https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MORAL DI ERA DIGITAL Roni Sahindra Universitas Islam Riau ronisahindra@law. Irna Br Napitupulu Pondok Pesantren Syahbuddin Mustafa Nauli irnanapitupulu262@gmail. Dinda Nabilah SMA S Nurul Ilmi Padangsidimpuan nabilad374@gmail. Nurul Hifji Harahap SMA N 1 Halongonan nurulhifjiharahap@gmail. St. Rahmah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Strahmah12268@gmail. Article History: Received : 29 Nopember 2025 Accepted : 15 Januari 2026 Published: 2 Februari 2026 Keywords: Character Education. Moral Challage. Solutions. Abstract. The digital era presents increasingly complex moral challenges for students, driven by unfiltered information exposure, the rise of instant gratification culture, and the weakening of traditional social control. Character education serves as a strategic approach to equip young generations with strong moral foundations in navigating these digital dynamics. This study aims to analyze the role of character education in strengthening studentsAo moral resilience and to identify potential obstacles encountered during its implementation in educational A literature review method is employed to examine various academic sources on character development within the digital context. The findings indicate that character education effectively enhances studentsAo critical thinking, integrity, responsibility, and discipline when interacting with digital However, its implementation faces several challenges, including insufficient role modelling, limited collaboration between schools and parents, and inadequate technological competence among educators. Therefore, a comprehensive strategy is required, involving the integration of moral values into digital-based learning, improvement of teachersAo digital literacy, and reinforcement of partnerships among schools, families, and In conclusion, character education is expected to serve as an effective solution for shaping morally grounded individuals capable of facing ethical challenges of the digital age. Abstrak. Era digital menghadirkan tantangan moral yang semakin kompleks bagi peserta didik, terutama terkait maraknya informasi tanpa filter, meningkatnya budaya instan, serta melemahnya kontrol sosial dalam kehidupan sehari-hari. 1 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Peran Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digita. Roni Sahindra. Irna Br Napitupulu. Dinda Nabila. Nurul Hifji Harahap Pendidikan karakter menjadi pendekatan strategis untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam memperkuat ketahanan moral siswa serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam proses implementasinya di lingkungan pendidikan. Metode studi literatur digunakan untuk menelaah berbagai sumber akademik terkait penguatan karakter pada era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, integritas, tanggung jawab, dan disiplin siswa dalam menyikapi konten digital. Namun, penerapan pendidikan karakter menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya keteladanan, minimnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi oleh pendidik. Oleh mengintegrasikan nilai moral ke dalam pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia di tengah tantangan moral era digital. PENDAHULUAN Pada memperlihatkan berbagai perbincangan mengenai pendidikan karakter. Hal ini terjadi karena perkembangan teknologi yang semakin maju tidak hanya mempengaruhi cara belajar peserta didik, tetapi juga memengaruhi perilaku dan kebiasaan mereka sehari-hari. Pendidikan merupakan wadah untuk mengembangkan potensi manusia dengan membentuk kecerdasan sesuai amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 serta berusaha untuk menyelenggaran sistem pendidikan nasional yang mampu mengubah kualitas masyakarat Indonesia untuk dapat memiliki moral dan sikap dalam memajukan mutu pendidikan (Hasan et al. , 2. Pendidikan sendiri merupakan suatu proses perubahan tingkah laku, penambahan ilmu pengetahuan, serta proses pengalaman hidup yang membantu peserta didik untuk mampu menjadi pribadi dewasa dalam pemikiran dan sikap. Dalam pendidikan, hal utama yang dilakukan yaitu membentuk serta membangun tingkah laku yang baik bagi peserta didik guna kehidupan mereka di masa yang akan datang. Proses ini tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan, bimbingan, dan . Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. lingkungan sekolah yang mendukung pembentukan karakter sehingga siswa mampu berkembang secara menyeluruh (Hawa et al. , 2. Pendidikan karakter di era digital memiliki tantangan yang unik dan kompleks. Digitalisasi telah merambah semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, adanya adaptasi pengembangan karakter (Muslimah & Syafitri, 2. Melihat maraknya anak-anak yang susah lepas dari teknologi serta penggunaan gawai tanpa bimbingan orang tua, membuat mereka menjadi malas melakukan kegiatan fisik, kurang berinteraksi dengan masyarakat, dan lambat dalam mengembangkan kemampuan sosial. Banyak anak yang lebih fokus pada dunia digital dibandingkan dengan aktivitas belajar, berkomunikasi secara langsung, maupun membantu pekerjaan di rumah. Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam pendidikan formal perlu adanya penguatan pendidikan karakter yang lebih serius. Sekolah mulai menerapkan pendidikan karakter di era digital secara informal berupakesepakatan pembatasan akses internet bagi siswa dan menetapkan standarperilaku virtual untuk siswa (Triyanto, 2. Sekolah harus mampu membimbing peserta didik untuk menggunakan teknologi secara bijak, mengatur waktu dengan baik, serta menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan etika dalam berteknologi. Selain itu, guru juga harus memberikan contoh nyata, karena keteladanan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, penelitian yang kami lakukan dengan metode studi literatur ini bertujuan untuk memahami dan mengenal lebih dalam mengenai peran pendidikan karakter di zaman teknologi yang canggih ini. Melalui penelitian ini, kami berharap dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu dunia pendidikan dalam merancang strategi yang ideal untuk membentuk peserta didik yang berakhlak baik dan berkualitas. Dengan adanya 3 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Peran Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digita. Roni Sahindra. Irna Br Napitupulu. Dinda Nabila. Nurul Hifji Harahap pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan karakter, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga perilaku, menggunakan teknologi secara bijak, dan mengembangkan moralitas yang kuat meskipun hidup dalam lingkungan digital yang terus berubah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara mendalam bagaimana pendidikan karakter berperan dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Desain ini dipilih karena sesuai untuk mengkaji fenomena sosial yang bersifat kompleks, tidak dapat diukur secara angka, serta membutuhkan penjelasan kontekstual mengenai sikap, perilaku, dan nilai moral peserta didik dalam lingkungan Pendekatan kualitatif memberikan keleluasaan bagi peneliti untuk menafsirkan makna, memahami proses pendidikan karakter, serta mengetahui bagaimana strategi yang diterapkan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moral pada peserta didik. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru pada satuan pendidikan menengah yang menerapkan program pendidikan karakter berbasis digital. Dari populasi tersebut, peneliti menetapkan sampel secara purposive, yaitu ditentukan berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pendidikan karakter dan kemampuan memberikan informasi Sampel terdiri dari beberapa guru pendidikan agama, guru BK, wali kelas, dan sejumlah siswa yang aktif berinteraksi dengan teknologi digital sebagai bagian dari proses belajar. Pemilihan sampel ini bertujuan memastikan data yang diperoleh benar-benar merepresentasikan realitas penerapan pendidikan karakter di sekolah. Teknik dokumentasi, dan kajian terhadap data sekunder yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, laporan kegiatan sekolah, serta pedoman pendidikan karakter dari Kemendikbud. Penggunaan literatur dilakukan karena penelitian tidak melakukan observasi dan wawancara langsung, sehingga sumber pustaka . Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. menjadi rujukan utama dalam menggambarkan implementasi pendidikan karakter dan tantangan moral yang muncul akibat penggunaan teknologi Instrumen pengumpulan data berupa lembar pencatatan data literatur yang berfungsi mengklasifikasi isi buku atau artikel sesuai tema penelitian. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi . ontent analysi. yang dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi, penafsiran, dan penyimpulan. Analisis isi memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola pemikiran, nilai-nilai moral, serta strategi pendidikan karakter yang dibahas dalam berbagai literatur. Pengujian keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai sumber pustaka untuk memastikan konsistensi informasi. Karena penelitian berupa studi literatur, validitas dan reliabilitas instrumen tidak dijabarkan secara teknis, namun hasil analisis disajikan secara runtut dan logis berdasarkan kesesuaian isi Model penelitian yang digunakan merujuk pada kerangka berpikir bahwa pendidikan karakter . ariabel X) memiliki peran dalam membentuk ketahanan moral siswa terhadap pengaruh negatif era digital . ariabel Y). Variabel X mencakup nilai-nilai utama seperti religius, tanggung jawab, disiplin, dan integritas, sedangkan variabel Y mencakup kemampuan memilah informasi, menghindari perilaku negatif digital, serta melakukan kontrol diri. Hubungan antarvariabel dijelaskan secara naratif dan tidak menggunakan perhitungan statistik karena sifat penelitian yang kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Pendidikan Karakter dalam Menghadapi Tantangan Moral di Era Digital Dalam ranah pendidikan, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk pribadi yang berakhlak baik. Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, serta perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter menjadi dasar bagi 5 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Peran Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digita. Roni Sahindra. Irna Br Napitupulu. Dinda Nabila. Nurul Hifji Harahap seseorang untuk bertindak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Pada era modern yang dipenuhi berbagai tantangan dan perubahan yang cepat, urgensi pendidikan karakter semakin meningkat. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa beragam pengaruh yang dapat memengaruhi moral serta etika individu. Karena itu, pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usia dini agar setiap orang memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai kondisi serta mampu membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. (Arifin. Proses pendidikan karakter Islami pada remaja dilaksanakan melalui pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek kehidupan Pendekatan ini melibatkan pendidikan formal di sekolah, pendidikan informal di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta pengalaman pribadi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. lingkungan sekolah, nilai-nilai karakter Islami dapat ditanamkan melalui kurikulum yang mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti akhlak, pendidikan agama, dan pendidikan moral (Afifah, 2. Konsep karakter dalam Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam pembentukan akhlak. Dalam kajian Islam, terdapat dua paradigma utama mengenai akhlak. Paradigma pertama memaknai akhlak secara sempit, yaitu anggapan bahwa peserta didik membutuhkan kualitas tertentu yang harus diberikan kepada mereka melalui proses pendidikan. Paradigma kedua bersifat lebih luas, yaitu pandangan pedagogi kepribadian yang pengembangan karakter dan kepribadian peserta didik (Inayatullah. Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang tanpa batas, pembentukan karakter menjadi semakin krusial untuk meneguhkan identitas, kekuatan, dan persatuan bangsa, sekaligus membentuk nilai- . Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. nilai kemanusiaan yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional (Dalimunthe et al. , 2. Pendidikan karakter bertujuan membentuk peserta didik sebagai pewaris bangsa dengan nilai-nilai akhlak dan moral yang positif. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang adil, aman, dan makmur, sesuai dengan tujuan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional diarahkan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter, dan meningkatkan peradaban bangsa agar kehidupan masyarakat semakin cerdas. Tujuan utamanya adalah melahirkan individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara demokratis dan bertanggung jawab (Annur et al. , 2. Tantangan Moral di Era Digital Perkembangan teknologi dan informasi telah merubah pandangan pendidikan secara signifikan, terutama di era digital saat ini. Banyaknya keuntungan yang ditawarkan pada perkembangan teknologi sangat membantu proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Teknologi juga membantu memudahkan segala aktivitas seperti pencarian informasi dan penyampaian informasi (Purba et al. , 2. Di era digital yang berkembang pesat, pendidikan Islam di abad 21 menghadapi tantangan besar dan peluang menarik. Teknologi digital telah sepenuhnya mengubah lingkungan pendidikan, mengubah cara kita belajar, mengakses informasi, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita (Ngongo, 2. Namun, di sisi lain, era ini juga menimbulkan tantangan, terutama dalam aspek moral dan karakter generasi muda. Generasi saat ini, yang sering disebut sebagai generasi digital, tidak hanya menghadapi banjir informasi tetapi juga terpapar pada berbagai pengaruh negatif seperti berita palsu, penyalahgunaan media sosial, serta lunturnya nilai-nilai keagamaan dan moral (Inayatullah, 2. 7 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Peran Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digita. Roni Sahindra. Irna Br Napitupulu. Dinda Nabila. Nurul Hifji Harahap Dampak yang signifikan yang terjadi sekarang adalah lunturnya nilai-nilai kekeluargaan dan semangat gotong royong, rendahnya kepedulian terhadap kehidupan sosial. Keadaan tersebut juga terlihat dari perilaku peserta didik yang lebih memilih menghabiskan waktu di dunia maya dari pada berinteraksi lansung, kecanduan game online, sementara fenomena perundungan masih sering terjadi, berita palsu dan konten tidak pantas semakin membahayakan integritas moral anak-anak (Devonasista & Iswahyudi, 2. Adanya media sosial yang memiliki cakupan yang luas membuat kita dapat berkomunikasi dengan leluasa dan dengan siapa pun. Namun dalam berkomunikasi tentu ada etika di dalamnya, dan seharusnya kita memiliki etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun secara media sosial (Rahman et al. , 2. Kecanduan teknologi juga menjadi persoalan serius, karena