ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima : 21 Desember 2025 Direvisi : 22 Desember 2025 DOI : 10. 58518/darajat. Dipublikasi : 24 Desember 2025 PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN DI MTS MAAoARIF DARUL AFKAR Suheri Widianto Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia Email: suheriwidianto@iai-tabah. Keivin Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia Email: mikulucu69@gmail. Abstrak Masalah degradasi moral dan rendahnya akhlak peserta didik menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut, pendidikan karakter religius perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui kegiatan pembiasaan di lingkungan sekolah. Artikel ini mengkaji penanaman nilai-nilai karakter religius yang meliputi nilai ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan melalui kegiatan pembiasaan, khususnya khitobah, di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo. Brondong. Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru pembina, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan khitobah efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius, membentuk karakter siswa yang berakhlak dan percaya diri. Faktor pendukung keberhasilan antara lain keteladanan guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran siswa, serta pengaruh negatif lingkungan sosial dan media digital. Artikel ini merekomendasikan peningkatan fasilitas, penguatan sinergi sekolah dan orang tua, serta strategi penanggulangan pengaruh eksternal agar kegiatan pembiasaan religius dapat berlangsung optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: Karakter Religius. Pembiasaan Khitobah. Pendidikan Islam. Abstract The decline of student morality and the increasing behavioral issues among youth present serious challenges in todayAos educational landscape. To address this, religious character education must be instilled from an early age, particularly through habituation activities in the school environment. This study explores the implementation of religious character values including worship, jihad . truggle and perseveranc. , trustworthiness and sincerity, moral conduct and discipline, as well as exemplary behavior through habituation practices, particularly khitobah . eligious speec. , at MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo. Brondong. Lamongan. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving school principals, teachers, and The findings reveal that khitobah is an effective medium for instilling religious 7 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat values and fostering students' character and confidence. Key supporting factors include teacher role modeling and parental involvement. However, obstacles such as inadequate facilities, studentsAo low awareness, and negative influences from social and digital environments hinder the process. This article recommends improving infrastructure, strengthening school-parent collaboration, and implementing strategies to counter external influences so that religious habituation programs can be sustained and optimized. Keywords: Habituation Khitobah. Islamic Education. Religious Character. PENDAHULUAN Penanaman nilai-nilai karakter religius merupakan upaya penting dalam pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual. Karakter religius mengacu pada seperangkat nilai yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungannya, yang direfleksikan dalam perilaku sehari-hari berdasarkan ajaran agama, norma sosial, dan 1 Pendidikan karakter religius menjadi semakin relevan di tengah kemerosotan moral yang terjadi di kalangan remaja, seperti kenakalan pelajar, degradasi akhlak, serta pengaruh negatif media sosial. Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan karakter religius tidak hanya berlangsung melalui kegiatan intrakurikuler, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah khitobah . idato keagamaa. Kegiatan ini bukan sekadar praktik komunikasi publik, tetapi juga media penanaman nilai seperti ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan. Metode khitobah mendorong siswa untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam praktik nyata, baik melalui materi yang disampaikan maupun perilaku yang dicontohkan. MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo memiliki visi membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan berjiwa Islami sesuai ajaran Ahlus Sunnah Wal JamaAoah. Untuk mewujudkan hal tersebut, madrasah menyelenggarakan berbagai kegiatan pembiasaan religius, seperti sholat dhuha, sholat dhuhur berjamaah, membaca Al-QurAoan saat apel pagi, infak, dan khitobah. Di antara kegiatan tersebut, khitobah menjadi fokus utama karena mencakup nilai-nilai religius secara menyeluruh, meliputi ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan. Kegiatan ini dinilai efektif dalam mengembangkan potensi keagamaan siswa sekaligus membentuk karakter dan akhlak yang mulia. MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo merupakan salah satu madrasah yang mengembangkan kegiatan pembiasaan khitobah sebagai bagian dari program pendidikan karakter religius. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan terprogram, dengan melibatkan siswa sebagai pelaku utama. Menariknya, kegiatan khitobah di madrasah ini telah menunjukkan hasil positif, baik dari segi peningkatan keberanian berbicara di depan umum, maupun dalam pembentukan sikap religius siswa. Prestasi yang diperoleh dalam lomba pidato tingkat kecamatan turut menjadi indikator keberhasilan program ini. Namun demikian, upaya ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan, serta pengaruh lingkungan sosial dan media digital yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai religius. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam aspek Lickona. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. (New York: Bantam Books. Moh. Izarotul Imam. Kepala MTs Darul Afkar. Wawancara. Lamongan, 28 April 2025. 168 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat perencanaan, pelaksanaan, serta keterlibatan orang tua dan guru sebagai teladan utama dalam menanamkan karakter religius pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penanaman nilai-nilai karakter religius dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan khitobah di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat Penelitian ini dianggap penting karena memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan karakter religius berbasis pembiasaan yang kontekstual dan aplikatif, khususnya dalam lingkungan madrasah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilaksanakan di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo. Brondong. Lamongan. Fokus penelitian adalah penanaman nilai-nilai karakter religius melalui kegiatan pembiasaan Sumber data diperoleh dari kepala madrasah, guru pembina, dan siswa dengan teknik purposive sampling, yakni pemilihan informan berdasarkan relevansi dan keterlibatan langsung dengan objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama: Observasi terhadap kegiatan khitobah, mulai dari penanaman nilai-nilai karakter religius melalui kegiatan khitobah serta faktor pendukung dan penghambat. Wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru pembina, dan siswa. Studi dokumentasi terhadap arsip kegiatan, catatan kehadiran, serta dokumentasi visual pelaksanaan khitobah. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan alat dokumentasi seperti kamera serta perekam Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, guna membandingkan hasil dari berbagai metode yang digunakan. PEMBAHASAN PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan khitobah di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo merupakan media strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius kepada peserta didik. Melalui pendekatan pembiasaan yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan moral, lima nilai utama berhasil ditanamkan secara berkelanjutan: Nilai Ibadah Khithobah yang dilaksanakan secara rutin dan disertai pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan menumbuhkan kesadaran spiritual siswa. Doa bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sumber kekuatan batin dan motivasi dalam Hal ini sejalan dengan pendapat Zamroni yang menyatakan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari pembangunan kesadaran spiritual agar nilainilai luhur dapat terinternalisasi secara mendalam dalam diri siswa. Tilaar. Pendidikan. Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Koesoema. Doni A. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. (Jakarta: Grasindo. 169 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Nilai Jihad Nilai jihad ditanamkan dalam bentuk kesungguhan siswa dalam menghadapi tantangan selama khitobah, seperti mengatasi rasa takut, mempersiapkan materi, dan tampil percaya diri. Semangat ini sesuai dengan pemikiran Suyanto yang menyebutkan bahwa karakter kerja keras dan semangat pantang menyerah . merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dalam konteks budaya Indonesia. Nilai Amanah dan Ikhlas Siswa belajar menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan tanpa pamrih. Nilai ini terbentuk melalui praktik langsung dan pengawasan guru. Muslich menekankan bahwa pembentukan karakter seperti amanah dan ikhlas akan berhasil bila peserta didik diberi kepercayaan, tanggung jawab nyata, serta bimbingan yang konsisten dalam lingkungan pendidikan. Nilai Akhlak dan Kedisiplinan Pembiasaan melalui khitobah menumbuhkan akhlak mulia seperti sopan santun dan kedisiplinan. Kegiatan ini melatih siswa berbicara dengan santun, tepat waktu, dan bertanggung jawab. Ini sejalan dengan pendapat Ratna Megawangi yang menyatakan bahwa akhlak tidak bisa diajarkan hanya secara kognitif, tetapi harus dibentuk melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung. Nilai Keteladanan Keteladanan guru dan siswa yang aktif dalam khitobah mendorong terciptanya budaya sekolah yang religius dan berakhlak. Keteladanan yang konsisten menjadi model nyata yang ditiru oleh peserta didik. Koesoema menegaskan bahwa guru sebagai figur moral harus mampu menghadirkan keteladanan nyata karena pendidikan karakter adalah proses yang menuntut integrasi nilai, tindakan, dan konsistensi. Secara keseluruhan, kegiatan khitobah bukan hanya sebagai latihan berbicara, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam membentuk karakter religius secara holistik. Melalui proses internalisasi, pembiasaan, dan keteladanan, siswa mengalami transformasi diri yang Temuan ini memperkuat teori Bandura . eori belajar sosia. Abraham Maslow . ebutuhan aktualisasi dir. , dan teori-teori karakter dari tokoh pendidikan Indonesia seperti Zamroni. Suyanto. Muslich, dan Koesoema, yang menekankan pentingnya pembelajaran nilai secara kontekstual, aplikatif, dan berkesinambungan. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam mengungkap bahwa kegiatan khitobah bukan hanya sarana pelatihan public speaking, tetapi juga menjadi media efektif dalam menanamkan lima nilai karakter religius secara terpadu: ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan. Kebaruan lainnya terletak pada pendekatan pembiasaan yang dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan, yang mampu membentuk karakter siswa secara alami melalui pengalaman langsung dan keteladanan. Penelitian ini juga memperluas kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan perspektif karakter dari para ahli Indonesia ke dalam praktik pembelajaran berbasis lokal di lingkungan madrasah. Muslich. Masnur. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. (Jakarta: Bumi Aksara. Ratna Megawangi. Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. (Jakarta: Indonesia Heritage Foundation. Suyanto. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Zamroni. Pendidikan Nilai dalam Perspektif Sosial Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 170 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Faktor penghambat dan pendukung kegiatan pembiasaan Penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter religius di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo melalui kegiatan khitobah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik yang mendukung maupun yang menjadi hambatan. Faktor-faktor tersebut berasal dari lingkungan internal dan eksternal madrasah dan berkontribusi besar terhadap keberhasilan atau keterbatasan pembentukan karakter religius siswa. Faktor Pendukung Kegiatan khitobah secara strategis dimanfaatkan untuk menanamkan nilai ibadah, dengan menekankan bahwa khitobah bukan sekadar penampilan formal, melainkan bagian dari proses spiritualisasi. Pembiasaan doa dan penanaman niat yang tulus sebelum tampil menjadikan siswa lebih dekat dengan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan pandangan Muslich bahwa pendidikan karakter yang efektif harus dimulai dari pembiasaan nilai spiritual melalui kegiatan nyata dalam konteks pendidikan Islam. Nilai jihad ditanamkan melalui keberanian siswa dalam tampil di depan umum, menyampaikan pesan kebaikan, dan menghadapi rasa takut serta malu. Proses ini mencerminkan bentuk jihad non-fisik dalam dunia pendidikan, yaitu perjuangan untuk meningkatkan kualitas diri dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran. Penanaman nilai amanah dan ikhlas didukung oleh pembiasaan sikap tanggung jawab dan ketulusan dalam menjalankan tugas. Ketika siswa memaknai tugas khitobah sebagai amanah, mereka menunjukkan kesiapan dan konsistensi dalam melaksanakan Keikhlasan memperkuat dampak pesan yang disampaikan, karena pesan yang lahir dari hati lebih mudah menyentuh hati orang lain. Dalam aspek akhlak dan kedisiplinan, khitobah membentuk perilaku sopan santun, disiplin waktu, serta etika komunikasi yang baik. Melalui pembiasaan tampil berbicara santun di depan umum, siswa secara tidak langsung belajar menjaga lisan dan menghargai orang lain. Ini mendukung teori Ratna Megawangi bahwa akhlak tidak cukup diajarkan secara kognitif, tetapi harus melalui keteladanan dan pengalaman Adapun nilai keteladanan tumbuh dari konsistensi guru dalam memberi contoh, serta kesadaran siswa akan perannya sebagai panutan. Ketika siswa menyadari bahwa mereka diteladani, maka akan muncul kesadaran diri untuk menjaga sikap dan perilaku. Doni Koesoema menegaskan bahwa keteladanan adalah inti dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. Faktor Penghambat Di sisi lain, penanaman nilai karakter religius juga menghadapi berbagai Dalam aspek ibadah, kendala muncul dari minimnya dukungan keluarga dan rendahnya kesadaran spiritual siswa. Jika pembiasaan ibadah tidak dilandasi kesadaran, maka kegiatan keagamaan hanya dianggap sebagai rutinitas formal. Nilai jihad terhambat oleh rendahnya rasa percaya diri dan pemahaman sempit tentang jihad. Banyak siswa merasa takut tampil dan tidak menyadari bahwa Muslich. Masnur. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. (Jakarta: Bumi Aksara. Wahid. Musleh. Pendidikan Islam dan Tantangan Zaman. (Yogyakarta: LKiS, 2. Fatimah. Pendidikan Karakter Islami di Sekolah. (Surabaya: Pustaka Pelajar, 2. Megawangi. Ratna. Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. (Jakarta: Indonesia Heritage Foundation, 2. Koesoema. Doni A. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. (Jakarta: Grasindo, 2. Suyadi. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. 171 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat keberanian untuk menyampaikan kebenaran juga merupakan bentuk jihad. Oleh karena itu, pemahaman konseptual dan pembinaan motivasional sangat dibutuhkan. Dalam penanaman nilai amanah dan ikhlas, hambatan muncul saat siswa tidak memahami makna tanggung jawab, atau menjadikan khitobah sebagai ajang pencitraan. Keikhlasan sebagai fondasi amal menjadi lemah jika tidak dibina secara konsisten melalui penguatan niat dan pembimbingan spiritual. Penanaman akhlak dan kedisiplinan juga terkendala oleh ketidaksesuaian antara ceramah dan perilaku siswa. Meski mampu menyampaikan materi akhlak, tidak sedikit siswa yang belum mencerminkan akhlak tersebut dalam tindakan nyata. Ketidaktepatan waktu dan kurangnya komitmen dalam persiapan juga menjadi tantangan tersendiri. Sedangkan dalam aspek keteladanan, kendala utama adalah kurangnya kesadaran siswa bahwa mereka menjadi contoh. Tanpa pendampingan pascakegiatan, nilai keteladanan sulit tertanam secara mendalam. Hal ini menunjukkan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar siswa tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap dan tindakan. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menempatkan khitobah sebagai sarana pembiasaan religius yang mampu menanamkan lima nilai karakter secara terpadu ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan. Berbeda dari pendekatan formal dan terpisah, penelitian ini menunjukkan efektivitas metode pembiasaan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang kontekstual dan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan faktor pendukung dan penghambat dari lingkungan sekitar menjadikan temuan ini relevan dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis ekologi sosial dan budaya madrasah. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan khitobah di MTs MaAoarif Darul Afkar Sendangharjo merupakan strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius secara menyeluruh. Melalui pendekatan yang terprogram dan kontekstual, khitobah tidak hanya melatih keterampilan berbicara, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai ibadah, jihad, amanah dan ikhlas, akhlak dan kedisiplinan, serta keteladanan. Proses pembiasaan ini berdampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, baik secara spiritual, sosial, maupun moral. Keberhasilan program ini didukung oleh peran aktif guru sebagai teladan, keterlibatan orang tua, dan suasana madrasah yang kondusif. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran siswa, keterbatasan sarana, serta pengaruh negatif lingkungan sosial dan media digital. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dengan menempatkan khitobah sebagai sarana pembiasaan religius yang berkelanjutan dan adaptif terhadap konteks madrasah. Temuan ini relevan untuk diterapkan di lembaga pendidikan lain sebagai model pembentukan karakter yang holistik dan aplikatif. Suyanto. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2. Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. (Jakarta: Kencana. Tilaar. Pendidikan. Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Lickona. Thomas. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. (New York: Bantam Books, 1. 172 Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius. | Suheri Widianto. Keivin Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat DAFTAR PUSTAKA