Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Dengan GCG Sebagai VariabeI Moderasi Bagi Investor Perusahaan Industri Sub Sektor Pertambangan Batu Bara yang Terdaftar di BEI Anita Nur Rachmawati1. Subakir2. Yuli Kurnia Firdausia3 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya1,2,3 Email : anitarachmawati10@gmail. com1, virdajulie9@gmail. Koresponden : subakir@unipa. ABSTRAK Riset ini memiki tujuan untuk mengetahui pengaruh profitabitas terhadap harga saham meIaIui GCG . ood corporate governanc. sebagai variabeI moderasi pada perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang teIah terdaftar di BEI. Profitabitas di proxikan oleh variabeI EPS . arning per shar. dan NPM . et profit Sedangkan GCG diproxikan oleh kepemikan institusi. Riset ini menggunakan sampeI sebanyak 11 perusahaan batubara periode 2017-2019. Pendekatan riset memakai kuantitatif descriptive. Metode purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel riset. Riset ini menggunakan teknik anaIisis data yaitu uji asumsi kIasik, anaIisis regresi Iinier berganda. MRA . oderated regression analisy. , uji koefisiensi determinasi, dan uji hipotesis. DijeIaskan serta disimpuIkan dari pengujian hipotesis menyatakan bahwasanya EPS dan NPM tidak memiliki pengaruh secara persiaI terhadap harga saham. Sedangkan variabeI GCG sebagai variabeI moderasi antara EPS dan NPM tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap harga Kata kunci: Kinerja Keuangan. Profitabilitas. Harga Saham. Good Corporate Governance PENDAHULUAN Indonesia termasuk negara yang mempunyai potensi ekonomi terbesar di Asia - Tenggara. Hingga kala ini, perekonomian di Indonesia terusIah berkembang. Perkembangan dan pertumbuhan suatu ekonomi dalam Negara dapat diukur dengan mengetahui perkembangan berbagai tipe industri pada Negara tersebut. Industri yang Go public membuat investor semakin tertarik dengan besar kecilnya pergerakan saham yang Saham termasuk dari beberapa aIat investasi yang dapat diperhitungkan di pasar modaI. Di pasar modaI sendiri, harga saham yang diperdagangkan setiap waktu selalu berubah. Oleh sebab itu, dalam meIakukan peniIaian terhadap harga saham suatu perusahaan, pengaruh kinerja perusahaan sangat penting. Bagi para investor, pengetahuan mengenai informasi dalam kinerja suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi para investor apakah akan mencari pilihan Iain yang lebih baik atau tetap dengan mempertahankan investasi mereka di perusahaan industri tersebut. Untuk meningkatkan kinerja keuangan dalam suatu perusahaan penerapan GCG pada suatu perusahaan industri sangatIah memiliki peran penting. Terdapatnya penerapan dalam pelaksanaan GCG diharapkan oIeh perusahaan industri dalam meningkatkan pengawasan pada manajemen perusahaan dan menghindari aksi yang tidak sejalan dengan kepentingan perusahaan industri. Dengan menerapkan GCG, kesinambungan dalam suatu perusahaan akan terjamin sehingga kepercayaan investor dalam melakukan investasi di pasar modaI akan meningkat dan kinerja perusahaan akan maksimal. Para investor dan kreditor asing sangat penting dalam menggunakan prinsip dari corporate governance yang dijadikan sebagai salah satu dari sekian aspek dalam pengambilan keputusan untuk melakukan kegiatan investasi suatu perusahaan industri (Ulum, 2. GCG yang digunakan dalam riset ini diproxikan oleh kepemikan institusi. Kepemilikan institusi sendiri sangat penting dalam kegiatan perusahaan yang memiliki guna untuk menimalisir adanya konflik antara manajerial dan para pemegang saham (Putri, 2. Disetiap perusahaan industri pasti memiliki kinerja perusahaan yang diukur dengan menggunakan metode rasio keuangan. Ada beberapa indikator rasio yang digunakan salah satunya yaitu rasio profitabitas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 Rasio profitabitas umumnya dipakai untuk menunjukkan keahlian perusahaan industri supaya menciptakan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan. EPS dan NPM dapat mewakili rasio lain dalam menentukan nilai profitabitas suatu perusahaan. EPS ialah rasio profitabilitas yang dapat memperhitungkan tingkatan keahlian per lembar saham dalam menciptakan laba untuk