IMPLEMENTASI SANDWICH GRAPHIC ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ESEI MAHASISWA SEMESTER i Lulus Irawati. Sri Lestari. Tri Wahyuni. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra . IKIP PGRI Madiun email: lulusirawati@gmail. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. IKIP PGRI Madiun email: lestari_1986@yahoo. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. IKIP PGRI Madiun email: lestari_1986@yahoo. Abstract Orientation:Using media is used to improve students' cerativity and ability in writing that help students in process of prewriting, especially outlining in brainstorming students' idea. There are some steps that must students do in using sandwich graphic organizer: . reading article that related with topic, . listing and clustering based on data, . outlining by using sandwich graphic organizer map, . writing phase, . editing phase, . revising phase, . Research purpose: This research is aimed at finding out whether: . using Sndwich Graphic Organizer improved students' ability in writing essay, . The strengthen and weaknesses of using sandwich graphic organizer. Sandwich graphic organizer is a media to help students in writing essay. Research design: The research method was action research. Technique of collecting data was kuantitative data. writing test result and quessionaire, and documentation of the writing process and learning. Technique of analisys of data were: Comparative Method and statistic descriptive. Main Finding: The research findings show that: . the ability of students in writing argumentative essay improve. It can be seen by students result score in postest of cycle 2 from 75 in cycle 1 to 79 in cycle 2. the strengthen of using sandwich graphic organizer were: . students were active in process of teaching and learning, . sandwich helped students in making outlining, . by using sandwich can support students to read many articles. In contrast, the weaknesses of using Sandwich Graphic Organizer were. need much time , . some students difficult to fill sandwich pattern. Keywords: essay writing, sandwich graphic organizer, classroom action research PENDAHULUAN Kelas menulis memiliki peranan penting untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa berlatih menulis dengan beberapa kompetensi dasar didalamnya yang harus dikuasai oleh mahasiswa, yaitu: penyusunan organisasi yang tepat, isi yang koheren, pemilihan grammar atau susunan bahasa yang sesuai, pemilihan kosakata yang tepat, dan penggunaan mekanik atau tanda baca yang sesuai (Brown, 2001: . Dengan adanya latihan menulis yang dilakukan setiap pertemuan diharapkan mahasiswa dapat menulis esei yang berkualitas yang nantinya dapat membantu mereka menulis berbagai esei dengan mudahnya, dan khususnya membantu mereka menulis skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan. Permasalahannya adalah bagaimana bisa mengoptimalkan peran proses pembelajaran pada kelas tersebut agar mencapai hasil yang Ada beberapa hambatan yang dihadapi di dalam kelas menulis program studi Pendidikan Bahasa Inggris semester i IKIP PGRI Madiun. Hambatan di sebabkan oleh beberapa hal, khususnya dari dalam mahasiswa dan luar mahasiswa. Masalah dari dalam mahasiswa, adalah: kurangnya motivasi dalam menulis, kurang banyak membaca dan menggali informasi mengenai topik-topik terbaru yang akan berimbas pada kualitas isi, kurangnya kemauan untuk belajar grammar, dan kurangnya kebiasaan menulis. Sedangkan hambatan dari luar mahasiswa adalah. kondisi kelas yang berisi lebih dari 30 mahasiswa, sehingga tidak efektif dalam proses teacher feedback atau peer feedback serta kurangnya kuantitas pertemuan dosen dan mahasiswa untuk konsultasi masalah Salah satu cara mengoptimalkan proses pembelajaran menulis dan meningkatkan JURNAL LPPM Vol. 2 No. 1 Januari 2014 motivasi mahasiswa adalah dengan memberikan variasi metode ataupun teknik mengajar didalam Pemilihan teknik yang bervariasi dapat meningkatkan kemauan mahasiswa untuk menulis dan mempermudah mereka menghasilkan tulisan yang berkualitas. Menulis adalah suatu hal yang menyenangkan ketika mahasiswa memiliki ide yang tepat dan sesuai dan mengetahui langkah awal untuk memulai Dengan adanya proses menulis yang teratur dapat membangun kepercayaan diri mahasiswa (Roberts, 2004:. Proses menulis tersebut adalah planning . , drafting, responding, revising, editing, evaluating, and post writing (Seow in Richard and Renandya . 