EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/p3m/index PELATIHAN PENGGUNAAN FLASH CARD UNTUK MENGENALKAN KATA BENDA BAHASA ARAB PADA SISWA SMAI SUNAN GUNUNG JATI DI ASRAMA PUTRA SUNAN GUNUNG JATI PPHM NGUNUT TULUNGAGUNG ImroAoatus Solikah 1. Anis Zunaidah 2. Fathur Rouf 3. Ilham Abi Cahyo 4 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq 1234 sholehamien@gmail. com 1, anis. zunaidah20@gmail. com 2, rouffathur3@gmail. com 3 , milhamabic@gmail. Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan metode service learning jenis direct service . elayanan langsun. ini bertujuan untuk mengenalkan kata benda bahasa Arab melalui penggunaan media belajar flash card bagi siswa SMAI Sunan Gunung Jati di Asrama Putra Sunan Gunung Jati PPHM Ngunut Tulungagung. Pelaksana kegiatan PKM adalah dua orang dosen dan melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab . Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan menggunakan media pembelajaran flash card dengan memilih topik mengenal kata benda yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dalam bahasa Arab. Hasil Kegiatan PkM menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini dapat memperkaya perbendaharaan kosa kata bahasa Arab siswa serta meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Selain itu kegiatan PkM ini memberikan isnpirasi kepada pendidik SMAI Sunan Gunung Jati untuk memberikan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Kata Kunci: Flash Card. Arab. Kata Benda Abstract: This community service (PkM) with the service learning method of direct service aims to introduce Arabic vocabulary through the use of flash-card learning media for students of SMAI Sunan Gunung Jati at the Islamic Boarding School Hidayatul Mubtadi'ien Ngunut Tulungagung. The facilitator in this PKM activities were two lecturers and two students from the Arabic Education Study Program . The activity done in June 2023. The activity done by providing a training of using flash-card learning media by choosing the topic of recognizing verbs related to daily activitiy in Arabic. The results of the PkM activities showed that this activity can enrich students' Arabic vocabulary and increase students' motivation to learn Arabic. Therefore, this activity also inspired the SMAI Sunan Gunung Jati teachers to provide creative, innovative and fun learning. Keywords: Flash-card. Arabic. Vocabulary PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan bahasa yang penting bagi masyarakat Islam di manapun, karena bahasa Arab merupakan bahasa peribadatan. Agama Islam mewajibkan kepada pemeluknya agar mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa Alquran dan kunci untuk memahaminya,1 sebagaimana Allah berfirman dalam Q. Yusuf 12: 2. a e a a a a a ca a Aau acI eI aE aI aN C e UI a aa UcO E aEE eI e aCE eOIA Muh. Haris Zubaidillah dan Hasan. AuPengaruh Media Kartu Bergambar (Flash Car. Terhadap Penguasaan Kosa Kata Bahasa ArabAy, dalam Jurnal Al MiAoyar vol. 1 2019, h. EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alquryn dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Syaikh Safiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Al-Misbah Al-Munir fi Tahzib Tafsir Ibn Kasir mengatakan bahwa ayat tersebut menjelaskan tentang bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas cakupanya, dan paling tepat untuk dapat menyampaikan makna-makna yang diinginkan hati manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini diturunkan dengan bahasa yang paling mulia kepada rasul yang paling mulia, melalui malaikat yang paling mulia, di tempat yang mulia di dunia, dan pada bulan yang paling mulia, yaitu Ramadhan. Karenanya. AlqurAoan adalah kitab yang paling mulia dari segala segi. Penafsiran ayat di atas dapat disimpulkan bahwa alasan mengapa Allah SWT memilih bahasa Arab sebagai bahasa AlqurAoan karena bahasa Arab memiliki keistimewaan yaitu sebagai bahasa paling fasih, paling jelas, paling luas cakupannya, dan paling tepat untuk dapat menyampaikan makna-makna Alquryn yang diinginkan hati Begitu pula Hadis yang merupakan penjelasan dan penafsiran AlqurAoan, dihimpun dan disusun dalam bahasa Arab. Dalam sebuat hadits yang diriwayatkan dari Ibn AoAbbas. Rasulullah SAW bersabda: e a aa a Aa ac eO eE a a a E a aaE aaEI eO a a UcO aO eE aC eA )AI a aa UcO aOEaE aI eN aE E a acI a a aa UcO (ON EEIA a a s a Artinya: AuCintailah bahasa Arab karena tiga hal: aku adalah orang Arab. Alquran berbahasa Arab, dan bahasa ahli surga adalah bahasa Arab. Ay (H. Al-Hyki. Pembelajaran bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina kemampuan serta membutuhkan sikap positif terhadap bahasa Arab, baik reseptif maupun produktif. Kemampuan reseptif yaitu kemampuan untuk memahami bacaan terdiri dari menyimakdan membaca. Kemampuan produktif yaitu kemampuan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan atau berbicara maupun secara tertulis atau menulis. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami sumber ajaran Islam yaitu AlqurAoan dan Alhadis, serta kitab-kitab berbahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik. Untuk itu bahasa Arab di madrasah dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa, yang mencakup empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penguasaan kosakata akan menjadi penentu seseorang dalam mempelajari bahasa untuk menguasai empat keterampilan berbahasa tersebut. Menurut David Wilkins sebagaimana dikutip oleh Sesep dan Munawar Mahmud. AuWithout Grammar very can be conveyed, without vocabulary nothing can be conveyedAy tanpa mengetahui grammar . ata bahas. , sedikit sekali yang bisa kita ungkapkan, namun tanpa mengetahui kosakata, tidak ada yang bisa diungkapkan. Dari pernyataan tersebut menandakan bahwa pentingnya kosakata dalam ilmu bahasa. Meski kita mempunyai Zubaidillah dan Hasan. AuPengaruh Media Kartu Bergambar (Flash Car. Terhadap Penguasaan Kosa Kata Bahasa ArabAy, dalam Jurnal Al MiAoyar vol. 1 2019, h. IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x kemampuan grammar . ata bahas. yang baik, namun kemampuan tersebut sia-sia saja jika tidak memiliki cukup penguasaan kosakata. Jadi dapat dikatakan penguasaan kosakata merupakan salah satu syarat bagi seseorang dalam mempelajari bahasa Arab. Pernyataan di atas dapat dijadikan bahan refleksi bagi lembaga yang menyelenggarakan pembelajaran bahasa Arab. Seperti halnya SMAI Sunan Gunung Jati. Di antara faktor yang menjadi problematika pembelajaran bahasa Arab pada siswa SMAI Sunan Gunung Jati adalah terkait penguasaan kosa kata bahasa Arab siswa. Pada hakikatnya para siswa sudah memiliki bekal tata bahasa Arab yang baik yang diperoleh dari kurikulum madrasah diniyah. Para siswa selain belajar di pendidikan formal, mereka juga mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Ngunut Tulungagung. Para siswa sudah memiliki potensi baik dari segi gramatika. Namun, masih perlu untuk meningkatkan penguasaan perbendaharaan kosa kata bahasa Arab. Perbendaharaan kosa kata yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab para siswa menganggap bahwa bahasa Arab itu sulit. Di sisi lain, mereka belum memiliki semangat yang tinggi untuk belajar bahasa Arab. Sehubungan dengan adanya problematika pada pembelajaran bahasa Arab di atas, maka hal yang perlu diperhatikan adalah intensitas latihan untuk meningkatkan penguasaan perbendaharaan kosa kata bahasa Arab dan penggunaan media pembelajaran agar menarik dan memotivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Pengembangan media dilandasi pada persepsi bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan baik dan meningkat apabila didukung oleh media pembelajaran yang menarik dan memberikan semangat belajar kepada siswa. Hal tersebut sekaligus dapat meningkatkan keterampilan siswa dan meningkatkan hubungan guru dan siswa yang pada akhirnya menyebabkan proses belajar mengajar dapat lebih lebih efektif dan efisien. Media flash card adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar. Gambar yang ada pada media ini merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan Sedangkan Chatib dalam Saputri menjelaskan bahwa, media flashcard adalah kartu yang berisi gambar atau tulisan berhubungan dengan konsep. Definisi lain diungkapkan oleh Windura dalam Saputri, bahwa media flash card atau kartu kilas adalah kartu yang digunakan untuk mengingat dan mengkaji ulang dalam proses belajar. Jadi, dengan kata lain, media flash card adalah media yang membantu dalam mengingat dan mengkaji ulang bahan pelajaran seperti definisi atau istilah, simbol-simbol, ejaan bahasa asing, rumus-rumus, dan lain-lain. Ada beberapa kelebihan ataupun manfaat dari media flashcard. Pertama, mudah dibawa kemana- mana karena ukurannya yang tidak besar