Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 UPAYA PENGGOPTIMALAN WAKTU TUNGGU RESEP OBAT DI RUMAH SAKIT X Nurmaines Adhyka1*. Essy Mandriani2. Franando Catlin1. Rizki Ramadhani1. Yora Nispa1. Annisa Salsabila1. Putri Ariesta Utami1. Litfi Hudayah1 Administrasi Rumah Sakit. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Baiturrahmah Jalan Raya By Pass KM. Padang RSUD dr Rasidin Jalan Air Paku Sei Sapih Kecamatan Kuranji. Padang e-mail : nurmaines. adhyka@staff. Artikel Diterima : 15 Agustus 2022. Direvisi : 7 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Pendahuluan: Waktu tunggu obat adalah jumlah waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Waktu tunggu merupakan salah satu indikator nasional mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu obat maksimal 15 menit untuk obat non racikan dan 30 untuk obat racikan. Artikel ini merupakan hasil dari praktek kerja lapangan di Instalasi Farmasi RSUD dr Rasidin Kota Padang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak berjalannya SOP dengan baik, keterlambatan dalam pengentrian data BPJS dan gangguan jaringan menjadi penyebab panjangnya waktu tunggu obat di instalasi rawat jalan. Berdasarkan laporan survei standar pelayanan minimum waktu tunggu dan kepuasan pelanggan RSUD dr. Rasidin tahun 2022 diperoleh rerata waktu tunggu farmasi obat jadi di depo farmasi rawat jalan adalah 2 jam 36 Sedangkan rerata waktu tunggu obat racikan adalah 4 jam 30 menit. Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Rencana perbaikan berupa penambahan alat dan bahan serta resosialisasi mengenai waktu tunggu pasien dengan pengoptimalan SOP yang telah ada. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan obat di RSUD dr Rasidin menggunakan metode konsumsi dengan metode pengadaan elektronik dengan e-catalog serta secara langsung. Metode penerimaan dengan melihat nomor batchAdan expired date dengan system penyimpanan FIFO dan FEFO. Sistem pendistribusian dengan system desentralisasi. Kesimpulan dan Saran: Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana dengan pengadaan blender obat, lumbang atau BOX Obat. Kata Kunci : waktu tunggu, obat, rawat jalan Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2023 | 179 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2023 | 180 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Adolescence is a transition from childhood to adulthood. This is marked by the start of adolescent girls experiencing their first menstruation or menarche. Menarche that is not accompanied by the provision of information about menstruation can cause anxiety. The provision of Health Education about menstruation using an android application can be used to reduce adolescent anxiety in dealing with menarche. Objective: To determine the effectiveness of health education with android application media on the level of adolescent anxiety in facing menarche at primary school at City of East Jakarta. Method: This type of research is a quantitative study with a Quasy experimental research design using a one-group pre-test-posttest design. The sample in this study were adolescence girls who had not menstruated which consisted of 30 respondents who were taken by purposive sampling technique. Data were obtained by distributing questionnaires. Data analysis was univariate and bivariate with Wilcoxon test. Results: The results showed the average anxiety before the intervention was 2. and after the intervention was 2. 43 with the Wilcoxon test results obtained p-value was 0. and there was a difference in anxiety before and after health education with mobile learning through the android application media. Conclusions and suggestions: Health education with android application media is effective in reducing adolescent anxiety levels in dealing with Android can be used as an alternative as a means to provide health education about menstruation to adolescents. Keywords : applications, anxiety, adolescents, menstruation. PENDAHULUAN Upaya kesehatan dapat dilakukan kesehatan . , pencegahan penyakit . , penyembuhan penyakit . dan pemulihan kesehatan . , yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Salah satu unsur kesehatan adalah sarana kesehatan. Sarana Balai Pengobatan. Pusat Kesehatan Masyarakat. Rumah Sakit Umum. Rumah Sakit Khusus dan saranan kesehatan lainnya (Kemenkes RI, 2. Sedangkan rumah sakit adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Undang-Undang Republik Indonesia, 2. Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien (Kemenkes RI, 2022. Hendri & Boldi, 2002. Supartiningsih, dkk. Berdasarkan laporan survei standar pelayanan minimum waktu tunggu dan kepuasan pelanggan RSUD dr. Rasidin tahun 2022 diperoleh rerata waktu tunggu farmasiobat jadi di depo farmasi rawat jalan adalah 2 jam 36 menit. Sedangkan rerata waktu tunggu obat racikan adalah 4 jam 30 Hal tersebut sangat penting dalam rangka peningkatan waktu tunggu resep obat rawat jalan di RSUD dr. Rasidin Padang. Untuk itu penulis tertarik mengambil pembahasan yang berfokus pada bidang Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2023 | 181 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index mutu rumah sakit yaitu dengan judul AuPengoptimalan Waktu Tunggu Resep Obat Pasien Rawat JalanAy. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan Penelitian Lapangan (Field Researc. , dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen. Observasi pada penelitian ini, dilakukan di Bagian/Bidang Logisatik Farmasi di RSUD dr. Rasidin Padang dengan tujuan pengamatan dan pencatatan pada objek penelitian. Wawancara melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara antara pewawancara . engumpul dat. dengan responden . umber dat. Responden pada penelitian ini adalah Kepala Bagian Logistik Farmasi staf/karyawan di bidang Logistik Farmasi RSUD dr. Rasidin Padang. Observasi dokumen Metode ini dilihat berdasarkan laporan stok Logistik Farmasi tahun 2022 di RSUD dr. Rasidin Padang HASIL Analisis situasi dari Instalasi Farmasi di RSUD dr. Rasidin Padang Tabel 1. Analisis Situasi No Hasil 1 Kurang optimalnya waktu tunggu obat di rawat jalan 2 Terdapat penumpukan resep pada waktu Penyebab Kurangnya SDM, kekosongan obat Keterlambatan dokter pada jam resep yang diterima pada waktu yang Ketidak sesuaian Lamanya obat pelayanan oleh pasien JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Perencanaan obat dan BMHP di RSUD dr Rasidin Padang menggunakan metode konsumsi . emakaian tahun sebelumnya ) dan perencanaannya di buat untuk periode 1 tahun dan periode per 3 bulannya, untuk anggaran juga dilihat dari data 1 tahun sebelumnya dan dinaikkan sebesar 30%. Di RSUD dr Rasidin Padang pemesanan obat dilakukan melalui 2 cara yaitu elektronik berupa e-katalog . engan syarat obat dengan syarat sudah terdaftar di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan secara langsung : non katalog (Pemesanan langsung ke PBF) Bagian penerimaan di RSUD dr Rasidin Padang sebelum melakukan penerimaan obat dan BMHP staff gudang logistic farmasi melakukan pemeriksaan barang dengan menyesuaikan nama barang, jumlah barang, no batch, dan expired date. Di RSUD dr Rasidin Padang obat disimpan di dalam rak penyimpanan sesuai dengan system FIFO dan FEFO serta di susun berdasarkan jenis dan bentuk obat seperti tablet, sirup, injeksi, salep, high alert, dan dilakukan penyimpanan khusus pada obat yang mengandung non narkotika dan siko tropika serta melakukan penyimpanan. Di RSUD dr. Rasidin Padang pendistribusian obat didistribusikan ke : apotik sentral, apotik rawat inap. OK (Ruang operas. , bangsal interne, bangsal kebidanan, bangsal anak, bangsal bedah Pemusnahan dan Penarikan Sediaan Farmasi. Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai. Di RSUD dr Rasidin Padang melakukan pemusnahan obat dan alat kesehatan pertama kali pada tahun 2022 dikarenakan dampak dari banjir jadi banyak obat, alat kesehatan, dan BMHP yang rusak karena terendam banjir Pengendalian obat di RSUD dr. Rasidin Padang pengunaan obat sesuai dengan formularium nasional dan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 182 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index formularium rumah sakit dan pengunaan obat sesuai dengan diagnosis dan terapi. Kegiatan farmasi di RSUD dr. Rasidin Padang adalah pelaporan terhadap pengelolan perbekalan farmasi secara periodic dalam periode waktu tertent . ulanan, triwulan, atau pertahun, membuat laporan bulanan dan tahunan kegiatan di Instalasi farmasi PEMBAHASAN Gambaran Sumber Daya Manusia di Instalasi Farmasi Kebutuhan SDM Instalasi Farmasi Tahun 2022 terdiri dari: Tabel 2 Gambaran Sumber Daya Manusia di Instalasi Farmasi Jenis Tenaga Latar Kondi Kebutu Belakang si Saat Pendidik Kepala Apoteker Apoteker Apoteker jawab rajal dan ranap Apoteker Apoteker Tenaga Farmasi depo, igd, dll Tenaga Farmasi Pelaksanaan Pekerja SMA / Sederajat Total JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan tabel diatas terlihat bawah saat ini masih kekurangan 24 orang tenaga yang dihitung berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Saat ini Instalasi Farmasi masih membutuhkan tambahan tenaga TTK agar dapat melakukan tugas dan fungsi secara optimal sebagaimana tercantum dalam Perencanan Kebutuhan Tenaga berdasarkan berdasarkan Analisa Beban Kerja (Laptah RSUD, 2. Dalam penentuan penyebab masalah berdasarkan temuan diperlukan metode penetapan masalah, yang dalam hal ini menggunakan system prioritas USG yang melihat berdasarkan Urgency. Seriousness dan Growth dari masalah yang ditemukan. Tabel 3 Penentuan Prioritas Masalah Masalah U 1 Kurang waktu tunggu obat di instalasi farmasi rawat Terdapat 2 penumpukan resep obat pada waktu tertentu Ketidak sesuaian 3 3 penjemputan obat oleh pasien. S G Total R 4 4 11 Berdasarkan hasil analisis matriks USG (Urgency. Seriousness, dan Growt. dari 3 masalah diatas menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas utama kami adalah kurang optimalnya waktu tunggu obat di instalasi farmasi rawat jalan. Untuk menentukan penyebab masalah prioritas terpilih di atas maka kelompok menggunakan diagram tulang ikan . ish bon. untuk membantu menemukan penyebab masalah dapat dilihat pada bagan dibawah ini Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 183 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Analisis diidentifikasn berdasarkan lima faktor yaitu: Man Kurangnya SDM di bagian Farmasi Beban Kerja yang tidak sesuai . oubel jo. Method Tidak berjalannya SOP dengan Keterlambatan pengentrian data BPJS Gangguan Internet Material Ketersedian obat tidak lancar Sarana dan prasarana penunjang kegiatan farmasi tidak lengkap Environment Banyaknya jumlah pasien yang kewalahan dalam menangani Ruang tunggu pasien kurang Money Minimnya perbaikan sarana dan prasarana Setelah melakukan analisis faktor penyebab masalah menggunakan fish bone analisis maka penentuan akhir dalam penyelesaian dan uji coba perbaikan dilakukan dengan metode PDSA . lan, do, study dan actio. Dalam melakukan upaya perbaikan dan uji coba pengoptimalan waktu tunggu di pelayanan rawat jalan instalasi farmasi, maka direncanakan untuk melengkapi saran dan prasarana dengan pengadaan blender obat, lumpang dan Box obat. Perencanaan ini kemudian di ujicobakan selama 1 bulan dan dilakukan evaluasi kembali terkait upaya perbaikan yang telah dilakukan. Tabel 4 Upaya Perbaikan dan Uji Coba PDSA Mengoptimalkan waktu tunggu The Aim obat rawat jalan di instalasi Farmasi Tidak SPM, farmasi obat jadi, di depo The farmasi rawat jalan adalah 2 jam Measure 36 menit. Sedangkan rerata waktu tunggu obat racikan adalah 4 jam 30 menit. Seharusnya KESIMPULAN DAN SARAN Setelah melaksanakan penelitan pada saat pelaksanaan kegiatan Praktek Kuliah Lapangan di 8 bidang di RSUD dr. Rasidin Padang, ditemukan 1 permasalahan yang ada yaitu dibidang instlasi farmasi umah sakit. Dimana pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Standar Pelayanan Rumah Sakit menyebutkan bahwa pelayanan waktu tunggu pelayanan Obat Jadi O 30 menit Racikan O 60 The Change Waktu tunggu obat sesuai dengan SPM Plan Planning untuk melengkapi sarana dan prasarana dengan pengadaan blender obat, lumpang atau BOX obat. Melakukan pengadaan BOX obat di intalasi famasi depo central Dari perencanaan yang akan di amati selama 1 bulan, jika masih belum terlihat peningkatan yang signifikan terhadap waktu tunggu pasien rawat jalan artinya target belum tercapai seperti apa yang Melakukan evaluasi kembali mengenai waktu tunggu obat di isntalasi farmasi rawat jalan Study Act Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 184 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat (Permenkes RI, 2. Rencana upaya untuk mengatasinya yaitu dengan Melakukan evaluasi kembali terhadap rencana yang di buat dan mencari alternatif pemecahan masalah di bidang logistik farmasi. Oleh karenanya disarankan Standar Pelayana Operasional (SPO) dilakukan berkala kesemua unit terkait, dengan maksud agar SPO bisa berjalan dengan sebagaimana Dengan adanya penambahan sarana dan prasarana diharapkan petugas dapat meningkatan kecepatan pelayanan sehingga meminimalisir waktu tunggu. KEPUSTAKAAN