JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Analisis Kapasitas Dukung Dan Penurunan Fondasi Tiang Pada Bangunan PA Dataran Hunipopu SBB Stensya Greselli Tanamal1. Henriette Dorothy Titaley2. Margie Civitaria Siahay3 1,2,3 Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon gresellytanamal@gmail. , titaleyhd@gmail. , margie. siahay@gmail. ARTICLE HISTORY Received: September 15, 2025 Revised November 2, 2025 Accepted: November 23, 2025 Online available: December 09, 2025 Keywords: Bearing Capacity. Settlement Of Pile Foundations *Correspondence: Name: Stensya Greselli Tanamal E-mail: gresellytanamal@gmail. ABSTRACT The foundation of the substructure is the desired bearing capacity that a pile foundation must provide to support the loads acting on it. The purpose of this study is to obtain the bearing capacity results and settlement of pile foundations at the West Seram Regency Religious Court building using the Mayerhoff method based on the results of the cone penetration test. This study shows that the ultimate bearing capacity calculated for a single pile based on the cone penetration test using the Schertmann and Nottingham Method is 34. 3601 kN, while based on the Mayerhoff Method it is 202. 58 kN. This indicates that the highest bearing capacity result is based on the Mayerhoff cone penetration test data, and the lowest is based on the Schertmann and Nottingham Method. The calculation results for the settlement of the pile foundation with a group of 3 piles showed a single-pile settlement of 0. 03 m and a group pile settlement of 0. 06 m. Keywords: Bearing Capacity. Pile Foundation Settlement Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 PENDAHULUAN Fondasi struktur bagian bawah bertugas mengarahkan beban dari bangunan di atasnya ke tanah di bawah pondasi. Fondasi dianggap aman bila beban yang diteruskan ke tanah tidak melebihi kekuatan tanahnya. Jika kekuatan tanah melebihi batasnya, akan terjadi penurunan yang berlebihan dan keruntuhan tanah. Fondasi tiang adalah jenis fondasi yang dipilih ketika tanah keras terletak di kedalaman yang sangat dalam. Salah satu metode pemancangan ke dalam tanah adalah dengan menggunakan teknik memasang tiang yang kokoh untuk menahan gaya geser serta cocok untuk tanah Stensya Greselli Tanamal et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Kapasitas daya dukung Kelompok tiang pada umunya fondasi tiang pancang dipasang secara disebut kelompok karena relatif berdekatan dan biasanya dihubungkan menjadi satu bagian dengan menggunakan pile cap. Untuk menghitung kapasitas kelompok tiang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, yaitu jumlah tiang dalam satu kelompok, jarak tiang, susunan tiang dan efisiensi kelompok tiang. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan hasil daya dukung dan penurunan fondasi tiang pancang pada bangunan Pengadilan Agama Kabupaten Seram Bagian Barat menggunakan metode Mayerhoff berdasarkan pada data hasil uji sondir. Untuk menghindari Analisis Kapasitas Dukung Dan Penurunan . JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. penurunan fondasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan keruntuhan struktur bangunan, maka dilakukan perhitungan penurunan Pada proyek pembangunan gedung pengadilan agama, fondasi yang digunakan adalah fondasi concrete pile. Pada pembangunan tersebut penulis jumpai beberapa faktor yang tidak sesuai pada saat di realisasi yaitu pada perencanaan ada 5 tiang dalam 1 kelompok dengan formasi yang berbeda namun pada saat pelaksanaan di lapangan terjadi perubahan pada beberapa kelompok tiang. Dengan permasalahan ini penulis ingin meninjau kembali daya dukung fondasi tiang pancang dan penurunan segera akibat pembebanan struktur. TINJAUAN PUSTAKA 1 Beban Yang Dipikul fondasi Tiang Pancang Kapasitas Dukung Tiang Dalam Tanah Granuler Berdasarkan Data Sondir Kapasitas dukung ultimit tiang (Q. , dihitung dengan persamaan berdasarkan Metode Schertmann Dan Nottingham Qu = Ab Ouca As Kf uf Ae W . Dengan : Metode Schertmann Dan Nottingham Ab = luas ujung bawah tiang . cayco2 ) As = luas selimut tiang . cayco2 ) eb = tahanan ujung satuan . g/ycayco2 ) es = tahanan gesek satuan . g/ycayco2 ) qca = tahanan konus rata Ae rata . g/ycayco2 ) qf = tahanan gesek sisi konus . g/ycayco2 ) Kf = koefisien tak berdimensi = koefisien korelasi s = jarak pusat ke pusat tiang . d = diameter tiang . 