Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING PRAKTIK KERJA LAPANGAN BBPOM MATARAM DENGAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (Development of a Practical Work Monitoring Information System at BBPOM Mataram Using the Rapid Application Development Metho. Bagas Adinata*. Nadiyasari Agitha. Ida Bagus Ketut Widiartha . Dept Informatics Engineering. Mataram University Jl. Majapahit 62. Mataram. Lombok NTB. INDONESIA Email: bagasadinata321@gmail. com, nadiya@unram. id, widi@unram. Abstract The Mataram National Agency of Drug and Food Control (BBPOM Matara. requires an information system to manage internship participantsAo data more effectively. The administrative process has been carried out manually, which often leads to inefficiency and potential errors in data storage. This study aims to develop a web-based information system that integrates the entire internship process, including application submission, entrance selection through pre-test, attendance recording, daily activity documentation, and final score calculation based on attendance and activities. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) method, which emphasizes iterative prototyping and user feedback to accelerate the development process. System testing was conducted using the black-box testing method to evaluate the functionality of each feature according to the requirements. In addition, usability testing was performed using the System Usability Scale (SUS), resulting in a score of 79,16, which indicates that the system is considered Good in terms of usability. The test results show that all system features function properly and meet the specified requirements. The implementation of this system supports BBPOM Mataram in improving efficiency, accuracy, and integration in managing internship participant data. Keywords: Internship, system, information. RAD. Black-box Testing. BBPOM Mataram *Corresponding Author PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga banyak instansi pemerintahan sudah menerapkan teknologi yang sesuai dengan bidang mereka. Dengan menerapkan teknologi yang sesuai, pekerjaan akan menjadi lebih praktis dan efisien . Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram merupakan lembaga yang mengawasi peredaran obat dan makanan sesuai Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2017. Selain tugas pengawasan. BBPOM juga memberikan pelayanan publik di bidang pendidikan berdasarkan aturan BPOM Tahun 2019 tentang pelaksanaan PKL dan penelitian. Kegiatan PKL menjadi bagian dari kerja sama antar lembaga dan mendukung misi utama BBPOM. Saat ini, jumlah pegawai BBPOM Mataram baru mencapai 70% dari kebutuhan ideal, sementara jumlah pengaduan masyarakat terus meningkat. Kondisi ini mendorong BBPOM melibatkan mahasiswa PKL sebagai pihak yang dapat mendukung dalam http://jtika. id/index. php/JTIKA/ menjalankan proses pengawasan agar tetap berjalan Berdasarkan observasi di BBPOM Mataram, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 69 mahasiswa telah mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Mereka diberi tugas-tugas yang relevan, seperti menindaklanjuti laporan masyarakat terkait produk, termasuk melakukan pengujian terhadap keamanan dan kelayakan produk tersebut. Namun, hingga saat ini belum tersedia sistem khusus yang mengelola pelaksanaan PKL secara terintegrasi sehingga pelaporan tugas yang dilaksanakan masih dilakukan melalui berkas fisik dan tidak tersimpan dengan baik. Proses administrasi yang masih dilakukan secara Excel menimbulkan kesalahan input data, keterbatasan dalam kontrol akses, serta menyulitkan pencarian maupun pembaruan data karena tidak terpusat . Penilaian akhir mahasiswa PKL seharusnya didasarkan pada presensi dan aktivitas yang dilakukan selama program, namun pencatatan Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. presensi masih sering tidak terdokumentasi dengan baik, sedangkan aktivitas peserta hanya dicatat melalui unggahan foto di Google Drive tanpa keterangan pelaksana. Kondisi ini menyulitkan proses monitoring dan evaluasi, karena pengawas tidak dapat menilai secara objektif tugas-tugas mana yang