Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Video Based Learning di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Yoga Ichlasul Amal1*. Hindun Hindun2. Heri Darmawansah3 Prodi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Korespondensi penulis : yogaichlasul11@gmail. Abstract: This research is a Classroom Action Research (CAR), aimed at improving the learning motivation of class IX A students in the subject of Islamic Cultural History at the An-Nur Tangkit Muaro Jambi Islamic Junior High School by using Video Based Learning (VBL) media. This research was conducted in two cycles and four stages, including: . planning, . implementation, . observation, . Data were obtained through observation, interviews and documentation. The subjects of this research were class IX A students at the An-Nur Tangkit Muaro Jambi Islamic Junior High School, totaling 20 students. In the application of this Video Based Learning media, there was an increase in student learning motivation in each cycle. The value of student learning motivation in cycle I was 47. 4% with a moderate category, and the value of student learning motivation in cycle II was 66. 9% with a high category. Which means that through the use of Video Based Learning (VBL) media, student learning motivation can be improved. Keywords: Learning. Motivation. Video Based Learning (VBL). History, of Islamic Culture. Abstrak: Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX A pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren AnNur Tangkit Muaro Jambi dengan menggunakan media Video Based Learning (VBL). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan empat tahap, meliputi: . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, . Data diperolah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Muaro Jambi yang berjumlahkan 20 siswa. Dalam penerapan media Video Based Learning ini terjadi peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklusnya. Nilai motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 47,4% dengan kategori sedang, dan nilai motivasi belajar siswa pada siklus II adalah sebanyak 66,9% dengan kategori tinggi. Yang artinya melalui penggunaan media Video Based Learning (VBL) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Motivasi. Belajar. Video Based Learning (VBL). Sejarah. Kebudayaan Islam. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang (Hazmiwati. Hakikatnya pendidikan adalah pembentukan manusia ke arah yang dicita-citakan. Pendidikan dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama . sehingga pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian atau akhlak. Upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran di sekolah menengah, setiap guru dituntut melakukan inovasi pembelajaran, seperti dalam menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat sebagai upaya meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran, seperti pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Materi Received Januari 15, 2025. Revised Februari 05, 2025. Accepted Februari 22, 2025. Online Available Februari 24, 2025 Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Video Based Learning di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam banyak menuntut daya ingatan yang bagus dan melekat dan berkesan dalam qalbu. Hal ini berarti bahwa dalam meningkatkan kemampuan belajar peserta didik, model pembelajaran sangat penting diperhatikan oleh guru (Mas, 2. Berdasarkan hasil observasi awal melalui pengalaman belajar siswa, guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam kegiatan belajar mengajar guru masih mengunakan metode ceramah, dalam menggunakan metode ini masih banyak menimbulkan beberapa masalah salah satunya masih banyak siswa yang tidak fokus dengan apa yang disampaikan oleh guru, hal tersebut menyebabkan kegiatan belajar tidak kondusif dikarenakan siswa merasa bosan dengan proses belajar tersebut hal ini tentu berdampak terhadap hasil belajar siswa, berdasarkan dokumetasi yang peneliti dapatkan diperoleh informasi bahwa minat belajar dari 20 siswa, kurang lebih hanya 8 orang saja yang memperhatikan guru dalam belajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan media pembelajaran Video Based Learning dalam menyampaikan materi pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. KAJIAN TEORI Teori Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu Medius yang bermakna AuTengahAy. AuPerantaraAy atau AuPengantarAy. Jadi. Media dapat disimpulkan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu seperti bahan . dan alat . (Jalinus & Ambiyar, 2. Secara umum, media dapat dipahami sebagai perantara dari suatu informasi untuk diterima oleh penerima. Informasi tersebut dapat berupa apapun, baik yang bermuatan pendidikan, politik, teknologi maupun informasi atau yang biasa disebut dengan berita (Nunuk et al. , 2. Media pembelajaran adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis media yang digunakan oleh pendidik selama proses pembelajaran. Media dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya: . media dalam arti luas adalah segala jenis benda yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan perubahan dengan harapan perubahan tersebut bertahan lama, yang terjadi melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung. media pembelajaran digunakan oleh pendidik selama proses belajar mengajar untuk menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran (Junaidi, 2. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan media yang tepat dapat berdampak pada kualitas JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. proses dan hasil yang akan didapatkan. Teori Video Based Learning Video Based Learning adalah salah satu cara penyampaian pembelajaran menggunakan media video di era 4. 0, sehingga dalam penerapanya terdapat unsur-unsur pengembangan menuju revolusi industry 4. 0 (Putry et al. , 2. Video ini juga sering kali menjadi media pembelajaran yang baru berbasis video dan juga merupakan salah satu tren tersendiri dalam e- learning . lectronic learnin. selama satu dekade (Mardiati & Restapaty, 2. Manfaat dari pembelajaran berbasis video ini adalah mendorong dan membuat dunia Pendidikan berubah mengenai sebuah paradigma baru ini. Hal ini di karenakan otak manusia sendiri akan lebih mudah untuk terhubung dengan melacak sebuah gerakan, dan ini memunculkan ketertarikan pada suatu moment atau informasi. Perlu di ingat juga bahwa video sendiri dapat membuat sesuatu lebih menarik dari pada hanya sebuah teks saja (Maulana & Joko, 2. Pembelajaran melalui media video lebih efektif dan efisien bagi siswa untuk menyerap esensi pembelajaran. Hal ini dijelaskan dari beberapa hasil penelitian yang menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis video dapat memudahkan pendidik dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik (Sadeghi et al. , 2. Melalui pembelajaran berbasis video, siswa mendapatkan pengetahuan baru sekaligus meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan dasar interaksi antar siswa (DeLozier & Rhodes, 2. Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas, kita dapat menyimpulkan bawhasanya Video Based Learning adalah pembelajaran yang menggunakan media video dalam penerapannya, dengan tujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran siswa dengan suasana baru dan sebagai metode yang dapat mengembangkan cara belajar para guru supaya pembelajaran lebih Teori Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang mendorong bangkitnya kekuatan untuk belajar dengan senang dan sungguh- sungguh, yang pada akhirnya akan terbentuk cara belajar yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dorongan akan menjadi kekuatan energi untuk memungkinkan pembelajar bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan yang dicapai (Bastari, 2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Video Based Learning di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Motivasi ditinjau berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi dua macam, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif yang timbulnya tidak memerlukan rangsangan dari luar karena telah ada dalam diri individu sendiri, yaitu sesuai atau sejalan dengan Motivasi intrinsik yaitu dorongan yang datang dari hati, umumnya karena kesadaran akan pentingnya sesuatu, atau karena dorongan bakat apabila ada kesesuaian dengan bidang yang dipelajari. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik merupakan hal atau keadaan yang datang dari luar individu yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi ekstrinsik yaitu dorongan yang datang dari luar diri . , misalnya dari orang tua, guru, teman-teman dan anggota masyarakat. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang belajar karena besok akan menghadapi ujian, mereka belajar dengan harapan mendapatkan nilai baik sehingga akan dipuji oleh orang tua, guru, maupun temannya (Masni, 2. Teori Sejarah Kebudayaan Islam Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam adalah salah satu materi yang diajarkan pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas (Richter et al. Sejarah Kebudayaan Islam juga diartikan sebagai kemajuan dan perkembangan akan kebudayaan islam dari segi perspektif sejarah(Syurgawi & Yusuf, 2. Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Mencakup semua nilai-nilai dan moral yang telah dicontohkan oleh orang beriman yang terdahulu terutama Nabi besar Muhammad SAW(Ahmad, 2. Tujuan dari pembelajaran sejarah kebudayaan islam ini adalah tentunya untuk menyiapkan peserta didik memahami sejarah islam dari umat terdahulu, maupun yang patuh terhadap Allah dan Rasul Nya, ataupun yang mengembangkan (Syurgawi & Yusuf, 2. Supaya kita mengambil banyak pelajaran dan dapat menjadikan nilai-nilai yang di pelajari sebagai pedoman hidup. METODE PENELITIAN Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terusmenerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. siklus pelaksanaan yang berpola: perencanaan- pelaksanaan- observasi- refleksi- revisi . erencanaan ulan. Ciri ini merupakan ciri khas penelitian tindakan, yaitu adanya tindakan yang berulang- ulang sampai didapat hasil yang terbaik (Rukminingsih & Adnan,2. Penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah desain penelitian tindakan model Kurt Lewin. Model ini menjadi acuan pokok atau dasar dari adanya berbagai model penelitian tindakan yang lain, khusunya PTK. Dikatakan demikian karena dialah yang pertama kali memperkenalkan Action Research atau penelitian tindakan. Konsep pokok penelitian tindakan ini terdiri dari empat komponen, yaitu . Perencanaan . , . Tindakan . , . Pengamatan . , dan . refleksi (Reflektin. (Farhana. , 2. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang terdapat di kelas IX A MTs An-Nur Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi dengan jumlah siswa 20 orang yang semua adalah laki-laki. Adapaun objek dalam penelitian ini adalah Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas IX A MTs An-Nur Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi dengan menerapkan media Video Based Learning. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah: . wawancara guru kelas dan siswa, . observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, . dokumentasi, baik berupa catatan, foto, atau gambar. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah: . analisis data kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang telah diperoleh dari hasil observasi tentang aktifitas siswa dan guru, penerapan media buku cerita edukatif bergambar edukatif dan keterlaksanaan modul ajar oleh observer dalam proses pembelajaran, . Analisis data kuantitatif, data kuantitatif diperoleh dari data observasi aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan media buku cerita bergambar edukatif sebagai media pembelajaran siswa (Arikunto, 2. Kriteria penilaian aktivitas guru, aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut: Skor maksimal : 13 x 5 = 65 Skor minimal : 13 x 0 = 0 Menentukan interval = ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu = 65Oe0 = 16,25 yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Video Based Learning di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Tabel 1 Kriteria Penilaian Aktivitas Guru Skor Interval Kriteria Presentasi 48,76 - 65 76 - 100 Sangat Baik 32,6 Ae 48,75 51 Ae 75 Baik 16,26 Ae 32,5 26 Ae 50 Cukup 0 Ae 16,25 0 Ae 25 Kurang Skor maksimal : 15 x 5 = 75 Skor minimal : 15 x 0 = 0 Menentukan interval = ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu = 75Oe0 = 18,75 yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn Tabel 2 Kriteria Penilaian Aktivitas Siswa Skor Interval Presentasi Kriteria 56,26 - 75 76% - 100% Sangat Tinggi 37,6 Ae 56,25 51% - 75% Tinggi 18,76 Ae 37,5 26% - 50% Sedang 0 Ae 18,75 1% - 25% Rendah Skor maksimal : 20 x 5 = 100 Skor minimal : 20 x 0 = 0 Menentukan interval = ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu = 100Oe0 = 25 yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn Tabel 3 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Skor Interval Presentasi Kriteria 76 - 100 76 - 100 Sangat Tinggi 51 Ae 75 51 Ae 75 Tinggi 26 Ae 50 26 Ae 50 Sedang 0 Ae 25 0 Ae 25 Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian di atas, terdapat beberapa hasil yang didapatkan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI materi materi AuEngkau (Nabi Muhamma. diutus JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. dengan kebenaran dan keadilanAy dan Tebusan Perang Badar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video (Video Based Learnin. pada kelas IX A MTs di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Muaro Jambi. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 September 2024 sampai 27 Oktober 2024. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan media, metode yang sama dan tema pembelajaran yang berbeda pada siklus I dan II. Gambar 1 Proses Pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media Video Based Learning cukup efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas IX A MTs di Pondok Pesantren AnNur Tangkit Muaro Jambi. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan aktivitas dan motivasi belajar siswa berdasarkan tabel di bawah ini: Table 4 Nilai Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I dan Siklus II Nilai Aktivitas Rata-rata Siklus I Siklus II 87,6% 92,3% Peningkatan Berdasarkan tabel di atas ditunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa media Video Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran SKI di IX A MTs di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Muaro Jambi. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Video Based Learning di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Table 5 Nilai Observasi Motivasi Belajar Siswa Nilai Akhir Prasiklus Rata-rata 36,15 % Siklus I Siklus I Siklus II 63,6% Siklus II 63,6% Peningkatan 30,75% Sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari pra siklus kepada siklus II, dengan peningkatan nilai sebanyak 30,75%. Peningkatan motivasi ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai. Berdasarkan tabel di atas, maka gambaran motivasi belajar siswa pada tahap pra siklus adalah sebagai berikut: 80,0% 70,0% 66,9% 60,0% 50,0% 47,4% 40,0% 30,0% 36,1% 20,0% 10,0% 0,0% Pra Siklus Siklus I Siklus II Persentase 36,1% 47,4% 66,9% Gambar 2 Gambar Diagram Motivasi Belajar Siswa Selain itu, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap guru dan siswa, diketahui bahwa media Video Based Learning sangat diterima dengan baik ketika proses pembelajaran, selain menarik dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan, media Video Based Learning juga dapat membuat siswa lebih semangat dan terlibat selama proses Bahkan beberapa siswa berharap Video Based Learning dapat sering diterapkan dalam proses pembelajaran. Jadi, berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa media Video Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada materi AuEngkau (Nabi Muhamma. diutus dengan kebenaran dan keadilanAy dan Tebusan Perang Badar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video (Video Based Learnin. pada kelas IX A MTs di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Muaro Jambi. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada materi AuEngkau (Nabi Muhamma. diutus dengan kebenaran dan keadilanAy dan Tebusan Perang Badar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video (Video Based Learnin. dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada pra siklus nilai rata-rata motivasi belajar siswa hanya mencapai 36,15% dengan kategori sedang. Setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media Video Based Learning, pada siklus I motivasi belajar siswa meningkat menjadi 46,4% masih dengan kategori sedang, dan setelah pelaksanaan siklus II, motivasi belajar siswa meningkat menjadi 66,9% dengan kategori tinggi. Setelah diterapkannya media Video Based Learning, dapat dilihat siswa yang malas saat proses pembelajaran mejadi lebih aktif, siswa yang tidak pernah bertanya menjadi aktif bertanya dan siswa yang suka bercanda di kelas sudah dapat menyimak pembelajaran dengan DAFTAR PUSTAKA