Journal of Nursing Science Research E-ISSN : 3062-8865 Volume 1 Nomor 1 Juni 2024 Hal : 56-66 PERBEDAAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN ANTARA KONDISI LAMPU MATI DENGAN KONDISI LAMPU HIDUP Syafina Melati Azri1*. Ananda Tasya Elisabet Sinaga2. Siti Nurhadijah3. Desni Theresia Butar-butar 4 1,2,3,4 Ilmu Keperawatan. Universitas Sumatera Utara Email: bmonang888@gmail. ABSTRAK Kualitas tidur merupakan kemampuan setiap orang untuk mempertahankan keadaan tidur dan untuk mendapatkan tahap tidur REM dan NREM yang pantas. Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan lampu mati dan lampu terhadap kualitas tidur siswa. Metode: Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitas Tidur yang diadaptasi dari Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kuesioner telah diuji validitas dan rehabilitasi. Hasil Penelitian: Kualitas tidur pada kondisi lampu hidup yang terbanyak pada kategori buruk yaitu pada kelompok umur 20 tahun sebanyak 5 orang . ,4%), durasi tidur 6-7 jam yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 5 orang . ,4%), memiliki riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 5 orang . ,4%). Sedangkan kualitas tidur dalam kondisi mati lampu yang terbanyak pada kategori baik yaitu pada kelompok umur 19 tahun sebanyak 7 orang . ,8%), dengan durasi tidur 6-7 jam yang mempunyai kualitas tidur baik sebanyak 8 orang . ,1%), tidak mempunyai riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 8 orang . ,1%). Kesimpulan: Gambaran penggunaan lampu pada Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 pada saat tidur dengan lampu menyala sebanyak 11 orang . ,6%), sedangkan penggunaan lampu pada saat tidur dengan lampu mati sebanyak 19 orang . ,4%). Gambaran kualitas tidur Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 22 orang . ,4%), sedangkan kualitas tidur buruk sebanyak 8 orang . ,6%). Kata kunci: Kualitas Tidur. Lampu Hidup. Lampu Mati ABSTRACT Sleep quality is everyone's ability to maintain their sleep state and to get proper REM and NREM sleep stages (Khasanah & Hidayati, 2. Objective: Identify differences in lights off and lights on students' sleep quality. Method: In this study the author used a quantitative type of study with a quasi-experimental design, the Instrument used in this study was Sleep Quality adapted from the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the questionnaire was tested for validity and Results: Sleep quality in the most living lamp conditions in the bad category, namely in the 20-year-old group as many as 5 people . 4%), 6-7 hours of sleep duration with good sleep quality as many as 5 people . 4%), has a history of illness with good sleep quality as many as 5 people . 4%). Meanwhile, in the 19 years old group, there are 7 people . 8%), with a 6-7 hoursAo sleep duration that has a good sleep quality of 8 people . 1%), there is no history of diseases with a good sleep quality of 8 people . 1%). Conclusion: The picture of lamp uses in Nursing Students in 2024 when sleeping with lights on is 11 people . 6%), while lamp use when sleeping with lights off is 19 people . 4%). The picture of the quality of sleep for Nursing Students in 2024, which has a good quality of sleep, is 22 people . 4%), while the quality of sleep is 8 people . 6%). Keyword: Sleep Quality. Lights On. Lights Off Page | 56 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 PENDAHULUAN Kebutuhan merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh Menurut King . kebutuhan dasar manusia adalah perubahan energi didalam maupun diluar organisme yang ditunjukkan melalui respon perilaku terhadap situasi, kejadian dan orang. Kebutuhan akan tidur merupakan kebutuhan dasar setiap Oleh karena itu, tidur harus terpenuhi sesuai kebutuhan individu mengingat kebutuhan tidur setiap Stores . mengatakan bahwa seorang dewasa awal seharusnya memiliki total jam tidur per hari 7 sampai 8 jam untuk memperoleh Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 2. Kualitas tidur merupakan akumulasi penilaian dari komponen kuantitatif dan kualitatif yang mengacu kepada aspekaspek seperti panjangnya jam tidur, hambatan untuk memulai tidur, efisiensi tidur dan keadaan dimana tidur tersebut Gangguan kualitas tidur dapat menimbulkan berbagai masalah seperti mengikuti pelajaran dan daya ingat yang rendah, temperamen, mood mudah berubah, kecemasan, tidak fokus, dan masalah perilaku seperti agresif, hiperaktif, dan impulsivitas. Kualitas tidur remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur seperti penyakit fisik, obat-obatan, gaya hidup, stress emosional, lingkungan, latihan fisik dan kelelahan, serta asupan makanan (Potter & Perry,2. Hal lain yang dapat memberikan pengaruh pada tidur adalah pencahayaan. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu cahaya alami seperti matahari dan cahaya buatan seperti lampu. Cahaya memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan setiap manusia, baik itu cahaya lampu, matahari, dan sumber cahaya yang Ruangan harus memiliki mengganggu aktivitas manusia. Cahaya dapat menjadi penting bagi tubuh Cahaya alami seperti matahari akan memberikan vitamin yang dapat bermanfaat bagi kulit dan tulang. Menurut Reza et al . tidur dalam kondisi lampu tidak menyala atau gelap akan jauh memberikan efek baik untuk tubuh manusia dibandingkan dengan lampu yang menyala. Paparan cahaya adalah salah satu faktor yang dapat menjadi alat untuk mengatur tidur atau waktu kerja biologis tubuh manusia. Karena cahaya yang diterima tubuh seseorang saat posisi tertidur dapat memunculkan suatu sinyal sinyal yang bekerja dalam suatu tubuh manusia. Banyak sekali efek yang diberikan ketika seseorang tidur dalam keadaan lampu tidak menyala atau gelap, yaitu dapat mengurangi depresi, dapat menjaga kualitas tidur, dapat menjaga kesehatan mata hingga kulit dan tidur dalam kedaan lampu tidak mennyala dapat mengurangi atau mencegah terjadinya obesitas METODE Pada menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen untuk mengetahui Perbandingan Antara Lampu Hidup Dan Lampu Mati terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Tahun 2024. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner Kualitas Tidur yang diadaptasi dari Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) Page | 57 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 dan kuesioner tersebut telah teruji validitas dan rehabilitas. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan di Universitas Sumatera Utara bulan Februari - Mei 2024 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sekitar 30 orang. HASIL Penelitian ini menggunakan 30 Karakteristik responden yaitu responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu Mengidentifikasi perbedaan antara keadaan lampu mati dengan lampu hidup terhadap kualitas tidur mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Dalam penelitian dikelompokkan berdasarkan usia, durasi tidur, dan riwayat penyakit. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan tabel berikut ini: Tabel 1. Cross Tabulation Kualitas Tidur. Durasi Tidur dan Riwayat Penyakit pada kondisi Lampu Hidup No Karakteristik Responden Usia 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun Total Durasi Tidur < 6 Jam 6-7 Jam >7 Jam Total Riwayat Penyakit Ada Tidak ada Total Kualitas Tidur Lampu Hidup Baik Buruk Berdasarkan tabel 1 bahwasannya Kualitas Tidur pada Kondisi Lampu Hidup yang terbanyak dalam kategori buruk, yaitu pada kelompok usia 20 tahun sebanyak 5 orang . ,4%). Sedangkan pada karakteristik durasi tidur pada kondisi lampu hidup yang terbanyak dalam kategori baik selama 6-7 jam sebanyak 5 orang . ,4%) dan terbanyak memiliki riwayat penyakit sebanyak 5 orang . ,4%). Page | 58 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 Tabel 2. Cross Tabulation Kualitas Tidur. Durasi Tidur dan Riwayat Penyakit pada kondisi Lampu Mati No Karakteristik Responden Usia 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun Total Durasi Tidur < 6 Jam 6-7 Jam >7 Jam Total Riwayat Penyakit Ada Tidak ada Total Kualitas Tidur Lampu Mati Baik Buruk Berdasarkan tabel 2 bahwasannya Kualitas Tidur pada Kondisi Lampu Mati yang terbanyak dalam kategori baik, yaitu pada kelompok usia 19 tahun sebanyak 7 orang . ,8%). Sedangkan pada karakteristik durasi tidur pada kondisi lampu hidup yang terbanyak dalam kategori baik selama 6-7 jam sebanyak 8 orang . ,1%) dan terbanyak tidak memiliki riwayat penyakit sebanyak 8 orang . ,1%). PEMBAHASAN Kualitas Tidur terhadap Lampu Hidup Berdasarkan