berhasil diselesaikan dengan baik maupun yang tidak terselesaikan. Padahal, evaluasi kegiatan ini penting agar pengawas dapat menentukan capaian peserta secara lebih jelas dan menjadi dasar penilaian akhir yang akurat. Selain itu, pengawasan yang masih dilakukan secara manual oleh dua pegawai membuat proses menjadi lambat, tidak efisien, dan berisiko tidak optimal terutama ketika jumlah peserta PKL cukup banyak. Penerapan sistem informasi berupa aplikasi berbasis web merupakan langkah strategis dalam pengelolaan data karena mampu menyimpan, mengelola, dan menyajikan informasi secara lebih akurat. Selain itu, sistem berbasis web juga menawarkan keunggulan dalam hal transparansi serta efisiensi waktu, khususnya dalam proses monitoring yang memerlukan pembaruan dan perubahan data secara berkala . Sistem informasi ini dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak secara iteratif yang melibatkan umpan balik pengguna di setiap tahapannya. Dengan metode ini, sistem dapat dirancang agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kondisi yang terjadi di lapangan . Sebagai solusi atas permasalahan yang ada, dikembangkan aplikasi SIAP MELAYANI (Sistem Aplikasi Manajemen Layanan Informas. untuk mempermudah pengelolaan data PKL, monitoring, dan Aplikasi ini mencakup fitur pendaftaran, absensi, unggah laporan akhir, serta kuis untuk menyeleksi peserta berdasarkan pemahaman mereka tentang tugas dan peran BBPOM. Admin dapat memantau kehadiran dan aktivitas peserta sebagai dasar penilaian akhir. Aplikasi ini diharapkan terus dikembangkan agar semakin optimal, aman, dan mudah digunakan. TINJAUAN PUSTAKA Sistem informasi monitoring berbasis web banyak administrasi dan pengawasan aktivitas Peserta. Penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi monitoring PKL berbasis web dapat memudahkan absensi, pencatatan kegiatan, serta pengelolaan data Peserta. Penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi monitoring PKL berbasis web dapat http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 memudahkan absensi, pencatatan kegiatan, serta pengelolaan data peserta secara terkomputerisasi, sehingga lebih efisien dibandingkan metode manual . Namun penelitian tersebut masih berfokus pada mengintegrasikan fitur evaluasi yang lebih lanjut. Metode RAD banyak digunakan dalam memungkinkan siklus pengembangan yang singkat serta melibatkan pengguna dalam setiap tahapannya. Penelitian terdahulu yang menggunakan metode RAD membuktikan bahwa sistem dapat diselesaikan lebih cepat, sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat langsung diuji melalui prototype . Hal ini menjadikan RAD relevan untuk digunakan pada penelitian ini karena sistem informasi monitoring PKL dibuat berdasarkan kebutuhan dari BBPOM Mataram. Pengujian pada sistem dilakukan dengan menggunakan System Usability Scale (SUS) dan User Acceptance Testing (UAT). Beberapa penelitian di Indonesia menggunakan SUS untuk mengevaluasi kegunaan dari suatu sistem informasi, contohnya evaluasi e-modul basis data dengan skor SUS yaitu 80,7 yang termasuk dalam kategori Good . Namun pengujian yang dilakukan hanya menekankan pada aspek kemudahan penggunaan. Sementara itu. UAT telah digunakan untuk memastikan sistem dapat diterima secara operasional, misalnya pada pengembangan sistem koreksi jawaban esai otomatis yang terbukti sesuai kebutuhan pengguna . Berdasarkan kedua hal tersebut, penelitian ini mengombinasikan penggunaan SUS dan UAT agar pengujian sistem informasi monitoring PKL dapat mengukur tingkat usability dan diterima oleh Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa proses monitoring PKL yang dilakukan secara manual menggunakan absensi kertas maupun pencatatan dengan Excel sering menimbulkan permasalahan. Sistem dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menghadirkan fitur absensi, pencatatan kegiatan, hingga perizinan, namun sebagian besar penelitian hanya berfokus pada satu atau dua aspek saja dan belum sepenuhnya terintegrasi . Pengembangan sistem informasi pada penelitian kali ini memiliki perbedaan yakni dengan mengintegrasi penuh mulai dari pengajuan, pengawasan aktivitas peserta setiap hari, hingga pemberian nilai akhir sehingga menghasilkan monitoring yang lebih efisien, transparan dan objektif. Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Sistem informasi monitoring PKL sudah banyak dibuat namun sebagian besar menekankan fitur absensi serta pelaporan sederhana dalam melakukan pengawasan, belum banyak yang mengintegrasikan pencatatan aktivitas secara detail. Implementasi logbook digital pada sistem informasi terbukti dapat membantu dokumentasi kegiatan peserta secara lebih sistematis dan memudahkan pengawas dalam melakukan evaluasi . Oleh karena itu, pencatatan kegiatan melalui logbook digital menjadi salah satu aspek penting yang dikembangkan dalam sistem informasi monitoring PKL agar pengawasan lebih transparan dan akurat, selain itu logbook digital peserta PKL dapat digunakan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan agar dapat ditingkatkan pada periode-periode berikutnya. Penilaian otomatis berdasarkan aspek tertentu masih jarang diterapkan pada sistem monitoring PKL, padahal pendekatan ini dapat meningkatkan akurasi serta mempercepat proses rekapitulasi nilai. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa integrasi penilaian otomatis dengan metode SAW berhasil meningkatkan objektivitas penilaian (UAT 83,9%) . Penelitian ini menyederhanakan konsep tersebut dengan penilaian otomatis berbasis presensi dan jumlah kegiatan, sehingga lebih praktis untuk diimplementasikan pada BBPOM Mataram. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah disebutkan sebelumnya, sistem informasi monitoring PKL berbasis web umumnya hanya berfokus pada fitur presensi dan pencatatan kegiatan sederhana, serta sebagian juga masih mengandalkan penilaian manual sehingga menimbulkan potensi subjektivitas. Penelitian ini ditujukan untuk menyempurnakan pendekatan tersebut dengan mengintegrasikan fitur pengajuan PKL, seleksi masuk melalui kuis, presensi online, pencatatan kegiatan online, serta penilaian otomatis berbasis kehadiran dan jumlah kegiatan yang dilakukan, dengan pendekatan ini, sistem diharapkan mampu memberikan monitoring yang lebih efisien, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan BBPOM Mataram. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan menggunakan RAD yang memiliki empat tahapan utama. Tahap Pertama adalah perencanaan kebutuhan Requirement Planning dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Tahap kedua adalah User Design dengan membuat prototype sistem berdasarkan hasil analisis lapangan. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 Tahap ketiga adalah Construction yaitu sistem mulai dikembangkan berdasarkan prototype yang telah Tahap terakhir yaitu Cutover atau implementasi, yaitu dilakukan uji coba dan pelatihan untuk menggunakan sistem yang telah dikembangkan . SIAP MELAYANI oleh BBPOM di Mataram dikembangkan menggunakan metode RAD berbasis RAD dipilih karena proses iterasinya yang cepat menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dalam durasi pengembangan yang singkat. Berikut merupakan tahapan penerapan RAD dalam penelitian Gambar 1. Flowchart Metode RAD Requirement Planning Langkah pengembangan sistem menggunakan metode RAD adalah mencari tahu kebutuhan pengguna. Cara yang dilakukan untuk mencari tahu kebutuhan pengguna dalam penelitian ini ialah melakukan wawancara dan Wawancara dilakukan kepada pengawas lapangan peserta PKL di BBPOM Mataram terkait kebutuhan sistem agar dapat mengatasi masalah yang Sedangkan observasi dilakukan dengan mengamati bagaimana pelaksanaan PKL sehari-hari agar mengetahui bentuk sistem yang akan dibuat. User Design Berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan, prototype dari segi user seperti pendaftaran peserta PKL dan absensi. Dari sisi admin prototype yang dibuat meliputi monitoring pendaftaran dan monitoring Adapun prototype yang dirancang berupa antarmuka pengguna serta alur kerja dalam sistem yang disajikan kepada user untuk mendapatkan umpan balik terkait tampilan, fitur, dan kesesuaian fungsi dengan kebutuhan. Data Flow Diagram (DFD) DFD Level 0 (Context Diagra. DFD level 0 atau bisa disebut sebagai Context Diagram, merupakan