JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DARI BARANG BEKAS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MADARASAH AL-RAISIYAH SEKARBELA. KOTA MATARAM Training of Media Learning Production from Used Goods For Increasing Teachers Ability In Madarasah Al-Raisiyah Sekarbela. Mataram Neneng Agustiningsih Jurusan Pendidikan IPA Biologi. Fakultas Tarbiyah dan Penddidikan. Universitas Islam Negeri Mataram. Jl. Gajah Mada No. 100 Jempong. MataramAe Kotak Pos No. *e-mail: Neneng. agustiningsih@uin. ABSTRAK Tujuan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pembekalan pada guru, membudayakan penggunaan media belajar dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi, minat dan keaktifan siswa serta menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas guru dalam meningkatkan proses pembelajaran IPA di Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram. Metode dalam pengabdian ini adalah workshop dan Strategi yang dilakukan melalui langkah . observasi dan wawancara, . pemetaan potensi dan masalah, . persiapan pelatihan, . memberikan workshop dengan narasumber adalah Yusuf. Pd. Nurmiati. Pd. dan pelatihan oleh Tim Sekolah Guru Indonesia (SGI), serta evaluasi dengan diberikan Angket. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan guru membuat berberapa jenis media, diantaranya media popUp, media peraga pernapasan dan gerak statis, media display, dan media iklan. Melalui pendampingan selama tiga kali guru Biologi membuat media pop-Up pada materi klasifikasi hewan, reproduksi hewan dan jaringan pada tumbuhan. Hasil angket diperoleh diperoleh total point 645 dengan rerata 43 point dengan deskripsi . peserta membutuhkan pelatihan, dan keberadaan media belajar sangat penting dalam pembelajaran, pemanfaatan barang bekas dibutuhkan sebagai solusi pembuatan media belajar . Kata Kunci : Barang Bekas. Kemampuan Guru. Media. ABSTRACT Objective of the dedication is to give provisioning toward teachers, accustom to use media in learning process to increase motivation, interest, and students activeness, improving teachers creativity in increasing learning process of IPA at Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela. Methods of the dedication are workshop and training. The strategies are 1. Observation and interview, 2. mapping of capability and Training preparation 4. Workshop with Yusuf M. Pd. and Nurmiti. Pd. as informant and training by team of SGI, evaluation using quetionnaire. Based on the training, the teachers made several kinds of medium as are pop up, repiration model and static movement, display and advertisement. Through associating for three times. IPA teacher made pop up medium for animal clasification, animal reproduction and tissue of plants. Result of the questionnaire shows total score is 645 with its average is 43 with description : the participants need training, media are very important in learning process, used goods are needed as solution in making media. Keywords: Used Goods. Abiility of Teacher. Media. PENDAHULUAN Salah satu kompetensi guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan adalah guru yang profesional di bidangnya. Guru bidang ilmu tertentu, khususnya IPA dapat dikatakan profesional apabila dalam mengajarkan keilmuannya tidak hanya melalui metode ceramah dan tanya-jawab, namun ilmu yang berasal dari konsep, prinsip, teori, hukum bersifat abstrak, kompleks dan susah dipahami sebaiknya. Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran sebagai alat bantu yang digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa dapat mendorong proses belajar sehingga keberadaannya dalam pembelajaran sangat penting (Rahadi. , melihat tujuan media agar siswa memahami konsep dan keterkaitannya dengan kehidupan seharihari, mampu memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan, gagasan tentang alam sekitar. Selian itu penggunaan media belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memfasilitasi siswa akan kebutuhan belajar yang menantang, aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan (Sudjana. dan Rivai. Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan dengan guru madrasah AlRaisiyah Karang Pule. Sekarbela Kota Mataram, dari pengalaman belajar kurang mendukung terciptanya kemauan belajar siswa, yaitu pola pembelajaran yang digunakan masih cenderung kurang melibatkan keaktifan siswa secara optimal dengan media pembelajaran didominasi oleh materi pelajaran dalam bentuk teks serta pemanfaatan LKS, kurangnya perhatian dan minat belajar siswa karena guru dalam memberikan materi hanya menyampaikan konsep-konsep sehingga menciptakan suasana belajar membosankan, mengajar dominan bersifat verbalisme. Dalam kata lain, menurut Asyhar. bukan media yang menentukan pesan apa yang akan disampaikan, tetapi pengajarlah yang mengatur jalannya informasi kepada peserta belajar. Melihat pada realitas di sekitar penulis, berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan di atas, fokus pengabdian ini adalah: Menumbuhkan kesadaran guru sebagai penggunaan media belajar. Meningkatkan profesional guru melalui kreativitas guru biologi khususnya dalam membuat, dan mengembangkan serta memodifikasi barang bekas menjadi media belajar terhadap pemahaman Mengoptimalkan peran guru dalam penggunaan dan menguasai media belajar untuk menumbuhkan semangat, ketertarikan serta keaktifan siswa terhadap pembelajaran biologi. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan pada pengabdian ini Bagaimana cara membekali guru di Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram dalam memanfaatkan barang bekas untuk membuat media belajar ? Bagaimana pengaruh pembekalan guru di Madarasah Al-Raisiyah Sekarbela Kota Mataram dalam pemanfaatan barang bekas untuk membuat media Tujuan Pengabdian Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan pengabdian ini yaitu : Bagi guru Biologi . Memberikan pembekalan pada guru di Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota mataram dalam memanfaatkan barang bekas untuk membuat media belajar Biologi . Menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas guru dalam meningkatkan proses pembelajaran biologi melalui penggunaan barang bekas yang ada di Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 memodifikasi dan mengembangkan media pembelajaran biologi. Bagi Sekolah . Membudayakan penggunaan media belajar dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi, minat dan keaktifan siswa. Memperkaya inventarisasi fasilitas penunjang proses pembelajaran, baik . Mengurangi pembelanjaan kebutuhan pembiayaan dapat dialihkan pada pembelanjaan kebutuhan sekolah yang bermanfaat lainnya. Bagi siswa . Memfasilitasi siswa dalam pemahaman dan keterampilan proses tertentu . Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penjelasan dan memberikan gambaran konsep yang bersifat abstrak, sulit dan kompleks sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan interaktif . Meningkatkan motivasi, minat dan pelajaran Biologi. METODE Bentuk kegiatan pelatihan dilakukan metode workshop, dan pelatihan. Adapun langkah dalam pelaksanaan pengabdian ini . Workshop Pemberian pengantar sebelum pelatihan yang terdiri atas materi pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Media Pembelajaran Sederhana. Narasumber pada workshop adalah Yusuf. Pd. dan Nurmiati. Pd. Pelatihan: Kegiatan pengimplementasian dari workshop dengan membuat media belajar sederhana berdasarkan materi bidang ilmu pengajaran. Pendamping dalam pendamping dari Tim SGI (Sekolah Guru Indonesi. Keterlaksanaan kegiatan workshop dan pelatihan dapat dilakukan dengan baik dengan dilakukannya langkah . observasi awal dan wawancara, . pemetaan potensi dan masalah, . persiapan workshop dan pelatihan, . pemberian workshop dan pelatihan, dan . HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dari pengabdian ini, diuraikan dalam langkah-langkah kegiatan di bawah ini. Observasi Awal dan Wawancara Sebelum menentukan bentuk kegiatan yang tepat untuk Madrasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram fasilitator observasi awal untuk mendapatkan madarasah, terkait