Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 DOI: https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia Kadek Putri Lestari Wardani* Program Studi Psikologi. Fakultas Kesehatan. Psikologi. Teknik dan Komputer. Universitas Triatma Mulya. Indonesia Penulis korespondensi: putrilestariwardani@gmail. Abstract. This study examines the psychometric properties of the Indonesian version of the Questionnaire for Eudaimonic Well-Being (QEWB) with a focus on internal structural validity and reliability. The research aims to provide empirical evidence regarding the feasibility of QEWB as an instrument to assess eudaimonic well-being within the Indonesian population. The process involved the adaptation of the original scale, followed by exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA) to evaluate its dimensional structure. Findings indicate that the Indonesian QEWB demonstrates adequate internal structural validity and reliable measurement consistency. The four-factor model meaning in life, self-discovery, personal expression enjoyment, and personal satisfaction and fulfillment showed the best fit, confirming the stability of this structure across Further examination through group comparison suggests that the instrument does not exhibit gender bias within the sample, supporting its fairness and applicability across male and female respondents. These results highlight the potential use of the Indonesian QEWB for research and psychological assessment, particularly in studies focusing on well-being, personal development, and organizational contexts. However, the generalization of findings should be approached with caution due to sample limitations. Future research is recommended to involve more diverse populations and explore additional psychometric evidence to strengthen the scaleAos applicability across broader cultural and demographic groups. Keywords: Eudaimonic Well-Being. Measurement Adaptation. Psychometric Analysis. QEWB. Structural Validity Abstrak. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik psikometrik Kuesioner Eudaimonic Well-Being (QEWB) versi Bahasa Indonesia dengan menitikberatkan pada validitas struktur internal dan reliabilitas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai kelayakan QEWB sebagai instrumen untuk mengukur eudaimonic well-being pada populasi Indonesia. Proses penelitian mencakup adaptasi alat ukur, kemudian analisis faktor eksploratori (EFA) dan analisis faktor konfirmatori (CFA) untuk menilai struktur dimensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki validitas struktur internal yang memadai serta konsistensi reliabilitas yang baik. Model empat faktor, yang terdiri atas meaning in life, self-discovery, personal expression enjoyment, serta personal satisfaction and fulfillment, menjadi model terbaik dan paling stabil berdasarkan hasil analisis. Pengujian tambahan melalui uji beda menunjukkan bahwa instrumen ini tidak memiliki bias gender di dalam sampel penelitian, sehingga dinilai adil dan dapat digunakan pada responden laki-laki maupun perempuan. Temuan ini menegaskan potensi penggunaan QEWB dalam penelitian dan asesmen psikologis, khususnya dalam topik kesejahteraan, pengembangan diri, dan konteks organisasi. Meskipun demikian, generalisasi hasil tetap perlu dilakukan secara hati-hati karena keterbatasan sampel. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan populasi yang lebih beragam serta mengeksplorasi bukti psikometrik tambahan untuk memperkuat penerapan QEWB secara lebih luas. Kata kunci: Adaptasi Instrumen. Kesejahteraan Eudaimonik. QEWB. Reliabilitas. Validitas Struktural LATAR BELAKANG Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam memahami perkembangan individu dan kualitas hidup manusia. Terdapat dua perspektif utama dalam kajian kesejahteraan, yaitu perspektif hedonik dan eudaimonik. Perspektif hedonik memandang kesejahteraan sebagai kondisi yang ditandai oleh kebahagiaan, kesenangan, dan minimnya penderitaan. Kesejahteraan hedonik cenderung bersifat jangka pendek dan mudah Naskah Masuk: 17 September 2025. Revisi: 21 Oktober 2025. Diterima: 