E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Wanita. Literasi Digital. Dan Fleksibilitas Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Pada Karyawan Weeknd Planne. Lisa Eka Charisa. Niken Widyastuti. Harianto Simarmarta. Dikdik Purwadisastra. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Proklamasi 45 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: lisaekaa6@gmail. widyastutiniken@up45. hariantosimarmarta@unibi. dikdiknurtanio@unibi. Diterima: 14 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 22 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan wanita, literasi digital, dan fleksibilitas kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di Weeknd Planner. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampling jenuh pada 40 karyawan, dan data dianalisis menggunakan regresi berganda dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan wanita, literasi digital, dan fleksibilitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Gaya kepemimpinan wanita menciptakan lingkungan kerja yang suportif, literasi digital meningkatkan efisiensi kerja, dan fleksibilitas kerja membantu karyawan menyeimbangkan tugas akademik dan profesional. Kata kunci: Kepemimpinan Wanita. Literasi Digital. Fleksibilitas Kerja. Produktivitas Kerja Abstract This study analyzes the influence of women's leadership style, digital literacy, and work flexibility on employee work productivity at Weeknd Planner. The research employs a descriptive quantitative method with saturated sampling on 40 employees, and the data is analyzed using multiple regression with SPSS version 20. The results show that women's leadership style, digital literacy, and work flexibility significantly affect work productivity, both partially and simultaneously. Women's leadership style creates a supportive work environment, digital literacy enhances work efficiency, and work flexibility helps employees balance academic and professional responsibilities. Keywords: Women's Leadership. Digital Literacy. Work Flexibility. Work Productivity. PENDAHULUAN Era digital telah mengubah cara organisasi menilai produktivitas kerja, di mana penggunaan teknologi informasi memungkinkan karyawan bekerja lebih efisien. Wahyudi et al. menyatakan bahwa transformasi digital telah mengubah cara organisasi menilai dan mengukur produktivitas karyawannya. Dalam industri wedding planner and organizer, produktivitas kerja menjadi sangat krusial mengingat karakteristiknya yang unik dengan deadline ketat dan ekspektasi klien yang tinggi. Asriyanti et al. menekankan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari penyelesaian tugas, tetapi juga dari kepuasan klien dan pengelolaan sumber daya yang optimal. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Keberhasilan wedding planner and organizer dalam mencapai produktivitas yang optimal tidak terlepas dari peran kepemimpinan. Kepemimpinan wanita menjadi fenomena menarik dalam dinamika organisasional, di mana mereka memperlihatkan keunggulan dalam keterampilan komunikasi, empati, dan manajemen kompleksitas (Waworuntu et al. , 2. Mustikasari et al. menambahkan bahwa gaya kepemimpinan wanita membutuhkan keseimbangan antara empati dan ketegasan untuk menghasilkan kinerja optimal. Namun, fenomena di Weeknd Planner menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang terlalu mengedepankan empati tanpa diimbangi ketegasan justru mengakibatkan budaya kerja yang sangat santai, yang berpotensi menurunkan produktivitas, pada weeknd planner sering terjadi keterlambatan dalam proses kerja, terutama proses dekorasi, penataan ruangan untuk resepsi bahkan sampai proses pengadaan bahan baku untuk resepsi yang seringkali terkendala akibat masalah produktivitas kerja dari karyawan pada weeknd planner. Pemimpin wanita yang memiliki literasi digital yang baik dapat teknologi untuk mengoptimalkan koordinasi tim dan mengelola pekerjaan secara lebih efisien. Sahrazad et al. menyatakan bahwa penggunaan media sosial dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan produktivitas melalui pencarian pasar dan pelanggan potensial. Weeknd Planner telah menerapkan berbagai teknologi modern seperti sistem manajemen proyek digital dan platform meeting online, yang tidak hanya memudahkan koordinasi tim tetapi juga mendukung transparansi dalam komunikasi kerja. Hal ini sejalan dengan temuan Afrizal et al. yang menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan, terutama dalam industri yang membutuhkan komunikasi cepat dan akurat seperti wedding planner and organizer. pemimpin monoton dalam proses komunikasi sehingga kurang memanfaatkan literasi digital pada weeknd planner pemimpin dalam proses