Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 15-22 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. MOTIVASI AKADEMIK DAN KAITANNYA DENGAN PENYESUAIAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN HYBRID DI JAKARTA Rahmah Hastuti1. Chandra Susanto2 & Nova Chandra3 Fakultas Psikologi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: rahmahh@fpsi. Program Studi Sarjana Psikologi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: chandrasusanto12@gmail. Program Studi Sarjana Psikologi. Universitas Tarumanagara Jakarta* Email: nova. 705210215@stu. ABSTRACT The pandemic will soon end marked by a decrease in Covid-19 cases. This makes learning methods that have been carried out completely online, are now changing into hybrid learning. These changes require re-adaptation academic by students. This study aims to analyze the college life of students in Jakarta in the context of hybrid learning and with their academic motivation. This research uses quantitative research with non-experimental techniques. This study involved 183 students who were carrying out hybrid learning between the ages of 17-23 years. The results showed that there was a significant positive relationship between the two research variables . = 0. 406, p<0. The higher the academic motivation, the higher the student's self-adjustment. Keywords: College adjustment, hybrid study, college student ABSTRAK Pandemi akan segera berakhir dengan ditandai dengan penurunan kasus Covid-19. Hal tersebut membuat metode pembelajaran yang selama ini dilaksanakan secara online sepenuhnya, kini mengalami perubahan menjadi pembelajaran secara hybrid. Perubahan tersebut membutuhkan adaptasi akademik kembali oleh para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan kuliah mahasiswa di Jakarta dalam konteks pembelajaran hybrid serta kaitannya dengan motivasi akademiknya. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik non eksperimental. Penelitian ini melibatkan 183 mahasiswa yang sedang melaksanakan pembelajaran hybrid berusia antara 17-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara kedua variabel penelitian . = 0. 406, p<0. Semakin tinggi motivasi akademik maka semakin tinggi juga college student adjustment. Kata kunci: College adjustment, pembelajaran hybrid, mahasiswa PENDAHULUAN Sejak tahun 2019 hingga sekarang, dunia dilanda pandemi virus Covid-19. Semenjak World Health Organization (WHO) mengumumkan adanya pandemic Covid-19 yang mewabah di dunia, pemerintah memberlakukan social distancing dalam semua kegiatan untuk mengurangi tingkat penyebaran virus Covid-19. Kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah dengan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan yang ditetapkan pemerintah memiliki dampak yang besar di seluruh dunia, termasuk salah satunya yaitu kegiatan belajar mengajar sekolah maupun universitas (Abidah et al. , 2. Kegiatan belajar mengajar yang awalnya dilakukan secara tatap muka diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah yang disebut sebagai pembelajaran daring. Peralihan kegiatan belajar mengajar tersebut membuat mahasiswa sulit untuk beradaptasi terhadap cara pembelajaran mereka yang baru. Oleh karena itu, mahasiswa mengalami beberapa kendala selama pembelajaran daring. Menurut Adnan dan Anwar . , bahwa kendala utama yang dialami selama mengikuti pembelajaran daring yaitu koneksi internet https://doi. org/10. 24912/jssh. Motivasi Akademik dan Kaitannya dengan Penyesuaian Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid di Jakarta Hastuti et al. yang buruk, kurangnya motivasi, merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas kelompok yang dilakukan secara jarak jauh, serta kesulitan dalam berkomunikasi. Setelah pandemi Covid-19 menjadi sebuah krisis global, setiap orang beradaptasi dan menemukan berbagai cara untuk menangani masalah yang ada, salah satu dampak yang dirasakan adalah pada bidang pendidikan yang mengalami perubahan metode dalam pembelajaran yang sebelumnya lebih berfokus pada metode tatap muka di dalam kelas, kemudian beralih menggunakan metode hybrid learning. Metode hybrid learning merupakan metode