INFORMATIKA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2051 Hal. 138 - 143 e-ISSN: 2774-7921 Implementasi Website Informasi Desa Badas Kecamatan Sumobito sebagai Upaya Digitalisasi Layanan Publik dan Transparansi Informasi Desa Arivatu NiAomati Rahmatika1,Bekti Widyaningsih2. Adinda Fadia Salsabila3. A'tini Hidayatika4. Afrizal Armansyah5. Hoffy Zahwa Hanani6, 1,2,3,4,5,6 Universitas KH. Wahab Hasbullah. Jombang. Indonesia Email: arivaturahmatika@unwaha. id, bekti@unwaha. id, adiaadinda1@gmail. atinihidayatika88@gmail. com, afrizall2002@gmail. com, hoffyzahwa9@gmail. ABSTRACT The community service program in Badas Village. Sumobito District, aimed to enhance information transparency and the effectiveness of public services through the implementation of an official village The method used was Participatory Action Research (PAR) with stages including observation, design, development, training, socialization, and handover. The results showed that the village website was successfully developed and utilized as a medium for information dissemination, local potential promotion, and digital-based administrative services. Village officials were able to upload and manage content independently after receiving training, while the community benefited from easier access to information without visiting the village office. In addition, a website management manual was provided as a sustainability instrument. The impacts included improved transparency, promotion of local economic potential, and enhanced human resource capacity among village officials. Thus, this program contributed to the realization of modern, accountable, and competitive village governance. Keywords: Village Website. Public Service Digitalization. Information Transparency. Participatory Action Research ABSTRAK Program pengabdian masyarakat di Desa Badas Kecamatan Sumobito bertujuan untuk meningkatkan transparansi informasi dan efektivitas layanan publik melalui implementasi website resmi desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan observasi, perancangan, pembuatan, pelatihan, sosialisasi, dan penyerahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website desa berhasil dibuat dan dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi, promosi potensi lokal, serta pelayanan administrasi berbasis digital. Perangkat desa mampu mengunggah konten secara mandiri setelah diberikan pelatihan, sedangkan masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses informasi tanpa harus datang ke kantor desa. Selain itu, modul panduan pengelolaan website diserahkan sebagai instrumen keberlanjutan program. Dampak yang dirasakan meliputi peningkatan transparansi, promosi potensi ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia perangkat desa. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, akuntabel, dan berdaya saing. Kata Kunci: Website Desa. Digitalisasi Layanan Publik. Transparansi Informasi. Participatory Action Research PENDAHULUAN Desa Badas yang terletak di Kecamatan Sumobito. Kabupaten Jombang, merupakan salah satu desa dengan potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya di sektor produksi tahu, pertanian, perdagangan, dan usaha kecil menengah (UMKM). Berdasarkan data monografi, jumlah penduduk Desa Badas 699 jiwa dengan mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan pelaku UMKM. Potensi ini menjadikan Desa Badas sebagai salah satu sentra ekonomi di kawasan tersebut. Namun, di balik potensi tersebut, desa masih menghadapi sejumlah permasalahan mendasar, terutama dalam hal tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Selama ini penyampaian informasi kepada Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 masyarakat masih terbatas pada papan pengumuman dan pertemuan tatap muka, sehingga kurang efisien, berisiko lambat, dan seringkali tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, keterampilan perangkat desa dalam mengelola teknologi informasi masih rendah, sehingga memperlambat proses digitalisasi desa. Dalam era digital saat ini, pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel merupakan tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan desa. Pemerintah desa sebagai lembaga pemerintahan terdekat dengan masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan akses informasi dan layanan publik yang mudah diakses kapan saja. Digitalisasi layanan publik melalui penerapan teknologi informasi menjadi salah satu solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Penerapan sistem informasi desa berbasis teknologi terbukti dapat meningkatkan efisiensi kerja aparatur desa, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan, serta memperkuat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan (Mardinata. Cahyono, & Rizqi, 2. Salah satu bentuk nyata digitalisasi desa adalah pembangunan website resmi desa. Website desa berfungsi sebagai sarana publikasi informasi, penyedia layanan administrasi online, sekaligus media transparansi anggaran dan kegiatan pemerintahan. Selain itu, website desa dapat dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk mempromosikan potensi lokal, seperti produk tahu dan UMKM di Desa Badas. Hal ini sejalan dengan penelitian (Sunaryo & Rosidi, 2. yang menegaskan bahwa penerapan website desa mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Lebih lanjut, (Nugraha et al. , 2. menekankan bahwa program KKN tematik dalam pengembangan digitalisasi desa melalui website dapat menjadi sarana promosi potensi lokal sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Dengan demikian, urgensi pembangunan website Desa Badas tidak hanya berfungsi sebagai media digitalisasi layanan publik, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Kehadiran website desa diharapkan mampu menjawab kebutuhan perangkat desa dalam mengelola informasi, memberikan layanan publik yang lebih efektif, serta memperluas jangkauan promosi produk unggulan lokal ke tingkat yang lebih luas. METODE Program ini menggunakan metode pengabdian masyarakat dengan fokus pada penerapan teknologi tepat guna dalam pelayanan publik. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahap: Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah perangkat Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang sebagai penerima manfaat langsung, serta masyarakat desa sebagai penerima manfaat tidak langsung. Perangkat desa dipilih karena memiliki peran strategis dalam penyampaian informasi, pengelolaan administrasi, dan pelayanan publik. Sementara itu, masyarakat desa mendapatkan manfaat berupa kemudahan akses terhadap informasi, transparansi kebijakan desa, serta promosi potensi lokal melalui website desa. Dengan demikian, sasaran kegiatan ini sesuai dengan tujuan utama program, yaitu peningkatan kapasitas aparatur desa dan pemanfaatan teknologi digital untuk kesejahteraan masyarakat. Metode Pendekatan Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini menekankan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Melalui PAR, perangkat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan, perancangan, dan pengelolaan program. Pendekatan ini dipilih karena mampu menumbuhkan rasa memiliki . ense of belongin. terhadap produk yang dihasilkan, yaitu website desa, sehingga keberlanjutan program lebih Menurut (Zahara & Anastasya, 2. PAR merupakan metode penelitian sekaligus pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek, sehingga hasil yang dicapai lebih aplikatif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, perangkat desa berperan sebagai aktor utama dalam implementasi website, sementara tim pelaksana bertindak sebagai fasilitator dan pendamping teknis. Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Badas dilakukan secara sistematis sebagai berikut: Observasi dan Identifikasi Kebutuhan Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Dilakukan melalui wawancara dan diskusi dengan perangkat desa untuk mengetahui permasalahan dalam penyampaian informasi dan pelayanan publik. Observasi menunjukkan bahwa informasi desa masih disampaikan secara manual melalui papan pengumuman dan pertemuan tatap muka, sehingga membutuhkan media digital yang lebih efektif. Perancangan Website Desa Tim pelaksana menyusun desain tampilan dan struktur menu website sesuai kebutuhan desa. Menu yang disiapkan meliputi profil desa, berita kegiatan, layanan publik, potensi desa, transparansi anggaran, serta dokumen hukum desa. Pembuatan Website Desa Pembangunan sistem dilakukan dengan prinsip sederhana, mudah diakses, dan ramah pengguna . ser Website dikembangkan menggunakan platform berbasis web yang dapat diakses secara online oleh masyarakat. Pelatihan dan Pendampingan Perangkat Desa Dilaksanakan pelatihan teknis berupa praktik langsung mengenai cara mengunggah konten, membuat berita, serta memperbarui informasi desa. Pendampingan dilakukan secara intensif agar perangkat desa mampu mengelola website secara mandiri. Sosialisasi kepada Masyarakat Website yang telah dibangun disosialisasikan kepada masyarakat melalui pertemuan desa. Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan fungsi website, cara mengakses, serta manfaatnya bagi warga. Penyerahan Website Desa Tahap akhir berupa serah terima website dari tim pelaksana kepada Pemerintah Desa Badas. Selain website, tim juga menyerahkan modul panduan pengelolaan agar perangkat desa memiliki acuan tertulis dalam pemeliharaan dan pengembangan website secara mandiri. Tahapan kegiatan ini memastikan bahwa implementasi website tidak hanya berhenti pada pembuatan sistem, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan melalui peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dan keterlibatan masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi website informasi di Desa Badas memberikan hasil positif yang signifikan dalam beberapa aspek: Kondisi Sebelum Program Sebelum program pengabdian dilaksanakan, sistem pelayanan publik di Desa Badas masih berjalan secara manual. Informasi desa umumnya disampaikan melalui papan pengumuman dan pertemuan tatap muka, sehingga tidak menjangkau seluruh masyarakat secara efektif. Pelayanan administrasi juga dilakukan secara konvensional, menyebabkan proses yang lambat dan rentan terjadi kesalahan. Selain itu, keterampilan perangkat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi masih terbatas. Kondisi ini mengakibatkan rendahnya transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa, serta belum optimalnya promosi potensi lokal seperti UMKM tahu dan produk kerajinan Hal ini sejalan dengan temuan (Yusman. Putra, & Sinaga, 2. , bahwa keterbatasan pemanfaatan teknologi di desa seringkali menjadi hambatan utama dalam penyelenggaraan layanan publik yang efektif. Kondisi Sesudah Program Setelah program dilaksanakan. Desa Badas telah memiliki website resmi yang berfungsi sebagai media informasi dan pelayanan publik berbasis digital. Website ini dilengkapi dengan berbagai menu utama, antara lain profil desa, layanan publik, berita dan kegiatan desa, potensi desa. PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentas. , serta transparansi anggaran. Dengan adanya website tersebut, penyampaian informasi menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat diakses kapan saja oleh masyarakat. Selain itu, perangkat desa telah mampu secara mandiri mengunggah konten berupa berita kegiatan maupun pengumuman resmi. Keberadaan website juga mendorong masyarakat untuk mengakses informasi tanpa harus datang langsung ke kantor desa, sehingga lebih Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Website Resmi Desa Berhasil Dibuat dan Digunakan Produk utama dari kegiatan pengabdian ini adalah pembangunan website resmi Desa Badas. Website dikembangkan dengan tampilan sederhana dan ramah pengguna . ser-friendl. sehingga mudah dioperasikan oleh perangkat desa maupun diakses oleh masyarakat. Keberadaan website sebagai sarana digitalisasi layanan publik sejalan dengan hasil penelitian (RaAois & Rini, 2. yang menunjukkan bahwa website desa dapat meningkatkan aksesibilitas informasi, memperbaiki tata kelola administrasi, serta mendukung partisipasi masyarakat. Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa Pelatihan dan pendampingan yang diberikan telah meningkatkan keterampilan perangkat desa dalam mengelola teknologi informasi, khususnya pengoperasian website. Perangkat desa kini mampu membuat berita, mengunggah pengumuman, serta memperbarui data secara mandiri. Hal ini membuktikan bahwa program tidak hanya menghasilkan produk teknologi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Menurut (Siregar & Suryani, 2. , peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan teknologi merupakan faktor penting dalam keberlanjutan digitalisasi desa. Kemudahan Akses Informasi bagi Masyarakat Dari sisi masyarakat, keberadaan website memberikan manfaat langsung berupa kemudahan dalam memperoleh informasi terkait kebijakan, kegiatan, dan layanan administrasi desa. Akses informasi yang sebelumnya terbatas kini dapat diakses lebih cepat dan luas melalui perangkat digital. Hal ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, karena mereka lebih mudah mendapatkan informasi yang relevan dan akurat. Modul Panduan Pengelolaan Website Selain website, tim pelaksana juga menyusun modul panduan teknis yang diserahkan kepada perangkat desa. Modul ini berisi langkah-langkah praktis dalam mengelola website, mulai dari login, pengunggahan konten, hingga pemeliharaan sistem. Kehadiran modul panduan ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan sehingga perangkat desa dapat terus mengelola website secara mandiri tanpa harus bergantung pada pendampingan dari pihak luar. Dampak Sosial. Ekonomi, dan Peningkatan Kapasitas SDM Pelaksanaan program memberikan dampak nyata dalam berbagai aspek: C Dampak Sosial Website desa meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat komunikasi antara perangkat desa dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik. C Dampak Ekonomi Website desa digunakan sebagai media promosi potensi lokal, terutama UMKM tahu dan produk kerajinan desa. Hal ini membuka peluang pemasaran lebih luas, baik di tingkat lokal maupun luar daerah. C Dampak pada SDM Kapasitas perangkat desa meningkat signifikan setelah mengikuti pelatihan, sehingga mampu mengelola website secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Mardinata et al. , 2. yang menyatakan bahwa implementasi sistem informasi desa tidak hanya memperbaiki pelayanan publik, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dan mendorong promosi potensi lokal desa. SIMPULAN Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Berdasarkan Pelaksanaan program pengabdian di Desa Badas berhasil meningkatkan transparansi informasi dan digitalisasi layanan publik. Website desa yang dikembangkan menjadi pusat utama penyampaian informasi, pelayanan administrasi, serta media promosi potensi lokal desa, khususnya UMKM. Perangkat desa menunjukkan peningkatan kapasitas melalui kemampuan mengunggah dan memperbarui konten secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Masyarakat desa juga merasakan manfaat berupa kemudahan akses terhadap informasi dan layanan publik secara lebih cepat, transparan, dan akurat. Selain itu, penyerahan modul panduan pengelolaan website menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program. Dampak nyata dari kegiatan ini tidak hanya terlihat dalam aspek pelayanan publik, tetapi juga pada peningkatan kepercayaan masyarakat, promosi ekonomi lokal, serta penguatan sumber daya manusia perangkat desa. Dengan demikian, implementasi website desa terbukti efektif sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. DAFTAR RUJUKAN Mardinata. Cahyono. , & Rizqi. Transformasi digital desa melalui sistem informasi desa . : meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 73Ae81. Nugraha. Al Anshari. Triapanca. Aryaningsih. Arif. Turmudi. & Oktafiani. Pengembangan Digitalisasi Desa Melalui KKN Tematik di Desa Gombang Sawit Kabupaten Boyolali. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 260Ae268. RaAois. , & Rini. TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA: ANALISA TREN PENGELOLAAN DANA DESA 2016-2024: Transparency and Accountability in Village Fund Management: An Analysis of Trends in Village Fund Management 2016-2024. JADMENT: Journal of Administration and Development, 1. , 89Ae102. Siregar. , & Suryani. Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa melalui Pelatihan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi di Desa Tanjung Siram. Kecamatan Bilah Hulu. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 273Ae279. Sunaryo. , & Rosidi. Efektifitas Media Website Dalam Peningkatan Pelayanan Publik. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 1. , 189Ae196. Yusman. Putra. , & Sinaga. Penerapan Sistem Informasi untuk Meningkatkan Tata Kelola dan Pelayanan Publik di Era Digital. Serasi Media Teknologi. Zahara. , & Anastasya. Dukungan Keluarga pada Lansia Program Keluarga Harapan. Jurnal Psikologi Terapan, 3. , 16Ae19.