dan ringan. Kedua, praktis dalam membuat dan menggunakanya, sehingga kapan pun anak didik bisa belajar dengan baik menggunakan media ini. Ketiga, media flash card juga gampang diingat karena kartu ini bergambar dan sangat menarik perhatian, memuat huruf atau angka yang simpel, sehingga merangsang otak untuk lebih lama mengingat pesan yang ada. Media ini sangat menyenangkan untuk digunakan sebagai media pembelajaran, bahkan dapat digunakan Nabilla Rizky Amalia dan Maryam Isnaini Damayanti. AuPengembangan Media Pembelajaran Flashcard AuKabaraAy (Kartu Bahasa Arab Bergamba. untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas i SD Muhammadiyah 16 SurabayaAy dalam JPGSD vol. 11 no. 06 2023, h. IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x dalam bentuk permainan. Selain kelebihan di atas, keunggulan dari media flash card adalah membantu kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata sebagai Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan NiAomah dan Siddiq menunjukkan bahwa penggunaan media flash card dalam pembelajaran bahasa Arab mempunyai efektivitas yang cukup besar. Hal ini terbukti dengan adanya pencapaian hasil belajar siswa, ketertarikan siswa dan keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran bahasa Arab berlangsung. Melalui penggunaan media flash card dalam pembelajaran bahasa Arab menjadi inspirasi dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan maupunide siswa dalam proses pembelajaran. Pada penelitian yang lain Huda mengatakan bahwa pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing harus melalui pengulangan berkali-kali agar dapat melekat dalam ingatan peserta didik. Maka diperlukan sebuah media yang dapat menunjang pemerolehan bahasa asing seperti media flash card. Mempertimbangkan dari keberhasilan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, maka perlu adanya upaya penyebarluasan penggunaan flash card untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab. Hal ini sekaligus sebagai tindak lanjut dan implikasi hasil penelitian yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat. Di antara kegiatan pemberdayaan masyarakat berorientasi kepada pelatihan. Menurut Simamora, pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian, pengetahuan pengalaman atau perubahan sikap Mangkuprawira berpendapat bahwa pelatihan bagi karyawan adalah sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar. Dalam definisi lebih lanjut Mangkuprawira memberikan perbedaan pada pengertian pelatihan dan pendidikan. Pelatihan lebih merujuk pada pengembangan keterampilan bekerja . yang dapat digunakan dengan segera, sedangkan pendidikan memberikan pengetahuan tentang subyek tertentu, tetapi sifatnya lebih umum, terstruktur untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengenalkan kata benda bahasa arab dengan media flash card pada siswa SMAI Sunan Gunung Jati di Asrama Putra Sunan Gunung Jati Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Metode pelatihan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah service learning yang melibatkan pengalaman praktis, pembelajaran akademik dan keterlibatan Masyarakat. Sisca Wulansari Saputri. AuPengenalan Flashcard Sebagai Media untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa InggrisAy, dalam Jurnal Abdikarya vol. 2 no. 1 2020, h. Shofwatin NAomah dan Mahfudz Siddiq. AuPeningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab Melalui Media Flash Card Bagi Siswa Madrasah Aliyah, dalam Research Journal on Teacher Professional Development vol. 1 no. 1 2023, h. Huda. AuModel Pemerolehan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing Pada Peserta Didik Non-Native Speaker (Kajian Teori Psikolinguisti. Ay, dalam Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam vol. 2 no. 2 2017, h. 84Ae94 Andi Susanto dkk. AuPendampingan Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Sumatra Barat Melalui Pelatihan Berhitung Cepat untuk Peningkatan Kompetensi ProfesionalAy, dalam JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat vol. 29 no. 1 2023, h. IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Service Learning (SL). Service-Learning atau SL merupakan aktivitas yang melibatkan pengalaman praktis, pembelajaran akademik dan keterlibatan masyarakat. Jenis metode Service Learning (SL) yang digunakan adalah Direct Service (Pelayanan Langsun. Direct