penggambaran alur data pada Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. sistem sebagai satu entitas tunggal yang berinteraksi dengan entitas luar. DFD level 0 pada sistem ini dapat dilihat pada gambar berikut Gambar 2. DFD Level 0 (Context Diagra. Pada gambar di atas, dapat dilihat bagaimana secara umum alur proses pada sistem informasi PKL, terdapat tiga entitas yang dapat menggunakan sistem ini yaitu. Peserta PKL. Pengawas Lapangan, dan Kepala BBPOM di Mataram. Gambar di atas juga memperlihatkan data apa saja yang dapat dikirim oleh masing-masing entitas. ISSN:2657-0327 melakukan registrasi dan sistem akan menyimpan data akun sebagai dasar akses untuk masuk ke sistem. Proses pengajuan PKL dan Proses kuis merupakan dua tahapan awal saat peserta ingin membuat pengajuan PKL, peserta akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan PKL, setelah itu peserta akan secara langsung diarahkan untuk mengerjakan kuis. Lalu data pengajuan PKL dan hasil kuis akan dikirimkan ke database yang nantinya akan diverifikasi oleh pengawas lapangan. Proses presensi harian dan Proses pencatatan kegiatan merupakan dua hal yang harus dilakukan secara rutin oleh peserta PKL yang dipantau oleh pengawas lapangan, kedua proses tersebut merupakan bahan penentuan nilai akhir yang nantinya akan dilakukan pada Proses Penilaian akhir berdasarkan skor Kehadiran dan Kegiatan. DFD Level 2 Pengajuan PKL Proses Pengajuan PKL yang sebelumnya diperlihatkan pada DFD level 1 akan dijabarkan secara lebih rinci pada DFD level 2. DFD Level 1 DFD Level 1 bertujuan untuk menjabarkan alur sistem yang ada pada DFD level 0 secara lebih rinci. Gambar 4. DFD Level 2 Proses Pengajuan PKL Pada Gambar 4 proses pengajuan PKL. Peserta PKL akan membuat pengajuan dengan mengisi formulir pendaftaran, setelah itu peserta PKL akan mengerjakan pretest sesuai dengan posisi yang di ajukan. lalu data formulir dan hasil pretest akan disimpan, setelah itu peserta PKL akan menunggu verifikasi oleh pengawas Setelah diverifikasi, peserta PKL akan menerima pemberitahuan terkait hasil verifikasi dari DFD Level 2 Penilaian Akhir Proses Penilaian Akhir Peserta PKL dijabarkan secara lebih rinci pada gambar dibawah ini Gambar 3. DFD Level 1 Gambar 3 memperlihatkan proses-proses yang terjadi di dalam sistem, terdapat lima proses yang masing masingnya melibatkan entitas yang berbedabeda. Pada proses kelola akun, peserta dapat http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Gambar 5. DFD Level 2 Proses Penilaian Akhir Pada gambar di atas dijabarkan proses penilaian akhir peserta PKL secara terperinci. Pengawas lapangan akan membuat Penilaian akhir Peserta PKL dengan mengambil data kehadiran dan data kegiatan yang sudah dilakukan oleh peserta, lalu datanya akan diolah dan disimpan ke tabel nilai_akhir. Peserta PKL. Pengawas Lapangan dan Kepala BBPOM dapat melihat nilai akhir yang diperoleh oleh peserta. Entity Relationship Diagram (ERD) Perancangan basis data pada pada level konsep adalah menggambarkan interaksi serta relasi antar entitas dalam sistem dengan menggunakan ERD. Adapun ERD-nya adalah sebagai berikut : Gambar 6. Entity Relationship Diagram Gambar 6 menampilkan Entity Relationship Diagram (ERD) dari sistem yang dibangun. Pada ERD tersebut terdapat entitas user, pengajuan_pkl, kuis, bank_soal, absensi, kegiatan, dan nilai_akhir. Construction Tahap Construction implementasi desain sistem yang sebelumnya telah disusun pada tahap User Design. Proses sistem yang sudah disetujui oleh pengguna kemudian akan disusun dalam bentuk source code sesuai dengan fungsi setiap Proses ini tidak langsung bersifat final, melainkan dilakukan secara iteratif berdasarkan masukan pengguna untuk menyempurnakan sistem. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 Pengembangan dilakukan dengan membangun fitur utama dan setiap fitur yang selesai dirancang akan diuji bersama pengguna untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan. Apabila pengguna memberikan masukan tambahan, fitur tersebut akan disesuaikan lagi agar sistem dapat lebih optimal. Dengan adanya iterasi ini. Construction phase tidak hanya menjadi tahapan pengkodean semata, tetapi terdapat pengujian dengan menggunakan Blackbox Testing dan System Usability Scale (SUS). Blackbox testing dipilih karena fokus utama pengujiannya adalah memeriksa kesesuaian sistem dengan fungsi yang dibutuhkan oleh pengguna tanpa memperhatikan source code yang dirancang . Sementara itu SUS dipilih karena merupakan metode evaluasi yang sederhana, cepat namun memiliki reliabilitas tinggi. SUS dapat memberikan skor kuantitatif yang kemudahan penggunaan dan kepuasan secara keseluruhan pada sistem berbasis web . Cutover Tahap Cutover merupakan fase akhir dalam metode Rapid Application Development (RAD) yang dilakukan setelah sistem melewati proses konstruksi dan iterasi. Pada tahap ini, sistem informasi PKL yang telah dikembangkan diimplementasikan dalam lingkungan nyata dengan menekankan aspek final testing, pelatihan pengguna, konversi data awal, serta pemeliharaan awal. Untuk menjamin mutu sistem, dilakukan Quality Assurance (QA) berupa verifikasi kesesuaian fungsionalitas dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap Requirement Planning, serta memastikan kemudahan penggunaan sesuai hasil usability testing. Selain itu. Quality Control (QC) juga diterapkan melalui serangkaian pengujian blackbox terhadap setiap fitur utama, sehingga dipastikan tidak terdapat masalah atau ketidaksesuaian sebelum sistem digunakan secara penuh. Dengan adanya QA/QC ini, tahap Cutover menghasilkan sistem informasi PKL yang tidak hanya siap dioperasikan, tetapi juga terjamin kualitas dan keandalannya . Selanjutnya, dilakukan pula User Acceptance testing (UAT) untuk memastikan sistem benar-benar dapat diterima oleh pengguna akhir sesuai kebutuhan operasional BBPOM Mataram HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan penelitian ini disusun berdasarkan tahapan tahapan pengembangan yang Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 ada pada metode RAD diantaranya. Requirement Planning. User Design. Construction dan Cutover. handphone, universitas, dan mengupload surat pengajuan PKL. Presensi Requirement Planning Hasil pengumpulan data yang dilakukan dengan diskusi bersama staf BBPOM dan peserta PKL menunjukkan bahwa sistem memerlukan fitur pendaftaran PKL, pencatatan presensi, pencatatan kegiatan dan perhitungan nilai akhir yang diperoleh Adapun penjelasan dari masing-masing fitur adalah sebagai berikut Pendaftaran PKL : Calon Peserta Mengisi data diri dan mengunggah surat pengantar dari Institusi. Absensi : Peserta Mencatat Kehadiran harian secara individu melalui Sistem Pencatatan Kegiatan : Setiap aktivitas yang dikerjakan oleh peserta dilaporkan dengan mengirimkan tanggal dan deskripsi kegiatan. Penilaian Akhir : Sistem Menghitung nilai akhir yang didapatkan berdasarkan kehadiran dan jumlah kegiatan yang dilaporkan. Selain itu, ditentukan pula kebutuhan nonfungsional seperti keamanan data, kemudahan akses, serta kompatibilitas di berbagai perangkat. Perencanaan kebutuhan ini menjadi dasar pada tahapan selanjutnya yaitu tahapan User Design. User Design Tahapan User Design ini disusun berdasarkan fiturfitur yang telah diidentifikasi pada tahap Requirement Planning. Mockup dari sistem informasi yang dibuat akan ditampilkan pada tahapan User Design dan nantinya akan disesuaikan dengan masukan yang diberikan oleh Pegawai dan Peserta PKL sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Adapun Mockup dari beberapa fitur adalah sebagai berikut: Gambar 8. Mockup Presensi Peserta PKL Mockup pada gambar 8 merupakan halaman yang menampilkan Presensi individu yang dilakukan selama masa PKL. Pada mockup yang disusun, peserta melakukan dua kali presensi saat masuk dan saat Tabel presensi menampilkan tanggal presensi, status kehadiran, dan kesimpulan. Pencatatan Kegiatan Pengajuan PKL Gambar 9. Mockup Kegiatan Gambar 9 merupakan Mockup halaman yang menampilkan kegiatan yang dilakukan peserta PKL. Peserta PKL dapat menambah kegiatan dengan mengirim data tanggal kegiatan, deskripsi singkat, dan dokumentasi kegiatan . ink Gdriv. melalui form yang dibuka dengan menekan tombol AuInput KegiatanAy. Penilaian Akhir Gambar 7. Mockup Pengajuan PKL Gambar 7 merupakan