Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengaruh Pelatihan Kerja . Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Cipta Dental LAB Nur Anisa Rahma1. Hasan Ubaidillah2. Sumartik Sumartik 1,2,3Progam Studi Manajemen. Fakultas Bisnis. Hukum dan Ilmu Sosial . Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Februari,2025 Disetujui:Maret, 2025 Dipublikasi: Maret, 2025 _________________ Kata kunci: Pelatihan Kerja. Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan Keywords: Job Training. Work Discipline. Work Environment. Employee Performance. Corresponding Author: Hasan Ubaidillah Email: ubaid@umsida. ABSTRAK Penelitian ini menguji hubungan Pelatihan Kerja . Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Cipta Dental LAB. Teknik Sampel purposive sampling digunakan bersamaan dengan metode penelitian menggunakan kuantitatif dalam pengumpulan data dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini terdiri dari seratus partisipan. Untuk mengumpulkan data penelitian ini, responden diberikan kuesioner melalui Google Form. Selain itu, prosedur analitis menggunakan perangkat lunak yang disebut SPSS V26. Analisis regresi linier berganda dan pengujian asumsi umum merupakan dua metode analisis data. Uji t dan uji R2 digunakan dalam pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan hal itu Variabel Pelatihan Kerja dan Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja mempunyai pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Karyawan PT. Cita Dental LAB , dan terdapat pengaruh positif pada variabel Pelatihan Kerja . Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan . ilai t tabel > 1,657 ). ABSTRACT This research examines the relationship between Job Training. Work Discipline and Work Environment on the Performance of PT Cipta Dental LAB Employees. Purposive sampling technique was used in conjunction with quantitative research methods in collecting data in this research. This research sample consisted of one hundred participants. To collect data for this research, respondents were given a questionnaire via Google Form. In addition, the analytical procedure uses software called SPSS V26. Multiple linear regression analysis and general assumption testing are two methods of data analysis. The t test and R2 test are used in hypothesis Research findings show that Job Training and Work Discipline and Work Environment variables have a strong influence on PT Employee Performance. Cita Dental LAB, and there is a positive influence on the variables Job Training. Work Discipline and Work Environment on Employee Performance . table value > 1. A 2025 Nur Anisa Rahma. Hasan Ubaidillah. Sumartik This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 318 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Sumber daya manusia ( SDM ) merupakan bagian yang mempunyai peran penting dalam perusahaan , karena dengan hasil kinerja yang baik dari karyawan perusahaan dapat mencapai tujuan yang sebelumnya sudah direncanakan . Dalam sebuah perusahaan tidak semua kinerja yang dihasilkan selalu mendapatkan hasil yang baik , karena tingkat kinerja setiap karyawan berbeda antara satu sama lain (Fauzi et al. , 2. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan aset yang perlu ditingkatkan secara efektif dan efisien untuk mencapai kinerja yang optimal. Dalam hal ini, untuk mencapai tujuan organisasi, perusahaan harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang mendorong dan memungkinkan berkembangnya keterampilan karyawan khususnya kinerjanya secara optimal (Suryanti. Sebuah lembaga atau Perusahaan telah menetapkan sasaran kinerja yang harus dipenuhi karyawannya baik secara individu maupun sebagai organisasi. Evaluasi kinerja pegawai dilakukan secara berkala untuk memastikan pegawai mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik (Dewangga & Rahardja, 2. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, salah satunya adalah pelatihan kerja, pelatihan dapat mengembangkan keahlian dan berbagai potensi diri yang dimiliki oleh karyawan serta dapat memunculkan semangat baru yang berdampak baik bagi Perusahaan. Alasan inilah yang mendasari Perusahaan untuk selalu melaksanakan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja guna mencapai target dan tujuan yang ditetapkan oleh Perusahaan(Mayliza. Riri Wahyuni, 2. Oleh karena itu perusahaan perlu membuat program pelatihan sebagai bekal bagi karyawannya untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan yang akan bekerja di perusahaan . Pelatihan merupakan suatu proses untuk meningkatkan ketrampilan karyawan dalam bekerja dan menghasilkan pekerjaan yang efektif (Fauzi et al. , 2. Salah satu cara untuk mengevaluasi kinerja pegawai dapat dilihat dari disiplin kerja pegawai tersebut. Bentuk disiplin kerja pegawai terlihat pada manajemen waktu yang baik seperti Berangkat kerja dan pulang sesuai jam kerja, bekerja sesuai jam kerja, dan istirahat. penundaan pekerjaan dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan (Pawestri et al. , 2. Selain faktor pelatihan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan ada Disiplin kerja. Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan karyawan untuk mematuhi semua aturan Perusahaan dan norma sosial. Disiplin kerja sebagai alat yang digunakan manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan , mengubah perilaku , meningkatkan kesadaran serta kesiapan untuk mematuhi semua peraturan Perusahaan(Wicaksono et al. , 2. Dalam perusahaan jika seorang karyawan tidak melaksanakan disiplin kerja yang sudah diterapkan, maka dapat dipastikan hasil kerja tidak sesuai dengan perintah atasannya. Dalam Perusahaan menerapkan kedisiplinan melalui peraturan jam kedatangan dimana setiap karyawan yang terlambat akan terkena sanksi. jika lingkungan kerja semuanya disiplin maka seorang karyawan akan ikut disiplin begitupun sebaliknya jika lingkungan kerja tidak disiplin, maka mayoritas karyawan akan mengikutinya. Dapat disimpulkan bahwa disiplin merupakan sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahan baik tertulis maupun tidak tertulis(Ferdian et al. , 2. Selain Disiplin kerja. Lingkungan kerja juga sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Lingkungan kerja dalam perusahaan sangat penting pengaruhnya terhadap pekerja dalam Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 319 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. melakukan aktivitasnya . lingkungan kerja yang baik , dapat dirasakan oleh pegawai untuk melaksanakan tugas Ae tugas yang diberikan untuk itu perusahaan perlu menciptakan suatu lingkungan kerja yang dapat menyenangkan pegawai. Lingkungan kerja yang sehat, bersih, nyaman dan menyenangkan dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan(Abbas & Fadhillah, 2. Perusahaan perlu memperhatikan kinerja, hal ini dikarenakan perusahaan dan organisasi menggunakan kinerja sebagai alat ukur kinerja karyawannya. Kinerja karyawan sangat penting bagi perusahaan. Karena kinerja mempengaruhi jumlah pekerjaan yang dilakukan, dan kinerja yang buruk mempengaruhi produktivitas Perusahaan(Fauziyah et al. dan berdasarkan dari hasil observasi di Perusahaan PT Cipta Denta LAB didapatkan bahwa seorang karyawan yang tidak mendapatkan pelatihan dalam bidang pekerjaannya, maka karyawan tersebut akan mengalami kesulitan untuk memaksimalkan pekerjaan mereka. Dimana dalam Perusahaan mengadakan pelatihan dari karyawan baru hingga pelatihan oleh karyawan lama yang diadakan setiap setahun sekali, dengan tujuan pembaharuan pengetahuan mengenai teknologi terbaru dan pertambahan wawasan pekerjaan. Apabila seorang karyawan yang tidak mempunyai disiplin kerja dalam dirinya maka akan merugikan perusahaan karena kinerja mereka yang tidak baik . dan apabila seorang karyawan tidak bisa menyesuaikan atau tidak menyukai lingkungan kerja mereka dapat dipastikan akan mempengaruhi prestasi kerjanya(M. Sari et al. , 2. Selain itu pada kinerja yang ada di Perusahaan itu didapatkan dari hasil observasi dapat dihasilkan banyak karyawan yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, hal ini dimungkinkan karena karyawan kurang mendapatkan pelatihan sehingga tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dan juga berdampak pada kehadriran karyawan atau tenaga kerja untuk hadir tepat waktu karena merasa belum siap terhadap tugas yang akan dikerjakan. Karena jika ditelisik melalui penelitian terdahulu pelatihan dapat menimbulkan perubahan dalam kebiasaan bekerja, tingkah lakunya serta