terlalu banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya dapat mengganggu proses internalisasi nilai-nilai moral. Tantangan lainnya adalah krisis keteladanan di media, di mana figur publik di media sosial sering kali tidak menunjukkan perilaku yang layak dijadikan contoh. Di sisi lain, minimnya pengawasan digital juga memperparah keadaan, karena orang tua dan guru kerap kesulitan memantau aktivitas daring peserta didik secara efektif (Nurhabibah et , 2. Solusi Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digital Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan seseorang, karena dengan pendidikan dapat tercipta generasi yang cerdas dan berkarakter yang dapat mendorong pembangunan Proses pendidikan berlangsung sepanjang hidup seseorang, dari lahir hingga meninggal (Maryam, 2. Pendidikan karakter di era digital harus fokus pada penanaman nilai-nilai moral yang kuat, pemahaman tentang etika digital, dan pengembangan keterampilan sosial yang diperlukan untuk menghadapi lingkungan digital yang terus . Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Diperlukan menggabungkan pendidikan karakter dengan literasi digital agar generasi mendatang tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dalam menghadapi tantangan moral di dunia digital (Fahman, 2. Solusi untuk mengatasi tantangan ini melibatkan peran aktif dari pendidik, orang tua, dan masyarakat secara keseluruhan. Pendidik perlu terus mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan realitas digital, serta memberikan pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai karakter yang diinginkan. Orang tua perlu terlibat secara aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menggunakan teknologi, serta memberikan teladan positif dalam kehidupan sehari-hari (Sagala et al. , 2. Kedua orangtua adalah pendidik bagi anak-anaknya, karena secara fitrah mereka diberikan karunia Allah SWT berupa rasa sayang terhadap anak-anaknya, sehingga keduanya merasa memiliki rasa Orang merupakan daerah pendidikan pertama dalam kehidupan anak dalam pendidikan karakter anak, dan kedua orangtua berperan sebagai pendidik (Nova Artha Nikma. Erawadi, 2. Guru/pendidik memiliki peran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter yang efektif kepada siswa. Empat strategi yang dapat dilakukan pada pelaksanaan pendidikan karakter yaitu . , . , . , serta pembiasaan . (Rosita & Muhtar, 2. Di sekolah, teladan untuk siswa dalam menanamkan nilai kepribadian kepada guru. Guru berkarakter akan mampu memberikan sikap dan perilaku yang konsisten dengan norma serta nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat mengenalinya. Karena pada 9 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Peran Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Tantangan Moral Di Era Digita. Roni Sahindra. Irna Br Napitupulu. Dinda Nabila. Nurul Hifji Harahap akhirnya, anak-anak adalah peniru. Siswa akan dengan mudah mengembangkan karakter mereka dengan meniru dan mengamati perilaku guru (Siskawati Noi, 2. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa kesadaran sosial bukanlah hasil langsung dari pemahaman teoritis semata. Siswa perlu diberi kesempatan untuk menerapkan nilainilai yang mereka pelajari dalam situasi nyata, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi penting dalam memfasilitasi transfer pembelajaran dari teori menjadi praktek yang berarti dalam kehidupan sehari-hari (Sahriani Febri Harahap. Muhammad Rizaq, 2. Dengan memperhatikan aspek-aspek pengetahuan teknologi, keterampilan digital, perilaku online yang bertanggung jawab, dan kesadaran etika, literasi digital dapat membantu peserta didik nilai-nilai penggunaan teknologi digital. Upaya kolaboratif antara berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi tantangan dan memastikan integrasi yang efektif dari literasi digital dalam pendidikan karakter (Farid, 2. KESIMPULAN Pendidikan karakter di era digital menjadi kebutuhan yang sangat penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi perilaku, moral, dan interaksi sosial peserta didik. Tantangan seperti kecanduan gawai, menurunnya interaksi sosial, lunturnya nilai moral, serta penyebaran informasi negatif menunjukkan bahwa pendidikan karakter harus diperkuat secara sistematis. Pendidikan Agama Islam berperan strategis dalam membangun fondasi akhlak peserta didik melalui integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran, keteladanan guru, serta lingkungan sekolah yang Pendidikan karakter perlu dilaksanakan secara holistik melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan bijak menggunakan teknologi. Literasi digital juga harus menjadi bagian penting . Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. agar peserta didik mampu memilah informasi, beretika dalam dunia maya, serta menghindari pengaruh negatif digital. Dengan penerapan strategi pembelajaran, penguatan, pembiasaan, dan keteladanan, pendidikan karakter di era digital diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai tujuan pendidikan nasional. REFERENSI