Usia Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi hidup lampu yang terbanyak dalam kategori buruk yaitu pada kelompok usia 20 tahun . ,4%). Sejalan dengan teori Sastrawan . yang mengemukakan bahwa rentang usia remaja dan dewasa muda memiliki faktor risiko yang dapat mengganggu kualitas tidur. Adapun mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok, keluar hingga larut malam, menonton film dan kebiasaan bermain game hingga begadang, dan lain sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gooley . yang dilakukan kepada 116 responden dengan usia antara 18 Ae 30 tahun, paparan terhadap cahaya di dalam ruangan akan memiliki pengaruh buruk terhadap hormon melatonin. Setengah dari responden diberi paparan lampu yang terang pada saat menjelang tidur sedangkan setengahnya lagi diberi paparan lampu redup pada saat tidur dan hal ini dilakukan selama lima hari berturut Ae turut, kemudian setiap 30 Ae 60 menit kadar melatonin diukur dan terlihat bahwa cahaya dalam ruangan dapat mengurangi kadar melatonin rata Ae rata selama 90 menit. Dan kamar yang tetap terang saat tidur akan mengurangi kadar melatonin hingga 50 persen. Kualitas Tidur terhadap Lampu Hidup Berdasarkan Durasi Tidur Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi hidup lampu yang terbanyak dalam kategori baik yaitu pada kelompok durasi Page | 59 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 tidur 6-7 jam . ,4%). Teori ini tidak sejalan dengan teori yang dikemukakan Muhammad Taufik Penggunaan lampu yang terlalu terang saat tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas tidur remaja. Cahaya terang dapat menembus kelopak mata dan merangsang otak, membuat seseorang sulit tidur karena tubuh dan otak tidak dapat beristirahat secara penuh. Selain itu, cahaya lampu dapat mempengaruhi ritme sirkadian dan Ketika terpapar cahaya lampu pada malam hari, produksi melatonin yang terlibat dalam pengaturan tidur dapat terganggu. Akibatnya, kualitas tidur dapat terganggu, yang pada keseimbangan fisiologis dan psikologis. Sebuah penelitian yang dilakukan Bils . seringkali seseorang tidak dapat mencapai waktu tidur yang ideal Mulai dari kekurangan waktu tidur atau bahkan melebihi waktu tidur yang dianjurkan tersebut. Kedua hal tersebut dipengaruhi oleh faktor eksogen berupa paparan cahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik meningkatnya kadar kolesterol, tekanan darah, dan resiko diabetes, serta menurunnya fungsi memori dan belajar Kualitas Tidur terhadap Lampu Hidup Berdasarkan Riwayat Penyakit Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi hidup lampu yang terbanyak dalam kategori baik yaitu pada kelompok memiliki riwayat penyakit . ,4%). Tidak sejalan dengan teori Wardani. Wijayanti. Ainiyah, . mengemukakan kualitas tidur yang baik berarti seseorang puas terhadap tidurnya sehingga tidak menunjukkan perasaan lelah setelah tidur, lesu, gelisah, kehitaman di sekitar mata, konjungtiva merah, sering menguap atau mengantuk hingga sakit kepala. Kualitas tidur yang terganggu akibat cahaya dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit DM dan sebaliknya DM dapat menyebabkan gangguan tidur karena munculnya gejala nocturia dan nyeri. Menurut asumsi peneliti Resti . Kualitas tidur yang baik akan beristirahat, jika kualitas tidur buruk bagi pasien DM adalah sering berkemih pada malam hari, makan berlebihan sebelum waktu tidur, stress dan kecemasan yang berlebihan serta peningkatan suhu tubuh dapat menggangu pola tidur di malam hari terlebih cahaya malam, sehingga menyebabkan kurangnya kualitas tidur. Sehingga dengan kurangnya tidur juga akan berpengaruh terhadap perubahan hormon leptin dan ghrelin. Hormon leptin bertanggung jawab terhadap rasa kenyang, kurangnya waktu untuk tidur akan menurunkan kadar hormon leptin, dan membuat seseorang menjadi lebih banyak makan. Menurut penelitian Sumarna . Terdapatnya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah dengan pValue = 0,047, membuktikan bahwa semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin tinggi pula tekanan darahnya. Oleh karena itu kita harus memperbaiki kualitas tidur dengan cara melakukan intervensi terhadap faktor mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas Tidur terhadap Lampu Mati Berdasarkan Usia Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi hidup lampu yang terbanyak dalam kategori buruk yaitu pada kelompok usia 19 tahun . ,8%). Selaras dengan teori Dini & Vina . mengemukakan kondisi kurang tidur yang dialami oleh remaja di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cahaya. Cahaya Page | 60 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 lampu yang digunakan pada saat tidur yang terlalu terang dapat menembus kelopak mata dan merangsang otak untuk tetap beraktivitas dan menyebabkan seseorang sulit tidur karena tubuh dan beristirahat secara penuh. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Rusmiyati . lampu yang mati pada saat tidur membuat kinerja hormon melatonin maksimal sehingga tubuh dan otak dapat mendapatkan kualitas tidur yang baik maka para remaja dapat mengikuti aktivitas belajar mengajar dengan baik dan dapat menjaga kesehatan fisiknya. Didukung dikemukakan oleh Rusmiyati . yang mengatakan bahwa meredupkan lampu pada malam hari dan tidur dalam keadaan gelap mampu mengurangi gangguan tidur salah satunya insomnia. Kualitas Tidur terhadap Lampu Mati Berdasarkan Durasi Tidur Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi mati lampu yang terbanyak dalam kategori baik yaitu pada kelompok durasi tidur 6-7 jam sebanyak 8 orang . ,1%). Selaras dengan Veratamala . ketika mata terpapar oleh cahaya antara waktu pagi dan sore hari, cahaya tersebut menghambat sel saraf dan menekan pelepasan hormon melatonin. Saat tidur dalam kondisi lampu menyala, otak akan memproduksi Terlalu banyak paparan cahaya sesaat sebelum tidur bisa mendapatkan kualitas Mengatur paparan merupakan cara efektif untuk menjaga siklus sikardian. Kebutuhan tidur yang baik sebenarnya bukan sekadar waktu yang dihabiskan untuk tidur itu sendiri, melainkan tidur yang membawa ketenangan, nyenyak, dan tidak merasa terganggu oleh kondisi apapun. Tidur yang nyenyak bukanlah berdasarkan pada jam tidur yang panjang, melainkan tidur yang mampu memulihkan rasa lelah, merasakan kenyamanan ketika bangun, dan memulihkan semangat untuk kembali Menurut penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Dien Iqbal . Salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap kualitas tidur responden adalah pola jam biologis. Setiap individu memiliki pola jam biologis, manusia normal akan lebih banyak melakukan aktivitas pada siang hari dan beristirahat pada malam hari (Agustin, 2012: . Perubahan irama fisiologis tubuh berulang setiap 24 jam mengikuti perputaran siang dan malam yang teratur, irama tersebut dikenal sebagai irama sirkadian (Barnard, 2002: . Jika pola hidup seseorang tidak teratur maka secara otomatis irama sirkadian yang dimiliki sebelumnya akan berubah dan dapat berakibat terganggunya jam biologis antara waktu tidur dan terjaga, hal ini akan mempengaruhi pola dan kualitas Kualitas Tidur terhadap Lampu Mati Berdasarkan Riwayat Penyakit Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur responden pada kondisi mati lampu yang terbanyak dalam kategori baik yaitu pada kelompok tidak memiliki riwayat penyakit sebanyak 8 orang . ,1%). Sejalan teori Gooley, meredupkan lampu saat malam hari dan tidur dalam keadaan gelap dapat mengurangi insomnia, menjaga tekanan darah tetap normal dan menurunkan terjadinya diabetes mellitus. Dalam berbagai penelitian juga disebutkan bahwa melatonin mempunyai peran dalam mengatasi kualitas tidur yang buruk, hipertensi dan kanker. Sekresi melatonin bersifat siklik sepanjang hari, sekresinya tinggi pada malam . alam gela. dan rendah pada siang hari. Melatonin akan bekerja dengan memberi Page | 61 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 sinyal kapan waktu untuk tidur dan waktu Penggunaan lampu yang mati pada saat tidur akan membuat kinerja hormon melatonin maksimal sehingga tubuh dan otak akan beristirahat secara penuh dan mendapatkan kualitas tidur yang baik. Menurut asumsi peneliti Resti . Kualitas tidur yang baik akan kenyamanan dalam beristirahat, jika kualitas tidur buruk bagi pasien DM adalah sering berkemih pada malam hari, makan berlebihan sebelum waktu tidur, stress dan kecemasan yang berlebihan serta peningkatan suhu tubuh dapat menggangu pola tidur di malam hari, kualitas tidur. Sehingga dengan kurangnya tidur juga akan berpengaruh terhadap perubahan hormon