perusahaan industri selama satu periode (Khairinnisa, 2. EPS ini sangat diperhatikan oleh manajemen suatu perushaan sebab, meningkatnya EPS memberikan petunjuk bahwasanya perusahaan tersebut sukses dalam meningkatkan taraf kemakmuran investor dalam menciptakan sebuah laba. NPM atau disebut margin Iaba bersih ialah rasio profitabitas yang dapat dipakai dalam memperhitungkan nilai dari presentase Iaba bersih yang diperoIeh setelah dikurangi dari pajak sebuh pendapatan dari hasil penjualan (Octaviani, 2. Berdasarkan Iatar beIakang yang telah dibahas, dapat dirumuskan masaIah sebagai berikut : 1 Apakah EPS berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan indutri sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI ? 2 Apakah NPM berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan indutri sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI ? 3 Apakah EPS dan NPM berpengaruh secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan indutri sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI ? 4 Apakah GCG memoderasi hubungan EPS terhadap harga saham pada perusahaan indutri sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI ? 5 Apakah GCG memoderasi hubungan NPM terhadap harga saham pada perusahaan indutri sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI ? METODE Riset ini tercantum ke daIam riset kuantitarif. PopuIasi dalam riset iaIah Iaporan keuangan dari perusahaan industri sub sektor pertambangan batubara yang telah tercatat melalui BEI periode SampeI daIam riset ada 11 perusahaan. Tekniknya dalam pengambilan sampel yang diIakukan peneIiti iaIah memakai purposive sampIing. Bersumber pada kriteria Ae kriteria yang ditetapkan riset ini sebagai berikut : Tabel 1. Kriteriaipemihan sampeI Riset ini memerIukan data sekunder meIalui website akun resmi yang ada di BEI . dan jurnal. VariabeI bebas dalam riset ini iaIah profitabitas yang diproxikan oIeh EPS dan NPM. VariabeI terikat dalam riset iaIah harga saham. Variabel moderasi daIam riset ialah GCG yang diproxikan oleh kepemilikan institusi. Analisis datanya yang digunakan yaitu ujiiasumsi kIasik . jiimultikoIinearitas, ujiiautokoreIasi, uji heteroskedetisita. , anaIisis regresi Iinier berganda, moderated regressions anaIisys, uji koefesiensi determinasi, ujii hipotesis . ji T dan uji F). Analisis regresi Iinier berganda dipakai untuk hubungan / ikatan antara variabeI bebas dan varibel terikar yang didapatkanya dari sebuah Iaporan keuangan suatu perusahaan industri sub sektor pertambangan batubara periode 2017-2019. Model dari persamaan regresi pada riset ialah : Y = 1 X 1 2 X 2 e A. Dari persamaan diatas, pengolahan berasaI dari data yang menggunakan SPSS dilakukan sebanyak 2 kaIi : Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 1 PengoIahan datanya menggunakan anaIisis regresi sederhana untuk bagian dari persamaan 2 PengoIahan datanya menggunakan anaIisis regresi berganda untuk bagian dari persamaan Informasi: = Harga saham Oe. = Koefisien dari arah regresi = EPS = NPM = GCG = tingkat kesalaham penduga dalam penelitian MRA merupakan suatu teknik khusus persamaan linier berganda dimana persamaannya mengandung unsur interaksi yang digunakan untuk menguji apakah GCG mampu memoderasi hubungannya antara varibeI kinerja keuangan dengan harga saham (Ghazali, 2. Y = 1 3 X 1 4 X 1 5 (X 1 Z) e A. Y = 2 6 X 2 7 X 2 8 (X 2 Z) e A. Oe. = Koefisien arah regresi X 1 Z . X 2 Z = Interaksi variable bebas dengan variable moderasi HASIL 1 Uji Asumsi Klasik A Uji Multikolinieritas 1 Uji MuItikoIinieritas Persamaan Regresi Linier Berganda TabeI 2. HasiI Percobaan dari MuItikoIinieritas untuk Persamaan Regresi LinierrBerganda DijeIaskan taraf VIF kedua variabeI mengungkapkan taraf VIF < 10. DijeIaskan serta disimpuIkan bahwasanya di daIam sebuah model regresi yang ada menghasiIkan tidak akan timbul muItikoIinieritas antar variabeI independen. Uji MultikoIinieritas Persamaan MRA dari VariabeI EPS TabeI 3. HasiI Percobaan MultikoIinieritas untuk Persamaan MRA VariabeI EPS Ketiga variabeI EPS. GCG dan moderat I, memiliki angka tolerance > 10 dan taraf VIF < 10, dijeIaskan serta disimpuIkan bahwasanya daIam sebuah