sarana dan prasarana, kondisi Sumber daya manusia (SDM) madrasah, kondisi pembelajaran, budaya masyarakat madrasah, sehingga pengabdi dapat melihat secara komprehensif kondisi dan potensi serta masalah di madrasah melalui kegiatan wawancara dengan pihak masyarakat madrasah, diantaranya kepala sekolah, guru, guru bidang kesiswaan, pagawai TU, pegawai perpustakaan, komite sekolah, dan siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru dan tata usaha, terdapat beberapa fakta dan permasalahan, antara lain yaitu . pembelajaran terpaku pada satu sumber yaitu LKS, buku hanya guru Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 yang memiliki sebagai sumber bacaan, terbatasnya fasilitas belajar yang ada seperti media dan alat peraga, sangat jarang menggunakan media belajar, sangat jarang menggunakan fasilitas seperti laboratorium yang ada hanya memiliki 4 mikroskop dan tidak terawat sehingga sebagian komponennya tidak bisa digunakan, terdapat carta anatomi sistem pencernaan, dan pembelahan sel, serta alat peraga sistem rangka manusia, namun tidak pernah digunakan dan LCD satu buah dan digunakan untuk kegiatan pelatihan dan seminar. Guru dalam belajar sering menggunakan metode ceramah, dan berkelompok, perhatian siswa dalam belajar tidak memiliki waktu yang panjang dalam arti ketika satu jam sebelum akan masuk jam istirahat ataupun pulang, bahasan yang dibicarakan oleh siswa adalah bermain, pemahaman konsep siswa masih kurang pada beberapa materi pelajaran Biologi. Selain itu, lingkungan belajar Madarasah Al-Raisiyah terdapat beberapa ketidak nyamanan, seperti tembok ruangan yang dipenuhi oleh coretan dan kotoran, beberapa sampah jenis plastik dan kertas berserekan di lantai, kolong meja dan kursi siswa yang menyebabkan siswa kurang konsen dalam menangkap materi Biologi yang diajarkan. Terdapat seorang guru yang dalam mengajar Biologi telah mencoba membuat media belajar, namun permasalahannya adalah terkait dana dan peralatan yang susah untuk didapatkan, menyebabkan guru tersebut jarang menggunakan media dalam menyampaikan teori dan konsep Biologi yang bersifat abstrak. Pemetaan Potensi dan Masalah Berdasarakan hasil observasi maka ditemukan permasalahan yang urgen untuk ditindak lanjuti yaitu pelaksanaan proses pembelajaran, khususnya pada Pembelajaran yang kurang menarik berdampak besar pada prestasi belajar siswa yang rendah. Masalah ini menjadi perhatian dari guru, karena gurulah salah satu yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran yang tidak maksimal (Roestiyah N. dimana menurut Heinich. M and Russel . guru yang secara langsung bertanggung jawab terhadap bagaimana cara meningkatkan prestasi belajar siswanya, harus benarbenar kreatif dalam mengemas dan mendesain proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Adanya permasalahan dalam proses pembelajaran, khususnya media belajar, yang sebenarnya media belajar ini dapat dibuat dan dikembangkan sendiri oleh guru melalui pemanfaatan barang bekas yang ada dilingkungan. Persiapan Pelatihan Fasilitator menyusun tim pelaksana agar kegiatan pengabdian pendampingan dapat berjalan lancer dan efektif. Melalui observasi dan pertimbangan, maka bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari tiga agenda, yaitu memberikan workshop, pelatihan, dan pendampingan lanjutan. Agar media tidak semata-mata menjadi alat bantu pelengkap, melainkan bersamasama dengan guru, materi, metode, strategi dan evaluasi berperan dalam proses belajar mengajar dengan harapan kegiatan memberikan pembekalan yang utuh pada guru (Syaiful. , 2. Demi kegiatan pelatihan, fasilitator dan tim pelaksana melakukan rapat persiapan untuk membahas teknis pelaksanaan workshop, dan pelatihan, materi, peralatan yang dibutuhkan saat pelatihan, jenis media yang akan dibuat, barang bekas yang akan dimanfaatkan, serta waktu Rapat persiapan dilakukan sebanyak dua kali, yang dilaksanakan di dua tempat berbeda, dan diikuti oleh fasillitator dan tim SGI. Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 . Memberikan Workshop dan Pelatihan Waktu dan Tempat Kegiatan workshop dan pelatihan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, tanggal 19-20 Agustus 2017, bertempat di Ruang kelas MTs. Al-Raisiyah Sekarbela. pada hari sabtu, 19 Agustus 2017 selama 2 jam untuk masing-masing narasumber, terbagi atas dua sesi yaitu sesi presenstasi materi oleh narasumber dan sesi tanyajawab serta diskusi. Dilanjutkan hari ke dua adalah pelatihan pembuatan media belajar dari barang bekas, dengan pelatih dari Tim SGI (Sekolah Guru Indonesi. menjadi berkelompok melalui kegiatan FGD (Focus Group Discus. Gambar Kegiatan Workshop dan Pelatihan Pembuatan Media Belajar Dari Barang Bekas Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram. Peserta Kegiatan ini dihadiri oleh peserta sebanyak 20 orang, terdiri dari Kepala Sekolah, tata usaha, guru tetap Madarasah. Pada dikelompokkan menjadi 4, yang terdiri atas empat anggota yang berdasarkan bidang ilmu, yaitu . IPA. IPS. Agama, dan Bahasa. Tiap kelompok akan didampingi oleh tim SGI dan mendiskusikan media sederhana yang dapat dibuat dengan memanfaatkan barang bekas yang telah di siapkan oleh fasilitator. Berbagai ide disampaikan peserta kepada penanggung jawab kelompok saat diskusi, banyak ide kreatif yang muncul ketika beberapa materi pada bidang ilmu dihubungkan dengan media yang dapat memfasilitasi siswa terkait konsep yang akan diajarkan sehingga peserta sangat antusias dan senang dengan kegiatan Menurut Rahadi. sebelum memutuskan akan mengunakan media pembelajaran, perlu dipertimbangkan beberapa hal seperti berikut: . Apakah bahan-bahan yang diperlukan sudah tersedia dengan mutu yang baik? . Berapa lama waktu dibutuhkan untuk persiapan? . Apakah memerlukan biaya untuk produksi ?, . Apakah yang lebih diutamakan oleh pengajar?. Narasumber Narasumber yang menyampaikan materi pada kegiatan workshop dengan materi strategi pembelajaran IPA berbasis kurikulum 2013 adalah Yusuf. Pd. beliau merupakan alumni S1 Pendidikan Biologi Universitas Mataram, dan S2 Pendidikan Sains Biologi Universitas Negeri Surabaya, dan sekarang sedang menempuh S3 Pendidikan Biologi di Universitas Erlangga, beliau adalah dosen pada Jurusan Pendidikan IPA Biologi Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 Universitas Islam Negeri Mataram, dan juga berpengalaman sebagai pembicara tentang strategi atau pembelajaran IPA Biologi pada forum-forum pelatihan, seminar dan workshop. Narasumber lainnya adalah Nurmiati. Pd. , beliau mertupakan alumni S1 IKIP Mataram, dan S2 Universitas Negeri Malang Pendidikan Biologi, beliau adalah dosen Pendidikan Biologi di Universitas Nahdatul Watan, dan menyampaikan materi pemanfaatan barang bekas menjadi media belajar Pembantu Lapangan Pembantu lapangan yang membantu pelaksanaan pelatihan pembuatan media belajar dari barang bekas adalah Tim SGI (Sekolah Guru Indonesi. , merupakan pembuatan media belajar dari barang bekas pada guru lainnya yang ada di Indonesia, dan tim SGI yang bekerja membantu fasilitator adalah tim SGI NTB. empat orang, yaitu Agung Hidayatullah. Pd. Hasan Mahmud. Pd. Siti Qurniawati. Pd. , dan Ahmadi Hidayat. PdI. , dalam pelaksanaannya terdapat kegiatan ice breaking. Focus Group Discuss, presentasi hasil, dan penghargaan bagi kelompok yang membuat media Pendampingan Kegiatan pengabdian tidak terhenti pada kegaiatan workshop dan pelatihan, namun dilanjutkan dengan proses Bentuk pendampingan dengan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan latihan pembuatan atau mengembangkan media belajar lainnya dan yang sudah ada berdasarkan materi yang akan diajarkan di kelas. Pendampingan dilaksanakan dalam jangka waktu pelaksanaan tiga minggu selama 3 kali. pemanfaat media diharapkan guru dapat mengembangkan sikap eksploratif pada materi yang diajar, menumbuhkan keterampilan tertentu dan kemampuan inovasi untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu, dan memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas (Nasution. Hal yang dapat digaris bawahi di sini adalah, antusisme guru untuk melakukan pendampingan lanjutan sangat