Service (Pelayanan Langsun. adalah praktik yang paling umum dalam Service-Learning, dimana pelaksana PkM langsung berkegiatan di Komunitas/Instansi dan melakukan program dan pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Service learning menerapkan empat langkah dalam pembelajaran layanan: . Pada fase investigasi, pelaksana PkM memindai secara eksternal dan internal. Secara eksternal, pelaksana PkM menganalisis komunitas di sekitar mereka yang membutuhkan layanan. Secara internal, pelaksana menganalisis kemampuannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti keterampilan, minat, bakat. Pelaksana PkM dapat menggunakan informasi dari buku, jurnal, atau observasi. Pada tahap persiapan, pelaksana PkM menentukan target dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan potensi yang Pada fase ini pelaksana PkM juga mempersiapkan jadwal kegiatan service Pada tahap tindakan, pelaksana PkM melakukan kegiatan berdasarkan persiapan yang telah dilakukan. Pada fase refleksi, pelaksana PkM melakukan penilaian diri dan meminta umpan balik dari masyarakat. Lokasi pengabdian kepada masyarakat terletak di Asrama Putra Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Pelaksana PkM ini berbentuk tim yang terdiri dari dua orang dosen dan dua mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Adapun target yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para siswa SMAI Sunan Gunung Jati kelas XII dan XI. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2023 pada siswa SMAI Sunan Gunung Jati yang berlokasi di Asrama Putra Sunan Gunung Jati Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Ngunut Tulungagung. Sebagaimana langkah dalam metodologi service learning, maka tahap yang pertama adalah investigasi. Pada tahap ini pelaksana PkM melakukan analisis internal dan Pada analisis internal pelaksana PkM mengukur kekuatan dan kelemahan sumber daya yang dimiliki, seperti kemampuan, keuangan, dan fasilitas lainnya. Sedangkan analisis eksternal dilakukan untuk mengukur peluang dan ancaman di lingkungan di luar diri tim, seperti potensi, lokasi, kebutuhan, dan kesediaan mitra. Setelah mengamati potensi mitra di sekitar kampus, tim memutuskan mitra masyarakat dan Agus Afandi, dkk. Metodologi Pengabdian Masyarakat, (Jakarta: Dirjen Pendis Kemenag RI, 2. Purwanti Dyah Parwanik, dkk. AuMedia Belajar Inovatif Bagi Siswa SDN 05 Pesanggrahan Jakarta: PkM dengan Konsep Service LearningAy, dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan. Inovasi dan Perubahan vol. 1 no. 1 September 2021, h. IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x mengatur kunjungan dengan kepala sekolah dan waka kurikulum SMAI Sunan Gunung Jati. Pada tahap persiapan, pelaksana PkM berdiskusi dengan mitra masyarakat, tim melakukan berbagai persiapan kegiatan dengan luaran berupa proposal. Proposal kegiatan tersebut disampaikan kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI KH. Muhammad Ali Shodiq. Setelah proposal disetujui, pelaksana PkM mengajukan surat izin kepada pihak mitra PkM dan melakukan diskusi terkait jadwal dan teknis pelaksanaan. Setelah mendapat perizinan dan terjadi kesepakatan yang baik, pelaksana PkM menyiapkan segala bahan dan alat yang diperlukan seperti kartu flash card, materi dalam bentuk e-flash card yang ditayangkan dalam bentuk power point. LCD proyektor, banner, konsumsi, microfon, dan persiapan lainnya. Materi e-flash card disiapkan dalam rangka memenuhi tingkat keterbacaan para siswa yang cukup banyak. Peserta berjumlah 40 siswa. 29 siswa dari kelas XI dan 11 dari kelas XII. Pada tahap tindakan, pelaksana PkM melakukan beberapa aktivitas sebagai berikut: Pertama, tim pelaksana PkM mengawali dengan salam dan perkenalan. Kemudian pelaksana PkM menayangkan 15 kosa kata . bahasa Arab yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari menggunakan LCD proyektor. Kedua, pelaksana PkM memberi contoh pengucapan dan meminta para siswa untuk mengikuti dengan mengucapkan setiap mufrodat setidaknya diulang dua kali secara bersama-sama. Ketiga, pelaksana PkM menayangkan gambar flash card nya saja tanpa tulisan bahasa Arabnya untuk menguji daya ingat para siswa. Para siswa menjawab dan mengucapkan secara serempak bahasa Arab dari setiap gambar yang ditampilkan di LCD Semakin lama, durasi penayangan semakin dipercepat untuk meningkatkan daya konsentrasi para siswa. Keempat, pelaksana