pembelajaran yang berupaya melakukan kombinasi atas metode pembelajaran tatap muka dalam jaringan atau online. Metode tersebut yang mulai diterapkan pada Januari 2021 (Nizam dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, untuk mengatasi kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran daring, pemerintah memberlakukan metode pembelajaran campuran atau disebut dengan hybrid learning. Hybrid learning adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa atau mahasiswa secara tatap muka dan daring (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terdapat empat syarat yang harus dipenuhi oleh pihak universitas dalam pelaksanaan metode hybrid learning, antara lain: . universitas memiliki rekomendasi atau melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah pada tingkat kabupaten atau kota melalui satuan tugas penanganan Covid-19. kegiatan kurikuler yang diperbolehkan untuk pihak universitas antara lain pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. pihak universitas menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh mahasiswa serta dosen yang mengajar dengan metode dalam jaringan untuk kegiatan hybrid dan . pihak universitas telah siap dan menerapkan peraturan terkait protokol Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 07/MENKES/413/2020 (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Terdapat beberapa tantangan yang dimiliki oleh mahasiswa baru atau lebih dipopuler dengan akronim maba seperti penyesuaian terhadap lingkungan sosial, manajemen waktu dan bidang akademik (Arjanggi & Kusumaningsih, 2016. Esmael. Ebrahim, & Misganew. Mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi, memiliki metode yang berbeda dibandingkan saat berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Salah satu kekurangan utama dalam metode pembelajaran yang menggunakan media internet adalah kebutuhan akan koneksi serta perangkat elektronik yang memadai. Dengan penerapan hybrid learning, mahasiswa diharuskan untuk menghadapi lingkungan dan proses pembelajaran yang baru. Sehingga, mahasiswa membutuhkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta situasi yang rentan dipersepsi sebagai situasi yang menekan, terutama pada mahasiswa tahun pertama. Ababu et al. mengatakan bahwa mayoritas mahasiswa tahun pertama harus menghadapi banyak tantangan yang terjadi sebagai fase penyesuaian dalam hidup mereka. Hal ini juga dikatakan Ayele . bahwa mahasiswa tahun pertama mengalami banyak kesulitan sosial . isalnya berpisah dengan orang tu. dan tantangan berupa beban tugas kuliah yang berat. Selain itu, mereka sering merasa kesepian, home sickness, merasa kebingungan akibat perubahan yang baru. Hal ini menjadi kekhawatiran karena penyesuaian dengan lingkungan perguruan tinggi dianggap sebagai faktor yang penting dalam memprediksi kinerja akademik dalam kehidupan pendidikan mereka (Petersen, 2. Ayele . mendapatkan bahwa banyak mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studinya dikarenakan kesulitan https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 15-22 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. penyesuaian diri yang dihadapi mahasiswa selama menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa baru. Penyesuaian mahasiswa di perguruan tinggi dalam konstruk psikologis disebut college adjustment. Dari beberapa masalah penyesuaian di atas, oleh karena itu, peneliti mengkaji penyesuaian mahasiswa selama hybrid learning. Hal ini dianggap penting karena proses penyesuaian mahasiswa dapat memengaruhi pembelajaran, terutama pencapaian akademik dan motivasi mahasiswa dalam melakukan pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan insight untuk mampu memahami perilaku individu, menelaah kembali mengenai persepsi mahasiswa mengenai kehidupan perkuliahannya dan secara khusus terkait dengan penyesuaian pada kehidupan kuliahnya. Diharapkan dari penelitian ini dapat menambah data kajian empiris sehubungan dengan penelitian mengenai college adjustment. Diharapkan juga dari penelitian ini mampu menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin mengukur penyesuaian terkait kehidupan kuliah pada mahasiswa. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah: apakah terdapat hubungan antara penyesuaian mahasiswa dalam perkuliahan dengan sistem hybrid dengan motivasi akademik mahasiswa? Menurut Baker dan Syrik . , college adjustment didefinisikan sebagai penyesuaian mahasiswa di perguruan tinggi sebagai suatu proses interaksi dalam menciptakan hubungan yang berasal dari individu dengan lingkungannya. Kesulitan dalam menyesuaikan diri membuat mahasiswa mengalami beberapa masalah, terutama masalah Hal ini dikarenakan mahasiswa baru tidak dapat mengatasi kesulitan yang Arjanggi . mengatakan bahwa sebagian besar mahasiswa tahun pertama memiliki masalah kecemasan yang memengaruhi penyesuaian akademik mereka. Penelitian Esmael et al. juga menemukan bahwa mahasiswa di Ethopia memiliki masalah penyesuaian diri. Hal ini dikarenakan mahasiswa berada jauh dari rumah dan keluarga, kemudian diikuti dengan masalah penyesuaian sosial. Kemudian, pada penelitian Rahayu dan Ariyanti . ditemukan bahwa masalah mahasiswa baru kesulitan dalam proses penyesuaian yaitu mahasiswa kesulitan dalam mengerjakan tugas kuliah, kurangnya motivasi dalam mengerjakan hal-hal yang berkaitan tugas, kesulitan berkonsentrasi hingga merasa gangguan tidur serta kelelahan. Baker dan Syrik . membagi college adjustment menjadi empat dimensi yang terdiri dari dimensi penyesuaian akademik atau academic adjustment yang berisi aspek-aspek tuntutan pendidikan karakteristik dalam pengalaman perguruan tinggi, dimensi penyesuaian sosial atau social adjustment yang berisi aspek-aspek tuntutan antara pribadi dengan masyarakat yang tidak dapat lepas dari pengalaman, dimensi penyesuaian antara personal dengan emosional atau personal emotional adjustment yang bertujuan dalam menentukan perasaan mahasiswa yang berkaitan dengan tekanan psikologis umum, dan dimensi keterikatan atau institutional attachment yang mencangkup perasaan yang muncul karena adanya kehadiran mahasiswa dan perguruan tinggi. Natalya, 2018 membagi motivasi menjadi tujuh dimensi, yang masing-masing pada motivasi intrinsik dan ekstrinsik mencakup tiga dimensi, dan satu dimensi lainnya yaitu merupakan motivasi dengan level terendah yang ditandai dengan kurangnya niat dan tidak dapat merasakan dampak dari perbuatan perilaku. Pada motivasi intrinsik terdapat dimensi Intrinsic Motivation to Know (IMTK) yang mengacu pada perasaan puas yang muncul ketika individu mengeksplorasi sesuatu yang baru, dimensi Intrinsic Motivation to Accomplish Things (IMTA) yang mengacu pada perasaan puas yang muncul ketika berhasil menyelesaikan atau menciptakan sesuatu yang baru, dan dimensi Intrinsic Motivation to Experience Stimulation (IMES) yang mengacu pada perasaan https://doi. org/10. 24912/jssh. Motivasi Akademik dan Kaitannya dengan Penyesuaian Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid di Jakarta Hastuti et al. senang yang muncul ketika melakukan aktivitas tertentu (Natalya, 2. Pada motivasi Ekstrinsik terdapat dimensi External Regulation (EMER) yang mengacu pada pengerjaan kegiatan yang ditentukan atau hasil dari perintah orang lain. Introjected Regulation (EMIN) yang mengacu pada pengerjaan kegiatan yang dilakukan dengan tidak sepenuh hati karena didorong oleh perasaan yang tidak ingin merasa bersalah, dan Identified Regulation (EMID) yang mengacu pada pengerjaan kegiatan berdasarkan pilihan diri sendiri yang didorong oleh perasaan bahwa kegiatan tersebut penting untuk dilakukan (Natalya, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian kuantitatif menjadi suatu metode yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab permasalahan. Peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang telah dilakukan adaptasi ke dalam bahasa Indonesia ke dalam bentuk Google Form yang dilakukan dari tanggal 03 Juni 2022 hingga 30 Juni 2022. Peneliti melakukan penyebaran kuesioner dan partisipan penelitian mengawali proses pengisian kuesioner dengan terlebih dahulu mengisi informed consent sebagai bentuk partisipan bersedia untuk turut serta dalam penelitian ini dan tidak terdapat unsur paksaan dalam mengikuti penelitian ini. Setelah mengisi informed consent, partisipan