Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Kajian Sistematis PERAN HORMONAL TERHADAP TERJADINYA OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA PEREMPUAN POST MENOPAUSE : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW THE ROLE OF HORMONES IN THE DEVELOPMENT OF KNEE OSTEOARTHRITIS IN POSTMENOPAUSAL WOMEN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putu Clara Rosaliaa*. Ekanova Dharmapalaab. Ni Luh Kadek Alit Arsania Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Bali. Indonesia Departemen Bedah. Divisi Ortopedi dan Traumatologi. RSUD Buleleng. Bali. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 3 Oktober 2025 Osteoartritis (OA) lutut merupakan penyebab utama kecacatan pada usia lanjut, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan pascamenopause akibat penurunan estrogen. Defisiensi estrogen berperan dalam inflamasi, degradasi matriks tulang rawan, dan kerusakan tulang subkondral. Penelitian ini menggunakan systematic literature review (SLR) untuk menganalisis hubungan menopause dan perubahan hormonal dengan kejadian OA lutut. Literatur ditelusuri menggunakan pedoman PRISMA melalui PubMed. Google Scholar, dan ScienceDirect, dengan inklusi studi kohort, kasuskontrol, atau potong lintang pada wanita pascamenopause Ou45 tahun, penelitian rentang tahun 2015-2025. Dari 226 artikel yang ditemukan, diperoleh 9 artikel yang memenuhi 6 artikel menilai hubungan estrogen dengan OA, dimana 5 menunjukkan hubungan positif bahwa semakin rendah kadar estrogen, seperti pada menopause dini, maka progresivitas OA semakin meningkat. Sebaliknya, 1 artikel menunjukkan hubungan negatif, yaitu penggunaan terapi hormon (HT) dengan suplementasi estrogen dikaitkan dengan peningkatan risiko OA lutut. Selain itu, 2 artikel menyoroti peran AntiMyllerian Hormone (AMH) sebagai biomarker deteksi dini OA, dan 1 artikel membahas peran Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dalam patofisiologi OA. Kesimpulannya, perubahan hormonal pada menopause, terutama defisiensi estrogen, rendahnya AMH, dan tingginya FSH, memiliki kontribusi penting terhadap patogenesis OA lutut. Revisi: 1 November 2025 Terbit: 1 Desember 2025 Kata Kunci Osteoartritis Lutut. Menopause. Estrogen. Hormon Anti-Myller (AMH). FollicleStimulating Hormone (FSH) Keywords ABSTRACT Knee Osteoarthritis. Menopause. Estrogen. Anti-Myllerian Hormone. Follicle-Stimulating Hormone Knee osteoarthritis (OA) is a leading cause of disability in the elderly, with a higher prevalence among postmenopausal women due to estrogen deficiency. Estrogen is essential in modulating inflammation, maintaining cartilage matrix, and protecting subchondral bone. This study employed a systematic literature review (SLR) to analyze the relationship between menopause, hormonal changes, and the incidence of knee OA. Literature searches were conducted following PRISMA guidelines through PubMed. Google Scholar, and ScienceDirect, with inclusion criteria comprising cohort, casecontrol, or cross-sectional studies in postmenopausal women aged Ou45 years, published between 2015 and 2025. From 226 articles identified, 9 studies met the criteria. articles assessed the association between estrogen and OA, with 5 reporting a positive relationshipAilower estrogen levels, particularly in early menopause, were linked to increased OA progression. In contrast, 1 article showed a negative relationship, where hormone therapy (HT) with estrogen supplementation was associated with an increased risk of knee OA. Furthermore, 2 studies highlighted the potential role of Anti-Myllerian Hormone (AMH) as an early biomarker for OA, while 1 article discussed the role of Follicle-Stimulating Hormone (FSH) in OA pathophysiology. In conclusion, hormonal changes in menopause, particularly estrogen deficiency, low AMH, and elevated FSH, significantly contribute to the pathogenesis of knee OA. *Korespondensi Email: rosalia@student. arsani@undiksha. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Putu Clara Rosalia Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 berdasarkan kelompok usia, 45% penderita PENDAHULUAN Osteoartritis (OA) merupakan bentuk berada dalam rentang usia 55Ae64 tahun, 51,9% artritis paling umum di dunia dan menjadi pada usia 65Ae74 tahun, dan 54,8% pada usia di penyebab utama kecacatan pada usia dewasa, atas 75 tahun. Data ini menunjukkan bahwa khususnya pada kelompok lanjut usia. Menurut prevalensi OA cenderung meningkat seiring data Global Burden of Disease (GBD) yang bertambahnya usia. dirilis oleh World Health Organization (WHO). Lie et al. dalam penelitian berjudul pada tahun 2019 terdapat sekitar 528 juta orang "Radiographic Findings and Body Mass Index in yang hidup dengan OA, dan jumlah ini Elderly Patients with Knee Osteoarthritis: A meningkat menjadi 606,9 juta orang pada tahun Cross-Sectional Study" melaporkan bahwa dari 2021, atau naik sebesar 14,96% hanya dalam dua total 96 pasien OA yang dianalisis, mayoritas Dari jumlah tersebut. OA lutut merupakan bentuk yang paling sering dijumpai dengan mencapai 62,50%. prevalensi mencapai 374,7 juta kasus pada tahun Wanita memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap osteoartritis (OA) dibandingkan pria. Secara terutama karena pengaruh faktor hormonal. memiliki risiko lebih tinggi mengalami OA lutut Estrogen berperan penting dalam menjaga dibandingkan laki-laki. Pada tahun 2021, dari kepadatan tulang dan kesehatan sendi. Pada total 30,85 juta kasus baru OA lutut, sekitar masa menopause, penurunan kadar estrogen 18,80 juta . ,9%) terjadi pada perempuan, menyebabkan berkurangnya kekuatan tulang sedangkan hanya 12,05 juta kasus pada laki-laki. serta meningkatnya kerapuhan sendi, sehingga Dari 374,74 juta kasus prevalensi OA lutut, risiko osteoporosis dan OA menjadi lebih besar. perempuan menyumbang 63,1% atau 236,39 juta Selain itu. OA lutut pada wanita umumnya lebih kasus, jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki berat, dengan angka kejadian yang meningkat dengan 138,35 juta kasus. Beban penyakit juga tajam setelah usia 50 tahun. Lonjakan ini tercermin melalui disability-adjusted life years bertepatan dengan fase menopause, (DALY. , di mana 62,8% kasus OA lutut dialami perempuan. Hal ini memperkuat bukti penurunan estrogen dan OA. Hubungan ini telah bahwa gender, khususnya status hormonal, lama dikenali, sejak laporan Cecil dan Archer berperan penting dalam kerentanan terhadap OA pada tahun 1925 yang menggambarkan kasus wanita menopause dengan nyeri dan kekakuan Indonesia. Indonesia Rheumatology Association. OA menjadi salah lutut, sehingga kondisi tersebut kemudian dikenal sebagai Auarthritis menopauseAy. satu penyakit sendi yang banyak ditemukan3. Berdasarkan latar belakang tersebut. Secara keseluruhan, jumlah penderita OA di penelitian ini disusun dalam bentuk systematic Indonesia diperkirakan mencapai 55 juta orang, literature review (SLR) untuk menganalisis atau sekitar 24,7% dari populasi. Jika dilihat secara komprehensif peran menopause sebagai Putu Clara Rosalia Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 faktor risiko osteoartritis lutut berdasarkan studi tersedia dalam teks lengkap dimasukkan dalam Fokus utama kajian ini tidak hanya Sementara itu, kriteria eksklusi meliputi pada defisiensi estrogen, tetapi juga untuk artikel yang meneliti pria, wanita premenopause, menelusuri kemungkinan peran hormon lain menopause akibat tindakan bedah. OA lutut dalam memengaruhi patogenesis OA pada akibat trauma atau infeksi, penelitian hewan, uji wanita menopause. in vitro, editorial, opini, abstrak konferensi, case report, protokol penelitian, atau artikel dengan METODE Penelitian systematic literature review (SLR) dengan menelusuri artikel dari PubMed dan Google Scholar. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu artikel berdesain kasus-kontrol, atau studi potong lintang yang merupakan penelitian klinis pada manusia, dengan populasi wanita menopause alami usia Ou 45 tahun. Variabel utama yang dikaji adalah penurunan kadar estrogen melalui estradiol atau indikator hormonal lain, serta diagnosis osteoartritis lutut berdasarkan kriteria klinis atau radiologis. Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2015Ae metodologi tidak jelas. Pencarian dilakukan Boolean ("postmenopausal women" OR "menopausal women") AND ("knee osteoarthritis" OR "knee OA" OR "knee joint degeneration") AND ("hormonal changes" OR "endocrine changes") AND ("human study" OR "clinical study" OR "observational study"), kemudian disaring sesuai rumusan PRISMA, menghasilkan 226 artikel, yang setelah diseleksi berkurang menjadi 118 . , 18 . eleksi abstra. , dan akhirnya diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. 2025, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan Screening Identification PRISMA 2020 flow diagram identification of studies via databases Hasil artikel yang diidentifikasi dari database: C PubMed . = . C Google Scholar . = C Total . = . Eksklusi . = . artikel Hasil artikel yang diidentifikasi setelah proses duplikasi . = Eksklusi . = . C Judul dan Abstrak tidak sesuai dengan topik Hasil skrining judul, abstrak, dan aksesibilitas jurnal . = . Eksklusi . = . C Isi artikel tidak sesuai dengan topik penelitian . = . Included Hasil seleksi artikel full text berdasarkan kriteria kelayakan PICOS . = . Artikel yang sesuai dan akan dianalisis . = . Gambar 1. Bagan PRISMA 2020 Putu Clara Rosalia Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 HASIL Tabel 1. Hasil Penelitian Judul Knee osteoarthritis and menopausal hormone therapy in postmenopausal women: a nationwide cross-sectional Penulis (Negara. Tahu. Jung JH. Bang CH. Song GG. Kim C. Kim JH. Choi SJ (Korea Selatan. Metode Cross Hasil Terdapat hubungan antara penggunaan menopausal hormone therapy (MHT) dengan penurunan risiko osteoartritis lutut, di mana kelompok MHT memiliki prevalensi lebih rendah dibandingkan non-MHT. Terdapat hubungan antara penggunaan terapi hormon (HT) maupun kontrasepsi oral (OK) dengan peningkatan risiko osteoartritis lutut, terutama pada wanita <60 tahun, dengan risiko yang meningkat seiring durasi penggunaan. Terdapat hubungan antara menopause dengan degenerasi tulang rawan lutut, di mana defisiensi estrogen pascamenopause mempercepat kerusakan progresif pada 25 tahun pertama setelah menopause. Terdapat hubungan antara menopause dan penurunan kadar hormon antimyllerian (AMH) dengan peningkatan risiko osteoartritis lutut, di mana prevalensi lebih tinggi pada wanita pascamenopause dibandingkan pramenopause, serta rendahnya kadar AMH berpotensi menjadi biomarker prediktif untuk osteoartritis baik pada tahap awal maupun lanjut. Hormone therapy and oral contraceptives in the risk of knee osteoarthritis: a prospective cohort study Wang J. Zhang X. Ge L, et al. (Inggris, 2. Kohort Menopause is associated with articular cartilage degeneration: a clinical study of knee joint in 860 women Lou C. Xiang G. Weng Q, et al (China, 2. Kohort Epidemiological study on the relationship among menopausal condition, bone fragility, and knee Sasaki E. Chiba D. Ota S, et al. (Jepang, 2. Kohort Reduced serum levels of antiMullerian hormone is a putative biomarker of early knee osteoarthritis in middleaged females at menopausal Sasaki E. Chiba D. Ota S, et al. (Jepang, 2. Kohort Terdapat hubungan antara AMH rendah (<0,08 ng/m. pada wanita pramenopause dengan risiko lebih tinggi mengalami osteoartritis lutut dini. Estrogen receptor Alpha in human knee articular cartilage of healthy and osteoarthritic females Hughbanks ML. Rodriguez-Fontan F. Kleck CJ. BurgerAeVan der Walt E (Amerika Serikat, 2. Kohort Terdapat hubungan antara peningkatan ekspresi reseptor estrogen- (ER-) dengan usia dan degenerasi tulang rawan, yang menunjukkan bahwa defisiensi estrogen merupakan faktor risiko osteoartritis. Study the relevance between inflammatory factors and estradiol and their association with knee osteoarthritis in postmenopausal women YP Liu. J Li. SB Xin. J Xu (China. Cross Correlation of synovial tissue protein abundance with menopause in osteoarthritis Yang X. Fu Z. Ren Q. Wang S. Yin S. Liu J (China, 2. Cross High follicle-stimulating hormone levels accelerate cartilage damage of knee osteoarthritis in postmenopausal women through the PI3K/AKT/NFB pathway Liu Y. Zhang M. Kong D, et al. (China, 2. Cross Putu Clara Rosalia Terdapat hubungan signifikan antara penurunan kadar estradiol (E. dengan peningkatan faktor inflamasi (IL-1. IL-6. TNF-. CRP. LED) pada wanita pascamenopause dengan osteoartritis Terdapat hubungan antara menopause dengan luaran klinis lutut yang lebih buruk, di mana wanita pascamenopause menunjukkan perbaikan pascaoperasi lebih rendah dibandingkan Terdapat hubungan antara kadar FSH tinggi dengan kerusakan tulang rawan pada wanita pascamenopause, melalui mekanisme aktivasi jalur PI3K/AKT/NF-B yang menurunkan kolagen tipe II dan aggrekan. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 ligamen, dan otot periartikular. Ekspresi reseptor DISKUSI