28 November 2025. Terbit: 30 November 2025 Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia dicapai, tetapi tidak selalu memberikan kepuasan mendalam karena sifatnya yang sementara dan dapat menimbulkan kejenuhan dari waktu ke waktu. Perspektif kedua adalah eudaimonic well-being, yang menekankan pada pengembangan kualitas hidup melalui aktualisasi potensi diri secara optimal. Ryan dan Deci . menjelaskan bahwa pencapaian eudaimonia berlangsung dalam jangka panjang dan konsisten karena berfokus pada proses pengembangan diri, tujuan hidup, serta keterlibatan bermakna dalam aktivitas. Kesejahteraan eudaimonik bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses terus-menerus untuk memenuhi atau menyadari daimon, yaitu sifat sejati seseorang, menurut Waterman . alam Deci & Ryan, 2. Individu merasakan eudaimonia ketika mampu merefleksikan makna hidup, mengekspresikan dirinya secara otentik, dan merasakan bahwa aktivitas yang dilakukan selaras dengan nilai serta tujuan personal (Deci & Ryan, 2. Perkembangan penelitian mengenai kesejahteraan psikologis, pengukuran eudaimonic well-being menjadi aspek yang krusial. Kuesioner sebagai metode pengumpulan data digunakan untuk menggali informasi yang relevan dengan konstruk penelitian (Prawiyogi et , 2. Dalam konteks psikometri, penyusunan dan adaptasi kuesioner perlu memperhatikan aspek bahasa dan budaya agar makna setiap item tetap merepresentasikan konstruk aslinya. Hal ini penting karena validitas instrumen sangat dipengaruhi oleh kesesuaian bahasa dan budaya dengan konteks populasi penelitian. Shabrina et al. mengelompokkan kuesioner menjadi tiga jenis, yaitu kuesioner terbuka, tertutup, serta kombinasi keduanya. Pada pengukuran eudaimonic well-being, instrumen terdiri dari sejumlah pernyataan yang mewakili enam dimensi, yaitu self-discovery, perceived development of oneAos best potentials, a sense of purpose and meaning in life, investment of significant effort in pursuit of excellence, intense involvement in activities, dan enjoyment of activities as personally Keenam dimensi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana individu menemukan dirinya, mengembangkan potensi terbaiknya, memiliki tujuan hidup, terlibat intens dalam aktivitas yang bermakna, berupaya mencapai keunggulan, serta merasakan ekspresivitas personal dalam apa yang dilakukan. Analisis terhadap instrumen eudaimonic well-being diperlukan untuk memastikan bahwa adaptasi bahasa maupun perbedaan budaya tidak mengubah arti dari konten konstruk yang Proses ini menjadi penting agar hasil pengukuran dapat menggambarkan tingkat eudaimonic well-being secara akurat dan sesuai konteks budaya populasi. Selain memiliki nilai psikometrik, penelitian mengenai eudaimonic well-being juga bermanfaat secara teoritis dan Secara teoritis, analisis instrumen dapat menjadi referensi bagi bidang psikometri terkait alat ukur kesejahteraan yang telah melalui proses adaptasi bahasa. Secara praktis. Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 eudaimonic well-being telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih baik serta kemampuan individu untuk mengembangkan diri, memaksimalkan potensi, menjauhi orientasi hedonik jangka pendek, dan menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian mengenai eudaimonic well-being dan kualitas alat ukurnya memiliki kontribusi penting dalam pengembangan ilmu psikologi, terutama dalam memahami bagaimana individu membangun kehidupan yang bermakna, otentik, dan selaras dengan potensi terbaik dirinya. KAJIAN TEORITIS Inventori Inventori merupakan salah satu bentuk tes objektif yang digunakan untuk menilai karakteristik psikologis secara sistematis. Istilah inventori digunakan pada tes kepribadian maupun minat kejuruan, meskipun dalam praktik sehari-hari sering disamakan dengan kata AutesAy (Hogan, 2. Eignor . menjelaskan bahwa inventori terdiri dari serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk memperoleh informasi mengenai sikap, pendapat pribadi, preferensi, motivasi, minat, atau karakteristik khas individu dalam berbagai situasi. Kualitas inventori ditentukan