ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJATERAAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT DI DESA SUMBER BAKTI KABUPATEN NAGAN RAYA Aldi Sefrian1. Agustiar2. Safrika2. Qhisthina Atikah3 Mahasiswa Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar Dosen Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar Dosen Program Studi Diploma Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala Jl. Alue Peunyareng. Ujong Tanoh Darat. Meureubo,Kabupaten Aceh Barat. Aceh 23681. Telp. 62 655-7110535. Email: agustiar@utu. Abstrak Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit, menganalisis kontribusi pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kelapa sawit. Untuk menganalisis hal ini, peneliti menggunakan metode survei dengan membagikan kuisioner dan wawancara langsung kepada 56 petani di Desa Sumber Bakti. Kecamatan Darul Makmur. Kabupaten Nagan Raya. Data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi ekonomi para petani. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usahatani kelapa sawit . n far. rata-rata Rp 45. 856 tahun-1, sektor pertanian lainnya . ff far. Rp 23. 727 tahun-1, dan luar sektor pertanian . on far. Rp 14. 273 tahun-1. Kontribusi yang diberikan sektor off farm terhadap pendapatan rumah tangga cukup besar yaitu 54,8%. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS . , tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti tergolong kedalam kesejahteraan baik. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemerintah dan stakeholder lainnya dalam merancang kebijakan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit. Selain itu, juga memberikan pemahaman tentang kondisi ekonomi dan sosial para petani dalam industri kelapa sawit. Kata Kunci: Kesejahteraan. Kelapa Sawit. Pendapatan. Produksi. Rumah tangga Abstract The aim of the study was to analyze the income of oil palm farming, to analyze the contribution of income and the level of welfare of the households of oil palm farmers. To analyze this, researchers used a survey method by distributing questionnaires and direct interviews to 56 farmers in Sumber Bakti Village. Darul Makmur District. Nagan Raya Regency. These data were then analyzed using a quantitative descriptive method to get an overview of the economic conditions of the farmers. The results showed that the average income of oil palm farming . n far. was IDR 45,897,856 year-1, other agricultural sector . ff far. IDR 23,052,727 year-1, and outside the agricultural sector . on far. IDR 14,799,273 year -1. The contribution made by the off-farm sector to household income is quite large, namely 54. Based on welfare indicators according to BPS . , the level of welfare of the households of oil palm farmers in Sumber Bakti Village is classified as good welfare. This research has important implications for the government and other stakeholders in designing sustainable policies to increase the income and welfare of oil palm smallholders. In addition, it also provides an understanding of the economic and social conditions of farmers in the palm oil industry. Keywords: Welfare. Income. Palm Oil. Production. Households PENDAHULUAN Indonesia negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian sehingga memegang peranan penting dalam perekonomian nasional (Ismai. P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 40,46 juta penduduk yang bekerja sebagai petani pada tahun 2022. Jumlah tersebut 29,96% dari total penduduk yang bekerja sebanyak 135,61 juta jiwa, sekaligus menjadi yang terbesar dibanding lapangan pekerjaan utama lainnya. Sudah semestinya sektor pertanian harus diperhatikan karena memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain itu, sektor pertanian berperan dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), menyediakan lapangan kerja, menyediakan bahan, mendukung sektor industri baik industri hulu maupun hilir, dan menyumbang devisa dari ekspor (Yanti, 2. Salah satu komoditas pertanian yang berperan dalam meningkatkan perekonomian nasional yaitu sektor agroindustri perkebunan kelapa sawit. Perkebunan Kelapa Sawit menjadi andalan dalam pembangunan perekonomian dan agroindustri perkebunan, karena memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan devisa negara melalui ekspor produk mentah yang dihasilkan yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Karnel Oil (PKO) (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2. Volume ekspor minyak Kelapa Sawit Indonesia pada periode 2020 mencapai 25. 257 ton CPO dan 1. 177 ton PKO. Lima negara utama tujuan ekspor terbesar minyak kelapa sawit Indonesia yaitu India. Spanyol. Malaysia. Italia dan Kenya (BPS, 2. Selain itu menurut Budiasa . , budidaya kelapa sawit oleh petani rakyat dapat menjadi penggerak utama ekonomi di wilayah perdesaan, terutama dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Pendapatan yang bersumber dari kegiatan usahatani kelapa sawit dipengaruhi oleh biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani. Biaya produksi meliputi semua pengeluaran yang dikeluarkan petani untuk menghasilkan buah kelapa sawit (Manurung, 2. Semakin tinggi biaya produksi yang harus dikeluarkan petani, maka akan berpengaruh pada margin keuntungan mereka. Jika biaya produksi meningkat tanpa adanya peningkatan pendapatan yang signifikan dari hasil panen atau harga jual kelapa sawit yang tetap rendah, maka dapat mengurangi pendapatan bersih para petani. Selain itu, harga jual kelapa sawit juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit. Ketika harga kelapa sawit meningkat, maka pendapatan petani juga meningkat (Haykal & Yunus, 2. Pendapatan petani berkaitan dengan adanya aktivitas, usaha, dan pekerjaan atau dapat juga diperoleh dari penjualan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan hidup (Hakim, 2. Pendapatan yang diterima oleh petani dari kegiatan usahataninya belum tentu dapat mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Oleh karena itu, petani mencari sumber pendapatan lain dalam upaya memenuhi dan menambah pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup (Lumintang, 2. Menurut Ibekwe . , sumber pendapatan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu on farm, off farm, dan non farm. Pendapatan on farm dan off farm bersumber dari dari kegiatan usahatani dan sektor lain dalam kegiatan pertanian, sedangkan non farm bersumber dari luar sektor pertanian atau non pertanian. Kesejahteraan petani dapat dilihat dari kondisi masyarakat petani yang mampu memenuhi kebutuhan material, spiritual dan sosial agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat menjalankan fungsi sosialnya (Keumala & Zainuddin, 2018. Sodiq, 2. Secara umum, kesejahteraan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan usaha yang terorganisir dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurut Mudatsir . P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 kesejahteraan rumah tangga petani dapat dilihat berdasarkan tingkat pendapatan petani dan keuntungan yang didapat oleh petani dan beberapa aspek dari kesejahteraan rumah tangga. Sedangkan menurut BPS . , tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit dipengaruhi oleh beberapa indikator yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, kemiskinan dan sosial lainnya. Dengan demikian kesejahteraan tidak hanya bisa dilihat dari jumlah pendapatan yang dihasilkan tetapi juga di imbangi oleh jumlah tanggungan di dalam suatu rumah tangga petani kelapa sawit. Kabupaten Nagan Raya memiliki luas wilayah 3. 363,72 km2 . 372 hekta. Hasil pertanian di wilayah ini sebagian besar berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit cukup luas di wilayah Kabupaten Nagan Raya, sehingga mata pencaharian mayoritas masyarakat sekitar sebagai petani kelapa sawit. Masyarakat tertarik mengusahakan tanaman kelapa sawit dengan mengandalkan hasil produksi berupa tandan buah segar (TBS) sebagai salah satu sumber mata pencaharian mereka walaupun investasi perkebunan kelapa sawit memerlukan jangka waktu yang relatif lama dibandingkan dengan komoditi perkebunan yang lainnya (Riski, 2. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan kelapa sawit per kecamatan yang ada di Kabupaten Nagan Raya tahun 2020 pada Tabel 1. Tabel 1. Luas Lahan Kelapa Sawit Menurut Kecamatan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2020 Kecamatan Darul Makmur Tripa Makmur Kuala Kuala Pesisir Tadu Raya Beutong Beutong Ateuh Benggalang Seunagan Suka Makmue Seunagan Timur Jumlah Luas Areal (H. 499,00 448,77 399,00 745,34 283,00 067,43 0,00 397,30 627,50 396,00 863,34 Sumber: BPS Kabupaten Nagan Raya, 2020 Dari Tabel 1, dapat dilihat bahwa luas lahan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya seluas 863,34 hektar. Kecamatan Darul Makmur merupakan Kecamatan yang luas lahannya berada di urutan tertinggi dari ke sembilan Kecamatan lainnya yang berada di Kabupaten Nagan Raya yaitu 29. 499 hektar pada tahun 2020. Terdapat beberapa desa yang mempunyai luas lahan kelapa sawit yang cukup luas, diantaranya adalah Desa Sumber Bakti. Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya memiliki masyarakat yang mayoritasnya bermatapencaharian sebagai petani kelapa sawit. Besar kecilnya hasil produksi kelapa sawit ini dapat mempengaruhi pemasukan petani. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani kelapa sawit, yaitu harga jual yang sering mengalami fluktuasi atau naik turun, biaya produksi tinggi dikarenakan harga pupuk yang mahal, terbatasnya modal untuk melakukan penanaman baru, produktivitas dan kualitas bibit tanaman yang rendah (A. Nasution et al. , 2. Keterbatasan pendapatan rumah tangga yang diperoleh mendorong mereka melakukan usaha di sektor lain untuk menambah pendapatan (Nasution. Karena permasalahan tersebut, petani Kelapa Sawit di Desa Sumber Bakti mencari P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 sumber penghasilan dari sektor lain, baik itu kegiatan pertanian lain, berdagang, nelayan bubu, buruh, karyawan perusahaan ataupun sektor lainnya. METODE Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2022 di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu desa yang penghasilannya bersumber dari hasil produksi kelapa sawit. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui besarnya pendapatan rumah tangga dan mendeskripsikan tingkat kesejateraan rumah tangga petani kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei. Metode survei adalah metode pengumpulan data primer dengan memperoleh secara langsung dari sumber lapangan Biasanya pengumpulan data atau informasi dan fakta lapangan secara langsung tersebut melalui koesioner dan wawancara baik secara lisan maupun tertulis yang memerlukan adanya kontak secara tatap muka antara peneliti dengan respondennya . (Ramdhan, 2. Pengambilan data dilakukan dengan cara acak sederhana (Simple Random Samplin. Besarnya sampel yang diambil sebesar 15 persen dari seluruh populasi sebanyak 375 KK, sehingga didapat 56 sampel petani kelapa sawit. Hal ini dikarenakan populasinya bersifat homogen, yaitu masyarakat Transmigrasi yang mulai usahatani kelapa sawit sejak tahun 2002. Menurut Arikunto . , sebaiknya diambil semua sampel bila jumlah subjek kurang dari 100 Ketika jumlah subjek besar, 10-15% atau 20-25% dari populasi dapat dianggap representatif. Data primer dan data sekunder digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Data primer didapatkan dari informasi kuesioner berupa beberapa pernyataan dan pertanyaan, yang kemudian disampaikan kepada responden melalui wawancara langsung dan observasi langsung untuk dijawab. Menurut Sugiyono . , observasi merupakan metode yang digunakan untuk mengamati secara langsung peristiwa atau fenomena yang menjadi fokus penelitian Data sekunder dari BPS Kabupaten Nagan Raya juga digunakan dalam penelitian ini. Data primer dan data sekunder yang diperoleh ditabulasikan dan disajikan dalam bentuk tabel persentase. Objek dalam penelitian ini adalah pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kelapa sawit yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan dan tingkat kesejahteraan keluarga petani kelapa sawit. Analisis data dilakukan untuk menyederhanakan data primer yang didapat agar dapat menjadi data yang mudah dilihat dan digunakan untuk penelitian. Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Total biaya yang dikeluarkan Menurut Soekartawi . dalam Juliadi dan Agustiar . , total biaya dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 yaeyaC = yaeyaIyaC yaeyaiyaC Keterangan: TC = Total Cost (Biaya Tota. TFC = Total Fix Cost (Total Biaya Teta. TVC = Total Variable Cost (Total Biaya Variabe. Penerimaan Penerimaan merupakan hasil dari total penjualan produksi usahatani kelapa sawit yang akan diterima petani. Menurut Soekartawi . dalam Juliadi dan Agustiar . Total hasil penjualan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: yaeyac ya = yaaya y yaaya Keterangan: TR n = Total Revenue/Hasil Penjualan Kelapa Sawit (Rp tahun-. Pn = Tingkat Harga Kelapa Sawit (Rp/K. Qn = Jumlah Penjualan Kelapa Sawit (Kg tahun-. Pendapatan Pendapatan adalah penerimaan bersih yang diterima oleh produsen setelah total hasil penjualan dikurangi dengan total biaya produksi. Menurut Soekartawi . dalam Juliadi dan Agustiar . pendapatan usahatani dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: yucya = yaeyac ya Oe yaeyaCya Keterangan: An = Pendapatan Kelapa Sawit (Rp tahun-. TR n = Total Revenue/Total Hasil Penjualan Kelapa Sawit (Rp tahun-. TCn = Total Cost/Total Biaya Kelapa Sawit (Rp tahun-. Analisis Revenue Cost Ratio (R/C) Revenue Cost Ratio (R/C) digunakan untuk membandingkan total peneriman dengan total pengeluaran dalam mendukung kegiatan produksi suatu usahatani. Menurut Soekartawi . dalam Bagio et al. , secara sistematis R/C dapat dirumuskan sebagai berikut: R/C Ratio = ycNycuycycayco ycEyceycuyceycycnycoycaycaycu ycNycuycycayco yaAycnycaycyca Jika R/C > 1 maka usahatani kelapa sawit layak Jika R/C < 1 maka usahatani kelapa sawit tidak layak Jika R/C = 1 maka usahatani kelapa sawit berada pada titik impas Pendapatan Total Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Menurut Mudatsir . dan Yanti . , pendapatan rumah tangga merupakan pendapatan yang berasal dari usahatani . n far. , sektor lain pertanian . ff far. , dan dari luar usaha pertanian . on far. , dibutuhkan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui besarnya pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit. Adapun rumus yang digunakan yaitu: yaayaya = yaA yaA yaC Keterangan: P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 Prt = Pendapatan Rumahtangga (Rp tahun-. A = Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit/On Farm (Rp tahun-. B = Pendapatan Sektor Pertanian Lainnya/Off Farm (Rp tahun-. C = Pendapatan Non Pertanian/ Non Farm (Rp tahun-. Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Menurut Badan Pusat Statistik . , indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan Rumah tangga disesuaikan oleh informasi tentang kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, pola konsumsi atau pengeluaran Rumah tangga, perumahan dan lingkungan, dan sosial lainnya. Mariana . dan Lalita et al. , dalam penelitiannya mengklasifikasikan tingkat kesejahteraan menjadi beberapa jenis. Klasifikasi kesejahteraan yang digunakan terdiri dari tiga klasifikasi, yaitu tingkat kesejahteraan baik, tingkat kesejahteraan cukup dan tingkat kesejahteraan kurang. Untuk mengukur masing-masing klasifikasi kesejahteraan, digunakan rumus penentuan range skor (Lalita et al. , 2019. Mariana, 2023. Mudatsir, yacyae = yaeyayaeOeyaeyayac yaOyaOya Keterangan: = Range Skor SkT = Skor Tertinggi SkR = Skor Terendah JK1 = Jumlah Klasifikasi yang digunakan. Maka, diperoleh klasifikasi kesejahteraan sebagai berikut: A Tingkat Kesejahteraan Kurang : Nilai Skor 43-71 A Tingkat Kesejahteraan Cukup : Nilai Skor 72-100 A Tingkat Kesejahteraan Baik : Nilai Skor 101-129. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani Karakteristik petani mengacu pada kualitas individu petani atau ciri khas petani yang Dalam penelitian ini karakteristik yang dilihat adalah umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan dan luas lahan yang dimiliki oleh petani. Tabel 2. Karakteristik petani petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Karakteristik Umur Pendidikan Pengalaman Tanggungan Luas lahan Satuan Tahun Tahun Tahun Jiwa Hektar Rata-rata Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan Tabel 2, rata-rata petani di Desa Sumber Bakti Kabupaten Nagan Raya, dari segi umur masuk pada umur produktif. Menurut BPS . , yang dikatakan usia produktif mulai dari umur 15 tahun sampai dengan 64 Tahun. Dari segi Pendidikan, petani hanya P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 menempuh sampai SMP, namun pengalaman dalam menjalankan usahataninya cukup lama. Luas lahan perkebunan yang dimiliki petani termasuk kedalam perkebunan kecil, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 98. Tahun 2013. Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Menurut Mubyarto dalam Mudatsir . , pendapatan merupakan hasil pengurangan antara penerimaan dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi dalam periode waktu tertentu. Pendapatan usahatani sering disebut sebagai pendapatan bersih atau Jumlah pendapatan yang diperoleh petani tergantung pada jumlah penerimaan yang dipengaruhi oleh produktivitas tanaman kelapa sawit. Selain itu, jumlah biaya yang dikeluarkan petani juga menentukan jumlah pendapatannya. Semakin besar biaya usahatani yang dikeluarkan, maka jumlah pendapatan yang diterima semakin kecil. Biaya produksi adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh petani dalam menjalankan usahanya yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk dalam periode waktu tertentu, oleh karena itu petani harus mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan agar proses produksi menjadi efektif dan efisien (Hidayat & Halim, 2. Biaya produksi mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh petani dalam menghasilkan kelapa sawit, seperti biaya bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Menurut Assegaf . Misriani dan Agustiar . , biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas produksi usatani, seperti biaya yang dikeluarkan untuk pupuk, pestisida, dan upah tenaga kerja. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan secara periodik dan besarnya selalu konstan atau tetap, tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume usaha atau proses bisnis yang terjadi pada periode Biaya tetap juga bisa disebut sebagai biaya operasional, seperti penyusutan peralatan dan pajak bumi atau bangunan. Hasil penjumlahan antara biaya variabel dan biaya tetap adalah biaya total (Tabel . Tabel 3. Rata-rata biaya yang dikeluakan petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Uraian Biaya Variabel - Pupuk - Pestisida - Upah tenaga Kerja Biaya Tetap Penyusutan Peralatan Total Biaya Rata-rata per Petani Rata-rata per Hektar Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh petani yaitu sebesar Rp 16. 051 th-1, yang terdiri dari pupuk, pestisida, dan upah tenaga kerja. Petani melakukan pemupukan 1 sampai 2 kali dalam setahun dan melakukan pembersihan lahan dengan cara penyemprotan herbisida 2-6 kali dalam setahun. Kemudian rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan sebesar Rp 459. 509 th-1, yang terdiri dari biaya penyusutan peralatan. Sehingga dapat diperoleh biaya total yang dikeluarkan petani dalam proses produksi, rata-rata yaitu Rp 16. 560,00 th-1 dan Rp 9. 508,00 per hektar dalam satu tahun. Menurut Irvan & P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 Yuliarmi . dalam penelitiannya, biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima petani dari usahataninya. Tabel 4. Rata-rata Pendapatan Petani Kelapa Sawit . n far. di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Uraian Rata-rata Per Tahun Produksi (K. Penerimaan (R. Total Biaya (R. Pendapatan (R. Rata-rata Per Hektar Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan Tabel 4, menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan kelapa sawit milik petani cukup luas yaitu 1,80 hektar. Produksi rata-rata tandan buah segar 35. 936 kg th-1 dengan pendapatan rata-rata Rp 45. 856 th-1 yang dipengaruhi oleh harga rata-rata tandan buah segar dalam satu tahun yaitu sebesar Rp 1. 750,00 per kilogram. Selanjutnya untuk melihat layak atau tidaknya usahatani kelapa sawit, dengan melihat nilai dari Revenue Cost Ratio (R/C Rati. R/C Ratio = 16. 560 = 3,7 Perhitungan rasio R/C menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit layak untuk tetap diusahakan karena dapat menguntungkan. Hal ini ditunjukkan dengan rasio R/C lebih besar dari 1 . aitu 3,. Artinya setiap pembayaran Rp 1, maka akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 3,7. Bagio et al. , dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Trans Bakal Buah Kota Subulussalam mendapatkan hasil rasio R/C sebesar 1,91 atau lebih besar dari 1. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti Kabupaten Nagan Raya dan Trans Bakal Buah Kota Subulussalam layak untuk dijalankan. Pendapatan Total Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Selain pendapatan dari usahatani . n far. , petani juga mengandalkan sumber pendapatan dari subsektor pertanian lainnya . ff far. dan dari luar kegiatan pertanian . on Walaupun pendapatan yang off farm dan non farm tidak berkontribusi banyak terhadap rata-rata pendapatan petani, akan tetapi sector ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan sehingga dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi jika dikelola dengan tepat. Pendapatan total berasal dari penjumlahan pendapatan dari kegiatan on farm, off farm dan non farm (Tabel . Tabel 5. Rata-rata Pendapatan Total Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Jenis Pendapatan On Farm Rata-rata (Rp/ tahu. Rata-rata (Rp/ bula. Persentase (%) P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 Off Farm Non Farm Total 27,53 17,67 Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 5 menunjukkan pendapatan total petani kelapa sawit on farm rata-rata Rp 856 th-1 dan Rp 3. 821 bulan-1, pendapatan rata-rata off farm mencapai Rp 727 th-1 dan Rp 1. 060 bulan-1, serta pendapatan rata-rata non farm sebesar Rp 273,00 tahun-1 dan 1. 273 bulan-1. Pendapatan dari sektor on farm memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit. Pendapatan off farm diperoleh dari borongan atau buruh sawit dan upahnya akan dibayar bersamaan dengan penerimaan pendapatan on farm setiap bulannya, usaha ternak walet, nelayan bubu, menjual sarana produksi pertanian. Sedangkan pendapatan non farm adalah usaha sampingan untuk menambah pendapatan selain on farm yaitu dari usaha warung, penggunaan jasa, tukang bangunan, teknisi listrik. PNS, serta karyawan perusahaan. Adapun total pendapatan rata-rata rumah tangga petani kelapa sawit sebesar Rp 83. 856 tahun-1 dan Rp 6. 154 bulan-1. Berdasarkan hasil wawancara, dapat di simpulkan bahwa pendapatan petani yang bersumber dari sektor on farm atau usahatani kelapa sawit itu sendiri memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumahtangga petani yaitu sebesar 54,8%. Selain itu, pendapatan yang bersumber dari sektor lain yaitu off farm memberikan kontribusi sebesar 27,53%. Kemudian sektor non farm memberikan kontribusi yang cukup rendah, yaitu sebesar 17,67%. Rumah tangga petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti mengandalkan pendapatan yang bersumber dari hasil panen kebun kelapa sawit sebagai mata pencaharian utama mereka. Keterbatasan pendapatan rumah tangga yang diperoleh mendorong mereka melakukan usaha di sektor lain untuk menambah pendapatan. Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Tinggi rendahnya tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, kemiskinan dan sosial lainnya (BPS, 2. Menurut pendapat Mayasari et al. dalam penelitiannya, pangan merupakan pilar yang menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu daerah tertentu karena dapat berpengaruh terhadap taraf dan pola konsumsi. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa indikator taraf dan pola konsumsi rumahtangga petani tergolong baik. Tingkat kesejahteraan rumahtangga petani di klasifikasikan menjadi tiga (Tabel . Tabel 6. Tingkat Kesejahteraan rumahtangga petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Tingkat Kesejahteraan Nilai Skor Petani Jumlah Petani Persentase (%) P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Sefrian, 2024 Kesejahteraan Kurang Kesejahteraan Cukup Kesejahteraan Baik Jumlah Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan Tabel 6, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kategori kesejahteraan BPS . , dari total 56 petani yang menjadi responden, sebagian besar petani kelapa sawit berada pada tingkat kesejahteraan baik sebanyak 54 petani atau 96,3%. Sedangkan pada tingkat kesejahteraan cukup sebanyak 2 petani atau 3,7%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya memiliki tingkat kesejahteraan dengan tingkat kesejahteraan baik karena memiliki presentase yang besar. SIMPULAN Pendapatan yang diterima petani dari kegiatan usahatani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti. Kecamatan Darul Makmur. Kabupaten Nagan Raya adalah rata-rata Rp 45. 856 tahun-1 dengan total biaya rata- rata yang dikeluarkan 16. 560 tahun-1. Selain pendapatan dari usahatani kelapa sawit . n far. , petani juga memiliki sumber pendapatan lain dari sector pertanian lainnya . ff Far. dan non pertanian . on far. Total pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit rata-rata Rp 6. 154 bulan-1. Jumlah penduduk yang berada dalam kategori tingkat kesejahteraan baik sebesar 96,3% dan kategori tingkat kesejahteraan cukup sebesar 3,7% dari total keseluruhan 56 responden rumah tangga petani. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Sumber Bakti. Kecamatan Darul Makmur. Kabupaten Nagan Raya berada pada dikategori tingkat kesejahteraan baik. Dari penelitian yang dilakukan, sebaiknya rumah tangga petani lebih meningkatkan pendapatannya baik yang berasal dari usahatani kelapa sawit, sektor pertanian lainnya, maupun dari sektor non pertanian agar dapat lebih menunjang tingkat kesejahteraan. Bagi pemerintah daerah harus lebih memperhatikan sarana dan memberikan penyuluhan yang mendukung dalam meningkatkan produksi kelapa sawit. Selain itu, pemerintah juga dapat meninjau kembali fasilitas-fasilitas umum yang tersedia, terutama fasilitas Kesehatan. Sehingga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Sumber Bakti. Kecamatan Darul Makmur. Kabupaten Nagan Raya. DAFTAR PUSTAKA