Excellent Midwifery Journal Volume 7 No. April 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 ANALISA FREKUENSI KEMOTERAPI DENGAN STATUS GIZI PENDERITA KANKER NASOFARING DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL TAHUN Riris L. Simatupang STIKes Murni Teguh rir40sima@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Kanker nasofaring merupakan keganasan yang muncul pada daerah nasofaring . rea di atas tenggorok dan di belakang hidun. , dan salah satu teknik pengobatannya adalah kemoterapi. Diantara efek samping kemoterapi yang dilakukan beberapa kali dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan hilangnya berat badan sehingga mempengaruhi status gizi penderita. Tujuan: Untuk menganalisa frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional . orrelational studie. dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 32 orang dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% ( =0,. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi kemoterapi pada penderita nasofaring sebagian besar sebanyak 2 kali, 4 kali, dan 5 kali masing-masing 21,9%. Status gizi penderita kanker nasofaring sebagian besar dalam kategori kurang baik . ,5%). Ada pengaruh frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, p = 0,000. Kekuatan hubungan atau korelasi antara frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring dalam kategori tinggi. Kesimpulan: Frekuensi kemoterapi mempengaruhi status gizi penderita kanker Saran: Diharapkan perawat memberikan penyuluhan kepada penderita kanker nasofaring dan keluarga untuk selalu memperhatikan status gizi selama melakukan kemoterapi dengan memperhatikan pola makan. Kata Kunci: Frekuensi Kemoterapi. Status Gizi. Penderita Kanker Nasofaring payudara, serviks, dan paru, dengan prevalensi sebesar 6,2 per 100. 000 penduduk (Kemenkes RI. KNF umumnya menyerang pria usia produktif, dengan rasio pria dan wanita 2:1, dan sebagian besar pasien datang dalam stadium lanjut (Pratiwi & Manto, 2. LATAR BELAKANG Kanker merupakan salah satu isu utama dalam dunia medis karena mekanismenya yang kompleks dan belum sepenuhnya dipahami, termasuk dalam hal penatalaksanaan dan prognosis yang masih menjadi tantangan. Salah satu jenis kanker yang cukup banyak diderita dan memiliki angka kematian tinggi adalah kanker nasofaring (KNF). Secara global, diperkirakan terdapat lebih dari 550. 000 kasus baru KNF setiap tahun dengan angka kematian 000 kasus (Alsafadi, 2. Penatalaksanaan utama KNF adalah kemoterapi dan radioterapi, namun terapi ini sering menimbulkan efek samping yang signifikan, seperti mual, muntah, anoreksia, dan gangguan penyerapan nutrisi. Akibatnya, banyak pasien mengalami penurunan status gizi, yang dapat memperburuk prognosis dan kualitas hidup (Dewi, 2020. Sudiasa et al. , 2. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan negatif antara frekuensi kemoterapi dan status gizi pasien kanker nasofaring, di mana semakin sering kemoterapi dilakukan, semakin rendah status gizi KNF lebih banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, dengan prevalensi yang lebih tinggi dibanding negara-negara Barat. Indonesia sendiri, kanker nasofaring menempati urutan keempat kanker tersering setelah kanker pasien (Ningrum, 2019. Dewi, 2. Penelitian dilaksanakan di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Medan pada bulan Juli 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien yang diambil menggunakan total sampling. Variabel frekuensi kemoterapi diukur melalui observasi rekam medis dan dikategorikan berdasarkan jumlah sesi . Ae6 kal. Status gizi diukur menggunakan instrumen Patient Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA) dan diklasifikasikan menjadi gizi baik (A), sedang (B), dan buruk (C). Data dikumpulkan melalui observasi dan pengisian kuesioner, serta dianalisis menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan tingkat signifikansi 95% ( = 0,. Penelitian ini memperhatikan prinsip etik, meliputi informed consent, kerahasiaan data . , anonimitas, keadilan, dan nonmaleficence. Data dari Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital Medan mencatat bahwa selama Januari hingga April 2022 terdapat 227 pasien KNF dengan total 4. 330 tindakan kemoterapi, atau rata-rata 1. 083 tindakan per Studi pendahuluan melalui wawancara terhadap pasien menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami mual, muntah, dan penurunan berat badan setelah kemoterapi. Berdasarkan fakta tersebut, penting untuk mengevaluasi hubungan antara frekuensi kemoterapi dan status gizi pada pasien KNF, khususnya di Ruang Onkologi RS Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan penatalaksanaan nutrisi pasien kanker nasofaring secara lebih optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kemoterapi dan status gizi HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan karakteristik Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2022 Karakteristik Jumlah Persentase (%) Umur : 20-40 tahun 41-60 tahun >60 tahun Total Jenis Kelamin : Jumlah Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Pendidikan Terakhir : Jumlah Persentase (%) SMP SMA D3/S1 Total Pekerjaan : Jumlah Persentase (%) Bekerja Tidak bekerja Total Berdasarkan Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 41-60 tahun sebanyak 23 orang . ,9%), sebagian kecil responden berumur >60 tahun sebanyak 9 orang . ,1%). Berdasarkan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang . ,5%), sebagian kecil responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 orang . ,5%). Berdasarkan pendidikan terakhir responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan D3/S1 sebanyak 17 orang . ,1%), sebagian kecil responden berpendidikan SMP bekerja sebanyak 20 orang . ,5%), sebagian kecil sebanyak 1 orang . ,1%). Berdasarkan pekerjaan, responden tidak bekerja sebanyak 12 orang menunjukkan bahwa sebagian besar responden . ,5%). Analisis Univariat Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Frekuensi Kemoterapi di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2022 Frekuensi Kemoterapi Jumlah Persentase 1 kali 2 kali 3 kali 4 kali 5 kali 6 kali Total Berdasarkan tabel di atas menunjukkan sebanyak 7 orang . ,9%), dan sebagian kecil bahwa sebagian besar responden melakukan responden melakukan kemoterapi 6 kali sebanyak kemoterapi 2 kali, 4 kali, 5 kali masing-masing 5 orang . ,6%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Gizi di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2022 Status Gizi Jumlah Persentase Baik Sedang Buruk Total Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kecil status gizi responden dalam kategori baik sebagian besar status gizi responden di Ruang sebanyak 19 orang . ,5%), tidak ditemukan gizi Onkologi Murni Teguh Memorial dalam kategori buruk . %). sedang sebanyak 20 orang . ,5%), sebagian Analisis Bivariat Tabel 4. Tabel Rank Spearman's Rho Analisa Frekuensi Kemoterapi dengan Status Gizi Penderita Kanker Nasofaring di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2022 Status Gizi Penderita Kanker Nasofaring Jumlah Frekuensi Kemoterapi Baik Kurang Buruk value hitung 1 kali 0,0 0 0,0 0 2 kali 18,8 1 3,1 0 0,0 7 3 kali 12,5 2 6,2 0 0,0 6 4 kali 18,8 0 0,0 7 0,000 0,650 5 kali 18,8 0 0,0 7 6 kali 15,6 0 0,0 5 Jumlah 12 37,5 20 63,5 0 0,0 32 100,0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi kemoterapi, semakin banyak pasien yang mengalami penurunan status Sebagian besar pasien yang menjalani kemoterapi 2 dan 3 kali memiliki status gizi baik, sedangkan pada frekuensi 4, 5, dan 6 kali, mayoritas pasien mengalami gizi kurang. Uji statistik dengan Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,. , yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kemoterapi dan status gizi pasien kanker Nilai koefisien korelasi sebesar 0,650 menunjukkan bahwa hubungan tersebut berada pada kategori kuat . , sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi kemoterapi berkorelasi dengan penurunan status gizi pasien. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani kemoterapi sebanyak 2, 4, dan 5 kali, dengan frekuensi tertinggi pada kategori 4Ae6 kali. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pasien kanker nasofaring umumnya menjalani kemoterapi lebih dari tiga kali. Kemoterapi diberikan dalam beberapa siklus untuk membasmi sel kanker secara sistemik, namun penggunaannya menimbulkan efek samping yang signifikan. Terkait status gizi, sebagian besar responden memiliki status gizi sedang, dan sebagian kecil berada dalam kategori baik. Penurunan status gizi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh efek samping kemoterapi seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan, yang menghambat asupan nutrisi dan menyebabkan penurunan berat Kondisi ini sesuai dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa pasien kanker sering mengalami gangguan nutrisi selama menjalani pengobatan. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi kemoterapi dan status gizi . = 0,. dengan koefisien korelasi 0,650, yang menunjukkan korelasi kuat. Semakin sering pasien menjalani kemoterapi, semakin besar kemungkinan terjadinya penurunan status gizi. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang menemukan bahwa frekuensi kemoterapi berbanding terbalik dengan status nutrisi pasien. Efek samping yang ditimbulkan kemoterapi berperan dalam menurunkan asupan makanan dan berdampak langsung terhadap kondisi gizi pasien. Oleh karena itu, pemantauan dan intervensi gizi yang tepat sangat diperlukan selama proses faktor resiko kanker nasofaring pemeriksaan jika ditemukan tanda dan gejala yang sering ditemui pada stadium awal kanker nasofaring sehingga mendapatkan terapi yang tepat. Diharapkan perawat memberikan penyuluhan kepada penderita kanker nasofaring dan keluarga untuk selalu memperhatikan status gizi selama melakukan kemoterapi dengan memperhatikan pola Karena hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar penderita kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi memiliki status gizi yang kurang baik. Penderita Kanker Nasofaring Diharapkan pasien kanker lebih memperhatikan pola hidup sehat dan mengatur pola makan sehingga status gizi menjadi baik serta menghindari asupan makanan yang dapat memicu kanker. Bagi peneliti selanjutnya Kepada peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lanjutan tentang status gizi penderita kanker nasofaring dengan menggunakan variabel yang lainnya sehingga dapat melengkapi hasil penelitian yang telah ada. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan disajikan pada bab sebelumnya disimpulkan sebagai berikut: Sebagian besar responden melakukan kemoterapi kemoterapi 2 kali, 4 kali, 5 kali masing-masing 21,9%, dan sebagian kecil melakukan kemoterapi 6 kali . ,6%). Sebagian besar status gizi responden di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial dalam kategori sedang . ,5%), sebagian kecil status gizi responden dalam kategori baik . ,5%). Ada pengaruh frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, pvalue= 0,000<0,05. Kekuatan hubungan atau korelasi antara frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring dalam kategori tinggi. DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi (Cetakan . Gramedia Pustaka Utama. Alsafadi. Nasopharyngeal Cancer: Prevalence. Outcome, and Impact on Health-Related Quality of Life at Princess Norah Oncology Center. Jeddah. Saudi Arabi. Cureus, 12. , e8199. American Cancer Society (ACS). Key Statistics for Nasopharyngeal Cancer. Cancer. Org. https://w. org/cancer/nasophary ngeal-cancer/about/key-statistics. Baliwati. Pengantar Pangan dan Gizi (Cetakan . Penebar Swadaya. Bangun. , & Simanjuntak. Karakteristik Penderita Kanker Nasofaring di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2018. Wahana Inovasi, 7. , 1Ae5. SARAN