oleh pemenuhan persyaratan dari sisi konseptual dan Tahap awal meliputi penentuan tujuan tes, perincian ranah isi, penetapan prosedur administrasi, serta penjelasan tata cara penskoran. Evaluasi rancangan dilakukan melalui rational judgment oleh ahli maupun pihak awam untuk memastikan kesesuaian isi. Setelah itu, tahap empiris dijalankan melalui uji coba instrumen serta pemeriksaan kualitas psikometrik seperti analisis butir, reliabilitas, validitas, dan daya beda item (Supratiknya, 2. Uji coba dilaksanakan pada standardization sample yang merepresentasikan populasi Proses ini mencakup pengecekan kemudahan administrasi, kejelasan instruksi, serta face validity. Hasil try out selanjutnya dianalisis untuk menentukan apakah item layak dipertahankan, direvisi, atau dibuang, sehingga instrumen dapat berfungsi secara akurat dalam mengukur konstruk yang dimaksud. Menurut Azwar . 9, dalam Supratiknya, 2. , penyusunan alat ukur mencakup sepuluh tahapan: merumuskan definisi konseptual alat ukur, menentukan spesifikasi tes, memilih metode penskalaan, menyusun item, melakukan penilaian pakar, menyusun bentuk semifinal, melaksanakan uji coba, menjalankan analisis item, memeriksa reliabilitas dan validitas, serta menyusun manual instrumen. Setiap langkah memastikan bahwa alat ukur memiliki dasar teoritis yang kuat sekaligus bukti empiris yang Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia Eudaimonic Well-Being Eudaimonic well-being menggambarkan bentuk kesejahteraan yang muncul saat individu mampu hidup sesuai potensi terdalam dan nilai autentik dirinya. Waterman . alam Deci & Ryan, 2. memandang eudaimonia sebagai proses berkelanjutan untuk mewujudkan daimon, yaitu inti sifat sejati seseorang. Individu dapat merasakan eudaimonia ketika memahami makna hidup, mengenali nilai pribadi, dan menilai apakah aktivitas yang dilakukan membuat dirinya merasa hidup dan ekspresif terhadap jati diri. Berdasarkan Waterman et al. , eudaimonic well-being mencakup enam aspek berikut: . Self-discovery, yaitu kemampuan mengenali diri dan menjalani hidup berdasarkan sifat sejati untuk mencapai aktualisasi diri. Perceived development of oneAos best potentials, yakni keyakinan bahwa potensi terbaik dapat berkembang melalui usaha berkelanjutan (Norton dalam Waterman et al. A sense of purpose and meaning in life, yaitu kesadaran akan tujuan serta makna hidup yang memberi arah pemanfaatan bakat secara bermakna. Investment of significant effort in pursuit of excellence, yaitu kesediaan untuk mencurahkan usaha signifikan dalam mencapai keunggulan melalui pengembangan keterampilan. Intense involvement in activities, yaitu keterlibatan mendalam dalam aktivitas bermakna dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan aktivitas harian. Enjoyment of activities as personally expressive, yaitu pengalaman menikmati aktivitas yang mengekspresikan jati diri secara autentik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan fokus pada adaptasi dan validasi psikometrik skala Eudaimonic Well-Being yang dikembangkan oleh Waterman et al. terdiri dari 21 item dengan lima pilihan respons. Proses adaptasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pra-kondisi dan perizinan, dilanjutkan dengan pengembangan tes melalui prosedur forward dan backward translation, expert judgment . enilaian ahl. untuk meminimalkan bias budaya dan linguistik, serta uji coba skala kecil untuk memastikan kejelasan instruksi, format item, dan kesesuaian kategori penskoran. Tahap berikutnya adalah pilot studi untuk memeriksa analisis butir dan reliabilitas sebelum dilakukan konfirmasi pada sampel yang lebih besar untuk memperoleh bukti kesetaraan konstruk, reliabilitas, validitas, dan karakteristik skor. Administrasi kuesioner dilakukan secara daring menggunakan Google Form. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dan data yang tidak memenuhi kriteria akan dieliminasi sebelum analisis. Proses analisis data mencakup pemeriksaan kualitas butir, pengujian reliabilitas, dan validitas konstruk menggunakan Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 prosedur statistik yang umum digunakan dalam evaluasi psikometrik tanpa merinci rumus HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bagian ini memuat uraian mengenai proses pengujian kualitas instrumen penelitian, yang dijabarkan melalui pembahasan validitas dan reliabilitas berikut. Validitas Analisis validitas diawali dengan uji kecukupan sampel menggunakan KMO dan BartlettAos Test of Sphericity. Nilai KMO sebesar 0. 741 (Ou 0. dan signifikansi BartlettAos Test 001 (O 0. menunjukkan bahwa data memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor. Proses validasi konstruk dilakukan melalui Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk mengidentifikasi struktur faktor QEWB versi Bahasa Indonesia. Hasil EFA menunjukkan bahwa 21 butir tidak mengelompok mengikuti enam dimensi asli, serta terdapat beberapa butir yang mengalami cross-loading. Kondisi ini dapat terjadi karena konsep eudaimonic well-being memiliki enam dimensi yang saling tumpang tindih (Waterman et al. , 2. EFA kemudian memberikan usulan empat faktor berdasarkan percentage of variance explained dan scree plot. Seluruh butir memiliki nilai factor loading Ou 0. 40, kecuali satu butir (EWB_IOSE_. yang memiliki factor loading negatif sehingga dieliminasi. Setelah pengecualian butir tersebut, tersisa 20 butir yang membentuk empat dimensi baru: Meaning in Life Self-Discovery Personal Expression Enjoyment Personal Satisfaction and Fulfillment Struktur ini kemudian diuji kembali menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Dua model dibandingkan, yaitu four-factor correlated model dan second-order model. Hasil CFA menunjukkan bahwa four-factor correlated model memiliki kecocokan model yang lebih baik (GFI = 0. RMSEA = 0. , meskipun CFI belum mencapai batas ideal. Sebaliknya, second-order model menunjukkan kecocokan yang kurang memadai (CFI < 0. RMSEA > Struktur empat faktor dinyatakan lebih sesuai bagi QEWB versi Bahasa Indonesia. Uji validitas konvergen menunjukkan nilai CR > 0. 70 pada semua dimensi, namun nilai AVE memadai (>0. hanya pada dua dimensi: Meaning in Life dan Self-Discovery. Dua dimensi lainnya. Personal Expression Enjoyment dan Personal Satisfaction and Fulfillment memiliki nilai AVE rendah, yang menandakan bahwa varians kesalahan lebih besar Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia dibandingkan varians konstruk. Namun karena nilai CR masih memadai, serta struktur faktor telah terkonfirmasi melalui CFA, konstruk tetap dapat dipertahankan dengan catatan perlunya pengembangan item lanjutan. Reliabilitas Hasil reliabilitas menunjukkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki nilai CronbachAos alpha total = 0. 845, yang mengindikasikan konsistensi internal sangat baik. Analisis per dimensi menunjukkan bahwa tiga dari empat dimensi mencapai konsistensi internal memadai ( Ou 0. Satu dimensi, yaitu Personal Satisfaction and Fulfillment, memiliki alpha sebesar 0. Nilai rendah ini dapat dijelaskan oleh jumlah item yang hanya tiga butir. Schweizer . menyatakan bahwa alpha Cronbach sensitif terhadap jumlah item. semakin sedikit jumlah item, semakin besar kemungkinan alpha rendah. Evaluasi CITC menunjukkan dua butir berada di bawah ambang batas 0. 30, namun penghapusan butir tidak meningkatkan alpha secara signifikan sehingga seluruh butir tetap dipertahankan. Secara keseluruhan, reliabilitas QEWB versi Indonesia berada pada kategori baik dan dapat digunakan untuk mengukur eudaimonic well-being pada populasi Indonesia. Pembahasan Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan SPSS 25, nilai KMO untuk QEWB versi Bahasa Indonesia adalah 0. 741 (KMO Ou 0. dan nilai taraf signifikansi BartlettAos Test of Sphericity adalah 0. ig O 0,. , yang menunjukan data dapat dianalisis lebih lanjut. Berikut adalah tabel Kaiser-Meyer-Olkin: Tabel 1. KaiserAeMeyerAeOlkin Measure of Sampling Adequacy & BartlettAos Test of Sphericity. KaiserAeMeyerAeOlkin Adequacy Measure BartlettAos Test of Sphericity Sampling Approx. Chi-Square Sig. Pengujian validitas diawali dengan EFA untuk melihat pengelompokan 21 butri QEWB versi Bahasa Indonesia. Hasil analisis EFA menunjukkan semua item bersifat acak dan tidak mengelompok secara konsisten sesuai dengan dimensi aslinya. Pada analisis EFA memberikan usulan empat faktor berdasarkan percentage of variance explained criterion dan scree plot. Usulan empat faktor dipilih untuk mengelompokkan 21 butir QEWB. Semua butir memiliki nilai factor loading diatas 0. 