pengetahuan yang akan membantu mencapai tujuan perusahaan(Ika Sari Tondang, 2. Apabila karyawan tidak memiliki disiplin kerja maka akan berpengaruh pada kinerjanya. Sama halnya, lingkungan kerja yang tidak nyaman dan tidak kondusif akan menjadi faktor tambahan yang dapat merugikan kinerja karyawan, menghambat potensi mereka dan bahkan mempengaruhi motivasi serta produktivitas secara keseluruhan. Maka dari penelitian ini akan dibuktikan apakah benar adanya jika pelatihan, disiplin dan lingkungan kerja berpotensi mempengaruhi kinerja karyawan di sebuah perusahaan(Priansa, 2. Peneliti berasumsi bahwasannya pelatihan , disiplin dan lingkungan kerja berpotensi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawannya. Kinerja adalah hasil kerja yang dapat diselesaikan oleh individu atau kelompok dalam suatu organisasi sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi secara tidak sah, tanpa melanggar hukum, atau tidak sesuai dengan moral atau etika (Galih Intan Pramiswari. Hadi Sunaryo, n. Berdasarkan uraian fenomena diatas dapat diketahui bahwa ketiga faktor memberikan pengaruh kepada kinerja karyawan. Namun juga terdapat beberapa penelitian terdahulu dengan hasil yang berbeda. Pada penelitian (Setiawan et al. , 2. menyatakan bahwa pelatihan kerja berpegaruh positif terhadap kinerja karyawan. Namun pada penelitian (Purnawan et al. , 2. menyatakan pelatihan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 320 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Selanjutnya pada penelitian (Zaenal Arifin & Sasana, 2. memiliki hasil bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, sedangakn menurut penelitian (Muna & Isnowati, 2. memiliki hasil disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan pada penelitian (Sultan Bayu Ananta et al. , 2. menyatakan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, tetapi menurut penelitian (E. Sari & Moeljono, 2. memiliki hasil lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Adanya kesenjangan penelitian membuat peneliti tertarik untuk mengkaji ulang mengenai pelatihan kerja,disiplin,dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dan dengan objek Sehingga muncullah judul penelitian ini yaitu AuPengaruh Pelatihan Kerja . Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan di PT Cipta Dental LABAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif Lokasi Penelitian ini berada di Jl. Kapuas no. 03 Surabaya Jawa Timur. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para di Karyawan yang bekerja di PT Cipta Dental LAB berjumlah 130 Mengenai pemahaman responden terkait variabel di PT Cipta Dental LAB Surabaya. Pelatihan Kerja. Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan, merupakan faktor independen dalam penelitian ini dan untuk variabel terikatnya adalah Kinerja Karyawan PT Cipta Dental LAB. dengan keterangan Variabel bebas adalah variabel yang mempunyai Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Pelatihan Kerja. Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Cipta Dental Lab. Pengumpulan data diambil dengan cara survei. Survei adalah metode melakukan penelitian kelompok di mana data sering dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner dan Data primer berasal langsung dari hasil tanggapan responden atau berasal dari sumber data pertama yang dihasilkan. Hal ini menjadikannya sebagai bentuk data yang digunakan dalam Purposive sampling, yaitu pemilihan sampel dari populasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, diketahui jumlah nya dalam penelitian ini Dengan ini peneliti dapat menghitung jumlah sampel dengan Teknik total sampling penuh untuk diperlukan untuk penelitian. Jumlah sampel yang dihasilkan dari data pekerja yang ada di perusahaan akan membantu peneliti membuat keputusan tentang ukuran sampel yang tepat untuk penelitian, adaupun jumlah dari hasil total data terdapat 130 responden. Dalam perolehan data primer dilakukan penyebaran kuisioner secara online kepada objek riset dengan media google form dan kuisioner manual. Peneliti menggunakan skala likret dengan lima kategori dalam pengukuran pendapat tiap responden terhadap pernyataanpernyataan pada kuisioner dengan keterangan yaitu : nilai 1 dengan sangat tidak setuju (STS), nilai 2 dengan tidak