Kolaborasi : e-ISSN : 2685-677X http://w. id/index. php/BIOSAINSTEK Jurnal BIOSAINSTEK. Vol. 5 No. 1: 83Ae87 DOI: https://doi. org/10. 52046/biosainstek. Analisis Pendapatan Usaha Pancing Tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe Deby. Kewilaa 1A Program Studi Bahasa Inggris. Universitas Lelemuku Saumlaki. Saumlaki,. Indonesia. Korespondensi : Deby. Kewilaa. Universitas Lelemuku Saumlaki. Email : debykewilaa86@gmail. Info Artikel : E Artikel Penelitian Ci Artikel Pengabdian Ci Riview Artikel Diterima : 24 Oktober 2022. Disetujui : 28 Jan. Publikasi On-Line : 30 Jan. ABSTRAK. Keberhasilan suatu usaha penangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan nilai hasil tangkapan, modal, ketrampilan dan teknologi yang diterapkan. Penerapan suatu alat tangkap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi alam dari lokasi yang menjadi tujuan penangkapan, agar produksi dan nilai hasil tangkapan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan usaha pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe. Untuk pengambilan sampel respon dan dilakukan dengan teknis acak (Proportionate Stratified Random Samplin. , yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu . Populasi dalam penelitian ini adalah unit usaha pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe berjumlah 10 nelayan. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menghitung pendapatan , pengeluaran dan keuntungan yang diperoleh oleh nelayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata Ae rata pendapatan dari nelayan pancing tonda sebesar Rp 62. 000,- per tahun dan rata Ae rata keuntungan atau pendapatan bersih sebesar Rp 36. 147,-. Keyword: Pendapatan Usaha Pancing Tonda. Kecamatan Nusaniwe PENDAHULUAN Nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan dan binatang air lainnya. Tingkat kesejahteraan nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapnnya. Banyaknya tangkapan tercermin pula besar pendapatan yang diterima dan pendapatan tersebut sebagian besar untuk keperluan konsumsi keluarga (Prameswari, 2. Desa Latuhalat merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir pulau Ambon. Mata pencaharian utama masyarakat tergantung pada bidang perikanan. Secara ekologi perairan di Kota Ambon mengandung berbagai sumberdaya perikanan antara lain ikan pelagis besar maupun kecil, ikan demersal, dan berbagai biota lainnya. Besarnya potensi sumberdaya perikanan di Kecamatan Nusaniwe terkhususnya Desa Latuhalat masih belum dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan berhubungan erat dengan rendahnya pendapatan yang diperoleh dari hasil penangkapan ikan. Keberhasilan suatu usaha penangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan nilai hasil tangkapan, modal, keterampilan dan teknologi yang diterapkan. Penerapan suatu alat tangkap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi alam dari lokasi yang menjadi tujuan penangkapan, agar produksi dan nilai hasil tangkapan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Salah satu alat tangkap yang digunakan di Desa Latuhalat yakni pancing Tonda, dimana alat tangkap tersebut sangat baik untuk sumberdaya pelagis. Selain itu pengoperasian alat tangkap ini dapat dilakukan sepanjang tahun dan hasil tangkapan nya relatif lebih tinggi karena daerah penangkapan lebih luas dan juga disertai dengan tingkat keterampilan yang dimiliki oleh para nelayan dalam mengoperasikan alat tangkap Namun kendala yang dihadapi saat ini nelayan pancing tonda terkhususnya Desa Latuhalat tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan usaha, akses permodalan terbatas dan BBM yang naik serta Deby. Kewilaa Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 83-87 fishing ground terbatas tetapi juga ketidakmerataan pendapatan akibat perbedaan kepemilikan barang modal. Jika kendala Ae kendala ini mampu diatasi, maka berdampak terhadap pendapatan nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan responden (Tukiran, 2. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan atau kuesioner serta observasi langsung di lapangan. Sasarannya adalah Nelayan pemilik dan nelayan buruh pancing tonda. Sedangkan data sekunder dari instansi terkait dan bahan Ae bahan pustaka yang relevan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah unit usaha pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe berjumlah 10 nelayan. Untuk pengambilan sampel respon dan dilakukan dengan teknis acak (Proportionate Stratified Random Samplin. , yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiono, 2. Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian, karena hasilnya memberikan arti dan makna yang berguna untuk memecahkan masalah dalam penelitian (Nazir. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif dan kualitatif. Pendapatan Analisis pendapatan adalah besaran yang mengukur jumlah pendapatan nelayan yang diperoleh dalam usaha penangkapan, menghitung pendapatan nelayan dapat digunakan formulasi sbb: TR = P X Q Dimana : TR ( Total Revenu. = Total Pendapatan. P (Pric. = Harga Jual. Q (Quantit. = Hasil Tangkapan Pengeluaran Analisis pengeluaran adalah besaran yang mengukur total biaya pengeluaran yang digunakan dalam usaha penangkapan baik untuk perbekalan, perawatan dan lain Ae lain. Menurut Soekartawi . , perhitungan pengeluaran nelayan digunakan formulasi rumus sebagai berikut : TC = FC VC Dimana : TC (Total Cos. = Biaya Total. FC ( Fixed Cos. = Biaya tetap. VC (Variable Cos. = Biaya variabel Keuntungan Menurut Tibrani dan Sofyani ( 2. , keuntungan usaha adalah selisih antara penerimaan total dan biaya total yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : = TR Ae TC Dimana : = Keuntungan. TR (Total Revenu. = Total pendapatan. TC (Total Cos. = Total i. HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi Dalam satu kali operasi penangkapan , satu unit alat tangkap pancing tonda menghasilkan 30 Ae 70 kg ikan pada musim ikan . una dan cakalan. rata Ae rata produksi tiap operasi penangkapan berjumlah 1- 4 ekor pada musim ikan dan 10 Ae 60 kg ikan ( tuna dan cakalan. rata Ae rata produksi tiap operasi tangkapan berjumlah 1 -8 ekor pada musim bukan ikan. hasil tangkapan tersebut kemudian dijual pada perusahaan perikanan dengan harga Rp 25. 000,- per kg dan hasilnya dibagi adil. Para nelayan pada umumnya biasanya menjual hasil tangkapan ikan tuna kepada perusahaan perikanan, karena ikan tuna yang telah dijual kepada perusahaan perikanan kemudian di loin dan diekspor ke berbagai Negara seperti Belanda. Belgia dan Filipina. Untuk jenis ikan cakalang biasanya jibu Ae jibu langsung menjual hasil tangkapannya langsung ke masyarakat yang berdomisili pada Desa Deby. Kewilaa Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 83-87 Latuhalat dengan harga musim barat antara Rp 5. 000 Ae Rp 15. 000 per ekor dan Rp 8. 000 sampai Rp 000 per ekor pada musim Timur. Armada Penangkapan Pancing Tonda Perahu pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe memiliki ukuran dengan panjang (L) antara 7,5 Ae 9 m, lebar (B) 0,7 Ae 1,5 m dan tinggi (D) 0,5 Ae 2, m. Sedangkan untuk mesin penggerak menggunakan 15 PK dan 40 PK. Spesifikasi perahu pancing tonda yang dioperasikan di Desa Latuhalat dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Spesifikasi perahu pancing tonda purse seine di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe. No Barang Modal Uraian Perahu/Body (Keci. - Panjang 7,5 m 0,7 m - Lebar 0,5 m - Tinggi Perahu/Body (Sedan. - Panjang - Lebar - Tinggi Mesin Penggerak Peralatan Pancing Sumber: Data Primer . 1,5 m 15 PK dan 40 PK Nilon . Mata Kael. Rapala. Kuna Kapi Analisis Biaya Biaya Tetap Biaya tetap terdiri dari biaya depresiasi . , perbaikan/perawatan dan administrasi. Biaya depresiasi diperoleh dengan cara nilai investasi dibagi dengan estimasi umur ekonomis. Umur ekonomis dari masing Ae masing kapal adalah besarnya penyusutan tergantung pada nilai awal dan lama barang investasi yang digunakan sehingga mempengaruhi nilai awal dari modal tetap Besarnya biaya tetap usaha pancing tonda di Desa latuhalat dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rata Ae rata biaya tetap usaha pancing tonda per tahun di Desa Latuhalat Responden Penyusutan Perawatan Total 000,2. 000,9. 333,1. 000,9. 000,2. 000,7. 000,1. 000,10. 000,1. 000,7. 000,1. 000,7. 000,2. 000,7. 000,1. 000,7. 000,1. 000,6. 000,10 000,1. 000,6. 000,Jumlah Total 333,16. 000,79. 133,Rata Ae Rata 888,3,1. 600,7. Sumber: Data Primer . Tabel 2, menjelaskan bahwa rata Ae rata biaya tetap yang dikeluarkan untuk penyusutan adalah sebesar Rp 6. 888,3 dan biaya perawatan sebesar Rp 1. 600,-. Besarnya biaya tetap yang dikeluarkan masing Ae masing nelayan pancing tonda sangat bervariasi. Rata Ae rata perbaikan unit pancing tonda dilakukan setiap 1 bulan sekali, sehingga dalam 1 tahun sebanyak 12 kali Deby. Kewilaa Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 83-87 Biaya Variabel Biaya variabel merupakan biaya yang harus dikeluarkan suatu usaha penangkapan ikan untuk membiayai kegiatan penangkapan, seperti BBM . inyak tanah dan ol. Besarnya biaya variabel yang dikeluarkan tergantung pada waktu penangkapan dan jumlah tenaga kerja. Pengeluaran biaya variabel per unit usaha dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. RataAerata biaya variabel usaha pancing tonda per tahun di Desa Latuhalat Responden Biaya Variabel BBM Upah Nelayan Total (R. 000,8. 600,23. 000,10. 000,16. 000,8. 600,14. 000,10. 800,14. 000,12. 600,20. 000,16. 600,21. 000,13. 600,19. 000,10. 600,11. 000,8. 400,14. 400,10 000,13. 800,19. 800,Jumlah 000,115. 600,176. 400,Rata Ae rata 200,11. 660,17. 140,Sumber: Data Primer (Data diola. Tabel 3, menunjukkan bahwa biaya variabel yang dikeluarkan oleh masing Ae masing nelayan berbeda untuk unit usahanya. Biaya terbesar yang dikeluarkan adalah biaya upah nelayan dan biaya pemakaian bahan bakar minyak untuk kebutuhan operasi melaut yang dilakukan dengan waktu penangkapan dan jarak lokasi pendaratan ke daerah penangkapan . ishing groun. yang relative berbeda, sehingga menyebabkan biaya yang dialokasikan pun bervariasi. Frekuensi melaut nelayan dalam musim ikan yaitu sebanyak 26 kali dan pada musim bukan ikan sebanyak 12 kali. Analisis Pendapatan dan Keuntungan Pendapatan merupakan besarnya jumlah produksi tangkapan yang dihasilkan dan dikalikan dengan harga yang berlaku. Dalam usaha penangkapan ikan biasanya diterapkan sistem bagi hasil yang merupakan kesepakatan bersama antara nelayan pemilik dan ABK. Pendapatan yang diperoleh ABK di Desa Latuhalat dibagi secara merata, namun tidak jarang juga bergantung pada berapa banyak frekuensi atau hari kerja melaut dari masingAemasing ABK. Sedangkan keuntungan merupakan kelebihan yang diperoleh dari seluruh penerimaan setelah dikurangi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Sistem bagi hasil yang diterapkan oleh nelayan pancing tonda adalah 70% untuk nelayan pemilik dan 30% untuk nelayan ABK. Pendapatan dan keuntungan per unit usaha dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Pendapatan dan keuntungan usaha pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe. Total Total Biaya Total Biaya Nama Kapal Keuntungan Pendapatan/Tahun Operasional (TVC) Tetap (FC) 000,23. 600,9. 000,41. 000,16. 000,9. 333,37. 000,14. 600,7. 000,30. 000,14. 800,10. 000,32. 000,20. 600,7. 000,44. 000,21. 600,7. 000,40. 000,19. 600,7. 000,32. 000,11. 400,7. 800,33. 000,14. 400,6. 000,38. 600,10 000,19. 800,6. 000,33. 200,Jumlah Total 000,176. 400,79. 133,366. 467,Rata Ae rata 000,17. 140,7. 713,36. 147,Sumber: Data Primer (Data diola. Deby. Kewilaa Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 83-87 Tabel 4, menunjukan bahwa rata- rata pendapatan dari nelayan pancing tonda sebesar Rp 62. 000,- per tahun dan rata Ae rata keuntungan atau pendapatan bersih sebesar Rp 36. 147,-. IV. PENUTUP Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan biaya usaha dan rataAerata Pendapatan nelayan pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe menunjukan bahwa rata Ae rata pendapatan dari nelayan pancing tonda sebesar Rp 62. 000,- per tahun dan rata Ae rata keuntungan atau pendapatan bersih sebesar Rp 36. 147,-. DAFTAR PUSTAKA