2: . Dalam penerapan proses menulis yang efektif, dosen memanfaatkan teknik Sandwich Graphic Organizer. Sandwich Graphic organizer adalah salah satu tahap yang bisa dimanfaatkan dalam proses prewriting dan drafting atau menulis. Dengan memanfaatkan Sandwich Graphic Organizer, mahasiswa dapat menghasilkan tulisan yang koheren dan tidak keluar dari topik atau ide pokok yang telah Menurut Mc Knight . 0: . Pemanfatan sandwich graphic organizer penting dan efektif untuk mengorganisir isi dan ide dan dapat memfasilitasi pemahaman mahasiswa dalam menggali informasi baru. Sandwich Graphic Organizer sebagai alat pembelajaran menulis untuk menghasilkan gambar visual sebagai media untuk merancang ide dan rencana isi tulisan, sehingga mereka dapat menghubungkan antara fakta dan informasi untuk mengembangkan ide. Dalam tahap awal menulis menggunakan sandwich graphic organizer mahasiswa diharapkan telah menyiapkan artikel atau semua informasi yang berhubungan dengan ide topik yang akan mereka kembangkan dalam esei Dengan adanya proses membaca artikel, diharapkan dapat membantu mereka dalam menentukan fakta-fakta yang bisa mereka ambil sebagai evidence didalam penulisan argumentative essay. Setelah itu, mahasiswa melaksanakan tahap prewriting dengan cara listing, clustering atau mapping untuk mengelompokkan ide berdasar artikel. Selanjutnya mahasiswa membuat outlining dengan cara memasukkan ide mereka dalam pola sandwich graphic organizer, yaitu dengan menuliskan thesis statement pada introduction, topic sentence pada setiap body dan conclusion. Di dalam sandwich ini, mahasiswa bisa menambahkan supporting detail yang akan membantu mereka nanti ketika menulis esei. Jika mahasiswa telah menyelesaikan tahap ini, mahasiswa bisa menulis argumentative essay. Aktivitas dikelas tidak hanya berupa pengisian sandwich organizer, tetapi disertai dengan konsultasi kepada dosen mengenai kesulitan yang mereka hadapi selama proses menulis esei. Implementasi pemanfaatan media ini dilaksanakan pada empat kelas esei writing secara serempak dengan harapan luaran kelas tersebut bisa memiliki motivasi yang tinggi dalam menulis, terbiasa menulis, dan dapat menggabungkan ide bacaan artikel untuk membantu mereka menulis. Dengan demikian, teknik ini memungkinkan mahasiswa bisa menulis secara koheren dan unity. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai Apakah pemanfaatan Sandwich Graphic Organizer pada mata kuliah Essay Writing dapat meningkatakan kemampuan menulis esei mahasiswa? Apakah kelebihan dan kekurangan kelemahan dari implementasi Sandwich Graphic Organizer pada mata kuliah Essay Writing? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui apakah penggunaan sandwich graphic organizer dapat meningkatkan kemampuan menulis esei mahasiswa? Mengetahui kelebihan dan kekurangan pemanfaatan sandwich graphic organizer dalam meningkatkan kemampuan menulis Argumentative Essay Writing Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain . , agar pembaca percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara (Keraf, 2007: . Dasar sebuah tulisan yang argumentatif adalah berpikir kritis dan logis. Untuk itu sebuah tulisan argumentasi harus bertolak dari fakta-fakta atau evidensievidensi yang ada. Melalui argumentasi, penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sehingga penulis mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Karangan argumentasi adalah jenis Implementasi Sandwich Graphic Organizer untuk Meningkatkan Kemampuan . karangan yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta . enar-benar terjad. Karangan Argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis wacana argumetasi menyertakan data-data pendukung agar pembaca yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis (Iskandar: 2. Graphic Organizer dalam Menulis Definisi Graphic Organizer Menurut Gregory dan Carolyn . graphic organizer adalah sebuah media yang digunakan untuk menyusun informasi dan membiarkan siswa memahami apa yang sedang mereka pikirkan. Pernyataan ini didukung oleh Hibbard and Elizabeth . , yang menyatakan bahwa Ausebuah diagram yang merepresentasikan hubungan secara langsung oleh kemampun berfikir suatu kata kerja. Ay. Sausa . 