluasi Program Ekstrakurikuler berbasis Kearifan Lokal dalam Pembentukan Karakter Kebangsaan Siswa. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 10. Susilo. , & Purnomo. Evaluasi Program Ekstrakurikuler dan Implikasinya Terhadap Motivasi Belajar dan Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Manajemen Pendidikan, 8. , 30-42. Saputra. Rahmawati. , & Wijayanti. Evaluasi Implementasi Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Karakter Siswa SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12. , 120-135. Saputra. Eko. AuEvaluasi Program Ekstrakurikuler dalam Penguatan Karakter Peserta Didik. Ay Jurnal Pendidikan Karakter 14, no. : 55Ae68. Sari. Meilinda. Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta, 2023. Wulandari. , & Putra. Evaluasi Program Ekstrakurikuler Olahraga dan Dampaknya Terhadap Pembentukan Karakter Sportivitas dan Kerja Tim Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 20. , 100-112. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 4 . , 2025 | 15