Mockup formulir tempat calon peserta membuat pengajuan PKL dengan mengirim data diri seperti nama, email, nomor http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Gambar 10. Mockup Kegiatan Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Gambar 10 merupakan Mockup dari halaman yang menampilkan nilai akhir Peserta PKL berdasarkan jumlah kehadiran dan kegiatan selama proses PKL dengan persentase kehadiran 40% dan kegiatan 60%. Pada tahapan ini juga diberikan masukan yang menjadi iterasi pada bagian User Design yaitu, menambahkan kolom periode dan ruangan yang diinginkan pada halaman pengajuan PKL. Selain itu, pengawas lapangan juga meminta sebuah fitur baru yaitu fitur kuis sebagai langkah untuk menguji pemahaman calon peserta PKL. Construction Pada tahapan Construction. Mockup yang telah disetujui oleh pengguna diimplementasikan dalam bentuk source code sesuai dengan fungsi setiap fitur. Implementasi ini tidak bersifat final, melainkan melalui proses iterasi berdasarkan masukan tambahan guna menyempurnakan fungsionalitas pada setiap fitur. Adapun fitur yang mendapatkan iterasi adalah sebagai berikut: Presensi : menambah bagian untuk unggah foto bukti kehadiran saat melakukan presensi. Pencatatan Kegiatan : menambahkan bagian untuk unggah foto dokumentasi berupa link Google Drive. Penilaian Akhir : menambahkan alur pasca penilaian seperti mengunggah laporan PKL dan mengunduh sertifikat. Setelah proses iterasi selesai, sistem diuji dengan menggunakan metode blackbox untuk memastikan seluruh fitur berjalan dengan sesuai. Adapun hasil pengujian blackbox sebagai berikut: Kuis Waktu kuis Presensi Upload foto format valid . kuran foto <5m. Upload foto batas ukuran Presensi Pengajuan PKL Pengajuan PKL Kuis Skenario Peserta mengisi form Peserta mengisi form tidak lengkap Ekstensi file tidak sesuai Menjawab semua soal lalu submit Peserta Kegiatan Peserta deskripsi/URL Periode belum selesai Nilai akhir Nilai Akhir TABEL I. HASIL PENGUJIAN BLACKBOX Fitur Pengajuan PKL Kegiatan Output Data Hasil Sesuai Sistem dan pesan Sistem dan pesan Sistem n nilai Sesuai Sesuai Sesuai http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Admin ISSN:2657-0327 Sistem auto-submit Upload Ditolak. Auukuran batasAy Data dan tampil Sistem dan pesan Sesuai Tombol nilai akhir Sistem nilai sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Setelah proses pengujian blackbox dilakukan pada TABEL I, evaluasi dilanjutkan dengan mengukur tingkat System Usability Scale (SUS) dengan memberikan kuisioner yang berisi 10 pertanyaan tentang sistem yang dinilai berdasarkan skala 1-5 dimana 1 = sangat tidak setuju, dan 5 = sangat setuju. Dikarenakan keterbatasan dalam jumlah peserta yang sedang melaksanakan PKL di BBPOM Mataram, kuisioner ini hanya diberikan kepada 12 responden diantaranya ada 10 orang peserta PKL dan 2 orang Pengawas Lapangan. TABEL II. PERTANYAAN KUISIONER Pertanyaan Peserta PKL Pengawas Lapangan Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Saya merasa sistem ini mudah digunakan untuk kegiatan PKL. Saya dapat memahami alur sistem dengan Fitur Pendaftaran PKL mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan saya Fitur presensi memudahkan saya dalam mencatat Fitur pencatatan kegiatan sangat membantu dalam an aktivitas PKL. Navigasi dalam sistem ini jelas dan memudahkan saya menemukan menu yang diperlukan. Fitur penilaian akhir memberikan informasi yang jelas dan mudah Tampilan antarmuka sistem ini terlihat sederhana dan mudah dipahami. Waktu yang diperlukan untuk tugas dalam sistem ini tergolong cepat dan efisien. Secara keseluruhan, saya puas dengan Saya merasa sistem ini mudah digunakan untuk melakukan pengawasan peserta PKL. Saya dapat memahami alur penggunaan sistem dengan cepat. Fitur persetujuan dan pengecekan pendaftar PKL membantu saya memantau peserta Fitur Presensi memudahkan saya dalam memantau kehadiran Peserta PKL Fitur pencatatan mempermudah saya dalam memantau aktivitas peserta PKL. Navigasi dalam sistem ini jelas dan memudahkan saya menemukan menu yang diperlukan. Fitur penilaian akhir membantu saya dalam memberikan penilaian secara lebih objektif Tampilan