tinggi. Karena dengan adanya pendampingan guru merasa difasilitasi dan diberikan arahan terkait permasalahan dan solusi dalam penyusunan media barang bekas terkait materi yang sesuai sehingga siswa memahami materi yang akan diajarkan. Sejalan dengan hal tersebut menurut Nugraha dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari ketidaktepatan . kebutuhan, potensi sumber daya dan kondisi lingkungan masing-masing. Hasil Yang Dicapai Hasil kegiatan workshop, pelatihan dan pendampingan, dapat terlihat dari hasil karya yang telah dibuat oleh guru, selama pelatihan telah dibuat berbagai jenis media belajar, seperti pop up, display, prosedur kerja, serta alat peraga. Dimana kelompok guru IPA membuat alat peraga sistem pernapasan pada manusia. Dari hasil pendampingan guru IPA memutuskan untuk membuat kembali media sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dan dipilihlah jenis media Pop Up dengan materinya tentang klasifikasi hewan, sistem reproduksi hewan serta Jaringan Tumbuhan. Dari hasil kegiatan pelatihan, bahkan dari guru IPS mengajarkan pada siswa di kelas membuat media dari barang bekas dengan bahan, kotak nasi, kertas folio bekas, kertas minyak bewarna, lem kertas. Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 dan alat berupa penggaris, pensil, penghapus, dan gunting membuat media berupa pop up pada materi sumber daya hasil bumi Indonesia. Siswa yang menerima pembelajaran disampaikan oleh guru kelas bahwa siswa sangat senang, aktif, dan bersemangat dengan kegiatan tersebut, sehingga banyak dari siswa meminta untuk melaksakan kegiatan pembelajaran tersebut dengan materi yang Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Media Belajar Dari Barang Bekas di Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram EVALUASI Evaluasi yang dilakukan dengan memberikan angket respons peserta kegiatan memberi ruang kritik dan saran dalam proses pendampingan terkait materi workshop, pelaksanaan pelatihan, penilaian, dan pendampingan. Angket respons yang diberikan pada peserta pelatihan bentuk skala Likert yang terdiri atas empat kategori. Sangat Baik. Baik. Cukup Baik. Kurang Baik, dan Tidak Baik yang mewakali point 5 sampai 1. Dengan total pernyataan 15 butir berisikan pemahaman materi workshop, pengetahuan peserta terkait media belajar, pelayanan tim saat pelatihan, peserta pelatihan, kebermanfaat Secara ringkas hasil angket guru disampaikan pada Tabel 1. Tabel 1. Angket Kemampuan Guru Dalam Pelatihan Pembuatan Media Belajar dari Barang Bekas Nomor Soal Kategori B C D E Total - 51 4 5 2 - 2 - 52 - 52 - 54 - 58 - 59 Oc Keterangan : A = Sangat Setuju B = Setuju C = Kurang Setuju D = Tidak setuju E = Tidak Berpendapat Dari hasil evaluasi diperoleh data dari ke-lima belas butir pernyataan, pada 15 guru diperoleh total point 645 denga ratarata 43 point dan Standar Deviasi sebesar 2,39 artinya terdapat pengaruh atau respons positif terhadap kegiatan pelatihan pembuatan media belajar dari barang bekas pada guru Al-Raisiyah Sekarbela. Dari 15 belas pernyataan dengan lima kategori diperoleh nilai untuk setiap pernyaan, yaitu . Metode mengajar yang digunakan guru saat ini sudah memadai, diperoleh total nilai 39 dan rerata 7,8 dengan kategori dominan yang muncul adalah Kurang Setuju. Guru mengajarnya supaya tidak membosankan, diperoleh total nilai 51 dan rerata 10,2 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Kemampuan guru dalam penggunaan media belajar cukup baik, diperoleh total nilai 44 dan rerata 8,8 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Media pembelajaran Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 yang ada saat ini cukup memadai, diperoleh total nilai 34 dan rerata 6,8 dengan kategori dominan yang muncul adalah Kurang Setuju. Guru menggunakan media pembelajaran yang inovatif disekolah, diperoleh total nilai 22 dan rerata 4,4 dengan kategori dominan yang muncul adalah Tidak Setuju. Guru perlu menyediakan media belajar untuk siswa yang bisa digunakan dalam pembelajaran, . diperoleh total nilai 47 dan rerata 9,4 