leptin dan Hormon leptin bertanggung jawab terhadap rasa kenyang, kurangnya waktu untuk tidur akan menurunkan kadar hormon leptin, dan membuat seseorang menjadi lebih banyak makan. Menurut penelitian Sumarna . Terdapatnya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah dengan pValue = 0,047, membuktikan bahwa semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin tinggi pula tekanan darahnya. Oleh karena itu kita harus memperbaiki kualitas tidur dengan cara melakukan intervensi faktor-faktor mempengaruhi kualitas tidur. Hubungan Kualitas Tidur Dengan Lampu Mati dan Lampu Hidup Dalam penelitian ini dari 30 responden didapatkan hasil bahwa kualitas tidur pada mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Angkatan 2022 lebih mayoritas memiliki kualitas tidur yang baik dalam keadaan lampu mati daripada memiliki kualitas tidur yang lain dengan berbagai macam Dalam penelitian yang dilakukan oleh Syamsul Bakhri . Saat tidur, tubuh akan memproduksi hormone melatonin, dimana hormon ini memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun sintesis dan sekresi hormon ini dirangsang oleh kegelapan dan dihambat oleh cahaya. Normalnya melatonin dalam tubuh mempengaruhi jumlah neutrofil dan limfosit, salah satu alat sistem pertahanan tubuh. Jika daya tahan tubuh dalam jumlah normal, maka tubuh akan sulit terserang penyakit. Jika seseorang tidur dengan lampu menyala, maka akan mengakibatkan terhambatnya atau bahkan terhentinya produksi berdampak negatif pada sistem kekebalan Sementara itu, tidur dengan lampu mati akan memaksimalkan produksi melatonin, sehingga dapat berdampak baik bagi sistem kekebalan tubuh. Mahasiswa yang memiliki kualitas tidur buruk dapat disebabkan karena mahasiswa harus menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka bersangkutan sering tidur larut malam yang membuat mahasiswa tersebut perlu untuk merubah pola tidurnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 responden Tentang "Perbedaan Kualitas Tidur Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Antara Kondisi Lampu Mati Dengan Kondisi Lampu Hidup Tahun 2024" peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Gambaran penggunaan cahaya lampu pada Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 saat tidur dengan lampu hidup sebanyak 11 . ,6%) responden Page | 62 Journal of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 Juni 2024 Sedangkan penggunaan lampu pada saat tidur dengan lampu mati sebanyak 19 . ,4%) responden. Gambaran kualitas tidur pada Mahasiswa Keperawatan tahun 2024 yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 22 . ,4%) responden. Sedangkan yang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 8 . ,6%) responden. Gambaran penggunaan cahaya lampu pada saat tidur dengan lampu hidup pada usia 20 tahun dengan kualitas tidur buruk sebanyak 5 . ,4%) responden, dengan durasi tidur 6-7 jam yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 5 . ,4%) responden, dan yang memiliki riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 5 . ,4%) Sedangkan gambaran Penggunaan lampu pada saat tidur dengan lampu mati pada usia 19 tahun dengan kualitas tidur baik sebanyak 7 . ,8%) responden, dengan durasi tidur 6-7 jam yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 8 . ,1%) responden, dan yang tidak memiliki riwayat penyakit dengan kualitas tidur baik sebanyak 8 . ,1%) SARAN Diharapkan pendidikan untuk mengembangkan ilmu kebutuhan dasar manusia kepada peserta didik sehingga pengetahuan tentang kualitas tidur yang baik di antara lampu mati dan lampu hidup bagi kesehatan Dengan adanya penelitian ini pengetahuan serta wawasan khususnya mengenai ilmu riset kebutuhan dasar manusia tentang penerapan cahaya tidur yang baik terkait dengan kualitas tidur. Dapat dijadikan pertimbangan edukasi kepada mahasiswa terkait kualitas tidur dengan lampu mati dan hidup bagi kesehatan tubuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai baiknya penggunaan cahaya lampu dalam posisi lampu yang mati pada saat tidur maka dapat memberikan kualitas tidur yang baik bagi remaja. Dengan adanya penelitian ini mengembangkan pengetahuan serta wawasan kualitas tidur bagi mahasiswa terkait dengan lampu mati dan hidup serta adanya kaitan dengan penyakit keturunan DAFTAR PUSTAKA