antarmuka sistem ini sederhana dan mudah dipahami Sistem ini mempercepat proses pengawasan PKL dibandingkan cara Secara Keseluruhan. Saya puas dengan http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 sistem informasi PKL ini. menggunakan sistem informasi PKL ini TABEL i. HASIL PENGUJIAN SUS Responden Role Skor Sus Pengawas Lap. Pengawas Lap. Peserta PKL Peserta PKL Peserta PKL Peserta PKL Peserta PKL Peserta PKL Peserta PKL R10 Peserta PKL R11 Peserta PKL R12 Peserta PKL Rata Ae Rata 79,16 TABEL II Merupakan tabel yang menampilkan pertanyaan pada kuisioner yang dibagikan kepada responden dengan hasil yang didapatkan menunjukkan skor rata-rata yang diperoleh adalah 79,16 dan skor masing-masing responden ditampilkan pada TABEL i. Skor tersebut berada di atas ambang batas standar usability yaitu 70, sehingga dapat dikategorikan dalam tingkat Good. Hal ini berarti sistem dianggap mudah digunakan, konsisten dan dapat dipahami oleh Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun melalui metode RAD tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional melalui pengujian blackbox, tetapi memenuhi aspek usability yang dibutuhkan melalui pengukuran usability. Cutover Tahap Cutover merupakan proses akhir dalam metode RAD yang berfokus pada penerapan sistem ke lingkungan nyata. Pada tahap ini, sistem yang telah dikembangkan diuji kembali dan diimplementasikan secara langsung sehingga dapat digunakan sesuai tujuan awal pengembangan. Mockup antarmuka dan proses iterasi yang dilakukan pada tahap User Design serta konstruksi telah menghasilkan sistem yang lebih optimal. Pada tahap ini, implementasi sistem dilakukan berdasarkan masukan pengguna pada pengujian sebelumnya, sehingga fitur yang diperbaiki dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Adapun hasil iterasi yang kemudian diwujudkan pada tahap Cutover ini antara lain: 1 Pengajuan PKL Pada halaman ini calon peserta PKL harus mengisi form dengan data diri. Masukan yang diberikan oleh pengawas lapangan. Pada tahapan User Design, fitur pendaftaran mengalami iterasi berupa penambahan kolom periode dan pemilihan ruangan yang diajukan. Pada tahap Cutover, hasil iterasi tersebut telah diimplementasikan sehingga peserta dapat mengajukan pendaftaran dengan data yang lebih lengkap dan akurat. Hasil penerapannya dapat dilihat pada Gambar 11. ISSN:2657-0327 3 Halaman Presensi Pada rancangan awal presensi hanya dilakukan dengan memilih hadir atau izin. Berdasarkan masukan dari pengawas lapangan, diperlukan validasi tambahan bukti kehadiran berupa foto yang diunggah oleh Pada tahapan Cutover, sistem telah dilengkapi dengan fasilitas unggah foto bukti kehadiran, hasil penerapannya dapat dilihat pada Gambar 13. Gambar 13. Halaman Presensi Peserta Gambar 11. Halaman Pengajuan PKL 2 Kuis Fitur kuis merupakan usulan tambahan dari pengawas lapangan yang diberikan pada tahapan User Design. Tujuan dari kuis adalah untuk menilai pemahaman calon peserta terhadap BBPOM Mataram dan ruangan yang diajukan. Pada tahapan Cutover, kuis telah terintegrasi dengan fitur pengajuan PKL, sehingga setelah calon peserta mengisi formulir pengajuan, halaman secara otomatis beralih ke halaman kuis. Setelah kuis dikerjakan, nilai ditampilkan secara langsung pada sistem dan akan menjadi bahan pertimbangan tambahan apakah peserta akan diterima atau ditolak, hasil penerapannya dapat dilihat pada Gambar 12. 4 Pencatatan Kegiatan Fitur pencatatan kegiatan awalnya hanya menyediakan input tanggal kegiatan dan kolom deskripsi singkat kegiatan. Setelah dilakukan iterasi, sistem disesuaikan dengan menambahkan bagian untuk mengirim bukti kegiatan berupa URL Google Drive. Penambahan ini memberikan kelengkapan data kegiatan sehingga pengawas lapangan dapat lebih mudah memverifikasi aktivitas yang dilakukan peserta PKL, hasil penerapannya dapat dilihat pada Gambar 14. Gambar 14. Halaman Pencatatan Kegiatan Peserta 5 Nilai Akhir Nilai akhir diperoleh peserta berdasarkan jumlah kehadiran dan kegiatan yang dilakukan oleh peserta selama periode PKL. Nilai akhir ditampilkan pada dashboard peserta PKL, hasil penerapannya dapat dilihat pada Gambar 15. Gambar 12. Halaman Kuis