modeI Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 suatu regresi yang ada tidak akan berlangsung multikolinieritas antar variabIe Uji Multikolinieritas untuk Persamaan MRA dari VariabeI NPM TabeI 4. HasiI Percobaan Multikolinieritas untuk Persamaan MRA Variabel NPM Ketiga variabel NPM. GCG dan moderat II, memiliki taraf tolerance > 10 dan taraf VIF < 10, dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya dalam sebuah model regresi yang ada tidak akan terjalin multikolinieritas antar variable independen. Uji AutokoreIasi 1 Uji AutokoreIasi dari Persamaan Regresi Linier Berganda TabeI 5. HasiI percobaan dari AutokoreIasi Persamaan Regresi Linier Berganda Dijelaskan dalam pengujian variabeI EPS. NPM dan harga saham diketahui taraf dari Durbin-Watson sebesar 0,827. Taraf tersebut -2 O 0,827 O 2. Maka berdasarkan ketentuanya tidak akan terjaIin hubungan autokoreIasi daIam sebuah model regresi. Uji AutokoreIasi Persamaan MRA dari Variabel EPS Tabel 6. Hasil Percobaan uji Autokorelasi Persamaan MRA dari Variabel EPS Dijelaskan dari pengujian variabeI EPS. GCG, moderat I dan harga saham mengungkapkan taraf dari Durbin-Watson sebesar 1,025. Taraf tersebut bernilai -2 O 0,827 O 2. Maka berdasarkan ketentuanya tidak akan terjaIin hubungan autokoreIasi dalam sebuah model regresi. Uji AutokoreIasi Persamaan MRA dari VariabeI NPM TabeI 7. Hasil uji Autokorelasi untuk Persamaan MRA Variabel NPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 Hasil pengujian dari variabel NPM. GCG, moderat II dan harga saham mengungkapkan taraf dari Durbin-Watson sebesar 0,966. Taraf tersebut bernilai -2 O 0,827 O 2. Maka berdasarkan ketentuanya tidak akan terjaIin hubungan autokoreIasi daIam sebuah modeI regresi. Uji Heteroskesedetitas 1 Uji Heteroskesedetitas Persamaan Regresi Linier Berganda TabeI 8. Hasil Percobaan Heteroskesedetitas Persamaan Regresi Linier Berganda Hasil niIai sig dari kedua variabel menunujukkan sig > 0,05, dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya dalam model sebuah regresi yang ada menghasilkan tidak akan terjaIin hubungan heteroskesedetitas antar variabel independen. Uji Heteroskesedetitas Persamaan MRA dari Variabel EPS TabeI 9. Hasil Percobaan Heteroskesedetitas untuk Persamaan MRA Variabel EPS Dijelaskan hasil niIai sig dari ketiga variabeI menunujukkan sig > 0,05, dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya dalam model sebuah regresi yang ada menghasilkan tidak akan terjalin hubungan heteroskesedetitas antar variabel Uji Heteroskesedetitas Persamaan MRA dari Variabel EPS TabeI 10. Hasil Percobaan Heteroskesedetitas Persamaan MRA dari Variabel NPM Hasil nilai sig dari ketiga variabel menunujukkan sig > 0,05, dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya dalam model sebuah regresi yang ada menghasilkan tidak akan terjalin hubungan heteroskesedetitas antar variabel independen. 2 Regresi Linier Berganda Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 TabeI 11. Hasil Percobaan AnaIisis Regresi Linier Berganda DihasiIkanya dari pengungkapan variabeI EPS. NPM dan harga saham tersebut bahwasanya ada tidaknya pengaruh variabeI EPS (X. dan NPM (X. terhadap harga saham (Y). Persamaan regresi yang diperoleh adalah : Constant . = -1,563E-016. EPS . = -0,118. NPM . = 0,004 Y = -1,563E-016 -0,118 X1 0,004 X2 e Nilai a = -1,563E-016 Nilai dari konstanta menunjukkan bahwa variabel EPS dan NPM niIai rata-rata harga saham suatu perusahaan industri sub sektor pertambangan batubara di BEI periode 2017-2019 tidak ada perubahan pada seluruh variabel EPS dan NPM. DijeIaskan serta disimpulkanya variabel tersebut dianggap meIakukan penyimpangan dari konstanta sebesar -1,563E-016. Nilai B1 = - 0,118 NiIai dari koefisien X1 sebesar -0,118 menunjukkan bahwa variabel EPS (X. dianggap konstan. Maka dari itu, setiap terdapat penambahan 1 satuan unit EPS akan menurunkan nilai rata-rata harga saham sebesar 0,118. SebaIiknya, setiap terdapat penurunan 1 satuan unit EPS akan meningkatkan niIai rata-rata harga saham sebesar 0,118. Nilai B2 = 0,004 NiIai dari koefisien X2 sebesar 0,004 menunjukkan bahwa variabel NPM (X. dianggap konstan. Maka dari itu, setiap terdapat penambahan 1 satuan unit NPM akan meningkatkan nilai rata-rata harga saham sebesar 0,004. SebaIiknya, setiap terdapat penurunan 1 satuan unit NPM akan menurunkan niIai rata-rata harga saham sebesar 0,004. 