Jurnal Peduli Masyarakat Volume 2 Nomor 4. Desember 2020 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PENDAMPINGAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI SEBAGAI UPAYA MENEKAN BABY BOOMS DI MASA PANDEMIC COVID-19 Intan Yusita. Richa Noprianty*. Ratna Dian Kurniawati. Linda Rofiasari. Antri Anriani Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bhakti Kencana Bandung. Jalan Soekarno-Hatta No. Cipadung Kidul. Panyileukan. Kota Bandung. Jawa Barat 40614 *richa. noprianty@bku. ABSTRAK Penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia pada masa pandemic Covid-19 mengalami penurunan 35% sampai 47%. Hal ini mengakibatkan angka kehamilan bertambah sebanyak 67 kehamilan dari tahun Di Jawa Barat angka kehamilan melonjak sebesar 10%. Salah satu upaya menekan lonjakan kelahiran bayi dengan melalui program Keluarga Berencana terhadap pasangan usia subur. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang alat dan metode kontrasepsi dalam menekan lonjakan kelahiran bayi. Metode pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan interaktif berbasis teknologi informasi secara dalam jaringan dan luar jaringan. Sasarannya adalah wanita pasangan usia subur berusia 15 Ae 45 tahun yang menggunakan kontrasepsi dan tidak melakukan kunjungan ulang selama masa pandemic Covid-19 sebanyak 30 orang. Teknik pelaksanaan dibagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap pertama adalah mengkaji tingkat pemahaman responden dengan pre test melalui google form, tahap kedua dilaksanakan penyuluhan, konseling KB dan pengenalan Aplikasi Klik KB secara luring dan tahap ketiga mengevaluasi materi dengan post test melalui google form. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi kenaikan pengetahuan baik tentang alat dan metode kontrasepsi sebesar 53,4%. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu tentang alat dan metode KB, diharapkan dapat mempengaruhi sikap ibu dalam memilih dan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat sehingga diharapkan dapat membatasi jumlah kelahiran anak dan menurunkan dampak baby booms. Kata kunci: aplikasi klik KB. baby booms. pandemic Covid-19. pasangan usia WOMEN ASSISTANCE IN FERTILE AGE COUPLES IN THE USE OF CONTRACEPTION AS AN EFFORT TO SUPPRESS BABY BOOMS DURING THE COVID-19 PANDEMIC ABSTRACT The use of contraceptives in Indonesia during the Covid-19 pandemic has decreased by 35% to 47%. This resulted in the pregnancy rate increasing by 67 pregnancies from the previous year. In West Java, the pregnancy rate jumps by 10%. One of the efforts to suppress the spike in baby births is through the Keluarga Berencana (KB) program for couples with childbearing age. The aim of this community service is to provide knowledge about contraceptive tools and methods in suppressing baby booms. This community service method is in the form of interactive education based on information technology and offline interactive education. The target is 30 women of childbearing age couples aged between 15-45 who used contraception and did not make repeat visits during the Covid19 pandemic. The implementation technique is divided into three stages, namely the first stage is to Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 181 - 186. Desember 2020 Global Health Science Group assess the level of understanding respondent with a pre-test use to google form, the second stage is to carry out counseling, family planning counseling program and introduction to the KB Klik application with offline and the third stage is to evaluate the material with a post test use to google The results of the activity showed an increase in knowledge of both contraceptive tools and methods by 53. With the increasing knowledge of mothers about family planning tools and methods, it is hoped that it can influence the attitudes of mothers in choosing and using the right contraceptives so that it is expected to limit the number of child births and reduce the impact of baby Keywords: KB Klik application. baby booms. covid-19 pandemic. couples with childbearing age PENDAHULUAN Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% atau bertambah 4,5 juta orang setiap tahun. Hal ini tidak sesuai dengan program pemerintah dalam menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Selama masa pandemic Covid-19, program KB mengalami penurunan karena terbatasnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan apabila dalam keadaan tidak terlalu urgent untuk menekan angka penyebaran infeksi virus Covid-19. Hal ini berpotensi besar terjadinya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Selama masa pandemi covid-19 terdapat 1. 946 kehamilan atau ada pertambahan 67 kehamilan dari tahun sebelumnya. Hal ini juga terjadi di Jawa Barat yang mengalami kenaikan kehamilan sebesar 10%. (Nurjasmi, 2. Angka kehamilan yang meningkat pada masa pandemic dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah penggunaan alat kontrasepsi. Data menunjukkan terjadi penurunan penggunaan alat kontrasepsi dari Februari hingga Maret 2020 sebesar 40%. Penurunan penggunaan alat kontrasepsi diantaranya adalah implan turun dari 81. 062 menjadi 51. suntik KB dari 524. 989 menjadi 341. Lalu pil KB turun 251. 619 menjadi 146. kondom dari 31. 502 menjadi 19. MOP . 283 menjadi 1. 196, dan MOW . 571 menjadi 8. Salah satu upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan melalui program keluarga berencana terhadap pasangan usia subur (Wardoyo, 2. Pasangan usia subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan dikarenakan, pasangan subur ini menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan asalan khawatir tertular covid-19. Dengan adanya permasalahan ini mengakibatkan terjadinya lonjakan kelahiran bayi atau yang disebut Baby Booms. (Widayati, 2. Dampak baby booms ini dapat meningkatkan kasus aborsi, meningkatkan risiko kematian ibu dan anak, malanutrisi pada ibu hamil dan janin, bayi lahir prematur, serta kurangnya kasih sayang dan pengasuhan karena anak tidak diinginkan. Jika tidak ditangani serius saat ini akan menimbulkan ledakan masalah (Purwanti, 2. Tujuan dari pembinaan dan pendampingan PUS melalui media daring ini adalah untuk membatasi jumlah kelahiran anak dan menurunkan dampak baby booms dengan pemberian Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 181 - 186. Desember 2020 Global Health Science Group informasi pentingnya keikutsertaan PUS dalam menggunakan alat kontrasepsi sebagai suatu proses perkembangan teknik, metode dan media komunikasi untuk bertukar informasi dan pembelajaran interaktif yang disampaikan dengan format multimedia, meningkatkan pelayanan bidan dalam program keluarga berencana. Dengan penyuluhan interaktif berbasis teknologi informasi, maka belajar menjadi lebih menarik dan lebih berhasil karena diperkaya dengan suara, gambar, gambar bergerak, dan tingkat interaktivitas dengan media Pemberian media aplikasi memiliki peranan penting dalam memberikan serta menyebarkan informasi akan menjadi lebih mudah. Media aplikasi dapat menyampaikan informasi lebih cepat serta menjangkau khalayak lebih luas dengan biaya yang lebih murah. Media aplikasi memberikan kemudahan akses bagi publik dalam menerima informasi (Arsyad, 2. Hal ini perlu dilakukan melihat angka kehamilan ibu yang semakin meningkat semenjak covid-19 dan hal ini berlawanan dengan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mempunyai slogan Audua anak lebih sehatAy. Tujuan pendampingan Wanita PUS adalah untuk meningkatkan pengetahuan dalam menggunkaan alat kontrasepsi sehingga pengetahuan yang baik dapat merubah prilaku positif terhadap kesehatan, akibatnya dampak Baby Booms dapat ditekan. Pemberian informasi dengan memperkenalkan metode daring dan aplikasi pada masyarakat dimana harapannya bahwa masyarakat bisa melakukan akses informasi terkait metode kontrasepsi melalui aplikasi tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan bila tidak bersifat urgent. METODE Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan interaktif berbasis teknologi informasi secara dalam jaringan . dan luar jaringan . Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dari bulan September sampai Oktober 2020. Lokasi pengmas di Klinik Bidan Yanyan Mulyani di kota Bandung. Sasarannya adalah wanita pasangan usia subur berusia 15 Ae 45 tahun yang menggunakan kontrasepsi dan tidak melakukan kunjungan ulang selama masa pandemic Covid-19 sebanyak 30 orang. Teknik pelaksanaan dibagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap pertama adalah mengkaji tingkat pemahaman responden dengan membagikan kuesioner . re tes. sebagai langkah pertama dalam mengetahui tingkat pengetahuan wanita PUS terhadap metoda kontrasepsi, kemudian melakukan seminar dengan materi target, sasaran dan Program KB oleh pihak Puskesmas dilanjutkan materi metoda kontrasepsi dan pengenalan Aplikasi berbasis teknologi Klik KB. Tahap kedua melakukan Konseling KB dengan Alat bantu pengambilan keputusan (APBK) dan Pemanfaatan Aplikasi Klik KB. Selanjutnya diberikan informasi pentingnya keikutsertaan Wanita PUS dalam menggunakan alat kontrasepsi dengan penyuluhan interaktif berbasis teknologi informasi (TI). Tahap ketiga dilakukan evaluasi dan feedback terhadap materi yang telah disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan melalui media informasi berbasis aplikasi, melalui forum daring dan diakhiri dengan membagikan kuesioner post test menggunakan aplikasi google form sehingga data langsung dapat dianalisis. Selanjutnya dilihat perbandingan data dalam bentuk persentase dari hasil kuesioner pre test dan post test. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 181 - 186. Desember 2020 Global Health Science Group HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data. Klinik Praktek Mandiri Bidan Yanyan memiliki cakupan kunjungan yang banyak setiap bulannya, salah satu cakupan yang paling banyak adalah pemberian pelayanan KB dan konseling dengan rata-rata kunjungan setiap bulannya terdapat 178 akseptor KB. 34 ibu bersalin dan 47 bayi-balita yang diberi pelayanan imunisasi dan jumlah persalinan setiap bulannya terdapat rata-rata 15 ibu bersalin. Namun mengalami penurunan kunjungan akseptor KB selama masa Lockdown. Tabel 1. Distribusi Pengetahuan Wanita Pasangan Usia Subur tentang Alat Dan Metoda Kontrasepsi . Pengetahuan Sebelum Sesudah Sebelum Baik Cukup Kurang Tabel 1 menunjukkan bahwa setengahnya . ,0%) wanita pasangan usia subur memiliki pengetahuan yang kurang sebelum diberikan pemaparan dan konseling tentang alat dan metoda kontrasepsi. Namun setelah diberikan pemaparan materi, pengetahuan wanita pasangan usia subur Sebagian besar . 0%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi Pengetahuan terhadap alat kontrasepsi merupakan pertimbangan dalam menentukan metode kontrasepsi yang digunakan. Sedangkan salah satu faktor penghambat dalam kepesertaan KB yaitu dilihat dari segi ketersediaan alat kontrasepsi. Jika semua perempuan mempunyai akses terhadap kontrasepsi yang aman dan efektif, diperkirakan kematian ibu akan menurun termasuk menurunnya resiko kesehatan reproduksi yang terkait dengan kehamilan, persalinan dan aborsi yang tidak aman (Lora Ekana Nainggolan. , 2. Pengetahuan terhadap alat kontrasepsi merupakan pertimbangan dalam menentukan metode kontrasepsi yang digunakan. Sedangkan salah satu faktor penghambat dalam kepesertaan KB yaitu dilihat dari segi ketersediaan alat kontrasepsi. Jika semua perempuan mempunyai akses terhadap kontrasepsi yang aman dan efektif, diperkirakan kematian ibu akan menurun termasuk menurunnya resiko kesehatan reproduksi yang teerkait dengan kehamilan, persalinan dan aborsi yang tidak aman. (Megaria Purba, et al, 2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu Pendidikan semakin tinggi pendidikan seseorang diharapkan semakin banyak pula informasi yang diketahuinya sehingga memiliki wawasan yang luas. Media masa /sumber informasi juga dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang karena jika banyak sumber informasi yang didapatkan maka semakin banyak pula berita/ informasi yang diketahui, sosial budaya dan ekonomi. Lingkungan juga berpengaruh terhadap pengetahuan sesorang seperti jika hidup dilingkungan guru maka semakin banyak hal baru yang dapat kita ketahui ataupun bisa Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 181 - 186. Desember 2020 Global Health Science Group saling tukar pikiran yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan Pengalaman semakin banyak pengalaman sesorang maka semakin banyak pula pengetahuan seseorang (Herawati, et al, 2. Pengetahuan individu tentunya dapat mempengaruhi sikap ibu dalam pemilihan kontrasep. Jika individu memiliki pengetahuan yang kurang, maka pemilihan kontrasepsi akan menjadi tidak tepat. Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi sangat dibutuhkan dalam memilih alat kontrasepsi yang akan digunakan agar alat kontrasepsi yang digunakan tepat. Beberapa hal yang harus diketahui ibu tentang alat kontrasepsi yakni terkait tujuan dari penggunaan alat kontrasepsi itu sendiri, jenis-jenis alat kontrasepsi, ciri alat kontrasepsi, efek samping alat kontrasepsi, kontraindikasi alat kontrasepsi, keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi dan kembalinya masa subur (Sumarroh, 2. Pemilihan alat kontrasepsi harus tepat yakni menyesuaikan dengan usia ibu atau disesuaikan dengan kurun reproduksi Adapun yang sesuai dengan usia ibu masa kurun reproduksi sehat dalam penggunaan kontrasepsi yaitu . Masa menunda kehamilan bagi pasangan usia subur dengan istri usia dibawah 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilan, . Masa menjarangkan kehamilan bagi istri usia 20-35 tahun merupakan usia yang paling baik untuk melahirkan dengan jarak kelahiran 3 sampai 4 tahun, . Masa mengakhiri kesuburan bagi istri diatas 35 tahun sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah memiliki dua orang anak atau lebih menginformasikan pendidikan kesehatan khususnya yang berhubungan dengan reproduksi atau kesehatan seksualnya (Witono, 2. SIMPULAN Pendampingan wanita pasangan usia subur dapat membatasi jumlah kelahiran anak dan menurunkan dampak baby booms dengan pemberian informasi pentingnya keikutsertaan wanita pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi sebagai suatu proses perkembangan teknik, metode dan media komunikasi untuk bertukar informasi dan pembelajaran interaktif yang disampaikan dengan format multimedia. Pemberian media aplikasi memiliki peranan penting dalam memberikan serta menyebarkan informasi akan menjadi lebih mudah. Media aplikasi dapat menyampaikan informasi lebih cepat serta menjangkau khalayak lebih luas dengan biaya yang lebih murah. Media aplikasi memberikan kemudahan akses bagi publik dalam menerima informasi. UCAPAN TERIMAKASIH Tim pelaksana PengMas mengucapkan terima kasih kepada LPPM UBK atas pendanaan penelitian ini melalui Skema Hibah PengMas Internal Tahun 2020. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Klinik Bidan Yanyan Mulyani yang memberikan ijin serta membantu pengabdian kepada masyarakat ini serta semua peserta wanita pasangan usia subur yang berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan ini sampai habis, dan semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan PKM ini. DAFTAR PUSTAKA