ESTETIKA DAN KRITIK SOSIAL DALAM KARYA LIPUTAN AuHEGEMONI INDUSTRI KOPIAy DI CHANNEL YOUTUBE SUAR NUSANTARA Cory Amelia Lorenza amelialorenzacory@gmail. Program Studi Televisi dan Film. Fakultas Budaya dan Media Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ARTIKEL Diterima: 5 September 2021 Direvisi: 11 Oktober 2021 Disetujui: 10 November 2021 ABSTRACT The rise of coffee shops in the city of Bandung has made the coffee industry sector grow This industry generates a lot of profits from upstream AufarmersAy to downstream AuentrepreneursAy of coffee shops. However, at the same time, this industry creates quite a big problem, especially in the presentation media and the waste generated from the industry. Suar Nusantara managed to package it in a work of coverage that combines elements of art in it. This study uses a qualitative method with semiotic analysis of Roland Barthes. From the results of the research, it is known that the work covering the "Hegemony of the Coffee Industry" denotatively describes the culture of drinking coffee which has become a lifestyle. In addition to the denotative meaning of coffee culture, connotative meanings were also found in the use of performance art elements as a form of criticism of the consumption of waste from the coffee industry which is described as accumulating and adding new traces of waste accumulation from the emergence of various coffee shops and lifestyles in the era of modernization. There are also tactics in delivering the message, namely by packaging it in a pop way to attract the attention of the millennial audience. Keywords: Coffee Industry. Garbage. Coverage Works. Semiotics. ABSTRAK Maraknya kedai kopi di kota Bandung menjadikan sektor industri kopi berkembang Industri ini menghasilkan banyak keuntungan dari hulu AupetaniAy hingga hilir AupengusahaAy kedai kopi. Namun dengan waktu yang bersamaan industri ini menimbulkan permasalahan yang cukup besar terutama dalam media penyajian dan sampah yang LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 dihasilkan dari industri tersebut. Suar Nusantara berhasil mengemasnya dalam sebuah karya liputan yang menggabungkan unsur kesenian di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Dari hasil penelitian diketahui bahwa karya liputan AuHegemoni Industri KopiAy ini secara denotatif menggambarkan budaya minum kopi yang sudah menjadi gaya hidup. Selain makna denotasi mengenai budaya ngopi, ditemukan pula makna konotasi dalam penggunaan unsur performance art sebagai bentuk kritik terhadap konsumsi sampah dari industri kopi yang di gambarkan terakumulasi dan menambah jejak baru terkait penumpukan sampah dari munculnya berbagai kedai kopi dan gaya hidup di era modernisasi. Ditemukan pula taktik dalam penyampaian pesannya yaitu dengan mengemasnya secara pop untuk menarik perhatian penonton kalangan milenial. Kata Kunci: Industri Kopi. Sampah. Karya Liputan. Semiotika. PENDAHULUAN ningkat namun dengan menggunakan me- Istilah AuNgopiAy identik dengan bu- dia penyajian plastik. daya nongkrong dan anak muda untuk Karena sekadar bersantai dan saling bertukar untuk menjaga kehigienisan maka plastik Disisi lain hal tersebut sebanding adalah solusinya. dengan konsumsi sampah plastik yang Menurut data dari ICO (Interna- Jika sebelumnya kopi hanya di- tional Coffee Organitatio. jumlah konsumsi sajikan dan diminum langsung mengguna- kopi di Indonesia terus naik tiap tahunnya, kan gelas, untuk alasan kepraktisan mulai yaitu mencapai 3,4 persen pertahunnya. beralih menggunakan kemasan plastik. Berdasarkan pada data tahun 2018 sampai Hal tersebut menjadi bom waktu dan 2019. Indonesia menjadi produsen kopi masalah baru yang turut menyumbang terbesar ke-4 di dunia. Dengan capaian sampah di kota-kota besar. produksi sekitar 565 ton dan 70% di Perkembangan sektor industri kopi dominasi oleh kopi robusta. tidak lepas dari tren kedai-kedai kopi keki- Sampah dari industri kopi menjadi nian seperti Kulo. Janji Jiwa. Kopi Kena- salah satu penyumbang yang cukup parah ngan. Kopi Soe, dll. Kehadirannya pun karena penikmatnya di seluruh dunia turut berafiliasi dengan pusat-pusat bisnis menggunakan kemasan plastik yang sulit dan perbelanjaan serta aplikasi pemesanan di daur ulang. Seperti dari kemasan gelas online seperti Grab Food dan Go Food. plastik, tutup kemasan, dan sedotan plas- Kedai-kedai tersebut mendorong anak tik yang sering digunakan untuk take away. muda untuk berkunjung dan menikmati Selain itu kemasan seperti paper cup pun Berkaitan dengan masa pande- tetap akan menjadi sampah, di dalamnya mi Covid-19, konsumsi kopi justru me- tetap dilapisi plastik agar tahan panas. Cory Ae Estetika dan Kritik Sosial Dalam. Semua sampah tersebut termasuk kedalam logis, jurnalistik dapat diartikan sebagai jenis sampah yang turut menyumbang suatu karya seni dalam hal membuat cata- pencemaran lingkungan. tan tentang peristiwa sehari-hari. Karya Karya liputan AuHegemoni Industri seni dimaksud memiliki nilai keindahan KopiAy adalah salah satu konten di Youtube yang dapat menarik perhatian khalayak- Suar Nusantara, merupakan media alter- nya . embaca, pendengar, pemirs. , se- natif yang banyak menyuarakan isu-isu hingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan sosial di masyarakat. Di dalam konten untuk keperluan hidupnya. Di dalam isti- tersebut membahas mengenai dampak lah jurnalistik juga terkandung makna langsung dari perkembangan sektor indus- sebagai suatu seni dan atau keterampilan tri kopi yang media penyajiannya turut mencari , mengumpulkan mengolah, dan menyumbangkan sampah yang sukar di menyajikan informasi dalam bentuk berita daur ulang. Di beberapa kedai kopi secara indah agar dapat diminati dan kekinian penggunaan kemasan gelas plas- dinikmati, sehingga bermanfaat bagi sega- tik, tutup kemasan plastik, dan sedotan plastik cukup masif digunakan seiring (Wahyudin, 2. dengan kebutuhan akan kepraktisan dan AuHegemoni Industri KopiAy sendiri Budaya ngopi tersebut sa- merupakan karya liputan yang mema- ngat jelas dekat dengan gaya hidup kaum dukan unsur kesenian sebagai sisipan milenial yang senang dengan aktivitas dalam liputannya, sehingga memiliki nilai berkumpul dan bertukar ide. Hal tersebut Kedua unsur estetika dan kritik biasanya dapat menghadirkan ide-ide be- sosial menjadi perpaduan yang sangat Kritik secara tidak langsung dikemas menarik, kedua unsur tersebut dapat dengan penggabungan unsur performance ditarik pemaknaannya melalui analisis art, menambah nilai estetik tanpa men- semiotika Roland Barthes. Terutama dalam Secara kreatif creator menjadi- unsur performance art yang disajikan. Pene- kannya sebagai sisipan tanpa menyam- litian ini bertujuan untuk memahami pe- pingkan isu maupun informasi yang ingin san yang terkandung dalam karya liputan disampaikan kepada khalayak umum. In- tersebut dalam unsur estetika maupun formasi semakin dikuatkan dengan data kritik sosialnya serta untuk mengetahui statistik, pada akhirnya konsumsi sampah strategi creator menyampaikan pesan da- dari banyak kedai kopi kekinian tersebut lam karya liputannya. terakumulasi dan ikut bermuara di suatu KAJIAN PUSTAKA tempat pembuangan akhir sampah yang Berdasarkan apa yang sudah ditulis berasal dari kota-kota besar, meninggalkan oleh Pradopo. Rachmat Djoko . 8 : . jejak baru bagi pencemaran lingkungan. Karya liputan tersebut dikategori- dalam AuJurnal HumanioraAy No. 7, semio- kan dalam karya jurnalistik. Secara etimo- tika adalah ilmu tentang tanda-tanda. Dalam hal ini, fenomena kemasyarakatan LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 dan kebudayaan merupakan sistem tanda- AuHegemoni Industri KopiAy meru- Tanda- tanda tersebut berupa ikon, pakan karya jurnalistik yang digarap oleh indeks, dan simbol. Dengan mengetahui seorang aktivis sosial bernama Yogi A. Gumilar atau sering akrab di panggil konvensi, tanda-tanda itu dapat dipahami Parayogi. Di dalamnya membahas kere- dan dimengerti. sahan mengenai perkembangan industri aturan-aturan Penjelasan singkat mengenai Semio- kopi yang membawa dampak negatif bagi tika Roland Barthes. Analisis semiotika lingkungan hidup. Paralihan media penya- Roland Barthes ini bertujuan untuk menge- jiannya yang pada awalnya menggunakan tahui bagaimana makna denotasi, konotasi gelas kaca, beralih menggunakan plastik serta mitos. Denotasi yaitu makna dalam yang sukar untuk di daur ulang, atas nama sebuah tanda bersifat objektif dan lang- kefisienan dan keefektifan kerja produsen. Keadaanya semakin mengakhwatirkan di Konotasi merupakan kelanjutan dari tengah pesatnya kedai kekinian yang diba- denotasi yaitu proses bagaimana cara rengi gaya hidup kaum milenial yang Terjadi interaksi saat semakin konsumtif dan menjadikannya tanda bertemu dengan perasaan peng- sebagai kebiasaan, sementara ide-ide dah- guna, bersifat sosial dan subjektif. Sedang- kan mitos merupakan bentuk lain dari AuNgopiAy ada. Semuanya semakin teraku- konotasi, berkaitan erat dengan sejarah mulasi dan menimbulkan dampak yang dan kebudayaan masyarakat dan meru- serius bagi lingkungan hidup. Meskipun pakan sebuah nilai yang belum dijamin bukan sebagai penyumbang utama. Penggambaran Setelah melakukan rangkaian ana- lisis terhadap makna karya liputan AuHegemoni Industri KopiAy, penulis dapat me- PEMBAHASAN mahami bahwa Semiotika sangat penting bagi beberapa keilmuan khususnya yang berkaitan dengan ilmu komunikasi. Untuk membaca tanda dan gejala dalam suatu karya khususnya dalam media visual seperti film atau karya liputan jurnalistik. Seorang creator memadukan berbagai tanda-tanda sebagai upaya terstruktur dalam Gambar 1. Poster AuHegemoni Industri KopiAy. (Sumber: Suar Nusantar. khalayak umum. Cory Ae Estetika dan Kritik Sosial Dalam. makna denotatifnya karya liputan tersebut memberikan gambaran tentang budaya AuNgopiAy yang sudah menjadi gaya hidup khususnya di kalangan milenial. Kemudian, penggunaan tanda atau simbol tersebut terlihat pada saat munculnya dua tokoh yang bertopeng putih yang menghamGambar 2. Cuplikan performance art di beberapa piri setiap kedai kopi untuk membeli kopi kedai kopi di Kota Bandung. secara take away, semua kemasan kopi yang (Sumber: Suar Nusantar. mereka beli tersebut menggunakan gelas plastik beserta sedotan plastik. Setiap kali mereka mengunjung kedai kopi, sampah bekas kemasan kopi yang sudah mereka minum tertempel di badan mereka, sampai akhirnya terakumulasi banyak hingga dalam suatu adegan membawa mereka pada proses akhir tempat pembuangan sampah. Keduanya melakukan performance art yang Gambar 3. Cuplikan performance art di TPA Sarimukti. memperlihatkan betapa kumuhnya kondi- (Sumber: Suar Nusantar. si TPA Sarimukti yang menampung sampah dari wilayah Bandung Raya. Secara konotatif dapat disimpulkan bahwa hal tersebut menandakan bahwa konsumsi sampah dari industri kopi sudah mulai mengkhawatirkan, semakin terakumulasi dan menjadi masalah baru dalam pengelolaan sampah di kota Bandung. Di tayangan akhir kita diingatkan kembali pada peris- Gambar 4. Cuplikan data statistik sampah industri tiwa meledaknya TPA Leuwi Gajah akibat Kopi Kota Bandung. overload sampah. Pengemasannya bersama (Sumber: Suar Nusantar. data-data statistik semakin memperkuat informasi yang di sampaikan. Menganalisis makna denotasi dan Dalam konotasi dalam karya liputan AuHegemoni Industri KopiAy. Peneliti menemukan bah- menggunakan strategi AuPopAy untuk me- wa terdapat tanda atau simbol yang digu- nyasar kalangan milenial, karena dekat nakan creator dalam mengambarkan kere- sahannya mengenai perkembangan indus- Terlihat dari proses pengambilan tri kopi yaitu melalui kritik sosial yang gambar yang point of interest nya selalu dibalut dengan nilai estetika. Dalam anak muda, proses wawancara mengenai LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 media penyajian kopi tergetnya anak Konsumsi sampah dari industri Serta yang paling memikat adalah kopi menjadi salah satu penyumbang yang cukup parah karena penikmatnya di populer dikalangan anak muda. Kurang seluruh dunia menggunakan kemasan lebihnya sangat menyentil kondisi mereka plastik yang sulit di daur ulang. Meskipun dengan gaya hidupnya yang kekinian bukan penyumbang utama, kemasan gelas plastik, tutup kemasan, dan sedotan plas- konsumsi sampah. tik pada akhirnya akan turut mencemari Pemaparan isu lingkungan yang lingkungan apabila tidak dikelola dengan berkaitan dengan pola konsumsi sampah. Memasuki masa pandemi Covid-19, khususnya di kota Bandung dalam karya konsumsi sampah dari penjualan kopi liputan tersebut tepat dan benar adanya. semakin meningkat. Untuk alasan efisiensi Meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia dan higienitas sejumlah produsen meng- menjadikannya sebagai trend gaya hidup gantinya dengan kemasan plastik agar Menurut International Coffee Organi- kopi bisa di take away dan dinikmati zation (ICO) dalam laporan pengembangan dimana saja dan kapan saja. Ditambah kopi tahun 2019. Indonesia berada di semakin praktisnya pemesanan kopi lewat peringkat ke-4 produsen terbesar kopi aplikasi pemesanan online. Berkisar tahun 2013 sampai 2018 Menurut sumber artikel berita on- produksi kopinya bisa mencapai 12 juta line ayobandung. /01/2. di jelas- karung dengan berat 60 kg. Menyaingi kan bahwa kondisi terakhir TPA Sarimukti Vietnam. Brazil dan Kolombia. kondisinya sangat overload, bahkan sempat terjadi longsor timbunan sampah akibat hujan yang mengguyur kota Bandung dengan intesitas tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kota Bandung memang belum maksimal, dinasdinas terkait pun terkesan kewalahan menanganinnya. Program-program dicanangkan untuk menjaga kapasitas TPA Sarimukti agar tetap bisa menampung sampah sampai tahun 2023. Peneliti memiliki penilaian bahwa karya liputan tersebut sangat informatif, tidak berupaya untuk mengintervensi pihak manapun. Secara ekslusif menyasar Gambar 5. Pilihan Jenis Kopi selama Pandemi kalangan milenial yang memiliki kecende- Corona. rungan gaya hidup konsumtif. Penggabu- (Sumber: Inventure Indonesia. Alvara Research ngan unsur estetika dan kritik sosial sangat Center, 26 Oktober 2. Cory Ae Estetika dan Kritik Sosial Dalam. jelas terlihat, keduanya saling mengisi, melalui teknik infografis yang mudah di disisi lain karya liputan tersebut mem- Karya liputan ini berhasil mema- punyai nilai estetik juga nilai kritik yang sukan unsur 3E, yaitu Etis. Edukatif, dan tersampaikan dengan jelas melalui perpa- Estetis. duan tanda-tanda untuk penyampaian DAFTAR REFERENSI Ariani. Desi Mellysa. Makna Film SIMPULAN Dokumenter What The Health. Berdasarkan hasil analisis yang ETTISAL: Journal of Communica- dilakukan peneliti, bisa disimpulkan bah- tion Vol. No. Desember. wa creator AuHegemoni Kopi IndustriAy ber- Ayobandung. Longsor Sam- usaha menyampaikan keresahannya mela- lui balutan estetika dan kritik sosial. Strate- Kapasitas Sudah Sangat Overload. gi penyampaian pesan dalam liputan yaitu Retrieved From https://w. dikemas secara AuPopAy dari segi penuturan com/amp/s/amp. menyasar kalangan milenial. Terlihat dari m/read/2021/06/04/237838/longsor- point of interest liputan tersebut adalah sampah-di-tpa-sarimukti-dlh-kapa anak muda yang sedang nongkrong di sitas-sudah-sangat-overload, diak- kedai-kedai kopi. ses pada 19 Juni 2021. Secara pemaknaan, liputan tersebut TPA Sarimukti. DLH: BPTP Balitbangtan. Kopi dan menggambarkan budaya AuNgopiAy yang Peluang sudah menjadi trend gaya hidup kalangan Indonesia. Retrieved From https:// Membuat produsen melakukan id/index. efisiensi dan efektifitas dengan mengganti php/berita/4-info-aktual/1285-kopi- media penyajian menjadi kemasan plastik. dan-peluang-pengembangannya- Performance Pengembangannya di-indonesia Diakses pada 20 Juni sisipan dalam liputan untuk menambah nilai estetik. Selain itu, hal tersebut dapat Katadata. Peluang Wanginya dimaknai sebagai kritik terhadap konsum- Industri si sampah plastik dari kedai-kedai kopi di Pandemi. Retrieved From https://ka Kota Bandung yang semakin mengkhawa- id/muhammadridhoi/anal tirkan, terakumulasi dan menjadi permasa- isisdata/5fca6227da8b9/peluang-wa lah baru bagi pencemaran lingkungan nginya-industri-kopi-indonesia-usa i-pandemi, diakses pada 19 Juni Berdasarkan data karya liputan Kopi Indonesia Usai tersebut sangat akurat. Informasi dikuat- Otten Megazine. Sampah Dari kan dengan data-data statistik yang disaji- Konsumsi Kopi kan dari sumber yang valid. Pembuat Merusak Bumi. Retrieved From liputan memaparkan data secara terperinci Ternyata LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 2 Desember 2021 https://majalah. id/sa Jurnal Humaniora No. mpah-dari-konsumsi-kopi-ternyata Januari-Maret. Wahyudin. Pengantar Jurnalistik -merusak-bumi/, diakses pada 21 Olahraga. Bandung: Penerbit Sim- Juni 2021. Pradopo. Rachmat Djoko. biosa Media. Semiotika: Teori. Metode, dan Pene-