setuju (TS), nilai 3 dengan netral (N), nilai 4 dengan setuju (S), dan nilai 5 dengan sangat setuju (SS). HASIL Profil Responden Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 321 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Data dikumpulkan secara online dan didistribusikan kepada seluruh karyawan, yakni Karyawan di PT Cipta Dental Lab dan dari hasil screening diperoleh 130. Karakteristik tersebut ditunjukkan pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Karakteristik Responden Variabel Karakterisitk Presentase Jenis Kelamin Laki-Laki Usia Perempuan 16-25 Tahun 63,6 % 26-35 Tahun 33,3 % < 36 Tahun SMA/SMK 3,1 % 40,6 % 15,6 % Diploma 43,8 % Tingkat Pendidikan Uji Validitas Uji validitas merupakan suatu alat ukur yang mengukur seseorang dapat menentukan tingkat keasliannya. Suatu instrumen dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila memenuhi tujuan pengukurannya. Untuk menilai kualitas kuesioner dilakukan uji validitas. Suatu variabel dikatakan valid jika r hitung > r tabel, dan tidak valid jika r hitung < r tabel. Suatu kuesioner dikatakan valid jika nilai korelasinya sig. <0,05. Untuk r tabel penelitian di nilai R tabel dengan uji dua sisi dan jumlah data . = 130 mendapatkan nilai r tabel sebesar 0,1710. Hasl analisis uji validitas data dilhat pada Tabel 2 sebagai berikut : Variabel Pelatihan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Tabel 2 Uji Validitas Pertanyaan r hitung r table 0,871 0,171 0,898 0,171 0,897 0,171 0,931 0,171 0,925 0,171 0,937 0,171 0,954 0,171 0,919 0,171 0,903 0,171 0,922 0,171 0,926 0,171 0,927 0,171 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Sig. -taile. Deskripsi 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 0,000 Valid 322 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. 0,939 0,171 0,913 0,171 0,922 0,171 Sumber : Olah Data SPSS 2025 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepercayaan dari sebuah pengukuran. Uji reliabilitas dikatakan reliabel jika nilai Nilai Alpha >0,6 Maka reliabel, jika >0,7 maka sangat reliabel. CronbachAos alpha r hitung > r tabel, jika r hitung < r tabel dapat dikatakan tidak reliabel atau tidak valid. Hasil analisis uji reliabilitas data dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut Tabel 3 Uji Reliabilitas Variabel Pelatihan Kerja (X. Displin Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) N of Items CronbachAos Koefisien CronbachAos 0,867 > 0,60 0,953 > 0,60 0,902 > 0,60 0,958 > 0,60 Sumber : Olah Data SPSS 2025 Deskripsi Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam model regresi variabel residu memiliki distribusi normal. Pengujian ini dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnof. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika nilah Exact > 0,05. Hasil uji normalitas data dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut : Tabel 4 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Exact. Sig. -taile. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Unstandardized Residual 323 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : Olah Data SPSS 2025 Hasil dari tabel 4 menunjukkan bahwa pada uji normalitas bisa juga diyakinkan dengan menggunakan uji One-Sampel Kolmogorov-Smirnov Test, uji ini dianggap valid dan juga signifikan karena datanya menunjukkan nilai dari Exact. Sig. -taile. 0,096 > 0,05. Dapat dikatakan valid dan berdistribusi normal. Gambar 1 Sumber : Olah Data SPSS 2025 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan dari asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu apakah seluruh pengamatan pada model regresi terdapat heteroskeastisitas dan residu. Persyaratan yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah dengan tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar 2 sebagai berikut : Gambar 2 Sumber : Olah Data SPSS 2025 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 324 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 2 menunjukkan titik-titik pada gambar tidak berkumpul, melainkan semua titiktitik tersebut menyebar maka dapat dikatakan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dipakai dalam pengujian apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau tidak. Hasil yang diharpkan jika nilai tolerance < 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas dalam pengujian multikolinearitas adalah tidak terjadinya korelasi antar variabel independen. Pengujian dapat dikatakan valid apabila nilai VIF (Variance Inflatio Facto. lebih kecil dari 10 maka tidak ada masalah pada Hasil analisis data uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 5 sebagai Tabel 5 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardize Coeffcients Standardize Std. Error Coefficients Beta (Costan. Pelatihan Kerja Disiplin Kerja Lingkungan Kerja Sig. Collinearit Statistic VIF Tolerance Dependent Variable : Kinerja Karyawan Sumber : Olah Data SPSS 2025 Hasil dari tabel 5 menunjukkan bahwa nilai dari masing-masing variabel pada kolom VIF menunjukkan lebih kecil daripada 10,00 dan pada nilai Tolerance lebih besar daripada 0,10, maka dapat diartikan dari variabel variabel Pelatihan Kerja. Disiplin Kerja, dan Lingkungan Kerja tidak terjadi Multikolinearitas. Analisis Linier Berganda Berdasarkan hasil dari olah data pada tabel 5 kolom unstandardized Coefficients pada bagian B maka diketahui nilai koefisien regresi masing-masing variabel dapat disusun persamaan regresinya, berikut : Y = yu b1X1 b2X2 b3 X3 e Y = . 116 e Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 325 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Dari persamaan regresi linear berganda di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut : Nilai konstanta . memiliki nilai sebesar 2. 167 menunjukkan pengaruh searah antara variabel independen dan dependen. Hal ini menunjukkan bahwa jika varaibel independen yang meliputi Pelatihan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. , dan Lingkungan Kerja (X. , bernilai 0 perssen atau tidak mengalami perubahan, maka nilai Kinerja Karyawan adalah 2. Nilai koefisien regresi untuk variabel Pelatihan Kerja (X. memiliki nilai Positif sebesar Hal ini berarti jika Pelatihan Kerja mengalami kenaikan 1% maka Kinerja Karyawan akan naik sebesar 0. 133 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Tanda positif menunjukkan bahwa pengaruh yang searah antara variabel independen dan dependen. Nilai koefisien regresi untuk variabel Disiplin Kerja (X. memiliki nilai positf sebesar 0. Hal ini berarti jika Disiplin Kerja mengalami kenaikan 1 %, maka Kinerja Karyawan akan naik sebesar 0. 874 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Tanda positif menunjukkan bahwa pengaruh yang searah antara variabel independen dan dependen. Nilai koefisien regresi untuk variabel Lingkungan Kerja (X. memiliki nilai positf sebesar Hal ini berarti jika Lingkungan Kerja mengalami kenaikan 1 %, maka Kinerja Karyawan akan naik sebesar 0. 116 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Tanda positif menunjukkan bahwa pengaruh yang searah antara variabel independen dan dependen. Uji T Pada uji T penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian mengenai pengaruh dari masing-masing variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Hasil analisis data uji t dapat dilihat pada tabel 3. 6 sebagai berikut : Tabel 6 Uji T Coefficientsa Unstandardize Coeffcients Standardize Std. Error Coefficients Beta (Costan. Pelatihan Kerja Disiplin Kerja Lingkungan Kerja Sig. Collinearit Statistic VIF Tolerance Dependent Variable : Kinerja Karyawan Sumber : Olah Data SPSS 2025 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 326 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 6 maka dapat disimpulkan : Keterangan : Df = n Ae k = 130 Ae 3 = 127 a = 5% = 0,05 sehingga nilai df = 127 dan alpha 0,05 t tabel sebesar = 1,657 Hasil uji t pada penelitian ini menunjukkan tingkat signifikansi parsial positif dari variabel independen yakni Pelatihan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. , dan variabel dependen Kinerja Karyawan (Y), dapat ditinjau dari hasil signifikansi terhadap variabel sebagai berikut : H1: Pelatihan Kerja (X. Pada variabel Pelatihan Kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung signifikansi pada variabel Pelatihan Kerja sebesar ,980, dengan nilai t tabel sebesar 1,657 dan pada nilai signifikansi ,329. H2: Disiplin Kerja (X. Pada variabel Disiplin Kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung signifikansi pada variabel Disiplin Kerja sebesar 8,891, dengan nilai t tabel sebesar 1,657 dan pada nilai signifikansi ,000. H3: Lingkungan Kerja (X. Pada variabel Lingkungan Kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung signifikansi pada variabel Lingkungan Kerja sebesar 1,153, dengan nilai t tabel sebesar 1,657 dan pada nilai signifikansi ,251. Uji Koefisien Korelasi Berganda Hasil analisis data dari uji koefisien korelasi berganda dapat dilihiat pada tabel 7, sebagai berikut : Tabel 7 Uji Koefisien Korelasi Berganda Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error Of the Square Estimate Predictors : (Constan. Lingkungan Kerja. Disiplin Kerja. Pelatihan Kerja Dependent Variable : Kinerja Karyawan Sumber : Olah Data SPSS 2025 Berdasarkan hasil dari tabel 7 menyatakan bahwa koefisien determinasi berganda (R2 ) adalah 0,663 atau 66,3 %. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pelatihan kerja, disiplin Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 327 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 66,3 %, dan sisanya 33,7 % dijelaskan oleh variabel lain. PEMBAHASAN Hipotesis Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil da ri variabel Perlatihan Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Nilai pada tiap indikator pada kuisioner memberikan bahwa hasil dari memiliki nilai tertinggi yang dimana Fasilitas dan prasana diberikan pada saat pelatihan bersifat memadai sehingga memberikan kenyamanan bagi peserta dan instruktur pelatihan. Pada hal ini Karyawan PT. Cipta Dental Lab memahami pelatihan yang diberikan sangat memiliki dampak pada produktivitas dari kinerja karyawan, karena dengan pelatihan maka seseorang lebih siap menghadapi segala kendala ataupun pekerjaan yang ada tetapi dengan fasilitas dan prasarana yang memadai saat proses pelatihan sangat mendukung kenyamanan saat proses pelatihan berlangsung, sehingga jika pelatihan berjalan dengan lancar maka peresapan pelajaran yang didapat saat pelatihan sangat bisa diterima dengan baik dan efektif sehingga pelatihan akan berjalan dengan lancar dan karyawan bisa menerapkan apa yang telah didapat dalam pelatihan disaat proses produksi berlangsung. Jawaban terbanyak yakni pada indikator pelatihan diberikan sesuai materi dan tugas dan jawaban terbanyak pada umur 16-25 Tahun dikarenakan masih minim pengetahuan tentang tugas sehingga adanya pelatihan membuat karyawan lebih mudah memahami dalam pengerjaan tugas. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian . dengan adanya pelatihan secara teratur akan meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan, yang dapat meningkatkan kinerja mereka. Dengan pelatihan yang didapat maka karyawan lebih efektif dan efisien dalam pengerjaan tugasnya. Hipotesis Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil menunjukkan bahwa variabel Disiplin Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja Nilai pada tiap indikator pada kuisioner bahwa hasil memiliki nilai tertinggi. Disiplin kerja dalam karyawan PT. Cipta Dental Lab dapat membentuk perilaku kedisiplinan dalam hal pekerjaan dengan mengikuti aturan perusahaan dan norma sosial yang berlaku. Dan jawaban terbanyak ada pada usia 16-25 Tahun dikarenakan usia yang terbilag muda masih memiliki semangat dan kedisiplinan yang tinggi dibuktikan dengan jawaban hasil kuisioner yakni datang bekerja dengan tepat waktu. Selain itu disiplin dapat juga membuat mereka berusaha untuk mengatasi perbedaan pendapat antara karyawan yang disebabkan salah penafsiran dan salah pengertian demi tujuan yang tercapai secara maksimal atau bisa dikatakan bekerja dalam tim. Karena rata-rata dngan usia muda disini malah cenderung disiplin dibuktikan dengan karyawan bisa datang tepat waktu dan bisa bekerja sesuai dengan SOP Perusahaan, dan bisa bekerja secara tim dengan baik. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 328 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian . Untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi, karyawan harus memiliki disiplin yang tinggi saat bekerja atau melakukan tugas yang diberikan. Agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan efektif, karyawan harus mempraktekkan disiplin kerja yang telah diterapkan oleh perusahaan dalam setiap tugas yang diberikan kepada mereka. Disiplin sangat mempengaruhi kinerja karyawan dalam suatu perusahaan , karena kedisiplinan sebagai bentuk latihan dalam melaksanakan aturan-aturan Semakin kita disiplin semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dan kinerja Hipotesis Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Nilai pada tiap indikator pada kuisioner memberikan bahwa hasil dari Lingkungan kerja di PT Cipta Dental Lab juga mempengaruhi karyawan dan merupakan komponen yang sangat penting ketika karyawan melakukan aktivitas sebuah pekerjaan, dan pada suasana kerja yang kondusif akan memberikan motivasi kinerja karyawan. Dengan hasil ini karyawan bisa menghormarti satu sama lain di lingkungan sekitar. Dengan hasil kuisioner terbanyak ada pada indikator pengerjaan tugas sesuai intruksi atasan, dengan pemberian tugas dari atasan kepada karyawan dapat dimengerti dengan jelas atau mudah dipahami. Lingkungan kerja yang baik seperti karyawan dapat berinteraksi kepada sesama karyawan dan atasan dengan baik , dan dengan dukungan rekan kerja dalam pengerjaan tugas secara Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian . lingkungan kerja jdapat mempengaruhi emosi karyawan, dengan memberikan lingkungan kerja yang nyaman dengan berbagai fasilitas penunjang pekerjaan membuat karyawan lebih nyaman dan fokus sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan lebih baik. [Font Arial, 11 pt. Spasi 1,. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Maka dapat di simpulkan bahwa variabel Pelatihan Kerja . Disiplin Kerja , dan Lingkungan secara parsial berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan . dalam penelitian ini populasi yang dijadikan sampel yaitu Karyawan yang bekerja di PT. Cipta Dental Lab yang ber Alamat Jl. Kapuas no. 03 Surabaya Jawa Timur. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para di Karyawan yang bekerja di PT Cipta Dental LAB berjumlah 130 responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian ini. Dengan demikian penulis hanya dapat meneliti dengan variabel. Disiplin Kerja, dan Lingkungan dan Kinerja Karyawan. Saran untuk peneliti selanjutnya dianjurkan dengan menyebar kuisioner menggunakan Google Form dan kuisioner manual. Karena dapat membantu peneliti untuk menyelesaikan penelitian dengan baik. UCAPAN TERIMAKASIH Tiada lembar yang paling indah dalam laporan skripsi ini kecuali. Dengan mengucap syukur atas Rahmat Allah Swt karena saya percaya Au Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya Au Teruntuk cinta pertama saya Bapak H. Tohirin yang selalu mengusahakan dalam bentuk apapun untuk kebahagiaan anak bungsunya ini yang sangat ingin anaknya Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 329 | 332 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 318-332 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. menjadi sarjana pertama di keluarga. Terima kasih sudah mendidik, memotivasi dan mengajarkan dari anisa masih bayi hingga saat ini bahkan sampai kapanpun anisa akan terlihat masih anak kecil dihadapan bapak. Teruntuk pintu surgaku Ibu HJ. Siti Maimunah (Alm. terima kasih sudah mendoakan anisa sampai di tahap ini menyelesaikan Skripsi sederhana ini sebagai perwujudan terakhir. Anisa harap Ibu tenang di surga dan bahagia melihat anaknya dapat melewati masa perkuliahan. Saudara kandung saya Muhammad Sadam, terima kasih juga sudah membantu penulisan skripsi ini, doakan adikmu bisa mewujudkan apa yang dia impikan. Teruntuk Bapak Dr. Hasan Ubaidillah S. M dan Ibu Sumartik. SE. selaku dosen pembimbing serta dosen penguji 1 terima kasih sudah membantu serta mengarahkan penulisan skripsi ini sehingga berjalan dengan lancar. Berkat bimbingan bapak selaku dosen pembimbing anisa dengan penuh kesabaran penulisan skripsi ini dari awal hingga akhir. Terakhir Nur Anisa Rahma, ya! diri saya sendiri. Apresiasi karena telah bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. Terima kasih karena terus berusaha dan tidak menyerah, serta senantiasa menikmati setiap prosesnya. Terima kasih sudah bertahan. Terima kasih kepada semua pihak-pihak yang sudah memberi bantuannya semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk memperbaiki segala kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. DAFTAR PUSTAKA