komunikasi memang sudah mengedepankan literasi digital tetapi itu hanya sebatas komunikasi biasa, tidak memanfaatkan literasi digital untuk membangun kebersamaan tim yang kuat akibatnya target tidak terselesaikan dengan baik. Selain kepemimpinan wanita dan literasi digital, fleksibilitas kerja menjadi aspek penting yang turut memengaruhi produktivitas kerja. Fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja memungkinkan karyawan untuk bekerja dengan lebih nyaman dan efektif, terutama dalam industri yang bersifat client-centric. Vebrianthy et al. menemukan bahwa fleksibilitas kerja dapat meningkatkan produktivitas karena memberikan keleluasaan bagi karyawan dalam mengatur waktu kerja optimal Namun, di Weeknd Planner, sistem kerja yang terlalu fleksibel karena mayoritas karyawannya adalah mahasiswa freelancer justru berdampak pada kedisiplinan kerja antara lain seringkali karyawan atau terlambat dalam memulai suatu pekerjaan sehingga dapat menghambat pekerjaan lainnya, hal ini tentu sangat menganggu dalam memberikan pelayanan kepada klien. Ketidakseimbangan antara fleksibilitas dan kontrol kerja ini dapat menghambat efektivitas organisasi, seperti yang diungkapkan dalam penelitian Hermawanto & Santosa . yang menekankan pentingnya sistem monitoring yang efektif dalam mengelola fleksibilitas kerja agar tidak berdampak negatif terhadap produktivitas. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Adriansyah & Rahmayati . dengan menambahkan variabel gaya kepemimpinan wanita dan fleksibilitas kerja. Kebaruan penelitian terletak pada kombinasi ketiga variabel tersebut yang belum pernah diteliti sebelumnya dalam konteks industri wedding planner and organizer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan wanita, literasi digital, dan fleksibilitas kerja terhadap produktivitas kerja di industri wedding planner and organizer. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajemen yang lebih efektif dalam industri ini. KAJIAN PUSTAKA Kepemimpinan wanita adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh perempuan dalam mengelola organisasi dengan pendekatan yang lebih demokratis, transformasional, dan partisipatif (Goethals & Hoyt, 2. Pemimpin wanita sering kali memiliki tingkat empati dan komunikasi Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 interpersonal yang lebih tinggi dibandingkan pemimpin pria, yang dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis dan meningkatkan keterlibatan karyawan (MaAoruf & Kusumaningtyas. Namun, penelitian Rahman et al. menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kepemimpinan wanita dan pria dalam aspek manajerial. Menurut Hasibuan dalam Yusro et al. , gaya kepemimpinan wanita dapat diukur melalui lima dimensi utama: . Pengambilan keputusan, . Pemberian motivasi, . Jalinan komunikasi, . Hubungan dengan bawahan, . Tanggung jawab. Kepemimpinan sangat penting dalam berbagai industri, terutama dalam industri jasa dan kreatif, yang menuntut pemimpin untuk mampu mengelola koordinasi tim, memastikan komunikasi yang efektif, serta menangani dinamika kerja yang cepat dan fleksibel (Asriyanti et al. , 2. Penelitian Waworuntu et al. menunjukkan bahwa kepemimpinan wanita memiliki dampak positif terhadap produktivitas kerja karena pendekatan mereka yang lebih komunikatif dan empatik. Literasi digital telah menjadi kompetensi kunci dalam era modern, melampaui sekadar kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi. Ini mencakup pemahaman komprehensif tentang cara memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja, serta kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan informasi digital secara kritis dan etis. Perspektif ini didukung oleh Adriansyah & Rahmayati . yang menekankan pentingnya pemahaman dan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital secara efektif. Literasi digital modern juga melibatkan kesadaran akan implikasi sosial dan etis dari penggunaan teknologi, yang menjadi semakin penting dalam lingkungan kerja yang terdigitalisasi. Hague dan Payton dalam Nugraha . mengidentifikasi lima komponen utama literasi digital: keterampilan teknologi dalam menggunakan perangkat digital, keterampilan informasi untuk mencari dan mengevaluasi informasi, komunikasi dan kolaborasi digital, kritis dan etika digital, serta refleksi dan pengembangan pribadi. Pengukuran kemampuan literasi digital menurut Sahrazad et al . melalui empat indikator utama: . penggunaan smartphone yang efektif, . pengelolaan jejaring sosial yang profesional, . kemampuan pengaturan keamanan digital, dan . efektivitas penggunaan teknologi digital dalam pekerjaan. Penelitian Sahrazad et al. menemukan bahwa adopsi teknologi digital yang baik