Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Januari, 2023, pp. IMPLEMNTASI KEBHINEKATUNGGALIKAAN DAN SILASILA PANCASILA SEBAGAI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMA NEGERI 2 PALEMBANG Niny Damayanti1. Effendi Nawawi2 FKIP Universitas Sriwijaya Email1: Ninydamayanti@gmail. Email2: effendi@fkip. Article History: Received: Januari 2023 Revised: Januari 2023 Accepted: Januari 2023 Abstract: Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman hidup setiap warga negara Indonesia. Implementasi kebhinekatunggalikaan dan nilai-nilai pancasila dapat terbentuk melalui pendidikan karakter di sekolah. Penulisan dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi kebhinekatunggalikaan yang terkait dengan sila-sila pancasila sebagai penguatan profil pelajar pancasila di lingkungan SMA Negeri 2 Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif (Qualitative Researc. melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengimplementasian kebhinekatunggalikaan terkait dengan sila-sila pancasila di SMA Negeri 2 Palembang sudah berjalan semestinya. Peserta didik sudah menunjukkan profil pelajar pancasila baik dari proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah. Dengan adanya penguatan dari profil pelajar pancasila maka, peserta didik dapat mengetahui dasar negara, pedoman hidup dan membentuk menjadi manusia yang beradab dan berbudi luhur. Keywords: Kebhinekatunggalikaan. Pancasila. Profil Pelajar Pancasila Pendahuluan (Sulianti, 2. , menyatakan bahwa pendidikan nasional merupakan pendidikan yang didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yang berakar pada nilai agama, kebudayaan, nilai-nilai Pancasila dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman yang tujuannya adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia baik itu sosial, spiritual, dan intelektual, serta professional dalam bidang ke ilmuannya. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki berbagai macam suku etnik, agama, ras, dan juga budaya. Dari keberagaman tersebut Indonesia termasuk dalam negara dengan multikultural terbesar di dunia. Kebijakan Vol. No. Januari, 2023, pp. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi mengenai penetapan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi dalam mewujudkan nawacita Presiden Joko Widodo yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK merupakan kebijakan pendidikan yang memiliki tujuan pokok yaitu menerapkan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil presiden Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan Nasional. Kebijakan PPK ini telah diintegrasikan ke dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yaitu perubahan pola pikir, bertindak serta berperilaku ke arah yang lebih Menurut (Kosim, 2. , kita perlu sejak usia dini mulai mengajarkan pendidikan karakter secara sistematis dan komprehensif dari metode memahami, mencintai, dan berbuat baik. Metode memahami untuk mengetahui yang baik. Cinta kebaikan adalah perasaan dan cinta seseorang terhadap kebajikan yang diajarkan. Dengan demikian seseorang berkarakter baik akan semakin sadar untuk melakukan perbuatan baik karena dia menyukai perilaku moralitas. Menurut (Kosim, 2. Pendidikan karakter merupakan suatu prosedur yang menumbuhkan nilai - nilai karakter terhadap pelajar meliputi wawasan, pemahaman diri, keteguhan hati, dan komponen semangat serta langkah mengimplementasikan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, orang lain, lingkungan, maupun masyarakat, sehingga akan terwujud insan kamil. Pendidikan karakter akan berhasil jika dilakukan secara bersamaAesama, tidak hanya bergantung kepada guru. Pendidikan karakter merupakan kewajiban setiap pihak, artinya hanya sekolah yang wajib menyelenggarakan pendidikan karakter, tetapi setiap pihak termasuk juga harus memikul tanggung jawab yang sepadan. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tahun 2020-2024, . menyebutkan: AuPelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Profil Pelajar Pancasila adalah jawaban untuk pertanyaan, seperti apa karakteristik pelajar Indonesia, dan jawabannya terangkum dalam pernyataan: AuPelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila (Irawati et al. , 2. Menurut (Susilawati et al. , 2. Profil Pelajar Pancasila diterapkan dalam karakter keseharian yang dibangun dan dihidupkan dalam diri individu setiap pelajar melalui budaya sekolah. Vol. No. Januari, 2023, pp. pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler di sekolah. Implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai identitas manusia indonesia berupa pelaksanaan kewajiban sesuai ajaran agama yang dianut, hidup toleransi, peduli sosial, sopan, dan santun (Galuh & Dewi, 2. Menurt (Lutfiah dkk, 2. Pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia sebagai jadi diri bangsa berupa nilai hasil buah pikiran bangsa Indonesia. Pancasila sangat berkaitan dengan identitas negara indonesia, identitas merupakan ciri khas yang dimiliki oleh suatu negara guna menjadi identitas negara tersebut. Sehingga suatu negara dapat dikenal oleh negara lain. Bukan hanya sebagai pendiri Indonesia di mata dunia saja menjadi sebuah negara kesatuan yang memiliki kewibawaan dan kehormatan bangsa dan negara. Identitas negara Indonesia ditandai dengan adanya keragaman suku dan budaya juga adanya simbol-simbol negara Indonesia seperti bendera merah putih. Bahasa persatuan Indonesia, lambang negara garuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan UUD 1945. Berdasarkan merupakan suatu usaha dimana akan terlahir generasi penerus bangsa yang kelak memimpin peradaban bangsa dan menjadi pemeran utama suatu tonggak untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut dapat tercapai dengan melakukan suatu penguatan nilai-nilai pancasila, kebhinekatunggalikaan dan kebangsaan agar ideologi dari Indonesia dapat menjadikannya landasan utama dengan penguatan pendidikan karakter yaitu profil pelajar pancasila di sekolah. Untuk itu tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kebhinekatunggalikaan dan sila-sila pancasila sebagai penguatan profil pelajar pancasila di SMA Negeri 2 Palembang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif (Qualitative Researc. Penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (Sugiyono, 2. Bentuk penelitian ini nantinya akan mengungkapkan informasi kualitatif dengan deskriptif dengan tujuan mampu memberikan gambaran realitas sosial dengan utuh dan apa adanya dengan menggunakan studi kepustakaan melalui jurnal dan laporan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Palembang. Vol. No. Januari, 2023, pp. Hasil Hasil observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai implementasi kebhinekatunggalikaan dan sila-sila pancasila sebagai penguatan profil pelajar pancasila di SMA Negeri 2 Palembang tempat saya melaksanakan PPL dimana sudah terlihat dari slogan sekolah tersebut yaitu AuMaju Bersama untuk DUPAAy komponen yang termuat dalam slogan tersebut berkaitan dengan kesatuan untuk maju bersama. Dari slogan tersebut mengandung semangat yaitu: AuDimulai dari hal kecil, dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang Aukemajuan tersebut akan terwujud jika semua warga sekolah dapat bekerjasama dengan baik dan selalu mengedepankan kepentingan bersama untuk membangun dan menciptakan sekolah yang melahirkan penerus-penerus bangsa yang dapat mengharumkan nama sekolah dengan Sejalan dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu AuBhinneka Tunggal IkaAy yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia, namun keseluruhannya itu merupakan satu kesatuan yang utuh yaitu bangsa dan negara Indonesia (Ismail & Ika, 2. Menurut (Santoso, 1. menyatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika dalam arti luas adalah beranekaragam etnik, budaya, dan agama, tetapi dalam kesatuan, yakni bangsa Indonesia. Kesatuan di sini merupakan hasil kesepakatan bangsa Indonesia untuk mengatasi keanekaragaman yang ada sehingga dapat mencegah timbulnya Bhinneka Tunggal Ika dalam hal ini mengandung aspek keharusan bagi keutuhan bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tercantum dalam Kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Kebhinnekaan sebagaimana yang dinyatakan oleh (Santoso, 1. tersebut tergambarkan dalam karya sastra yang akan dijadikan media Pengimplementasian Kebhinekatunggalikaan di SMA Negeri 2 juga terlihat pada proses pembelajaran. Dimana Pengimplentasian kurikulum merdeka yang termuat profil pelajar pancasila sudah dilaksanakan di dalam kelas. pelajar Pancasila merupakan program dari Kemendibud Ristek untuk membumikan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar. Landasan filosofis profil pelajar Pancasila adalah pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pemikiran beliau tentang konsep pendidikan Auing ngarso sung tulandha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayaniAy. Konsep tersebut pula yang mengilhami munculnya merdeka belajar. Diantara konsep merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila saling beririsan. Dalam konsep merdeka belajar para Vol. No. Januari, 2023, pp. peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih materi yang disukai dan diminati Sementara pendidik berperan menjadi pribadi yang bertanggung jawab membentuk karakter peserta didik. Pendidik menjadi teladan ketika berada di depan, menjadi motivator ketika di tengah, dan menjadi pendorong ketika di belakang agar peserta didik mandiri. Karakter yang diharapkan adalah pelajar yang memiliki jiwajiwa Pancasila di dalam dirinya (Rahayuningsih, 2. Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak . Fungsi dan tujuan pendidikan nasional, seperti yang tertulis dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003, menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik melalui pendidikan berkarakter. Menurut Hidayah, (Hidayah et al. , 2. tentang penguatan profil pelajar Pancasila melalui media interaktif, hasilnya media interaktif dapat meningkatkan motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran yang berdampak munculnya karakter mandiri, memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memahami materi pelajaran dan menumbuhkan karakter kritis dan kreatif. Diskusi