3 MRA (Moderated Regression Analisy. Uji MRA . oderated regression analisy. VariabeI EPS TabeI 12. Hasil Percobaan Moderated Regression Analisys Variabel EPS Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 Hasil dari percobaan tersebut telah menghasilkan model persamaan regresi Y = 0,002 Ae 0,143 X1 0,315 Z Ae 0,022 X1Z atau Harga saham = 0,002 - 0,143 (EPS) Ae 0,315 (GCG) Ae 0,022 (EPS*GCG) Dari persamaan tersebut telah mendapatkan hasil dari variabel EPS sebesar taraf sig 0,515 dan variabeI GCG taraf sig 0,086. Tarafnya Iebih besar dari 5% . >0,. Dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya variabel EPS dan GCG tidak berpengaruh terhadap harga saham. Dari ketiga variabel terebut (EPS. GCG dan moderat I) dinyatakan bahwa variabel GCG tidak memoderasi hubunngan antara variabeI EPS terhadap harga saham. Variabel GCG bukan termasuk ke dalam variabeI moderating. MRA . oderated regression analisy. Variabel NPM TabeI 13. Hasil Uji Moderated Regression Analisys Variabel EPS Hasil dari percobaan tersebut telah menghasilkan model persamaan regresi yaitu : Y = 0,050 Ae 0,087 X2 0,336 Z Ae 0,192 X2*Z atau Harga saham = 0,050 - 0,087 (NPM) Ae 0,336 (GCG) Ae 0,192 (NPM*GCG) Dari persamaan tersebut mendapatkan sebuah hasil dari variabel NPM sebesar taraf sig 0,634 dan variabeI GCG taraf sig 0,074. Tarafnya Iebih besar dari 5% . >0,. Dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya variabeI NPM dan GCG tidak berpengaruh terhadap harga saham. Dari ketiga variabeI terseebut (EPS. GCG dan moderat II) dinyatakan bahwa variabel GCG tidak memoderasi hubunngan antara variabeI EPS terhadap harga saham. Variabel GCG bukan termasuk ke daIam variabeI moderating. 4 Uji Hipotesis A Uji t Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 TabeI 17. Hasil Uji t Dijelaskan hasil uji persiaI diatas diperoIeh t hitung EPS senilai -0,652 dan taraf signifikansi dari variabel EPS sebesar 0,519. SeIanjutnya, diperoleh t hitung NPM seniIai 0,022 dengan taraf signifikansi sebesar 0,982. Kedua taraf signifikansi mengungkapkan . ig>0,. , dijelaskan serta disimpulkan bahwasanya secara persiaI variabel EPS dan NPM tidak memIliki pengaruh siginifikan terhadap variabel harga saham. Uji F TabeI 18. Hasil Uji F Dijelaskan hasil dari uji F atau disebut uji serentak memperoleh taraf f hitung 0,213 dan taraf signifikansi bernilai 0,809. Taraf signifikansi tersebut Iebih besar yaitu . ig>0,. , dijeIaskan serta disimpuIkan bahwasanya variabel EPS dan NPM tidak memiki pengaruh secara simuItan terhadap harga saham. SIMPULAN DijeIaskan sesuai dengan hasil data melalui SPSS bahwasanya variabel EPS dan NPM telah terbukti tidak berpengarug terhadap harga saham pada industri perusahan sub sektor pertambangan batubara yang telah tercatat dari BEI periode 2017-2019. Dijelaskan serta disimpulkan GCG bukan termasuk variabel moderasi yang diproxikan oleh kepemilikan nstitusi antara variabel EPS dan NPM terhadap harga saham. IMPLIKASI Sesuai hasiI riset yang telah dilakukan dan didapatkan tidak adanya pengaruh antar variabeI riset yang disebabkan karena ada variabeI lain yang tidak dipakai dalam riset ini yang memiliki pengaruh mendominasi hubungan antara EPS dan NPM. Dengan demikian, riset berikutnya dapat menambahkan atau memerlukan variabeI Iain yang dapat memperkuat hubungan antara EPS dan NPM terhadap harga saham dan untuk investor, sebaiknya lebih mempertimbangkan lagi mengenai pengungkapan GCG yanh dilakukan perusahaan ketika akan berinvestasi. KETERBATASAN PENELITIAN Dijelaskan beberapa keterbatasan penelitian penulis ketika menyelesaikan riset dengan waktu yang sangat terbatas: Riset ini hanya menggunakan GCG sebagai variabel moderasi. GCG diproxikan oleh kepemilikan institusi, sedangkan masih banyak indkator lain yang mampu memoderasi hubungan antara EPS dan NPM terhadap harga saham Riset ini menggunakan profitabilitas yang diproxikan oleh EPS dan NPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 DAFTAR PUSTAKA