dapat meningkatkan efisiensi komunikasi dan koordinasi dalam organisasi. Afrizal et al. juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pekerjaan dapat mempercepat penyelesaian tugas, mengurangi kesalahan komunikasi, dan meningkatkan transparansi informasi. Fleksibilitas kerja adalah sistem kerja yang memberikan kebebasan kepada karyawan dalam menentukan waktu dan tempat kerja agar dapat mencapai keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi (Vebrianthy et al. , 2. Namun, penelitian Rahayu & Muna (. menemukan bahwa kelebihan fleksibilitas dapat menyebabkan kurangnya keterikatan kerja dan menurunkan akuntabilitas karyawan. Penelitian Hermawanto & Santosa . juga menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat menurunkan kedisiplinan dan efektivitas kerja Menurut Rothausen dalam Damayanti & Suwandana . terdapat tiga indikator utama fleksibilitas kerja: . kesempatan untuk menyelesaikan tugas sambil melakukan kegiatan lain yang menunjukkan kebebasan dalam manajemen waktu, . kemudahan dalam mendapatkan hari libur atau waktu personal yang mencerminkan keseimbangan kehidupan-kerja, dan . adanya pengaturan kerja yang fleksibel yang mendukung produktivitas optimal. Penelitian Damayanti & Suwandana . menunjukkan bahwa pengaturan kerja yang fleksibel secara efektif mempengaruhi produktivitas wiraswasta. Adiyanti & Sari . memperkuat temuan ini dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif antara fleksibilitas jam kerja dengan produktivitas kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengajukan empat hipotesis untuk mengungkap pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan pengujian pengaruh secara parsial dan simultan. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Gaya Kepemimpinan Wanita Produktivitas Kerja (Y) Literasi Digital Fleksibilitas Kerja Gambar 1. Model Penelitian H1: Gaya kepemimpinan wanita berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. H2: Literasi digital berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan H3: Fleksibilitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. H4: Gaya Kepemimpinan Wanita. Literasi Digital, dan Fleksibilitas Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Produktivitas Kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada perusahaan Weeknd Planner, sebuah wedding planner and organizer yang beralamatkan di Perumahan Bumi Prayudan. Jl. Kalisari Blok P9. Mertoyudan. Magelang, dengan menggunakan populasi karyawan yang berjumlah 40 orang sebagai sampel penelitian melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuisoner menggunakan google form yang diukur dengan skala likert dengan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil pengujian menggunakan SPSS versi 20 menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi kriteria validitas karena seluruh nilai R-hitung pada butir pertanyaan memenuhi R-tabel . dengan tingkat signifikansi 5%, serta memenuhi persyaratan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha seluruh variabel berada di atas ambang batas 0,7 sebagaimana yang direkomendasikan oleh Ghozali. sehingga instrumen penelitian dinyatakan memiliki konsistensi dan keandalan yang memadai untuk dilanjutkan pada tahapan analisis berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden menggambarkan identitas karyawan Weeknd Planner yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dibagi menjadi beberapa kategori yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan divisi yang disajikan pada Tabel 1. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 1. Statistik Deskriptif Karakteristik Responden Keterangan Kategori Jumlah Presentase Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Umur 20 s/d 25 tahun 77,5% 26 s/d 30 tahun 22,5% Pendidikan Terakhir SMA/sederajat Sarjana Divisi Operasional 2,5% Keuangan 2,5% Project Officer 2,5% Event Production 2,5% Administrasi 2,5% Admin What Bride Needs 2,5% Event Kontributor Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa karyawan Weeknd Planner didominasi oleh perempuan yang berjumlah 24 orang . %), sedangkan karyawan laki-laki berjumlah 16 orang . %). Dari segi usia, mayoritas karyawan berada pada rentang usia 20 sampai 25 tahun yang berjumlah 31 orang . ,5%), sementara sisanya berusia 26 sampai 30 tahun sebanyak 9 orang . ,5%). Hal ini menunjukkan bahwa Weeknd Planner memiliki komposisi karyawan yang relatif muda dan energik. Ditinjau dari tingkat pendidikan, sebagian besar karyawan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana dengan jumlah 22 orang . %), diikuti oleh lulusan SMA/sederajat sebanyak 18 orang . %). Komposisi ini menggambarkan bahwa Weeknd Planner memiliki sumber daya manusia dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Berdasarkan divisi kerja, mayoritas karyawan bekerja sebagai Event Kontributor dengan jumlah 34 orang . %). Sementara itu, posisi lainnya seperti Operasional. Keuangan. Project Officer. Event Production. Administrasi, dan Admin What Bride Needs masing-masing berjumlah 1 orang . ,5%). Distribusi ini menunjukkan bahwa Event Kontributor memiliki peran yang sangat penting dalam operasional perusahaan. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi linier berganda memiliki distribusi data yang normal atau tidak (Ghozali, 2. Uji normalitas menggunakan metode OneSample Kolmogorov-Smirnov dengan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan, penelitian ini terbukti berdistribusi normal, karena nilai signifikansi sebesar 0,848 lebih besar dari 0,05. Uji Multikolinaritas Indikator untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Menurut Ghozali . Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, nilai tolerance masing-masing variabel independen lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF masih di bawah 10, dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini tidak mengalami masalah multikolinearitas. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan grafik scatterplot. Didapatkan hasil bahwa titiktitik pada scatterplot tersebar secara acak dan terdistribusi baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami Uji F Uji F dalam penelitian ini digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model ini mempunyai pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji F yang ditampilkan dalam Tabel 2, nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari batas alpha 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa secara simultan, variabel Gaya Kepemimpinan Wanita. Literasi Digital, dan Fleksibilitas kerja berpengaruh terhadap variabel Produktivitas Kerja. Tabel. 2 Hasil Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression Residual Total Sumber: Data primer diolah . Uji T Uji t digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen secara parsial atau dapat dikatakan uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi-variasi dependen. Tabel 3. Hasil Uji T Variabel Independen Variabel Dependen B Sig. Gaya Kepemimpinan Wanita Literasi Digital Produktivitas Kerja . Fleksibilitas Kerja Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan olah data regresi pada Tabel 3, persamaan regresi pada model penelitian ini ditunjukkan pada persamaan berikut: Y = 6,478 0,399XCA 0,486XCC 0,496XCE Data analisis menunjukkan hasil pengujian bahwa koefisien Gaya Kepemimpinan Wanita memiliki nilai sebesar 0,399 yang bernilai positif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Gaya Kepemimpinan Wanita berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja. Hal ini berarti H1 diterima. Berikutnya, hasil pengujian menunjukkan koefisien Literasi Digital sebesar 0,486 yang bernilai positif dengan tingkat signifikansi 0,036 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Literasi Digital berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja. Dengan demikian H2 Selanjutnya, hasil analisis menunjukkan koefisien Fleksibilitas Kerja sebesar 0,496 bernilai positif dengan tingkat signifikansi 0,014 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Fleksibilitas Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa H3 diterima. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi (RA) digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel 4 di bawah menunjukkan bahwa hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R Square sebesar 0,658. Hal ini berarti bahwa 65,8% variabilitas Produktivitas Kerja dapat dijelaskan oleh variabel Gaya Kepemimpinan Wanita. Literasi Digital, dan Fleksibilitas Kerja, sedangkan sisanya sebesar 34,2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini Model Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Sumber: Data primer diolah . SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan wanita, literasi digital, dan fleksibilitas kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja di Weeknd Planner. Pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan empatik, pemanfaatan teknologi digital secara optimal, serta sistem kerja fleksibel terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung Meskipun demikian, diperlukan keseimbangan agar fleksibilitas tidak mengurangi disiplin dan efektivitas kerja. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang dapat memengaruhi produktivitas kerja, seperti budaya organisasi dan work-life balance, serta memperluas cakupan industri agar memperoleh wawasan yang lebih DAFTAR PUSTAKA