selanjutnya mengisi data demografi yang terdiri atas jenis kelamin, usia, semester, dan pilihan metode pembelajaran yang disukai. Setelah itu para partisipan akan mengisi skala penyesuaian akademik mahasiswa dan skala motivasi akademik. Penelitian ini mengikutsertakan partisipan dengan kriteria sebagai berikut: . mahasiswa di universitas swasta di Jakarta. mengikuti perkuliahan secara hybrid. berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. berusia antara 17-23 tahun. tidak membatasi suku, agama, ras, dan etnis. Pada penelitian ini, peneliti memperoleh partisipan 183 Secara lengkap, data demografi dapat dilihat pada Tabel 1. Skala penyesuaian akademik mahasiswa, peneliti menggunakan alat ukur Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) yang dikembangkan oleh Baker dan Siryk . untuk mengukur college adjustment. Secara keseluruhan dari empat dimensi yang ada. SACQ terdiri dari 67 butir yang 35 butir diantaranya merupakan butir positif, dan 32 butir sisanya merupakan butir negatif. Contoh butir pada skala SACQ adalah AuSaya merasa bahwa saya cocok dengan baik sebagai bagian dari lingkungan kampusAy. Hasil pengujian validitas skala penyesuaian akademik mahasiswa menunjukkan nilai Corrected Item-Total Correlation berkisar antara 0. 275- 0. Nilai koefisien reliabilitas CronbachAos Alpha Skala motivasi akademik menggunakan alat ukur Academic Motivation Scale Ae Short Indonesian Language Version (AMS) yang dikembangkan oleh Vallerand et al. , . ikutip dalam Natalya, 2. dan telah divalidasi oleh Natalya dan Purwanto . untuk mengukur motivasi akademik. Secara keseluruhan dari tujuh dimensi yang ada. AMS terdiri dari 15 butir yang semua butirnya merupakan butir positif. Contoh butir pada skala AMS adalah AuSaya merasakan kenikmatan dan kepuasan saat mempelajari hal baruAy. Hasil pengujian validitas skala motivasi akademik menunjukkan nilai Corrected Item-Total Correlation berkisar antara 0. Nilai koefisien reliabilitas CronbachAos Alpha menunjukkan 0. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 15-22 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 1 Data Demografi Responden Penelitian Jenis Kelamin Usia Semester Metode Pembelajaran yang diminati Data Demografi Laki-laki Perempuan Daring Luring Frekuensi Persentase (%) HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran penyesuaian akademik mahasiswa selama pembelajaran hybrid pada mahasiswa di Universitas X dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat penyesuaian akademik pada tingkat rendah . 1%) dan tingkat motivasi akademik pada kategori tinggi . 2%). Pada tabel juga menunjukkan bahwa seluruh dimensi motivasi akademik memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan variabel penyesuaian akademik mahasiswa, kecuali pada dimensi amotivasi hubungannya adalah negatif . < 0. Tabel 2 Kategorisasi Motivasi Akademik dan Penyesuaian Akademik Mahasiswa Kategori Tinggi Sedang Rendah Total Motivasi Akademik Jumlah Responden Persentase (%) Penyesuain Akademik Mahasiswa Jumlah Responden Persentase (%) Berdasarkan pada Tabel 3 diketahui bahwa hubungan antara motivasi akademik dan penyesuaian mahasiswa memiliki korelasi yang positif dan signifikan . =0. 406, p<0. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi akademik mahasiswa, maka akan semakin tinggi penyesuaian akademik mahasiswa. Sebaliknya semakin rendah motivasi akademik mahasiswa maka semakin rendah juga penyesuaian akademik https://doi. org/10. 24912/jssh. Motivasi Akademik dan Kaitannya dengan Penyesuaian Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid di Jakarta Hastuti et al. Tabel 3 Korelasi Variabel & Dimensi Motivasi Akademik dengan Variabel Penyesuaian Akademik Mahasiswa Variabel & Dimensi Motivasi Akademik Motivasi Intrinsik Motivasi Ekstrinsik Keterangan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Intrinsic Motivation to Know (IMTK) Intrinsic Motivation Accomplish Things (IMTA) Intrinsic Motivation Experience Stimulation (IMES) External Regulation (EMER) Introjected Regulation (EMIN) Identified Regulation (EMID) Amotivation (AMOT) Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan positif signifikan Terdapat hubungan negatif signifikan Pada tabel 4 menunjukkan ketiga dimensi penyesuaian akademik mahasiswa memiliki hubungan positif signifikan dengan variabel motivasi akademik . <0. , kecuali dimensi Personal-Emotional Ajustment (PEA) . >0. Tabel 4 Korelasi Dimensi Penyesuaian Akademik Mahasiswa dengan Variabel Motivasi Akademik Dimensi Keterangan Terdapat hubungan positif signifikan Social Adjustment (SA) Terdapat hubungan positif signifikan Goal Commitment-Institutional Attachment (GCIA) Personal-Emotional Adjustment (PEA) Academic Adjustment (AAJ) Terdapat hubungan positif signifikan Tidak Terdapat Hubungan Pada tabel 5, berdasarkan hasil uji beda menggunakan Kruskal-Wallis pada variabel penyesuaian akademik mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi 048 . <0. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan skor penyesuaian akademik mahasiswa antara laki-laki dan perempuan. Selain itu pada dimensi motivasi akademik yakni dimensi PEA, motivasi ekstrinsik. EMER, dan EMIN ditinjau dari jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi p<0. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan skor pada keempat dimensi tersebut antara subyek laki-laki dan perempuan. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 15-22 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 5 Perbedaan Penyesuaian Akademik Mahasiswa dan Motivasi Akademik ditinjau dari Jenis Kelamin Variabel dan Dimensi Penyesuaian Akademik Mahasiswa PEA Motivasi Ekstrinsik EMER EMIN Laki-laki Perempuan Chi-Square Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Naing & Mon . bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motivasi akademik dengan penyesuaian akademik mahasiswa . =0. 655, p<0. Penelitian ini juga menemukan terdapat hubungan yang positif signifikan antara dimensi motivasi intrinsik & motivasi ekstrinsik dengan variabel penyesuaian akademik mahasiswa . =0. 405, p<0. r=0. p<0. Sedangkan hubungan dimensi amotivasi dengan variabel penyesuaian akademik mahasiswa diperoleh hasil negatif signifikan . =-0. 630, p<0. Penelitian Naing & Mon . juga memperoleh hasil keempat dimensi dari variabel penyesuaian akademik mahasiswa yakni AAJ. SA. GCIA, dan PEA memiliki hubungan positif signifikan dengan variabel motivasi akademik . =0. 401, p<0. r=0. 411, p<0. r=0. 171, p<0. r=0. 378, p<0. Selain ini juga menemukan bahwa terdapat perbedaan skor penyesuaian akademik mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin . <0. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Salmain, et al . yang menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara dimensi motivasi ekstrinsik dengan variabel penyesuaian akademik mahasiswa . =0. 468, p<0. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara motivasi akademik dengan penyesuaian akademik mahasiswa. Mahasiswa memiliki tingkat motivasi akademik yang tinggi, dan juga memiliki tingkat penyesuaian akademik mahasiswa yang rendah. Penelitian ini juga menemukan terdapat perbedaan yang signifikan pada skor penyesuaian akademik mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin. Saran bagi para mahasiswa untuk meningkatkan penyesuaian akademik mahasiswa pada pembelajaran dengan metode hybrid perlu meningkatkan motivasi akademiknya seperti motivasi intrinsik, dan juga ekstrinsik. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar sehingga memperoleh gambaran tentang variabel penelitian yang lebih komprehensif. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lainnya yang berhubungan dengan penyesuaian akademik mahasiswa seperti variabel academic self-esteem. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Universitas Tarumanagara, khususnya Fakultas Psikologi yang telah memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dan mempublikasi hasil penelitian ini. Peneliti juga berterima kasih kepada keluarga peneliti, para dosen pembimbing peneliti, teman dan seluruh partisipan yang ikut serta secara sukarela dalam penelitian ini. https://doi. org/10. 24912/jssh. Motivasi Akademik dan Kaitannya dengan Penyesuaian Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid di Jakarta Hastuti et al. REFERENSI