Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 28-33, 2024 DOI: https://doi. org /10. 51352/jim. KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI PESERTA JKN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH KOTA PEKALONGAN Submitted: 22 September 2023 Edited: 22 Mei 2024 Accepted: 29 Mei 2024 Aqilatul Maziah. Fef Rukminingsih*. Paulina Maya Octasari Politeknik Katolik Mangunwijaya Email: fefrukminingsih@gmail. ABSTRAK Kasus tertinggi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Pekalongan adalah hipertensi. Peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien hipertensi dapat disebabkan karena hipertensi yang tidak terkontrol. Pasien yang patuh minum obat hipertensi akan memiliki tekanan darah yang terkontrol, sehingga kepatuhan merupakan faktor utama dalam mencapai keberhasilan Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif observasional menggunakan desain cross sectional dengan metode accidental Evaluasi kepatuhan dilakukan menggunakan metode pemberian kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scal. Responden adalah pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yang berusia Ou26 tahun, menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan melakukan pemeriksaan pada bulan Maret-April 2023. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 260 responden yang terdiri dari 150 pasien perempuan dan 110 pasien laki-laki, sebagian besar pasien berusia Ou46 tahun . ,92%), latar belakang pendidikan lulusan SD-SMP . ,7%). SMA . ,3%) dan pendidikan tinggi . %). Sebanyak 67 responden sebagai IRT . ,77%) dan 47 responden tidak bekerja . ,07%). Sedangkan yang lainnya bekerja dengan profesi bermacam-macam seperti guru/dosen, aparatur sipil negara, karyawan swasta dan wiraswasta. Kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yaitu patuh sebesar 82,31% dan tidak patuh sebesar 17,69%. Pasien dengan usia Ou46 tahun lebih patuh dalam minum Lama periode pengobatan dan jumlah item obat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat. Semakin lama terapi dan polifarmasi akan menurunkan tingkat kepatuhan pasien. Kata Kunci : Kepatuhan, hipertensi. RS Siti Khodijah ABSTRACT Hypertension is the highest case of non-communicable diseases (NCD. in Pekalongan City. Uncontrolled hypertension can increase the risk of morbidity and mortality. Taking antihypertensive medication regularly can control the blood pressure of hypertensive patients so compliance with taking medication is the main factor that influences the success of therapy. This study aims to determine the medication compliance of hypertensive patients who are national health insurance participants at the Outpatient Installation of Siti Khodijah Hospital. Pekalongan City. This research is a descriptive observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used is accidental Compliance was measured using the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scal. Respondents were hypertensive patients in the outpatient installation of Siti Khodijah Hospital. Pekalongan City, aged Ou26 years, who were National Health Insurance participants and underwent examinations in March-April 2023. The data was analyzed qualitatively and This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. Copyright . 2024 Jurnal Ilmiah Manuntung How to Cite . SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA Maziah A. Rukminingsih F. Octasari PM. KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI PESERTA JKN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH KOTA PEKALONGAN. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan. : 28-33. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 28-33, 2024 The results revealed that of the 260 respondents consisting of 150 female patients and 110 male patients, most of the patients were Ou46 years old . 92%), had an educational background of elementary school graduates . 7%), high school . 3%) and higher education . %). A total of 67 respondents were housewives . 77%) and 47 respondents did not work . 07%). Meanwhile, others work in various professions such as teachers/lecturers, state civil servants, private employees and entrepreneurs. The adherence to taking medication for hypertensive patients at the Outpatient Installation of Siti Khodijah Hospital. Pekalongan City, was 82. 31% compliant and 17. 69% noncompliant. Patients aged Ou46 years were more compliant. Adherence to taking medication decreases as the duration of taking medication increases and the number of medications taken increases. Keywords : Adherence. Hypertension. Siti Khodijah Hospital PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan tekanan darah yang meningkat melebihi standar. Nilai Tekanan Darah Sistolik (TDS) lebih dari 140 mmHg dan atau Tekanan Darah Diastolik (TDD) lebih dari 90 mmHg. Pengukuran minimal sebanyak dua kali periode selang waktu lima menit dalam keadaan tenang. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Konsumsi antihipertensi yang teratur dapat memberikan prognosis yang baik akibat terkontrolnya tekanan darah. Faktor utama dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan pasien Antihipertensi yang dikonsumsi secara rutin dapat mengendalikan tekanan darah pasien. Salah satu metode pengukuran kepatuhan pasien dalam pengobatan adalah kuesioner MMAS-8. Kuesioner ini menganalisa tiga aspek yaitu banyaknya lupa dalam minum obat, dengan sengaja tanpa berkonsultasi tim medis menghentikan minum obat, dan kemauan untuk tetap mengkonsumsi obat. Kuesioner MMAS dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengevaluasi kepatuhan pasien yang mendapatkan terapi jangka panjang, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi merupakan kasus tertinggi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Pekalongan pada tahun 2019. Menurut data dari Dinkes Kota Pekalongan, tahun 2019, sebanyak 955 orang menderita hipertensi pada usia Ou 15 th. Salah satu rumah sakit swasta. Rumah Sakit Siti Khodijah terletak di Kota Pekalongan, telah terakreditasi Paripurna sebagai Rumah Sakit tipe C, dan memiliki kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rumah Sakit Siti Khodijah menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Pekalongan. Hampir 80% jumlah pasien hipertensi di Rumah sakit Siti Khodijah Kota Pekalongan adalah peserta JKN. Melalui penelitian diharapkan dapat mengetahui kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional study dan mengambil sampel secara Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8. Responden yang telah sesuai kriteria mengisi data demografi dan menjawab 8 pertanyaan. Kriteria yang ada adalah pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yang berusia Ou26 tahun, menjadi peserta JKN dan melakukan pemeriksaan pada bulan Maret-April 2023. Setiap responden hanya diberi kesempatan mengisi kuesioner satu kali selama periode penelitian. Responden yang mengisi kuesioner tidak lengkap akan diekslusi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Pasien dikategorikan tidak patuh minum obat bila skor <6 dan disebut patuh minum obat bila skor Ou6. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Jumlah pasien hipertensi yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 260 orang. Karakteristik sampel penelitian ditunjukkan pada Tabel 1. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 28-33, 2024 Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Jenis Kelamin Umur . Pendidikan Lama penggunaan antihipertensi . Jumlah antihipertensi yang diminum Skor MMAS Jumlah Persentase (%) Perempuan Laki-laki <46 Ou 46 SD-SMP SMA Pendidikan Tinggi O5 Ou5 <6 (Patu. Ou6 (Tidak Patu. Sebagian besar pasien . ,92%) menggunakan obat O5 tahun. Semakin lama pasien mengkonsumsi obat maka diduga pasien akan merasa bosan. Kondisi tersebut diperkuat jika hasil yang dirasakan oleh pasien tidak sesuai dengan dengan yang diharapkan. Selain periode pengobatan, jumlah obat juga merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Jumlah item obat yang semakin banyak maka kepatuhan semakin menurun. Banyaknya responden yang teratur dalam konsumsi obat . kor MMAS <. jumlahnya lebih banyak yaitu 214 pasien . ,31%). Hasil tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang . yang menunjukkan jumlah responden yang patuh minum obat jumlahnya lebih sedikit. Penelitian lain yang dilakukan di Puskesmas Tanggulangin Sidoarjo diperoleh hasil bahwa semua pasien . %) mempunyai tingkat kepatuhan sedang. Berdasarkan Tabel 1 diketahui responden perempuan jumlahnya lebih banyak yaitu 150 responden . ,70%) dan usia responden paling banyak adalah Ou46 tahun yaitu 91,92%. Perempuan mempunyai peluang mengalami hipertensi lebih besar dibanding laki-laki bila sudah mengalami menopause yaitu usia diatas 45 tahun. Menopause disebabkan oleh berkurangnya produksi hormone estrogen sehingga terjadi penurunan elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Tingkat pendidikan berpengaruh secara linier pada kejadian hipertensi. Tingginya tingkat pendidikan seseorang dapat meningkatkan probabilitas terjadinya Hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan berkorelasi dengan tingginya kesibukan dan kerja keras seseorang sehingga menimbulkan stress. Selain itu yang mempengaruhi kejadian hipertensi adalah gaya hidup modern dimana seseorang akan lebih mengutamakan pekerjaan untuk mencapai kesuksesan. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 28-33, 2024 Kepatuhan minum obat Pada tabel 2 menunjukkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Tabel 2. Kepatuhan responden dalam minum obat Patuh Karakteristik Tidak patuh Total Ou 46 Jumlah O5 Lama penggunaan antihipertensi . Jumlah Jenis kelamin Umur . Jumlah Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah <46 Jumlah antihipertensi yang dimiOu5 Jumlah teratur dalam melakukan pengobatan. Kepatuhan responden dalam minum obat semakin turun dengan semakin lamanya waktu responden tersebut minum Responden yang telah minum obat antihipertensi lebih dari 5 tahun sebanyak 21 pasien dimana 15 orang diantaranya patuh minum obat. Hal ini diduga karena pasien cenderung merasa bosan untuk minum obat. Sedangkan pasien yang minum obat O 5 tahun menunjukkan kepatuhan yang tinggi, yaitu dari 239 pasien yang patuh minum obat sebanyak 199 pasien. Hal ini diduga karena pasien memahami akan risiko yang muncul jika tidak patuh dalam menggunakan obat serta komplikasi yang akan terjadi. Berdasarkan jumlah obat yang diminum diketahui bahwa polifarmasi menurunkan kepatuhan pasien dalam minum obat. Jumlah obat yang diminum berkorelasi dengan kepatuhan minum obat. Semakin banyak jumlah obat yang diminum . , kepatuhan pasien semakin rendah. Hasil pada Tabel 2 diketahui bahwa jumlah pasien perempuan lebih banyak. Hasil penelitian tentang hubungan karakteristik pasien hipertensi terhadap kepatuhan berobat di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan hasil yang sama, yaitu jumlah responden perempuan lebih banyak. Meskipun terdapat perbedaan jumlah pada jenis kelamin responden, akan tetapi persentase kepatuhan dari keduanya sekitar 80%, yaitu 80,91% pada laki-laki dan 83,33% pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dalam kepatuhan menggunakan obat, tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian di Puskesmas Kabupaten Bangka. Berdasarkan usia, responden dengan usia Ou 46 tahun lebih patuh dalam minum obat sebanyak 83,18%. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap cara berpikir seseorang adalah kedewasaan. Usia yang semakin tua berkorelasi dengan kedewasaan seseorang dan kesadaran untuk Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 28-33, 2024 SIMPULAN Kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan RS Siti Khodijah Kota Pekalongan yaitu patuh sebesar 82,31% dan tidak patuh sebesar 17,69%. Kepatuhan pasien perempuan hampir sama dengan pasien lakilaki, pasien dengan usia Ou46 tahun lebih patuh dalam minum obat. Kepatuhan minum obat menurun seiring dengan bertambah lamanya minum obat dan semakin banyaknya jumlah obat yang diminum. Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, 2019. Profil Kesehatan Kota Pekalongan 2019. Dinas Kesehatan Kota Pekalongan. Pekalongan. Purwono. Sari. Ratnasari. Budianto. , 2020. Pola Konsumsi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Wacana Kesehatan. Volume 5. Nomor 1, 531-542. Kusumawaty. Hidayat. Ginanjar, , 2016. Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. Mutiara Medika. Volume 16. No. 2, 46Ae51. Fahriah. Rizal. Irianty. Hubungan Tingkat Pendidikan. Pengetahuan dan Sikap Terhadap Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas Tahun 2021. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Kalimantan MAB. Sunarsih. Ilyas. Holidy. , 2017. Hubungan Beban Kerja Dengan Terjadinya Penyakit Hipertensi di Poliklinik Universitas Lampung. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik. Volume 13. No. 1, 42-47. Al Rasyida. Febriania. Nurdina. Putria. Dewia. Paramita. , 2022. Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Lempake Samarinda. Ked. Mulawarman. Volume 9. No. 2, 55-63. Liberty. Pariyana. Roflin. , & Waris. , 2018. Determinan Kepatuhan Berobat Pasien Hipertensi Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat I. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Volume 1. No. 1, 58-65. Pujasari. Susanto. Udiyono, , 2017. Faktor-Faktor Internal Ketidakpatuhan Pengobatan Hipertensi di Puskesmas KedungMundu Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 3. No. 3, 99-108. Pristianty. Hingis. Priyandani, , & Rahem. Relationship between knowledge and adherence to hypertension treatment. Journal of public health in Africa, 14(Suppl . , 2502. UCAPAN TERIMAKASIH Direktur RS Siti Khodijah Kota Pekalongan. Direktur Politeknik Katolik Mangunwijaya Semarang. DAFTAR PUSTAKA