5: . menambahkan bahwa Au graphic organizer adalah sebuah media yang bermanfaat untuk menyusun dan merepresentasikan pengetahuan dan juga untuk menggambarkan hubungan dari sebuah konsep. Sandwich Graphic Organizer Sandwich Graphic Organizer adalah salah satu tipe dari graphic organizer. Sandwich graphic organizer hampir sama dengan rencana yang disiapkan seorang architect untuk membangun rumah. Seperti layaknya seorang arsitek, seorang penulis haruslah merencanakan terlebih dahulu susunan paragraph yang akan di tulis untuk meyakinkan bahwa semua ide atau gagasan yang penulis miliki sesuai dengan apa yang akan ditulis. Belajar membuat rancangan . mampu meningkatkan kemampuan penulis untuk menulis dalam tiga hal. Pertama, outline akan mampu membantu si penulis untuk mengorganisasikan ide. Khususnya, sebuah outline akan membuat si penulis yakin bahwa dia tidak akan mengikutsertakan ide-ide yang tidak relevan, tidak akan melewatkan poin-poin penting, dan kalimat-kalimat pendukung yang akan penulis gunakan bisa tersusun sesuai dengan susunan yang tepat dan logis. Kedua, belajar membuat outline akan membantu penulis untuk menulis lebih cepat. Membuat outline berarti telah mempersiapkan 75% dari apa yang akan penulis tuliskan. Hal ini dikarenakan, apa yang akan dituliskan telah terencana dengan baik. Terakhir, proses ini juga akan bisa memperbaiki grammar yang dimiliki penulis karena mereka akan mampu terfokus pada grammar, bukan pada apa yang dipikirkan atau susunannya. Memperbaiki susunan, kecepatan, dan grammar membuat usaha dalam proses pembelajaran dalam pembuatan outline bisa berhasil. Ada beberapa bentuk outline yang dapat digunakan. Bentuk outline yang digunakan dalam penelitian ini adalah AusandwichAy yang dapat digunakan untuk membantu siswa yang belum pernah sama sekali membuat outline. Tahapan pembuatan outline dalam kegiatan menulis AuwritingAy Prewriting adalah proses mencari ide, dengan cara: membaca artikel yang berhubungan dengan topik tulisan, kemudian menggali ide dengan cara listing atau clustering . engelompokan, mendiskusikan topik, dan menulis bebas (Brown, 2000: . Setelah mahasiswa menggali ide mereka, tahap selanjutnya adalah mahasiswa membuat outlining dengan bantuan sandwich graphic organizer Drafting adalah proses menulis itu Di sini penulis fokus pada tulisan dan bisa mengabaikan susunan penulisan JURNAL LPPM Vol. 2 No. 1 Januari 2014 kalimat yang benar, maupun mekanik . jaan dan tanda bac. Pada tahap drafting, penulis dapat melakukan beberapa strategi agar pembaca tertarik pada tulisan, yaitu: introduction . yang menarik, isi yang sesuai dengan topik, memberi bukti dan contoh, dan kesimpulan pendek yang sesuai dengan apa yang diceritakan di bagian isi paragraf (Seow in Richard and Renandya, 2002: . Responding Responding adalah proses respons yang diberikan oleh guru ataupun teman untuk mengecek hasil tulisan penulis. Merespon dapat dilakukan secara oral maupun tulisan. Menurut Harmer . Dalam merespons hasil tulisan, responden tidak hanya fokus pada penulisan kalimat . dan mekanik . jaan dan tanda bac. , tetapi juga pada isi tulisan. Revising . Revising adalah proses dimana penulis merevisi hasil pekerjaan mereka setelah dosen atau teman mereka memberi Dengan melakukan revisi, maka penulis akan mengetahui dan memahami kesalahan mereka, jadi selanjutnya mereka dapat menulis dengan baik (Seow in Richard and Renandya, 2002: . Evaluating . Evaluasi adalah proses penilaian dengan mengecek tulisan dengan kelima indikator dalam menulis, yaitu: isi, organisasi, penulisan kalimat, pemilihan kosakata, dan mekanik . jaan dan tanda Jadi, dalam penulisan paragraf pada dasarnya meliputi tahap-tahap pramenulis, menulis dan merevisi. Dalam tiap tahap tersebut ada proses yang lebih rinci yaitu persiapan, menulis, memberi respons, dan revisi sampai akhirnya tercipta produk final berupa tulisan. Evaluasi untuk menghasilkan tulisan yang bermutu juga perlu dilakukan lagi di akhir kegiatan menulis. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Peneliti memilih penelitian tindakan kelas karena pertama, dalam penelitian ini terdapat beberapa langkah pada setiap siklus, yaitu planning . , action . , observation . dan reflection . Kedua, penelitian digunakan oleh peneliti sebagai refleksi untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengajar. Ketiga, siklus penelitian akan dilakukan berulang-ulang sampai terdapat peningkatan hasil penelitian. Keempat, penelitian ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan serangkaian kegiatan dalam kelas mulai dari pembagian topik text writing, proses brainstorming idea, outlining, drafting, editing, and revising. Dalam penelitian ini, terdapat dua data yang akan dikumpulkan, yaitu: data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada preliminary study. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi, interview, dan kuesioner. Populasi Target populasi penelitian ini adalah Mahasiswa semester i Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Madiun tahun ajaran 2013-2014 yang terdiri dari 4 kelas. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah IKIP PGRI Madiun, yang bertempat di Jl. Setiabudi 85 Madiun. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 sampai Juni 2014. Pelaksanaan penelitian dimulai dari observasi, penulisan proposal, pelaksanaan penelitian dan kegiatan akhir dari proses ini adalah penulisan laporan penelitian. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan secara langsung di kelas yang sudah Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Observasi. Hal ini dilakukan untuk melihat dan merekam aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran. Wawancara Dalam melaksanakan wawancara, peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pemanfaatan sandwich graphic organizer di dalam kelas menulis. Kemudian jawaban dari mahasiswa Implementasi Sandwich Graphic Organizer untuk Meningkatkan Kemampuan . tersebut peneliti rekam dan disalin kedalam bentuk tulisan. Dokumentasi Peneliti mengumpulkan hasil tugas mahasiswa dan merekam proses pembelajaran di kelas. Tes menulis essay Hal ini bertujuan untuk mngetahui peningkatan kemampuan menulis esei Teknik Analisis Data Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan Constant Comparative Method yang disarankan oleh Strauss and Glaser in Lincoln and Guba . 5: . membandingkan kejadian pada masing- masing kategori, dilakukan dengan cara memberi koding untuk membandingkan kejadian sebelumnya padagrup yang sama dan berbeda dan dikodingkan pada kategori yang sama. Peneliti akan mengkategorikan semua data penelitian menjadi dua kategori yaitu: . kemampuan menulis mahasiswa dan . situasi kelas menulis, . mengumpulkan semua kategori, dilakukan dengan cara, membandingkan kejadian yang berlangsung yang diklasifikasikan pada kategori yang sama kemudian mendiskripsikan kategori, . membatasi teori, dan . menulis teori. Sedangkan data kuantitatif, dianalisis dengan menggunakan deskriptif statistik dengan menghitung nilai tertingi, terendah, dan mean score pada test di siklus 1. Penafsiran dan Penarikan Kesimpulan Penelitian Penelitian ini akan memberi gagasan berupa informasi penggunaan sandwich graphic organizer dalam mata kuliah essay writing yang dapat digunakan untuk membantu meningktkan kemampuan menulis mahasiswa. Hasil penelitian ini juga akan mampu memberikan gambaran bentuk pemanfaatan teknik sandwich graphic organizer yang tepat untuk mata kuliah essay writing sehingga dapat dipergunakan oleh dosen secara aplikatif untuk menunjang proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus Pertama Siklus Pertama terbagi dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti dan hasil wawancara, peneliti dapat menyimpulkan keunggulan dan kelemahan dari penerapan sandwich graphic organizer dalam mengajar writing. Beberapa keunggulan penerapan sandwich graphic organizer yaitu: Pertama, mahasiswa terlibat aktif dalam setiap kegiatan dikelas, mereka dapat bekerja secara individu dan secara berkelompok, situasi kelas menjadi lebih hidup. Kedua, membantu mahasiswa dalam menggali ide untuk memulai menulis dan dapat membantu mereka lebih terorganisir dalam menentukan Nilai meningkat dari 18 di pre test menjadi 22 di post test 1. Ketiga, membantu mahasiswa dalam menyusun esei dengan menggunakan susunan organisasi penulisan esei argumentatif yang tepat. Nilai meningkat dari 13 di pre test menjadi 15 di post test 1. Keempat, membantu mahasiswa dalam menggunakan grammar yang tepat. Nilai meningkat dari 15 di pre test menjadi 18 di post test 1. Kelima, dapat membantu mahasiswa dalam menggunakan mekanik atau penggunaan ejaan yang tepat. Nilai meningkat dari 2 di pre test menjadi 3 di post Keenam, dapat memabntu mahasiswa dalam memilih kosakata yang tepat. Nilai meningkat dari 12 menjadi 15 di postest 1. Selengkapnya bisa dilihat pada tabel dibawah Tabel 4. 2 Data Peningkatan Nilai Writing di Siklus 1 Indikator Mahasiswa dapat menggali ide dan menulis dengan isi yang berkualitas Mahasiswa dapat menulis esei argumentatif dengan susunan organisasi yang benar Mahasiswa dapat menulis esei dengan grammar yang tepat Mahasiswa dapat menulis dengan tanda baca dan ejaan yang Mahasiswa dapat menulis esei dengan kosakata yang tepat Nilai Nilai Posttest 1 Maks Nilai Total JURNAL LPPM Vol. 2 No. 1 Januari 2014 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti dan hasil wawancara, peneliti dapat menyimpulkan keunggulan dan kelemahan dari penerapan sandwich graphic organizer dalam mengajar writing. Beberapa keunggulan penerapan sandwich graphic organizer yaitu: Pertama, mahasiswa terlibat aktif dalam setiap kegiatan dikelas, mereka dapat bekerja secara individu dan secara berkelompok, situasi kelas menjadi lebih hidup. Kedua, membantu mahasiswa dalam menggali ide untuk memulai menulis dan dapat membantu mereka lebih terorganisir dalam menentukan Nilai meningkat dari 22 di siklus 1 menjadi 24 di siklus 2. Ketiga, membantu mahasiswa dalam menyusun esei dengan menggunakan susunan organisasi penulisan esei argumentatif yang tepat. Nilai meningkat dari 15 di siklus 1 menjadi 18 di siklus 2. Keempat, membantu mahasiswa dalam menggunakan grammar yang tepat. Nilai meningkat dari 18 di siklus 1 menjadi 20 di Kelima, dapat membantu mahasiswa dalam menggunakan mekanik atau penggunaan ejaan yang tepat. Nilai meningkat dari 3 di siklus1 menjadi 5 di Keenam, dapat membantu mahasiswa dalam memilih kosakata yang Nilai meningkat dari 15 di siklus 1 menjadi 17 di siklus 2. Selengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 3 Peningkatan Nilai pre-test, post-test 1 Pre test Post test 1 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai rata-rata Sedangkan kelemahannya yaitu: Tahap prewriting : mahasiswa masih kesulitan menggali ide mereka, meskipun mereka telah mencari sumber dengan membaca berbagai artikel, tetapi mereka masih sulit mngembangkan ide autentik Selanjutnya, dalam pembuatan outlining dengan menggunakan sandwich graphic organizer, beberapa mahasiswa masih merasa kebingungan untuk meletakkan ide mereka kedalam pola sandwich graphic organizer. Tahap drafting : pada tahap menulis, sebagian mahasiswa masih salah dalam menulis dengan menggunakan tatabahasa atau grammar yang tepat. Selanjutnya mahasiswa mengalami kendala dalam pemilihan kosakata dan tanda baca, ejaan yang tepat. Tahap responding : pada tahap responding, mahasiswa menukar hasil tulisan mereka dengan teman atau peer. Beberapa mahasiswa masih belum percaya diri dalam memberi respon dan saran terhadap tulisan teman mereka. Ini disebabkan kurangnya pemahaman baik tentang isi, maupun tata bahasa. Tahap revising : pada tahap revising, mahasiswa telah dapat merevisi tulisan mereka terutama pada bagian grammar dan mekanik. Sedang pada bagian isi atau content, mereka masih belum bisa merevisi dengan sempurna. Tahap evaluasi : pada tahap evaluasi kurangnya waktu untuk mengecek hasil tulisan mahasiswa menjadi kendala, jadi dosen hanya menyampaikan permaslahan mahasiswa secara umum di depan kelas. Siklus Kedua Siklus kedua terbagi dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tabel 4. 5 Data Peningkatan Nilai Writing di Siklus 2 Indikator Mahasiswa ide dan dengan isi Mahasiswa Nilai Nilai rata-rata Post-test Nilai Postes Maksi Nilai Implementasi Sandwich Graphic Organizer untuk Meningkatkan Kemampuan . Mahasiswa yang tepat Mahasiswa tanda baca dan ejaan yang tepat Perubahan peningkatan keahlian mahasiswa terlihat dari kegiatan dan hasil yang ada di dalam kelas. Tabel 4. 7 berikut menggambarkan perbandingan antara kondisi sebelumnya dan kondisi setelah Tabel 4. Perbandingan anatara Kondisi Sebelumnya dan Kondisi Pasca Perlakuan Indikator Mahasiswa yang tepat Total Tabel 4. 6 Peningkatan Nilai pre-test, posttest 1 Pretest Posttest 1 Postest Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai rata-rata Pembahasan Penggunaan Sandwich Graphic organizer dapat Meningkatkan Kemampuan Menulis Mahasiswa Aplikasi menggunakan teknik sandwich graphic organizer dalam Pembelajaran menulis dapat meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, dan kreatif. Mahasiswa dapat bekerjasama, mereka belajar tidak hanya dari dosen, tapi juga dari teman sekelas. Selanjutnya, dengan menggunakan sandwich graphic organizer mahasiswa dapat menulis teks argumentatif dengan lebih baik baik dalam hal penyusunan organisasi, isi yang berkualitas dan koheren, pemilihan kosakata dan mekanik yang tepat, dan penggunaan bahasa yang Ini disebabkan karena, dengan adanya sandwich graphic organizer, dapat membantu mereka dalam menggali ide sehingga mempermudah dalam menulis. Kondisi Sebelumnya Kondisi Siklus 2 Kemampuan Kemampuan Penulisan ide dan isi Mahasiswa kan ide dan isi. Mahasiswa kan ide dan isi lebih terarah dalam ide Penyusunan Mahasiswa Mahasiswa yang baik Penggunaan Mahasiswa Bahasa namun ada yang belum tepat dalam Mahasiswa bahasa yang benar dan JURNAL LPPM Vol. 2 No. 1 Januari 2014 . yang sesuai kesan kuat Pemilihan Mahasiswa dengan baik Mahasiswa dengan baik Pemilihan Mahasiswa . ja, huruf besar-kecil, tanda bac. yang sesuai Mahasiswa memilih dan yang tepat Adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis teks argumentatif disebabkan karena pada: Tahap Prewriting: Pada tahap prewriting, dosen tidak hanya memfasilitasi artikel dari koran jakarta post saja, tetapi mahasiswa boleh menggali ide dengan mencari artikel dari internet atau sumber lain. Tahap drafting : pada tahap drafting, dosen membekali mahasiswa dengan materi tambahn mengenai grammatikal, mekanik, maupun pemilihan kosakata yang tepat. Tahap responding : jika mahasiswa telah memahami hal yang berkaitan dengan grammar, mekanik, maupun kosakata, maka mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam merespon tulisan teman mereka. Tahap revising : pada tahap revising mahasiswa dapat memperbaiki isi tulisan mereka selain grammar dan mekanik dengan cara latihan mengedit Tahap evaluating : pada tahap evaluasi, ada jadwal tambahan di luar perkuliahan writing agar intensitas bertemunya dosen dan mahasiswa lebih banyak untuk membahas esei. K e l e b i h a n d a n K e k u r a n g a n Penggunaan Sandwich Graphic Organizer Kelebihan Penggunaan Sandwich Graphic Organizer . Mempermudah mahasiswa dalam membuat outlining . Mempermudah mahasiswa dalam menggali ide . Dapat mendorong mahasiswa untuk memebaca artikel. Karena menulis tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan membaca Kekurangan Penggunaan Sandwich Graphic Organizer . Membutuhkan waktu yang lebih, dikarenakan ada proses membaca artikel untuk penggalian ide Mahasiswa terkadang mengalami kesulitan karena pola sandwich yang detail KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan penggunaan sandwich graphic organizer dalam pembelajaran menulis esei writing di siklus I dan 2, peneliti telah mendapatkan beberapa kesimpulan berikut: mahasiswa dapat berperan aktif dalam menulis maupun dalam mengedit tulisan, khususnya esei writing . Saat mereka membuat pola sandwich dengan memasukkan ide dari apa yang telah mereka baca, mereka bisa berdiskusi mengenai masalah organization, content, vocabulary, grammar, mechanics, and vocabulary dari Dengan adanya aktivitas ini, kemampuan menulis mahasiswa dapat . Peneliti mengamati juga bahwa mahasiswa tertarik dan antusias melaksanakan pembelajaran karena saat pembuatan pola sandwich, mahasiswa sebelumnya membaca artikel yang terkait dengan topik yang disajikan. Hal tersebut dapat menambah pengetahuan mahasiswa dan menggali ide lebih kreatif yang akan dituangkan kedalam tulisan. Dengan adanya sandwich, dapat membantu membuat tulisan yang berbobot. Hal di atas dibuktikan dengan nilai menulis mahasiswa meningkat dari pretest ke posttest2, yaitu dengan rata-rata 62 REFERENSI