4 dan terdapat satu butir dengan nilai factor loading minus yaitu butir EWB_IOSE_3. Setelah butir EWB_IOSE_3 tidak diikut sertakan dalam analisis maka Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 didapatkan nilai factor loading keseluruhan butir diatas 0. 4 dengan pengelompokan yang membentuk empat dimensi baru. Tabel 2. Hasil factor loading butir QEWB versi Indonesia. Item Component EWB_iA_1 EWB_SD_2 EWB_ASOPM_4 EWB_EOA_5 EWB_PDOBP_6 EWB_SD_7 EWB_IOSE_8 EWB_ASOPM_9 EWB_iA_10 EWB_PDOBP_11 EWB_EOA_12 EWB_ASOPM_13 EWB_PDOBP_14 EWB_PDOBP_15 EWB_iA_16 EWB_EOA_17 EWB_iA_18 EWB_IOSE_19 EWB_IOSE_20 EWB_SD_21 EWB_iA_1 Hasil analisis EFA berdasarkan percentage of variance explained criterion dan scree plot terdapat usulan empat faktor yang membentuk dimensi baru. Berikut adalah blueprint baru dari empat dimensi QEWB Tabel 3. Blueprint skala Eudaimonic Well-Being. Item Meaning in life Saya menyadari bahwa saya sangat terlibat dalam banyak hal yang saya lakukan setiap hari Saya yakin saya mengetahui potensi terbaik saya dan saya berusaha mengembangkannya bila Saya merasa paling baik ketika saya melakukan sesuatu yang layak untuk dilakukan dengan banyak usaha Saya yakin penting untuk mengetahui apakah yang saya lakukan sesuai dengan tujuan yang layak dicapai Saya biasanya tahu apa yang harus saya lakukan karena beberapa tindakan terasa benar bagi Ketika saya terlibat dalam aktivitas yang melibatkan potensi terbaik saya, saya merasa benarbenar hidup Saya menemukan banyak hal yang saya lakukan secara pribadi bersifat ekspresif bagi saya Saya yakin saya tahu apa yang seharusnya saya lakukan dalam hidup Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia Self-discovery Saya yakin saya telah menemukan siapa diri saya sebenarnya Saya dapat mengatakan bahwa saya telah menemukan tujuan hidup saya Sampai saat ini, aku belum memikirkan apa yang harus kulakukan dalam hidupku Penting bagi saya untuk merasa puas dengan aktivitas yang saya lakukan Personal Expression Enjoyment Jika saya tidak menemukan apa yang saya lakukan bermanfaat bagi saya, saya merasa tidak dapat terus melakukannya Saya tidak mengerti mengapa beberapa orang ingin bekerja begitu keras pada hal-hal yang mereka lakukan Saya kebingungan dengan bakat yang saya miliki sebenarnya Jika sesuatu benar-benar sulit, mungkin hal itu tidak layak dilakukan Saya merasa sulit untuk benar-benar berinvestasi pada hal-hal yang saya lakukan Personal Satisfaction and Fulfillment Hidup saya berpusat pada serangkaian keyakinan inti yang memberi makna pada hidup saya Lebih penting bagi saya untuk benar-benar menikmati apa yang saya lakukan daripada membuat orang lain terkesan karenanya Orang lain biasanya lebih tahu apa yang baik untuk saya lakukan daripada saya sendiri Selanjutnya melakukan analisis reliabilitas untuk mendukung hasil validitas berdasarkan struktur internal. Analisis reliabilitas dilakukan untuk melihat konsistensi internal antar butir untuk memastikan alat ukur QEWB versi Bahasa Indonesia dengan empat dimensi reliabel untuk digunakan. Hasil pengujian reliabilitas dengan cronbach alpha dan CITC pada tabel 4 Tabel 4. Hasil Analisis Reliabilitas. Dimensi CITC Jumlah Item QEWB (Tota. 052 - 0. Meaning in life 199 - 0. Self-discovery 392 - 0. Personal Enjoyment 522 - 0. Personal Satisfaction Fulfillment 199- 0. Expression Hasil pengujian reliabilitas menunjukan butir-butir QEWB secara keseluruhan memiliki konsistensi internal yang baik dengan nilai cronbach alpha diatas 0. u = 0. Jika dievaluasi secara terpisah, terdapat satu dimensi tidak memiliki konsistensi internal yang baik dengan nilai cronbach alpha dibawah 0. u = 0. , yaitu dimensi D. Nilai CITC ketika dievaluasi secara keseluruhan memiliki nilai CITC dibawah 0. Ketika dievaluasi secara khusus pada dimensi D hanya butir D5 dan D7 yang memiliki nilai CITC dibawah 0. Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 Berdasarkan pengujian reliabilitas pada butir-butir di dimensi D memiliki konsistensi internal yang kurang baik, sehingga membutuhkan peninjauan lebih dalam. Hasil CFA pada QEWB versi Bahasa Indonesia dengan empat dimensi ditunjukan pada gambar dibawah ini. Ringkasan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5. Gambar 1. Model Korelasi Empat Faktor. Gambar 2. Pembahasan. Tabel 9. Hasil Confirmatory Factor Analysis QEWB versi Bahasa Indonesia. Model P-value of N2 CFI GFI RMSEA Four factor correlated Second order model Keterangan: N2 = chi-square. CFI = Comparative Fit Index. GFI = Goodness of Fit Index. RMSEA = Root Mean Square Error of Approximation. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia Pada analisis CFA dilakukan pada dua model, yaitu model korelasi empat faktor dan model hierarki. Modification indices (MI) digunakan untuk meningkatkan ketepatan model. Hasil pengujian pada four factor correlated model menunjukkan hasil GFI dan RMSEA yang cukup memadai berdasarkan kriteria goodness of fit, namun kriteria p-value of N2 dan CFI berada diluar batas penerimaan. Hasil uji CFA pada model hirarki menunjukan hasil yang kurang baik berdasarkan kriteria goodness of fit. Hasil p-value of N2 dan CFI. GFI pada model hierarki menunjukkan <0. 90 dan nilai RMSEA >0. Secara keseluruhan four correlated model memiliki nilai goodness of fit yang lebih baik dibanding model hierarki. Hal ini menunjukan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki struktur model korelasi empat faktor dan memiliki ketepatan model yang cukup secara struktur internal. Tabel 10. Deskripsi Statistik. Dimensi Mean Standar Deviasi Uji Beda Total Total QEWB (Tota. Meaning Selfdiscovery Personal Expression Enjoyment Personal Satisfaction Fulfillment Tabel 10 menunjukkan bahwa skor eudaimonic well-being antara laki-laki (M = 55. SD = 9. dan perempuan (M = 53. SD = 6. tidak berbeda secara signifikan. Ratarata skor per dimensi eudaimonic well-being antara laki-laki dan perempuan menunjukkan skor yang mirip dengan perbedaan yang tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan tidak adanya bias gender dalam pengukuran eudaimonic well-being dengan QEWB versi Bahasa Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa alat ukur ini dapat digunakan secara konsisten dan dapat diandalkan untuk mengukur eudaimonic well-being tanpa memandang gender responden. Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 sehingga hasilnya dapat dianggap valid untuk populasi Indonesia. Penelitian ini menguji validitas alat ukur QEWB versi Bahasa Indonesia melalui sumber bukti struktur internal menggunakan analisis faktor dengan EFA dan CFA serta didukung dengan pengujian reliabilitas menggunakan alpha cronbach untuk melihat konsistensi internal. Penelitian diawali dengan melihat pengelompokan butir berdasarkan EFA dan kemudian hasilnya dikonfirmasi melalui CFA dengan menguji dua model . orelasi, hierark. Berdasarkan hasil dari EFA, 21 butir dari QEWB versi Bahasa Indonesia menunjukkan pengelompokan keseluruhan butir secara acak, dan terdapat tujuh butir yang cross loading. Cross loading sangat mungkin terjadi karena eudaimonic well-being adalah kumpulan enam dimensi dan beberapa dimensi saling tumpang tindih (Waterman, et. , al 2. Hasil EFA memberikan usulan empat faktor berdasarkan percentage of variance explained criterion dan scree plot, sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan empat dimensi. Dimensi baru QEWB versi Bahasa Indonesia adalah Meaning in life. Self-discovery. Personal Expression Enjoyment. Personal Satisfaction and Fulfillment. Hasil EFA pada empat dimensi menunjukkan tidak ada butir yang cross loading dan seluruh butir memiliki nilai factor loading Dengan demikian, alat ukur QEWB versi Bahasa Indonesia dapat melanjutkan proses pengujian konstruk dengan CFA dan membuktikan konsistensi internal alat ukur dengan uji reliabilitas. Hasil uji reliabilitas menunjukan nilai konsistensi internal QEWB sangat memadai, namun butir PSF_5 memiliki nilai CITC dibawah 0. Nilai pada butir ini masih belum cukup untuk dikatakan tidak reliabel, karena jika item PSF_5 di hapus nilai alpha cronbach tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil nilai konsistensi internal perdimensi menunjukan nilai yang memadai, namun terdapat satu dimensi yang kurang baik karena nilai alpha cronbach tidak memenuhi kriteria reliabel. Dimensi personal satisfaction and fulfillment memiliki jumlah butir sebanyak tiga, yang kemungkinan penyebab dari nilai konsistensi internalnya relatif rendah jika dianalisis perdimensi dibandingkan nilai konsistensi secara Schweizer . menjelaskan konsistensi internal yang rendah dapat disebabkan karena sedikitnya jumlah butir pada skala. Dengan demikian, peneliti memutuskan butir PSF_5 tetap dipertahankan karena dimensi Personal Satisfaction and Fulfillment hanya memiliki tiga dimensi dan nilai alpha cronbach QEWB secara keseluruhan sangat baik karena diatas 0. Koefisien konsistensi internal, yang dikenal sebagai alpha Cronbach, memiliki hubungan yang erat dengan jumlah item yang dievaluasi. Semakin banyak item yang dimasukkan dalam instrumen atau dimensi, maka kemungkinan nilai alpha Cronbach akan meningkat. Alpha cronbach tidak langsung tergantung pada jumlah item dalam instrumen, namun jumlah item Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia memiliki pengaruh terhadap rumus varians total dalam perhitungan alpha cronbach. Semakin banyak item dalam instrumen, semakin besar varians totalnya. Dengan kata lain, jumlah item memainkan peran penting dalam perhitungan alpha cronbach melalui rumus varians total. Hasil dari uji CFA digunakan untuk mengkonfirmasi struktur faktor yang diusulkan dari EFA, yaitu empat faktor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 20 butir. Hasil pengujian CFA menunjukkan korelasi empat faktor dan model hirarki memiliki nilai goodness of fit yang Hasil dari korelasi empat faktor pada indeks GF dan RMSEA memenuhi cut off value sedangkan pada indeks CF tidak memenuhi cut off value. Pada model hirarki tidak menunjukan ketepatan model yang baik karena keseluruhan indeks tidak memenuhi cut off value. Kemudian hasil dari analisis CR dan AVE yang mendukung validitas struktur internal menunjukan nilai CR berada diatas 0. 7 untuk keseluruhan dimensi. Nilai AVE hanya dimensi meaning in life dan self-discovery yang memiliki nilai diatas 0. 5, sedangkan dimensi Personal Expression Enjoyment dan Personal Satisfaction and Fulfillment nilai AVE tidak memuaskan. Nilai Average Variance Extracted (AVE) di bawah 0,5 menunjukkan tingkat kesalahan rata-rata yang lebih tinggi daripada variansi yang dikumpulkan oleh konstruk. Jika nilai AVE mendekati 0,5 dan kriteria validitas lainnya terpenuhi, nilai AVE itu sendiri tidak cukup untuk menunjukkan adanya masalah. Fornell dan Larcker . Karena hasil pengujian CFA dan EFA secara keseluruhan menunjukkan kecocokan model cukup memadai dengan korelasi sesuai dengan desain empat faktor, dapat disimpulkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia valid secara struktur internal. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki validitas struktur internal yang memadai dan reliabilitas yang konsisten, sehingga layak digunakan untuk mengukur eudaimonic well-being. Analisis EFA dan CFA mendukung keberfungsian model empat faktor, yaitu meaning in life, self-discovery, personal expression enjoyment, serta personal satisfaction and fulfillment. Uji beda juga mengindikasikan tidak adanya bias gender pada populasi penelitian, sehingga penggunaan instrumen ini dinilai adil dan akurat. Temuan ini memperkuat potensi QEWB sebagai alat ukur yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun praktik psikologi di Indonesia, meskipun generalisasi tetap harus dilakukan secara hati-hati mengingat keterbatasan konteks sampel. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variasi populasi yang lebih luas serta menguji aspek lain dari validitas psikometrik untuk memperkuat bukti penggunaan QEWB. Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 296-309 Saran