PkM mengajak para siswa untuk bermain tebak-tebakan berpasangan menggunakan flash card berbentuk kartu yang telah disiapkan. Dua siswa maju ke depan kelas untuk bermain tebak-tebakan. Salah satu memegang kumpulan flash card, dan menunjukkan satu per satu kartu flash card kepada temanpasangannya dengan menutup bagian tulisan Arabnya. Siswa satunya menjawab bahasa Arabnya. Demikian sebaliknya secara bergantian. Kelima, pelaksana PkM meminta para mahasiswa untuk duduk melingkar dengan tangan kiri terbentang di atas paha kiri dan tangan kanan membentuk jari telunjuk diletakkan di atas telapak tangan teman di sampingnya. Sehingga mereka saling tertaut satu sama lain. Pelaksana PkM mengajak mereka bermain benar dan salah. Ketika pelaksana PkM mengucapkan suatu kosa kata beserta terjemahnya dengan benar mereka harus menetapkan jarinya di atas telapak temannya. Jika pelaksana PkM mengucapkan suatu kosa kata beserta terjemahnya dengan salah mereka harus menarik jari ke atas. Dan jika teman di sampingnya tidak menarik ke atas, dia harus menangkap jarinya erat-erat. Dengan permainan ini mereka sekaligus belajar memusatkan konsentrasi dan mempertajam daya ingat. Meski demikian, mereka tampak senang penuh ceria. Pada tahap refleksi, pelaksana PkM memberikan koreksi beberapa pelafalan yang kurang tepat. Pelaksana PkM mendapatkan hasil yang signifikan. Para siswa menjadi IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x lebih antusias dan bersemangat untuk belajar bahasa Arab. Dari 40 siswa peserta PkM, 90 persen siswa menguasai 15 kosa kata yang diajarkan. Seluruh siswa mengatakan pelatihan menggunakan flash card membuat pembelajaran bahasa Arab terasa Di samping itu, pelaksana PkM melakukan refleksi terkait kendala yang dialami. antaranya diperlukan pengondisian peserta yang agak lama dikarenakan siswa kelas XII sudah berada pada waktu pasca ujian akhir sekolah. Meskipun para siswa masih mukim di pondok untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pondok, namun untuk pengondisian cukup memerlukan waktu. Sehingga untuk PkM ke depannya akan lebih efektif jika pelaksanaan PkM disesuaikan dengan hari efektif lembaga mitra PkM. Terlepas dari kendala tersebut, kegiatan PkM ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil bahwa pelatihan penggunaan flash card untuk mengenalkan kata benda bahasa Arab sangat efektif dalam menambah perbendaharaan murodat serta meningkatkan motivasi belajar siswa SMAI Sunan Gunung Jati. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh NiAomah dan kawan-kawan bahwa penggunaan media flash card dalam pembelajaran bahasa Arab mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ash-Shiddiqiyah dapat memperbanyak kosa kata bahasa Arab pada tema AuKeluargaAy. Mahasiswa merasa lebih mudah mengingat kosa kata bahasa Arab dan lebih tertarik belajar bahasa Arab dengan menggunakan media flash card. Gambar 1. Dokumentasi Pengabdian Kepada Masyarakat Isnaini Khoirotun NiAomah dkk. AuPenggunan Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Kosa Kata Bahasa ArabAy, dalam Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor vol. 1 tahun IMROAoATUS SOLIKAH. ANIS ZUNAIDAH. FATHUR ROUF. ILHAM ABI CAHYO EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 39-47 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Gambar 2. Flash card bahasa Arab KESIMPULAN Hasil Kegiatan PkM menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan flash card dapat memperkaya perbendaharaan kosa kata bahasa Arab serta meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Selain itu kegiatan PkM ini memberikan isnpirasi kepada pendidik untuk memberikan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Pada dasarnya setiap peserta didik memiliki preferensi sendiri-sendiri dalam belajar. Oleh karena itu, para pendidik harus inovatif untuk menciptakan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk hasil belajar yang terbaik. Di samping itu, para siswa hendaknya lebih mengeksplor diri dan banyak berlatih agar pengetahuan dan keterampilan berbahasanya semakin berkembang. Segenap tim pelaksana PkM STAI KH. Muhammad Ali Shodiq (STAI MAS) tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada mitra PkM yaitu SMAI Sunan Gunung Jati dan semua pihak yang telah memberikan kesempatan dan dukungan yang sangat baik dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA