Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KREATIVITAS DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PRODI MANAJEMEN FEB UNIRAYA Nur Indah Lestari Daeli Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya . urindahlestaridaely@gmail. Abstract The aim of this research is to determine the influence of creativity and entrepreneurship education on entrepreneurship interest in FEB UNIRAYA Management Study Program The type of research is quantitative. The data source is all FEB Management study program students who study entrepreneurship courses, from semester 3 students onwards, a sample of 79. The data collection technique is distributing questionnaires to The data analysis method used is multiple regression analysis. The research results show that partially. Creativity (X. has a significant effect on Entrepreneurial Interest (Y) of FEB UNIRAYA management students, tcount = 3. 982 > ttable = 1. Entrepreneurship Education (X. has a significant effect on Entrepreneurship Interest (Y) of FEB UNIRAYA management students, tcount = 3. 689 > ttable = 1. The results of the simultaneous test (F tes. , show that Creativity (X. and Entrepreneurship Education (X. have a significant effect on Entrepreneurship Interest (Y) of FEB UNIRAYA management students. Fcount = 16. 602 > Ftable = 2. The coefficient of determination (R. expressed as 52. Interest in entrepreneurship is explained by creativity and entrepreneurship education. Key Words: Creativity. Entrepreneurship Education. Entrepreneurial Interest. Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kreativitas dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha Mahasiswa Prodi Manajemen FEB UNIRAYA. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Sumber data adalah seluruh Mahasiswa prodi Manajemen FEB yang mempelajari mata kuliah kewirausahaan, mulai mahasiswa semester 3 seterusnya, sampel 79. Teknik pengumpulan data adalah menyebarkan angket kepada responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi Hasil penelitian menunjukkan Secara parsial. Kreativitas (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa manajemen FEB UNIRAYA, thitung = 3,982 > ttabel = 1,664. Pendidikan Kewirausahaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa manajemen FEB UNIRAYA, thitung = 3,689 > ttabel = 1,664. Hasil uji simultan . ji F), menunjukkan bahwa Kreativitas (X. dan Pendidikan Kewirausahaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Mahasiswa manajemen FEB UNIRAYA. Fhitung = 16,602 > Ftabel = 2,72. Koefisien determinasi (R. 0,529, dinyatakan 52,9% Minat Berwirausaha dijelaskan oleh Kreativitas dan Pendidikan Kewirausahaan. Kata Kunci: Kreativitas. Pendidikan Kewirausahaan. Minat Berwirausaha. Pendahuluan Untuk memajukan bangsa di segala bidang, pemerintah sangatlah penting. Keberhasilan suatu negara dapat diukur berkelanjutan, yang diharapkan dapat Kelas terpelajar menjadi salah satu faktor penyebab pengangguran di Indonesia. Latar belakang pekerja yang menganggur berbeda-beda dalam hal Jelas terlihat bahwa lulusan baru tidak siap menghadapi beberapa kebutuhan kerja karena lulusan perguruan tinggi merupakan sebagian dari lulusan terpelajar yang berkontribusi terhadap Indonesia, pengangguran merupakan permasalahan serius yang belum mendapat perhatian. Langkah-langkah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia secara memadai. Populasinya sangat besar dan terus bertambah setiap tahunnya, yang berarti bahwa terapi tidak dapat mengimbangi pertumbuhan prospek Sejalan dengan itu, pentingnya pengembangan kewirausahaan perguruan meningkatkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga dapat bersaing di pasar global yang dinamis. Jika perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa dan pengangguran terdidik akan berkurang. Sebagai kelompok masyarakat yang cerdas, mahasiswa sudah seharusnya menjadi pemimpin dan menumbuhkan pola pikir Memulai bisnis sendiri mengurangi pengangguran. Seperti yang wirausahawan semakin banyak pekerjaan baru yang tersedia. Pengusaha tidak hanya membantu perekonomian mereka tetapi perekonomian bangsa. Dengan demikian, bukanlah mata pelajaran yang populer di kalangan siswa, namun hal ini tidak ideal atau berguna dalam praktiknya karena setiap siswa memiliki konsentrasi yang berbeda dalam mata pelajaran tersebut. Sebuah program pendidikan yang "pendidikan bertujuan untuk membekali siswa dengan dibutuhkan untuk memulai bisnis mereka Tujuan kewirausahaan khususnya di perguruan tinggi adalah untuk mengembangkan pengambilan keputusan dan manajemen Dari sekolah dasar hingga universitas, pendidikan kewirausahaan Pendidikan kewirausahaan dilakukan pada tingkat Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X pasca sekolah menengah, khususnya di Universitas Nias Raya, melalui seminar, kursus kewirausahaan, dan kegiatan pelatihan seperti membatik. Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) yang ditawarkan oleh Kementrian Pendidikan untuk membantu mahasiswa dalam berwirausaha, dengan melakukan beberapa hal dalam kegiatan tersebut, perguruan tinggi menyiapkan alumni yang memiliki kemampuan kewirausahaan yang kuat dan mendorong kewirausahaan. Permasalahan kewirausahaan yang dihadapi di lingkungan universitas, antara lain kurangnya kesadaran dan minat mahasiswa terhadap kewirausahaan. Masih banyak mahasiswa yang belum menyadari potensi bisnis atau rendah minatnya Untuk mengatasi rendahnya minat berwirausaha di perguruan tinggi, langkah-langkah seperti meningkatkan terhadap sumber daya, dan penguatan kurikulum pendidikan kewirausahaan Selain itu, perguruan tinggi kewirausahaan yang kuat dan memberikan dukungan yang memadai bagi mahasiswa yang tertarik untuk memulai bisnis. Untuk berwirausaha, perguruan tinggi dapat menempuh cara beberapa langkah seperti menyediakan akses terhadap sumber daya memberikan motivasi dan inspirasi bagi siswa untuk melakukan hal tersebut memulai bisnis. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang segar atau menghasilkan konsep dengan menggunakan alat-alat kontemporer disebut kreativitas. Langkah pemikiran orisinal. Inovasi, di sisi lain, adalah tindakan menciptakan sesuatu yang baru atau memanfaatkan kecerdikan. Seorang wirausahawan yang kreatif sering mempertimbangkan inovasi, keistimewaan. Untuk melakukan hal ini, wirausahawan sering kali berusaha mengembangkan pemikiran dan ide mutakhir serta melakukan kegiatan tindak lanjut dan upaya untuk memberikan kualitas yang lebih tinggi. Ide kreatif sangat penting bagi seorang wirausaha. Landasan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh di perguruan tinggi. Kreativitas menginspirasi siswa untuk menjadi produsen aktif yang dapat memobilisasi dan memanfaatkan sumber daya tambahan seperti modal, teknologi, dan sumber daya alam untuk menciptakan lapangan kerja, pendapatan, dan barang yang dibutuhkan Namun pada kenyataanya implementasikan karena takut akan kegagalan, tetapi untuk saat ini sebenarnya bukan kegagalan yang menahan untuk kreatif namun perasaan sendiri yang Selanjutnya berpikir proaktif, karena menjadi individu yang pasif dan menunggu intruksi Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X membuat pikiran tidak terangsang untuk ide-ide dan informasi terbarukan. Maka Memiliki rasa ingin tahu dan kreatif merupakan prasyarat untuk memulai kewirausahaan, dan sifat-sifat ini akan menjadi pedoman dalam mengembangkan suatu usaha. Minat berwirausaha merupakan niat dan keinginan terhadap wirausaha melaui ide dan inovasi yang akan membawa Ketersediaan kewirausahaan yang ditujukan bagi para wirausahawan akan meningkatkan minat terhadap bidang ini. Seseorang yang berminat berwirausaha akan lebih mudah mengelola perusahaannya karena ia melakukannya atas dasar passion dan bukan karena paksaan. Minat tidak berkembang secara spontan. berkembang sebagai hasil dari pelatihan. Ketika seseorang menjadi kurang takut terhadap risiko yang mungkin terjadi, menjadi lebih responsif dan aktif saat berpartisipasi dalam usaha kewirausahaan, tidak terlalu khawatir terhadap potensi bahaya, dan lebih fokus dalam melakukan pekerjaan dengan hati-hati dalam jangka waktu yang lama, minat mereka akan meningkat. Oleh karena itu, mahasiswa yang ingin imajinasi dan rasa ingin tahu yang tinggi agar dapat mengidentifikasi peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan penulis terhadap mahasiswa program studi Fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Nias Raya, menghasilkan banyak ide dan gagasan tentang bisnis seperti halnya tidak tahu jenis bisnis apa yang ditekuni dan berwirausaha, kurangnya kemampuan untuk menganalisis aspek peluang bisnis, dan kurangnya aktivitas untuk mengikuti kegiatan tentang wirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang terdaftar pada program studi manajemen mempertimbangkan rencana bisnisnya setelah lulus agar dapat berwirausaha dan mengisi lowongan kerja bagi mereka yang Guna menurunkan tingkat pengangguran dan memperkuat perekonomian lokal atau Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti AuPengaruh Kreativitas dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias RayaAy. Metode Penelitian Peneliti kuantitatif asosiatif. Sumber data primer merupakan landasan bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Peneliti dapat memperoleh data primer langsung dari mengumpulkannya dari sumber lain. Dengan menyebarkan kuesioner, penelitian ini menggunakan Mahasiswa Manajemen FEB sebagai sumber data. Teknik observasi digunakan peneliti untuk memperoleh data secara langsung. Metode ini digunakan untuk mengetahui Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X gambaran dan pengaruh kreativitas dan pendidikan kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya. diberikan kuisioner/angket oleh Penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan setelah proposal penelitian disetujui dan waktu penelitian selama 1 Sugiyono . mengartikan populasi sebagai suatu wilayah generik yang terdiri dari orang-orang atau bendabenda yang ditentukan oleh penulis untuk berdasarkan ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu. Partisipan penelitian ini berjumlah 384 mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan pada program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Proses pengambilan sampel dirancang untuk menghasilkan sampel yang secara akurat mencerminkan kondisi populasi yang sebenarnya. Sugiyono . mendefinisikan sampel sebagai bagian dari ukuran dan susunan populasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang saat ini terdaftar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya. Karena anggota komunitas ini banyak, maka peneliti mengambil sampel dari komunitas Metode non-probability sampling Parameter dan kriteria sampel penelitian harus dipenuhi pada saat pengambilan Kriteria dan syarat pengambilan sampel harus selaras dengan tujuan penelitian dan memiliki kualitas tertentu. Bahan penghitungan besar sampel suatu populasi yang tidak dapat dihitung untuk survei bisnis yang berkisar antara 30 hingga 100 peserta dirasa cukup, menurut Sugiyono . Dengan menentukan pendekatan Slovin, peneliti mampu memperkecil besarnya populasi dalam Penentuan menggunakan Rumus Slovin Menurut Sugiyono dalam Darmawan . Keterangan : n : Ukuran sampel/jumlah responden N : Ukuran populasi E :Persentase kelonggaran kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir . %) Dengan ketentuan sebagai berikut: Nilai e : 0,1 . %) untuk populasi dalam jumlah besar Nilai e :0,2 . %) untuk populasi dalam jumlah kecil Dengan 384 mahasiswa dalam penelitian secara keseluruhan, presentasi 10% digunakan, dan temuan dibulatkan agar sesuai dengan rentang yang sesuai. Selanjutnya, menggunakan perhitungan berikut: N = 79,33 = 79 Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 79 responden dengan tingkat kesalahan 10% dimasukkan dalam sampel Responden diberikan serangkaian pernyataan yang harus dilengkapi untuk Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X metode ini. Kuesioner terdiri dari tiga variabel: satu untuk kreativitas, satu untuk pendidikan kewirausahaan, dan satu lagi untuk minat berwirausaha. Kuesioner tertutup yang menggunakan pendekatan daftar pernyataan digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Skala Likert penghitungan nilai atau skor. Sugiyono . menyatakan bahwa skala Likert merupakan alat untuk mengukur sikap, keyakinan, dan persepsi fenomena sosial. Peringkat skala Likert berkisar dari sangat positif hingga sangat Berikut penilaian skala Likert: Tabel 1. Skor jawaban responden Jawaban Skor Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju yang hendak dinilai oleh kuesioner Uji validitas menurut Sugiyono . adalah prosedur yang digunakan keakuratan, dan validitas suatu item pertanyaan dalam mengukur variabel yang Mengkorelasikan skor item dengan skor keseluruhan adalah cara uji validitas dilakukan dengan menggunakan analisis Sesuai dengan Sugiyono . , uji memperhatikan rumus sebagai berikut: Keterangan: = koefien korelasi = jumlah subyek = skor setiap item = skor total = kuadrat jumlah skor item = jumlah kuadrat skor Sumber. Siburian dkk. Sebelum dilakukan analisis data, dalam penelitian ini perlu dilakukan uji penelitian pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan cara menyebarkan kuesioner yang memenuhi batasan yang diperlukan. Hal ini akan memastikan bahwa jika pengukuran dilakukan, data yang diperoleh tidak akan memberikan hasil yang tidak valid bagi 79 Apabila suatu pengertian atau pengukuran data yang diperoleh melalui kuesioner dianggap valid, berarti ia mengungkapkan dengan baik data dari variabel yang diteliti dan mengukur apa = kuadrat jumlah skor = jumlah kuadrat item Untuk menilai kebenaran data dalam penelitian ini digunakan korelasi product moment . Apabila r hitung E r tabel, maka item pernyataan tersebut sah, sesuai dengan kriteria pengambilan keputusan uji Apabila r hitung C r tabel, item pernyataan tersebut tidak valid. Derajat konsistensi yang ditampilkan suatu instrumen ditunjukkan dengan Jika pengukuran dilakukan Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Uji reliabilitas adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui keterbatasan . erajat kepercayaa. suatu item pertanyaan dalam mengukur variabel yang diteliti, menurut Sugiyono . Pendekatan yang digunakan adalah metode konsistensi internal, dan koefisien Cronbach Alpha menggunakan rumus berikut, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . Keterangan = reliabilitasi instrument = banyak butir pernyataan = deviasi stdanar total = jumlah deviasi stdanar butir Menurut suatu instrumen, jika reliabilitas nilai Cronbach alpha E 0,60 Sebaliknya jika skor Cronbach alpha C 0,60 dianggap tidak dapat Dengan perangkat lunak pengolah data yaitu SPSS 0 for Windows, instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian ini. Uji asumsi konvensional merupakan pengujian terhadap terpenuhinya kriteria sebelum melakukan analisis lebih lanjut terhadap data yang telah dikumpulkan. Uji asumsi tradisional dilakukan untuk memastikan bahwa hasil regresi memenuhi kondisi BLUE (Best Linear Unbias Estimato. Oleh karena itu, jika uji asumsi konvensional ini lolos kondisi biru, maka masuk akal atau diharapkan variabel dependen dan independen akan saling mempengaruhi secara bersamaan. Asumsi yang sudah diketahui umum tersebut diuji dengan menggunakan uji multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan normalitas. Mengetahui apakah residu yang terstandarisasi mengikuti distribusi normal atau tidak merupakan tujuan dari uji normalitas, menurut Sugiyono . Nilai sisa dianggap terdistribusi secara teratur jika biasanya berada dalam kisaran tertentu dari nilai rata-rata. Nilai residu yang terstandarisasi dapat digunakan untuk menilai apakah berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji non-parametrik KolmogorovSminorv (K-S). Berdasarkan kesimpulan Kolmogorov-Sminorv, nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa data residu berdistribusi teratur. Sebaliknya, jika hasil Kolmogorov-Sminorv menunjukkan nilai signifikan kurang dari 0,05, maka data residu tidak terdistribusi Metode lebih lanjut untuk memastikan apakah nilai residu terstandar terdistribusi normal atau tidak adalah dengan menguji plot probabilitas normal, yang membedakan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Analisis plot probabilitas biasa digunakan mengambil keputusan berdasarkan hal-hal Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan berlanjut ke arah tersebut, menunjukkan pola sebaran normal, maka model regresi memenuhi syarat Jika data menyebar jauh dari garis diagonal, menyimpang dari arahnya, dan tidak menunjukkan pola distribusi yang teratur, maka model regresi tidak memenuhi syarat normalitas. Heteroskedastisitas bahwa terdapat berbagai versi variabel Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dalam model. Mengamati scatter plot dengan nilai prediksi pada sumbu horizontal dan nilai sisa kuadrat pada sumbu vertikal dapat digunakan untuk Masalah heteroskedastisitas muncul jika plot sebar menunjukkan pola tertentu. sebaliknya jika scatter plot menyebar secara acak maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas (Sugiyono, 2018:. Ketika dua atau lebih variabel independen menunjukkan korelasi linier yang hampir sempurna, hal itu disebut Dengan menggunakan rumus berikut. VIF (Variance Inflation Facto. dan TOL (Toleranc. Keterangan: VIF = Variance Inflation Factor TOL = Tolerance = Koefisien determinasi Dengan berikut, multikolinearitas dapat dideteksi atau tidak: Tidak terjadi masalah multikolinearitas jika nilai VIF kurang dari 10. Multikolinearitas masalah jika nilai TOL mendekati 1. Mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel pengujian hipotesis. Koefisien determinasi, pengujian simultan, dan pengujian parsial merupakan teknik analisis data yang Uji t digunakan untuk mengetahui berpengaruh signifikan atau tidaknya pengaruh secara parsial . er variabe. terhadap variabel terikat. Rumus dibawah ini digunakan untuk menghitung nilai thitung (Setiawan & Kursini, 2010:. Keterangan: = Nilai thitung = Penafsiran = Nilai yang dihipotesiskan = Kesalahan standar dari Berdasarkan kriteria uji t, variabel independen mempunyai pengaruh yang dependen jika thitung > ttabel. Sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel, maka secara parsial terdapat pengaruh yang tidak berarti dari variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F digunakan untuk mengetahui sejauh mana faktor-faktor independen bersama-sama Akurasi . oodness of fi. dievaluasi menggunakan nilai F yang dihitung. Saat menentukan apakah variabel independen dalam model dapat menjelaskan variasi nilai variabel dependen atau tidak, uji FAijuga dikenal sebagai uji simultanAidigunakan. Untuk menentukan apakah model masuk dalam kategori goodness of fit atau tidak, kita harus membandingkan nilai F_yang dihasilkan dengan nilai F_tabel yang mencakup derajat kebebasan . atau derajat kebebasan . , . Rumus yang digunakan untuk adalah sebagai berikut. Setiawan dan Kursini . Keterangan: Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X = Nilai F_hitung = Koefisien determinasi = Jumlah variabel Jumlah . kuran populas. Kriteria uji F adalah apabila Fhitung > Ftabel maka variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Begitu sebaliknya, apabila Fhitung < Ftabel maka variabel bebas secara signifikan terhadap variabel terikat. Derajat keakuratan atau kesesuaian garis regresi yang dibuat untuk mewakili pengelompokan data observasi dinilai determinasi, menurut Setiawan & Kusrini . 0:64Ae. Untuk menentukan koefisien determinasi yang nilainya antara 0 sampai 1 digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: = Koefisien determinasi = Kuadrat selisih nilai Y riil dengan nilai prediksi = Kuadrat selisih nilai Y dengan nilai rata-rata. Hasil Penelitan dan Pembahasan Desain digunakan dalam penelitian ini. Setiap variabel dinyatakan sebagai indikasi, dan item pernyataan, atau instrumen, dibuat. Sepuluh pernyataan masing-masing untuk kewirausahaan, dan minat berwirausaha, serta sepuluh pernyataan siswa untuk masing-masing variabel, diperoleh dengan menggunakan temuan item pernyataan. Data variabel yang dikumpulkan untuk penelitian deskriptif dijelaskan dengan mencari nilai statistik yaitu ratarata, simpangan baku, skewness, dan kurtosis suatu kurva yang masing-masing penyebaran, dan ketajaman kurva. penelitian, yaitu dengan pemanfaatan perangkat lunak statistik IBM SPSS versi 22. Berdasarkan hasil pengolahan data total skor data variabel motivasi (X. , diinterpretasikan untuk memastikan nilai statistik, yaitu: Rata-rata aritmatika dihitung dengan membagi jumlah nilai dengan jumlah total data. Nilai rata-rata yang dihitung . yang diperoleh dari hasil tersebut adalah 30,97. Median suatu kumpulan data adalah nilai tengah, baik diurutkan dari terkecil ke terbesar maupun sebaliknya. 32,00 adalah nilai median yang diperoleh dari hasil. Modus atau nilai yang sering muncul ditunjukkan dengan angka hasil belajar Varians membagi jumlah observasi dengan jumlah kuadrat selisih antara nilai observasi dan estimasi mean. Dalam hal ini, sumber variansnya adalah Hasil menunjukkan nilai standar deviasi sebesar 6,035. Kemiringan kurva distribusi diukur dengan kemiringannya, yang kadangkadang disebut sebagai kemiringannya. Nilai 0,726, sedangkan standar error sebesar 0,255. Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kurtosis, atau ketajaman suatu kurva menunjukkan tingkat distribusi yang bergunung-gunung. Dapat disimpulkan bahwa sebaran datanya meruncing atau ada satu nilai yang mendominasi berdasarkan standar error 0,506 dan nilai kurtosis 0,121 pada tabel sebelumnya. Bentuk datanya dapat ditentukan berdasarkan hasil olahan yang diperoleh dari variabel kompensasi (X. , yaitu: Rata-rata aritmatika diperoleh dengan membagi jumlah seluruh nilai dengan jumlah data. Hasil ini memiliki nilai ratarata yang dihitung sebesar 30,49. Yang dimaksud dengan AumedianAy adalah nilai yang berada di antara nilai pengumpulan data, atau sebaliknya. Hasil ini memiliki nilai median sebesar 31,00. Modus adalah nilai yang paling sering muncul dan hasilnya adalah 32. Varians dapat dihitung dengan membagi jumlah observasi dengan jumlah kuadrat selisih antara nilai observasi dan estimasi Dalam hal ini, sumber variansnya adalah deviasi standar. Hasil tersebut menunjukkan nilai standar deviasi sebesar 5,099. Kemiringan kurva distribusi diukur dengan kemiringan kurva, yang kadangkadang disebut sebagai skewness. Standar errornya adalah 0,255, dan nilai skewnessnya adalah -0,677. Kurtosis, atau ketajaman suatu kurva menunjukkan tingkat distribusi yang bergunung-gunung. Dengan kesalahan standar sebesar 0,506 dan nilai kurtosis sebesar 0,554 pada tabel sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa sebaran datanya meruncing, atau ada satu nilai yang mendominasi. Jenis data yang digunakan untuk menghitung nilai statistik disediakan berdasarkan hasil olahan variabel kinerja karyawan (Y), khususnya: Rata-rata aritmatika diperoleh dengan membagi jumlah seluruh nilai dengan jumlah data. Hasil ini memiliki mean . ilai rata-rat. yang dihitung sebesar 23,76. Yang dimaksud dengan AumedianAy adalah nilai yang berada di antara nilai pengumpulan data, atau sebaliknya. Hasilnya menunjukkan bahwa 24. merupakan nilai median. Nilai yang dicapai adalah 24, dan angka yang paling sering muncul disebut Jumlah kuadrat selisih antara nilai yang diamati dan rata-rata yang dihitung, dibagi dengan jumlah total pengamatan, cara menyatakan Penyebab varians ini adalah standar Hasil temuan menunjukkan nilai standar deviasi sebesar 3,612. Memeriksa kemiringan atau kemiringan kurva distribusi menunjukkan apakah kurva tersebut miring atau tidak. distribusi Oe0,666 adalah nilai skewness, dan kesalahan standarnya adalah 0,255. Kurtosis, menunjukkan berapa banyak gunung yang ada dalam suatu distribusi. Dengan kesalahan standar sebesar 0,506 dan nilai kurtosis sebesar 0,501 pada tabel sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa sebaran datanya meruncing, atau ada satu nilai yang mendominasi. Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Nilai estimasi R dihasilkan dengan menggunakan software SPSS untuk mengevaluasi data penelitian. Temuan pengolahan data menunjukkan bahwa unsur instrumen penelitian mempunyai nilai positif. apabila Rhitung>Rtabel maka pernyataan tentang minat berwirausaha (Y), kreativitas (X. , dan pendidikan kewirausahaan (X. dianggap sah. Instrumen penelitian ketiga variabel diandalkan karena koefisien reliabilitas masing-masing ketiga variabel mempunyai nilai lebih besar dari 0,60. Berdasarkan hasil. Cronbach Alpha kreativitas sebesar 0,949 > 0,60, pendidikan kewirausahaan sebesar 0,833 > 0,60 dan minat berwirausaha sebesar 0,836 > 0,60, maka dapat disimpulkan instrumen penelitian dinyatakan reliable. Hasil Karena data tidak menciptakan pola tertentu dan plot sebar meluas secara acak, maka gambar di atas tidak menggambarkan pola tertentu dari titik-titik yang ada di sana. Akibatnya, premis mendasar bahwa varians sisa adalah sama untuk setiap observasi telah dipenuhi oleh persamaan regresi berganda. Berdasarkan temuan output tersebut di atas, ditemukan nilai toleransi sebesar 0,400 dan nilai faktor variance inflasi sebesar 2,499 untuk masing-masing variabel Karena VIF tidak melebihi 10 dan nilai toleransi lebih dari 0,1 maka dapat dikatakan tidak terdapat tanda-tanda independen dalam model regresi. Temuan uji parsial menunjukkan ( ) berwirausaha diketahui nilai 3,982 lebih besar dari nilai karena nilai . > = 1,664 . maka kreativitas berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. Selanjutnya, nilai signifikansi hitung sebesar 0,000 O tingkat alpha 0,05, karena nilai signifikansi 0,05 berpengaruh signifikan terhadap minat Selanjutnya, pendidikan kewirausahaan ( ) terhadap minat berwirausaha diketahui nilai sebesar 3,689 lebih besar dari nilai 1,664 karena nilai . > . maka pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat Selanjutnya, signifikansi hitung sebesar 0,000 O tingkat alpha 0,05, karena nilai signifikansi hitung O 0,05 maka pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat Dari hasil uji simultan dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa manajemen FEB UNIRAYA pendidikan kewirausahaan, dengan nilai Fhitung> 16,602 ttabel 2,72 dan tingkat signifikan 0,000 O 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,529 sehingga dapat ditunjukkan bahwa 52,9% . inat berwirausah. dapat dijelaskan oleh variabel bebas . reativitas dan pendidikan kewirausahaa. sedangkan sisanya 47,1% Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dipengaruhi oleh variabel lain diluar Untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara variabel independen dan dependen, digunakan pendekatan teknik analisis regresi linear berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen (X) (Y). Berdasarkan penelitian terdapat nilai model regresi sehingga dapat dilihat berikut ini. ycU = 14,483 0,345. ycU1 0,519. ycU2 Intepretasikan hasil persamaan regresi linear berganda dapat diuraikan berikut ini: Konstanta . bernilai positif = 14,483. Konstanta bernilai positif menunjukan bahwa dalam keadaan saat tidak adanya variabel ycU1 dan ycU2 mempengaruhi ycU, maka minat berwirausaha sudah bernilai sebesar 14,483. Koefisien regresi variabel kreativitas . bernilai positif = 0,345. Artinya apabila ada kenaikan atau peningkatan terhadap kreativitas . sebesar 1 satuan maka minat berwirausaha . cU) akan meningkat atau naik pula sebesar 0,345. Koefisien regresi variabel pendidikan kewirausahaan . bernilai positif = 0,519. Artinya apabila ada kenaikan atau kewirausahaan . , sebeesar 1 satuan maka minat berwirausaha . cU) akan meningkat atau naik pula sebesar 0,519. Penutup Kesimpulan dapat dibuat berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan sebagai berikut. Berdasarkan hasil uji parsial yang pertama yaitu kreativitas diperolah nilai, dimana thitung = 3,982 > ttabel = 1,664. nilai signifikansi hitung sebesar 0,000 O tingkat alpha 0,05, karena nilai signifikansi hitung O 0,05 maka di nyatakan kreativitas signifikan terhadap minat berwirausaha. Berdasarakan hasil uji parsial kedua yaitu kompensasi di peroleh nilai . > . Selanjutnya, nilai signifikansi hitung sebesar 0,000 O tingkat alpha 0,05, karena nilai signifikansi hitung O 0,05 maka di nyatakan pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat Berdasarkan hasil uji simultan . menunjukan bahwa nilai 16,602 2,72 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 O 0,05 maka dapat dinyatakan maka secara bersama-sama kreativitas, pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat Peneliti membuat saran berikut sehubungan dengan temuan yang dibahas dalam penelitian dan kesimpulan yang Perlunya meningkatkan kemampuan banyak ide dan gagasan tentang bisnis melalui praktek berwirausaha dan pembelajaran tentang kewirausahaan. Perlunya meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis aspek peluang bisnis, sehingga dapat mahasiswa untuk memulai bisnis atau Copyright . Nur Indah Lestari Daeli. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Perlunya mengikuti kegiatan tentang wirausaha wirausaha lainnya. Daftar Pustaka