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Media belajar hendaknya sudah disediakan pihak sekolah, diperoleh total nilai 52 dan rerata 10,4 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Pihak sekolah hendaknya menyediakan perangkat multi media sebagai pendukung materi dalam pembelajaran, diperoleh total nilai 52 dan rerata 10, dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Bahasan yang sulit dimengerti dikelas, disediakan bahan lain dalam bentuk media belajar sederhana, diperoleh total nilai 52 dan rerata 10,4 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Guru mengembangkan media belajar sederhana untuk memfasilitasi siswa paham terhadap materi, diperoleh total nilai 42 dan rerata 8,4 dengan kategori dominan yang muncul adalah Setuju. Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju 1 3 5 7 9 11 13 15 17 Tidak Setuju Gambar 3. Grafik Kemampuan Guru Dalam Pelatihan Pembuatan Media Belajar Dari Barang Bekas Madarasah Al-Raisiyah. Sekarbela Kota Mataram Kritik dan saran dari peserta pelatihan sangat membangun kegiatan pengabdian, dimana beberapa saran peserta agar kegiatan semacam pelatihan pembuatan media belajar perlu dilakukan sesering mungkin untuk membantu para guru dalam membuat dan mengembangkan media, karena sangat terbatasnya media yang ada sehingga menjadi solusi dan ide dalam membuat dan mengembangkan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, harapannya peserta didik paham dari materi yang diajarkan dan tidak bosan karena hanya menggunakan LKS dengan metode Selain itu untuk kegiatan pelatihan yang dilakukan selama empat jam, dirasa oleh peserta tidak cukup, karena mendiskusikan materi yang akan dibuat media belajarnya, jenis media yang dibuat, alat dan bahan yang dibutuhkan, membuat media dan mempresentasikan media yang telah dibuat, sehingga dari sederatan langkah yang dilakukan waktu yang digunakan tidak terasa berlalu dengan tinggi nya antusias peserta, maka waktu yang digunakan seharusnya diperpanjang 12 jam. Dari semua rangkaian kegiatan yang terlaksana terdapat kekurangan, yaitu dalam kegiatan pelatihan pada sesi discusi intensive group, dimana tim SGI yang bertanggung jawab pada kelompok guru IPA banyak tersita waktunya dikarenakan saat diskusi guru IPA masih mencari materi apa yang sebaiknya dipilih untuk dibuatkan media belajarnya, karena dalam grup IPA terdapat guru Biologi dan Matematika. Permasalahan di atas sesuai dengan pendapat Anwar. terkait kendala dalam pembuatan media sederhana. Keterbatasan tersedia,dikaitkan dengan luasnya materi pelajaran dan sasaran/tujuan perkuliahan. Neneng A. PELATIHAN PEMBUATAN MEDIAA Available at http://jurnal. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2579-9. VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2017 (Halaman 31-. Diterima: Desember 2017 Disetujui: Desember 2017 Dipublikasikan: Desember 2017 kurangnya kemampuan menyeleksi media dari bahan-bahan sederhana yang telah tersedia secara tepat dan relevan dengan program pelajaran, dan Keterbatasan bahanbahan sederhana yang dibutuhkan dan tidak ada bahan pengganti. PENUTUP Kegiatan pengabdian madarasah binaan melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran dari barang bekas terhadap peningkatan kemampuan guru Biologi Al-Raisiyah Karang Pule. Sekarbela Kota Mataram. Pembekalan memanfaatkan barang bekas untuk membuat media belajar Biologi dapat dilakukan melalui workshop, yaitu penyampaian teori terkait media belajar, dan peran media dalam pembelajaran dan pelatihan, yaitu kegiatan praktik cara membuat media belajar yang baik, serta pendampingan, yaitu penguatan guru dalam pembuatan, penggunaan dan cara penggunaan media belajar. Kreativitas guru dalam membuat media belajar dapat ditumbuh dan dikembangkan melalui pemanfaatan barang bekas yang ada di berdasarkan materi ajar, dengan menyesuaikan materi, merancang, membuat dan mempresentasikan Kegiatan workshop, pelatihan, pendampingan dan evalusi dapat terlaksana dengan baik, serta mendapat respon yang berdasarkan angket yang diberikan dan madrasah. UCAPAN TERIMAKASIH