3 Efisiensi ycEyci Eg = ycu ycEyc Dengan : Eg = efisiensi kelompok tiang Qg = beban maksimum kelompok tiang yang mengakibatkan keruntuhan Qu = beban maksimum tiang tunggal yang mengakibatkan keruntuhan n = jumlah tiang dalam kelompok Metode Vesic dapat digunakan untuk memprediksi penurunan tiang pancang kelompok dengan lebih akurat, sehingga dapat membantu dalam desain dan konstruksi fondasi yang lebih stabil dan aman. 4 Penurunan Tunggal ya ycE. ya S = 100 yaycy. yaycy S = penurunan total di kepala tiang . D = dimaeter tiang Q = beban yang bekerja . N) Ap= luas penampang tiang . co2 ) L = panjang tiang . Ep = modulus elastisitas tiang . N/yco2 ) Penurunan kelompok tiang umumnya lebih besar dari pada fondasi tiang tungga, karena pengaruh tegangan pada area yang lebih luas dan lebih dalam yaAyci Metode Mayerhof dapat digunakan untuk memprediksi kapasitas dukung tanah dengan lebih akurat, sehingga dapat membantu dalam desain fondasi yang lebih stabil dan aman 2 Metode Mayerhoff . Qu= Qb Qs Ae Wp Kapasitas Dukung Tiang Pancang kelompok Eg = 1 Ae 5 Sg = SOo ya Dengan : = penurunan fondasi kelompok = penurunan fondasi tiang tunggal = lebar kelompok tiang = diameter atau sisi kelompok tiang . cu A Oe. coOe. ycuA 90 yco ycuA Dengan : Eg = efisiensi kelompok tiang m = jumlah baris tiang nAo = jumlah tiang dalam satu baris = arc tg d/s, dalam derajat Stensya Greselli Tanamal et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Kapasitas Dukung Dan Penurunan . JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. METODOLOGI 1 Lokasi penelitian Proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Agama ini berlokasi di Jalan Trans Seram Kecamatan kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Gambar 1. Lokasi Penelitian 2 Jenis Data pihak konsultan dan kontraktor yang menangani Proyek pembangunan gedung Pengadilan Agama dan memperoleh data sekunder berupa : Data tanah Cone Penetration Test (CPT) Gambar struktur Data Etabs Adapun teknik pengumpulan data berupa Studi Pustaka (Library Researc. Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data dan informasi melalui pembacaan literatur seperti jurnal dan buku yang berkaitan dengan 4 Sumber Data Data Primer Dokumentasi lokasi penelitian Data Sekunder Data sekunder adalah sumber yang memberikan informasi kepada pengumpul data secara tidak Hal ini menunjukkan bahwa sumber data penelitian diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara. Data sekunder untuk penelitian ini berupa rincian tentang dokumen yang berkaitan dengan isu yang diangkat, khususnya data ETABS dan Sondir. 5 Diagram Alir Penelitian Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adaalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui pihak lain dikumpulkan oleh penulis untuk melengkapi kebutuhan data penelitian. Data sekunder ini, meliputi : Gambar Kerja. Data sondir dan Data ETABS Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan untuk memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsultasi langsung dengan pihak konsultan yang menangani Proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Agama Dataran Hunipopu SBB dan memperoleh data sekunder berupa : Data Sondir (CPT) Data ETABS 3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan untuk memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsultasi langsung dengan Stensya Greselli Tanamal et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Analisis Kapasitas Dukung Dan Penurunan . JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. HASIL DAN PEMBAHASAN (Tabel 1. Data Sondi. Jenis Jumlah 0 Ae 1,8 23,33 Teguh 1,8 Ae 3,0 42,14 Kaku 3,0 Ae 5,4 34,23 Teguh 5,4 Ae 7,8 51,92 Kaku 7,8 Ae 11,0 86,47 Berdasarkan pada tabel 1 di atas, kedalaman 0-2 dengan jenis tanah kaku, kedalaman 2 Ae 3,2 dengan jenis tanah Teguh, kedalaman 3,2Ae 5,6 dengan jenis tanah kaku, kedalaman 5,6Ae7,6 dengan jenis tanah Sangat kaku, kedalaman 7,6 Ae 16 dengan jenis tanah Keras, dan kedalaman 16 Ae 19,4 dengan jenis tanah keras. Hambatan Metode Schertmann Dan Nottingham : = Ab Ouca As Kf uf Ae Wp = 625 ycayco2 x 43,235 ycayco2 25 ycayco2 x 0,9 x 0,5 kg/ycayco2 Ae 30312,5 = 27021,87 ycayco2 30301,25 ycayco2 = 57323,12 kg = 562,15 kN Berdasarkan Qu hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 562,15 kN = Ab x yceyca = 625 ycayco2 x 5,606 ycayco2 = 3503,75 ycayco2 = 34,3601 kN Berdasarkan Qb hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 34,3601 kN = As x yceyc = 4 x 25 ycayco2 x 0,5 kg/ycayco2 = 50 kg = 0,490333 kN Berdasarkan Qs hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 0,490333 kN = Ab x L x b = 625 ycayco2 x 0194 ycayco2 x 25 = 3031,25 ycayco2 = 29,726 kN Berdasarkan Wp hasil data Sondir maka diperoleh nilai sebesar 29,726 kN Daya Dukung Fondasi Tunggal Berdasarkan Data Sondir Metode Mayerhoff = Qb Qs Ae Wp = 3503,75 ycayco2 20185 kg/ycayco2 Ae 3031,25 ycayco2 = 20657,5 kg = 202,58 kN Stensya Greselli Tanamal et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Berdasarkan Qu hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 202,58 kN = Ab x yceyca = 625 ycayco2 x 5,606 ycayco2 = 3503,75 ycayco2 = 34,3601 kN Berdasarkan Qb hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 34,3601 kN = Oc As yceyc = 0,5 x 4 x 25 ycayco2 x 403, 71 kg/ycayco2 = 20185 kg = 197, 95 kN Berdasarkan Qs hasil data sondir maka diperoleh nilai sebesar 197, 95 kN. Untuk mengetahui kekuatan maksimal tiang nilai Qu menunjukkan berapa besar beban maksimum . alam kN atau k. yang bisa ditahan oleh tiang pondasi sebelum mengalami kegagalan misalnya: tiang turun drastis atau tanah di sekitar tiang mengalami keruntuhan Penghitung Penurunan Tiang Tunggal Penurunan tiang tunggal dan kelompok pada tiang dengan jumlah tiang PC 3 diperoleh : P . eban aksia. = 54, 4903 ton Ap = 0,0625m Berat tiang = Ap x berat jenis beton bertulang = 0,0625 yco2 x 2,4 ton/yco2 x 3 x 19,4m = 8,73 ton = P berat tiang = 54, 4903 ton 8,73 ton = 63,22 ton = 4700 Oo30 ycAycyyca = 25742,96 Mpa = 2625051,36 ton Maka dengan menggunakan persamaan tersebut penurunan tiang tunggal (S) adalah : ya ycEycuya S = 100 yaycy ycu yaycy 0,25 63,22 ton ycu19,4 yco S = 100 0,0625 yco2 ycu 2625051,36 ycycuycu S = 0,009 m Berdasarkan perhitungan penurunan tiang tunggal di atas maka didapatkan hasil sebesar 0,009 m Menghitung Penurunan Tiang Kelompok Penurunan kelompok Analisis Kapasitas Dukung Dan Penurunan . JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. tiang umumnya lebih besar dari pada fondasi tiang tunggal, karena pengaruh tegangan pada area yang lebih luas dan dalam. Vesic . diperoleh sebagai berikut : Maka : yaAyci Sg = s Oo ya Sg = 0,009 m Oo0,25 Sg = 0,019 m Berdasarkan perhitungan penurunan tiang maka didapatkan hasil sebesar 0,019m. Saran Guna menyempurnakan penelitian ini agar diperoleh mendapatkan hasil yang lebih optimal kedepannya maka peneliti menyarankan untuk : 1 Perhitungan kekuatan tiang pancang secara cermat diperlukan untuk menghindari kerusakan atau penurunan struktur. 2 Analisis pergerakan tiang pancang diperlukan untuk memastikan keamanan dan integritas struktur yang dibangun. DAFTAR PUSTAKA