EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 01/01/2022. Revised: 01/01/2022. Publish: 28/01/2022 PENGARUH TEKNIK BRAINSTORMING MENGGUNAKAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS DENGAN MEMPERHATIKAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMAN 1 LUBUK BASUNG Khurnia Budi Utami Program Studi Pendidikan Matematika FKIP. Universitas Ekasakti Padang, khurnia2018@gmail. Abstrak Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu dapat menggambarkan kemampuan matematis siswa SMA kelas XI MIA berdasarkan gaya belajar yang mereka miliki melelui pembelajaran dengan teknik brainstorming, menghasilkan LKPD dan RPP sesuai dengan pembelajaran dengan teknik brainstorming, dipublikasi di jurnal nasional tidak terakreditasi, mengikuti seminar nasional dan menghasilkan prosiding seminar nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu . uasy experimen. , penelitian ini menggunakan quasy experiment karena kelompok sampel yang terpilih sudah dalam bentuk kelompok dan peneliti tidak mungkin membentuk kelompok lagi. Dalam penelitian ini digunakan dua kelompok yang menjadi sampel yaitu kelompok eksperimen yang akan memperoleh perlakuan dengan teknik brainstorming dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kedua, kemampuan pemecahan masalah siswa bergaya belajar visual dan kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, namun tidak ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorming dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Ketiga, kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar visual dan kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, namun tidak ada perbedaan pada kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorming dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Teknik Brainstorming. Gaya Belajar. Kemampuan Matematis Abstract The specific target to be achieved in this study is that it can describe the mathematical abilities of high school students of class XI MIA based on the learning styles they have through Page 11 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 learning with brainstorming techniques, produce LKPD and RPP in accordance with learning with brainstorming techniques, published in unaccredited national journals, attend seminars national and produce national seminarproceedings l. The research is a quasi experimental research . uasy-experimen. , quasy experiment for the selected sample group is already in the form of groups and researchers may not form a group again. In this study used two groups that became the sample, the experimental group that will get treatment with brainstorming techniques and the control group that gets conventional learning. Based on the results of the study, several conclusions were obtained. First, students' problem solving and mathematical communication skills taught by brainstorming techniques are better than students taught with conventional learning. Second, students' problem solving abilities in visual and kinesthetic learning styles taught by brainstorming techniques are better than students taught with conventional learning, but there is no difference in problem solving abilities of auditory learning students taught by brainstorming techniques and those taught with conventional learning. Third, students' mathematical learning skills in visual and kinesthetic learning styles are taught by brainstorming techniques better than students taught with conventional learning, but there is no difference in mathematical communication skills of auditory learning style students taught bybrainstorming techniques and those taught with conventional learning. Keywords: Brainstorming Techniques. Learning Styles. Mathematical Ability INTRODUCTION Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat . Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan tuntutan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan berubah dan berkembang secara cepat, termasuk dalam bidang pendidikan. Pada jenjang pendidikan sekolah menengah, matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok dimana setiap siswa akan mempelajari mata pelajaran ini. Dalam pembelajaran matematika siswa diharapkan dapat memahami konsep, menggunakan penalaran, memecahkan masalah, mengkomunikasikan gagasannya dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, jika semua aspek tersebut sudah dimiliki siswa diharapkan siswa dapat mencapai tujuan mata pelajaran matematika menurut permendiknas Nomor 22 tahun 2006 yaitu: Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi Page 12 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, suatu sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah, (Depdiknas, 2. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada siswa SMAN 1 Lubuk Basung, kemampuan matematis siswa SMAN 1 Lubuk Basung masih rendah, jika hal ini dibiarkan maka tujuan pembelajaran matematika menurut permendiknas no 22 tahun 2006 tidak akan tercapai. Hal ini terlihat saat peneliti menguji cobakan soal kemampuan matematis pada kelas XI MIA SMAN 1 Lubuk Basung, berikut disajikan rata-rata kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa kelas XI MIA SMAN 1 Lubuk Basung pada Tabel 1. Tabel 1. Rata-rata Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI MIA SMAN 1 Lubuk Basung Kelas Rata-rata Rata-rata Peserta Skor Tes Kemampuan Kemampuan Ideal Komunikasi Pemecahan Masalah MIA 1 MIA 2 MIA 3 Berdasarkan Tebel 1 terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kurang memuaskan, hal ini terlihat dari skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang didapatkan paling tinggi adalah 6,7 dan paling rendah adalah 5,2 yang masih jauh dibawah skor idealny yaitu 12. Komunikasi matematis siswa kelas XI MIA SMAN 1 Lubuk Basung juga kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis yang masih jauh dibawah skor idealnya. Rata-rata skor yang dicapai siswa paling tinggi adalah 6,2 dan yang paling rendah adalah 5,8, hal ini masih jauh dibawah skor idealnya yaitu 12. Berdasarkan bukti yang dikemukakan diatas dapat dilihat kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa masih rendah. Untuk Page 13 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika diperlukan suatu pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa adalah dengan menerapkan teknik Teknik brainstorming . umbang sara. adalah teknik penyelesaian masalah yang dilakukan dengan cara meminta siswa untuk mengeluarkan ide-ide yang mereka punya tanpa menghakimi. Guru menerima semua ide-ide yang diberikan siswa dan tidak menyalahkan jawaban yang diberikan siswa walaupun jawaban itu salah. Teknik brainstorming membantu siswa untuk menemukan solusi terhadap persoalan yang dihadapi dengan mengumpulkan sejumlah paparan ide secara spontan dari masingmasing anggota. Semua siswa bebas untuk mengeluarkan ide-ide yang mereka punya tanpa merasa takut ide-ide itu akan dianggap aneh atau disalahkan. Teknik brainstorming merupakan salah satu teknik pembelajaran yang menuntut siswa bekerja secara bersama-sama dengan orang lain. Dalam prakteknya pembelajaran ini mengharuskan siswa belajar secara kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran secara bersama-sama, dalam pembelajaran ini setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 6 orang siswa yang dikelompokkan secara heterogen menurut kemampuan Pengelompokan seperti ini dimaksudkan agar semua siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, dalam kelompok siswa akan memiliki banyak ide yang nantinya akan merangsang siswa lain untuk berlomba-lomba mengeluarkan ideidenya. Faktor lain yang juga mempengaruhi hasil belajar adalah gaya belajar siswa. Gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mangatur dan mengolah informasi. Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentudalam belajar sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas atau sekolah maupun tuntutan dari mata Gaya belajar yang dimiliki oleh siswa tentunya tidak selalu sama,gaya belajar yang dimiliki siswa akan mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Siswa dengan gaya belajar visual akan lebih mudah memahami pembelajaran melalui apa yang dilihat, siswa auditorial lebih mudah memahami pembelajaran melalui apa yang mereka dengar dan siswa kinestetik lebih mudah Page 14 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 memahami pembelajaran melalui gerak dan sentuhan. Walaupun setiap siswa menggunakan semua gaya belajar pada tahap tertentu namun kebanyakan dari siswa lebih cendrung pada salah satu gaya belajar. Dengan memahami gaya belajar guru akan mudah membawa siswa kedalam proses pembelajaran, karena guru yang menjebatani jurang antara dunia pendidik dan dunia peserta didik. Hal ini akan memudahkan guru membangun jalinan, menyelesaikan bahan pelajaran, membuat hasil belajar lebih baik dan memastikan terjadinya pengalihan RESEARCH METHOD Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu . uasy experimen. , penelitian ini menggunakan quasy experiment karena kelompok sampel yang terpilih sudah dalam bentuk kelompok dan peneliti tidak mungkin membentuk kelompok lagi. Dalam penelitian ini digunakan dua kelompok yang menjadi sampel yaitu kelompok eksperimen yang akan memperoleh perlakuan dengan teknik brainstorming dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui angket gaya belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa, dimana angket dan tes akhir divalidasi oleh dosen pendidikan matematika FKIP Universitas Ekasakti Padang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Group Only Design. Rancangan penelitian penelitian dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rancangan Penelitian Kelas Perlakuan Tes Eksperimen Kontrol Keterangan : X : Pembelajaran dengan teknik brainstorming T : Tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol pada akhir belajar. Berdasarkan rancangan yang digunakan, maka hubungan antar variabel dalam penelitian ini terlihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hubungan Antar Variabel Kemampuan Matematis. Teknik Pembelajarandan Gaya Belajar. Kelas Eksperimen Kontrol (B. (B. Gaya Belajar Visual (A. A1B1 A1B2 Page 15 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Auditori (A. Kinestetik (A. Volume 2. Issue 1. Januari 2022 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 Keterangan: : Siswa yang memiliki gaya belajar visual A2 : Siswa yang memiliki gaya belajar : Siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik : Pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa denganteknik brainstorming. : Pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswapembelajaran konvensional A1B1 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memiliki gayabelajar visual yang diajar dengan teknik brainstorming. A2B1 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memiliki gayabelajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorming. A3B1 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memiliki gayabelajar kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorming. A1B2 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika yang memiliki gaya belajarvisual yang diajar dengan pembelajaran konvensional A2B2 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memiliki gayabelajar auditori yang diajar dengan pembelajaran konvensional A3B2 : Pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memiliki gayabelajar kinestetik yang diajar dengan pembelajaran konvensional. DISCUSSION AND RESULT Data gaya belajar siswa diperoleh dari angket gaya belajar siswa. Data gaya belajar siswa digunakan untuk mengelompokkan siswa menjadi tiga kelompok/gaya belajar yaitu kelompok visual, auditori, dan kinestetik. Dari hasil angket gaya belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol , siswa dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu siswa bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik yang disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Pengelompokan Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Eksperimen Sampel Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik Kontrol Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Hasil analisis tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematis dapat dilihat pada Tabel 5. Page 16 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 5. Hasil Analisis Data Tes Kemampuan Pemecahan masalah Matematis Skor tes Akhir Pemecahan masalah Kelas Gaya Belajar ycUycoycaycoyc ycUycoiycu yc Ekperimen Kontrol Visual Auditori Kinestetik Keseluruhan Visual Auditori Kinestetik Keseluruhan 16,28 16,77 23,71 18,92 11,63 12,71 Pada Tabel 5 terlihat bahwa rata-rata dari keseluruhan skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang bergaya belajar visual, auditori dan kinestetik kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata- rata skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas control. Kemampuan Komunikasi Matematis Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh dari tes akhirsebanyak dua Skor total pada dua soal komunikasi adalah 24 dengan masing-masing soal skornya maksimumnya adalah 12. Hasil analisis tes akhir kemampuan komunikasi matematis dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Analisis Data Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Skor tes Akhir Komunikasi Matematis Kelas Gaya Belajar ycUycoycaycoyc ycUycoiycu Visual 17,35 Auditori Ekperimen Kinestetik 16,85 Keseluruhan 16,73 Visual Auditori Kontrol Kinestetik Keseluruhan 12,26 Pada Tabel 6 terlihat bahwa rata-rata dari keseluruhan skor kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol. Ratarata skor kemampuan komunikasi siswa yang bergaya belajar visual, auditori dan kinestetik kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata skor kelas kontrol. Page 17 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 KESIMPULAN Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar teknik brainstorrming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa bergaya belajar visual yang diajar dengan teknik brainstorrming lebih baik daripada siswa bergaya belajar visual yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorrming tidak lebih baik daripada siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa bergaya belajar kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorrming lebih baik daripada siswa bergaya belajar kinestetik yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran Kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar visual yang diajar dengan teknik brainstorrming lebih baik daripada siswa bergaya belajar visual yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorrming tidak lebih baik daripada siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar kinestetik yang diajar denganteknik brainstorrming lebih baik daripada siswa bergaya belajar kinestetik yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukankan, maka saran yang diberikan oleh peneliti sebagai berikut ini. Jumlah siswa yang cukup banyak dalam setiap kelas, merupakan salah satu hambatan dalam penerapan teknik ini. Agar aktivitas kelompok berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kebisingan ketika membentuk kelompok sebaiknya kelompok dibentuk sebelum diterapkan model ini. Untuk dapat menerapkan teknik ini secara menyeluruh diperlukan waktu penelitian yang cukup panjang, karena kebanyakan siswa belum terbiasa dengan teknikpembelajaran yang baru. Bagi guru di sekolah agar membiasakan siswa bekerja dengan soal-soal kemampuan matematis. Pembelajaran dengan teknik brainstorming cocok digunakan untuk siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik. REFERENCES