http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 baik oleh pengguna karena seluruh fitur dapat berfungsi sesuai kebutuhan. Masukan yang diberikan pertimbangan dalam pengembangan sistem lebih lanjut agar tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional saat ini, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan BBPOM Mataram di masa mendatang. KESIMPULAN DAN SARAN Gambar 15. Halaman Nilai Akhir Peserta Sebagai tahapan akhir dari Cutover, sistem yang telah diimplementasikan juga melewati proses Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) menggunakan User Acceptance Testing (UAT). UAT dilakukan untuk benar-benar kebutuhan pengguna akhir dalam kondisi nyata. Pada tahap ini, pengguna mencoba langsung setiap fitur Adapun hasil UAT yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini: TABEL IV. HASIL PENGUJIAN UAT Fitur Pengajuan PKL Presensi Pencatatan Kegiatan Kuis Penilaian Akhir Pengujian Pengguna melakukan pendaftaran dengan mengisi form secara Pengguna Mengisi absensi harian dengan bukti foto Pengguna mencatat kegiatan yang telah dilaksanakan ke dalam Sistem menampilkan soal kuis setelah melakukan pendaftaran Sistem menampilkan nilai akhir Hasil Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Berdasarkan hasil UAT pada TABEL IV, seluruh fitur utama dinyatakan diterima oleh pengguna karena dapat memenuhi kebutuhan saat ini. Peserta juga memberikan masukan seperti pada fitur pengajuan PKL dan fitur kuis yakni, pada fitur pengajuan PKL diharapkan kedepannya terdapat notifikasi berupa email atau whatsapp untuk memberikan konfirmasi apakah pengajuannya diterima atau ditolak. Pada fitur kuis, peserta berharap dapat me-review soal dan jawaban dari kuis yang dikerjakan. Dengan demikian, pelaksanaan UAT menegaskan bahwa sistem SIAP MELAYANI telah diterima dengan http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem informasi praktik kerja lapangan (PKL) berbasis web Rapid Application Development (RAD). Metode ini sesuai dengan sistem yang dibangun karena pada setiap tahapannya, masukan yang diberikan oleh pengguna dijadikan bahan iterasi, sehingga fitur yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di BBPOM Mataram seperti contohnya pembuatan fitur baru yaitu kuis dan hal-hal seperti penambahan kolom periode serta pemilihan ruangan pada pengajuan PKL, penambahan unggah bukti foto pada presensi, serta pengembangan fitur penilaian akhir yang memungkinkan peserta mengunggah laporan Sistem dikembangkan mencakup pendaftaran peserta, presensi, pencatatan kegiatan, kuis, dan penilaian akhir yang terintegrasi, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual dan dirasa tidak efisien. Sistem yang dibangun telah diuji dan menghasilkan skor SUS yaitu 79,16 yang termasuk dalam kategori good dan dapat diterima oleh Skor tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah memenuhi aspek usability dengan baik, meskipun masih terbuka untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut. QA dan QC yang dilakukan memastikan bahwa sistem tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga memiliki konsistensi dan kualitas yang Dengan demikian, aplikasi SIAP MELAYANI dapat disimpulkan berhasil meningkatkan efisiensi, akurat, serta transparan dalam pengelolaan kegiatan PKL di BBPOM Mataram. Penulis juga memberikan saran agar pengembangan lanjut dapat difokuskan pada peningkatan keamanan data melalui mekanisme enkripsi dan autentikasi berlapis, penambahan fitur notifikasi otomatis untuk peserta maupun pengawas, serta perluasan cakupan implementasi sistem pada instansi atau lembaga lain agar Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. manfaatnya semakin luas. Selain itu, dilakukan pengujian dengan jumlah pengguna yang lebih besar sehingga diperoleh masukan yang lebih beragam untuk penyempurnaan sistem di masa mendatang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram yang telah memberikan dukungan, izin, serta fasilitas dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada dosen pembimbing dan rekan-rekan yang telah memberikan arahan, masukan, serta motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA