Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 KEJADIAN JERAWAT PADA REMAJA DI SMA YADIKA 3 Nanang Prayitno1. Rima Nurisa Brahmani2 1Polytechnic of Health Jakarta II. Department of Nutrition. Ministry of Health Republic of Indonesia 2Nutritionist Jl. Hang Jebat i F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan prayitno@rocketmail. Abstract Although the pathogenesis of acne is currently unknown, recent epidemiologic studies of non-Westernized populations suggest that dietary factors, including the type of foods consumed may be involved. The objective was to know the internal and external factors that are related with acne vulgaris in the senior high school The study used the crossectional design with the total sample of 135 students of the SMA YADIKA 3 Ciledug Tangerang. The data of foods consumption were collected by using 24 hours recall method, the nutritional status of the students is determined by using Body Mass Index (BMI). These informations are collected by nutritionis. The type of the skins were collected by general The study was conducted on April 30-31 April and Mei 5-6 Mei 2009. The statistical analysis of this study by using Chi-Square. Of the internal factors, only the type of the skins is associated with the acne vulgaris. Meanwhile of the external factors, only the higiene of the skin is associated with the acne vulgaris. Keywords: Acne. Nutritional Status. Body Mass Index (BMI) Abstrak Pada penelitian yang dilakukan Nurhidayati . , ditemukan bahwa sampel yang mengkonsumsi keju . %) dan susu cair . %) dengan frekwensi 1-3 kali seminggu adalah responden yang berjerawat. Namun di dalam penelitian Nurhidayati tidak meneliti faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan jerawat. Sehingga kemungkinan fakto rinternal dan eksternal dapat mempengaruhi timbulnya jerawat. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang berhubungan dengan kejadian timbulnya jerawat pada remaja. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional dilakukan di SMA YADIKA 3 Ciledug tanggal 30 April-31 April dan 5 Mei-6 Mei 2009 dengan jumlah sampel 135 remaja kelas XI SMA YADIKA 3. Dari faktor internal yang meliputi jenis kulit wajah, keturunan, ras, dan status gizi yang mempengaruhi kejadian jerawat adalah jenis kulit wajah. Sedangkan factor eksternal yang meliputi kebersihan kulit wajah, frekuensi membersihkan kulit wajah, tingkat konsumsi lemak dan faktor bahan makanan penyebab jerawat yang mempengaruhi kejadian timbulnya jerawat adalah kebersihan kulit wajah. Kata kunci: Jerawat. Status Gizi. Indeks Masa Tubuh (IMT) Memiliki kulit yang bersih dan sehat dapat menambah keyakinan seseorang dalam bermasyarakat. Masalah kesehatan kulit, khususnya diwajah seperti jerawat merupakan permasalahan yang biasa Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah menderita jerawat, maka sering dianggap sebagai kelainan kulit yang timbul secara alami . Jerawat mengenai sebagian besar penduduk . %). Orang yang sudah menginjak masa Pendahuluan Definisi kulit yang sehat ialah kulit yang mempunyai fungsi normal, tanpa kelainan dan penyakit. Secara klinis kulit yang sehat adalah kulit yang halus. Dalam penampakannya kulit tidak pucat, bersinar, cerah, halus bila diraba, kencang, lembab, dan tampak . Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 pubertas umumnya pernah mengalami (Harniani, 1. Dalam dunia medis, jerawat dikenal sebagai AuAcneAy, yaitu yaitu peradangan kronis dari folikel pilocebaceous . alah satu kelenjar pada kuli. , disertai dengan penyumbatan dan penimbunan keratin, ditandai dengan adanya komedo, pustule, nodula dan kista (Wasitaatmadja, 2. Bagi sebagian orang mungkin masalah ini percaya diri, karena wajah terlihat kurang enak dipandang. Bahkan parahnya, psikologis dimana penderita jerawat merasa minder atau malu (Tranggano. Berdasarkan hasil penelitian yang Wijayadi, responden yang berjerawat akan malu dan rendah diri sebesar 48,7% dibandingkan dengan responden yang tidak berjerawat 32,7% (Wijayadi, 1. Acne umumnya timbul pada masa remaja dan menjadi salah satu problem yang sering membuat kurang percaya diri dalam penampilan. Penyakit kulit ini mungkin lebih sering timbul pada remaja yang mempunyai jenis kulit berminyak. Biasanya jerawat timbul pada laki-laki dan perempuan. Yaitu pada laki-laki, jerawat umumnya timbul diusia 14-17 tahun, sedangkan perempuan pada usia 16-19 tahun. Namun ada beberapa kasus dimana jerawat dapat timbul pada seseorang yang berumur puluhan tahun (Sabardi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan di RSUP Manado sejak 1 Januari 1996 sampai 31 Desember 1998 terdapat 137 penderita yang didiagnosis akne. Terdiri dari 77 . ,2%) penderita wanita dan 60 . ,8%) penderita Umur termuda didapatkan pada umur 13 tahun dan tertua pada umur 47 Terbanyak pada kelompok umur 15 Ae 24 tahun sebanyak 86 . ,8%) Pada terbanyak pada golongan umur 15-24 tahun yaitu 44 . ,1%) penderita dan penderita pria 42 . ,7%). Pada masa remaja, kadar hormon androgen naik dan . ebaceous gland. dan produksi lemak . Di masa-masa ini juga saluransaluran kelenjar . ilosebaceous canal. pengaliran pembuangan lemak . ke permukaan kulit jadi kurang lancar. Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Tambah lagi kelenjar-kelenjar tersebut (Propionibacterium acne. Pada masa tersebut kelainan kulit yang menonjol adalah timbulnya komedo, bisul-bisul kecil . dan tampak beradang. Daerah yang terkena bukan hanya wajah, namun juga bahu, dada, punggung, dan lengan bagian atas (Sabardi,2. Pada acne dapat timbul komedo . umbatan papula . omedo tertutup yang peca. , pustule . entukan padat yang mengalami pelunakan pada puncaknya dengan mengeluarkan nana. , nodul . ari komedo tertutup penonjolan pada kulit yang lebih besar dari papul. dan kelenjar parut. Pada seorang gadis berjerawat dapat terjadi premenarke . ebelum menstruas. Kadang-kadang pada laki-laki, jerawat bisa menetap sampai umur 30 tahunan atau bahkan lebih. Meskipun pada lakilaki umumnya jerawat lebih cepat diketahui justru gejala jerawat yang berat biasanya terjadi pada laki-laki (Sabardi. Banyak factor yang menyebabkan timbulnya jerawat antara lain kebersihan kulit, cuaca, kosmetik, bakteri, hormon. Selain itu makanan juga termasuk faktor penyebab terjadinya (Adebomowo. Penelitian baru-baru beberapa makanan tertentu dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat atau acne. Mereka yang minum tiga gelas susu atau lebih dalam sehari, ternyata 22% lebih sering mengalami jerawat dibandingkan dengan mereka yang hanya minum satu gelas susu atau tidak sama sekali. Krim, keju, dan keju lembut juga diduga sebagai penyebab terbesar, sedangkan coklat dan makanan berminyak ternyata tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap terjadinya jerawat (Adebamowo, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhidayati, bahwa sampel yang mengkonsumsi keju 1-3 kali seminggu atau lebih . %) adalah yang berjerawat lebih banyak yang tidak pernah mengkonsumsi keju dalam 1 minggu terakhir . 4%). Dan responden yang mengkonsumsi susu cair 1-3 kali semingu atau lebih . %), sedangkan yang tidak Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 berjerawat lebih banyak yang tidak pernah mengkonsumsi susu cair dalam 1 minggu (Nurhidayati. Berdasarkan penelitian Nurhidayati 2007, bahwa responden yang berjerawat lebih . ,75%), cukup . %). Kalau memang seseorang punya bakat berjerawat, disarankan untuk menghindari makan makanan yang mengandung lemak dan berkolesterol Tetapi tidak disarankan untuk makanan tersebut, hanya kalau bisa agak dikurangi asupan makan makanan yang . com, 2. Berdasarkan penelitian Sari 2004, konsumsi lemak dapat mempengaruhi status gizi remaja. Sebagian besar konsumsi lemak pada remaja sebesar 53. 1% dengan status gizi yang gemuk Jerawat umumnya timbul pada masa remaja. Jerawat dapat timbul Berdasarkan pertimbangan diatas maka peneliti memilih Anak sekolah khususnya SMA di SMA YADIKA 3 karena sesuai dengan karakteristik sampel yang akan Selain itu. SMA ini belum pernah dilakukan penelitian hal yang populasi 203 didapat sampel sebanyak Data Primer Identitas sampel yang meliputi umur, jenis kelamin. Data jenis kulit wajah, kebersihan kulit wajah, frekuensi membersihkan kulit wajah, keturunan, ras/suku sampel. Data tingkat konsumsi lemak sampel. Data frekuensi bahan makanan sumber lemak sampel. Data status gizi sampel. Data kejadian jerawat. Alat Bantu Pengumpulan Data Alat bantu yang digunakan untuk pengumpulan data adalah fomulir food recall, formulir food frequency, form pengamatan, form kuesioner, timbangan berat badan digital, dan microtoa, tissue basah wajah. Cara Pengumpulan Data Data identitas sampel diperoleh melalui sampel mengisi kuesioner data identitas sampel. Data jenis kulit wajah, kebersihan kulit wajah yang diperoleh dengancara observasi secara langsung yang dilakukan oleh perawat kulit. Data frekuensi membersihkan kulit wajah, keturunan, ras/suku diperoleh dengan cara wawancara sampel. Data status gizi pengukuran secara antropometri yang meliputi pengukuran tinggi badan dengan menggunakan microtoa dan berat badan dengan menggunakan timbangan berat badan digital. Lalu dihitung indeks massa tubuh, kemudian dilihat status indeks massa tubuhnya. Data tingkat konsumsi lemak dilakukan 2 hari berturut-turut dengan alat bantu formulir food recall dengan cara wawancara langsung oleh petugas gizi. Food frekuensi makanan sumber lemak menggunakan alat bantu formulir food rekuensi yang diisi sendiri oleh sampel. Sebelum kuesioner tersebut diisi, petugas gizi memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada sampel cara pengisian formulir tersebut. Data kejadian jerawat diperoleh dengan cara observasi langsung yang dilakukan oleh Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan crosectional. Karena pengambilan datanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dari penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI SMA YADIKA 3. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMA YADIKA 3 yang duduk di kelas XI yang mempunyai kriteria sebagai berikut : Siswa dan siswi kelas XI. Berada ditempat saat penelitian. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan tehnik systematic random sampling. Dari jumlah Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 jerawat mempunyai minimal satu orang berjerawat (Sabardi, 2. Dari 135 sampel diperoleh, bahwa 71. 1% sampel ada keturunan dari orang tua sampel berjerawat atau pernah berjerawat. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa lebih dari 60% penderita jerawat mempunyai minimal satu orang tua yang berjerawat atau pernah berjerawat. Hasil Dan Pembahasan Umur Jerawat umumnya timbul pada masa remaja dan membuat penderitanya kurang percaya diri dalam penapilan. Jerawat biasanya timbul di usia 14 Ae 17 Karena pada masa ini mereka memasuki masa puber dan terjadi perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak pada kulit. Dari 135 sampel, umur anak remaja kelas XI di SMA YADIKA 3 berusia dari 15 Ae 19 Sebagian besar umur sampel berusia 16 tahun . 2%). Hal ini sesuai dengan penelitian Sabardi 2006, yang mengatakan bahwa jerawat umumnya timbul pada usia 14 Ae 17 tahun Ras/Suku Ras berperan dalam timbulnya jerawat, karena melihat kenyataan adanya ras Ae ras tertentu seperti Mongoloid yang dibandingkan dengan Causcasian. Dari 135 sampel, diperoleh data bahwa sebagian besar sampel 58. 5% berasal dari ras Jawa. Sedangkan yang rasnya berasal dari oriental hanya 5. Jenis Kelamin Dari 135 sampel, diperoleh bahwa jenis kelamin di kelas XI SMA YADIKA 3 perempuan . 4%) dibandingkan dengan jumlah laki Ae laki . 6%). Status Gizi Pengukuran status gizi kelas XI di SMA YADIKA 3 dilihat dari IMT nya dengan melakukan antropometri yaitu menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan sampel. Dari 135 sampel 6% sampel status gizinya normal, sedangkan 10. 1% status gizinya Jenis Kulit Kulit wajah berbeda dengan kulit tubuh manusia bagian lain, karena pada kulit wajah terdapat lebih banyak kelenjar . elenjar menghasilkan asam lemak. Ada 3 macam jenis kulit wajah yaitu kulit kering, kulit berminyak, dan kulit normal. Berdasarkan hasil pengamatan dari 135 sampel, diperoleh bahwa sebagian besar sampel berminyak sebanyak 80 sampel . 3%), hal ini disebabkan karena pada remaja yang sedang terjadi puber dan adanya hormon-hormon merangsang produksi kelenjar minyak Sedangkan 30 sampel . jenis kulit wajahnya adalah normal dan 25 sampel . 5%) jenis kulit wajahnya Kebersihan Kulit Wajah Jerawat bisa menjadi masalah yang membuat penampilan seseorang jadi tidak Jika kulit wajah tidak bersih, tentunya akan beresiko mempunyai Kebersihan pribadi maupun timbulnya jerawat, karena kumpulan permukaan kulit akan menyumbat pori Ae pori, menyebabkan komedo dan jika ada infeksi bakteri akan menimbulkan jerawat yang meradang bahkan sampai bernanah . id, 2. Dari 135 sampel, diperoleh data 80% kebersihan kulit wajahnya tidak bersih. Keturunan Ada yang menduga bahkan faktor genetik ini berperan dalam menentukan bentuk dan gambaran klinis, penyebaran lesi dan durasi penyakit jerawat. Pada lebih 80% penderita jerawat mempunyai minimal seorang saudara kandung yang berjerawat dan lebih dari 60% penderita Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Frekuensi Membersihkan Kulit Wajah Untuk jerawat, menjaga kebersihan kulit sangat Bersihkan wajah secara rutin menggunakan sabun khusus untuk Tapi kalau aktivitas berlebih. Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 sering terkena sinar matahari atau ke tempat yang banyak debu, boleh saja membersihkan lebih sering. Merawat kulit permukaan kulit dari kotoran dan bakteri yang berperan dalam timbulnya jerawat. Dari 135 sampel,diperoleh data 68. sampel frekuensi membersihkan kulit wajahnya tiap hari (Minimal 2 X sehar. 1% sampel berjerawat itu berjenis kelamin laki Ae laki. Namun secara statistik tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian jerawat. Hal ini kemungkinan terjadi karena jumlah laki Ae laki yang berjerawat di kelas XI lebih banyak dibandingkan dengan jumlah Hubungan Jenis Kulit Wajah dengan Kejadian Jerawat Hubungan Umur dengan Kejadian Jerawat Pada Remaja Kulit wajah berbeda dengan kulit tubuh manusia bagian lain, karena pada kulit wajah terdapat lebih banyak kelenjar . elenjar menghasilkan asam lemak. Ada 3 macam jenis kulit wajah yaitu kulit kering, kulit berminyak, dan kulit normal (Dwikarya. Dari 135 sampel diperoleh 86. sampel berjerawat jenis kulit wajahnya adalah kulit berminyak dan secara statistik ada hubungan jenis kulit wajah dengan kejadian jerawat pada remaja. = Hal ini sesuai dengan teori Ae teori yang ada, yang mengatakan bahwa pada jenis kulit berminyak populasi bakteri senang memakan lemak yang mudah mengalami peningkatan. Masalah yang sering terjadi pada kulit berminyak adalah Hal ini dikarenakan banyaknya sebum . elenjar minya. yang sebetulnya berfungsi untuk membantu mencegah kulit dari kekeringan. Namun akibat lingkungan yang penuh kotoran dan debu, maka kulit berminyak cenderung lebih mudah AymenangkapAy kotoran dan debu yang tidak terlilhat tersebut dibandingkan dengan jenis kulit kering. Tak ayal, kulit berminyak cenderung lebih mudah timbul jerawat pada permukaan kulit. (Primadiati. Jerawat umumnya timbul pada masa remaja dan biasanya menjadi salah satu problem yang sering membuat penderita kurang percaya diri dalam penampilan dan cenderung timbul pada usia pubertas. Dari 135 sampel diperoleh 8% ada pada kelompok umur 16 Namun secara statistik tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian jerawat pada remaja. Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Wijayadi 1996, yang mengatakan bahwa timbulnya jerawat dimulai pada usia remaja atau yang sudah menginjak masa pubertas. Hal ini kemungkinan terjadi karena timbulnya jerawat pada seseorang itu Ada yang timbulnya jerawat pada usia puluhan tahun ada pula yang berusia 40 tahun. Karena Untuk sebagian orang dewasa, jerawat timbul akibat . ormon pri. Namun ketidakseimbangan hormon estrogen pada pria dan wanita juga bias menyebabkan jerawat. Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Jerawat Pada Remaja Jerawat merupakan penyakit yang mengenai sebagian besar penduduk . %). Orang yang sudah menginjak masa pubertas, umumnya pernah mengalami Biasanya jerawat lebih cepat timbul pada wanita dibandingkan pria. Hal ini diduga karena wanita lebih awal mengalami masa pubertas . Ae 16 tahu. (Sabardi, 2. Dari hasil evaluasi yang dilakukan di RSUP Manado sejak Januari 1996 Ae 31 Desember 1998, pada usia pubertas didapatkan bahwa penderita wanita . ,1%) lebih banyak dibandingkan penderita pria . 7%). Namun teori tersebut bertolak belakang dengan hasil penelitian dari 135 sampel diperoleh Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Hubungan Kebersihan Kulit Wajah dengan Kejadian Jerawat Pada Remaja Jika kulit wajah tidak bersih, tentunya akan beresiko mempunyai Jerawat bisa menjadi masalah yang membuat penampilan seseorang jadi tidak menarik. Dari 135 sampel diperoleh 3% sampel yang berjerawat kebersihan kulit wajahnya tidak bersih dan secara statistik ada hubungan kebersihan kulit wajah dengan kejadian jerawat pada Hal ini sesuai dengan teori Ae teori Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 yang ada, yang mengatakan bahwa kebersihan kulit membantu mengurangi populasi bakteri itu sendiri, mengurangi timbunan lemak maupun melepaskan kulit mati yang menyumbat pori Ae pori . com, 2. Selain itu kulit wajah yang tidak bersih disebabkan karena kotoran debu dan kelenjar minyak (Hartono, 2. Hubungan Keturunan Kejadian Jerawat Pada Remaja Ada yang menduga bahkan faktor genetik ini berperan dalam menentukan bentuk dan gambaran klinis, penyebaran lesi dan durasi penyakit. Pada lebih 80% penderita jerawat mempunyai minimal seorang saudara kandung yang berjerawat dan lebih dari 60% penderita jerawat mempunyai minimal satu orang tua yang berjerawat (Sabardi, 2. Jika dilihat dari teori tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian dari 135 sampel, diperoleh bahwa sampel yang orang tuangya ada atau pernah mengalami jerawat 80. Namun hubungan keturunan dengan kejadian jerawat pada remaja. Hubungan frekuensi Membersihkan Kulit Wajah Kejadian Jerawat Pada Remaja Pembersihan merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel - sel kulit mati, debu, kotoran dan sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang baik, proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan jenis kulit seseorang (Primadiati, 2. Untuk menjaga timbulnya jerawat, menjaga kebersihan kulit wajah dengan bersihkan wajah secara rutin minimal 2x sehari dengan menggunakan sabun khusus untuk wajah (Effendi, 2. Dari 135 sampel diperoleh bahwa sampel yang frekuensi membersihkan kulit wajahnya dengan menggunakan sabun pembersih tiap hari 81. 1% adalah berjerawat dan secara statistik tidak ada hubungan antara frekuensi membersihkan kulit wajah dengan kejadian jerawat pada Hal ini kemungkinan terjadi karena jenis sabun pencuci wajah tidak sesuai dengan jenis kulit wajah, tata cara pembersihan kulit wajah yang tidak benar menimbulkan jerawat kembali. Bersihkan wajah dua kali sehari dengan sabun . ntuk kering,jangan banyak sabun pembersi. Usahakan untuk menggunakan air hangat . ir panas bisa membuat kulit kerin. Cuci wajah antara 1-2 menit . angan terlalu lama karena mengakibatkan iritas. Gunakan tangan, dan hindari penggunaan handuk Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Hubungan Ras dengan Jerawat Pada Remaja Kejadian Kemungkinan ras berperan dalam kenyataan adanya ras-ras tertentu seperti Mongoloid yang lebih jarang menderita acne dibandingkan dengan Causcasian, orang kulit hitam lebih mudah kena jerawat dibanding dengan orang kulit Jika dilihat dari teori tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian, dimana dari 135 sampel yang berjerawat berasal dari Jawa 77. Namun secara statistik tidak ada hubungan. Hal ini kemungkinan terjadi karena kondisi iklim negara Indonesia yang tropis sehingga memicu timbulnya masalah Ae masalah pada kulit Hubungan Tingkat Konsumsi Lemak dengan Kejadian Jerawat Pada Remaja Peran lemak dan minyak bagi kesehatan makin diperhatikan orang karena naiknya status sosial, gaya hidup yang modern dan berubahnya pola Lemak juga merupakan sumber energi bagi tubuh, berfungsi untuk jaringan-jaringan dalam tubuh. Namun, lemak yang lapisan-lapisan yang berlebihan dalam tubuh sehingga badan gemuk, kulit menjadi berminyak dan mudah berjerawat (Tranggono,1. Dari 135 sampel diperoleh bahwa sampel Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 yang berjerawat tingkat konsumsi lemak, tergolong cukup 76. 3% dan secara statistik tidak ada hubungan. Hal ini penyebaran sampel menurut kelompok tingkat konsumsi lemak tidak merata. Hal ini tidak sejalan dengan Tranggano dan beberapa ahli penyakit kulit lain yang mengatakan bahwa kacang tanah merupakan bahan makanan yang selama ini diduga sebagai pemicu timbulnya jerawat. Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurhidayati yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan kejadian jerawat diantara responden yang mengkonsumsi kacang Hal ini kemungkinan terjadi karena faktor stres, cuaca, kebersihan wajah. Hubungan Frekuensi Konsumsi Sumber Lemak dengan Kejadian Jerawat Pada Remaja Menurut dibedakan menjadi lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan lemak hewani berasal dari binatang (Sediaoetama, 2. Sumber utama lemak adalah minyak tumbuhtumbuhan . inyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, dan margarine,dan lemak hewani . emak daging dan aya. Sumber lemak yang lain adalah kacangkacangan, biji-bijian, daging dan ayam, krim, susu, keju dan kuning telur, serta makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak. Sayur dan buah . ecuali alpuka. sangat sedikit mengandung lemak (Almatsier, 2. Susu Bubuk Penuh Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi susu bubuk penuh 1 Ae 3x Namun secara statistik tidak ada hubungan frekuensi konsumsi susu bubuk dengan kejadian jerawat pada Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Adebamowo yang mengatakan bahwa susu bubuk penuh merupakan pemicu timbulnya jerawat. Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurhidayati yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan kejadian jerawat diantara responden yang mengkonsumsi susu bubuk penuh. Hal ini kemungkinan cuaca,kebersihan wajah. Daging Sapi Dari 135 sampel diperoleh 78% sampel berjerawat mengkonsumsi daging sapi 1 Ae 3x seminggu. Namun secara statistik tidak ada hubungan frekuensi konsumsi daging sapi dengan kejadian jerawat pada remaja. Hal ini tidak sejalan dengan Tranggano dan beberapa ahli penyakit kulit yang mengatakan bahwa daging sapi dapat menyebabkan jerawat. Namun penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Nurhidayati yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan kejadian mengkonsumsi daging sapi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena factor lain seperti cuaca, stres, kebersihan Susu Cair Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi susu cair 1 Ae 3x seminggu. Namun hubungan frekuensi konsumsi susu cair dengan kejadian jerawat pada remaja. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Tranggono, yang mengatakan bahwa susu Sedangkan hasil penelitian Nurhidayati kejadian jerawat di antara responden yang Hal kemungkinan terjadi karena faktor stres, cuaca, kebersihan wajah. Kacang Tanah Keju Dari 135 sampel diperoleh 81. sampel berjerawat memilliki frekuensi konsumsi kacang tanah 1 Ae 3x seminggu. Namun hubungan frekuensi konsumsi kacang tanah dengan kejadian jerawat pada Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi keju 1 Ae 3x seminggu. Namun secara statistik tidak ada hubungan frekuensi konsumsi keju dengan kejadian Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 jerawat pada remaja. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Tranggono dan Moertolo, yang mengatakan bahwa keju salah satu produk olahan susu yang Sedangkan menurut Adebamowo dalam Journal of the American Academy Of Dermatology mengatakan bahwa keju merupakan penyebab terbesar terhadap Hasil Nurhidayati mengatakan bahwa ada hubungan kejadian jerawat di antara responden yang mengkonsumsi keju. Hal ini kemungkinan terjadi karena faktor stres, cuaca,kebersihan wajah. Coklat Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi coklat 1 Ae 3x seminggu. Namun secara statistik tidak ada hubungan kejadian jerawat pada remaja. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Tranggono Moertolo, mengatakan bahwa coklat merupakan penyebabnya timbulnya jerawat. Hasil penelitian ini sejalan dengan Irene bahwa banyak orang yang mengurangi makan coklat tetapi hanya sedikit merasakan manfaatnya dan Adebamowo mengatakan bahwa coklat tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Begitu pula hasil penelitian Nurhidayati yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan kejadian jerawat di antara responden yang mengkonsumsi coklat. Makanan Gorengan Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi makanan gorengan >1x sehari. Namun hubungan frekuensi konsumsi makanan gorengan dengan kejadian jerawat pada Hal ini bertolak belakang dengan teori yang mengatakan bahwa makanan gorengan dapat menyebabkan jerawat. Tetapi sebenarnya makanan gorengan bukan penyebab timbulnya jerawat, tetapi dapat memperparah produksi lemak berlebih yang membuat peradangan semakin parah. com, 2. Selain itu terjadi karena faktor stres, kadar hormon yang meningkat pada usia remaja, dan kebersihan wajah. Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Makanan Pedas Dari hasil 135 sampel diperoleh konsumsi makanan pedas >1x sehari. Namun hubungan frekuensi konsumsi makanan pedas dengan kejadian jerawat pada Hal ini bertolak belakang dengan teori yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan jerawat. Hal ini kemungkinan terjadi karena factor stres, kadar hormon yang meningkat pada usia remaja, dan kebersihan wajah. Hubungan Status Gizi Kejadian Jerawat Pada Remaja Dari hasil 135 sampel diperoleh 2% sampel berjerawat status gizinya Namun secara statistik tidak ada hubungan status gizi dengan kejadian jerawat pada remaja. Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian pada Journal of the American Academy of Dermatology. Masalah jerawat ini diyakini berhubungan dengan lebih aktifnya kelenjar minyak akibat tingginya kadar hormon androgen, insulin, dan hormon pertumbuhan pada mereka yang memiliki berat badan berlebih . wrp-diet. com, 2. Hal ini penyebaran sampel berdasarkan status gizinya lebih banyak yang berstatus gizi normal dibandingkan dengan status gizi Kesimpulan Dari faktor internal yang meliputi jenis kulit wajah, keturunan, ras, dan status gizi yang mempengaruhi kejadian Sedangkan faktor eksternal yang meliputi konsumsi lemak dan faktor bahan jerawat adalah kebersihan kulit wajah. Penderita jerawat sebaiknya memakai sabun yang mengandung scrubbing grains 2x seminggu untuk membersihkan kulit mati yang menyumbat pori Ae pori kulit menghilangkan komedo terbuka, serta membuat kulit berminyak nampak lebih Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 Jangan memijat/menggosok jerawat karena akan memperparah jerawat dan menimbulkan bekas jerawat. Melakukan perawatan wajah seperti menjaga kebersihan wajah secara teratur, tepat dan baik secara terus menerus walaupun jerawatnya sudah Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai tingkat konsumsi vitamin C,dan Vitamin E pada orang yang Hartono. Jerawat. Makanan dan Faktor Pemicu Lainnya. Hartono. Andry . Terapi Gizi dan Diet RS. Jakarta:EGC. Hurlock. Elisabeth B. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Irawan. Dr. Daniel. Kacang dan Daftar Pustaka